← Daftar isi Matius (4) · bab 10/20

NUBUAT KERAJAAN (2)

Kita telah nampak bahwa jawaban Tuhan atas perta-nyaan murid-murid-Nya terdiri atas tiga bagian: bagian mengenai orang-orang Yahudi (24:4-31), bagian mengenai gereja (24:32—25:30), dan bagian mengenai bangsa-bangsa (25:31-46). Bagian mengenai orang-orang Yahudi dipisahkan menjadi dua bagian: dari kenaikan Kristus sampai pada akhir zaman (24:1-14) dan selama akhir zaman (24:15-31). Untuk dapat memahami 24:1-31, kita harus mengingat se-mua bagian ini. Kita pun harus berhati-hati jangan sampai salah menerapkan ayat-ayat itu pada waktu-waktu yang keliru atau pada orang yang keliru.

Banyak guru Kristen tidak memahami makna istilah “akhir zaman”. Ungkapan Yunani di sini dapat pula diter-jemahkan “kelengkapan zaman” atau “pengakhiran zaman”. Akhir zaman menunjukkan tiga setengah tahun kesusahan besar yang akan mengakhiri zaman ini. Sebab itu akhir zaman bukan penutupan zaman, melainkan periode zaman yang paling terakhir. Untuk dapat memahami nubuat dalam Perjanjian Lama dan Baru, kita harus mempunyai pengertian yang jelas akan hal ini. Banyak orang Kristen bingung tentang nubuat, sebab mereka tidak jelas akan akhir zaman ini.

Istilah “pengakhiran zaman” dijumpai dalam ayat ter-akhir Injil Matius (28:20). Oleh karena kita ingin terangkat, kita berharap Tuhan menyertai kita sampai pada akhir za-man ini, bukan sampai pada penutupan zaman. Pada masa penutupan zaman, Tuhan akan turun ke bumi dan menje-jakkan kaki-Nya di atas Bukit Zaitun. Sebelum hal ini ter-jadi, terdapat sejangka waktu yang disebut Alkitab sebagai “akhir zaman”, suatu periode yang akan mengakhiri tiga setengah tahun. Dalam Matius 24:6 Tuhan berkata kepada murid-murid-Nya bahwa mereka akan mendengar tentang peperangan dan deru peperangan, tetapi “belum sampai ke-sudahannya”. Dia berkata kepada mereka agar mereka jangan gelisah, sebab semuanya itu baru permulaan penderitaan, belum sampai kesudahannya yakni kesusahan besar. Dalam ayat 14 Dia berkata bahwa Injil Kerajaan akan diberitakan di seluruh bumi sebagai kesaksian bagi seluruh bangsa dan kemudian pengakhiran itu akan tiba. Dalam ayat 6 Dia berkata masih belum kesudahan zaman, tetapi dalam ayat 14 Dia berkata bahwa kesudahan zaman akan datang.

B. Pada Akhir Zaman

Kini kita sampai pada 24:15-31. Ayat-ayat ini melukiskan perkara-perkara yang akan terjadi pada akhir zaman selama tiga setengah tahun yang terakhir. Akhir zaman dimulai dalam ayat 15. Ingatlah, pasal ini terutama membicarakan tanda kedatangan Tuhan dan tanda akhir zaman. Ayat 14 menunjukkan bahwa suatu tanda akhir zaman yang kuat ialah pemberitaan Injil Kerajaan ke seluruh bumi. Ke-tika hal ini genap, kita harus menyadari bahwa tiga sete-ngah tahun yang terakhir sudah hampir mulai. Sebab itu, pemberitaan Injil Kerajaan akan merupakan tanda yang terbesar dalam akhir zaman ini. Sebelum pemberitaan ini, banyak perkara lain akan terjadi. Tetapi perkara-perkara itu bukan tanda akhir zaman, sebab ketika membicarakan-nya Tuhan berkata bahwa masih belum sampai pada kesu-dahannya. Karena itu pemberitaan Injil Kerajaan ke seluruh bumi akan merupakan tanda unik akhir zaman ini. Segera setelah pemberitaan Injil Kerajaan, peristiwa yang dilukiskan dalam ayat 15 akan terjadi.

1. Kesusahan Besar

a. Patung Antikristus Berdiri dalam Bait Suci

Ayat 15 berkata, “Jadi, apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disam-paikan melalui Nabi Daniel — para pembaca hendaklah me-mahaminya.” Tidak ada yang tahu berapa lama selang waktu peristiwa yang disebutkan dalam ayat 4-14. Tetapi nubuat dalam ayat 15-31, mengenai sisa orang Yahudi, secara tegas akan digenapi dalam tiga setengah tahun terakhir dari zaman ini, masa kesusahan besar, paruh kedua dari minggu terakhir yang dinubuatkan dalam Daniel 9:27, yang akan dimulai dengan didirikannya patung Antikristus (berhalanya) dalam Bait Suci (ayat 15) dan akan berakhir dengan kedatangan Kristus secara terbuka (ayat 30).

“Keji” di sini berarti berhala (Bil. 29:17). Ini mengacu kepada patung Antikristus yang akan didirikan sebagai suatu berhala dalam Bait Allah (Why. 13:14-15; 2 Tes. 2:4) pada permulaan kesusahan besar (ayat 21). Antikristus beserta nabi palsunya akan memaksa orang menyembah berhala ini. Pendirian berhala ini akan menandai permulaan kesusahan besar, yaitu akhir zaman.

Banyak orang Kristen tidak mengerti jelas tentang kata-kata “Pembinasa keji”. Sebagaimana kita nampak, keji (ke-kejian) di sini mengacu kepada berhala, patung Antikristus yang didirikan di tempat kudus. Menurut Wahyu 13, pa-tung ini akan bisa berbicara. Sebelum saat itu, tidak satu pun berhala bisa berbicara. Bahasa Yunani menerjemahkan “pembinasa” dengan arti “mendatangkan kehancuran”, “meng-hancurkan”. Kekejian itu, patung Antikristus, akan menda-tangkan kehancuran, kebinasaan. Antikristus juga disebut pembinasa (Apolion, Why. 9:11); dia akan banyak melaku-kan penghancuran (Dan. 8:13, 23-25; 9:27). Segera setelah Antikristus mendirikan patungnya dan memaksa orang me-nyembahnya, ia akan mulai merusak semua perkara agama-wi. Di samping itu, berhala ini akan membangkitkan ama-rah Tuhan dan Dia akan datang untuk menghancurkan Antikristus dan pasukannya. Inilah yang ditunjukkan oleh kata-kata “Pembinasa keji”.

Patung berhala ini akan berdiri dalam tempat kudus. Tempat kudus di sini mengacu kepada Bait Suci (Mzm. 68:36; Yeh. 7:24; 21:2). Ini menunjukkan bahwa Antikristus akan mendirikan patungnya dalam Bait Suci.

b. Orang-orang Yahudi Perlu Melarikan Diri

Ketika Pembinasa keji didirikan di tempat kudus, orangorang Yahudi perlu melarikan diri. Ayat 16-17 mengatakan, “Maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang di berada di atas ru-mah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya.” Karena kesusahan besar sudah dimulai, si-tuasinya demikian gawat sehingga orang-orang Yahudi tidak seharusnya kembali ke rumah mereka untuk mengambil se-suatu. Mereka yang berada di ladang pun tidak seharusnya kembali mengambil pakaiannya (ayat 18). Ayat 19 mengatakan, “Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusu-kan bayi pada masa itu.” Ibu-ibu yang hamil atau yang me-nyusui bayi akan sulit melarikan diri. Orang Yahudi perlu melarikan diri secepat mungkin.

Ayat 20 melanjutkan, “Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin atau pada hari Sabat.” Musim dingin adalah waktu yang sulit untuk melarikan diri, dan pada hari Sabat bepergian itu sangat terbatas. Pada hari Sabat orang hanya diperbolehkan menempuh jalan yang pendek (Kis. 1:12), jarak yang tidak cukup untuk melarikan diri. Penyebutan hari Sabat di sini menunjukkan bahwa orang Yahudi tetap akan memelihara hari Sabat setelah bangsa Israel dipulihkan. Murid-murid yang mendengar perkataan Tuhan di sini berstatus ganda, satu sebagai wakil sisa orang-orang Yahudi dan yang lain se-bagai kaum beriman Perjanjian Baru, yang membentuk ge-reja. Dalam bagian perkataan Tuhan yang menyinggung orang-orang Yahudi (24:4-31), murid-murid mewakili sisa orang Yahudi, sedangkan dalam bagian yang menyinggung gereja (24:32—25:30), mereka mewakili kaum beriman Per-janjian Baru. Dalam keempat kitab Injil, dalam hal situasi luaran, Tuhan memperlakukan murid-murid-Nya sebagai orang Yahudi, tetapi dalam hal Roh dan hayat, Dia menganggap mereka sebagai kaum beriman Perjanjian Baru.

c. Terjadi Siksaan yang Dahsyat

Ayat 21 mengatakan, “Sebab pada masa itu akan ter-jadi siksaan yang dahsyat (kesusahan besar) seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.” Siksaan yang dahsyat (kesu-sahan besar) akan terjadi pada tiga setengah tahun terakhir dari zaman ini. Kesusahan besar yang dikatakan di sini akan terjadi di Yerusalem sebagai pusatnya dan Yudea sebagai sekelilingnya, sedangkan pencobaan dalam Wahyu 3:10 akan terjadi di Roma sebagai pusatnya dan seluruh bumi sebagai sekelilingnya. Tidak ada kesusahan lain yang dapat diban-dingkan dengan kesusahan besar ini, yang akan terjadi di bawah tangan Antikristus.

Yerusalem pernah dihancurkan lebih dari sekali, dan akan dihancurkan lagi. Pertama kali Yerusalem dihancur-kan di bawah pemerintahan Nebukadnezar dengan pasukan Babilonia. Kemudian pada abad kedua sebelum masehi, se-telah pembangunan kembali Bait Suci, Bait Suci itu dice-markan oleh Antiokhus Epiphanes. Banyak siswa sekolah Alkitab tahu bahwa ia adalah tipe Titus, yang datang meng-hancurkan Yerusalem pada tahun 70 Masehi. Bagian-bagian tertentu tentang Daniel menunjukkan Antiokhus maupun Titus, dan kadang-kadang sulit membedakan mana yang mengacu kepada Antiokhus dan mana yang mengacu kepa-da Titus. Lukas 21 menunjukkan penghancuran Yerusalem di bawah Titus dan penghancuran di bawah Antikristus. Sebab itu, Antiokhus Ephiphanes adalah tipe Titus dan Titus ialah tipe Antikristus.

Kita harus berhati-hati, jangan sampai dibingungkan oleh ayat-ayat dalam Matius 24 dengan ayat-ayat dalam Lukas 21, sebab keduanya tidak menerangkan peristiwa yang tepat sama. Dalam Matius tidak ada keterangan tentang peng-hancuran di bawah Titus, tetapi di sini hanya tercatat ba-yang-bayang penghancuran. Penghancuran Yerusalem di ba-wah Titus pada tahun 70 Masehi merupakan bayang-bayang penghancuran yang akan datang di bawah Antikristus. Ja-nganlah menerapkan 24:15-31 pada masa lain dari tiga se-tengah tahun akhir zaman ini, ketika itu Antikristus akan bangkit menganiaya orang-orang Yahudi.

Ayat 22 mengatakan, “Sekiranya waktunya tidak diper-singkat, maka tidak seorang pun akan diselamatkan; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan, waktu itu akan di-persingkat.” Sebagaimana kita nampak, kesusahan besar akan berlangsung hanya tiga setengah tahun. Orang-orang pilihan di sini mengacu kepada orang-orang Yahudi, umat pilihan Allah (Rm. 11:28).

Bagaimana kita tahu bahwa kesusahan besar akan berlangsung tiga setengah tahun? Daniel 9 mengatakan minggu (satu kali tujuh masa) terakhir dari tujuh puluh minggu. Minggu terakhir adalah tujuh tahun terakhir sejarah Israel pada zaman ini. Pada permulaan tujuh tahun ini, orang Yahudi akan mengikat perjanjian dengan Antikristus. Tetapi pada pertengahan tujuh tahun itu, Antikristus akan berubah pikiran dan berbalik menentang mereka. Dalam persetujuannya dengan orang-orang Yahudi, Antikristus akan mengizinkan mereka menyembah Allah menurut agama Yahudi. Tetapi pada akhir tiga setengah tahun yang pertama, Antikristus akan mulai menganiaya setiap macam agama, mendirikan patungnya di Bait Suci, dan memaksa orang me-nyembah dia. Itu adalah permulaan kesusahan besar, yaitu pada akhir zaman ini, tiga setengah tahun yang terakhir. Di bawah kedaulatan dan belas kasihan Allah, saat ini akan dipersingkat. Siksaan di bawah Antikristus akan sangat he-bat sehingga tidak seorang pun dapat bertahan. Jika Allah tidak mempersingkatnya, dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat. Tetapi demi orang-orang pilihan, hari-hari itu akan dibatasi hanya selama tiga setengah tahun.

d. Mesias-mesias Palsu dan Nabi-nabi Palsu Muncul Mengadakan Tanda-tanda yang Dahsyat

dan Mukjizat-mukjizat, untuk Menyesatkan Orang-orang Yahudi

Ayat 23 mengatakan, “Pada waktu itu jika orang ber-kata kepada kamu: Lihatlah, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.” Orang-orang Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias mereka dan mengharapkan Mesias yang belum datang. Mereka perlu diingatkan bahwa Mesias, Kristus, tidak akan muncul di sini atau di sana, di bagian bumi mana pun, melainkan akan turun ke awan-awan dari surga. Jika orang mengatakan bahwa Kristus di Betania atau yang lain menyatakan bahwa Dia ada di Betel, orang-orang Yahudi jangan mempercayainya.

Ayat 24 melanjutkan, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengada-kan tanda-tanda yang dahsyat dan mukjizat-mukjizat, se-hingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” Antikristus akan menjadi Kristus palsu yang terakhir dan akan mengadakan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat yang menipu dengan kuasa Iblis untuk menyesat-kan orang yang binasa (2 Tes. 2:3, 9-10). Binatang buas lain, nabi palsu, dalam Wahyu 13:11 adalah nabi palsu yang ter-akhir (Why. 19:20) dan akan mengadakan tanda-tanda besar untuk menyesatkan orang yang tinggal di bumi (Why. 13:13-14).

Ayat 25-26 mengatakan, “Perhatikanlah, Aku sudah me-ngatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihatlah, Ia ada di padang gurun, ja-nganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihatlah, Ia ada di da-lam kamar yang tersembunyi, janganlah kamu percaya.” Padang gurun adalah tempat seseorang memisahkan diri dari dunia. Perbuatannya itu mudah membuat orang men-duga apakah ia adalah Mesias, seperti yang terjadi dalam perkara Yohanes Pembaptis (3:1; Yoh. 1:19-20). Bilik ialah tempat yang bisa membuat seseorang tampak misterius se-hingga memikat orang lain.

2. Kristus Datang ke Bumi

a. Kedatangan Kristus seperti Kilat Memancar dari Sebelah Timur dan Melontarkan Cahayanya Sampai ke Barat

Ayat 27 mengatakan, “Sebab sama seperti kilat meman-car dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.” Ini menunjukkan bahwa Kristus yang akan datang ke bumi tidak akan berada di bumi atau di padang belantara atau di dalam bilik, melainkan di angkasa. Seperti kilat yang me-mancar dari timur ke barat, begitu pula kedatangan Anak Manusia. Kedatangan (parousia) Kristus beraspek dua: satu adalah aspek rahasia, tersembunyi, berhubungan dengan kaum beriman-Nya yang berjaga-jaga; yang lain adalah as-pek terbuka, berhubungan dengan orang Yahudi yang tidak percaya dan orang bukan Yahudi. Kilat di sini melambang-kan aspek terbuka, yang akan terjadi setelah kesusahan besar (ayat 29-30), sedangkan kedatangan pencuri dalam ayat 43 melambangkan aspek rahasia, yang akan terjadi sebelum kesusahan besar. Kilat bisa dianggap tersembunyi di balik awan, menunggu kesempatan untuk memancarkan sinarnya. Demikian pula, Kristus akan diselubungi awan (Why. 10:1) di angkasa sejangka waktu dan kemudian tiba-tiba nampak seperti kilat yang memancarkan sinarnya ke bumi.

Dalam bahasa Yunani, parousia ialah kata khusus yang digunakan dalam Perjanjian Baru untuk menggambarkan kedatangan Tuhan. Parousia berarti kehadiran (penyertaan) Tuhan. Kehadiran Tuhan ini dimulai dengan kedatangan-Nya di angkasa. Sulit untuk menentukan kapan Dia akan datang dari surga ke awan-awan. Di antara dua aspek ke-datangan Tuhan, kedatangan-Nya ke angkasa dan keda-tangan-Nya ke bumi, terdapat parousia, yakni kehadiran Tuhan. Inilah sebabnya kedatangan Tuhan mempunyai aspek rahasia dan aspek terbuka. Kedatangan-Nya ke angkasa adalah rahasia, tetapi kedatangan-Nya ke bumi adalah ter-buka. Dua belas ribu enam puluh hari setelah Antikristus mendirikan patungnya, Kristus akan datang ke bumi. Jadi, kedatangan-Nya yang terbuka dapat diperkirakan, tetapi kedatangan-Nya yang rahasia tidak diketahui oleh siapa pun. Ketika Dia datang di angkasa, Dia akan terselubung dalam awan. Tetapi ketika Dia datang ke bumi, Dia akan berada di atas awan.

b. Di Mana Ada Bangkai,

di Situ Burung Nazar Berkerumun

Ayat 28 mengatakan, “Di mana ada bangkai, di situ bu-rung nazar berkerumun.” Kami telah menggunakan banyak waktu untuk mempelajari apa arti bangkai itu dan apa arti burung nazar, dan saya yakin Tuhan telah memberi kita pengertian yang tepat. Berdasarkan konteksnya, ayat 15 dan 21 menyiratkan bahwa pada akhir zaman ini Antikristus akan menjadi penyebab kesusahan besar. Dialah yang perlu dihakimi dan dibinasakan. Semua orang yang ada di dalam Adam sudah mati (1 Kor. 15:22); jadi, Antikristus yang jahat dengan pasukan jahatnya akan berperang melawan Tuhan di Harmagedon (Why. 19:17-21), adalah bangkai yang busuk di pandangan Tuhan, hanya cocok untuk dijadikan makanan burung nazar. Selanjutnya, dalam Kitab Suci, Tuhan dan semua orang yang percaya kepada-Nya disebutkan seperti burung elang (Kel. 19:4; Ul. 32:11; Yes. 40:31), dan pasukan penghancur yang cepat yang diibaratkan seperti elang yang terbang (Ul. 28:49; Hos. 8:1). Karena itu, burung nazar di sini, sebagai burung pemakan bangkai yang mirip elang, tentu mengacu kepada Kristus dan para pemenang-Nya, yang akan datang sebagai pasukan yang terbang dengan cepat untuk berperang melawan Antikristus bersama pasukannya dan membinasakan mereka di Harmagedon, dengan demikian me-laksanakan penghakiman Allah atas mereka. Ini tidak hanya menunjukkan bahwa pada penampakan-Nya, Kristus bersama orang kudus-Nya yang menang akan menampakkan diri di tempat Antikristus dan pasukannya berada, tetapi juga me-nunjukkan bahwa Kristus bersama pemenang-Nya akan menampakkan diri dengan cepat dari angkasa seperti bu-rung nazar. Ini berhubungan dengan kilat yang memancar dalam ayat sebelumnya.

Menurut ayat-ayat sebelumnya, kita dapat mengetahui kapan Tuhan Yesus akan datang ke bumi, tetapi kita tidak dapat mengetahui di mana. Ayat 28 memberi tahu kita: di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun. Ketika Antikristus mendirikan patungnya, kita boleh mulai meng-hitung seribu dua ratus enam puluh hari sampai Kristus turun secara terbuka ke bumi. Namun ini bukan berarti kita dapat mengetahui hari kedatangan-Nya yang rahasia. Janganlah sekali-kali begitu bodoh mencoba mengetahui hari ini. Selama abad yang lalu, sejumlah orang telah coba-coba melakukan hal ini. Bahkan ada yang mandi, me-ngenakan jubah bersih, dan pergi ke atap rumah menung-gu kedatangan-Nya, namun tidak ada sesuatu pun yang terjadi, kedatangan Tuhan di angkasa itu rahasia. Dia akan datang seperti pencuri mencuri Anda secara rahasia. Tidak seorang pun dapat memberi tahu hari atau jam ke-datangan-Nya ini. Tetapi kedatangan-Nya di bumi akan terbuka dan hari itu pun diungkapkan yaitu seribu dua ratus enam puluh hari setelah patung itu didirikan. Seba-gaimana telah kita tunjukkan, ayat 28 menunjukkan tem-pat yakni tempat di mana pasukan Antikristus ada. Itulah tempat di mana Kristus akan datang ke bumi beserta para pemenang-Nya.

c. Segera Sesudah Siksaan,

Matahari Menjadi Gelap dan Bulan Tak Bercahaya,

Bintang-bintang Berjatuhan, Kuasa-kuasa Langit Guncang

Ayat 29 mengatakan, “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan guncang.” Ini adalah bukti yang kuat bahwa kedatangan Kristus secara terbuka akan terjadi setelah kesusahan besar. Malapetaka adikodrati ini akan ter-jadi di langit setelah kesusahan besar pada penutupan akhir zaman ini. Ini berbeda dengan malapetaka meterai keenam dan sangkakala keempat (Why. 6:12-13; 8:12), yang akan ter-jadi pada awal kesusahan besar.

d. Tanda Penampakan Anak Manusia di Langit

Ayat 30 mengatakan, “Pada waktu itu akan tampak tan-da Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu da-tang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.” Apakah tanda ini, kita tidak bisa me-ngetahui tanda apakah ini. Namun, tanda ini pasti sesuatu yang adikodrati dan jelas terlihat (mungkin seperti kilat da-lam ayat 27), yang tampak di langit.

“Semua bangsa” di sini mengacu kepada “suku-suku bangsa Israel” dan “bumi” mengacu kepada “tanah suci”. Pa-da saat Tuhan menampakkan diri, semua suku Israel akan bertobat dan meratap (Za. 12:10-14; Why. 1:7).

Ayat ini berkata bahwa Anak Manusia akan tiba di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Pada saat ini, Tuhan tidak berada di dalam awan-awan lagi, melainkan di atas awan, menampakkan diri kepada orang-orang di bumi. Ini adalah aspek terbuka dari kedatangan-Nya kali kedua. Pada kedatangan-Nya kali pertama, kekuasaan-Nya dalam tindakan seperti mengusir setan dan menyembuhkan yang sakit (Mrk. 6:7; Mat. 8:8-9), untuk membuktikan diri-Nya sebagai Raja surgawi; sedang-kan dalam kedatangan-Nya kali kedua, Dia akan melaksa-nakan kuasa-Nya untuk menjalankan penghakiman Allah, menghancurkan Antikristus beserta pasukannya, dan mengikat Iblis, guna mendirikan kerajaan-Nya di bumi.

3. Mengumpulkan Bangsa Israel

Ayat 31 mengatakan, “Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bu-nyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.” Setelah kesusahan besar, pada kedatangan-Nya kembali ke bumi, Tuhan akan mengum-pulkan semua orang Yahudi yang terserak ke seluruh bagian bumi ke Tanah Suci. Ini akan menjadi penggenapan bukan hanya terhadap perkataan Tuhan dalam 23:37, tetapi juga janji Allah dalam Perjanjian Lama.

Matius 24:4-31 adalah garis besar sejarah orang Yahudi abad dua puluh. Seperti mereka yang berada di Bukit Zaitun bersama Tuhan, kita pun mempunyai penglihatan yang jelas akan hal ini. Sebab itu, ketika duduk bersama Nabi yang terbesar, kita akan tahu bagaimana situasinya. Bahkan para pemimpin bangsa tidak sejelas kita. Kita telah nampak kejadian dari kenaikan Kristus hingga akhir zaman ini serta peristiwa selama akhir zaman ini, dan periode kesusahan besar. Pada akhir kesusahan besar, terdapat bencana sangat dahsyat, dan Kristus akan muncul secara terbuka dan umum terhadap penduduk bumi, terutama terhadap orang-orang Yahudi di Tanah Suci. Kristus akan turun di tempat Antikristus dan pasukannya berkumpul. Seperti burung na-zar mengerumuni bangkai, Kristus dan para pemenang-Nya akan mengalahkan Antikristus dan pasukannya. Kemudian Kristus akan mengumpulkan semua orang Yahudi yang ter-sisa ke dalam Kerajaan Mesias.