← Daftar isi Bilangan (1) · bab 11/26

DIBENTUK MENJADI PASUKAN (10)

Pembacaan Alkitab:

Bilangan 6:22-27; 2Korintus 13:13

Dalam berita ini kita sampai pada bagian yang menakjubkan dari Kitab Bilangan 6:22-27. Ayat-ayat ini membicarakan perihal diberkati oleh Allah dalam Trinitas ilahi-Nya.

VIII. DIBERKATI OLEH ALLAH

Bagian tentang diberkati ini datang setelah menanggulangi kenajisan, ujian atas kecemburuan, dan nazar orang nazir. Ketiga hal ini sebenarnya merupakan tiga langkah. Pertama, kita harus menanggulangi apa saja yang menajiskan. Kedua, kita harus diuji sehubungan dengan kecemburuan. Ketiga, kita harus mempersembahkan diri kita kepada Tuhan dengan mengucapkan nazar orang nazir.

Jika kita meluangkan waktu untuk merenungkan ketiga langkah ini, kita akan menyadari bahwa melayani Tuhan dan berperang bagi kerajaan-Nya bukanlah hal yang dangkal, kecil, atau enteng. Sebaliknya hal-hal ini sangatlah dalam, tinggi, dan menakjubkan. Kita harus mencapai tingkat seorang nazir, seseorang yang mengalahkan kasih sayang alamiah, kesenangan duniawi, pemberontakan, dan kematian yang mendadak. Jika kita mengalahkan keempat hal ini dan menjauhkan diri dari hal-hal tersebut, kita akan berada dalam posisi untuk menerima Allah sendiri sebagai berkat kita.

A. Berkat Allah dalam Trinitas Ilahi-Nya

Setelah catatan tentang nazar orang nazir, Tuhan menyuruh Musa memberi tahu Harun dan anak-anaknya, semua imam, yang sangat dekat kepada-Nya, untuk memberkati umat-Nya dalam Trinitas ilahi-Nya. TUHAN adalah Allah Tritunggal. Sebagai Allah Tritunggal, Ia menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita dalam keilahian-Nya dan dalam Trinitas Ilahi-Nya. Tanpa menjadi tritunggal, Allah tidak dapat menyalurkan diri-Nya ke dalam orang-orang pilihan-Nya sebagai berkat mereka. Berkat yang sejati adalah Allah sendiri disalurkan ke dalam umat pilihan-Nya. Walaupun Allah damba memberkati orang-orang pilihan-Nya secara demikian, mereka perlu mencapai standar yang sepadan dengan berkat-Nya.

Di alam semesta, berkat yang satu-satunya ialah Allah Tritunggal. Apa pun selain Allah adalah kesia-siaan. Alam semesta diciptakan oleh Allah, tetapi di luar Allah, tanpa Allah, bahkan alam yang diciptakan oleh Allah pun merupakan kesia-siaan. Di luar Allah, segala sesuatu merupakan kesia-siaan di atas kesia-siaan (Pkh. 1:2). Hanya Allah sendiri yang nyata (riil). Hanya Dialah berkat bagi kita. Jika kita memperoleh alam semesta, tetapi kehilangan Allah, kita akan menjadi orang yang paling kasihan. Sejarah dipenuhi oleh kasus-kasus di mana orang yang memperoleh banyak kekayaan dan harta benda akhirnya menyadari bahwa tanpa Allah, semua hanyalah kesia-siaan. Allah sendiri adalah berkat kita, dan berkat ini datang kepada kita melalui penyaluran Sang ilahi ke dalam kita dalam Trinitas ilahi-Nya, dalam Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Mengenai Trinitas ilahi Allah, teologi tradisional dan bahkan teologi dasar tidak mempunyai pandangan bahwa Trinitas ilahi itu adalah bagi Allah menyalurkan diri-Nya ke dalam kita. Terang ini baru sampai kepada kita dalam tahun 1960-an.

Efesus 1 memberi kita satu catatan bagaimana Allah Tritunggal memberkati umat-Nya yang dipilih, ditebus, diubah dalam Trinitas ilahi-Nya. Pasal ini terutama membahas ketiga langkah pemberkatan Allah kepada kita dalam Trinitas ilahi-Nya, yaitu, bagaimana Ia memberkati kita dalam Bapa (Ef. 6:3-6), dalam Putra (Ef. 6:7-12), dan dalam Roh (Ef. 6:13-14). Akhirnya, karena aliran Trinitas ilahi sebagai berkat bagi orang-orang pilihan Allah seperti ini, terdapatlah suatu hasil, dan hasil dari aliran yang diberkati ini adalah gereja sebagai Tubuh Kristus, kepenuhan Dia yang memenuhi semua di dalam segala sesuatu (Ef. 1:22-23). Gereja sebagai Tubuh Kristus merupakan hasil keseluruhan dari Trinitas ilahi sebagai suatu aliran untuk menyalurkan segala adanya Allah ke dalam orang-orang pilihan-Nya. Tubuh Kristus merupakan kepenuhan, keseluruhan, dari Dia yang memenuhi semua di dalam segala sesuatu.

Seperti Kitab Bilangan, Kitab Wahyu, kitab terakhir dari Alkitab, juga merupakan sebuah kitab tentang angka, khususnya berkenaan dengan gambaran Yerusalem Baru. Yerusalem Baru mempunyai 12 pintu gerbang dengan kedua belas nama suku Israel (Why. 21:12), dan 12 batu dasar dengan kedua belas nama rasul (Why. 21:14). Di samping itu, pohon hayat menghasilkan 12 macam buah (Why. 22:2). Di antara angka 12 ini tersembunyi Allah Tritunggal, dan bahkan berbaur sebagai berkat umat-Nya. Perampungan catatan seluruh Alkitab adalah Allah Tritunggal menjadi berkat yang sangat istimewa dan sangat subyektif bagi umat-Nya. Sebagai penggenapan dari seluruh catatan Alkitab, Yerusalem Baru adalah Allah sendiri dalam trinitas ilahi-Nya, Bapa, Putra, dan Roh, dalam angka 12, berbaur dengan orang-orang yang Dia pilih, tebus, dan ubah sebagai berkat mereka. Berkat ini akan bertahan sampai kekal. Berkat seperti ini adalah puncak penggenapan berkat Allah kepada Israel dalam Bilangan 6. Baru pada saat Yerusalem Baru tiba, berkat ini akan digenapkan secara sempurna.

Dalam pemberkatan dalam Bilangan 6, “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau” (Bil. 6:24) adalah membicarakan Bapa; “TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia (anugerah)” (Bil. 6:25) adalah membicarakan Putra; dan “TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera” (Bil. 6:26) adalah membicarakan Roh Kudus. Bapa memberkati kita, Putra menyinari kita, dan Roh Kudus menghadapkan wajah-Nya kepada kita. Hasilnya, kita dilindungi, kita menerima anugerah, dan kita memiliki damai sejahtera. Kebanyakan dari surat-surat Paulus dibuka dengan perkataan mengenai anugerah dan damai sejahtera. Anugerah berasal dari Putra dan damai sejahtera berasal dari Roh. Anugerah itu agak obyektif. Damai sejahtera itu subyektif; yaitu akibat, hasil, dari kenikmatan kita atas anugerah. Mula-mula kita menerima anugerah, dan kemudian kita menikmati damai sejahtera. Kita menerima anugerah dalam Putra dan kita menikmati damai sejahtera dalam Roh.

Pada mulanya ada Firman, dan Firman itu menjadi manusia dan tinggal di antara kita, penuh anugerah (Yoh. 1:1, 14). Dari kepenuhan-Nya kita telah menerima anugerah demi anugerah (Yoh. 1:16). Jika hukum Taurat diberikan melalui Musa, anugerah datang melalui Yesus Kristus (Yoh. 1:17). Anugerah ini sebenarnya adalah seorang persona, Kristus sendiri. Ketika kita menerima anugerah, hasilnya adalah kita mendapat damai sejahtera. Damai sejahtera ini adalah Kristus yang pneumatik (seperti udara), Kristus yang adalah Roh pemberi-hayat menjadi Roh damai sejahtera di dalam kita. Berkat dalam Bilangan 6 bukanlah berkat Perjanjian Lama atau berkat Perjanjian Baru. Namun, berkat ini adalah berkat kekal dari Allah Tritunggal, yaitu Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya dalam Trinitas ilahi-Nya ke dalam kita untuk kenikmatan kita. Inilah berkat kekal Allah.

“TUHAN memberkati engkau” berarti Tuhan memberikan diri-Nya kepada Anda. Namun, Allah tidak memberikan diri-Nya kepada kita hanya secara obyektif seperti seorang saudara memberikan hadiah kepada saudara lain. Allah memberikan diri-Nya kepada kita dalam trinitas-Nya, langkah demi langkah dan sedikit demi sedikit. Seandainya Anda bertanya kepada saya, berkat apa yang telah saya terima dari Tuhan, saya akan menjawab, “Satu-satunya berkat yang telah kuperoleh dari Tuhan adalah Allah Tritunggal. Allah Tritunggal adalah berkatku.”

1. Dalam Bapa—”TUHAN Memberkati Engkau dan Melindungi Engkau.”

Mengacu kepada Bapa, Bilangan 6:24 mengatakan, “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau.” Bapa memberkati kita dalam segala cara dan dalam setiap aspek kasih-Nya (lihat Ef. 1:3), dan Dia melindungi kita dalam segala cara dan setiap aspek dalam kuat kuasa-Nya (lihat Yoh. 17:11, 15). Dia yang memberkati, melindungi kita. Dalam Bilangan 6:24 kata “melindungi” sangatlah penting. Dalam Yohanes 17:11, Tuhan Yesus berdoa agar Bapa melindungi kita dalam nama-Nya. Ini adalah untuk melindungi kita dalam penyaluran Allah Tritunggal. Sementara Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam kita, kita dilindungi dalam Dia yang disalurkan. Dalam Yohanes 17:15, Tuhan Yesus melanjutkan berdoa agar Bapa menjauhkan kita dari yang jahat. Pada saat kita dilindungi dalam Allah Tritunggal yang disalurkan, tidak ada lagi yang tersisa untuk tangan si musuh. Kita perlu memohon berkat untuk dilindungi secara mutlak dalam Allah Tritunggal yang disalurkan dan sepenuhnya di luar jangkauan si jahat. Oh alangkah besarnya berkat ini!

2. Dalam Putra—”TUHAN Menyinari Engkau dengan Wajah-Nya dan Memberi Engkau Anugerah.”

Bagian kedua dari berkat ini mengatakan, “TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia (anugerah)” (Bil. 6:25). Dalam Lukas 1:78, pada saat Tuhan Yesus akan dilahirkan, Zakaria bernubuat, “dengannya Ia akan datang untuk menyelamatkan kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi.” Surya pagi ini adalah Sang Putra dalam Trinitas ilahi. Ini secara tidak langsung menyatakan inkarnasi Allah untuk memperlihatkan diri-Nya kepada kita dengan cara bersinar. Tidak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi melalui inkarnasi-Nya, kita telah melihat wajah-Nya dan telah menyaksikan kemuliaan-Nya (Yoh. 1:14), dan Ia telah menyinari kita terus-menerus. Ke mana pun Ia pergi, Ia adalah terang besar yang menyinari orang-orang yang duduk dalam kegelapan (Mat. 4:16), karena Ia adalah terang dunia (Yoh. 8:12).

Kata “wajah” dalam Bilangan 6:25 melambangkan hadirat. Sebagai Dia yang wajah-Nya bercahaya atas kita, Kristus, Sang Putra, adalah kehadiran yang terlihat dari Allah yang tidak dapat dilihat. Allah dan hadirat-Nya tidak dapat dilihat, tetapi melalui inkarnasi-Nya, Dia menjadi surya yang bersinar. Surya yang bersinar ini adalah kehadiran Allah yang tak dapat dilihat menjadi terlihat. Kehadiran Allah bukan hanya menjadi terlihat, tetapi juga menjadi bersinar. Di atas Gunung Perubahan, beberapa orang murid Tuhan melihat Dia dalam kemuliaan-Nya (2Ptr. 1:16-18; Mat. 17:1-2).

Bilangan 6:25 tidak hanya berbicara mengenai Tuhan menyinari kita dengan wajah-Nya, tetapi juga tentang Tuhan memberi anugerah kepada kita. Kedua butir ini digabungkan sama dengan Yohanes 1:14, 16-17. Inkarnasi Allah merupakan sinar kehadiran-Nya. Bersama penyinaran ini ada anugerah. “Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita . . . penuh anugerah” (Yoh. 1:14). Tuhan memberi anugerah kepada kita; Ia bahkan telah menjadi anugerah bagi kita. Tuhan memberi anugerah kepada kita berarti Ia terus-menerus menjadi anugerah bagi kita. Anugerah ini adalah anugerah Kristus (2Kor. 13:13a) yang sebenarnya adalah diri Kristus sendiri. Pada saat kita memiliki Kristus, kita memiliki anugerah. Allah Tritunggal benar-benar mengasihi kita. Hari demi hari kita menikmati Dia sebagai anugerah.

3. Dalam Roh—”TUHAN Menghadapkan Wajah-Nya kepadamu dan Memberi Engkau Damai Sejahtera.”

Bagian ketiga dari berkat ini mengatakan, “TUHAN menghadapkan wajah-Nya (raut muka-Nya) kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera” (Bil. 6:26). Dalam berkat di Bilangan 6 kita mendapatkan baik wajah maupun raut muka, dan keduanya berbeda. Wajah menunjukkan kehadiran seseorang, dan raut muka menunjukkan ekspresi seseorang. Menghadapkan wajah kepada seseorang berarti menegaskan, menjamin, menjanjikan, dan memberikan segala sesuatu kepada orang itu. Yesus, Putra, datang sebagai wajah Allah, dan Roh Kudus datang sebagai raut muka Allah. Efesus 4:30 menyatakan, “Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah.” Jika kita mendukakan-Nya, raut muka-Nya akan “terkulai”. Jika kita menaati-Nya, Ia akan puas terhadap kita, dan Ia akan mengangkat raut muka-Nya untuk meneguhkan kita, meyakinkan kita, menjamin kita, berjanji kepada kita, dan memberi kita segala sesuatu.

Bapa memberkati, Putra menyinari, dan Roh Kudus menghadapkan raut muka-Nya. Ketika Allah Tritunggal disalurkan ke dalam kita, kita mendapat wajah Allah Tri-tunggal dan juga raut muka-Nya. Ia puas terhadap kita, meyakinkan kita, meneguhkan kita, menjamin kita, berjanji kepada kita, dan memberi kita segala sesuatu. Akhirnya, kita dilindungi dalam Allah Tritunggal, Allah Tritunggal menjadi anugerah bagi kita setiap hari, dan kita memiliki damai sejahtera.

Dalam Bilangan 6:23-26 tidak disinggung tentang berkat materi. Dalam ayat-ayat ini Tuhan tidak memberi tahu bani Israel bahwa Ia akan membawa mereka ke tanah yang subur, bahwa Ia akan memberi mereka masing-masing sebagian dari tanah itu, bahwa Ia akan menjauhkan mereka dari kelaparan dan memberi mereka hujan, bahwa Ia akan melindungi mereka dari musuh, dan bahwa Ia akan membuat mereka tumbuh dengan subur. Berkat di sini bukanlah berkat yang sifatnya demikian.

Lalu, apakah berkat dalam Bilangan 6? Berkat ini adalah Allah Tritunggal dalam pribadi-Nya sebagai Bapa, Putra, dan Roh. Dalam Bapa kita menerima berkat dan dipelihara dalam Allah Tritunggal. Dalam Putra kita menerima kehadiran Allah dan menikmati-Nya sebagai anugerah. Dalam Roh Kudus raut muka-Nya berada di atas kita, dan kita menikmati damai sejahtera siang dan malam.

B. Dibandingkan dengan Berkat dalam 2 Korintus 13:13

Dua Korintus 13:13 mengatakan, “Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” Berkat di sini sebenarnya sama dengan berkat dalam Bilangan 6:23-26. Anugerah Tuhan adalah Tuhan sendiri sebagai hayat kita untuk kenikmatan kita; kasih Allah adalah Allah sendiri sebagai sumber anugerah Tuhan; dan persekutuan Roh adalah Roh itu sendiri sebagai transmisi dari anugerah Tuhan dengan kasih Allah untuk partisipasi kita.

Baik dalam Bilangan 6:23-26 maupun 2Korintus 13:13, berkat itu bukanlah berkat luaran atau berkat materi. Berkat di sini bukanlah pekerjaan yang luar biasa, rumah yang indah, pendidikan yang tinggi, dan kehidupan keluarga yang baik. Selain itu, berkat ini tidak berhubungan dengan memiliki kedudukan macam apa pun dalam gereja. Kadang-kadang pada saat kita memikirkan situasi kita, kita mungkin kecewa dan merasa kita tidak memiliki apa-apa. Kelihatannya segala sesuatu di bawah matahari dan bahkan segala sesuatu dalam bidang kerohanian merupakan kesia-siaan atas kesia-siaan bagi kita. Kita mungkin merasa tidak ada yang riil, termasuk dalam hidup gereja. Apa yang harus kita lakukan jika kita merasa demikian? Kita harus berpaling kepada Allah Tritunggal. Dialah berkat dan bagian kita yang riil. Berkat yang besar, mendapatkan Dia sebagai berkat! Berkat yang besar, mendapatkan wajah-Nya, kehadiran-Nya, dan menikmati Dia setiap hari sebagai anugerah! Semakin menderita, kita semakin menikmati Dia sebagai anugerah. Berkat yang besar, mendapatkan wajah-Nya tersenyum kepada kita, menjamin kita, dan meneguhkan kita! Berkat yang besar, mendapat damai sejahtera dalam Dia, oleh Dia, dan beserta Dia! Inilah Allah Tritunggal sebagai berkat kita. Oh, kiranya anugerah Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kita sekalian!