DALAM NAMA TUHAN DAN DOA
Yohanes 14:13, "Dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. "
Yohanes 15:16, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. "
Yohanes 16:24, 26, " Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah, maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu ... Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku."
Di antara orang Kristen, banyak yang tidak mengetahui, bahwa berdoa harus dalam, nama Tuhan. Ada aliran kekristenan yang berdoa bersandarkan darah adi Tuhan atau bersandarkan karya pekerjaan Tuhan. Tetapi Alkitab dengan jelas memberi tahu kita, bahwa berdoa harusiah dalam nama Tuhan. Sebenarnya, apakah artinya berdoa dalam nama Tuhan? Meskipun ketika berdoa kita sering berkata demikian, namun kita belum tentu mengetahui maknanya. Mungkin ada orang mengetahui sedikit, tetapi belum tentu sungguh-sungguh memiliki realitas itu. Makna rohani dari berdoa dalam nama Tuhan ini sangat dalam, juga sangat tinggi, perlu kita dengan baik-baik datang ke hadapan Tuhan untuk belajar.
Dalam Yohanes 14-16, Tuhan Yesus sendiri sedikitnya berkata sampai lima kali bahwa kita harus berdoa dalam nama-Nya. Dalam Efesus 5:20 rasul juga berkata, "Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita." Kita harus tahu, bahwa istilah "nama" dalam "nama Tuhan" dalam Yohanes pasal 14 sampai 16, tak diragukan lagi mengacu kepada "Putra", sebagaimana istilah "nama" dalam "nama Bapa" dalam pasal-pasal itu mengacu kepada Bapa. Karena itu, jika kita mau memahami apakah artinya "nama Tuhan" dalam Injil Yohanes, kita harus mengerti cerita tentang Tuhan menjadi Putra. Apakah artinya Putra? Kita telah mengatakan berkali-kali, bahwa Putra adalah penyataan Allah. Dalam alam semesta, Allah memiliki satu Putra, Putra ini adalah penyataan Allah. Dalam Injil Yohanes pasal 14 sampai 16, setiap kali menyinggung Tuhan Yesus, tidak ditekankan bahwa Dia itu Tuhan, juga tidak ditekankan bahwa Dia adalah Kristus, melainkan ditekankan pada Dia adalah Putra. Sebagai Putra, Dia adalah penyataan Allah. Karena itu, nama ini adalah penyataan Allah. Di dalam nama ini berarti di dalam penyataan Allah.
Kita harus tahu, bahwa dalam Yohanes pasal 14 sampai 16 terdapat satu pemikiran yang mendasar yang menyinggung cerita tiga tahap, yaitu Bapa di dalam Putra, Putra menjadi Roh, dan Roh tinggal di dalam kita. Bapa ternyata di dalam Putra, Putra menjadi Roh masuk ke dalam kita, alhasil Roh itu di dalam kita memperhidupkan satu keadaan. Bapa, Putra, Roh, Allah Tritunggal ini menjadi satu dengan kita, inilah yang diperlihatkan Yohanes pasal 14 sampai 16 kepada kita. Karena itu setelah ketiga pasal ini berakhir, begitu sampai pada pasal 17, Tuhan berdoa, dengan tegas mengatakan tentang Bapa, Putra, Roh, Allah Tritunggal, dengan mutlak bersatu dengan kita.
Pokok pikiran dalam Injil Yohanes terutama ada tiga : pertama, Bapa di dalam Putra telah dinyatakan, dilihat oleh manusia, dijamah oleh manusia. Di sana dikatakan, begitu manusia melihat Putra, berarti melihat Bapa. Putra di tengah-tengah manusia, berarti Bapa di tengah-tengah manusia. Pemikiran kedua adalah sekarang Putra akan mengadakan suatu pembelokan, menjelma menjadi Roh. Putra yang ternyata itu sekarang akan menjadi Roh. Sebagaimana Bapa menjadi Putra, demikian juga Putra akan menjadi Roh. Pernikiran ketiga, Roh ini akan masuk ke dalam kita sebagai orang-orang milik-Nya, selamanya beserta dengan kita. Alhasil, Dia hidup, kita pun hidup, kita hidup bersama Dia, bahkan kita hidup berdasarkan Dia.
Karena itu, Yohanes 15 menampakkan kepada kita satu kesatuan yang di dalam. Tuhan berkata, bahwa Dia adalah pokok anggur yang benar, kita adalah ranting-rantingnya; kita tinggal di dalam Dia, Dia juga tinggal di dalam kita. Sampai pasal 16, Tuhan lebih jauh memperlihatkan kepada kita bagaimana Roh ini mewahyukan segala realitas diri-Nya ke dalam kita untuk kita alami, membawa kita masuk ke dalam-Nya. Karena itu Tuhan memberi tahu kita, bahwa ketika kita hidup di bumi, kita harus berdoa, dan doa kita harusiah di dalam nama-Nya.
Berdasarkan semua pernikiran ini, kita tahu, bahwa dalam nama Tuhan berarti menyatakan kita mutlak bersatu dengan Tuhan, dan bersatunya kita dengan Tuhan, memhuat Allah bisa terekspresi di atas diri kita. Berdoa dalam nama Tuhan memerlukan penjelasan dari Injil Yohanes pasal 14 sampai 16. Setelah kita memahami dengan tuntas ketiga pasal ini, barulah kita mengerti apakah yang disebut doa dalam nama Tuhan. Singkatnya, kita bersatu dengan Tuhan. Tuhan adalah penyataan Allah, dan penyataan Allah ini telah menjadi Roh, Roh ini justru tinggal di dalam kita. Demikianlah kita memiliki kesatuan yang mutlak dengan Allah Tritunggal, kita hidup adalah Dia yang hidup, demikianlah Allah terekspresi dari diri kita.
Karena itu ingatlah, berdoa dalam nama Tuhan berarti kita bersekutu dengan Tuhan, membiarkan Allah terekspresi dari diri kita. Inilah maknanya. Sekali-kali jangan mengira, bahwa dalam nama Tuhan hanyalah berupa satu istilah atau satu pola; seolah-olah setiap kali selesai berdoa harus ditutup dengan perkataan itu. Saya rasa, adakalanya dalam doa tidak perlu ditambahkan perkataan "dalam nama Tuhan", karena belum tentu jika menambahkan "dalam nama Tuhan" berarti memiliki realitas itu, juga belum tentu tanpa menambah perkataan "dalam nama Tuhan" berarti tidak memiliki realitas itu. Di sini bukan masalah istilah "dalam nama", melainkan adakah realitasnya. Setiap orang yang benar-benar berdoa dalam nama Tuhan adalah orang-orang yang benar-benar bersatu dengan Tuhan, karena itu doa mereka adalah doa Tuhan, permohonan mereka adalah permohonan Tuhan. Juga boleh dikatakan, bahwa Tuhan adalah dia dan dia adalah Tuhan. Dia telah bersatu sedemikian rupa dengan Tuhan, keduanya menjadi satu.
Jangan sekali-kali mentakhayulkan pemahaman dalam nama Tuhan. Saya tidak hanya sekali mendengar orang menjelaskan demikian, bahwa dalam nama Tuhan sepertilah Anda meminta sesuatu kepada seorang hartawan, Anda pergi kepadanya namun dia tidak memberi. Kemudian, karena Anda tahu bahwa dia sangat mengasihi anaknya, maka Anda meminta kepadanya lagi dalam nama anaknya, akhirnya karena mengasihi putranya, hartawan itu memberi kepada Anda. Demikian juga, kita sebagai orang-orang dosa datang ke hadapan Allah meminta sesuatu kepada Allah, Allah tidak akan memberi, tetapi ketika meminta dalam nama Putra Allah, karena mengasihi Putra-Nya, maka Allah memberi kepada kita. Maafkan saya, saya kuatir adakalanya saudara saudari memiliki pemahaman demikian, dan juga menjelaskannya secara demikian kepada orang lain. Saya ingin memberi tahu saudara saudari, jika Anda memahaminya sedemikian, juga mengatakannya demikian, Anda sangatlah takhayul. Sesungguhnya, Anda sendiri minta kepada Allah, Allah tidak memberi kepada Anda; Anda sekadar dalam nama Anak-Nya, Dia juga tidak akan memberi.
Sepuluh tahun yang lalu, ketika saya tinggal di Shanghai, ada orang mengajukan pertanyaan ini kepada saya, "Aku setiap hari berdoa kepada Allah, juga di dalam nama-Nya, ineminta Allah beberapa puluh ribu dolar, tetapi bagaimanapun aku berdoa, tetap tidak diberi!" Dia meminta dalam namanya sendiri, Allah tidak memberi; dia meminta dalam nama Tuhan Yesus, Allah juga tidak memberi. Karena doanya adalah doa yang takhayul. Dalam nama Tuhan bukanlah suatu slogan, juga bukan satu takhayul, ini mutlak adalah satu realitas. Tercatat dalam Kisah Para Rasul, bahwa ada beberapa orang meniru Paulus mengusir setan dalam nama Tuhan Yesus. Tetapi Roh jahat itu menjawab, "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?" Akhirnya Roh jahat itu menerpa mereka dan melukai mereka. Mengusir setan semacam itu adalah satu tindakan yang bersifat takhayul. Dalam nama Tuhan bukanlah satu takhayul, melainkan memiliki realitas rohani. Ketika Paulus mengusir setan dalam nama Tuhan Yesus, dia bisa berkata, bahwa dirinya menjadi satu dengan Tuhan Yesus. Dia hidup adalah Kristus. Dia tinggal di dalam Tuhan, Tuhan juga tinggal di dalam dia, dia bersatu dengan Tuhan, karena itu di atas dirinya Allah bisa terekspresi. Inilah makna dalam nama Tuhan.
2. DOA DALAM NAMA TUHAN
Setelah kita memahami makna dalam nama Tuhan, dengan sendirinya kita bisa memahami berdoa dalam nama Tuhan, yaitu menyatakan bahwa Anda yang berdoa itu adalah orang yang bersatu dengan Tuhan. Anda berdoa berarti Tuhan berdoa. Anda berdoa dalam nama Tuhan, berarti Tuhan berdoa bersama Anda.
Ketahuilah, banyak waktu, meskipun Anda di sana berdoa, tetapi Anda tidak bisa berkata bahwa Anda berdoa dalam nama Tuhan. Karena Anda tahu, doa tersebut adalah Anda yang berdoa, Tuhan tidak berdoa begitu. Anda sendiri juga tahu, bahwa doa Anda tersebut bukanlah di dalam Tuhan. Karena itu, pada akhirnya Anda harus berkata, “Ya Allah, aku berdoa adalah di dalam namaku sendiri, karena itu yang berdoa di hadapan Allah adalah diriku sendiri, bukan Tuhan di dalam diriku yang berdoa." Doa dalam nama Tuhan yang sesungguhnya haruslah Anda berdoa di dalam Tuhan, ketika Anda berdoa demikian, Tuhan juga berdoa di dalam Anda.
Di sini kita nampak, bahwa berdoa dalam nama Tuhan dalam Yohanes pasal 14 sampai 16 adalah doa yang sangat besar, sedemikian besar sehingga Tuhan berkata, bahwa pekerjaan yang Dia lakukan akan dilakukan juga oleh mereka, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. "Apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." Ini sungguh perkara yang sangat besar. Jika Anda membaca konteksnya, Anda akan nampak, bahwa ini adalah Tuhan yang pernah hidup di bumi, kini menjadi Roh itu dan hidup di dalam Anda, bahkan memperhidupkan diri-Nya dari dalam diri Anda. Dalam proses memperhidupkan ini, ada beberapa hal yang memerlukan doa. Karena itu, ketika Anda berdoa, berarti Dia berdoa di dalam Anda, juga berarti Anda berdoa di dalam Dia. Demikian Anda bersatu dengan Dia, juga membiarkan Dia bersatu dengan Anda untuk berdoa, berarti Anda. berdoa dalam nama-Nya.
Saya percaya, bahwa saudara saudari memiliki pengalaman. Tadinya, begitu Anda berlutut di hadapan Tuhan, Anda bisa memiliki banyak hal untuk didoakan. Namun, begitu Anda ingin berdoa dalam nama Tuhan, doa Anda segera berkurang. Begitu Anda ingin berdoa dalam nama Tuhan, ingin bersatu dengan Tuhan berdoa, begitu ingin berdoa dalam Tuhan, juga membiarkan Tuhan berdoa di dalam Anda, Anda segera menemukan. bahwa banyak hal tidak bisa Anda doakan, karena Tuhan tidak berdoa. Di dalam Anda sadar, jika Anda berdoa tetapi Tuhan tidak berdoa, maka Anda hanya bisa berdoa di luar Tuhan, Anda tidak bisa berdoa di dalam Tuhan. Dulu ketika Anda berdoa dengan sembarangan, Anda boleh berdoa meminta ini dan itu kepada Tuhan, apa pun bisa diminta. Namun begitu Anda benar-benar belajar membiarkan Tuhan bersatu dengan Anda dan berdoa bersama Anda, mungkin ada delapan perkara di antara sepuluh perkara yang tidak bisa Anda doakan, karena Anda tidak bisa mengutarakan doa tersebut. Anda tahu, kalau Anda berdoa untuk perkara-perkara itu, Tuhan tidak berdoa; Anda di sana memohon, Tuhan tidak memohon; Anda meminta sesuatu di luar Tuhan, Tuhan tidak bisa meminta bersarna dengan Anda.
Saya sering mendengar anak-anak berdoa. Ketika mereka berdoa, pada akhirnya juga dalam nama Tuhan Yesus. Tetapi Anda harus percaya, lambat laun, ketika mereka mengerti benar tentang berdoa dalam nama Tuhan, pasti ada hal-hal yang tidak bisa mereka doakan; sekalipun mereka mendoakannya, mereka tidak bisa dengan penuh keyakinan berkata, bahwa doanya adalah dalam nama Tuhan. Karena itu, saudara saudari harus tahu dengan jelas, bahwa doa dalam nama Tuhan bukanlah suatu pepatah, juga bukan suatu slogan, melainkan ketika seseorang hidup di dalam Tuhan, dengan riil bersatu dengan Tuhan, doanya merupakan Tuhan berdoa di dalam dirinya. Dia berdoa berarti dia bersatu dengan Tuhan, berdoa bersama Tuhan. Di dalam kesatuan ini, banyak doa orang yang dimumikan.
3. KEHIDUPAN BERDOA DALAM NAMA TUHAN
Secara serius, Yohanes pasal 14 sampai 16 bukan membicarakan doa, juga tidak membicarakan hayat, melainkan mutlak membicarakan kehidupan kesatuan. Di sini ada sekelompok orang yang dipilih oleh Allah. Allah memisahkan mereka, agar mereka menjadi satu kesaksian di bumi, mempersaksikan bagaimana mereka memiliki satu kesatuan yang mutlak dengan Allah Tritunggal. Inilah kehidupan mereka. Yang terus-menerus Tuhan singgung dalam ketiga pasal ini adalah kehidupan kesatuan ini. Di dalam kehidupan kesatuan ini, ada satu bagian yang disebut berdoa. Berdoa dalam nama Tuhan ini bukan hanya memerlukan satu kehidupan untuk menopangnya, menunjangnya dari belakang, bahkan merupakan bagian dari kehidupan ini. Karena itu kita harus mengenal, bahwa berdoa dalam nama Tuhan bukan hanya satu persoalan doa, lebih-lebih adalah satu persoalan kehidupan. Ketika seseorang hidup di dalam Tuhan, hidup berdasarkan Tuhan, hidup bersatu dengan Tuhan, hidup berbaur dengan Tuhan, dalam kehidupannya dengan sendirinya memiliki satu bagian yang adalah berdoa.
Jadi, berdoa dalam nama Tuhan bukanlah Anda dalam hidup sehari-hari tidak hidup bersandar Tuhan, tidak hidup berdasarkan Tuhan, tidak hidup di dalam Tuhan, Anda adalah Anda, dan Tuhan adalah Tuhan, seolah-olah Tuhan dan Anda terpisah, Anda hanya takwa kepada-Nya, sedikit mengasihi-Nya; ketika Anda menghadapi suatu perkara dan memohon kepada-Nya, karena Anda tahu bahwa
nama Anda tidak berharga di hadapan-Nya, maka Anda menggunakan nama-Nya. Itu adalah satu kesalahan, bahkan adalah satu pemikiran yang takhayul. Berdoa dalam nama Tuhan memerlukan satu kehidupan yang bersatu dengan Tuhan sebagai penunjangnya. Berdoa dalam nama Tuhan harus merupakan satu bagian dari hidup bersatu dengan Tuhan. Karena itu, permintaan di sini adalah tinggi bukan seperti suatu tulisan, yang setelah selesai menulisnya, pada akhimya tulisan itu ditambahkan "dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa", lalu dianggap sebagai satu bagian yang lengkap, melainkan dalam kehidupan sepanjang hari, seluruh kehidupan manusia Anda bersatu dengan Tuhan, Anda belajar hidup di hadapan Tuhan berdasarkan Tuhan yang bangkit, Anda mengikuti Roh-Nya, membiarkan Roh-Nya hidup di dalam Anda, di dalam realitas kehidupan Anda bersatu dengan-Nya. Kehidupan semacam ini baru bisa menjadi satu dasar, menjadi satu penunjang, yang membuat Anda bisa memiliki doa dalam nama Tuhan di hadapan-Nya. Sesungguhnya, doa semacam ini merupakan satu bagian dari kehidupan ini.
4. HUBUNGAN ANTARA
BERDOA DALAM NAMA TUHAN
DENGAN MELAKSANANAN KEHENDAK ALLAH
Dalam Yohanes pasal 14 sampai 16 Tuhan dengan jelas menunjukkan, bahwa berdoa dalam nama-Nya melalui hidup di dalam Dia adalah doa yang menggenapkan kehendak Allah. Kali pertama kita mendengar bahwa kita harus berdoa dalam nama Tuhan, kita segera mengira tidak peduli dalam perkara apa pun, kita boleh memohon dalam nama Tuhan. Namun setelah kita benar- benar belajar suatu pelajaran, kita menemukan, bahwa di antara hal-hal yang ingin kita doakan, mungkin 80 persen tidak bisa kita doakan, karena itu bukanlah kehendak Tuhan, Tuhan tidak bisa berdoa bersama kita. Semua doa yang benar-benar dalam nama Tuhan pastilah sesuai dengan kehendak Allah.
Dari Yohanes pasal 14 sampai 16 kita bisa menemukan, bahwa melaksanakan kehendak Allah dan berdoa dalam nama Tuhan hampir-hampir merupakan satu perkara. Saat Anda berdoa dalam nama Tuhan, berarti Anda sedang melaksanakan kehendak Allah. Karena Anda merupakan orang yang hidup di dalam Tuhan, hidup berdasarkan Tuhan, maka Anda hidup berarti Tuhan yang hidup. Coba Anda renungkan, bagi orang sedemikian ini, masih bisakah meminta sesuatu di luar Tuhan? Adakah sasaran lain? Adakah kecenderungan lain? Mustahil!
Karena itu, di sini kami ingin menyebutkan, tidak ada satu tempat seperti Injil Yohanes yang demikian luas menyinggung tentang janji terhadap doa. Di sini Tuhan berkata, "Apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." Betapa luasnya janji ini. Namun ingatlah, sesungguhnya secara serius janji ini sangatlah sempit. Karena doa dalam Yohanes pasal 14 sampai 16 adalah di dalam Tuhan. Di satu aspek dikatakan, apa juga yang kamu minta akan diberikan kepadamu; di satu aspek dikatakan, berdoa sedemikian harus di dalam nama Tuhan. Ketika Anda di dalam diri Anda sendiri, Anda memiliki banyak keinginan, namun begitu Anda kembali ke dalam nama Tuhan, Anda segera nampak banyak hal yang tidak bisa Anda minta, keinginan Anda telah terbatasi. Banyak orang yang baru beroleh selamat bisa memberi tahu Anda, bahwa dia menginginkan ini, menginginkan itu, memiliki banyak permintaan. Banyaknya permintaan itu menyatakan bahwa dia tidak hidup di dalam Tuhan. Lambat laun, semakin dia belajar hidup di dalam Tuhan, keinginannya akan semakin berkurang. Dia akan nampak, bahwa hal-hal yang dia inginkan itu berada di luar Tuhan, tidak bisa diinginkan lagi. Dia juga akan nampak, bahwa hal yang diinginkan itu bukanlah Tuhan yang bekerja di dalam, itu tidak bisa diminta. Dernikianlah, di sana sini dikurangi, akhirnya keinginannya tinggal sedikit.
Jadi, di sini Anda nampak yang Tuhan katakan, "Apa juga yang kamu minta, Aku akan melakukannya" seolah-olah membuka satu pintu yang besar, namun sebenarnya ini adalah satu pintu yang sangat sempit. Asal Anda meletakkan diri Anda di dalam Tuhan, benar-benar berdoa dalam nama-Nya, Anda akan nampak, banyak keinginan yang harus Anda lepaskan.
Teringat belasan tahun yang lalu, ketika saya baru tiba di Nanking, seorang saudara mengundang saya makan. Saat itu dia sangat gembira dan selama makan itu boleh dikatakan dia sendiri yang berbicara. Dia terus-menerus berbicara, "Saudara Lee, sekarang masa sukses, aku merasa begini, aku merasa begitu, aku ingin melakukan ini, aku ingin melakukan itu." Dia mengungkapkan banyak keinginan, dan semuanya dikatakan untuk keinginan Tuhan. Ketika di sana saya mendengarkan dia berbicara, saya mempunyai perasaan yang dalam dan berat, bahwa saudara ini sedang membicarakan apa yang tidak dia mengerti. Apa yang dia inginkan tidak Tuhan inginkan, karena semuanya itu adalah keinginannya di luar Tuhan. Kalau suatu hari dia bisa masuk ke dalam Tuhan, dia akan nampak, bahwa semua keinginannya itu harus diletakkan di luar Tuhan. Di pihak Tuhan, hanya dirinya yang bisa masuk, semua keinginannya tidak bisa masuk.
Semoga kalian semua mengerti maksud saya. Ketika Anda hidup di luar Tuhan, Anda memiliki banyak keinginan. Anda bisa berkata, bahwa Anda ingin Tuhan melakukan hal ini bagi Anda, Anda juga ingin bersandar kekuatan Tuhan melakukan hal itu bagi Tuhan. Tetapi lambat laun, ketika Anda belajar hidup di hadapan Tuhan, Anda akan nampak, bahwa semua keinginan itu berada di luar Tuhan, semuanya tidak sesuai dengan kehendak Allah. Allah tidak mungkin menggenapkan keinginan-keinginan itu. Jika Allah menggenapkan keinginan-keinginan itu, berarti Allah merusak kehendak-Nya sendiri. Karena itu, keinginan-keinginan itu harus Anda singkirkan. Melewati sekali demi sekali penyingkiran, akhirnya jika di atas diri Anda masih ada sedikit keinginan yang tersisa, itulah keinginan hati Allah. Saat itu Anda baru bisa berkata, bahwa apa yang Anda inginkan adalah yang Allah inginkan. Demikianlah doa Anda adalah menggenapkan kehendak Allah, yaitu melaksanakan kehendak Allah.
Saudara saudari, tempat kita berdoa harusiah di dalam Tuhan. Hanya orang yang hidup di dalam Tuhan baru bisa berdoa dalam nama Tuhan. Semua orang yang sedemikian berdoa dalam nama Tuhan adalah orang yang melaksanakan kehendak Allah, juga menggenapkan kehendak Allah. Saat ini, orang tersebut di hadapan Tuhan sudah mengalami pembatasan sedemikian rupa, sehingga semua doa yang keluar dari dirinya merupakan ungkapan kehendak hati Allah, sehingga kehendak Allah bisa digenapkan di bumi karena dia dan melalui dia.
Pokoknya, berdoa dalam nama Tuhan bukan melulu satu perkataan, bukan suatu tata cara, berdoa dalam nama Tuhan adalah satu realitas rohani, juga adalah satu kehidupan yang bersatu dengan Tuhan. Ketika kita benar-benar hidup di dalam Tuhan dan memiliki kehidupan yang bersatu dengan-Nya, saat itu dengan sendirinya timbullah satu doa, dan doa itu pasti sesuai dengan maksud Tuhan, karena kita bersatu dengan Tuhan. Kita hidup di dalam Tuhan dan membiarkan Dia hidup di dalam kita, Dia bisa terekspresi dari diri kita. Saat demikian, di dalam kehidupan kita ada satu bagian yang adalah doa. Doa ini adalah doa dalam nanu Tuhan. Begitu ada doa ini, kehendak Allah pasti tergenap; karena keinginan di dalam kita yang telah dimurnikan ini adalah keinginan yang timbul dari Tuhan dan kita, dari kita dan Tuhan yang berbaur bersmna. Doa orang sedemikian, barulah doa dalam nama Tuhan.