← Daftar isi Allah Tritunggal sebagai Roh itu Menjenuhi Manusia Tripartit Tubuh Kristus dan Roh Kelahiran-ulang Kita Hasil Perampungan dari Dua Roh · bab 12/23

ROH DAN FIRMAN

Pembacaan Alkitab

Yoh. 6:63; 2 Tim. 3:16; Ef. 6:17-18; 5:18-19; Kol. 3:16;

Kis. 6:7; 12:24; 19:20; 8:1, 4; 4:31.

Garis Besar

I. Menerima Roh melalui Firman

II. Dua perbedaan besar

A. Kaum fundamental

B. Kaum Pentakosta

III. Roh terwujud di dalam Firman

A. Perkataan-perkataan yang dikatakan sebagai perwujudan dari Roh pemberi hayat

B. Kitab Suci sebagai hembusan Allah

C. Roh dan Firman adalah satu

IV. Mengalami api di dalam Firman melalui doa baca

V. Meministrikan Firman melalui Roh

A. Firman yang menumbuhkan dan memperbanyak

B. Perlunya dipenuhi oleh Firman

C. Roh yang di dalam dan Firman yang di luar

VI. Perlunya tiap hari menyentuh Roh di dalam Firman

I. MENERIMA ROH MELALUI FIRMAN

Kita telah nampak bahwa Roh Kudus adalah Allah Tritunggal yang mencapai kita dengan suatu jalan merampungkan. Ketika Roh Kudus mencapai kita, Allah Tritunggal berada bersama kita. Namun, Roh itu abstrak dan misterius. Maka, penting sekali untuk melihat bahwa Roh diwujudkan dalam Firman. Sekarang, jika kita akan memperhidupkan Kristus, kita perlu mengalami Roh yang di dalam dan menikmati Firman yang di luar.

Dalam pengalaman Kristiani kita, Firman dan Roh harus selalu satu. Jika kita mengatakan bahwa kita menerima Roh tanpa menerima Firman, itu sama sekali dusta. Tanpa menerima Firman, kita tidak dapat memiliki Roh. Dalam pengalaman saya, saya menerima Roh terutama melalui Firman. Begitu saya berkontak dengan Firman dalam suatu cara yang hidup, maka itu menjadi Roh kepada saya. Namun, beberapa orang menerima Alkitab tanpa Roh. Hal ini juga adalah salah. Mereka yang ingin menumbuhkan bunga-bunga memerlukan benih-benih dan juga hayat yang terkandung dalam benih-benih itu. Tidaklah mungkin untuk memisahkan hayat yang di dalam benih-benih dari diri benih-benih itu sendiri. Agar memiliki hayat, kita harus menggunakan benih-benih itu. Hubungan antara Firman dengan Roh adalah seperti hubungan antara benih-benih dan hayat. Kita harus memiliki keduanya. Tuhan Yesus adalah Roh dan juga adalah Firman. Dia bukan Roh tanpa sebagai Firman, ataupun Firman tanpa sebagai Roh.

II. DUA PERBEDAAN BESAR

Mengenai Roh, ada dua perbedaan besar, yang satu ditemukan di antara kaum fundalmental yang lain di antara kaum Pentakosta.

A. Kaum Fundamental

Karena mereka takut akan pengalaman dari Roh, tentu saja orang-orang Kristen fundamental sangat mempedulikan doktrin Alkitab. Tetapi hanya memiliki doktrin Alkitab tanpa Roh adalah memiliki suatu tubuh yang tak bernyawa. Roh diwujudkan di dalam Firman. Jadi, Firman dapat disebut tubuh dari Roh. Untuk memisahkan Roh dari Firman adalah memiliki suatu tubuh yang tak bernyawa. Roh adalah kandungan hayat dari Alkitab. Terlepas dari Roh, Alkitab merupakan huruf-huruf yang mati. Meskipun begitu, orang-orang Kristen fundamental seringkali takut untuk mendengar tentang pengalaman Kristus, Roh, dan hayat yang di dalam. Mereka melambangkan satu perbedaan yang besar.

B. Kaum Pentakosta

Kaum Pentakosta melambangkan perbedaan besar lainnya. Mereka mengabaikan Firman dan menekankan Roh dengan suatu cara yang tidak normal/tidak seimbang. Perhatian mereka sepenuhnya diisi/diduduki oleh pikiran mereka mengenai Roh. Mereka tidak nampak bahwa tanpa Firman, Roh itu sia-sia. Mereka semua harus menyadari bahwa Roh datang setelah Firman.

Kita tidak boleh berada pada perbedaan besar lainnya, tetapi haruslah seimbang, menerima Roh dan juga Firman. Di dalam, kita memiliki Roh, dan di dalam tangan kita, kita memiliki Firman, Alkitab.

III. ROH TERWUJUD DI DALAM FIRMAN

A. Perkataan-perkataan yang Dikatakan Sebagai Perwujudan

dari Roh Pemberi Hayat

Kita dapat berkata bahwa Roh dan Firman adalah satu karena hal ini dengan jelas diwahyukan dalam Alkitab. Tuhan Yesus berkata, "Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hayat" (Yoh. 6:63). Roh itu hidup dan riil, tetapi misterius, tidak dapat diraba, dan sulit bagi orang untuk memahaminya, namun perkataan-perkataan itu sungguh ada. Pertama-tama, Tuhan menunjukkan bahwa untuk memberikan hayat, Dia akan menjadi Roh. "Rohlah yang memberi hayat" (Yoh. 6:63a). Kemudian Dia berkata bahwa perkataan-perkataan yang dikatakanNya adalah roh dan hayat. Ini menunjukkan bahwa perkataan-perkataan yang dikatakanNya merupakan perwujudan dari Roh pemberi hayat. Sekarang Dia adalah Roh pemberi hayat di dalam kebangkitan, dan Roh itu diwujudkan di dalam perkataan-perkataanNya. Ketika kita menerima perkataan-perkataanNya melalui melatih roh kita, kita menerima Roh yang adalah hayat.

B. Kitab Suci Sebagai Hembusan Allah

Dua Timotius 3:16 mengatakan bahwa seluruh Kitab Suci adalah hembusan Allah. Setiap kata dari Alkitab adalah hembusan Allah. Kami telah menjelaskan bahwa hembusan ini adalah pneuma itu, Roh. Demikianlah, karena Firman dan Roh adalah hembusan Allah, mereka benar-benar adalah satu. Roh adalah hembusan Allah, dan Firman juga adalah hembusan Allah. Lebih dari itu, hembusan Allah adalah pneuma-Nya, Roh. Di satu pihak, Firman Allah adalah Roh; di pihak lain, Roh Allah adalah Firman.

C. Firman dan Roh Adalah Satu

Lebih dari itu, Efesus 6:17 bahkan menunjukkan Firman sebagai Roh. "Dan terimalah ketopong keselamatan, dan pedang Roh yaitu Firman Allah." Dalam ayat ini Roh dan Firman merupakan satu hal.

Efesus 5:18-19 mengatakan bahwa ketika kita dipenuhi oleh Roh, kita akan menyanyikan mazmur, puji-pujian, dan nyanyian rohani. Tetapi Kolose 3:16 mengatakan bahwa ketika kita dipenuhi oleh Firman, kita akan menyanyikan mazmur, puji-pujian, dan nyanyian rohani. Efesus dan Kolose adalah "kitab-kitab saudari". Mereka selalu bersama-sama. Efesus mengatakan bahwa ketika kita dipenuhi oleh Roh, kita akan bernyanyi. Kolose mengatakan bahwa ketika kita dipenuhi oleh Firman, kita akan bernyanyi. Ketika kita membandingkan kedua bagian dari Alkitab itu, kita menyadari bahwa Roh adalah Firman dan Firman adalah Roh.

IV. MENGALAMI API DI DALAM FIRMAN

MELALUI DOA BACA

Mari kita menggunakan suatu illustrasi sebuah korek api. Batang korek api, sebernarnya terbuat dari kayu, tetapi di dalam esensi, korek api benar-benar adalah fosfor.... Andaikata sekarang saya ingin menggunakan korek api; apa yang seharusnya saya lakukan? Tentu saja, saya harus menggesekkannya. Tetapi bagaimana seharusnya saya menggesekkannya? Jika saya menggesekkannya, menggunakan ujungnya tanpa fosfor, meskipun saya menggesekkannya sampai kekal saya tidak akan memperoleh api. Saya menggunakan ujung yang salah. Alkitab adalah korek api itu, dan Tuhan Yesus, Roh , adalah fosfor itu. Batang kayu sama seperti huruf-huruf hitam dan putih, perkataan-perkataan dalam Alkitab, yang berpegang pada Kristus sebagai fosfor itu, matahari sorgawi. Bagaimana kita dapat membuat fosfor menjadi api dan bercahaya? Kita harus menggunakan ujung yang benar dari korek api itu, dan kita harus menggesekkannya pada tempat yang benar. Ujung benar adalah Roh Kudus, dan tempat yang benar adalah roh manusia kita.

Efesus 6:17-18 memberitahu kita bahwa kita harus menerima "pedang Roh yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam roh." Ketika kita membaca Firman, kita harus membaurkan pembacaan kita dengan doa. Seperti kita melatih mata kita dan pikiran kita, demikian juga kita harus melatih roh kita untuk menyentuh Roh itu. Kemudian semua yang berada di dalam Firman akan menjadi pengalaman kita terhadap suplaian yang serba lengkap dari Roh itu.

Jika kita gagal melatih roh kita dalam membaca Firman, berarti kita gagal menggesekkan "korek api" dalam roh kita. Sebagai akibatnya, "fosfor itu" Roh yang diwujudkan dalam Firman, tidak menyala. Jika kita ingin mengalami fosfor yang terwujud dalam korek api, Roh yang terwujud dalam Firman, kita perlu melatih roh kita untuk mendoabacakan Firman. Kemudian kita akan menggesekkan korek api pada tempat yang benar dan mengalami api di dalam Firman. Kami dapat bersaksi bahwa melalui menerima Firman dengan cara yang tepat, melatih roh kita, kita mengalami pembakaran dalam roh kita.

V. MEMINISTRIKAN FIRMAN OLEH ROH

A. Firman yang Menumbuhkan dan Memperbanyak

Dalam Kisah Para Rasul, kita diberitahu tiga kali mengenai firman yang bertumbuh dan firman yang bertambah banyak (Kis. 6:7; 12:24; 19:20). Sesuatu yang tidak bernyawa tidak pernah dapat bertumbuh tetapi firman itu menumbuhkan. Sebenarnya, perbanyakan murid-murid tergantung dari pertumbuhan firman. Namun, banyak orang yang membaca Kisah Para Rasul sebagian besar memusatkan perhatian mereka kepada Roh. Tak diragukan lagi, Roh itu ditekankan di dalam Kisah Para Rasul. Tetapi mereka yang menerima Roh tidak pergi keluar dan mengajarkan Roh itu. Melainkan, mereka mengajarkan perkaaan itu. Banyak ayat dalam Kisah Para Rasul memberitahu kita bahwa apa yang diajarkan oleh kelompok pertama kaum imani adalah firman itu. Penyebaran yang demikian dalam Kisah Para Rasul 8 membawa kabar baik dari firman itu (ayat 1). Orang-orang yang percaya dalam firman itu, menerima firman itu, dan firman itu menjadi begitu besar dimana firman itu bertumbuh dan bertambah banyak.

B. Perlunya Dipenuhi Oleh Firman

Saya ingin memperingatkan Anda bahwa Firman ilahi adalah sesuatu yang benar-benar kita perlukan dan kita harus menjadi satu dengan Firman itu, penuh dengan Firman, dijenuhi dengan Firman, dan disusun dengan Firman itu. Kemudian ketika kita meministrikan, kita meministrikan Firman itu melalui Roh. Kita tidak meministrikan Roh melalui Firman, tetapi kita meministrikan Firman melalui Roh. Dalam pasal empat Kisah Para Rasul, ketika murid-murid dan rasul-asul sedang berdoa, mereka dipenuhi dengan Roh dan mulai membicarakan firman itu dengan berani (Kis. 4:31). Mereka tidak mengajarkan Roh itu; Roh hanyalah kekuatan bagi mereka untuk mengajarkan firman itu.

C. Roh yang di dalam dan Firman yang di luar

Dalam pelajaran yang lalu, kami menjelaskan bahwa supaya mengajarkan Injil dengan efekif, kita harus mendapatkan suatu simpanan yang kaya dari Firman itu. Sekarang kita nampak lebih jelas mengapa hal ini begitu penting. Kita perlu yakin akan pemberian kuasa Roh, tetapi Firmanlah yang harus kita ajarkan.

Kita memiliki Roh Kudus di dalam roh kita, dan kita memiliki Firman Kudus, Alkitab, dalam tangan kita. Hal-hal ini seharusnya bukan dua hal, melainkan dua bagian dari satu hal. Bagian yang didalam kita adalah Roh; bagian yang diluar kita adalah Firman. Ketika Firman itu masuk ke dalam roh kita, itu menjadi Roh, dan ketika Roh itu diekspresikan dari mulut kita, itu menjadi Firman.

VI. PERLUNYA TIAP HARI MENYENTUH

ROH DI DALAM FIRMAN

Selanjutnya, keperluan kita adalah menghabiskan waktu setiap hari untuk menyentuh Roh di dalam Firman. Bahkan jika kita mengambil sedikitnya sepuluh menit untuk mendoabacakan suatu bagian dari Firman, kita akan menerima perawatan. Paling sedikit, kita harus mengerjakan hal ini setiap pagi. Pagi-pagi itu adalah waktu terbaik. Sebelum Anda pergi ke sekolah, sebelum Anda mengerjakan sesuatu, berdoalah untuk menyentuh Tuhan, gunakanlah darah adiNya, dan bukalah Alkitab untuk menerima Roh melalui Firman.

Sebagai orang yang diselamatkan dan dilahirulangkan, kita memiliki Roh Allah di dalam roh kita. Maka, ketika kita melatih roh kita dalam mendoabacakan Firman itu, kita menerapkan Firman itu kepada kita dan menbaurkan Firman dengan Roh. Dengan segera, kita menerima suplaian yang serba lengkap dari Roh itu.

Puji Tuhan! Roh yang almuhit, majemuk, pemberi hayat, menghuni, tujuh kali ganda itu terwujud dalam Firman! Akhirnya Anda akan menemukan bahwa sepuluh menit itu adalah waktu yang terlalu singkat.

RINGKASAN

Walaupun Roh itu abstrak dan misterius, tetapi Firman Allah adalah kongkrit dan berada di dalam tangan kita. Tuhan Yesus adalah Roh dan juga Firman. Tanpa menerima Firman, kita tidak dapat memiliki Roh, karena Roh itu terwujud di dalam Firman. Jika kita akan menerima Roh melalui Firman, kita harus menerima Firman melalui melatih roh kita. Walaupun Roh itu merupakan kekuatan kita untuk mengajar, namun Firman adalah sesuatu yang harus kita ajarkan. Setiap hari kita perlu membuka Alkitab untuk menerima Roh melalui Firman.

Pertanyaan

1. Gambarkan dua perbedaan besar mengenai Roh di antara orang-orang Kristen. Apakah keseimbangan

yang tepat itu?

2. Apakah yang kita maksudkan ketika kita mengatakan bahwa Roh itu terwujud di dalam Firman?

3. Berikanlah tiga bagian dari kitab suci yang menunjukkan bahwa Roh dan Firman adalah satu. Jelaskan

tiap-tiap bagian itu.

4. Mengapa begitu pentingnya kita melatih roh kita ketika kita membaca Alkitab?

5. Bagaimana kitab Kisah Para Rasul menunjukkan kepada kita bahwa Firman adalah sesuatu yang hidup?

6. Mengapa kita memerlukan baik Roh maupun Firman untuk pemberitaan injil kita?