KONSTITUSI PARA FULL-TIMER
(The Constitution of Full-timers)
Dasar Alkitab:
“Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih,
kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia…”—Ef. 4:15
I. Kita perlu diperlengkapi dengan kebenaran; tidak ada seorang pun yang dapat melayani Tuhan tanpa pengenalan yang tepat akan kebenaran:
A. Jika seorang muda lulusan dari perguruan tinggi ingin belajar untuk melayani sepenuh waktu, maka hal pertama yang harus dia pelajari adalah kebenaran.
B. Saya berharap bahwa Tuhan akan bermurah hati kepada kita dengan membarakan gereja di seluruh dunia untuk bangkit dan menuntut kebenaran.
II. Kita harus maju di dalam kebenaran, karena kemajuan kita di dalam kebenaran akan membuat kita bertumbuh di dalam hayat, kebenaran yang kita pelajari harus menjadi kehidupan kita:
A. Realitas hayat tergantung pada memiliki pengalaman terhadap kebenaran; kita harus melakukan yang terbaik untuk mengenal kebenaran.
B. Jika kita tidak memiliki pengenalan akan kebenaran, maka akan sulit bagi kita untuk bertumbuh di dalam hayat; karena itu kita harus mempelajari kebenaran dengan rajin.
III. Jalan untuk memiliki hayat yang limpah dan mengalirkan kekayaan hayat adalah jalan dari kebenaran:
A. Ketika kita melepaskan kebenaran dengan berbicara, itulah mengalirkan kekayaan hayat.
B. Kebenaran sepenuhnya adalah perkara berbicara; agar kekayaan Kristus dapat mengalir keluar dari kita sebagai sungai-sungai air hayat, kita harus memiliki kebenaran dan membicarakannya.
C. Jika kita dapat membicarakan kebenaran secara logis dan jelas, maka kita akan membawa surga ke bumi dan bumi ke dalam surga, dan orang-orang akan tergerak.
IV. Kita harus menjadi orang-orang yang penuh dengan kebenaran bagi diri kita sendiri, bagi pembangunan gereja, dan bagi Injil:
A. Mengenal kebenaran memerdekakan kita dari serangan Satan dan membuat kita mudah untuk berpaling ke dalam roh, hidup di dalam roh, dan mengikuti perasaan hayat.
B. Kebenaran itu penting bagi Tubuh Kristus; kita semua harus berjerih lelah untuk mengenal kebenaran, bukan hanya bagi kepentingan kita, tetapi juga bagi kepentingan gereja.
C. Firman kebenaran itu penting dalam pemberitaan kepada orang yang belum percaya dan untuk mendapatkan dan merawat kaum beriman baru.
V. Jika kebenaran terkonstitusi di dalam kita secara mendalam, hal itu akan menarik orang lain untuk menuntut kebenaran; hari ini, banyak kebenaran Allah yang harus terkonstitusi di dalam manusia; ketika kita membiarkan kebenaran terkonstitusi di dalam kita, berarti kita membiarkan Tubuh Kristus bertumbuh satu inci lagi.
Cuplikan Berita Ministri:
DIPERLENGKAPI DENGAN KEBENARAN
Kita perlu diperlengkapi dengan kebenaran. Tidak ada yang dapat melayani Tuhan tanpa pengetahuan yang tepat mengenai kebenaran. Paulus mengatakan bahwa kita perlu memotong lurus perkataan kebenaran (2 Tim. 2:15). Jika kita tidak tahu kebenaran, bagaimana kita dapat memotong perkataan kebenaran? Karena itu, untuk melayani Tuhan kita perlu menuntut untuk mengenal kebenaran dan diperlengkapi dengan kebenaran.[xlix]
Belajar Mengenal Kebenaran
Jika seorang muda lulus dari perguruan tinggi ingin belajar melayani sepenuh waktu, hal pertama yang harus dia pelajari adalah kebenaran. Setiap pagi orang-orang yang melayani sepenuh waktu harus meluangkan banyak waktu untuk mempelajari kebenaran melalui menggunakan Alkitab Perjanjian Baru Versi Pemulihan dengan catatan kakinya dan referensinya dan dengan bantuan berita-berita pelajaran hayat. Jika mereka menghabiskan empat jam setiap pagi untuk melakukan hal ini, mereka dapat mempelajari Perjanjian Baru satu kali dalam dua tahun. Ini adalah perlengkapan yang penting.[l]
Pertama-tama Diperlengkapi dengan Kebenaran
Untuk terus bekerja bagi Tuhan, pertama kita harus memperlengkapi diri kita sehingga kita dapat kaya dalam pengetahuan akan kebenaran. Jika kita melakukan hal ini, kapan saja kita berbicara, kita akan dapat menyajikan kebenaran dengan jelas dan logis, dan orang-orang yang mendengar kita akan diyakinkan. Dunia sekarang telah dicemari oleh Kekristenan selama lebih dari seribu tahun, sehingga kebenaran Allah tidak memiliki jalan untuk tersebar. Karena itu, hari ini kita harus menerima amanat untuk menyebarkan kebenaran ke seluruh dunia. Hal ini bukanlah hal yang mudah. Ini tidak seperti di masa lampau ketika misionaris-misionaris Barat datang ke Cina. Pada waktu itu orang-orang Cina seperti lembaran-lembaran kertas kosong terhadap Kekristenan. Misionaris-misionaris tersebut hanya mempekerjakan beberapa orang dari kelas bawah atau miskin dengan memberikan mereka permen atau uang. Mereka menyuruh orang-orang tersebut untuk memasak makanan atau menyapu lantai, dan mereka memberitakan sedikit khotbah kepada orang-orang tersebut. Tetapi hari ini kita tidak dapat melakukan hal ini ketika kita pergi ke Amerika Selatan, Eropa, atau Afrika. Karena seluruh tempat ini telah sepenuhnya dicemari oleh Kekristenan, ketika kita pergi, kita harus mengenal kebenaran dan mempelajari banyak hal mengenai pelayanan sehingga kita dapat memenuhi keperluan.
Sebagai orang-orang yang melayani Tuhan, kita harus diperlengkapi dalam dua hal ini: pertumbuhan hayat dan mengenal kebenaran. Karena itu, kita harus rajin tidak hanya dalam pembacaan Alkitab, tetapi juga dalam pembacaan buku-buku rohani. Kita harus menghabiskan waktu untuk mempelajari setiap halaman dari setiap buku yang telah diterbitkan sejak zaman saudara Nee hingga hari ini. Kita harus berusaha sebaik mungkin untuk menggunakan waktu kita dengan baik, membaca sedikit bahkan setelah setiap makan. Kita harus mempraktekkan hal ini sampai pada satu taraf setiap waktu kita memiliki sebuah buku di tangan. Bahkan sebelum waktu tidur, kita harus belajar sedikit lagi.
Jika kita mau mencurahkan seluruh usaha kita, seluruh hati kita, dan seluruh waktu kita untuk mempelajari kebenaran, kita akan dapat meletakkan sebuah pondasi yang sangat baik dalam dua tahun. Selain itu, kita harus belajar melayani. Orang-orang muda harus dilatih, entah untuk dua tahun atau untuk empat tahun. Selama masa pelatihan ini, selain seluruh kelas yang diwajibkan, seluruh terbitan rohani harus dianggap sebagai bacaan tambahan dan harus dipelajari dengan rajin. Adalah kerugian yang besar jika kita melewatkan bacaan-bacaan tersebut walau hanya satu. Hal ini akan membantu Anda diperlengkapi di dalam kebenaran sehingga ketika Anda keluar untuk memberitakan, Anda akan sangat lancar di dalam berbicara dan mampu berbicara tanpa kesulitan sama sekali. Jangan mempelajari kebenaran hanya pada permukaannya; melainkan, pelajari kebenaran hingga Anda tidak hanya mengenal bagaimana untuk membicarakan kebenaran tetapi juga bagaimana untuk membicarakannya dengan ahli.
Untuk mengenal dengan kebenaran, kita harus membaca Alkitab dengan seksama dan membaca banyak buku rohani. Bukanlah hal yang berlebihan atau tipuan jika mengatakan bahwa seluruh buku di dalam pemulihan Tuhan adalah intisari dari kebenaran dalam kekristenan. Buku-buku tersebut adalah kristalisasi pembelajaran Alkitab dan pengalaman rohani orang-orang Kristen sepanjang dua ribu tahun terakhir. Karena itu, kita harus berusaha keras untuk memasuki seluruh kekayaan rohani ini dan tidak membuang waktu dan uang kita pada penuntutan lain yang tidak penting. Kita harus menyimpan seluruh waktu dan uang kita untuk dipakai dalam pembelajaran Alkitab dan buku-buku rohani. Dengan demikian, setelah beberapa tahun belajar kita akan memiliki pemahaman yang menyeluruh akan kebenaran.
Untuk memenuhi keperluan yang besar dari pemulihan Tuhan di seluruh bumi, kita harus bekerjasama dengan pergerakan Tuhan, di satu sisi dengan memperhatikan situasi luaran, dan di sisi lain dipimpin oleh Tuhan. Namun, untuk hal ini, kita harus diperlengkapi dengan kebenaran. Ini adalah hal yang sangat penting.[li]
MENGENAL KEBENARAN BAGI PENGALAMAN DAN PERTUMBUHAN HAYAT
Pertanyaan:
Ketika kita bereaksi berbeda pada perkara tertentu dan dapat penuh dengan kebajikan-kebajikan Allah, apakah hal ini sebuah indikasi bahwa kita telah memiliki beberapa pengalaman transformasi?
Jawaban:
Hayat dan kebenaran tidak dapat dipisahkan. Ketika kita mendengar kebenaran mengenai kondisi manusia, kita harus menganggap apakah hal ini adalah pengalaman kita. Dengan jalan ini kebenaran akan menjadi pengalaman kita. Pelajaran-pelajaran yang kita pelajari di sekolah, seperti Kimia, Fisika, Matematika, atau Geografi, tidak selalu berhubungan dengan kehidupan kita. Meskipun demikian, kebenaran yang kita pelajari harus menjadi kehidupan kita.
Ketika kita mendengar kebenaran mengenai pembenaran, pendamaian, dan pengudusan, kita harus bertanya pada diri kita sendiri apakah hal ini adalah pengalaman kita. Ketika kebenaran menjadi pengalaman kita, kehidupan kita, maka ini adalah realitas kehidupan kita, dan hal ini mentransformasi kita. Kita mungkin merasa bahwa kita telah bertumbuh dalam hayat secara sederhana dengan mendengarkan berita-berita. Tetapi siapa saja merasa bahwa dia telah bertumbuh dalam hayat belum benar-benar bertumbuh. Dalam kehidupan jasmani kita, kita bertumbuh sejak hari pertama kita dilahirkan, namun kita tidak merasa bahwa kita bertumbuh. Seseorang yang memiliki pertumbuhan hayat memahami kebenaran dan mengalami kebenaran. Pengalaman kita akan hayat biasanya mengikuti pengetahuan kita akan kebenaran. Pengalaman hayat muncul terutama dari kebenaran yang terbuka; jarang untuk memiliki pertumbuhan dalam hayat tanpa kebenaran yang terbuka. Seseorang tidak dapat diselamatkan tanpa mendengar kebenaran Injil. Jika kita tidak mengenal kebenaran, akan sulit bagi kita untuk mengalami kebenaran.
Kita harus memiliki kemajuan dalam kebenaran, karena kemajuan kita dalam kebenaran membuat kita bertumbuh dalam hayat. Namun, jika kita mempelajari kebenaran tanpa membiarkannya bekerja di dalam kita, kita hanya akan terlibat dalam penelitian teologis. Pertumbuhan hayat yang sejati tidak dapat dipisahkan dari kebenaran. Jika kita tidak memiliki pengetahuan akan kebenaran, akan sulit bagi kita untuk bertumbuh dalam hayat. Maka, kita harus mempelajari kebenaran dengan rajin. Selain itu, apa yang kita alami harus ditambahkan ke dalam pembelajaran kita akan kebenaran. Kita tidak seharusnya khawatir mengenai bagaimana kita ditransformasi; melainkan, kita harus memperhatikan pengalaman kita akan kebenaran.
Jika kita belum mengalami satu hal dari kebenaran, kita harus berdoa sampai hal tersebut menjadi pengalaman kita. Pengalaman kita akan hayat tidak akan pernah melampaui pengetahuan kita akan kebenaran; meskipun demikian, pengetahuan kita sering melampaui pengalaman kita. Hal ini berarti bahwa pertama-tama kita mengenal kebenaran dan kemudian memiliki pengalaman hayat. Hal ini berlaku pada minister-minister kebenaran. Ketika pembicaraan mereka tidak melampaui pengalaman mereka, pembicaraan mereka menjadi lemah dan miskin. Jika seseorang berbicara dengan perkataan yang kuat dan kaya, hal ini berarti pengenalannya akan kebenaran melampaui pengalamannya. Semakin pengenalannya akan kebenaran melampaui pengalamannya, maka pembicaraannya akan semakin kuat dan kaya. Namun, pengalamannya harus mengikutinya. Jika pengalamannya tidak mengikuti, maka tingkat kebenarannya tidak akan pernah meningkat. Untuk meningkatkan tingkat kebenaran kita, kita harus memiliki pengalaman hayat. Karena itu, realitas hayat tergantung pada memiliki pengalaman mengenai kebenaran. Kita harus melakukan yang terbaik untuk mengenal kebenaran.[lii]
JALAN UNTUK MEMILIKI KELIMPAHAN HAYAT DAN MENGALIRKAN KELUAR SUNGAI AIR HAYAT ADALAH DENGAN MEMILIKI KEBENARAN DAN MEMBICARAKANNYA
Hayat dan kebenaran memiliki satu tujuan—kelimpahan hayat. “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yoh.10:10). Untuk memiliki kelimpahan hayat, pertama-tama kita harus membaca Alkitab untuk mempelajari doktrin-doktrin di dalam Alkitab. Seseorang yang tidak membaca Alkitab tidak bisa menjadi kaya dalam hayat. Kaum beriman yang membaca Alkitab hanya ketika mereka merasa terinspirasi adalah lapar secara rohani; orang-orang yang demikian tidak dapat memiliki kelimpahan hayat. Namun, membaca Alkitab tidak secara otomatis membuat kita memiliki kelimpahan hayat. Kita tetap perlu doktrin-doktrin untuk menjadi kebenaran bagi kita. Untuk alasan ini, Perjanjian Baru mendorong kita terutama bukan untuk mengenal doktrin, tetapi untuk mengenal dan berjalan sepenuhnya di dalam kebenaran. Rasul Yohanes mengasihi kaum saleh di dalam kebenaran (2 Yoh. 1; 3 Yoh. 1). Karena kehidupan Kristen adalah perkara kebenaran, kasih seorang Kristen juga harus merupakan perkara kebenaran. Jika kita tidak memiliki kebenaran dan berjalan di dalam kebenaran, kita tidak dapat mengasihi orang lain dalam kebenaran. Mungkin untuk mengasihi orang lain dalam kegelapan, tetapi ketika kita mengenal kebenaran dan berjalan dalam kebenaran, kita mengasihi kebenaran dan berjalan di dalam terang.
Poin utama yang harus kita lihat adalah jalan untuk mengubah doktrin menjadi hayat, atau dengan kata lain, jalan untuk memiliki kelimpahan hayat. Yohanes 7:38 berkata, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Aliran-aliran air hayat adalah aspek-aspek lain dari hayat, meliputi kasih, kesabaran, kerendahan hati, dan seluruh kekayaan Kristus, tetapi kita perlu melihat bagaimana mempraktekkan hal ini, bagaimana membuat aspek-aspek hayat ini mengalir keluar dari kita. Aliran-aliran hayat ini mengalir keluar melalui kebenaran. Sebenarnya, setiap aliran adalah sebuah kebenaran. Jika kita tidak berbicara, tidak ada yang dapat mengalir keluar. Untuk berbicara, kita perlu mengenal doktrin dan menguasai kebenaran. Kita tidak dapat berbicara mengenai Kristus sebagai kasih atau kesabaran, jika kita tidak memiliki pengenalan akan kebenaran mengenai kekayaan Kristus. Agar kekayaan Kristus mengalir keluar dari kita sebagai aliran-aliran air hayat, kita harus memiliki kebenaran dan membicarakan kebenaran.
Jalan untuk memiliki kelimpahan hayat dan untuk mengalirkan keluar kekayaan hayat adalah jalan kebenaran. Kita perlu mengenal doktrin terlebih dahulu. Lalu ketika kita terbuka terhadap Tuhan dan banyak berdoa, Roh itu akan datang untuk menerangi doktrin, dan doktrin akan menjadi kebenaran, yang membawa terang dan hayat. Semakin banyak kebenaran yang kita miliki, semakin banyak kekayaan Kristus sebagai hayat yang kita nikmati. Akhirnya, kita akan memiliki kelimpahan hayat. Kelimpahan hayat sepenuhnya berada di dalam kebenaran. Ketika kita melepaskan kebenaran melalui berbicara, maka hal itu adalah mengalirkan kekayaan hayat. Untuk melayankan hayat kepada orang lain, kita harus berbicara, dan untuk berbicara, kita harus membaca Alkitab dan mempelajari kebenaran untuk mempelajari doktrin. Tanpa doktrin kita tidak memiliki kebenaran, dan tanpa kebenaran tidak ada terang atau hayat.
Kebenaran sepenuhnyanya adalah perkara berbicara. Allah kita adalah Allah yang berbicara. Ibrani 1:1-2 berkata, “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.” Pembicaraan Allah pertama kali disingkapkan kepada kita dalam bentuk doktrin, yang menjadi kebenaran bagi kita melalui penerangan Roh itu. Kebenaran adalah sinar terang, yang membawa hayat kepada kita. Ini berarti bahwa untuk memiliki kelimpahan hayat, kita perlu mengenal kebenaran.[liii]
Kebenaran adalah Injil, dan Injil adalah Kebenaran
Beberapa orang berpikir bahwa kebenaran terpisah dari Injil, tetapi hal ini bukanlah demikian. Alkitab mengatakan bahwa kebenaran adalah Injil dan Injil adalah kebenaran. Dalam Efesus 1:13 Paulus berkata, “Di dalam Dia kamu juga—karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu.” Ayat ini menunjukkan bahwa firman kebenaran adalah Injil.
Jika kita membicarakan kebenaran Alkitab kepada orang-orang muda, seperti halnya Paulus membicarakan kebenaran, dan memberitahu mereka bahwa Allah Tritunggal damba untuk menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam manusia tiga bagian, saya yakin bahwa mata mereka akan terbuka. Jika kita dapat berbicara dengan logis dan jelas, kita dapat membawa surga ke bumi dan bumi ke dalam surga, dan mereka akan tergerak. Misalkan, ketika kita pergi untuk mengontak mahasiswa di kampus-kampus, kita harus memberitakan kebenaran di dalam Roma 8 kepada mereka. Entah mereka mengerti atau tidak, kebenaran-kebenaran ini bergantung sepenuhnya pada pembicaraan kita. Ketika orang-orang tidak mengerti pemberitaan kita, masalahnya adalah bahwa kita tidak berbicara dengan logis. Ini bukanlah karena mereka tidak dapat mengerti, melainkan kita tidak mampu menjelaskan.
Dalam setiap kewarnegaraan, anak-anak belajar untuk berbicara dengan mendengarkan apa yang mereka tidak mengerti. Setelah mendengar kata yang sama berulang-ulang, mereka mulai memahaminya. Ini adalah jalan murid-murid sekolah dasar dididik di Amerika, murid-murid sekolah dasar diajarkan untuk menggunakan komputer. Anak-anak yang berusia delapan dan sembilan tahun mengerti bahasa komputer. Mereka sangat sering bermain games di komputer sehingga mereka sering dapat memahami hal-hal tanpa seorang guru. Hal ini membuktikan bahwa kita harus mengubah konsep kita. Ketika kita memberitakan Injil di masa lampau, kita memberitahu orang-orang bahwa jika mereka percaya dalam Yesus, mereka akan pergi ke Surga. Hal ini sangat baik bagi mereka untuk percaya dalam Yesus. Ketika mereka sakit, kita memberitahu mereka untuk berdoa kepada Tuhan dan Dia akan menyembuhkan mereka. Ketika bisnis seseorang tidak berjalan lancar, kita akan memberitahu seluruh keluarganya untuk percaya dalam Yesus, sehingga bisnisnya akan berjalan lebih baik. Kita juga akan memberitahu sebuah keluarga bahwa jika mereka percaya dalam Yesus dan berdoa kepada-Nya setiap hari, anak-anak mereka akan masuk ke dalam universitas-universitas terbaik. Injil macam apakah ini, ini adalah Injil takhayul.
Kebenaran ilahi dalam Alkitab lebih tinggi dari filosofi manapun. Namun, sebagian besar orang Kristen belum memperlengkapi diri mereka dengan buku kebenaran ini. Bahkan kaum saleh di antara kita, termasuk beberapa orang yang telah menjadi sekerja selama bertahun-tahun belum pernah mempelajari Alkitab atau Perjanjian Baru, sedikitnya keempat belas surat-surat Paulus. Beberapa sekerja telah melayani sepenuh waktu lebih dari tiga puluh tahun, memberitakan Injil dan mengajarkan kebenaran, tetapi mereka tidak cukup diperlengkapi dengan kebenaran, karena mereka belum pernah memasuki keempat belas surat-surat Paulus secara memadai.
Suatu kondisi yang tidak diperlengkapi dengan kebenaran adalah suatu hal yang memalukan Tuhan. Tuhan meninggalkan Firman-Nya bagi kita, dan percetakan telah membuat Alkitab menjadi tersedia dan tersebar luas. Selain itu, Alkitab telah diterjemahkan ke dalam setiap bahasa. Tetapi kita masih belum meluangkan waktu untuk memasuki Alkitab. Ini adalah hal yang memalukan bagi kita. Ketika kaum beriman di dalam Kekristenan mengabarkan Injil, mereka sering menggunakan Yohanes 3:16: “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini.” Mereka berkata bahwa semua orang di dunia ini telah berdosa dan akan masuk neraka, tetapi karena Allah mengasihi kita, Dia mengutus Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus, untuk menyelamatkan kita. Bagi beberapa kaum beriman, inilah Injil menurut Yohanes 3:16.
Namun, Injil Yohanes dimulai dengan Firman pendahuluan yang berkata, “Pada mulanya adalah Firman” (1:1). Misalkan saya mengadakan sebuah sidang Injil yang besar, setiap orang telah mengundang teman-teman dan kerabat mereka. Kemudian saya berkata, “Teman-teman, pada mulanya adalah Firman.” Saya percaya bahwa setiap orang akan menggelengkan kepala mereka dengan tidak setuju, karena hal itu seperti mengajarkan orang-orang untuk meneliti Alkitab. Bagaimana teman-teman dan kerabat mereka mengerti kata pada mulanya? Delapan puluh atau sembilan puluh persen kaum saleh tidak akan setuju dengan cara saya memberitakan Injil seperti ini. Tetapi jika saya berkata, “Teman-teman terkasih, saya ingin memberitahu Anda bahwa Allah begitu mengasihi dunia ini, dan kita semua adalah orang-orang berdosa…,” setiap orang akan menganggukkan kepala dengan setuju dan memuji saya adalah seorang pemberita Injil yang baik. Tidak setuju dan setuju adalah konsep alamiah kita. Yohanes tidak mengajarkan seperti ini. Yohanes mulai dengan berkata, “Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah… Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia… Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran… Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima anugerah demi anugerah;... Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (1:1, 4, 14, 16, 18). Injil ini adalah Injil yang tinggi.
Siapakah di antara orang Kristen hari ini yang membicarakan Injil yang tinggi seperti ini? Injil dari ekonomi Allah sangatlah tinggi, tetapi ketika kita memberitakan, kita membuat injil itu menjadi sesuatu yang rendah karena kita sendiri tidak mengerti maksud dari pada mulanya. Bagaimana kita boleh mengeluh bahwa orang lain tidak mengerti jika kita sendiri tidak mengerti? Orang-orang tidak menerima apa yang kita bicarakan, karena kita, para pembicara, memiliki masalah. Allah menciptakan manusia dengan satu pikiran yang dapat memahami, dan satu roh yang dapat mengerti. Jika kita berbicara dengan jelas kepada orang-orang dan berbicara kepada roh mereka, maka mereka bisa mengerti.[liv]
Memperlengkapi Diri Kita Sendiri dengan Kebenaran
Kita harus memperlengkapi diri kita sendiri dengan kebenaran. Kaum saleh dalam gereja akan seperti anak-anak dari keluarga yang berpendidikan. Ketika mereka membuka mulut mereka, kebenaran akan mengalir keluar, dan ketika mereka pergi memberitakan Injil, mereka akan membicarakan kebenaran. Jika orang-orang muda di tengah-tengah kita membicarakan kebenaran mengenai Roma 8:1-13 kepada orangtua mereka, memberitahu mereka bahwa Allah Tritunggal sedang menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam manusia tiga bagian, maka saya percaya bahwa orangtua mereka akan tergerak. Kita jangan takut bahwa mereka tidak dapat mengerti kita. Jika kita mengerti kebenaran, orang lain akan mengerti apa yang kita bicarakan kepada mereka.
Ketika kita mengerti kebenaran, kita harus membicarakan kebenaran itu dengan kaum saleh lainnya daripada kita berbicara mengenai cuaca dan politik. Kita harus dipenuhi di dalam kebenaran dan diperlengkapi dengan kebenaran sampai pada satu taraf kita menghirup kebenaran, makan kebenaran, dan memperhidupkan kebenaran. Seluruh diri kita harus dipenuhi dengan kebenaran, dan percakapan kita dengan kaum saleh lainnya seharusnya bukan hal yang lain selain kebenaran. Teman-teman dan kerabat kita seharusnya hanya mendengar kebenaran yang keluar dari mulut kita. Kemudian setelah sejangka waktu, mereka akan mengerti apa yang tidak dapat mereka terima pada awalnya, dan kebenaran akan masuk ke dalam mereka. Amerika memiliki banyak imigran keluarga-keluarga Cina dengan laki-laki dan perempuan yang berusia lanjut yang tidak mengerti bahasa Inggris ketika mereka berimigrasi. Namun, karena cucu-cucu mereka berbicara bahasa Inggris, maka lambat laun kakek dan nenek mereka belajar untuk berbicara bahasa Inggris, karena mereka mendengarnya setiap hari.
Bagi kepentingan Injil di rumah kita, di kampus, anak-anak, dan di dalam komunitas, kita harus memelihara kebiasaan untuk membicarakan kebenaran. Injil kita adalah membicarakan kebenaran. Jika kita membicarakan kebenaran di rumah kita, maka teman-teman dan kerabat kita akan mendengar kebenaran ketika mereka berada di rumah kita. Jika ini adalah kondisi kita, bagaimana Injil tidak dapat tersebar? Kita jangan takut tidak memiliki perkataan apa-apa; terlalu banyak hal yang dapat dibicarakan. Pelajaran Hayat Perjanjian Baru terdiri dari seribu dua ratus berita dan lebih dari dua belas ribu halaman. Kita juga memiliki Alkitab Perjanjian Baru Versi Pemulihan dangan catatan kaki. Banyak mustika yang terkubur di dalam halaman-halaman ini, dan kaya akan kebenaran.
Setiap keluarga dan setiap kaum saleh harus memasuki Alkitab Perjanjian Baru Versi Pemulihan untuk memperlengkapi diri mereka dengan kebenaran. Hal ini akan membuat kita dijenuhi dengan kebenaran, dan membuat kita dipenuhi dengan kebenaran. Ketika kita diresapi dengan kebenaran, kita dapat mengabarkan Injil di rumah kita, di kampus, anak-anak, dan di dalam komunitas, dan Tuhan akan memiliki jalan di tengah-tengah kita.[lv]
DIPERLENGKAPI DI DALAM KEBENARAN DAN BERTUMBUH
DI DALAM HAYAT UNTUK MEMBERI MAKAN DOMBA-DOMBA
Injil Yohanes adalah sebuah kitab mengenai hayat, tetapi Yohanes juga suka menggunakan kata kebenaran di dalam tulisan-tulisannya. Karena itu di dalam surat-suratnya, seperti di dalam kitab Injilnya, dia pertama-tama membahas kebenaran dan kemudian menyajikan perkara hayat. Hal ini memperlihatkan kepada kita satu prinsip rohani. Jika tidak ada kebenaran, tidak akan ada hayat; dan jika tidak ada hayat, tidak akan ada kebenaran.
Di dalam Yohanes 14:6 Tuhan meletakkan hayat dan kebenaran bersama-sama. Kemudian di dalam pasal 15 Tuhan berbicara tentang perkara berbuah. Hal ini menunjukkan bahwa berbuah sangat berhubungan dengan hayat dan kebenaran. Berdasarkan pengalaman, kemandulan kita menyingkapkan kita kekurangan hayat. Mengapa kita mandul? Karena kita tidak kaya di dalam hayat. Jika kita memiliki hayat yang berlimpah, dengan sendirinya kita akan berbuah. Jika kita memperhatikan perkara berbuah, kita harus memperhatikan pertumbuhan hayat. Jika kita memperhatikan pertumbuhan hayat, kita juga harus memperhatikan penuntutan kebenaran. Sekali kita memiliki kebenaran, kita akan dipimpin masuk ke dalam pengalaman akan Kristus. Dengan demikian kita dapat menggembalakan domba-domba kita. Jika tidak, kita tidak memiliki apa-apa yang dapat kita suplaikan kepada domba-domba kita dan tidak ada jalan untuk memperhatikan mereka. Tanpa mengenal kebenaran atau bertumbuh di dalam hayat, kita masih dapat memimpin orang untuk diselamatkan dan dibaptis; namun, jika kita kurang pengenalan akan kebenaran dan pengalaman akan Kristus, kita tidak akan dapat memenuhi tanggung jawab untuk memberi makan dengan tepat.
Orangtua memberi makan anak-anaknya dengan memberikan makanan untuk dimakan dan susu untuk diminum. Demikian pula, untuk memberi makan domba-domba kita, kita harus mempersiapkan makanan dan air susu rohani. Firman Tuhan adalah roti hayat (Yoh. 6:35, 63) dan air susu rohani (1 Ptr. 2:2). Jika kita mengenal kebenaran di dalam Alkitab dan firman Tuhan, kita akan dapat memberikan makanan yang bergizi bagi domba-domba kita. Misalkan, kita dapat menggunakan Injil Yohanes untuk memberi makan orang lain, dengan berkata, “Injil Yohanes pasal 1 mengatakan bahwa Tuhan adalah Allah, dan sebagai Allah Dia menjadi daging. Lalu, bersama-sama dengan Dia datanglah kebenaran, yaitu Firman Allah. Kemudian pasal 8 mengatakan bahwa kebenaran akan memerdekakan kita, dan pasal tujuh belas mengatakan bahwa kita dikuduskan di dalam kebenaran. Sebenarnya, kebenaran itu tidak lain adalah Tuhan Yesus sendiri. Karena itu, kita harus mengasihi Tuhan, berdoa kepada-Nya sepanjang waktu, dan membaca firman-Nya setiap hari.” Betapa baiknya ini! Injil Yohanes berbicara mengenai hayat dan kebenaran. Hayat dan kebenaran ini adalah Tuhan Yesus, dan hari ini Dia adalah Roh itu yang tinggal di dalam kita dan menyuplai kita hari demi hari. Karena itu, pasal 6 memberitahu kita bahwa Tuhan Yesus adalah roti hayat untuk kita makan (ay. 35, 48). Ketika kita makan Dia, kita akan hidup oleh Dia (ay. 57).
Jika kita memiliki pengenalan yang kaya akan kebenaran dan pengalaman hayat dalam ukuran yang besar, maka ketika kita pergi mengunjungi domba-domba kita, kita dapat menyuplai mereka dengan air susu firman menurut situasi mereka. Ini adalah praktek yang tepat dalam memberi makan domba-domba. Sayangnya, ketika sebagian besar dari kita melihat domba-domba kita, kita biasanya hanya berkata, “Apakah Anda hadir dalam sidang Hari Tuhan? Mengapa Anda tidak datang bersidang? Sidangnya sangat baik; Anda seharusnya datang.” Kita hanya tahu mengatakan hal ini kepada domba-domba kita berkali-kali. Akhirnya, mereka bosan terhadap kita, dan lambat laun mereka tidak suka melihat kita lagi karena mereka tahu bahwa kita tidak memiliki perkataan apa-apa selain, “Sidangnya sangat baik; datanglah.” Ini bukanlah memberi makan; melainkan seperti melayani mereka dengan memberikan surat panggilan untuk hadir di dalam pengadilan. Karena itu, mereka tidak hanya tidak tersuplai, melainkan merasa bosan dengan kita.
Karena itu, ketika kita melihat domba-domba kita, kita tidak seharusnya berkata, “Sidangnya benar-benar baik; datanglah.” Melainkan, kita harus membicarakan kebenaran kepada mereka. Kebenaran adalah firman Tuhan. Mungkin beberapa orang kaum saleh akan berkata, “Ada banyak bagian di dalam Firman yang tidak saya mengerti; saya bahkan tidak memahami Injil Yohanes.” Tuhan telah membuka seluruh Perjanjian Baru kepada kita di dalam berita-berita pelajaran hayat. Jika seseorang tidak mengerti Injil Yohanes, dia dapat membaca Pelajaran Hayat Yohanes dimana seluruh kebenaran telah terbuka. Sekali dia membaca berita-berita pelajaran hayat, dia akan dapat memahami makna intrinsik dari kitab itu.
Setelah kita mempelajari kebenaran dan kita melihat domba-domba kita lagi, kita tidak seharusnya berkata, “Sidangnya benar-benar baik; datanglah.” Melainkan kita harus mengundang mereka untuk membaca Yohanes 1:14 bersama kita; “Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita,… penuh anugerah dan kebenaran.” Kemudian kita boleh menjelaskan kepada mereka, “Realitas di sini adalah kebenaran, dan kebenaran adalah penjelasan mengenai Kristus. Penjelasan ini terdapat di dalam seluruh Injil Yohanes. Pasal 8:31-36 memberitahu kita bahwa setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa. Namun, kebenaran akan memerdekakan kita. Karena itu kita harus menuntut kebenaran, dan ketika kita memiliki kebenaran, maka kebenaran akan memerdekakan kita.” Perkataan yang sederhana ini akan menyuplai mereka dengan secangkir “air susu firman” dan dua potong “makanan keras” sehingga mereka akan mendapat banyak gizi. Ketika mereka pulang, Roh Kudus pasti bekerja melalui perkataan kita, karena firman Tuhan adalah roh, dan mereka akan memiliki Roh yang bekerja di dalam mereka. Walaupun kita tidak meminta mereka untuk datang bersidang, mereka pasti akan datang di sidang selanjutnya.
Lalu, kita dapat berbicara lebih lanjut kepada mereka, “Kebenaran tidak hanya memerdekakan kita, tetapi juga suatu penjelasan mengenai Tuhan. Tuhan adalah hayat dan berada di dalam kita. Yohanes 15 berkata bahwa kita harus belajar untuk tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan juga akan tinggal di dalam kita. Kemudian kita dan Tuhan akan saling tinggal. Kita dapat menikmati Dia, dan Dia dapat menjadi hayat kita. Akhirnya, kita akan dapat berbuah agar Bapa dipermuliakan.” Jika kita memberi mereka makan dengan jalan seperti ini berkali-kali, maka setelah dua atau tiga bulan mereka akan bertumbuh di dalam hayat, mengalirkan hayat, berbuah, dan membawa orang kepada Tuhan. Buah-buah mereka kemudian akan menjadi domba-domba mereka, dan mereka akan memberi makan domba-domba mereka berdasarkan cara mereka disuplai oleh kita. Dengan demikian satu rantai terhubung dengan rantai yang lain—kita memperhatikan mereka sebagai domba-domba kita, mereka memperhatikan orang lain sebagai domba-domba mereka, dan domba-domba mereka memperhatikan orang-orang lainnya lagi sebagai domba-domba mereka. Betapa mulianya situasi ini. Inilah kelimpahan hayat dan pemberian makan dengan hayat.
MENUNTUT KEBENARAN MEMBAWA MASUK KEBANGUNAN
Untuk melayani, kita semua harus diperlengkapi dengan kebenaran, dan khususnya, kita semua harus mengenal Perjanjian Baru. Anda semua yang memiliki hati untuk melayani sepenuh waktu harus sepenuhnya diperlengkapi dengan mempelajari berita-berita pelajaran hayat secara menyeluruh. Jika tidak, ketika Anda melakukan pekerjaan, menggembalakan orang, dan berbicara dengan orang, Anda tidak memiliki perkataan apa-apa.
Banyak orang Kristen tahu bahwa gereja-gereja di dalam pemulihan mengenal kebenaran paling banyak. Namun, kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, berapa banyak di antara kita yang benar-benar seperti ini? Sebenarnya, sebagian besar kaum saleh tidak terlalu banyak mengenal kebenaran. Karena itu, saya berharap bahwa Tuhan akan bermurah hati kepada kita dengan membarakan gereja-gereja di seluruh dunia untuk bangkit dan menuntut kebenaran. Saya percaya bahwa jika kita berjerih lelah selama tiga sampai lima tahun, kaum saleh akan dibangunkan melalui mempelajari Firman. Hal ini akan membawa masuk suatu kebangunan besar di muka bumi ini.
Saya berharap bahwa kita dapat membarakan atmosfir penuntutan semacam ini di dalam kehidupan gereja. Sejak sekarang, jangan ada pembicaraan yang sia-sia di rumah-rumah kaum saleh. Bahkan ketika mereka bercakap-cakap, mereka seharusnya juga mempelajari kebenaran. Misalkan, ketika Anda pergi ke rumah kaum saleh, Anda seharusnya tidak hanya memberi salam kepada mereka dan bertanya, “Apa kabar?” Melainkan, Anda harus bertanya kepadanya, “Apakah yang dibicarakan oleh silsilah di dalam Matius 1?” Anda juga dapat melanjutkan bertanya kepadanya, “Tahukah Anda, ada tiga nama penting di dalam silsilah dalam Matius 1? Yaitu Abraham, Daud, dan Maria. Ini adalah tiga orang penting yang membawa masuk Kristus.” Ketika Anda berjumpa kaum saleh di jalan, selain berbincang-bincang mengenai hal yang lain, Anda seharusnya bertanya kepadanya, “Ayat berapakah di dalam Injil Yohanes yang mengatakan bahwa Tuhan dapat dimakan? Bagaimana Tuhan bisa mengatakan bahwa Dia dapat dimakan? Mengapa Tuhan berkata bahwa Dia dapat dimakan?” Dengan demikian, percakapan yang hanya dua menit itu akan mengingatkan dan menyuplai Anda berdua serta saling memberi makan. Kita harus mengubah atmosfir itu dan mendorong saudara saudari untuk membaca pelajaran hayat. Bahkan ketika kita menghadapi perkara-perkara yang berhubungan dengan urusan negara, seperti pemilihan umum, kita tetap jangan membicarakan hal itu. Biarkanlah apa yang menjadi milik Kaisar dapat menjadi urusan Kaisar. Apa yang menjadi milik Allah, dapat menjadi urusan Allah (Luk. 20:25).[lvi]
Pekerjaan dari para pemenang Allah adalah berdiri pada kematian Kristus sehingga orang lain bisa mendapatkan hayat. Firman Allah harus kita kenal terlebih dahulu, barulah kita dapat memberitakannya. Terang kebenaran harus menjadi hayat bagi kita terlebih dahulu, barulah dapat menjadi terang bagi orang lain. Allah terlebih dahulu membuat para pemenang-Nya melihat suatu kebenaran dan menegaskan kebenaran itu, barulah Dia mendapatkan beberapa orang lainnya untuk taat kepada kebenaran ini. Kebenaran terlebih dahulu harus terkonstitusi di dalam kita dan menjadi bagian kita. Kita sendiri terlebih dahulu harus memiliki pengalaman akan iman, doa dan persembahan diri, barulah kita dapat memberitahu orang lain tentang apa itu iman, doa dan persembahan diri. Jika tidak, kita hanya akan memiliki istilah saja tanpa isi. Allah ingin kita melewati kematian terlebih dahulu, barulah Dia akan memberikan hayat kepada orang lain. Kita terlebih dahulu harus melewati penderitaan dan kepedihan, barulah orang lain dapat memiliki hayat. Untuk belajar kebenaran Allah, seseorang harus berdiri di dasar sungai terlebih dahulu. Alasan mengapa gereja tidak bisa mendapatkan kemenangan dengan menyeberang ke tanah permai adalah karena kekurangan imam-imam yang berdiri di dalam dasar sungai Yordan. Mereka yang berdiri di dasar sungai Yordan akan menimbulkan hati yang mencari di dalam diri orang lain. Jika suatu kebenaran terkonstitusi secara mendalam di dalam kita, maka hal itu akan menarik orang lain untuk menuntut kebenaran. Hari ini, banyak kebenaran Allah perlu terkonstitusi di dalam manusia. Ketika kita membiarkan suatu kebenaran terkonstitusi di dalam kita, berarti kita membiarkan Tubuh Kristus lebih bertumbuh satu inci. Para pemenang adalah mereka yang menerima hayat dari atas untuk menyuplai Tubuh.[lvii]
PERLU MENGENAL KEBENARAN ALKITAB
Kita juga perlu mengenal kebenaran di dalam Alkitab. Jika kita tidak mengenal kebenaran, maka kita tidak akan memiliki kesempatan untuk menerima, setuju, percaya, bertindak, dan berdoa.
Mengenal Penafsiran Alkitab
Kaum beriman di sepanjang dua puluh abad terakhir ini telah menafsirkan Alkitab. Bapa-bapa gereja, selama abad-abad pertama, mulai menafsirkan Alkitab. Setelah itu, Alkitab terkunci kira-kira selama seribu tahun. Seribu tahun ini disebut zaman kegelapan. Setelah zaman kegelapan, para reformer meneruskan penafsiran Alkitab itu. Kaum Persaudaraan melanjutkannya, dan banyak di antara kita di dalam pemulihan Tuhan sampai sekarang berdiri di bahu kaum saleh yang terdahulu. Penafsiran ini dimulai dengan Trinitas dan Kristologi dan dilanjutkan sampai wahyu mengenai Yerusalem Baru. Penafsiran terbaik dan paling tepat dicetak di dalam Alkitab Versi Pemulihan, Berita-berita Pelajaran Hayat, buku-buku pelajaran, dan buku-buku lainnya yang ada di dalam pemulihan Tuhan. Kita tidak boleh membiarkan kebenaran-kebenaran yang telah ditafsirkan itu tetap berada di dalam lemari buku kita. Melainkan, kita harus mempelajari mereka sampai kita terkonstitusi dengan kebenaran.
Mengenal Kebenaran Bagi Diri Kita Sendiri
Kita perlu mengenal kebenaran yang memerdekakan. Tuhan Yesus berkata, “Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yoh. 8:32). Kadang-kadang kita mungkin terbelenggu oleh dosa dan dunia, atau kita berada di bawah dakwaan yang tidak perlu. Hal ini karena kekurangan kebenaran. Kebenaran akan memerdekakan kita dari belenggu dosa dan dunia. Tuhan berdoa, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu itulah kebenaran” (Yoh. 17:17). Kebenaran tidak hanya memerdekakan kita, tetapi juga menguduskan kita. Pengudusan membawa masuk sifat kudus Allah ke dalam kita, dan menghasilkan transformasi dari pikiran kita. Pikiran adalah tempat pertempuran antara Allah dan Satan, dan tempat pertempuran antara roh perbauran dan daging. Karena itu, mengenal kebenaran memerdekakan kita dari serangan Satan dan membuat kita mudah berpaling ke dalam roh, hidup di dalam roh, dan mengikuti perasaan hayat.
Mengenal Kebenaran Bagi Gereja
Gereja Allah yang hidup adalah tiang penopang dan dasar kebenaran (1 Tim. 3:15). [Tiang menyangga bangunan, dan dasar menahan tiang. Gereja adalah tiang penyangga dan dasar penahan kebenaran] Gereja harus dibangun dengan kebenaran dan terkonstitusi dengan kebenaran; karena itu, gereja adalah tiang penopang dan dasar kebenaran. Jika gereja penuh dengan aktivitas dunia, maka gereja tidak dapat memamerkan kebenaran. Efesus 4:15 memberitahu kita bahwa kita perlu berpegang kepada kebenaran di dalam kasih agar dapat bertumbuh ke dalam Kristus yang adalah Kepala atas segala sesuatu. Dengan fungsi dari setiap anggota yang berpegang pada kebenaran, Tubuh terbangun di dalam kasih (ay. 16). Kebenaran penting bagi Tubuh Kristus. Karena itu, kita semua harus berjerih lelah untuk mengenal kebenaran, bukan hanya bagi kepentingan kita, tetapi juga bagi kepentingan gereja.
Mengenal Kebenaran Bagi Injil
Efesus 1:13 berkata, “Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu” Firman kebenaran adalah Injil keselamatan. Seseorang yang penuh dengan kebenaran memiliki banyak yang diberitakan. Seseorang yang tidak dipenuhi dengan kebenaran tidak tahu apa yang harus dikatakan untuk membantu orang-orang untuk percaya. Manusia dilahirkan kembali dengan firman Allah yang hidup dan kekal (1 Ptr. 1:23). Mereka bertumbuh dengan air susu firman (1 Ptr. 2:2). Kebenaran firman penting dalam pemberitaan bagi orang-orang belum percaya dan dalam mendapatkan dan memberi makan kaum beriman baru. Kita harus menjadi orang-orang yang penuh dengan kebenaran bagi diri kita sendiri, bagi pembangunan gereja, dan bagi Injil.[lviii]
_____________________________
i. Witness Lee, Vessels Useful to the Lord, (Anaheim: Living Stream Ministry, 2003) 154
ii. Witness Lee, Truth, Life, the Church, and the Gospel—The Four Great Pillars in the Lord’s Recovery, (Anaheim: Living Stream Ministry, 2002) 93
iii. Witness Lee, The Economy of God and the Mystery of the Transmission of the Divine Trinity, Eldership (Anaheim: Living Stream Ministry, 2001) 151-152
iv. Witness Lee, Crucial Words of Leading in the Lord’s Recovery, Book 3: The Future of the Lord’s Recovery and the Building Up of the Organic Service, (Anaheim: Living Stream Ministry, 2009) 49-50
v. Witness Lee, Basic Principles Concerning the Eldership, (Anaheim: Living Stream Ministry, 2010) 108-109
vi. Witness Lee, Crucial Words of Leading in the Lord’s Recovery, Book 3: The Future of the Lord’s Recovery and the Building Up of the Organic Service, (Anaheim: Living Stream Ministry, 2009) 198, 199-201
vii. Witness Lee, Crucial Words of Leading in the Lord’s Recovery, Book 3: The Future of the Lord’s Recovery and the Building Up of the Organic Service, (Anaheim: Living Stream Ministry, 2009) 201-203
viii. Witness Lee, Truth, Life, the Church, and the Gospel—The Four Great Pillars in the Lord’s Recovery, (Anaheim: Living Stream Ministry, 2002) 97-98
ix. Watchman Nee, God’s Overcomers, (Anaheim: Living Stream Ministry, 1999) 51
x. Witness Lee, Lesson Book, Level 6: The Bible—The Word of God (Anaheim: Living Stream Ministry, 1991) 321-322