← Daftar isi Pemulihan Tuhan – Makan (1) · bab 4/5

MEMBANGUN PENGHIDUPAN MENYERU NAMA TUHAN

Ayat doa-baca :

Ul. 4:7 - "Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN. Allah kita setiap kali kita memanggil kepadaNya?"

Mzm. 99:6 - "… dan Samuel di antara orang-orang yang menyerukan namaNya. Mereka berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab mereka."

Yes. 12:2-6 - "Sungguh, Allah itu keselamatanku : aku percaya dengan tidak gemetar sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan. Pada waktu itu kamu akan berkata : Bersyukurlah kepada TUHAN, panggilah namaNya, beritahukanlah perbuatanNya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa namaNya tinggi luhur! Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatanNya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, Agung di tengah-tengahmu!"

Kis. 7:59 - "Sedang mereka melemparinya, Stefanus berseru, katanya : Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku" (Tl.).

Kis. 22:16 - "Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis sambil berseru kepada nama Tuhan."

1. MENYERU TUHAN

ADALAH JALAN MENIKMATI TUHAN

Kita sudah nampak dengan jelas, bahwa jalan untuk menikmati Tuhan ialah makan Tuhan, dan makan Tuhan adalah satu sebutan rohani yang pelaksanaan sesungguhnya ialah menyeru Tuhan. Menyeru Tuhan adalah jalan menikmati Tuhan. Terang ini, perkara yang ajaib ini, telah terpendam bertahun-tahun di antara orang-orang Kristen. Telah berabad-abad lamanya orang-orang mencari Allah, namun tak seorangpun yang dengan tegas mengetahui bahwa menyeru Tuhan adalah jalan menikmati Tuhan. Jika Anda membaca seluruh Alkitab dengan baik, Anda pasti nampak perkara menyeru nama Tuhan ini sudah ada sejak zaman Perjanjian Lama, bahkan sejak Enos, manusia generasi ketiga, sudah dimulai. Dalam ratapan pasal 3, kitapun nampak bahwa penyeruan merupakan pernafasan rohani. Ketika kita menyeru nama Tuhan, saat itulah kita melakukan suatu penghembusan. Ada penghembusan pasti ada penghirupan. Bernafas demikian membuat kita menghirup udara segar.

Setiap perkara rohani sering boleh diibaratkan dengan benda-benda materi. Menikmati Tuhan dalam roh sepertilah tubuh menghirup udara. Sebagaimana tubuh Anda menghirup udara segar melalui bernafas, roh Andapun menghirup Tuhan melalui berseru kepadaNya. Saya percaya, hari ini kita semua bisa mengalami hal yang sama. Kapan saja, asalkan kita terbuka terhadap Tuhan, menyeru namaNya, saat itu juga batin kita penuh dengan perasaan penyertaan Tuhan. Semakin berseru, semakin mendapat suplaianNya; semakin berseru, semakin didiris Tuhan; semakin bernafas, semakin dipenuhi Tuhan. Tuhan adalah Tuhan atas segala sesuatu! Begitu Dia masuk ke dalam kita, maka segala keperluan kita, Dialah pemenuhnya; Dia adalah segala keperluan kita, Dia memenuhi segala keperluan kita.

Dalam kitab Ulangan, Musa memberitahu umat Allah, bahwa TUHAN ALLAH dekat kepada orang-orang yang berseru kepadaNya. Maukah Anda, jika Allah dekat kepada Anda? Maukah Anda memperoleh penyertaan Allah? Anda harus berseru kepadaNya. Anda boleh mencobanya, baik ketika Anda sedang duduk di rumah, berjalan di jalan, duduk di kendaman, atau sedang makan, bahkan sedang berbicara dengan orang lain, Anda boleh menyeru, "0, Tuhan!" Segera Tuhan berada di hadapan Anda. Ini bukan takhayul, juga bukan sugesti. Anda harus berlatih menyeru Tuhan!

Berseru di sini, dalam bahasa aslinya mengandung arti berteriak, bukan sekadar berdoa memohon. Andaikata rumah saya terbakar, dan saya ingin meminta bantuan banyak orang, lalu saya datang kepada Anda memberitahukan peristiwanya, itu berarti pemberitahuan dengan permohonan. Apakah berseru itu? Dengan suara lantang saya berteriak, "Tolong, kebakaran! Tolong, kebakaran!" itulah berseru. Orang-orang yang berpengalaman mengakui, bahwa berseru sedemikian lebih tinggi daripada memohon atau berdoa. Misainya, anak dari seorang saudari kita tidak patuh, ia lalu menyerukan nama anaknya ke hadirat Tuhan. Setelah berseru kepada Tuhan, baik Tuhan mendengar atau tidak, itu nomor dua, yang penting ia telah menghirup Tuhan, batinnya telah terjamah oleh Tuhan, mendapatkan suplaian Tuhan. Jadi, kita masing-masing harus berlatih berseru kepada Tuhan.

Saya tahu, banyak orang Kristen sampai hari ini hanya bisa berdoa, belum bisa berseru. Meminta mereka berdoa dengan tidak bersuara itu mudah, tetapi sangat sulit meminta mereka berseru. Saya kuatir, bahkan saat ini, masih ada orang yang tidak setuju dengan hal berseru. Pernah sekali, setelah saya memberitakan tentang berseru ini, beberapa saudari datang kepada saya dan berkata, "Saudara Lee, apakah Allah kita tuli, sehingga kita harus berseru-seru kepadaNya?" Saya menjawab, "Saudari, saya tidak memiliki sesuatu untuk diperdebatkan. Saya hanya memberitahu kalian satu fakta : begitu kalian berseru kepada Tuhan, kalian segera merasa manis, begitu kalian menyeru, kalian merasa terdiris, begitu kalian menyeru, kalian menjamah Tuhan. Kalian boleh mencobanya." Selanjutnya saya berkata, "Kalau mau berdebat, kalian pasti juga tidak bisa mempertahankan pendapat kalian. Bukankah Alkitab mencanturnkan, bahwa sebelum kita berdoa, Allah sudah mengetahui dulu? Jika demikian, bukanlah kalian tidak perlu berdoa? Jadi, kita berseru bukan dikarenakan Allah tuli, melainkan karena hal ini berfaedah bagi kita."

Ratapan 3:55 mengatakan, "Ya Tuhan, aku memanggil namaMu dari dasar lobang yang dalam." Di rumah, Anda dipersulit oleh isteri, itu sepertilah terperosok ke dalam lobang yang dalam. Pada saat ini, Anda berdoa tidak akan begitu berguna; Anda perlu berseru kepada Tuhan. Ketika Anda tertekan, serulah beberapa kali, niscaya Anda dapat menerobos dan membubung ke atas. Menyeru nama Tuhan, kadang-kadang harus diperdengarkan kepada setan, agar setan-setan melarikan diri. Ketika Anda ingin marah-marah, Anda tentu tidak keburu berdoa, tetapi Anda bisa menyeru Tuhan. Menyeru Tuhan adalah jalan terbaik untuk mengusir setan pemarah, mengusir setan yang mempersulit manusia.

2. MENGINJIL PERLU MENGAJAK ORANG

BERSERU KEPADA TUHAN

Satu lagi perkara yang dapat disaksikan oleh banyak orang. Ketika Anda menginjil, Anda mengira asal jalan pikirannya baik, sasaran Injil juga mengerti, maka ia pasti percaya. Padahal, Anda menqucapkan sepatah kata, ia membantah Anda tiga kata, Anda mengatakan lima kata, ia membantah sepuluh kata; Anda tidak bisa menaklukkan dia dengan perbantahan. Anda menginginkan bisa mengatakan dengan jelas kepadanya, tetapi ia malah merasa makin rumit dan kabur. Akhimya Anda hanya dibuatnya kesal. Syukur kepada Tuhan, kini kami menemukan kuncinya. KetJika menginjil, lebih baik sedikit berbicara, makin sedikit makin bak Di dalam diri sasaran Injil terdapat setan. Begitu Anda berbicara, setan itu segera tampil keluar. Cara, terbaik ialah membantu orang tersebut membuka mulut menyeru nama Tuhan. Seorang Saudara mahir menginjil dengan cara ini. Di tengahjalan bertemu dengan seseorang, ia pasti tersenyum kepadanya sambil menyapa, "Tuan, ijinkan aku memberitahu tuan, aku memiliki Yesus! Tuan juga perlu Yesus! Bolehkan tuan menyeru nama Tuhan bersamaku? Orang tadi tahu-tahu ikut menyeru. Saudara tadi berkata : Silakan tuan menyeru lebih lantang lagi, "0, Tuhan!" Demikianlah ia menginjil, dan banyak orang diselamatkan melalui cara ini.

Apakah sebabnya? Karena begitu Anda menyeru Tuhan, setan segera terusir. Jangan menganggap ini sebagai takhayul. Tempat yang paling dijajah oleh setan dalam diri manusia adalah pikiran manusia. Ketika Anda menyeru nama Tuhan, setan, si penjajah pikiran segera terusir. Bersamaan dengan itu, ketika mereka ikut menyeru Tuhan, tanpa disadari, roh mereka terbuka; begitu roh mereka terbuka, Roh Tuhan yang hidup segera memasuki roh mereka, alhasil, mereka beroleh selamat. Hari ini banyak saudara saudari bisa bersaksi, bahwa penginjilan yang paling cepat dan manjur ialah mengajak sasaran Injil menyeru Tuhan Yesus. Begitu mereka menyeru Tuhan Yesus, lenyaplah segala alasan dan perdebatan. Sangat ajaib, setelah menyeru Tuhan Yesus, perkataan seseorang akan berbeda dengan sebelumnya. Sebelum menyeru Tuhan Yesus, ia mengingkari adanya Allah; setelah menyeru Tuhan Yesus, ia mengakui bahwa Allah itu ada.

3. KETIKA MEMUJI DAN BERSYUKUR

KEPADA TUHAN PERLU MENYERU TUHAN

Satu lagi, Alkitab juga memperlihatkan kepada kita, ketika kita mempersembahkan korban atau ketika kita memanjatkan syukur, kita perlu menyeru Tuhan. Setiap kali hati Anda tergerak untuk bersyukur, setiap kali memiliki rasa berterima kasih kepada Tuhan, pertu dari dalam lubuk batin Anda menyeru kepadaNya. Yang paling membuat Tuhan mendapatkan kemuliaan, yang paling membuat Tuhan mendapatkan pujian dan syukur, adalah kita berseru kepada Tuhan. Anda demikian berseru kepada Tuhan, Tuhan benar-benar menerima pujian dan ucapan syukur.

Mari kita melihat Yesaya pasal 12, pasal ini sungguh manis. Pada awalnya sudah dikatakan, "Sungguh, Allah itu keselamatanku." Dia tidak berkata, bahwa Allah telah menyelamatkan aku, melainkan "Allah itu keselamatanku." Allah sendirilah keselamatan itu. Karena itu, perhatikanlah, jika Anda ingin mendapatkan keselamatan Allah, Anda tidak bisa tidak mendapatkan diri Allah. "Sungguh, Allah itu keselamalanku, aku percaya denyan tidak gemetar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamalanku." Saya yakin sepenuhnya, bahwa saat itu kata-kata ini diucapkan secara berseru, yaitu menyeru sehingga roh yang di dalam lubuk batinnya terseru keluar. Karena dia demikian menyeru, makadidalam roh ia menikmati limpah kaya Tuhan.

Sebab itu selanjutnya ia berkata, "Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dan mata air keselamatan." Bagaimana menimbanya? Mata air keselamatan itu ialah Allah sendiri. Kini demi menyeru, "0, Tuhan! 0, Tuhan Yesus! " di dalam Anda menimba air dengan kegirangan. Dengan kata lain, Anda sekali lagi meminum air karunia keselamatan.

"Pada waktu itu kamu akan berkata : Bersyukurlah kepada Tuhan, serulah namaNya" (Tl). Bukan hanya bersyukur, masih perlu menyeru. "Beritahukanlah perbuatanNya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa namaNya tinggi luhur! Bermazmurlah bagi Tuhan." Kalimat terakhir ini, menurut bahasa aslinya adalah "bersorak-sorak dengan lantang", "berteriak keras-keras" Karena itu jangan mengira berseru demikian itu kurang sopan. Konsepsi ini salah. Alkitab betul-betul memiliki istilah-istilah : bersorak-sorai dengan sukacita, angkatlah suara, menyanyilah, nyaringkanlah suara, serulah Tuhan!

4. KETIKA MEMBACA ALKITAB

PERLU MENYERU TUHAN

Sayang, hari ini banyak orang Kristen yang membaca Alkitab dengan menggunakan otak mereka. Ketika mereka membaca Alkitab, mereka tidak mau berseru kepada Tuhan, akibatnya, mereka hanya menjamah Alkitab, tetapi tidak menjamah Tuhan. Ingatlah, jika Anda tidak menyeru Tuhan, Alkitab akan menjadi huruf-huruf bagi Anda, bukan menjadi roh. Huruf-huruf mematikan, hanya Roh menghidupkan. JJika Anda membaca Alkitab dengan otak Anda, maka setiap kata dan kalimat dari Alkitab itu akan membunuh Anda. Tidak ada seorangpun penyelidik Alkitab, yang tidak mati keadaannya. Percayalah kata-kataku ini. Sebelum menyelidiki Alkitab, Anda masih agak hidup. Semakin menyelidiki Alkitab, roh Anda semakin terasa mati. Itu jalan yang keliru!

Bukan tidak boleh membaca Alkitab, tetapi teori Alkitab tidak dapat membina Anda, teori Alkitab tidak dapat menyelamatkan Anda, teori Alkitab tidak dapat menyuplai Anda, teori Alkitab tidak dapat menjadi hayat Anda. Yang dapat menjadi hayat Anda adalah Tuhan sendiri, yang dapat menyelamatkan Anda adalah Tuhan sendiri. Kesulitan Anda perlu bertemu dengan Tuhan sendiri, kekurangan Anda harus memperoleh Tuhan sendiri. Huruf-huruf dalam Alkitab hanyalah sarana, Anda harus menyeru dengan roh Anda, "0, Tuhan! Pada mulanya adalah firman. 0, Tuhan! Pada mula Allah menciptakan langit dan bumi. 0, Tuhan! Menciptakan langit. 0, Tuhan! Menciptakan bumi." Anda segera nampak bahwa perkataan Alkitab menjadi hidup. Hasilnya, yang Anda dapatkan bukan teori, melainkan Tuhan yang hidup. Inilah keperluan kita hari ini.

Meskipun sudah banyak saudara saudari yang pernah mendengarkan berita ini, namun latihan kita semua masih kurang. Kita terialu biasa memahami teori Alkitab demi otak, tetapi kurang biasa menjamah firman Alkitab sambil menyeru Tuhan di dalam roh. Kita harus mendirJikan kebiasaan ini, yaitu begitu membuka Alkitab segera menyeru Tuhan! Sambil, "0 Tuhan," sambil berdoa, dan juga sambil membaca, niscaya firman Alkitab menjadi hidup. Saat demikian kegelapan Anda akan sirna, kelemahan Anda berubah menjadi kekuatan, Tuhan di dalam Anda menyuplai Anda dengan bedimpah, dernikianlah baru benar.

Kadang-kadang Anda belum tentu tetap ingat ayat-ayat yang telah Anda doa-bacakan. Namun syukur kepada Tuhan, baik ingat maupun lupa, Alkitab hanyalah satu sarana. Justru dalam doa dan baca, dalam menghembus dan menghirup, Tuhan telah terhisap ke dalam Anda. Huruf-huruf Alkitab perlu Anda ingat dengan daya ingatan, tetapi diri Tuhan tidak. Asal Anda menghirup Tuhan ke dalam Anda, Tuhan pasti berperanan di dalam Anda, menyegarkan, menyoroti, menghibur, memapah, dan bahkan mengubah. Bukan memperbaiki Anda dari lahir, melainkan mengubah Anda dari batin.

Karena itu, saudara saudari, kita hams belajar menyeru Tuhan. Lebih-lebih belajar menyatukan doa-baca Anda dengan rnenyeru Tuhan. Kalau Anda setiap hari demikian berlatih, maka Anda tidak perlu mendengarkan khotbah tentang kekudusan, atau tentang kemenangan, atau tentang hayat; dengan sendirinya Anda akan kudus, menang, penuh hayat. Manusia Anda pasti dijenuhi Tuhan. Tuhan benar-benar adalah Roh yang sejati dan hidup. Dia tidak tergantung kepada banyaknya teori atau khotbah yang Anda pahami, tetapi tergantung pada Dia berperan di dalam Anda. Ingin Tuhan berperan di dalam Anda, harus belajar menyeru Tuhan, sampai menjadi kebiasaan di dalam hidup Anda.

5. MENVERU TUHAN HARUS

MENJADI PENGHIDUPAN KITA

Sekarang kita sampai pada Kisah Para Rasul. Stefanus dianiaya, ketika orang-orang merajamnya dengan batu, dia tidak berdoa, melainkan berseru kepada Tuhan. Dia berseru, "Tuhan Yesus, terimalah rohku." (Kis.7:59; Tl). Hasilnya, orang-orang nampak wajahnya bercahaya seperti wajah malaikat. Mengapa? Karena begitu ia berseru, Tuhan memenuhi manusia batiniahnya, dan kemudian Tuhan terekspresikan melalui manusia lahiriahnya.

Kemudian dalam pasal 22, mengisahkan Saulus yang dari Tarsus, dari Yerusalem menuju Damsyik, dengan maksud menangkapi semua orang yang berseru kepada nama Tuhan. Tetapi di tengah perjalanan, Tuhan menjumpainya, dan ia bertobat. Dia sudah beroleh selamat, tetapi tidak ada seorangpun yang tahu. Sebab itu Tuhan mendatangi Ananias dan berpesan kepadanya untuk pergi menjenguk Saulus. Ananias pergi kepada Saulus, apa yang dikatakan oleh Ananias? Menurut bahasa aslinya berbunyi, "Bangunlah, berikanlah dirimu dibaptis, berseru kepada nama Tuhan, dan dosa-dosamu disucikan." Bukan dibaptis sehingga disucikan dosamu, melainkan, berseru nama Tuhan sehingga dosa-dosamu disucikan. Maksud Ananias : Saulus, dulu padamu ada dosa yang tak dapat dimaafkan oleh kaum saleh, yakni ke mana-mana selalu menangkapi orang-orang yang menyeru nama Tuhan. Asal seseorang berseru, "0, Tuhan", orang itu segera tertangkap. Kamu adalah penganiaya gereja, penentang umat saleh. Kini cara terbaik untuk membersihkan dosa ini ialah kamu sendiri menyeru nama Tuhan, kamu sendiri "0, Tuhan." Begitu menyeru Tuhan, niscaya dosa dulu yang membunuh dan menganiaya orang-orang yang menyeru nama Tuhan itu tercuci bersih.

Saudara saudari, perkataan ini menampakkan kepada kita, bahwa orang- orang Kristen ortodok pada abad pertama menempuh hidup yang menyeru nama Tuhan. Saya sedikitpun tidak ragu, bahwa mereka menyeru Tuhan tiap hari, baik di rumah, baik ketika berjalan. Saya berharap kalian juga bisa mendirikan kebiasaan ini.

Di Los Angeles, sedikit banyak sudah memiliki citarasa ini. Saudara saudari yang tinggal di sekitar balai sidang pertama, sekurang-kurangnya ada tiga ratus orang. Begitu keluar dari pintu, pasti ada saja saudara atau saudari yang dijumpai, terutama menuju ke supermarket, lebih lagi bertemu dengan saudara saudari. Saling be~umpa serentaklah, "0, Tuhan Yesus!" Yang sini "0, Tuhan", yang sana "Amin!" Mereka senantiasa berseru, "0 Tuhan!" Atas hal menyeru nama Tuhan, rnereka sungguh-sungguh merasa nikmat.

6. PERKARA HAYAT SELALU SEDERHANA

Mari kita ambil contoh. Seandainya batin Anda merasa tertekan, Anda harus "0. Tuhan!" Asal berseru "0, Tuhan!" tiga atau lima kali, Anda tentu lega. Atau dalam batin Anda terasa gelap, tidakjelas harus bagaimana menangani suatu urusan, Anda lalu, "0, Tuhan, amin!" Dalam batin Anda segera timbul terang. Atau Anda merasa lamban, lemah tak bertenaga, saat itu Anda menyeru "0, Tuhan! 0, Tuhan!" maka terbitlah tenaga batiniah Anda.

Anda mungkin berkata, "Saudara Lee, ini terlalu mudah." Ketahuilah, barang yang makin diperlukan hayat makin sederhana. Seperti bernafas, minum air, makan nasi, semuanya sederhana. Bemafaskan Tuhan, sama mudahnya dengan bernafas udara. Jalan Tuhan adalah jalan yang sederhana.

Hayat memang sederhana. Lihatlah, benih ditanam di tanah tumbuhlah tanaman, benih bunga ditanam tumbuhlah bunga-bunga, sungguh sangat sederhana. Tanah digarap sebentar, menggali lubang, menanam, menguruk tanah, menyiram dengan air, lalu pulanglah tidur dengan nyenyak. Lewat beberapa hari, muncullah tunas muda sungguh sederhana. Puji syukur kepada Tuhan, perkara hayat semuanya sederhana.

0, saudara saudari, saya sangat yakin bahwa hari ini adalah zaman akhir, Tuhan akan memulihkan gerejaNya kepada keadaan sebermula. Perkara sebennula sangatlah sederhana; di sana terdapat sebuah pohon hayat, Anda hanya perlu makan saja! Hari ini, dJikarenakan kelemahan dan kegagalan manusia, gereja telah menyimpang, tetapi keadaan sebermula tidak demikian. Padamulanya, semuanya sangat sederhana. Puji syukur kepada Tuhan, kita semua harus belajar sederhana. Hari ini bukan zaman teori, hari ini adalah zaman roh. Hari ini adalah zaman makan Tuhan, minum Tuhan, menikmati Tuhan.