HAYAT DOA
Dalam melakukan pekerjaan apa pun, kita memerlukan hayat yang berkaitan dengan pekerjaan itu. Tanpa hayat itu, Anda tidak dapat melakukan pekerjaan itu. Adalah fakta bahwa hayat macam apa menyelesaikan pekerjaan macam apa. Demikian juga dengan doa. Doa adalah satu perkara yang sangat rohani, sangat kudus, dan sangat unggul; karena itu, doa lebih-lebih memerlukan hayat khusus. Untuk berdoa dengan baik, kita tidak hanya perlu memperhatikan tindakan yang di luar, tetapi juga harus lebih dalam mengenal hayat doa yang di dalam. Ketika saya masih muda, saya membaca beberapa buku mengenai doa dan mendapatkan bantuan darinya. Lambat laun, ketika saya mulai melangkah lebih maju dalam Tuhan, saya menyadari bahwa bantuan tersebut terlalu dangkal dan tidak berbobot. Semakin lama saya semakin tahu bahwa berdoa bukan ditekankan pada tindakan yang di luar, melainkan sepenuhnya adalah perkara yang batiniah. Karena itu, untuk mengenal doa, untuk belajar berdoa, di satu pibak di hadapan Allah manusianya harus tepat, benar, seperti yang dibicarakan dalam bab 3; di pihak lain, juga harus memperhatikan keadaan batin manusia, yaitu hayat doa yang di dalam manusia.
1. HAYAT INI ADALAH HAYAT ALLAH
DI DALAM KITA
Setelah kita beroleh selamat, Allah tinggal di dalam kita sebagai hayat kita. Hayat ini adalah hayat doa di dalam kita. Fungsi pertama hayat ini ialah berdoa. Karena itu, setelah beroleh selamat, orang Kristen yang normal paling senang berdoa, karena ini adalah ciri khas dan kegunaan hayat ini. Misalnya, seekor bebek mempunyai ciri khas gemar berenang di dalam air. Jika Anda membawa anak ayam dan anak bebek ke air, anak ayam akan cepat- cepat lari, tetapi anak behek akan segera masuk ke dalam air dan berenang. Hal ini terjadi karena ciri khas mengasihi air ada di dalam bebek. Sama halnya, hayat Allah di dalam kita memiliki ciri senang berdoa. Semua orang beriman yang sejati pasti demikian. Jika mereka tidak berdoa selama tiga hari, batin mereka terasa tidak nyaman. Jika mereka tidak berdoa selama satu minggu, batin mereka akan terasa gundah. Jika mereka tidak berdoa sejangka waktu lamanya, mereka akan merasa seperti kehilangan sesuatu atau ditinggal mati orang yang mereka kasihi. Sebaliknya, begitu berdoa, di dalam mereka terasa nyaman, karena ciri khas hayat di dalam mereka adalah senang berdoa. Hayat ini selain menuntut kita untuk berdoa, juga memiliki kemampuan untuk berdoa.
Sesungguhnya, kita tidak dapat mengajar seseorang untuk berdoa. Yang dapat kita lakukan hanyalah menunjukkan jalan, karena kemampuan berdoa yang sejati terkandung di dalam bayat orang Kristen. Asalkan Anda adalah orang yang telah beroleh selamat, hayat dengan fungsi demikian ada di dalam Anda. Memang, kita mengajar saudara saudari berdoa, tetapi ingatlah, kita hanya dapat mengajar jika di dalam mereka sudah ada hayat dengan fungsi tersebut. Misalnya, Anda tidak dapat mengajar seekor anjing berbicara. Bagaimanapun Anda mengajarnya, percuma saja; karena di dalam anjing itu tidak ada kemampuan berbicara. Kemampuan berbicara tidak ada di dalam hayat binatang, hanya ada di dalam hayat manusia. Jika saya tinggal bersama orang Inggris, saya yakin, lima mau enam bulan kemudian, saya akan dapat berbahasa Inggris dengan lancar. Tetapi kucing atau anjing yang ada di rumah kita, walaupun telah hidup bersama-sama kita bertahun-tahun lamanya, tetap tidak dapat berbicara satu kalimat pun, karena di dalam mereka tidak ada kemampuan tersebut. Demikian juga, bagaimanapun Anda berusaha mengajar orang yang belum beroleh selamat berdoa, ia tetap tidak dapat berdoa, tidak suka berdoa, dan merasa terganggu jika melihat orang-orang Kristen berdoa. Bahkan, beberapa kawan memberi tahu saya, bahwa ketika mereka melihat kita berlutut berdoa, mereka merasa canggung. Mereka tidak mengerti, bahwa kita akan merasa resah jika tidak berdoa. Allah yang telah kita terima sebagai hayat kita di batin memiliki satu fungsi, yaitu berdoa. Asal kita tidak mengekang hayat ini, tetapi memberi hayat ini kebebasan dan kesempatan berlatih, maka hayat ini bukan saja senang berdoa, tetapi juga bisa berdoa.
Tentu saja, sama seperti manusia perlu berlatih berbicara, manusia juga perlu berlatih berdoa dengan tepat. Jika ada sedikit bimbingan, seseorang akan lebih cepat maju dalam berdoa, seseorang akan lebih cepat maju dalam berdoa; tetapi ini adalah dua hal yang berbeda. Kita harus melihat, bahwa hayat Allah yang ada di dalam kitalah yang menjadi hayat doa. Karena itu, jika kita ingin menjadi pendoa, kita harus belajar sering hidup di dalam Allah. Semakin kita hidup di dalam Allah, ciri khas hayat ini akan semakin ternyata, dan kita akan semakin senang berdoa. Hayat di dalam kita ini memiliki ciri khas yang membuat kita senang berdoa; memiliki kemampuan yang membuat kita bisa berdoa; dan permintaan yang menghendaki kita hidup di dalam Allah. Karena itu, berdoa adalah perkara hayat.
Dalam membantu kaum beriman baru, kita perlu menekankan bahwa berdoa bukan suatu aktivitas luaran, melainkan perkara hayat di dalam. Doa berasal dari ciri khas dan kemampuan hayat, dan hayat ini adalah hayat Allah sendiri. Karena itu, Allah menghendaki kita selalu hidup di dalam hayat-Nya. Begitu persekutuan antara kita dengan Allah terganggu, saat itu juga hayat di dalam kita seperti dalam keadaan setengah mati; akibatnya, kita tidak senang berdoa dan juga hampir-hampir tidak bisa berdoa. Sampai kita memulihkan persekutuan dengan Allah dan hidup di dalam Dia, barulah hayat di dalam kita bangkit dan, dengan sendirinya kita senang berdoa, juga bisa berdoa. Batin kita dapat menjamah perasaan doa, Anda memiliki hasrat dan keinginan berdoa, dan memiliki kemampuan berdoa. Kita tahu apa yang akan kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Kita juga tahu perkataan doa mana yang dapat menjamah takhta Allah dan mengena pada maksud hatiNya. Meskipun orang lain tidak dapat mengatakannya kepada kita, tetapi di dalam batin kita mengerti, karena semua ini adalah cerita hayat yang di dalam. Hayat di dalam kita membuat kita mampu berdoa. Tentu saja, jika kita selalu berdoa dengan orang-orang yang pandai berdoa, dengan sendirinya kita akan mengikuti cara mereka berdoa. Seperti halnya bila kita selalu bersama orang-orang Utara, kita akan berbicara dengan logat Utara; tetapi bila kita cukup lama tinggal bersama orang-orang Selatan, maka kita akan berbicara dengan logat Selatan. Hal demikian tidak dapat dihindari.
2. HAYAT INI KUDUS
Hayat doa di dalam kita adalah hayat Allah, ia terpisah dari segala sesuatu yang bukan berasal dari Allah. Karena itu, hayat ini menghendaki Anda terpisah dari dunia, terpisah dari segala sesuatu yang di luar Allah, menghendaki Anda melepaskan barang-barang yang di luar Allah. Jika Anda ingin menjadi seorang pendoa, bisa berdoa, mau berdoa, dan mampu berdoa, Anda harus menuruti permintaan hayat di dalam Anda dengan mengesampingkan hal-hal yang Ia ingin Anda kesampingkan. Kalau Anda tidak menuruti permintan kudusnya, meskipun sejenak, berarti Anda telah mematikan hayat doa. Anda seakan-akan mencekik leher hayat doa. Jangan sekali-kali berpikir, "Oh, hanya sedikit duniawi; ini bukan dosa besar." Di sini bukan masalah besar keciinya dosa, melainkan apakah hayat ini di dalam Anda ada permintaan atau tidak. Jika ia meminta Anda melepaskan h al-hal di luar Allah, Anda harus melakukannya.
Saudara saudari, saya percaya Anda memiliki pengalaman demikian. Adakalanya hayat kudus di dalam meminta Anda untuk tidak mengenakan pakaian tertentu. Pada saat permintaan tersebut muncul, Anda beralasan dan berkata, "Ini bukan dosa, dan tidak menjadi masalah jika aku mengenakannya." Anda mungkin beralasan, tetapi hayat doa tidak akan mendengarkan Anda. Begitu hayat doa di dalam Anda mengajukan permintaan pengudusan, hayat ini tidak akan mendengarkan alasan apa pun. Jika Anda tidak menurutinya, selanjutnya Anda tidak akan dapat berdoa.
Mengapa hari ini, saat saudara saudari berkumpul bersama, banyak yang tidak dapat membuka mulut? Karena kita semua memiliki masalah, yaitu tidak menuruti permintaan pengudusan di dalam kita. Sering kali, bagaimana pun Anda mendorong saudara atau saudari untuk berdoa, mereka tidak dapat membuka mulut di dalam sidang; semua ini dikarenakan mereka menolak permintaan pengudusan di dalam mereka. Perminuan pengudusan bukan dari doktrin, melainkan mutlak berasal dari hayat doa yang di dalam.
Karena itu, jika kita ingin belajar pelajaran berdoa, kita harus memperhatikan segala permintaan hayat doa di dalam kita. Sekali lagi saya katakan, apa yang diminta hayat di dalam kita adalah pengudusan, yaitu agar kita dipisahkan dari semua orang, perkara, dan benda di luar Allah. Satu hal yang pasti : semakin Anda berdoa kepada Allah dengan hayat ini, maka perminuan hayat ini atas diri Anda akan semakin banyak. Orang yang senantiasa hidup dalam hayat doa, tidak memerlukan banyak ajaran luaran dari manusia. Semakin Anda berdoa, hayat di dalam Anda semakin terlatih, fungsi yang menguduskan akan semakin ternyata.
Tidak ada seorang pun yang lebih kudus daripada orang yang senantiasa berdoa di hadapan Allah. Orang yang paling kudus adalah orang yang senantian berdoa di hadapan Allah, sebab pada saat ia berdoa, hayat batinnya menjadi terlatih, dan dengan sendirinya menghasilkan fungsi menguduskan. Hayat ini memintanya memisahkan diri dari perkara ini, dari perkara itu. Ketika it berdoa lagi, hayat ini lebih jauh memintanya melepaskan ini atau itu. Jika ia tetap berdoa, maka hayat ini lebih jauh memintanya meninggalkan orang ini atau orang itu. Semakin ia menuruti permintaan pengudusan ini, hayat doa di dalamnya menjadi semakin hidup, dan dengan sendirinya ia memiliki selera doa yang semakin besar, semakin senang berdoa, dan kemampuan doa ini makin bertambah. Saat demikian, pujipujian, ucapan syukur, permohonan, pemyataan, dan bahkan pengutaraan doa menjadi luar biasa. Saat demikian tehnik doanya lebih mahir daripada sebelumnya. Semua keadaan ini membuktikan bahwa ia telah senantiasa menuruti permintaan pengudusan dari hayat doa di batin.
Misalnya, banyak orang gemar menonton film. Hal ini sama seperti kutu busuk yang mengganggu anak-anak Allah. Kutu busuk sangat sulit dibuang, karena tanpa disadari kutu busuk, ini terus- menerus datang. Saudara saudari yang pergi menonton pasti mengakui, bahwa pada saat mereka sedang menonton atau setelah pulang dari menonton film mereka tidak dapat berdoa. Mereka tidak dapat berdoa karena mereka tidak menuruti permintaan pengudusan. Ketika Anda bermaksud, berhasrat, dan berencana pergi menonton film, hayat doa di dalam Anda meminta agar Anda jangan pergi. Akan tetapi, Anda tetap mengeraskan hati, "Aku tidak peduli; aku tetap akan menonton film, meskipun akan membuatku tinggal dalam kegelapan. Setelah menonton, aku akan kembali bersekutu dengan Tuhan." Alhasil, pada waktu Anda sedang berjalan ke bioskop, dalam batin Anda, ada sesuatu yang mengusik Anda. Setelah Anda kembali dari bioskop, Anda tidak dapat berdoa untuk sejangka waktu. Apa sebabnya? Tak lain karena Anda telah menolak permintaan pengudusan di batin dan karenanya melukai hayat doa.
Sebaliknya, ada banyak orang yang setelah beroleh selamat, masih ingin nonton bioskop, tetapi pada saat mereka akan berangkat ke bioskop, hatinya merasa tidak tentram. Mereka segera memperhatikan perasaan tidak tentram ini, menuruti permintaan pengudusan ini sambil berkata kepada Tuhan, "Tuhan, aku tidak akan pergi lagi. Bersandar-Mu aku melepaskan perkara ini." Secara spontan di dalam dirinya ada keinginan untuk berdoa. Ia dapat berdoa untuk gereja, sanak famili, dan teman-temannya. Segera timbul beban doa di dalam dirinya.
Karena itu, kita harus melihat dengan jelas bahwa hayat Allah di dalam setiap pendoa adalah kudus. Hayat Allah ini menolak setiap hat yang bertentangan dengan sifat-Nya. Hayat ini menuntut manusia mutlak serasi dengan sifat Allah. Hayat ini tidak menerima alasan apa pun. Orang yang tidak memperhatikan permintaan hayat doa di dalam dirinya, berarti mematikan hayat doa, dan ia tidak akan dapat berdoa. Sebaliknya, bita ia menuruti permintaannya, hayat doanya segera dihidupkan.
3. HAYAT INI MUTLAK MEMBENCI DOSA
Hayat doa di dalam kita juga adalah hayat yang membenci dosa. Karena itu, orang yang ingin belajar berdoa, juga harus dengan tuntas menanggulangi dosa. Hayat ini di dalam manusia memiliki satu ciri khas, yaitu membenci dosa, dan juga berfungsi membuat manusia mampu menanggulangi dosa. Jika Anda sedikit tercemar oleh dosa atau sedikit mengasihi dunia, segera timbul perasaan tidak tentram di batin, menyatakan bahwa Anda tidak sesuai dengan dengan ciri khas hayat ini. Bukan hanya dosa dan dunia, bahkan sedikit kesombongan, sedikit kritik, sedikit sikap merendahkan orang lain, sedikit introspeksi, sedikit sikap membanggakan diri, atau sedikit pikiran merasa berjasa, dapat membuat Anda tidak mampu berdoa. Sedikit dusta, ketidaksetiaan, ketidakjujuran, atau ketidakadilan, dapat mematikan hayat doa.
Tidak ada satu hal yang menanggulangi manusia di hadapan Allah lebih hebat daripada doa. Orang yang berdoa dengan tepat selalu ditanggulangi di hadapan Allah pada saat ia berdoa. Ada orang setelah demikian ketatnya belajar pelajaran berdoa, sering kali dalam doanya selama 20 menit, 15 menit dipakai untuk penanggulangan Allah terhadap dirinya, sedangkan sisa 5 menit dipakai untuk berdoa memohon sesuatu kepada Allah. Sayang sekali, ada orang tidak demikian. Mereka sering tidak mengindahkan permintaan dan penghakiman hayat di dalam. Mereka datang kepada Allah dengan sembarangan dan tanpa penanggulangan, langsung membuka mulut berdoa. Doa demikian sama seperti memukul udara, tidak sejati, dan sulit dijawab Allah.
Jika Anda tidak dengan tuntas menanggulangi dosa, dosa tersebut akan menjadi jarak pemisah antara Anda dengan Allah. Semakin banyak dosa, jaraknya akan semakin lebar, membuat Anda tidak dapat berdoa kepada Allah. Karena itu, untuk menghilangkan jarak ini, Anda terlebih dulu harus menanggulangi dosa. Dalam doa, Anda harus mengaku dosa satu per satu menurut perasaan hayat di dalam. Setiap kali Anda mengaku dosa, Anda lebih maju selangkah. Setelah Anda tuntas mengaku dosa, jarak pernisah tersebut akan hilang, dan ketika Anda membuka mulut berdoa, Anda pasti dapat menjamah Allah. Perkataan Anda tidak seperti memukul udara; setiap perkataan mampu menjamah Allah.
Iman doa juga berasal dari sini. Setiap kali Anda datang ke hadapan Allah untuk berdoa, hayat di dalam Anda yang membenci dosa akan memberi Anda perasaan agar Anda mengakui setiap dosa yang ada pada Anda. Saat demikian, Anda harus menuruti hayat ini dan menghakimi apa yang ia hakimi. Sampai hayat ini di dalam melepaskan dan membenarkan Anda, barulah Anda menjadi orang di hadapan Allah yang tidak memiliki jarak atau penghalang dengan Dia. Pada saat ini hati nurani Anda tidak tertuduh, tidak ada kebocoran, setiap perkataan mengena kepada Allah, menjamah Allah. Selesai berdoa, dengan sendirinya Anda akan yakin dan percaya bahwa Allah telah mendengar doa Anda.
Jika Anda membiarkan dosa tetap tinggal dan Anda berdoa tanpa menanggulangi dosa, pasti akan ada satu jarak antara Allah dengan Anda, dan hati nurani Anda akan menghakimi. Jika hati nurani Anda berlubang atau bocor, Anda akan sulit memiliki iman setelah berdoa. Jika hati nurani seseorang berlubang, imannya akan bocor. Dengan kata lain, orang yang hati nuraninya tidak bersih, yang bocor, sulit memiliki iman. Sekalipun ia dapat berdoa, ia tidak memiliki keyakinan, sebab doanya tidak menjamah Allah. Ingatlah, untuk memiliki keyakinan bahwa doa Anda menjamah Allah, Anda harus menanggulangi dosa menurut tuntutan yang dihasilkan oleh sifat membenci dosa yang ada di dalam Anda. Ini adalah satu prinsip besar dalam Alkitab.
Perhatikanlah kisah perempuan Samaria dalam Yohanes 4. Pada saat ia mengetahui, bahwa Tuhan Yesus memiliki air hidup untuk meleraikan dahaganya, ia langsung memohon kepada Tuhan, "Tuhan, berikanlah aku air itu." Ia menginginkan air hidup itu. Namun, Tuhan Yesus menjawab dengan menyinggung masalah dosanya., Kata Tuhan kepadanya, "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini." Setiap kali kita datang berdoa ke hadapan Allah, Tuhan akan menjamah masalah dosa kita. Ia juga akan menjamah setiap kesalahan kita dalam keinginan, motivasi, tindakan, atau sikap kita.
Saudara saudari, pada saat Tuhan menjamah kesalahan kita, apakah kita rela menerima pembetulan-Nya? Ini adalah satu masalah besar. Misalnya, seorang saudara telah menyakiti hati istrinya. Ketika ia berdoa, hayat batin yang membenci dosa memberinya perasaan bahwa ia harus mengaku dosanya di hadapan Allah, juga harus minta maaf kepada istrinya. Namun karena ia sombong, ia tidak mau minta maaf kepada istrinya. Akibatnya, karena tidak mau membereskan hal ini, ia tidak dapat lagi berdoa. Hal ini berlangsung sejangka waktu lamanya, sampai pada suatu hari Allah demikian memaksanya sehingga ia datang kepada istrinya sambil menundukkan kepalanya dan berkata, "Aku telah bersalah pada saat itu, maafkanlah aku." Ajaib sekali, pada saat ia mengaku, hayat di batinnya segera membebaskan dirinya dan ia dapat berdoa kembali.
Satu contoh lain. Misalnya dalam suatu sidang pemecahan roti, doa seorang saudara membuat Anda kesal. Perasaan kesal itu membuat Anda tidak dapat berdoa. Supaya Anda dapat berdoa, Anda terlebih dulu harus mengakui dosa ini. Pada saat itu, Anda harus mengikuti perasaan penghakiman di dalam dan berkata kepada Tuhan, "Tuhan, dalam sidang pemecahan roti, aku telah merendahkan doa saudara itu. Tuhan, ampunilah aku." Anda harus mengakui dosa itu; jika tidak, Anda tidak akan mampu berdoa, dan Anda akan selalu merasa ada satu jarak antara Anda dengan Allah. Jika Anda tidak mengaku dom, doa Anda tidak akan dapat menjamah Allah. Semua ini adalah cerita hayat di dalam kita.
Karena itu, jalan terbeik agar seseorang membenci dosa, menghakimi dosa, menolak dosa, dan menjauhi dosa adalah membawanya datang ke hadapan Allah. iika Anda tidak berdoa selarna tiga hari, dan Anda menganggap diri Anda telah mati terhadap dosa, itu mustahil, karena dosa masih tetap ada pada Anda dan Anda tidak dapat mengalahkannya. Namun, jika Anda sering datang berdoa ke hadapan Allah menurut perasaam hayat di dalam Anda, maka Anda akan terlepas dari dosa, manusia batiniah Anda akan hidup, dan Anda akan senang berdoa dan mampu berdoa, karena hayat doa adalah hayat yang membenci dosa.
4. HAYAT INI MENYUKAI TERANG
Kita tahu, bahwa kelicikan dan keculasan adalah unsur-unsur kegelapan; sedangkan kebaikan, kejujuran, kebenaran, dan ketulusan adalah ciri khas terang. Jika ada kelicikan dalam motivasi, cara hidup, tindakan, dan percakapan kita, itu menunjukkan bahwa kita berada di dalam kegelapan. Adakalanya, meskipun kita tidak licik atau culas, namun kita tetap berada dalam kegelapan yang lain, yaitu kegelapan murni. Ada orang tinggal dalam kegelapan karena kelicikan, keculasan, atau kesombongan; tetapi ada juga orang yang tinggal dalam kegelapan karena di dalam dirinya memang gelap, tidak ada terang. Mungkin saja perilaku orang itu sangat baik, sedikit pun tidak licik; ia benar, jujur, terus terang, tidak berpura- pura, rendah hati, tidak memiliki kesalahan sedikit pun; tetapi di dalam dirinya gelap, tidak ada terang. Ingatlah, setiap kegelapan akan membuat Anda tidak mampu berdoa. Orang tidak dapat berdoa selarna di dalam dirinya gelap.
Anda mungkin berkata, "Kelicikan, keculasan, dan kesombongan memang dapat menyebabkan kita berada dalam kegelapan. Tetapi bagaimana mungkin kita berada dalam kegelapan jika tidak ada kesalahan sedikit pun?" Ya, semua kegelapan adalah akibat dari adanya masalah, tetapi masih ada sejenis kegelapan lain meskipun tidak ada kesalahan moral. Sesungguhnya, ditinjau dari aspek rohani, kegelapan semacam ini pun memiliki masalah. Mengapa ada kegelapan di dalam diri manusia? Terutama karena manusia tidak membuka diri dan batinnya berselubung. Adakalanya Anda bertemu dengan seorang saudara atau saudari, perilakunya sangat baik, rendah hati, dan penuh kasih, tetapi ia tidak terbuka, baik terhadap Allah maupun terhadap sesama anggota Tubuh. Bukan saja demikian, ia juga menolak terang, tidak mengacuhkan terang, dan bahkan beralasan untuk menolak terang. Akibatnya, karena ia tidak terbuka dan menolak terang ia adalah orang yang baik namun tinggal dalam kegelapan.
Satu hal yang pasti, dalam kegelapan macam apa pun, seseorang tidak akan mampu berdoa. Orang yang culas atau congkak pasti tidak suka berdoa. Orang yang licik, yang membenci sesamanya pasti tidak bisa berdoa. Sama halnya, orang yang menutup diri terhadap Allah dan manusia, menolak terang, pasti tidak suka berdoa, sebab hayat doa di dalam kita adalah hayat yang menyukai terang. Semakin membuka diri terhadap Allah dan saudara saudari, kita akan semakin banyak mendapat terang dan di betulkan oleh terang. Bila kita hidup dalam terang, di dalam kita akan ada terang untuk berdoa.
Saya pernah bertemu dengan saudara saudari yang benar- benar rendah hati, lemah-lembut, penuh kasih, jujur, dan benar, namun tidak suka berdoa. Mereka senang membantu Anda dan senang melakukan hal-hal tertentu untuk Anda, tetapi begitu Anda menyinggung perihal berdoa, mereka langsung menghindar. Mereka memang orang yang menyenangkan, namun sayang, mereka tidak senang berdoa. Begitu Anda menjumpai keadaan demikian, Anda tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang berada di dalam kegelapan. Kegelapan mereka bukan karena mereka sombong, licik, culas, atau pembenci, tetapi, karena mereka tidak membuka diri, menolak terang, dan dengan berbagai alasan menjauhi terang. Karena itu, mereka tidak senang berdoa. Hayat doa di dalam kita menyukai terang, semakin kita tinggal dalam terang, hayat di dalam kita semakin senang berdoa. Ini adalah satu hukum.
5. HAYAT INI MEMILIKI HUKUM DOA
Di dalam setiap hayat pasti ada bukumnya, dan setiap macam hayat tidak hanya memiliki satu hukum, tetapi lebih dari satu hukum. Demikian juga hayat jasmani kita. Pencernaan adalah satu hukum, dan metabolisme adalah satu hukum lain. Apakah hukum itu? Hukum adalah kekuatan alamiah, yang tidak memerlukan tekad untuk mengaturnya. Misalnya, setelah kita makan. lambung kita secara spontan akan mencernanya. Ini adalah hukum pencernaan. Tanpa harus dibantu, unsur-unsur tertentu secara otomatis akan dibuang dari tubuh kita, sedangkan unsur-unsur lain akan ditambahkan ke dalam kita. Ini adalah hukum metabolisme. Jika Anda mengayunkan suatu benda di depan mata seseorang, matanya secara alami akan berkedip, ini juga adalah satu hukum. Begitu Anda makan makanan yang pahit, Anda akan langsung memuntahkannya; begitu Anda mencicipi makanan yang manis, Anda akan menelannya. Itu merupakan hukum. Demikian juga, dalam hayat doa kita ada hukum doa. Hukum doa mengandung suatu kekuatan alamiah, yaitu tanpa Anda minta, hayat ini dengan spontan senang berdoa.
Tetapi ingatlah, meskipun ini adalah satu hukum, namun bisa dirusak oleh manusia. Sama seperti bukum pencernaan dan metabolisme dapat dirusak oleh manusia. Kita semua tahu, begitu hukum jasmani rusak, kita akan sakit. Kapan kala tubuh kita sakit, itu berarti hukum atau hukum-hukumnya sudah dilanggar. Demikian juga, jika Anda tidak memenuhi permintaan pengudusan yang berasal dari hayat di dalam Anda, hukum doa Anda akan terganggu. Jika Anda tidak membereskan dosa menurut perasaan hayat, atau jika Anda menolak keluar dari kegelapan, hukum doa Anda akan terganggu. Dengan perkataan lain, hayat di dalam telah sakit. Karena itu, saudara saudari yang jarang membuka mulut untuk berdoa, tidak diragukan bahwa hayat doa mereka sedang sakit. Jika Anda belajar hidup di dalam Allah, menuruti permintaan pengudusan-Nya, menuruti perasaan penghakiman-Nya, menanggulangi kegelapan, maka Anda akan menemukan bahwa hayat doa di dalam Anda sehat dan normal, dan hukum doa akan senantiasa bekerja di dalam Anda. Saat ini, dengan sendirinya Anda dapat berdoa dan senang berdoa.
Di dalam setiap orang pasti ada hukum pencernaan yang secara otomatis mencerna makanan yang dimakan. Jika sampai saatnya makan, Anda tidak makan, maka Anda akan merasa lapar. Jika Anda tidak makan selama dua hari dan tidak merasa lapar, hukum pencernaan di dalam Anda mungkin terganggu. Dalam hayat orang Kristen juga ada hukum doa yang menuntut Anda berdoa dengan teratur. Orang macam apakah yang tidak bisa berdoa? Yaitu orang yang hukum doanya telah terganggu. Mungkin dikarenakan ia tidak menanggapi permintaan pengudusan, tidak menuruti perasaan pengudusan di dalam, atau tidak menolak kegelapan yang sangat dibenci hayat di dalam. Hayat ini mutlak kudus; karena itu, ia menuntut Anda kudus. Hayat ini juga paling membenci dosa; karena itu, ia selalu memberi Anda perasaan membenci dosa. Di samping itu, hayat ini sangat menyukai terang, sehingga ia selalu menuntut Anda meninggalkan kegelapan. Jika Anda tidak rela menuruti permintaan pengudusan, mengabaikan perasaan membenci dosa, atau menolak tuntutannya akan terang, hayat doa Anda segera bermasalah. Jika Anda rela menanggulangi hal-hal ini, hayat doa di dalam Anda dengan segera akan dibangkitkan. Di samping itu, di dalam hayat ini ada hukum yang akan bekerja di dalam Anda dan membuat Anda berdoa. Anda akan mampu berdoa dan senang berdoa, dan ketika Anda berdoa, Anda akan menjamah Allah. Semua ini adalah kekuatan hayat doa.