← Daftar isi Matius (4) · bab 20/20

KEMENANGAN RAJA

Dalam berita ini kita akan melihat kemenangan Raja, yang tercatat dalam Matius 28:1-20. Dibandingkan dengan pasal 26 dan 27, pasal 28 pendek dan sederhana. Ketika kita berada dalam kebangkitan, segalanya sederhana.

I. KEBANGKITAN

Kebangkitan Kristus ialah perihal keadilan Allah. Pernahkah Anda nampak kebangkitan Kristus dalam terang ini? Allah itu benar dalam menghakimi Kristus di atas salib sebagai pengganti kita. Penghakiman atas Kristus di atas salib ini adil dan benar. Dengan dihakimi oleh Allah, Kristus menggenapkan semua tuntutan kebenaran Allah. Ia menanggung dosa-dosa kita di atas salib untuk menggenapkan sepenuhnya semua tuntutan kebenaran Allah. Sebab itu melalui kematian Kristus di atas salib, kebenaran Allah telah dipuaskan seluruhnya. Dengan perkataan lain, Allah yang benar telah dipuaskan secara hukum dengan kematian Kristus di atas salib. Sebab itu Kristus dikuburkan dalam kubur baru milik orang kaya. Ini menunjukkan bahwa segera setelah kematian Kristus secara hukum dan segera setelah memuaskan tuntutan kebenaran Allah, Kristus beristirahat sebagai kegenapan nubuat Alkitab.

Sesudah Kristus dikuburkan, Allah bertanggung jawab dalam keadilan-Nya untuk membebaskan Kristus dari antara orang mati. Tidak banyak orang Kristen mengetahui hal ini. Banyak yang mengira bahwa kebangkitan Kristus hanyalah perihal kuasa ilahi hayat Allah. Sedikit sekali yang memahami bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya masalah kekuasaan, tetapi juga masalah keadilan. Andaikan Allah tidak membangkitkan Kristus setelah kematian-Nya di atas salib untuk memuaskan semua tuntutan kebenaran Allah, Allah tidaklah benar. Allah membebaskan Kristus dari kematian itu baru adil. Menurut keadilan-Nya, Allah harus menghakimi Kristus di atas salib, sebab Kristus menanggung semua ketidakbenaran kita. Tetapi setelah Allah menghakimi Kristus sepenuhnya, keadilan Allah bertanggung jawab membebaskan Kristus dari kematian dan membangkitkan-Nya dari antara orang mati.

Dalam Injil Yohanes terdapat konsepsi bahwa Kristus dibangkitkan oleh kuasa hayat yang tidak akan berakhir. Tetapi ini bukan konsepsi kebangkitan Kristus dalam Injil Matius. Konsepsi dalam Matius tentang kebangkitan Kristus berhubungan dengan keadilan Allah. Kitab Yohanes adalah sebuah kitab hayat, dan hayat adalah masalah kekuatan. Tetapi Matius adalah kitab kerajaan dan kerajaan itu perihal keadilan. Sebab itu, menurut Matius, bagi Kristus dibangkitkan dari kematian berarti Allah membebaskan Dia menurut keadilan-Nya. Jadi, Kristus baik dihakimi, dimatikan, maupun dibangkitkan dari kematian adalah secara adil.

Pada akhirnya Kristus tidak hanya menjadi Raja yang berkuasa, tetapi juga Raja yang adil. Jika Anda membaca nubuat tentang Kerajaan Kristus, Anda akan nampak bahwa kerajaan-Nya tidak banyak berhubungan dengan kekuasaan, melainkan sangat berhubungan dengan kebenaran dan keadilan. Kerajaan bukan masalah kekuatan, melainkan masalah keadilan. Raja Penyelamat Surgawi secara adil dihakimi oleh Allah di atas salib, dan Ia secara adil pula dibangkitkan dari kematian oleh Dia untuk menjadi Raja yang adil. Ia mutlak benar. Dialah Raja yang adil bagi Kerajaan Allah yang adil.

Kita perlu memiliki konsepsi ini ketika membaca Matius 28. Dalam pasal ini kita tidak dapat menemukan petunjuk yang mengatakan bahwa kebangkitan Kristus berhubungan dengan kekuatan. Namun jika kita membaca dengan saksama, kita akan menemukan bahwa kebangkitan itu berhubungan dengan keadilan. Boleh jadi Anda bertanya-tanya mengapa dalam pasal ini, pasal yang berhubungan dengan kebangkitan Kristus, Matius mencantumkan kisah tentang disuapnya serdadu Roma (ayat 11-15). Hal ini disebutkan dengan maksud mengungkapkan ketidakbenaran manusia. Lawan ketidakbenaran bukan kekuatan, melainkan keadilan. Karena keadilan-Nya, Allah bertanggung jawab untuk membangkitkan Kristus dari kematian. Jadi kebangkitan Kristus adalah menurut keadilan Allah. Inilah alasannya mengapa Matius menyisipkan kisah tentang tersuapnya para serdadu penjaga. Tidak ada Injil lain menyebutkan hal ini. Matius mencantumkan hal ini untuk menunjukkkan bahwa kebangkitan Kristus berkaitan dengan keadilan Allah; keadilan Allah berlawanan dengan ketidakbenaran manusia. Sekali lagi saya katakan bahwa sulit sekali menemukan dalam pasal 28 sedikit saja petunjuk tentang kebangkitan Kristus yang berhubungan dengan kekuatan atau hayat.

Pada butir ini kita perlu melihat Roma 4:25. Ayat ini mengatakan, “Yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan untuk pembenaran kita.” Ayat ini menghubungkan kebangkitan dengan keadilan. Alkitab menjadikan kebangkitan bukan hanya masalah kekuatan, tetapi juga masalah keadilan. Keadilan Allah tidak hanya diekspresikan dalam kebangkitan Kristus dari kematian, tetapi juga diekspresikan dalam hal kita dibenarkan oleh kebangkitan Kristus. Jadi, kebangkitan Kristus merupakan bukti keadilan Allah dan dibenarkannya kita. Haleluya, dalam kebangkitan Kristus, Allah adalah Allah yang adil, dan kita adalah orang-orang yang dibenarkan!

Kita telah nampak bahwa kebangkitan sangat berhubungan dengan keadilan Allah. Kerajaan Surga dibangun dan didirikan di atas keadilan Allah di mana Allah bertanggung jawab untuk membangkitkan Penebus yang adil dan membuat kita menjadi benar. Jadi, kebangkitan Kristus ialah ruang lingkup keadilan. Dalam lingkungan kebangkitan Kristus, Allah adalah Allah yang adil dan kita adalah umat Allah yang dibenarkan. Di sini kita mempunyai kerajaan.

Banyak orang Kristen hari ini hanya mengetahui kerajaan kasih atau kerajaan anugerah. Dengan perkataan lain, mereka hanya paham akan ruang lingkup kasih dan anugerah. Mereka tidak paham ruang lingkup keadilan Allah. Tetapi dasar Kerajaan Allah bukan kasih atau anugerah Allah, melainkan keadilan Allah. Kerajaan Surga dibangun bukan di atas dasar kasih atau anugerah Allah, melainkan di atas dasar keadilan-Nya. Alangkah mustika, perlu, dan pentingnya keadilan Allah! Keadilan Allah mutlak perlu bagi kehidupan kerajaan. Jika kita memahami hal ini, gereja-gereja dalam pemulihan Tuhan akan sangat dikukuhkan. Haleluya, Penyelamat Rajani kita telah bangkit melalui keadilan Allah!

A. Pada Hari Pertama Minggu Itu

Marilah kita sekarang melihat beberapa detail kebangkitan Kristus yang disajikan dalam Matius 28. Ayat 1 mengatakan, “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” Kristus bangkit pada hari pertama minggu itu. Ini melambangkan bahwa kebangkitan-Nya membawakan suatu permulaan baru dengan zaman baru untuk Kerajaan Surga.

B. Ditemukan oleh Maria Magdalena dan Maria yang Lain

Kebangkitan Kristus pertama-tama ditemukan oleh dua orang saudari, Maria Magdalena dan Maria yang lain. Mereka menemukannya sebab mereka mengasihi Tuhan sampai pada puncaknya. Kemudian mereka menjadi dua saksi pertama tentang kebangkitan Tuhan.

C. Ditunjukkan oleh Malaikat

Kebangkitan Kristus ditunjukkan oleh malaikat (ayat 2-7). Ayat 2 mengatakan, “Tiba-tiba terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.” Gempa bumi menandakan bahwa bumi, tumpuan pemberontakan Iblis, diguncangkan oleh kebangkitan Tuhan. Malaikat datang membenarkan kebangkitan Tuhan dengan menggulingkan batu penutup itu dan memberitakan kebangkitan itu kepada pencari-Nya. Kedatangan Malaikat yang menggetarkan para penjaga menunjukkan kuasa surgawi. Semua ini menyiratkan kekuasaan yang disebutkan dalam ayat 18.

Menurut ayat 5 dan 6, malaikat berkata kepada perem-puan-perempuan itu, “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya.” Ini adalah kabar baik, kabar gembira!

Ayat 7 mengatakan, “Segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” Raja surgawi memulai ministri-Nya dari Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain (4:12-17), bukan dari Yerusalem, kota kudus agama Yahudi; sesudah bangkit, Dia kembali pergi ke Galilea, bukan ke Yerusalem. Ini jelas membuktikan bahwa Raja yang bangkit, benar-benar telah meninggalkan Yudaisme; dan memulai zaman baru bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah.

D. Bertemu dengan Maria Magdalena dan Maria yang Lain

Menurut ayat 8-10, Kristus yang telah bangkit bertemu dengan Maria Magdalena dan Maria yang lain. Ayat 8 mengatakan, “Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.” Mereka pergi dengan takut karena gempa bumi yang hebat, dan sukacita yang besar karena kebangkitan Tuhan. Ayat 9 mengatakan bahwa Tuhan Yesus menjumpai mereka, lalu mereka “mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyem-bah-Nya”. Hal ini terjadi setelah Tuhan menampakkan diri kepada Maria Magdalena (Yoh. 20:14-18).

E. Kabar Angin Pemimpin Kaum Yahudi

Ayat 11-15 menunjukkan bahwa para pemimpin orang Yahudi beserta serdadu Roma menyebarkan kabar palsu ten-tang kebangkitan Kristus. Mereka memberi serdadu-serdadu itu banyak uang, supaya mereka berkata bahwa murid-murid Tuhan malam-malam datang dan mencuri Dia pergi ketika para penjaga tidur. Perkataan yang keluar dari mulut pemimpin agama ini jelas adalah dusta, menunjukkan standar paling rendah dan kepalsuan agama mereka. Dalam ayat 14 mereka berkata kepada para prajurit, “Apabila hal ini terdengar oleh gubernur, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Kaum agamawan yang jahat selalu membujuk kaum politisi yang jahat un-tuk melakukan kepalsuan. Ayat 15 menunjukkan bahwa kepalsuan ini menyebabkan “Cerita ini tersebar di antara orang Yahudi sampai sekarang.” Dusta tentang kebangkitan Tuhan tersiar luas, begitu juga kabar angin mengenai pengikut-Nya dan gereja-Nya setelah kebangkitan-Nya (Kis. 24:5-9; 25:7).

II. MEMERINTAH

A. Murid-murid Pergi ke Galilea Menjumpai Dia di Atas Gunung

Ayat 16 mengatakan, “Kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.” Konstitusi Kerajaan dideklarasikan di atas gunung, transfigurasi Raja surgawi terjadi di atas gunung yang ting-gi, dan nubuat tentang zaman ini diberikan di atas gunung. Kini, untuk ekonomi Perjanjian Baru Allah, murid-murid perlu pergi ke atas gunung lagi. Hanya pada tempat yang tinggi seperti gununglah kita baru dapat melihat dengan jelas ekonomi Perjanjian Baru Allah.

B. Menampakkan Diri kepada Murid-murid dan Disembah oleh Mereka

Ayat 17 mengatakan, “Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.” Begitu murid-murid menjumpai Tuhan dalam kebangkitan, serta merta mereka menyembah Dia. Tetapi di antara mereka masih ada saja yang merasa ragu-ragu, dan belum juga mau mengakui bahwa Dia berada di dalam kebangkitan.

C. Mengumumkan bahwa Segala Kuasa

Baik di Surga Maupun di Bumi

Telah Diberikan Kepada-Nya

Ayat 18 mengatakan, “Yesus mendekati mereka dan ber-kata, ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.’” Dalam keilahian-Nya, sebagai Anak tunggal Allah, Tuhan memiliki wewenang atas segala sesuatu. Namun, dalam keinsanian-Nya, sebagai Anak manusia dan Raja dari kerajaan surgawi, kuasa di surga dan di bumi diberikan ke-pada-Nya setelah Dia bangkit.

Catatan Matius tentang kebangkitan sangat berbeda dengan catatan Yohanes. Menurut catatan Yohanes, setelah kebangkitan-Nya, Tuhan menjumpai murid-murid-Nya di sebuah ruangan yang tertutup pintunya (Yoh. 20:19). Murid-murid ketakutan; takut akan orang-orang Yahudi. Karena mereka perlu dikuatkan oleh hayat, Tuhan datang kepada mereka sebagai hayat, menghembusi mereka, dan berkata bahwa mereka menerima Roh Kudus (Yoh. 20:22). Betapa berbedanya dengan catatan Matius. Menurut Matius, Tuhan menyuruh murid-murid pergi ke gunung di Galilea. Ia pasti menjumpai mereka di atas gunung itu pada siang hari, bukan malam hari. Tambahan pula, ketika Ia menemui mereka di atas gunung, Ia tidak menghembusi mereka dan berkata bahwa mereka menerima Roh Kudus. Sebaliknya Ia berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.” Dalam Matius bukan perihal hembusan, tetapi kekuasaan. Yohanes memperhatikan masalah hayat dan hayat membutuhkan hembusan. Tetapi Matius memperhatikan masalah kerajaan dan kerajaan memerlukan kekuasaan. Injil Yohanes mewahyukan bahwa kita perlu hayat untuk memelihara domba-domba kecil dan memberi makan kawanan domba Tuhan. Tetapi dalam Matius 28 tidak ada kata tentang memelihara domba. Dalam Matius Tuhan memerintahkan murid-murid-Nya untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya (ayat 19), dan berbagian dalam kerajaan. Ini membutuhkan kekuasaan. Sebab itu, dalam Yohanes kebangkitan merupakan perihal hayat, kekuatan, hembusan, dan penggembalaan. Namun, dalam Matius kebangkitan merupakan masalah keadilan, kekuasaan, agar menjadikan bangsa-bangsa murid-murid-Nya.

D. Menyuruh Murid-murid Pergi dan Menjadikan Semua Bangsa Murid-Nya

Ayat 19 mengatakan, “Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Karena semua kuasa telah diberikan kepada-Nya, Raja surgawi mengutus murid-murid-Nya untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya. Mereka pergi dengan kuasa-Nya. Menjadikan murid berarti menjadikan orang kafir menjadi umat kerajaan, untuk mendirikan kerajaan-Nya, yaitu gereja, pada hari ini di bumi ini.

Perhatikanlah, Tuhan tidak menyuruh murid-murid memberitakan Injil, melainkan menjadikan mereka murid-Nya. Perbedaan antara memberitakan Injil dan menjadikan murid ialah: Memberitakan Injil hanya membawa orang dosa kepada keselamatan, sedangkan menjadikan murid ialah membuat orang kafir menjadi umat kerajaan. Kita diutus oleh Tuhan tidak hanya membawa orang kepada keselamat-an, tetapi juga menjadikan bangsa-bangsa murid-Nya. Inilah masalah kerajaan.

Dalam ayat 19 Tuhan berkata tentang membaptiskan bangsa-bangsa ke dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Baptisan membawa orang-orang yang bertobat keluar dari keadaan usang mereka dan masuk ke dalam keadaan yang baru, melalui mengakhiri hayat usang mereka dan menunaskan mereka dengan hayat baru dari Kristus, sehingga mereka bisa menjadi umat kerajaan. Ministri rekomendasi (perkenalan) Yohanes pembaptis dimulai dengan baptisan pendahuluan, baptisan air. Kini setelah Raja surgawi merampungkan ministri-Nya di bumi, telah melalui proses kematian dan kebangkitan, dan telah menjadi Roh pemberi-hayat, Dia menyuruh murid-murid-Nya membaptis orang yang sudah menjadi murid ke dalam Allah Tritunggal. Pembaptisan ini mempunyai dua aspek: aspek yang kasat mata dengan air, dan aspek yang tidak kasat mata dengan Roh Kudus (Kis. 2:38, 41; 10:44-48). Aspek yang kasat mata adalah ekspresi, kesaksian dari aspek yang tidak kasat mata, sedangkan aspek yang tidak kasat mata adalah realitas dari aspek yang kasat mata. Tanpa baptisan Roh yang tidak kasat mata, baptisan air yang kasat mata adalah sia-sia; tanpa baptisan air yang kasat mata, baptisan Roh itu bersifat abstrak dan tidak praktis. Kedua aspek ini diperlukan. Tidak lama se-telah Tuhan menyuruh murid-murid membaptis, Dia mem-baptis mereka dan seluruh gereja dalam Roh Kudus (1 Kor. 12:13): bagian orang Yahudi pada hari Pentakosta (Kis. 1:5; 2:4) dan bagian orang kafir di rumah Kornelius (Kis. 11:15-17). Kemudian, berdasarkan fakta itu, murid-murid membaptis-kan orang yang baru bertobat (Kis. 2:38), bukan hanya ke dalam air, tetapi juga ke dalam kematian Kristus (Rm. 6:3-4), ke dalam Kristus sendiri (Gal. 3:27), ke dalam Allah Tritunggal (Mat. 28:19), dan ke dalam Tubuh Kristus (1 Kor. 12:13). Air yang melambangkan kematian Kristus dengan penguburan-Nya dapat dianggap sebagai kubur, yang di dalamnya sejarah usang dari orang yang dibaptis diakhiri. Karena kematian Kristus tercakup dalam Kristus, dan karena Kristus adalah perwujudan Allah Tritunggal (Kol. 2:9), dan Allah Tritunggal akhirnya bersatu dengan Tubuh Kristus, maka membaptis orang yang baru percaya ke dalam kematian Kristus, ke dalam diri Kristus, ke dalam Allah Tritunggal, dan ke dalam Tubuh Kristus, tidak lain melakukan satu hal ini: di pihak negatif, mengakhiri hayat usang mereka, dan di pihak positif, menunaskan mereka dengan hayat baru, hayat kekal Allah Tritunggal, untuk Tubuh Kristus. Jadi, baptisan yang dite-tapkan Tuhan di sini membaptis orang keluar dari hayat mereka masuk ke dalam hayat Tubuh bagi Kerajaan Surga.

Kata “dalam” dalam ayat 19 menunjukkan suatu kesatuan, seperti dalam Roma 6:3, Galatia 3:27. Kata Yunani yang sama digunakan dalam Kisah Para Rasul 8:16; 19:5; dan 1 Korintus 1:13, 15. Membaptis orang ke dalam nama Allah Tritunggal adalah membawa mereka ke dalam kesatuan yang rohani dan mistikal dengan Dia.

Di sini, nama Trinitas Ilahi berbentuk tunggal. Nama ini adalah sebutan total Sang Ilahi sama dengan persona-Nya. Membaptis orang ke dalam nama Allah Tritunggal adalah mencelupkannya ke dalam segala apa adanya Allah Tritunggal.

Injil Matius dan Injil Yohanes adalah dua kitab yang di dalamnya Trinitas Ilahi diwahyukan lebih sempurna daripada dalam semua kitab lain dari Kitab Suci, agar umat pilihan Allah dapat berbagian dalam Dia dan menikmati Dia. Untuk pengalaman kita atas hayat, Yohanes mengungkapkan rahasia ke-Allahan dalam Bapa, Anak, dan Roh, khususnya dalam pasal 14—16; sedangkan untuk mendirikan kerajaan, Matius mengungkapkan realitas Trinitas dengan memberi satu nama untuk ketiganya. Dalam pasal pembuka dari Matius, Roh Kudus (1:18), Kristus (Anak — 1:18), dan Allah (Bapa — 1:23) hadir di tempat untuk menghasilkan manusia Yesus (1:21), yang sebagai Yehova Juruselamat dan Allah beserta kita, adalah perwujudan Allah Tritunggal. Dalam pasal 3, Matius menyajikan suatu pemandangan yang di dalamnya Anak berdiri dalam air baptisan, di bawah langit yang terbuka, Roh seperti burung merpati turun ke atas Anak, dan Bapa berkata dari surga kepada Anak (3:16-17). Dalam pasal 12, Anak dalam persona manusia, mengusir setan dengan Roh untuk mendatangkan Kerajaan Allah Bapa (12:28). Dalam pasal 16, Bapa mewahyukan Anak kepada murid-mu-rid untuk membangun gereja, yaitu nadi kerajaan (16:16-19). Dalam pasal 17, Anak masuk ke dalam transfigurasi (17:2) dan dipertegas dengan perkataan perkenan Bapa (17:5) men-datangkan suatu pameran miniatur manifestasi kerajaan (16:28). Akhirnya, dalam pasal penutup, setelah Kristus sebagai Adam terakhir melewati proses penyaliban, masuk ke dalam ruang lingkup kebangkitan, dan menjadi Roh pemberi-hayat, Dia kembali kepada murid-murid-Nya dalam suasana dan realitas kebangkitan-Nya untuk menyuruh mereka membuat orang kafir menjadi umat kerajaan dengan membaptis mereka ke dalam nama, persona, realitas Trinitas Ilahi. Kemudian, dalam Kisah Para Rasul dan Surat-surat Kiriman, diungkapkan bahwa membaptis orang ke dalam nama Bapa, Anak, dan Roh adalah membaptis mereka ke dalam nama Kristus (Kis. 8:16; 19:5), dan bahwa membaptis mereka ke dalam nama Kristus adalah membaptis mereka ke dalam Kristus, persona itu (Gal. 3:27; Rm. 6:3), karena Kristus adalah perwujudan Allah Tritunggal, dan Dia, setelah menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45), tersedia setiap saat dan di setiap tempat, agar orang-orang bisa dibaptis ke dalam-Nya. Menurut Matius, dibaptis ke dalam realitas Bapa, Anak, dan Roh adalah untuk mendirikan Kerajaan Surga. Berbeda dengan masyarakat dunia, Kerajaan surga tidak dapat dibentuk dengan manusia yang terdiri dari darah dan daging (1 Kor. 15:50); Kerajaan Surga dapat dibentuk hanya dengan orang-orang yang masuk ke dalam kesatuan dengan Allah Tritunggal dan yang didirikan dan yang dibangun dengan Allah Tritunggal yang telah digarapkan ke dalam mereka.

E. Berjanji Akan Senantiasa Beserta dengan Murid-murid Sampai Akhir Zaman

Dalam ayat 20 Tuhan berkata kepada murid-murid-Nya, “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Raja surgawi adalah Imanuel, Allah menyertai kita (1:23). Di sini, Dia berjanji bahwa dalam kebangkitan Dia akan menyertai kita senantiasa dengan segala kuasa, sampai kepada perampungan zaman, yaitu sampai akhir zaman ini. Karena itu, di mana saja kita berkumpul ke dalam nama-Nya, Dia ada di tengah-tengah kita (18:20).

Dalam keempat Injil, kenaikan Tuhan hanya dicatat dalam Injil Markus (16:19) dan Injil Lukas (24:51). Yohanes bersaksi bahwa Tuhan, sebagai Anak Allah, bahkan Allah sendiri, adalah hayat bagi kaum beriman-Nya. Sebagai yang demikian, Dia tidak pernah dan tidak akan meninggalkan mereka. Matius membuktikan bahwa Dia, sebagai Imanuel, adalah Raja surgawi yang senantiasa bersama umat-Nya sam-pai Dia datang kembali. Jadi, dalam Injil Yohanes dan Injil Matius, kenaikan Tuhan tidak disebutkan.

Tuhan adalah Raja dalam kerajaan yang menyertai umat kerajaan, setiap hari Dia menyertai kita, sampai akhir zaman. Hari ini, tercakup dalam setiap hari. Tuhan beserta dengan kita hari ini, dan Dia akan beserta dengan kita besok; tidak satu hari pun yang terkecuali. Dia akan menyertai kita sampai akhir zaman. Ini mengacu pada akhir zaman yang merupakan parousia Tuhan, kedatangan Tuhan. Akhir zaman, kesudahan zaman itu, akan ada kesusahan besar. Kita tidak mau berada di sini pada saat itu. Sebaliknya, kita ingin terangkat ke dalam parousia Tuhan, ke dalam hadirat-Nya. Inilah perkara kerajaan.

Dalam kebangkitan Tuhan beserta keadilan-Nya, kerajaan tertampil, dan kita memiliki kekuasaan, perintah, dan kedudukan untuk menjadikan bangsa-bangsa murid-murid-Nya. Dengan cara inilah kerajaan terus berkembang luas.

?

Pelajaran Hayat

Kitab Kejadian

Buku

01 02 03 04 05 06 07 08

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Kitab Keluaran

Buku

01 02 03 04 05 06 07 08

09 10 11

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Kitab Imamat

Buku

01 02 03

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Kitab Bilangan

Buku

01 02

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Kitab Ulangan

Buku

01

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

Pelajaran Hayat

Surat Efesus

Buku

01 02 03 04

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat Filemon

Buku

01

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

Pelajaran Hayat

Surat Filipi

Buku

01 02 03

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

Pelajaran Hayat

Surat Galatia

Buku

01 02

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat Ibrani

Buku

01 02 03 04

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Injil Lukas

Buku

01 02 03

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Injil Markus

Buku

01 02 03

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Injil Matius

Buku

01 02 03 04

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Injil Yohanes

Buku

01 02 03

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

Pelajaran Hayat

Kisah Para Rasul

Buku

01 02 03

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

Pelajaran Hayat

Surat Kolose

Buku

01 02 03

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

Pelajaran Hayat

Surat Roma

Buku

01 02 03 04

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat Wahyu

Buku

01 02 03 04

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat Yakobus

Buku

01

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat Yudas

Buku

01

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

Pelajaran Hayat

Surat 1Korintus

Buku

01 02 03

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat 1Petrus

Buku

01 02

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat 1Tesalonika

Buku

01 02

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat 1Timotius

Buku

01

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat Titus

Buku

01

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat 1Yohanes

Buku

01 02

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

Pelajaran Hayat

Surat 2Korintus

Buku

01 02 03

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat 2Petrus

Buku

01

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat 2Tesalonika

Buku

01

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat 2Timotius

Buku

01

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat 2Yohanes

Buku

01

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

Pelajaran Hayat

Surat 3Yohanes

Buku

01

Yayasan Perpustakaan Injil

(Yasperin)

?

PELAJARAN HAYAT

SURAT ROMA

BERITA

01 02 03 04 05 06 07 08

09 10 11

12 13 14 15 16