MINISTRI TUBUH
Pembacaan Alkitab:
1 Kor. 12:4-31: “Ada berbagai karunia, tetapi satu Roh. Ada berbagai pelayanan, tetapi satu Tuhan. Ada pula berbagai perbuatan ajaib, tetapi Allah yang sama juga yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan pernyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang, Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang, Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang, Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa lidah, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa lidah itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggotaanggotanya banyak, dan semua anggota tubuh itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. Andaikata kaki berkata, ‘Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh’, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata telinga berkata, ‘Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh’, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi, mata tidak dapat berkata kepada tangan, ‘Aku tidak membutuhkan engkau.’ Demikian pula kepala tidak dapat berkata kepada kaki, ‘Aku tidak membutuhkan engkau.’ Malahan justru anggota-anggota tubuh yang tampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus, dan terhadap anggota-anggota kita yang kurang layak, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggotaanggota kita yang layak diperlihatkan. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam berbagai jenis bahasa lidah. Apakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Apakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa lidah, atau untuk menafsirkan bahasa lidah? Jadi, berusahalah memperoleh karuniakarunia yang lebih penting. Namun, aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.”
MELIHAT WAHYU TUBUH
Seorang Kristen harus nampak bahwa dirinya bukan hanya seorang beriman, tetapi juga anggota Tubuh. Karena dia adalah satu anggota, maka dia memerlukan anggota-anggota lainnya. Mustahil bagi satu anggota untuk hidup tanpa anggota yang lain. Agar satu anggota dapat bertahan, dia memerlukan anggota yang lain. Banyak orang meninggalkan denominasi karena mereka menyadari bahwa denominasi itu salah. Namun itu tidak cukup, mereka masih harus nampak Tubuh dan masuk ke dalam Tubuh. Gereja bukanlah suatu organisasi denominasi; gereja adalah Tubuh Kristus yang hidup. Seorang Kristen bukan seorang anggota denominasi, melainkan seorang anggota Tubuh Kristus. Kita perlu nampak bahwa kita adalah anggota-anggota dalam Tubuh dan kita tidak bisa terpisah dari anggota-anggota yang lain. Kita tidak dapat menyendiri dan kekurangan anggota yang lain.
MINISTRI PARA ANGGOTA
Tubuh Kristus dibangun melalui saling menyuplai di antara para anggota. Selain nampak bahwa kita adalah anggota, kita juga harus nampak bahwa tiap anggota memiliki ministrinya masing-masing. Setiap anggota dalam Tubuh memiliki fungsi khusus, dan fungsi tersebut adalah ministrinya. Bentuk kata kerja dari ministri adalah “melayani”. Ministri satu anggota adalah bagian khusus yang diterima anggota tersebut dari Kristus. Dengan bagian khusus ini dia menyuplai Tubuh, dan inilah pelayanan dari anggota tersebut. Tubuh adalah Kristus, karena itu ministri kita juga adalah Kristus. Setiap orang milik Tuhan mempunyai bagian khusus yang telah diterimanya dari Kristus, dan tiap bagian memiliki ciri khas masing-masing. Ciri tersebut menjadi ciri khusus dari pelayanannya. Menunaikan ministri melayani orang lain adalah didasarkan pada Kristus yang dimiliki seseorang di dalam dirinya. Seseorang tidak menyuplai orang lain dengan doktrin yang dimengertinya; ia hanya dapat menyuplai Tubuh dengan apa yang telah diterimanya dari Kristus. Kapasitas ministri kita ditentukan oleh kapasitas Kristus di dalam kita. Seberapa besar kapasitas Kristus di dalam kita, sebesar itulah kapasitas ministri kita. Ministri kita didasarkan pada dua faktor ini: pertama, Kristus yang kita dapatkan; kedua, aspek-aspek Kristus yang kita peroleh yang berbeda dengan yang diperoleh anggota lainnya. Jika kita hanya mengenal Kristus pada aspek yang umum dan sama, bagaimana kita bisa saling menyuplai satu sama lain? Dengan apa kita akan membangun Tubuh? Ini adalah hal yang penting dalam setiap ministri.
Setiap orang Kristen seharusnya memiliki ministrinya sendiri yang khas, bukan sekadar ministri yang umum. Setiap orang harus mendapatkan Kristus yang belum didapat orang lain, dan kekhususan yang didapatkan itulah yang memampukan kita untuk melengkapi apa yang kurang pada anggota-anggota lainnya. Ministri melibatkan pengenalan yang khusus akan Kristus, bukan pengenalan yang umum. Setiap organ di dalam tubuh memiliki fungsi khususnya. Mata melihat, telinga mendengar, dan hidung mencium. Setiap organ memiliki fungsi khususnya. Dengan kata lain, setiap organ memiliki bagian khususnya. Organ lain mungkin untuk sementara waktu bisa melakukan fungsi anggota lain, tetapi mereka tidak dikhususkan untuk melakukan fungsi tersebut. Sebagai contoh, sekali waktu Anda bisa memakai mulut untuk mengambil benda, tetapi Anda tidak bisa mengkhususkan mulut untuk berfungsi demikian. Jika kedua telinga tidak berfungsi menurut kemampuan khususnya, tubuh tidak akan mendengar apa-apa, dan pertumbuhan tubuh akan terganggu. Jika Anda telah memperoleh sesuatu yang khusus dan memiliki sejumlah pengenalan khusus akan Tuhan, Anda dapat menyuplai Tubuh dengan hal itu. Jika Anda memiliki pengenalan khusus akan Tuhan, pengenalan yang khusus itu akan menyusun ministri Anda yang spesifik. Hanya ministri yang khususlah yang dapat melayani Tubuh dan menyebabkan Tubuh bertumbuh. Itu sebabnya tiap anggota harus terus mencari dan mendapatkan dari Tuhan apa yang tidak dimiliki Tubuh dan menyampaikannya kepada Tubuh. Ketika setiap anggota menunaikan tugas pelayanannya, maka akan ada pertumbuhan dalam Tubuh Kristus.
MENUNTUT PENGENALAN DAN PENGALAMAN TERHADAP TUHAN
Satu Korintus 12 memberi tahu kita bahwa semua anggota harus berusaha memperoleh berbagai karunia dan ministri. Maksud Allah ialah mendapatkan anggota-anggota yang khusus untuk menunaikan ministri yang khusus, agar mereka menjadi saluran bagi hayat Tuhan mengalir ke seluruh Tubuh sehingga meningkatkan perawakan Tubuh. Begitu hayat yang kita terima dari Tuhan mengalir ke dalam Tubuh, perawakan Tubuh pun meningkat. Allah meningkatkan perawakan Tubuh melalui para anggota. Madame Guyon, Nyonya Penn-Lewis, saudara T. Austin-Sparks, dan lain-lainnya adalah anggota-anggota yang memiliki pengenalan yang khusus akan Kristus. Melalui mereka, Allah telah menyalurkan banyak kekayaan hayat ke dalam Tubuh. Setiap anggota harus belajar dan mengenal sesuatu yang khusus di hadapan Tuhan agar setiap anggota memiliki ministri yang khusus. Tanpa ministri, tidak ada gunanya berbicara tentang karunia-karunia. Banyak orang menekankan karunia, seolah-olah karunialah yang membuat seseorang bisa menunaikan ministrinya. Tetapi ministri kita adalah Kristus; karunia yang kita miliki hanyalah sarana untuk ministri kita. Dua orang bisa memakai jenis sendok yang sama untuk memberi makan seorang anak, tetapi apakah anak itu terawat baik atau tidak ditentukan oleh isi dari sendok itu, bukan oleh jenis sendoknya. Kita bukan membagikan karunia-karunia kita kepada gereja; kita membagikan Kristus. Karunia-karunia kita hanyalah sarana yang melaluinya kita menyalurkan Kristus. Yang kita salurkan kepada Tubuh adalah Kristus, dan yang diterima Tubuh adalah Kristus; karena di dalam Tubuh Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. Ministri khusus kita miliki ketika kita menerima pengalaman khusus, penanggulangan yang khusus, dan pendisiplinan yang khusus dari Roh Kudus. Pengalaman, penanggulangan, dan pendisiplinan yang khusus itu menghasilkan pengenalan yang khusus akan Kristus. Dengan pengenalan itulah kita melayani gereja. Karunia ialah kita menerima kekuatan dari Roh Kudus untuk menyuplaikan Kristus yang kita kenal kepada gereja. Semua persoalan ministri kita adalah persoalan hayat. Kita tidak meremehkan karunia-karunia, tetapi ministrilah yang harus mengendalikan karunia, bukan karunia yang mengendalikan ministri. Jika kita memiliki karunia tanpa terlebih dulu memiliki ministri, kita akan dihanyutkan oleh karunia itu dan tidak dapat memberi bantuan kepada Tubuh. Apa yang kurang pada Tubuh hari ini adalah ministri, bukan karunia. Kita harus terlebih dulu menemukan ministri khusus yang Tuhan amanatkan kepada kita. Kemudian setelah itu, kita mencari karunia-karunia untuk memperlengkapi kita guna menunaikan ministri itu.
TERLEBIH DULU ADA HAYAT, KEMUDIAN DOKTRIN
Pelayanan kita dalam Tubuh Kristus didasarkan pada pengenalan kita akan Kristus. Pengenalan ini datang dari pengalaman hayat, bukan dari doktrin. Allah terlebih dulu memberi kita hayat, kemudian doktrin. Hayat datang lebih dulu, doktrin menyusul kemudian. Alkitab memperlihatkan bahwa suplai Abraham terhadap Tubuh adalah menurut garis iman. Abraham tidak memperoleh ajaran atau doktrin tentang iman dan kemudian mengajarkan doktrin tentang iman itu. Abraham justru dibawa masuk ke dalam suatu keadaan yang di dalamnya ia belajar bersandar kepada Allah. Apa yang tergarap ke dalam dirinya melalui api penderitaan akhirnya disuplaikan olehnya kepada seluruh Tubuh untuk memperkaya Tubuh. Terlebih dulu ada kehidupan dan pelajaran iman, kemudian baru ada doktrin iman. Bagaimanakah Martin Luther bisa mengajarkan kepada gereja bahwa “orang yang benar itu akan hidup oleh imannya” (Hab. 2:4)? Bukan dikarenakan mempelajari Alkitab dengan tekun sebagai buku pelajaran dan kemudian membicarakan pengetahuan yang didapatkannya; sebaliknya, melalui banyak penderitaan dan sengsara. Ketika lututnya sudah lecet karena berlutut dan harapannya untuk mendapat pembenaran sudah lenyap, Tuhan mewahyukan kepadanya dengan cara yang hidup bahwa seseorang dibenarkan oleh iman. Sesudah ia memiliki pengalaman ini, barulah muncul doktrin pembenaran oleh iman. Doktrin memang diperlukan, namun doktrin harus mengikuti pengalaman, dan bukan mendahuluinya. Pertama harus ada hayat, kemudian ada doktrin. Pertama harus ada pengalaman, kemudian ada pengajaran. Urutan kitab Perjanjian Baru adalah: pertama, keempat Injil (fakta-fakta) dan kemudian Surat-surat (doktrin). Pertama, kita memiliki kehidupan Kristus, kemudian kita memiliki pengajaran Kristus. Kita tidak seharusnya menggunakan seluruh waktu kita untuk mempelajari, menganalisis, dan menyelidiki suatu doktrin; semua itu hanyalah pekerjaan buluh dan akan gagal jika kesulitan tiba. Satu-satunya yang berguna adalah apa yang telah Allah garap ke dalam kita, dan hanya ini yang dapat memberikan suplai kepada orang. Satusatunya cara agar kita bisa menyampaikan sesuatu kepada orang dengan cara yang hidup adalah dengan menyampaikan apa yang telah kita pelajari melalui pengalaman. Semua pendisiplinan, penderitaan, dan pengujian adalah sarana Allah menempakan firman ke dalam kita agar kita memiliki sesuatu untuk disuplaikan kepada Tubuh. Jika kita ingin menjadi minister untuk pembangunan Tubuh Kristus, kita tidak boleh undur dari pengujian, pendisiplinan, atau penanggulangan apa pun.
SATU KORINTUS 12
Satu Korintus 12:4-30 terbagi dalam empat bagian;
(1) Pokok — ayat 4-6: Karunia, ministri, dan fungsi.
(2) Karunia-karunia Roh — ayat 7-11: Penekanan utama adalah pada Roh Kudus.
(3) Ministri Tuhan — ayat 12-27: Penekanan utama adalah pada Kristus.
(4) Pekerjaan Allah — ayat 28-30: Penekanan utama adalah pada Allah.
Permulaan dari tiap bagian menunjukkan pembagian, sedang intinya adalah pokok dari bagian tersebut. Karunia berhubungan dengan Roh Kudus, sedangkan ministri berhubungan dengan Kristus. Ditampilkannya ministri adalah melalui karunia Roh Kudus. Karunia-karunia itu adalah bejana untuk menunaikan ministri bagi pembangunan Tubuh Kristus. Tujuan dari karuniakarunia itu adalah untuk membawa masuk ministri dan melalui ministri, Kristus yang telah dipelajari, dikenal, dan didapatkan gereja disalurkan kepada orang lain. Banyak dari gerakan kebangunan rohani hari ini memiliki berbagai karunia namun tidak memiliki ministri. Tidak ada gunanya melatih karunia sepanjang hari. Kita harus menyadari bahwa karunia-karunia itu sekunder; hal yang utama adalah ministri. Begitu kita memiliki ministri, kita dapat melayani Tubuh dan menghasilkan pertumbuhan Tubuh.
SALING MEMPENGARUHI ANTAR ANGGOTA
Semua anggota Tubuh Kristus saling mempengaruhi satu sama lain. Jika satu anggota tidak baik, itu bisa mempengaruhi anggota Tubuh yang lain ikut tidak baik. Kadang kala Anda merasa kuat dan mantap, itu dikarenakan adanya aspek yang kuat dan mantap dari anggota lain yang tersalur kepada Anda. Tiap anggota dapat mempengaruhi anggota lainnya. Karena itu, kita tidak seharusnya hidup bersandar diri sendiri, melainkan berpegang kepada Kepala dan mencari persekutuan. Allah menyampaikan hayat kepada Tubuh melalui setiap anggota. Jika hayat berhenti di atas diri Anda, Anda tidak akan mampu menyuplai orang lain dengan hayat, dan gereja akan menderita rugi. Setiap kegagalan perorangan menyebabkan kerugian pada gereja. Konsekuensinya, ketika satu anggota menderita dalam Tubuh Kristus, semua anggota turut menderita bersamanya. Setiap anggota mempengaruhi anggota yang lain. Karena itu, kita harus berada dalam persekutuan Tubuh atas segala sesuatu yang kita lakukan. Jika kita memiliki beberapa pengalaman baik, hal itu adalah untuk memberikan suplai kepada Tubuh. Jika kita berada dalam keadaan yang tidak baik, kita harus menyadari bahwa itu akan mempengaruhi anggota Tubuh yang lain.
DI DALAM TUBUH, MELALUI TUBUH, BAGI TUBUH
Segala yang kita miliki ada di dalam Tubuh, melalui Tubuh, dan bagi Tubuh. Pada tahun 1925, saudara T. Austin-Sparks diundang ke Amerika. Di sana ia bertemu seorang saudari yang telah mendapat banyak pelajaran melalui penderitaan penyakitnya dan yang kemudian dapat memberi bantuan kepada banyak orang. Dia memiliki ministri hayat dan adalah orang yang menyuplaikan hayat. Pelajaran yang dia terima dipelajarinya di dalam Tubuh, melalui Tubuh, dan bagi Tubuh. Inilah orang yang Allah cari hari ini. Semua standar kehidupan kita harus berada dalam Tubuh, melalui Tubuh, dan bagi Tubuh. Kiranya Tuhan melepaskan kita dari sikap individualistis dan membawa kita masuk ke dalam Tubuh. Kiranya Tuhan menampakkan Tubuh kepada kita, dan kiranya kita melayani Tubuh-Nya dengan ministri kita yang didasarkan pada pengenalan kita akan Kristus.