← Daftar isi Yohanes (3) · bab 17/17

ORGANISME ALLAH TRITUNGGAL DALAM PENYALURAN ILAHI (3)

II. RANTING-RANTING SALING MENGASIHI, BERBUAH MENGEKSPRESIKAN HAYAT ILAHI

Kita telah melihat bagian pertama Yohanes 15, yakni ayat 1-11, yang memperlihatkan hubungan kita dengan Tuhan; bagian kedua, yakni dari ayat 12-17, memperlihatkan hubungan antar sesama kita. Dari bagian kedua pada pasal ini, kita nampak bahwa ranting-ranting harus mengasihi satu sama lain sehingga berbuah mengekspresikan hayat ilahi. Ayat-ayat ini mewahyukan bahwa hal berbuah berkaitan erat dengan hal saling mengasihi. Kita harus memelihara hubungan yang tepat terhadap satu sama lain dalam hayat, yaitu dalam kasih oleh hayat. Kita harus memelihara hubungan kita dalam kasih, serta mengasihi satu sama lain berdasarkan hayat yang ada di dalam kita. Hayat ini adalah Tuhan sendiri. Saling mengasihi adalah hidup gereja (church life), kehidupan Tubuh. Kehidupan Tubuh adalah kehidupan yang berasal dari kasih dan di dalam kasih. Kita tidak seharusnya mengasihi dengan kasih insani, melainkan saling mengasihi dalam hayat ilahi dan dengan kasih ilahi.

Kita bukan ranting-ranting pohon yang berpisahan; kita semua adalah ranting-ranting pada satu pohon yang sama. Sebab itu kita perlu memelihara persekutuan yang baik dengan ranting-ranting yang lain, sama seperti kita dengan pohonnya. Inilah sebabnya mengapa Tuhan menyuruh kita juga mengasihi satu sama lain (ayat 12, 17). Tanpa kita saling mengasihi, pastilah sulit berbuah. Tanpa kita saling mengasihi, berarti persekutuan kita dengan pohon anggur telah terputus, sehingga mustahil kita berbuah. Agar dapat berbuah, kita harus saling mengasihi.

Hayat yang di dalam kita sekalian ini adalah satu. Hayat yang di dalam Anda adalah hayat yang di dalam saya. Sama halnya peredaran darah di dalam tubuh kita, darah yang di dalam tubuh kita mengedari setiap anggota tubuh kita. Demikian juga, hayat di dalam semua ranting adalah satu. Hayat ini harus beredar terus melalui semua ranting. Demikian, setiap ranting akan hidup dan penuh dengan kekayaan hayat, yang membuatnya berbuah.

A. Ranting-ranting Adalah Satu

Ranting-ranting memang banyak, namun mereka itu satu. Mereka itu satu dengan pohon anggur, dan dengan sesamanya. Seluruh ranting ditambah pohon anggur adalah satu tubuh yang konkret, adalah satu tubuh yang organik.

B. Ranting-ranting Memiliki Hubungan yang Akrab dengan Pohon Anggur

Ranting-ranting memiliki hubungan yang akrab dengan pohon anggur (ayat 13-17). Ranting-ranting bukan budak Tuhan, melainkan sahabat-Nya. Karena mereka adalah sahabat-sahabat Tuhan, maka ranting-ranting bisa memahami maksud hati Bapa, yaitu diri-Nya diekspresikan di dalam Tubuh yang korporat.

C. Ranting-ranting Dipilih dan Ditetapkan untuk Menghasilkan Buah yang Tetap

Ranting-ranting telah dipilih dan ditetapkan untuk meng-hasilkan buah yang tetap. Dalam ayat 16, Tuhan berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku diberikan-Nya kepadamu.” Tadinya kita adalah ranting-ranting liar, namun karena iman, kita telah diokulasikan ke dalam Kristus. Di sini Tuhan berkata, Dia “telah menetapkan” kita. Ini mengandung arti pengokulasian. King James Version memakai kata “ditakdirkan” (ordain) di sini. Saya senang istilah “ditakdirkan”. Kita telah ditakdirkan; ditakdirkan berarti telah ditetapkan. Semua saudari termasuk saudari yang muda, harus mengetahui bahwa mereka telah ditakdirkan. Apakah Anda mengetahui bahwa Anda telah ditakdirkan? Kita telah ditakdirkan untuk berbuah. Janganlah mengatakan bahwa aku terlalu muda untuk ini. Betapa pun mudanya Anda, Anda telah terpilih dan ditakdirkan untuk menghasilkan buah-buah yang tetap.

Dalam pasal ini terdapat empat macam pembicaraan mengenai berbuah: berbuah (ayat 2), berbuah banyak (ayat 8), lebih banyak berbuah (ayat 2), buah yang tetap (ayat 16). Berapa lama buah itu tinggal, tergantung berapa banyak hayat yang Anda salurkan ke dalamnya. Ini semua tergantung pada banyaknya hayat yang kita salurkan ke dalam orang yang baru beroleh selamat. Ini menentukan berapa lama mereka akan tinggal. Sering kali ketika kita membawa seseorang kepada Tuhan, kita hanya menyalurkan sedikit hayat ke dalam mereka. Itulah sebabnya sedikit dari antara mereka yang tinggal tetap. Sulit sekali bagi mereka untuk tinggal lebih lama.

1. Melalui Berdoa dalam Nama Putra

Ranting-ranting telah dipilih untuk menghasilkan buah yang tetap melalui berdoa dalam nama Putra. Ketika kita mendoakan hal berbuah, harus dalam nama Putra. Berdoa dalam nama Tuhan, menuntut kita untuk tinggal dalam Tuhan, serta membiarkan Dia dan firman-Nya tinggal di dalam kita, agar kita benar-benar bersatu dengan Dia. Dengan demikian, doa kita adalah juga doa-Nya. Permohonan semacam ini berhubungan dengan hal berbuah, pasti akan dijawab oleh Bapa. Bila kita berdoa dengan cara ini, kita harus menyatakan bahwa kita bersatu dengan Tuhan. Kita tidak perlu minta-minta, melainkan menyatakan bahwa kita ini satu dengan Dia. Apa adanya Putra dan apa yang dimiliki Putra adalah milik kita, dan kita berada di dalam nama-Nya. Berdoalah demikian.

2. Melalui Bersatu dengan Putra,

Hidup Berdasarkan Dia, dan Membiarkan Dia Hidup di Dalam Kita

Kita bukan saja harus berdoa dalam nama Putra, tetapi harus pula bersatu dengan Putra, hidup berdasarkan Dia, sambil membiarkan Dia tinggal di dalam kita. Ini adalah perkara yang sangat penting. Doa kita tergantung pada kehidupan kita. Kita harus bersatu dengan Tuhan dalam kehidupan kita. Kemudian baru kita bisa bersatu dalam doa kita dan berdoa dalam nama-Nya. Melalui kehidupan dan doa sedemikian, kita bisa menghasilkan buah-buah yang tetap.

D. Ranting-ranting Saling Mengasihi

Ranting-ranting perlu saling mengasihi dalam hayat Putra, dalam kasih Putra, dan dalam perintah Putra, yang memerintahkan kita supaya berbuah bagi kemuliaan Bapa. Kita harus saling mengasihi di dalam hayat Tuhan, hayat ilahi, di dalam kasih Tuhan dan di dalam perintah-Nya untuk berbuah. Hayat adalah sumber, kasih adalah kondisi, berbuah adalah sasaran. Jika kita semua hidup berdasarkan hayat Tuhan sebagai sumber di dalam suasana kasih Tuhan, dan di dalam sasaran untuk berbuah, kita pasti akan saling mengasihi. Sumber hayat yang berbeda, kondisi yang berbeda, atau sasaran yang berbeda, akan memisahkan kita, dan menghalangi kita untuk saling mengasihi.

Orang Kristen senang membicarakan perihal saling mengasihi. Jika kita mengasihi satu sama lain dalam hayat insani kita, itu akan mendatangkan maut. Jika kita mengasihi dalam emosi atau demi tujuan kita sendiri, itu pun akan berakibat maut. Kita harus saling mengasihi dalam hayat Kristus, dalam kasih Kristus, dan dalam perintah Kristus. Janganlah kita mengasihi satu sama lain dalam hayat alamiah kita, dengan emosi kita, atau bagi tujuan kita. Kita harus mengasihi dalam hayat ilahi, dengan kasih ilahi, dan dengan tujuan berbuah banyak supaya Bapa dimuliakan (ayat 8).

III. POHON ANGGUR

DAN RANTING-RANTINGNYA TERPISAH

DARI DUNIA, DIBENCI DAN DIANIAYA OLEH DUNIA AGAMA

Yohanes 15 terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama ayat 1-11 membicarakan tentang hubungan pohon anggur dengan ranting-rantingnya; bagian kedua ayat 12-17, membicarakan tentang hubungan ranting dengan ranting; bagian ketiga ayat 18-27, membicarakan tentang ranting-ranting terpisah dari dunia. Kita tak ada sangkut paut apa-apa dengan dunia karena kita sudah sepenuhnya melekat pada pohon anggur.

A. Dunia di Sini Terutama Mengacu kepada Dunia Agama

Dalam bagian Injil Yohanes ini, istilah dunia terutama mengacu kepada dunia agama (15:18; 16:2). Dengan kata lain, dunia dalam pasal 15 ialah agama, khususnya agama Yahudi. Bagi murid-murid Tuhan Yesus pada saat itu, dunia ialah agama Yahudi. Mereka telah dipisahkan dari agama Yahudi untuk Kristus, pohon anggur itu.

B. Agama sebagai Satu Bagian dari Sistem Duniawi Iblis,

Membenci Ranting-ranting Organisme Ilahi yang Mengekspresikan Allah Tritunggal

Agama, sebagai salah satu bagian dari sistem duniawi Iblis, membenci ranting-ranting organisme ilahi yang mengekpresikan Allah Tritunggal (15:18). Banyak agamawan yang tidak menganggap agama sebagai salah satu sistem duniawi Iblis. Tetapi dalam pandangan Allah, agama adalah satu departemen dunia Iblis. Ketika kita sampai pada pasal 16, kita akan nampak, Tuhan memberi tahu murid-murid-Nya bahwa para agamawan menganggap pembunuhan atas pengikut-pengikut Tuhan sebagai suatu pelayanan terhadap Allah. Meskipun para agamawan memakai nama Alah, sebenarnya mereka melayani Iblis. Jadi, yang disebut “agama” di sini sesungguhnya adalah dunia yang berupa sistem departemen Iblis.

Kita harus terpisah dari dunia karena dunia berlawanan dengan gereja. Dunia sebagai sistem Iblis, berlawanan dengan Tubuh Kristus. Dunia membenci Tubuh, membenci ranting-ranting, dan membenci gereja. Gereja adalah Tubuh, organisme Allah Tritunggal, sedangkan dunia adalah sistem Iblis. Sistem Iblis selalu menentang dan menganiaya organisme Allah Tritunggal. Kita harus mengerti secara mendalam bahwa gereja, ranting-ranting, Tubuh, adalah organisme Allah Tritunggal. Allah Tritunggal hidup dan mengekspresikan diri-Nya melalui organisme ini. Tubuh Anda adalah suatu organisme yang di dalamnya Anda hidup dan melaluinya diri Anda diekspresikan. Demikian juga, Allah Tritunggal memerlukan organisme, yakni gereja, Tubuh Kristus. Allah Tritunggal mau hidup di dalam dan mengekspresikan diri-Nya melalui organisme yang demikian ini. Tetapi Iblis, musuh Allah, telah menyusun suatu sistem, yang dikenal sebagai dunia (cosmos). Dunia (kosmos) ini adalah organisasi yang disistematiskan oleh musuh Allah. Tujuan musuh di balik sistem kosmos ini ialah melawan gereja, yang merupakan organisme Allah Tritunggal, Tubuh Kristus. Itulah alasannya kita tidak ada sangkut-paut apa-apa dengan dunia. Kita di luar dunia, sudah dipisahkan dari dunia dan menjadi organisme Allah Tritunggal.

C. Ranting-ranting Dipilih, Bukan Milik Dunia,

Tidak Berkaitan dengan Sistem Setani Agama

Sebagai ranting-ranting, kita telah dipilih dan keluar dari dunia, maka tidak seharusnya kita berkaitan dengan sistem setani agama (ayat 19). Tetapi hampir semua orang Kristen memiliki campur aduk ini. Dengan belas kasihan Tuhan, kita mau menjauhi segala sistem agama dan berdiri di pihak gereja dalam kemurnian, tanpa ada campur aduk sedikit pun. Sistem agama berasal dari Iblis dengan tujuan menghambat dan merusak hidup gereja yang normal dan tepat. Karena gereja adalah organisme untuk mengekspresikan Allah Tritunggal, maka kita harus terlepas dari agama yang bercorak apa pun.

D. Dunia Agama Pernah Menganiaya Pohon Anggur,

Kini Menganiaya Ranting-rantingnya

Tuhan memberi tahu murid-murid-Nya, bila ingin mengikuti-Nya di atas jalan hayat, mereka harus bersedia dianiaya (15:20-25). Jika kita ingin mengalami Allah Tritunggal sebagai hayat kita, ingin berbaur dengan Allah Tritunggal, dan saling menjadi tempat tinggal dengan Allah Tritunggal, kita harus siap menyambut aniaya dari agama. Penganiayaan yang menimpa ke atas murid-murid Tuhan bukan berasal dari dunia, yang duniawi, melainkan berasal dari “agama” yang menyembah Allah dan yang kelihatannya mencintai Allah. Tuhan memberi tahu murid-murid-Nya bahwa karena Dialah, para agamawan akan menganiaya mereka, bahkan membunuh mereka. Kita telah nampak bahwa murid-murid sebagai ranting-ranting pohon anggur, adalah Tubuh Kristus, organisme bagi hayat dan ekspresi Allah Tritunggal. Dan dunia yang adalah sistem kosmik adalah sistem yang disusun oleh Iblis. Dalam pandangan Tuhan, sistem agama yang merupakan bagian dari sistem Iblis adalah dunia yang akan membenci murid-murid.

Dunia agama menganiaya orang-orang yang mengikuti Tuhan dalam hayat karena mereka adalah ranting-ranting pohon anggur yang benar, bersatu dengan Tuhan, bergerak, dan melakukan sesuatu dalam nama Tuhan. Para agamawan tidak mengenal Bapa yang adalah sumber Tuhan, maka mereka membenci orang-orang yang sungguh-sungguh mengikuti Tuhan. Karena orang-orang agama membenci Bapa yang di dalam Putra (15:23), maka mereka pun membenci pengikut-pengikut Putra. Kebencian dan penganiayaan ini merupakan dosa mereka di mata Allah (15:22, 24). Dari semua ini, kita dapat mengetahui betapa jahatnya agama, sekalipun agama itu dibentuk berdasarkan firman Allah yang kudus. Di sinilah terpampang kelicikan musuh dalam agama.

E. Penolong Bersaksi

1. Adalah Roh Realitas

Yohanes 15:26, “Jikalau Penolong yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran (Realitas) yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.” Agama menganiaya, tetapi Roh realitas bersaksi. Roh Kudus adalah realitas dari segalanya, dan kita adalah saksi-saksi Roh realitas.

2. Diutus oleh Putra

Dalam ayat ini Tuhan mengatakan bahwa Dia akan mengutus Roh realitas kepada murid-murid. Tetapi dalam 14:26, Tuhan mengatakan bahwa Bapa yang akan mengirim Penolong, Roh Kudus, dalam nama Putra. Yohanes memakai dua cara yang berlainan tentang satu hal yang sama. Pertama, Yohanes 14:26 mengatakan Bapa akan mengutus Roh Kudus; kemudian Yohanes 15:26 mengatakan, Tuhan sendiri akan mengutus Roh Kudus. Lalu siapa sebenarnya yang mengutus Roh Kudus, Bapa atau Putra? Kita harus menjawab, Roh Kudus diutus oleh Bapa dan Putra. Bapa dan Putra adalah satu. Bapa mengutus berarti Putra mengutus. Putra mengutus berarti Bapa mengutus. Keduanya adalah satu. Tidak peduli siapa yang mengutus Roh Kudus, Roh Kudus selalu diutus oleh Bapa dan di dalam nama Putra. Sekali lagi kita nampak Allah Tritunggal. Ketika Roh Kudus itu datang, Ia datang dengan Bapa dalam nama Putra. Jadi ketiga persona Allah ada di sini.

3. Bukan Saja dari Bapa,

bahkan Juga Bersama-sama Bapa

Dalam ayat 26, Tuhan mengatakan bahwa Dia akan mengutus Penolong dari Bapa. Telah kita tunjukkan dalam berita 32, bahasa Yunani dari kata penghubung yang diterjemahkan “dari” dalam ayat ini, adalah “para”, yang berarti “dari dengan” (from with). Roh realitas yang diutus Putra dari Bapa, datang bukan hanya dari Bapa tetapi juga dengan Bapa. Penolong datang dari Bapa, dan bersama-sama Bapa. Bapa adalah sumber. Ketika Roh ini datang dari sumber, Ia bukannya terpisah dengan sumber, tetapi datang dengan sumber. Roh ini diutus Putra, dan datang bersama dengan Bapa, akan bersaksi tentang Putra. Karena itu, kesaksian-Nya mengenai Putra adalah masalah Allah Tritunggal.

4. Bersaksi

Roh realitas bersaksi tentang Putra sebagai pohon anggur. Dia bersaksi di depan agama yang menganiaya; tambahan pula, Roh Kudus bersaksi kepada ranting-ranting dan melalui ranting-ranting kepada dunia. Agama boleh saja menganiaya, namun Roh realitas bersaksi bahwa Putra itu pohon anggur. Melalui orang-orang beriman sebagai ranting-ranting, kesaksian ini akan tersebar luas ke seluruh dunia. Hari ini kesaksian ini masih terus berkembang.

F. Pemberitahuan Dini

Mengenai Penganiayaan Agama

Yohanes 16:1-4 memberi tahu mengenai penganiayaan agama terhadap pohon anggur dan ranting-rantingnya. Pertama-tama, agama akan mengucilkan ranting-ranting organisme (pohon anggur) dari organisasi (rumah ibadah atau sinagoga, ayat 2). Dalam ayat 2, Tuhan berkata, “Bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbakti kepada Allah.” Agama beranggapan memotong ranting-ranting organisme Allah itu berarti melayani Allah. Seperti yang telah kita nampak, Injil ini mewahyukan agama adalah musuh hayat. Dalam kitab Injil, agama Yahudi menentang dan mengani-aya Tuhan Yesus. Dalam Kitab Kisah Para Rasul, agama Yahudi meneruskan menentang dan menganiaya para rasul dan murid-murid (Kis. 4:1-3; 5:17-18, 40; 6:11-14; 7:57-59; 26:9-12). Dalam sejarah berikutnya, agama menganiaya pengikut-pengikut Tuhan. Banyak organisasi keagamaan yang menganiaya orang-orang yang mencari dan mengikuti Tuhan dalam hayat. Para penganiaya itu mengira bahwa penganiayaan mereka terhadap orang-orang yang mencari Tuhan adalah suatu pelayanan terhadap Allah. Pertama-tama agama menganiaya dan kemudian membunuh. Agama tidak mengenal Bapa, Sang Sumber, maupun Putra, Sang ekspresi (ayat 3). Sesuai dengan firman Tuhan, “Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.”

Tuhan memberi tahu murid-murid-Nya terlebih dahulu agar ketika penganiayaan itu menimpa, mereka jangan sampai terpukul atau tersandung, juga jangan bingung atau tertipu. Pada saat teraniaya, murid-murid mungkin mudah sekali berkata kepada diri mereka, “Para agamawan ini menyembah Allah. Namun karena kami ini menerima Allah sebagai hayat dan tempat tinggal, serta membuat kami ini tempat tinggal Allah, para agamawan ini lalu mengancam akan membunuh kami. Mereka tak hanya mengusir kami dari sinagoga, bahkan bermaksud membunuh kami. Mungkin ini kesalahan kami.” Tuhan menubuatkan penganiayaan yang akan menimpa agar murid-murid tidak sampai menyangka dirinya yang salah. Kalau penganiayaan ini menimpa atas diri Anda, jangan lalu mengira Anda itu salah. Sebaliknya, penganiayaan malah membuktikan bahwa Anda itu benar. Kalau para agamawan tidak menganiaya Anda, mungkin Anda sudah salah. Jika kekristenan tertentu dan denominasi-denominasi tidak menganiaya Anda, maka Anda harus paham bahwa Anda telah salah. Tetapi jika Anda menerima Tuhan sebagai hayat Anda, mengalami Dia sebagai tempat tinggal, dan membuat diri Anda sendiri sebagai tempat tinggal-Nya, maka Anda harus siap menghadapi penganiayaan dari dunia agama.

Sebagai sistem yang diorganisir Iblis, dunia telah menganiaya Tubuh Kristus dalam tiga tahap besar: tahap agama Yahudi, tahap Kekaisaran Romawi, dan tahap filsafat Yunani. Inilah tahap penganiayaan dunia yang dilancarkan terhadap gereja. Dalam Injil Yohanes, Tuhan mengungkapkan beberapa kali mengenai dunia, khususnya mengacu kepada dunia agama. Jika kita benar-benar setia mengikuti Tuhan dalam jalan hayat dan dalam roh, menerima Allah Tritunggal sebagai tempat tinggal kita, dan menjadikan diri kita sebagai tempat kediaman bagi Allah Tritunggal, niscaya dunia agama akan menganiaya kita. Coba katakan, siapakah yang mengikat John Huss pada tiang dan membakarnya sampai mati? Roma Katolik. Siapakah yang memenjarakan John Bunyan, penulis buku “Pilgrim’s progress (Musafir Surgawi)? Gereja Inggris. Siapakah yang memenjarakan Madame Guyon? Roma Katolik. Kata-kata Tuhan mengenai hal ini telah terwujud sepanjang zaman. Kapan kala ada seseorang atau sekelompok orang yang mengikuti Tuhan di atas jalan yang diwahyukan dalam Yohanes 14 dan 15, mereka pasti akan dianiaya oleh dunia agama. Dunia agama akan tetap melancarkan penganiayaannya terhadap orang-orang yang mengikuti Kristus di atas jalan hayat.

?