DIBENTUK MENJADI PASUKAN (4)
Pembacaan Alkitab: Bilangan 4
Dalam berita ini kita akan membahas tugas para imam dan orang Lewi dalam pemberangkatan Kemah Suci.
F. Tugas-tugas dalam Pemberangkatan Kemah Suci
Para imam dan orang Lewi mempunyai tugas tertentu dalam pemberangkatan Kemah Suci. Berangkat berarti maju ke depan. Jadi, apa yang dibahas dalam pelayanan kudus bukanlah untuk Kristus yang tidak aktif, melainkan untuk Kristus yang sangat aktif. Kita harus bekerja sama dengan aktivitas-Nya. Dalam Perjanjian Lama, Allah bisa bergerak sendiri tanpa manusia. Sebagai contoh, ketika Allah menciptakan langit dan bumi, manusia tidak perlu mengimbangi-Nya. Namun, Perjanjian Baru dimulai dengan inkarnasi ilahi. Ini membentuk prinsip bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah, yaitu bahwa Allah memerlukan manusia untuk bekerja sama dengan-Nya. Tanpa manusia, Allah tidak dapat berbuat apa-apa. Dalam Perjanjian Lama, Allah dapat mengerjakan banyak hal tanpa manusia. Dalam Perjanjian Baru, Allah telah membiarkan diri-Nya terikat bersama manusia. Ikatan Allah-manusia ini dapat digambarkan dengan lomba lari tiga kaki, yang diikat sedemikian rupa sehingga tiap pasang pelari berlari dengan tiga kaki. Dalam Perjanjian Baru, Allah harus mendapatkan manusia untuk bekerja sama dengan-Nya, menjadi satu dengan-Nya, berkoordinasi dengan-Nya. Inilah prinsip dasar dari ekonomi Perjanjian Baru Allah.
Dalam ekonomi Perjanjian Baru-Nya, Allah tidak melakukan apa-apa tanpa manusia. Manusia harus menjadi satu dengan Allah, bekerja sama dengan Allah, dan diikat bersama dengan Allah. “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia” (1Kor. 6:17). Ini menunjukkan bahwa dalam Perjanjian Baru ekonomi Allah telah mengikat manusia pada Allah. Allah rela terikat pada manusia, karena Ia tak dapat bergerak tanpa manusia. Sekarang Allah tidak hanya bergerak dengan manusia, tetapi juga di dalam manusia. Inilah sebabnya Allah tidak pernah mengabarkan Injil secara langsung kepada siapa pun; sebaliknya Ia mengabarkan Injil melalui manusia.
Hari ini Kristus sedang bergerak di seluruh bumi. “Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis. 1:8). Menjadi saksi Kristus berarti menjadi kesaksian-Nya, dan menjadi kesaksian-Nya berarti menjadi gambar-Nya. Jika kita adalah kesaksian Kristus, gambar-Nya, orang akan melihat Dia ke mana pun kita pergi. Kita bersaksi bagi Kristus dalam arti menjadi gambar-Nya. Karena itu, semua pengabar Injil sebenarnya adalah saksisaksi, gambar-gambar Kristus.
Pergerakan Tuhan hari ini adalah bersama kita. Mengenai pergerakan-Nya, kita bisa menjadi sebuah “gerobak keledai” atau “pesawat Boeing 747”. Maksud saya adalah jika kita lambat, pergerakan Tuhan dengan kita akan lambat. Jika kita cepat, pergerakan Tuhan dengan kita akan cepat.
Kita perlu melihat bagaimana Tuhan bergerak hari ini. Ia bergerak di dalam kita. Kita adalah bani Gerson, Kehat, dan Merari hari ini. Untuk melihat bagaimana Kristus bergerak di bumi, kita harus melihat pergerakan Kemah Suci. Kemah Suci dipindahkan dengan cara diangkat di atas bahu keturunan dari ketiga anak Lewi. Perpindahan ini dilaksanakan dalam urutan yang rapi, tanpa kekacauan. Hanya Harun dan anak-anaknya yang dapat melihat perkakas kudus dan menjamahnya. Orang Lewi hanya dapat melihat dan menjamahnya setelah perkakas tersebut dikemas dan ditutupi. Orang awam sama sekali tidak berhak menjamah perkakas kudus.
Dari apa yang telah tertulis di atas, kita menyadari bahwa tidak semua orang mampu membawa pemulihan Tuhan dari satu negara ke negara lain. Dengan belas kasih Tuhan, saya dapat bersaksi bahwa ketika saya datang ke Amerika Serikat, saya membawa tabut dengan semua perabot tempat kudus. Saya juga membawa Kemah Pertemuan, yang merupakan perbesaran Kristus, gereja. Tuhan bergerak melalui kita memikul tabut, perabot tempat kudus, dan Kemah Pertemuan.
Kristus, perwujudan Allah bagi perluasan-Nya, bergerak melalui orang-orang yang mengasihi-Nya. Jika kita tidak bergerak, Ia tidak dapat bergerak. Lebih tepatnya, Ia terikat dan bahkan terkurung di dalam kita. Jika kita tidak bergerak, kita menjadi sebuah penjara bagi Tuhan.
1. Para Imam
Tugas-tugas dalam pemberangkatan Kemah Suci melibatkan baik para imam maupun orang Lewi. Dalam Perjanjian Lama terdapat perbedaan antara para imam dan orang Lewi. Namun, dalam Perjanjian Baru hanya ada satu golongan, yaitu golongan para imam, yang meliputi orang Lewi. Sebab itu, apa yang dikerjakan orang Lewi dalam Perjanjian Lama, kita, imam-imam Perjanjian Baru, juga harus mengerjakannya.
a. Mengemasi Perabotan Tempat Kudus
Para imam mempunyai hak istimewa mengemasi barang-barang milik Persona ilahi. Mengemasi barang milik seseorang merupakan suatu hak khusus yang istimewa, yang hanya diberikan kepada mereka yang dekat dengan orang tersebut. Ia yang mengemasi barang-barang milik orang lain melihat semua misteri dan rahasia orang tersebut. Para imam mengemasi perabotan tempat kudus, termasuk tabut, meja roti sajian, kaki pelita, mezbah emas, dan mezbah (Bil. 4:5-14). Benda pertama dari perabotan tempat kudus yang harus dikemasi adalah tabut. Imam-imam menudungi tabut dengan tabir penudung, tutup dari kulit lumba-lumba, dan sehelai kain biru (Bil. 4:5-6 Tl.).
Hari ini kita mempunyai hak istimewa untuk mengemasi benda-benda milik Kristus. Mula-mula, kita mengemasi Kristus sebagai tabut, dengan semua bagian-Nya. Kemudian kita mengemasi meja roti sajian. Ini adalah melayankan Kristus sebagai makanan, sebagai roti, kepada orang-orang yang melayani Allah. Tuhan Yesus berkata, “Akulah roti kehidupan. . . siapa saja yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku” (Yoh. 6:48, 57b). Kita juga mengemasi kaki pelita. Meja roti sajian adalah untuk hayat, dan kaki pelita untuk terang. Selain itu, kita mengemasi mezbah emas, yang untuk perkenan Allah, dan mezbah perunggu, yang untuk penebusan Allah.
b. Menunjuk Orang Lewi untuk Mengerjakan Pelayanan Mereka
Para imam menunjuk orang Lewi untuk mengerjakan pelayanan mereka (Bil. 4:19, 27-28, 33). Orang Lewi mengerjakan pelayanan mereka bukan menurut cara mereka, melainkan di bawah petunjuk imam-imam yang diurapi. Ini menunjukkan bahwa kita, imam-imam Perjanjian Baru yang melayani Allah, seharusnya tidak bertindak menurut konsepsi-konsepsi kita sendiri, tetapi bertindak di bawah petunjuk pandangan yang diurapi, yaitu, di bawah petunjuk Roh yang mengurapi kita.
c. Tanggung Jawab Eleazar, Anak Imam Harun
“Tetapi Eleazar, anak imam Harun, bertanggung jawab atas minyak untuk penerangan, ukupan dari wangi-wangian, kurban sajian yang tetap dan minyak urapan; ia bertanggung jawab atas segenap Kemah Suci dan segala isinya, yakni barang-barang kudus dan perabotannya” (Bil. 4:16). Semua benda-benda ini melambangkan berbagai aspek dari Kristus yang kaya. Dalam Efesus 3:8, Paulus berkata, “Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah diberikan anugerah ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu.” Hanya melalui Perjanjian Baru saja sukarlah bagi kita untuk melihat kekayaan Kristus yang tak terduga atau tak terukur itu. Kita juga perlu contoh-contoh, gambar-gambar, dalam Perjanjian Lama. Melalui semua benda yang disebutkan dalam Bilangan 4, kita dapat melihat bahwa kekayaan Kristus tidak terukur.
Bahkan minyak urapan adalah Kristus. Walaupun minyak urapan melambangkan Roh Kudus, Roh Kudus adalah Allah Tritunggal yang telah rampung. Yohanes 7:39b berkata, “Roh itu belum ada, karena Yesus belum dimuliakan” (Tl.). Setelah Kristus dimuliakan (dibangkitkan), Roh itu menjadi Roh yang berhuni, pemberi hayat, majemuk dan almuhit, yang merupakan Allah Tritunggal yang telah rampung. Allah Tritunggal tadinya “mentah”, belum melalui proses, tetapi setelah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan, Ia benar-benar rampung untuk menjadi Roh majemuk yang almuhit. Hari ini Tuhan adalah Roh itu (2Kor. 3:17; 1Kor. 15:45b). Menurut makna dari aspek ini, minyak urapan adalah Kristus.
2. Orang Lewi
a. Persyaratan Umur—Mulai dari 30 tahun Hingga 50 Tahun
Ketika kita sampai pada pelayanan orang Lewi, kita melihat bahwa bagi orang Lewi terdapat persyaratan umur. Untuk melayani sebagai seorang Lewi, seseorang harus berusia antara 30 sampai 50 tahun (Bil. 4:3, 23, 30, 35, 43, 47). Tahun-tahun ini merupakan “tahun keemasan” hidup manusia. Bahkan Tuhan Yesus belum mencapai usia yang genap untuk melayani sebelum Ia berusia 30 tahun (Luk. 3:23). Dia tidak memulai pekerjaan-Nya sebelum Dia berusia 30 tahun.
Dalam Kitab Bilangan kita bisa melihat beberapa perbandingan mengenai persyaratan umur. Jika seseorang ingin terhitung dalam pelayanan terhadap Allah, ia harus berumur satu bulan ke atas, mereka yang berada pada usia bagian ini perlu bertumbuh dan matang (Bil. 3:39, 43). Agar terhitung dalam wajib militer bagi kesaksian Allah, seseorang harus berusia 20 tahun atau lebih, orang-orang yang berusia pada bagian ini matang dan kuat, tanpa batas (Bil. 1:20). Kaleb, contohnya, mampu berperang bahkan pada usia 85 (Yos. 14:10-11). Supaya terhitung dalam pelayanan yang dekat dengan Allah, seseorang harus berusia antara 30 tahun sampai 50 tahun, orang-orang pada usia ini lebih matang dan lebih kuat, tanpa penurunan kondisi.
b. Bani Kehat
Imam-imam memelihara barang-barang utama, barang-barang yang paling penting, dan bani Kehat memelihara beberapa barang sekunder. Memelihara perabotan tempat kudus adalah memelihara benda-benda utama. Para imam memelihara tabut. Ini adalah memelihara Kristus secara langsung dan melayankan Kristus. Bani Kehat mengangkat perabotan tempat kudus (Bil. 4:2-4, 15, 17-20, 34-37). Mengerjakan hal ini hari ini berarti berbicara mengenai gereja sebagai perluasan Kristus. Bani Kehat tidak boleh menyentuh barang-barang kudus (Bil. 4:15) atau masuk ke dalam untuk melihat barangbarang tersebut (Bil. 4:20). Melanggar kedua hal tersebut, akibatnya adalah kematian.
“Harun dan anak-anaknya haruslah masuk ke dalam dan menempatkan mereka masing-masing di tempat tugasnya dekat barang yang harus diangkat” (Bil. 4:19b). Di sini kita melihat bahwa pelayanan bani Kehat berada di bawah penugasan Harun dan anak-anaknya. Ini menunjukkan bahwa dalam Perjanjian Lama terdapat 2 golongan, imam-imam dan orang Lewi. Namun, dalam Perjanjian Baru kedua golongan ini menjadi satu. Hari ini kita adalah imam-imam juga orang-orang Lewi. Ketika kita sebagai imam melakukan pekerjaan orang Lewi, kita harus berada di bawah pengawasan pandangan keimaman. Contohnya, mengatur kursi di balai sidang bukanlah pekerjaan rohani melainkan tugas orang Lewi. Tetapi pekerjaan orang Lewi ini haruslah dilaksanakan di bawah pandangan rohani dan batiniah keimaman. Jika pengaturan kursi dilaksanakan dengan cara demikian, mereka yang melayani akan berdoa bagi gereja dan bagi mereka yang akan duduk di kursi-kursi tersebut. Prinsipnya sama dengan mengetuk pintu rumah orang-orang untuk tujuan mengabarkan Injil. Pelayanan orang Lewi berupa mengetuk pintu harus dilaksanakan di bawah pengawasan pandangan keimaman. Kemudian mereka yang mengunjungi orang-orang dengan Injil secara demikian akan banyak berdoa. Mereka bisa berdoa, “Tuhan, sementara aku mengetuk pintu rumah orang ini, ketuklah hatinya.” Hari ini kita tidak boleh memisahkan pelayanan orang Lewi dari pandangan keimaman. Setiap aktivitas di luar harus dilaksanakan di bawah pengawasan pandangan rohani dan batiniah dari keimaman.
c. Bani Gerson
Bani Gerson (Bil. 4:22-28, 38-41) bertugas mengangkat tenda Kemah Suci, dan Kemah Pertemuan, tudungnya, tudung dari kulit lumba-lumba, tirai pintu Kemah Pertemuan, layar-layar pelataran, tirai pintu gerbang pelataran, talinya, dan segala perkakas untuk pekerjaan jabatan mereka. Mereka melakukan ini sesuai dengan perintah Harun dan anak-anaknya, serta di bawah pimpinan Itamar, anak imam Harun (Bil. 4:27-28).
Sekali lagi kita melihat pelayanan orang Lewi dilaksanakan di bawah pengawasan para imam. Ini merupakan petunjuk lebih lanjut bahwa kita harus belajar mengerjakan hal-hal di luar di bawah pandangan batiniah dari keimaman. Misalnya, cara suatu pekerjaan dilakukan dalam kantor pelayanan gereja haruslah sangat berbeda dengan cara di bank, di mana tidak ada pengawasan keimaman. Semua pelayanan dalam kantor pelayanan gereja harus dikerjakan di bawah pandangan surgawi dan pengawasan para imam. Dengan demikian, apa pun yang kita kerjakan di dalam kantor pelayanan gereja akan menjadi aktivitas rohani dan akan meministrikan hayat kepada orang lain. Sementara kita memperhatikan masalah pelayanan atau urusan-urusan, kita perlu meministrasikan hayat kepada orang lain. Jika kita melakukan hal ini, pelayanan Lewi kita berada di bawah pandangan dan pengawasan keimaman.
d. Bani Merari
Bani Merari (Bil. 4:29-33, 42-45) bertugas mengangkat papan-papan Kemah Suci, kayu-kayu lintangnya, tiangtiangnya, dan alas-alasnya, tiang pelataran sekelilingnya, alas-alasnya, patok-patok dan tali-talinya, serta segala perkakasnya. Ini semuanya harus dikerjakan di bawah pimpinan Itamar, anak imam Harun. Apa pun yang tertulis di dalam Alkitab adalah untuk kebaikan kita dan patut dipelajari. Karena itu, kita perlu mempelajari semua benda-benda yang berhubungan dengan Kemah Suci, seperti tiang-tiangnya, alas-alasnya, patok-patoknya, dan tali-talinya. Semua benda ini melambangkan Kristus. Kristus adalah patok kita dan tali kita. Melalui mengetahui semua benda yang berhubungan dengan Kemah Suci, kita dapat mengenal Kristus.