PERBEDAAN ANTARA ROH DENGAN SUKMA
Pembacaan Alkitab
1 Kor. 2:14-15; 1 Tes. 5:23; Kej. 2:7; Ams. 20:27; Ibr. 4:12;
2 Kor. 7:1; Ef. 2:1, 5; Ibr. 9:14; 2 Tim. 4:22; Gal. 2:20
Garis Besar
I. Sukma menjadi berbeda dengan roh
A. Roh dan sukma serta tubuh
B. Sendi-sendi dan sumsum
C. Trikotomi dan dikotomi
II. Bagian-bagian manusia
A. Pada saat penciptaan
B. Setelah kejatuhan
C. Di dalam keselamatan
III. Roh sebagai persona baru
Roh kita diciptakan oleh Allah sebagai organ bagi kita untuk menerima Dia. Kita tidak boleh keliru dengan organ yang lainnya. Andaikata seorang dokter medikal membahas bahwa perut, hati, lever, dan ginjal semuanya sinonim bagi organ yang sama. Dokter yang macam itu!
Jika kita menghendaki untuk memiliki pertumbuhan rohaniah yang benar dalam hayat, kita harus tahu bahwa roh dan sukma adalah dua hal yang berbeda, dan kita harus dapat membedakan apa itu roh dan apa itu sukma, apa itu rohani dan apa itu sukmawi. Jika kita dapat melihat perbedaan antara roh dengan sukma maka kita dapat menyangkal sukma, dibebaskan dari sukma, dan hidup oleh roh di hadapan Allah.
I. SUKMA MENJADI BERBEDA DENGAN ROH
Jika kita ingin mengetahui roh insani kita, kita harus melihat perbedaan antara roh dengan sukma. Bagian kutipan yang paling penting yang menunjukkan kepada kita perbedaan antara roh dengan sukma adalah 1 Korintus 2:14-15: "Tetapi seorang manusia sukmawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain."
Ayat 14 memberitahu kita dengan jelas bahwa manusia sukmawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah. Manusia sukmawi tidak dapat pernah mengenal sesuatu mengenai Allah. Tidak ada kemungkinan bagi manusia sukmawi untuk mengenal Allah, tetapi dalam ayat di atas dikatakan roh, roh insani, mengenal. Dengan manusia sukmawi, tidak ada kemungkinan untuk mengenal Allah, tetapi dengan manusia rohaniah, terdapat kemungkinan penuh. Jadi melalui dua ayat ini, Anda dapat melihat perbedaan antara sukma dengan roh. Jika Anda adalah seorang manusia dari sukma, Anda tidak dapat pernah mengenal sesuatu mengenai Allah. Jika adalah seorang manusia dari roh, maka Anda mengenal apa yang berasal dari Allah. Melalui bagian kutipan ini, kita dapat melihat perbedaan antara roh dengan sukma, namun begitu banyak orang Kristen hari ini masih tetap berpendapat bahwa roh dan sukma adalah istilah-istilah yang sinonim. Namun, 1 Korintus 2:14-15 menunjukkan bahwa dengan sukma, tidak ada kemungkinan untuk mengenal sesuatu mengenai Allah, tetapi dengan roh terdapat kemungkinan penuh.
A. Roh dan Sukma Serta Tubuh
Yang kedua, kita memiliki 1 Tesalonika 5:23. Kita harus membuka Firman dan membacanya. Jangan mendengarkan apa pun pendapat manusia. Jangan mendengarkan apa pun perkataan manusia. Kembalilah kepada Firman Allah dan bacalah: "Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita." Ayat ini dengan jelas menyebutkan bahwa kita memiliki tiga bagian - roh dan sukma serta tubuh. Dua kata perangkai menghubungkan tiga hal. Tidak ada dasar yang mengatakan bahwa roh adalah sukma.
Dalam Kejadian 2:7 "Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hayat ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi sukma yang hidup." Bahkan dari ayat ini terlihat bahwa manusia memiliki tiga bagian. Pertama-tama Allah menggunakan debu tanah untuk membentuk suatu tubuh fisik bagi manusia. Kemudian Dia menggunakan nafas untuk membentuk roh manusia. Nafas hayat masuk ke dalam manusia dan menjadi rohnya. Roh manusia disebutkan dalam Amsal 20:27. Roh dan nafas dalam bahasa Ibrani adalah kata yang sama. Ini menunjukkan bahwa nafas yang dihembuskan ke dalam manusia menjadi roh manusia. Ketika dua bagian ini, tubuh dan roh, datang bersamaan, mereka menghasilkan bagian yang ketiga, suatu sukma yang hidup.
B. Sendi-sendi dan Sumsum
Ibrani 4:12 berkata, "Sebab Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." Perkataan itu memisahkan roh dari sukma sama seperti pedang memisahkan sumsum dari sendi-sendi yang adalah tulang-tulang. Sumsum itu tidak sama dengan tulang-tulang. Sumsum adalah sesuatu yang berada di dalam tulang-tulang, sendi-sendi. Dalam prinsip yang sama, roh adalah sesuatu yang berada di dalam sukma. Mudah bagi orang-orang untuk melihat tulang-tulang. Tetapi tidaklah begitu mudah bagi orang-orang untuk menyadari apa sumsum itu. Anda harus mematahkan tulang-tulang itu untuk mendapatkan sumsum. Dengan cara yang sama, roh berada di bawah penutupan/perlindungan sukma, tetapi itu sama sekali berbeda dengan sukma.
C. Trikotomi dan Dikotomi
Pengajaran yang jelas dari Kitab Suci adalah bahwa manusia itu tripartit (1 Tes. 5:23). Namun, ada dua sekolah teologia yang telah timbul karena pokok persoalan ini. Yang satu percaya, seperti yang Alkitab ajarkan, bahwa manusia merupakan suatu trikotomi; yaitu, dia tersusun dari roh, sukma, dan tubuh. Sekolah yang lain berpendapat bahwa manusia merupakan suatu dikotomi; yaitu, dia mempunyai suatu bagian di luar, tubuh, dan suatu bagian yang di dalam, roh atau sukma. Dalam sekolah yang kedua ini, roh, sukma, dan hati dianggap sinonim. Kita semua harus membuang pengajaran insani dikotomi dan kembali kepada Firman Allah.
Sekarang mari kita melanjutkan untuk melihat bagian-bagian manusia dan keadaan mereka pada saat penciptaan, setelah kejatuhan, dan dalam keselamatan. Hasrat ini membantu kita untuk mengerti kedudukan sukma kita dalam hubungannya dengan roh kita.
II. BAGIAN-BAGIAN MANUSIA
A. Pada Saat Penciptaan
Pada saat penciptaan, manusia sebagai suatu sukma memiliki dua organ: organ yang di luar adalah tubuhnya dan organ yang di dalam adalah rohnya. Tubuh manusia sebagai organ yang di luar diciptakan untuk berkontak dengan dunia fisik. Roh manusia sebagai organ yang di dalam dimaksudkan untuk berkontak dengan dunia rohani. Tubuh fisik kita dibuat dari debu tanah, tetapi roh kita dibuat dari nafas hayat. Oleh karena itu, roh bukanlah fisik melainkan rohani. Hayat insani tidak berada di dalam tubuh atau roh, tetapi di dalam sukma, dimana sukma merupakan persona itu. Oleh karena itu, pada saat penciptaan, manusia dengan sukmanya merupakan suatu sukma, seorang mahluk insani, yang memiliki dua organ: tubuhnya dan rohnya.
B. Setelah Kejatuhan
Tidak lama setelah Allah menciptakan manusia, manusia jatuh. Ketika manusia memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat, Setan masuk ke dalam tubuh manusia melalui buah dari pohon itu (Kej. 3:6), karena buah itu, kita tahu, memasuki tubuh manusia. Ketika Setan memasuki tubuh manusia, dia memanfaatkannya sebagai suatu pangkalan untuk merebut sukma itu. Manusia sebagai mahluk insani atau sukma, berada di bawah pengaruh dan pengendalian daging. Lalu sukma itu dicemari dan menjadi ego. Ketika tubuh itu menjadi daging, tubuh itu dirusak, dipengaruhi, bahkan memimpin sukma ke dalam tawanan/ tahanan. Akibatnya, sukma itu menjadi ego. Kami telah menjelaskan dalam bab dua mengenai Bagian-bagian Manusia yaitu Lukas 9:25 dan Matius 16:26 membuktikan bahwa sukma dari mahluk-mahluk insani yang telah jatuh adalah ego itu.
Sekarang mari kita melihat keadaan dari roh manusia sebagai suatu akibat dari Kejatuhan itu. Walaupun Alkitab menunjukkan dengan jelas bahwa Setan masuk ke dalam tubuh manusia, memanfaatkan tubuh itu sebagai suatu pangkalan untuk membaurkan dirinya sendiri dengan sukma, kita tidak dapat menemukan satu tanda dalam Kitab-kitab Suci bahwa Setan pernah memasuki roh manusia. Hal ini sangatlah menarik. Tidak satu ayat pun yang menunjukkan bahwa Setan memiliki sesuatu dasar dalam roh manusia. Ini menunjukkan bahwa Allah telah menggambar suatu garis batas, memberitahu Setan untuk berhenti dan pergi lebih jauh. Setan mungkin berada dalam tubuh dan sukma manusia tetapi tidak di dalam rohnya.
Hanya satu ayat dari Kitab Suci yang mengatakan bahwa roh manusia dicemari. Dua Korintus 7:1 membicarakan mengenai kecemaran daging dan roh. Efesus 2:1 dan Kolose 2:13 memberitahu kita bahwa kita dimatikan oleh pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa. Hal ini memang tidak dapat berarti bahwa kita dimatikan dalam tubuh atau sukma, karena kenyataannya bahwa tubuh kita masih hidup dan sukma kita masih sangat aktif! Oleh karena itu, ayat tersebut berarti bahwa kita dimatikan dalam roh kita. Roh manusia yang telah jatuh telah dicemari bahkan dimatikan, tetapi roh tidak pernah direbut oleh Setan.
C. Dalam Keselamatan
Ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat pribadi kita, kita percaya ke dalam Dia sebagai Seorang yang telah mati bagi dosa-dosa kita sehingga menerima pengampunan. Kemudian kita dibenarkan dan diperdamaikan dengan Allah melalui kematianNya (Roma 5:10). Diperdamaikan dengan Allah berarti bahwa semua masalah antara kita dengan Allah telah dipecahkan. Lebih dari itu, kita yang dimatikan dalam roh telah dihidupkan lagi atau dibuat hidup dalam roh (Ef. 2:5). Melalui penebusan darah Kristus, hati nurani dari roh kita dan dari hati kita telah dibersihkan (Ibr. 9:14; 10:22). Semua kecemaran telah dibersihkan. Tetapi sesuatu yang lebih menakjubkan telah terjadi: Kristus, Tuhan Roh, telah masuk ke dalam roh kita sebagai hayat kita untuk membuat roh kita yang mati menjadi hidup! Ketika Dia memasuki roh kita, kita menerima hayat yang lain, hayat Allah, dan dilahirulangkan (Yoh. 3:6). Kristus sebagai Roh yang almuhit, pemberi hayat (1 Kor. 15:45) sekarang berada di dalam roh kita (2 Tim. 4:22), bukan dalam sukma kita.
III. ROH ITU SEBAGAI PERSONA BARU
Seringkali kita orang-orang Kristen sangat tidak jelas tentang sedikit wahyu yang telah kita terima. Misalnya, kita seringkali mengatakan bahwa kita hidup oleh roh. Tetapi jika roh itu masih merupakan suatu organ dan bukan seorang manusia dengan hayat di dalamnya, bagaimana kita dapat hidup oleh organ ini? Ketika kita mengatakan bahwa kita hidup oleh roh kita, kita perlu melihat bahwa hal ini berarti roh kita sekarang telah menjadi suatu badan dengan hayat di dalamnya. Roh kita memiliki hayat di dalamnya, dan hayat ini adalah Kristus. Inilah mengapa Galatia 2:20 berkata, ''Bukan lagi aku yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku." Ayat ini tidak berkata, "Bukan hayatku, melainkan hayat Kristus yang hidup di dalam aku." Ayat ini tidak menunjukkan kepada suatu hayat, tetapi kepada suatu persona. "Aku" menunjukkan kepada persona itu, tetapi sekarang Kristus, suatu persona baru, hidup di dalam aku. Aku menunjukkan kepada persona di dalam sukmaku, tetapi sekarang Kristus adalah persona baru di dalam rohku.
Sekarang Kristus itu berada di dalam roh kita, kita masih memiliki dua organ: tubuh dan sukma. Dahulu dua organ itu adalah tubuh dan roh; sekarang organ yang kedua tidak lagi roh, tetapi sukma. Sukma kita menunjukkan kepribadian kita, dan roh kita merupakan suatu organ. Tetapi sekarang roh kita adalah kepribadian kita, dan sukma kita telah menjadi suatu organ. Inilah alasannya kita dapat hidup dan berjalan oleh roh kita. Di dalam roh kita, kita tidak hanya memiliki suatu organ; kita memiliki hayat yang adalah Diri Kristus sendiri. Kristus sebagai hayat di dalam roh kita suatu diri yang baru dengan suatu kepribadian yang baru. Diri yang baru ini adalah manusia yang di dalam. Manusia di dalam ini perlu dikuatkan, diberi kuasa. Oh, kita semua harus melihat hal ini! Hal ini penting! Saya adalah seorang Kristen selama lebih dari empat puluh tahun sebelum saya melihat perkara ini. Hanya sampai sepuluh tahun terakhir yang telah saya lihat bahwa roh insani kita menunjukkan suatu organ, tetapi sekarang roh itu menjadi seorang manusia. Pada suatu hari, Tuhan menjelaskan hal ini kepada saya dan berkata, "Lihat, sekarang kepribadianmu bukan berada di dalam sukma, melainkan di dalam roh. Kepribadian dalam sukmamu telah disalibkan, diletakkan di atas kematian." Ketika kita mengatakan sukma kita telah disalibkan dan bahwa kita harus menyangkalnya, kita tidak mengartikan bahwa fungsi-fungsi organ sukma telah disalibkan atau harus disangkal. Fungsi-fungsi sukma masih ada, karena hari ini sukma adalah suatu organ. Sukma adalah diri, kepribadian itu, di dalam sukma yang telah disalibkan dan dibereskan. Oleh karena itu, sekarang terdapat suatu diri yang baru, suatu kepribadian yang baru, di dalam roh kita. Kepribadian yang baru ini adalah diri Kristus sendiri. Karena hayat ilahi berada di dalam roh kita, roh kita telah menjadi manusia baru, manusia yang di dalam. Betapa ajaibnya hal ini! Kita dapat hidup dan berjalan oleh manusia baru ini. Jika perkara ini nampak jelas kepada Anda, Anda akan diubah.
RINGKASAN
Roh dan sukma adalah dua hal yang berbeda, roh sebagai sesuatu di dalam sukma. Pada saat penciptaan, manusia merupakan suatu sukma dengan dua organ: tubuh dan rohnya. Setelah kejatuhan itu, tubuh manusia menjadi daging, sukmanya menjadi ego dan rohnya dimatikan. Dalam keselamatan, Tuhan memasuki roh kita dan menghidupkannya. Sukma kita menunjukkan kepribadian kita, dan roh kita merupakan suatu organ. Tetapi sekarang roh kita merupakan kepribadian kita dan sukma kita telah menjadi organ. Kepribadian baru di dalam roh kita ini adalah diri Kristus sendiri sebagai hayat ilahi.
Pertanyaan
1. Apakah bagian kutipan yang paling penting yang menunjukkan kepada kita perbedaan antara roh dengan sukma?
2. Jelaskan bagaimana kita dapat melihat tiga bagian manusia di dalam Kejadian 2:27.
3. Jelaskan pengajaran dari trikotomi dan dikotomi. Apakah yang Alkitab ajarkan?
4. Gambarkan bagian-bagian manusia pada saat penciptaan, setelah kejatuhan, dan di dalam keselamatan.
5. Jelaskan dengan singkat apakah yang kita maksudkan ketika kita mengatakan roh yang dilahirulangkan adalah persona baru?