← Daftar isi Matius (4) · bab 15/20

NUBUAT KERAJAAN (7)

Dalam berita ini kita akan membahas Matius 25:31-46, firman Tuhan tentang penghakiman terhadap bangsa-bangsa.

III. MENGENAI BANGSA-BANGSA

Dalam dua bagian pertama nubuat kerajaan, Tuhan mengungkap orang Yahudi dan gereja. Pada akhir zaman ini, orang-orang di bumi akan terbagi menjadi tiga golongan: orang Yahudi, orang beriman, dan orang kafir. Kata “tetapi” (LAI: apabila) pada permulaan ayat 31 menunjukkan bahwa yang dikatakan dari ayat 31-46 adalah bagian lain, bagian tentang orang kafir. Ketika nubuat Tuhan beralih dari orang Yahudi kepada gereja dalam 24:32, kata “tetapi” digunakan untuk menunjukkan perubahan ini. Demikian juga dengan 25:31.

Jika nubuat Tuhan hanya mengungkapkan orang Yahudi dan gereja, itu takkan sempurna, sebab tidak ada bangsa-bangsa. Agar nubuat-Nya mencakup semua, Tuhan harus mengatakan apa yang akan terjadi atas bangsa-bangsa pada akhir zaman ini. Banyak guru Kristen mencampuradukkan firman Tuhan dalam tiga bagian nubuat kerajaan dengan beberapa ayat penerapan tentang orang Yahudi terhadap ge-reja. Baik perkataan terhadap orang Yahudi maupun perka-taan terhadap orang kafir terus diterapkan kepada kaum beriman. Banyak ajaran yang mengatakan bahwa pengha-kiman bangsa-bangsa ialah penghakiman terakhir yang Tuhan laksanakan atas kita semua. Pada masa lampau saya men-dengar beberapa guru Kristen memperingatkan kami agar jangan menjadi kambing. Kami disuruh mengasihi orang mis-kin dan orang yang menderita, sehingga ketika Tuhan Yesus datang kembali, kami dapat dipandang sebagai domba. Jika tidak, Ia akan menganggap kami kambing. Syukur kepada Tuhan bahwa dalam nubuat-Nya Ia menggunakan kata “te-tapi” pada dua tempat yang menentukan, dalam 24:32 dan dalam 25:31. Kata ini menunjukkan bahwa nubuat itu terlebih dulu beralih dari orang Yahudi kepada orang ber-iman, kemudian dari orang beriman beralih kepada orang kafir.

A. Kristus Datang di Atas Takhta Kemuliaan

Ayat 31 mengatakan, “Tetapi ketika Anak Manusia da-tang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya” (Tl.). Anak Manusia adalah gelar atau sebut-an Kristus sehubungan dengan kerajaan-Nya, Kerajaan Mesias (13:41). Penghakiman-Nya di sini adalah persiapan untuk kerajaan itu.

Kemuliaan Tuhan meliputi kemuliaan keilahian-Nya (Yoh. 17:22, 24), kemuliaan keinsanian-Nya (Mzm. 45:4), kemuliaan kebangkitan-Nya (Yoh. 7:39; Kis. 3:3-15), dan kemuliaan kenaikan-Nya (Ibr. 2:9). Kedatangan yang dikatakan dalam ayat ini ialah aspek terbuka kedatangan Tuhan, yang merupakan kelanjutan kedatangan-Nya yang disebutkan dalam 24:30. Takhta tempat Ia bersemayam ialah takhta Daud (Luk. 1:32-33), yang berada di Yerusalem (Mat. 19:28; Yer. 3:17).

B. Penghakiman atas Bangsa-Bangsa

1. Semua Bangsa Dikumpulkan di Hadapan Takhta Kemuliaan Kristus

Ayat 32 mengatakan, “Lalu semua bangsa akan dikum-pulkan di hadapan-Nya.” Semua bangsa mengacu kepada semua bangsa lain yang masih hidup pada saat Kristus kem-bali ke bumi, setelah Dia membinasakan bangsa bukan Yahudi yang mengikuti Antikristus di Harmagedon (Why. 16:14, 16; 19:11-15, 19-21). Bangsa bukan Yahudi yang masih ting-gal ini akan dikumpulkan dan dihakimi di takhta kemuliaan Kristus. Ini akan menjadi penghakiman Kristus atas orang-orang hidup sebelum Kerajaan Seribu Tahun (Kis. 10:42; 2 Tim. 4:1). Hal ini berbeda dengan penghakiman-Nya atas orang-orang mati pada takhta putih besar setelah Kerajaan Seribu Tahun (Why. 20:11-15) dan akan dilaksanakan di bumi setelah penghakiman-Nya atas kaum beriman pada takhta penghakiman-Nya di angkasa (ayat 19-30).

Ayat 32 mengatakan bahwa bangsa-bangsa, yaitu orang-orang bukan Yahudi (orang-orang kafir), akan dikumpulkan di hadapan-Nya. Namun ketika Tuhan membicarakan sepuluh gadis, Ia tidak mengatakan bahwa mereka akan dikumpulkan; sebaliknya, Ia mengatakan bahwa mereka datang. Sebagaimana telah kita tunjukkan bahwa kedatangan menunjukkan keterangkatan. Dalam pembicaraan tentang hamba yang menerima talenta, Tuhan juga mengatakan bahwa mereka datang. Tetapi bangsa-bangsa takkan datang, mereka akan dikumpulkan. Dalam perumpamaan yang sama dengan perumpamaan domba dan kambing, perumpamaan ketujuh dalam Matius 13, ikan pun dikumpulkan dari laut. Semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan takhta kemuliaan Kristus dan dihakimi di sana.

2. Kristus Memisahkan Mereka seperti Gembala Memisahkan Domba dari Kambing

Ayat 32-33 mengatakan, “Lalu semua bangsa akan dikum-pulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari yang lain, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.” Ini menunjukkan bahwa Tuhan ialah Gembala bukan hanya bagi kaum beriman (Yoh. 10:11; Ibr. 13:20) dan orang Yahudi (Mzm. 80:2; Yer. 31:10), tetapi juga bagi semua orang bukan Yahudi (Mzm. 100:1-3). Domba akan dikumpulkan di sebelah kanan-Nya, tempat kehormatan (1 Raj. 2:19; Mzm. 45:10).

3. Domba Mewarisi Kerajaan yang Disediakan bagi Mereka Sejak Dunia Dijadikan

Ayat 34 mengatakan, “Lalu Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah (warisilah) Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.” Setelah penghakiman pada takhta kemuliaan Kristus, domba-domba akan dipindahkan ke Kerajaan Seribu Tahun, menjadi rakyat yang hidup di bawah pemerintahan rajani Kristus dan kaum beriman pemenang (Why. 2:26-27; 12:5; 20:4-6), dan di bawah pelayanan imamat orang Yahudi yang beroleh selamat (Za. 8:20-23). Dengan demikian “domba” akan mewarisi kerajaan (yang akan datang). Dalam Kerajaan Seribu Tahun akan ada tiga bagian: (1) bagian bumi, tempat yang mendapatkan berkat penciptaan Allah, seperti yang disebutkan dalam Kejadian 1:28-30; (2) bangsa Israel di Kanaan, dari Sungai Nil sampai Sungai Efrat, dari sana orang-orang Yahudi yang ber-oleh selamat akan memerintah seluruh bumi (Yes. 60:10-12; Za. 14:16-18); dan (3) bagian surgawi dan rohani (1 Kor. 15:50-52), manifestasi Kerajaan Surga, tempat kaum ber-iman pemenang akan menikmati pahala kerajaan (5:20; 7:21). Kerajaan yang akan diwarisi domba-domba adalah bagian per-tama. Bagian berkat pertama dalam Kerajaan Seribu Tahun, berkat penciptaan Allah, disediakan bagi domba sejak dunia dijadikan, sedangkan berkat dalam bagian ketiga, berkat ke-rajaan yang surgawi dan rohani, ditetapkan untuk kaum beriman sebelum dunia dijadikan (Ef. 1:3-4).

Seluruh bumi berada di bawah pemerintahan Allah untuk merampungkan ekonomi-Nya. Ekonomi Allah bertujuan untuk memulihkan bumi dan mendirikan kerajaan-Nya secara penuh di bumi. Allah lebih tertarik terhadap bumi daripada surga. Menurut Alkitab, Allah bermaksud meninggalkan sur-ga. Ia ingin turun dari surga dan mendirikan kerajaan-Nya di bumi.

Dalam Kerajaan Allah sebagai lingkungan pemerintahan Allah, perlu ada tiga golongan orang: imam, raja, dan umat atau penduduk. Nubuat tentang kerajaan yang diberikan oleh Tuhan di atas Bukit Zaitun berkaitan dengan ekonomi Allah untuk mendatangkan kerajaan-Nya. Perkataan yang terak-hir ini memberi tahu kita hasil aktivitas Allah di bumi un-tuk mendirikan kerajaan-Nya. Hasilnya ialah Allah akan memperoleh tiga golongan orang: imam, raja, dan umat, yang dengan mereka Ia akan memperoleh kerajaan yang sempurna. Bangsa Israel seperti perempuan dalam penderitaan bersalin untuk membebaskan umat Yahudi yang akan menjadi imam selama masa seribu tahun. Zakharia 8 mewahyukan bahwa orang-orang Yahudi akan menjadi imam selama kerajaan yang akan datang. Mereka akan mengajar semua bangsa untuk melayani Allah. Tidak ada lagi penyembahan kepada berhala. Kaum beriman, yang diungkapkan dalam bagian kedua dari nubuat ini, akan menjadi raja, dan umatnya akan diambil dari antara bangsa-bangsa. Alangkah berhikmatnya Tuhan, hanya dalam dua pasal saja sudah mencakup seluruh ekonomi Allah.

Sedikit sekali orang Kristen yang nampak betapa Allah menghakimi orang menurut tiga perkara. Bahkan orang Kristen fundamental percaya bahwa Allah menghakimi orang hanya menurut dua perkara — hukum Taurat dan Injil. Menurut hukum Taurat, setiap keturunan Adam dihakimi dan akan binasa; sedangkan menurut Injil, setiap orang yang percaya dalam Kristus akan diselamatkan. Jadi, binasa itu menurut hukum Taurat dan keselamatan itu menurut Injil. Namun sebenarnya masih ada perkara ketiga, yang menurut-nya Allah akan menghakimi orang. Inilah Injil kekekalan.

Selama penganiayaan di bawah Antikristus, untuk memelihara kaum beriman yang tertinggal di bumi, Injil kekekalan akan diberitakan kepada bangsa-bangsa (Why. 14:6-7), sebagaimana dijelaskan oleh perumpamaan jala dalam Matius 13:47-50. Tuhan kelak akan menghakimi bangsa-bangsa bukan menurut hukum Taurat Musa atau Injil Kristus, me-lainkan menurut Injil kekekalan. Mereka yang mendengar-kan Injil itu dan memperlakukan baik-baik kaum beriman yang menderita, akan diberkati dan diperhitungkan sebagai kebenaran (ayat 46) untuk mewarisi kerajaan (ayat 34), tetapi mereka yang tidak mau berbuat demikian akan dikutuk (ayat 41) dan binasa hingga kekal. Injil anugerah (kasih ka-runia) (Kis. 20:24) membawa hayat kekal ke dalam kaum beriman (Yoh. 3:15-16) agar mereka dapat hidup oleh hayat Allah, sedangkan Injil kekekalan membawa domba-domba ke dalam hidup kekal (ayat 46) agar mereka dapat hidup dalam lingkungan hayat Allah.

Injil kekekalan akan memberi tahu orang-orang untuk takwa kepada Allah dan menyembah Dia; tetapi tidak ber-kata tentang bertobat atau percaya. Injil yang telah kita de-ngar mutlak berbeda dengan Injil kekekalan, sebab kita diberi tahu untuk bertobat kepada Allah dan percaya dalam Tuhan Yesus. Injil anugerah tidak mengatakan apa-apa ten-tang takut atau penyembahan, melainkan menitikberatkan pada pertobatan dan kepercayaan. Lagi pula, inti Injil anuge-rah ialah Kristus.

Selain Injil hukum Taurat dan Injil anugerah, Injil ke-kekalan adalah masalah ketiga yang mengatakan bahwa Allah akan menghakimi orang-orang. Mereka semua yang binasa dihakimi menurut hukum Taurat, umat yang ber-oleh selamat dihakimi menurut Injil anugerah, dan bangsa-bangsa dikumpulkan di hadapan takhta kemuliaan Kristus dihakimi menurut Injil kekekalan. Matius 25:31-46 tidak berhubungan dengan hukum Taurat maupun dengan Injil anugerah. Kristus tidak akan memisahkan bangsa-bangsa menurut sepuluh perintah Allah atau menurut pertobatan dan kepercayaan mereka di dalam-Nya. Sebaliknya, Ia akan memisahkan mereka menurut cara mereka memperlakukan saudara-Nya yang terkecil menurut Injil kekekalan (ayat 40). Mereka yang memperlakukan saudara-Nya yang terkecil dengan baik akan menjadi “domba” (ayat 34-40), tetapi me-reka yang tidak memperlakukan mereka dengan baik akan menjadi “kambing” (ayat 41-46).

Perlakuan terhadap saudara Kristus akan merupakan pokok penghakiman di hadapan takhta kemuliaan yang akan terjadi selama kesusahan besar ketika kaum beriman men-derita penganiayaan oleh Antikristus (Why. 13:6-7; 20:4). Semua penderitaan dalam ayat 35-39 akan menimpa kaum beriman yang tertinggal dalam penderitaan (Why. 3:10) selama kesusahan besar (Mat. 24:21). Menurut Wahyu 14, selama kesusahan besar Antikristus akan memaksa umat Allah menyembah dirinya. Pada saat itu malaikat akan mem-beritakan Injil kekekalan untuk memperingatkan orang-orang agar takut terhadap Allah dan tidak menganiaya umat-Nya. Orang Kristen yang dianiaya oleh Antikristus akan dipandang oleh Tuhan sebagai saudara-Nya yang kecil. Saudara yang lebih besar sudah terangkat dan yang kecil tertinggal untuk mengalami kesengsaraan dahsyat. Antikristus akan mengani-aya mereka, berbuat jahat terhadap mereka dan memenja-rakan mereka. Karena itu mereka akan kekurangan sandang pangan dan banyak yang akan jatuh sakit. Tetapi suatu su-ara dari surga akan mengatakan: “Takutilah Allah dan sem-bahlah Dia, dan jangan melakukan sesuatu yang melukai umat Allah. Mereka yang takut terhadap Antikristus, bukan terhadap Allah akan binasa.”

Allah akan menanggulangi orang yang tidak percaya menurut hukum Taurat dan menanggulangi orang yang percaya menurut Injil Kristus selama zaman anugerah. Tetapi pada akhir zaman ini, tiga setengah tahun kesusahan besar, Allah akan mengutus malaikat untuk memberitakan Injil khusus, yakni Injil kekekalan. Ini merupakan masalah pengaturan zaman. Kemudian, setelah Kristus menghakimi kaum beriman pada takhta penghakiman di angkasa, Ia akan datang beserta para pemenang untuk menghancurkan pa-sukan Antikristus, menyelamatkan sisa orang Yahudi, dan mendirikan takhta kemuliaan-Nya di Yerusalem. Lalu semua orang kafir yang masih hidup akan dikumpulkan di ha-dapan-Nya untuk dihakimi. Melalui takhta penghakiman di angkasa, Ia akan membereskan situasi di antara orang Yahudi. Terakhir, pada takhta kemuliaan-Nya, Ia akan membereskan situasi di antara bangsa-bangsa. Ia akan menghakimi me-reka tidak menurut hukum Taurat, atau menurut Injil anu-gerah, melainkan menurut Injil kekekalan, menurut bagai-mana mereka memperlakukan saudara-Nya yang kecil selama kesusahan besar. Kisah Para Rasul 10:42 dan 2 Timotius 4:1, keduanya mengatakan bahwa Kristus adalah Hakim orang hidup dan orang mati. Kristus akan menghakimi orang yang sudah mati di takhta putih setelah masa seribu ta-hun. Tetapi Ia akan menghakimi orang yang masih hidup di depan takhta kemuliaan-Nya sebelum masa seribu tahun. Penghakiman menurut hukum Taurat bagi kebinasaan kekal tergantung pada bagaimana sikap seseorang terhadap Allah; penghakiman menurut Injil keselamatan kekal bergantung pada bagaimana sikap orang beriman terhadap Kristus; dan penghakiman menurut Injil kekal bagi “domba” untuk mewarisi Kerajaan Seribu Tahun bergantung pada bagaimana sikap mereka terhadap saudara kecil Tuhan.

4. Kambing Masuk ke Dalam Api Kekal yang Disediakan bagi Iblis dan Malaikat-Malaikatnya

Ayat 41 mengatakan, “Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malai-katnya.” Api ini ialah api dalam lautan api (Why. 20:14-15). “Kambing” akan binasa dalam lautan api setelah Antikristus dan nabi palsu (Why. 19:20), sebelum Iblis dan orang dosa yang dibangkitkan dimasukkan ke sana (Why. 20:10, 15). Ini adalah bagian dari kegenapan Wahyu 14:10. Lautan api disiapkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya, bukan untuk manusia. Namun jika manusia mengikuti Iblis, menentang Tuhan, dia akan mendapat bagian dalam lautan api bersama dengan Iblis dan malaikat-malaikatnya yang jatuh.

Domba-domba akan menerima kerajaan yang disediakan sejak dunia dijadikan. Tetapi orang Kristen yang menjadi raja selama Kerajaan Seribu Tahun akan menerima apa yang telah ditentukan bagi mereka sebelum dunia dijadikan. Ba-gian untuk domba hanyalah menikmati apa yang telah Allah ciptakan sejak dunia dijadikan. Dalam Kerajaan Seribu Tahun terdapat bagian surgawi dan bagian bumiah. Bagian surgawi adalah manifestasi kerajaan, Kerajaan Bapa. Orang Yahudi akan berada di pusat bagian bumi sebagai imam dan di sekitar orang Yahudi akan terdapat domba-domba, yaitu bangsa yang beroleh selamat sebagai umat. Kita, kaum beriman pemenang, akan berbagian dalam kenikmatan rohani Kristus dan da-lam semua berkat surgawi. Kenikmatan kita adalah surgawi, rohani, dan ilahi. Tetapi kenikmatan “domba” sebagai bang-sa yang terpulih, tidak akan menjadi surgawi atau rohani, melainkan hanyalah berkat yang pernah hilang oleh keja-tuhan Adam, yang Allah berikan kepada manusia ketika Ia menciptakan bumi. Saya girang bahwa kita berada dalam kategori yang paling baik, yaitu kategori raja. Orang Yahudi akan berada dalam bagian bumiah, tetapi kita akan berada dalam bagian surgawi. Bagian kita adalah memerintah atas bangsa-bangsa. Betapa saya bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi kita penampakan Kerajaan Seribu Tahun se-jelas ini!

Dalam nubuat kerajaan, baik dalam bagian tentang orang Yahudi maupun dalam bagian tentang orang bukan Yahudi tidak berhubungan dengan hayat. Tetapi bagian tentang kaum beriman, gereja, erat berhubungan dengan hayat. Kita telah menunjukkan bahwa kita perlu setia, berjaga-jaga dan ber-siap sedia, berhikmat, dan bijaksana. Semuanya ini merupa-kan suatu petunjuk bahwa kita harus penuh dengan hayat. Hayat selalu beserta kita. Haleluya, kita adalah manusia hayat!