PEKERJAAN ROH ITU DI DALAM KAUM IMANI (5)--- MENGUASAKAN DAN MENYUPLAI MEREKA UNTUK MEMBICARAKAN KRISTUS
Pembacaan Alkitab
1 Kor. 9:16; Kis. 1:8; 1 Kor. 2:4; 1 Tes. 1:5; Kis. 4:31
Garis Besar
I. Orang-orang Kristen menjadi orang-orang yang berbicara
A. Saksi-saksi dari Kristus yang hidup
B. Dengan Roh itu di atas kita dan di dalam kita
II. Mengabarkan Injil
A. Di dalam kuat kuasa, di dalam Roh Kudus, dan di dalam kepastian yang kokoh
B. Kuat kuasa kita - Allah Tritunggal sebagai Roh itu
C. Dengan doa, Roh itu, dan keberanian
D. Dengan suatu persediaan Firman yang hidup dan kaya
E. Orang-orang kudus yang masih muda mengabarkan dengan kuat kuasa
III. Membicarakan Kristus
A. Kepada semua sanak famili kita
B. Kepada setiap orang, dimanapun juga
I. ORANG-ORANG KRISTEN MENJADI ORANG-ORANG YANG BERBICARA
Di dalam empat pelajaran yang telah lalu, kita telah nampak pekerjaan esensial dari Roh itu di dalam kaum imani. Tetapi kita tahu bahwa ada juga aspek ekonomikal dari Roh itu. Roh ekonomikal Allah terutama adalah untuk berbicara. Dia adalah Roh yang berbicara. Di dalam 1 Korintus 9:16 Paulus berkata, "Keharusan telah diletakkan di atasku; karena celakalah aku jika aku tidak memberitakan injil."
Kita semua harus menyadari bahwa kedambaan Allah adalah agar kita orang-orang Kristen menjadi orang-orang yang berbicara, dan kita harus berusaha sebisa mungkin untuk memenuhi tujuanNya.
A. Saksi-saksi dari Kristus yang Hidup
Di dalam Kisah Para Rasul 1:8, Tuhan Yesus memberitahu murid-murid, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Bukan hanya di dalam sidang-sidang, tetapi bahkan di dalam kehidupan kita sehari-hari, kita harus menjadi orang-orang yang sepanjang waktu membicarakan Kristus, sepanjang waktu berbicara bagi Kristus, dan sepanjang waktu mengutarakan Kristus. Kapanpun dan dimanapun kita membuka mulut kita, kita membicarakan Kristus, kita berbicara bagi Kristus, dan kita mengutarakan Kristus ..... Seorang saksi adalah seseorang yang berbicara, seseorang yang hanya membicarakan hal-hal mengenai orang yang sedang dia persaksikan. Kita adalah saksi-saksiNya dan kita harus membicarakan Dia, berbicara bagi Dia, dan mengutarakan Dia pada setiap kesempatan. Bahkan jika orang-orang muda pergi ke kakek-nenek mereka, mereka seharusnya tidak membicarakan hal-hal yang lain. Mereka seharusnya membicarakan Kristus, berbicara bagi Kristus, dan mengutarakan Kristus.
B. Dengan Roh itu di atas Kita dan di dalam Kita
Menurut prinsip yang diwahyukan di dalam kitab suci, untuk membicarakan Allah, untuk mengutarakan Kristus, dan untuk berbicara bagi Kristus, kita memerlukan Roh itu. Tanpa Roh itu, kita tidak akan berbicara, dan bahkan jika kita ingin berbicara, kita akan merasa malu. Ketika Anda berbicara mengenai ilmu pengetahuan, geografi, sejarah, atau situasi politik, semakin Anda berbicara, semakin Anda merasa agak bangga. Tidak ada pembatasan atau kekacauan dalam membicarakan hal-hal ini. Tetapi ketika Anda berbicara tentang Yesus, perasaan malu langsung datang. Sulit kelihatannya untuk membuka mulut Anda untuk berbicara mengenai Yesus kepada orang-orang. Tanpa kita memiliki Roh itu, sangatlah sulit bagi kita untuk membicarakan Kristus. Tetapi ketika kita dipenuhi dengan Roh itu, kita menjadi gila; kita senang berbicara mengenai Kristus kepada orang-orang.
Untuk berbicara kita memerlukan Roh itu. Roh ini berada di atas kita dan Roh ini berada di dalam kita. Haleluya! Kita telah dibaptis di dalam Roh itu; oleh karena itu, Roh itu berada di dalam kita. Kita juga meminum Roh itu; oleh karena itu, Roh itu berada di dalam kita. Kita memiliki Roh itu. Sekarang kita hanya perlu melatih, mengaminkan apa yang Alkitab katakan. Alkitab mengatakan bahwa Roh itu berada di atas kita. Kita mengatakan, "Amin." Alkitab berkata bahwa Roh itu berada di dalam kita. Kita mengatakan, "Amin." Kita melatih roh secara demikian untuk menyadarkan bahwa kita benar-benar berada di dalam roh, dan Roh itu berada di dalam kita dan juga berada di dalam kita. Ketika saya berbicara, Dia berbicara di dalam pembicaraan saya. Kita harus melatih ini sepanjang hari. Jika tidak ada seseorang untuk diajak berbicara, berbicaralah kepada malaikat-malaikat di udara atau roh-roh jahat di sekeliling Anda.
II. MENGABARKAN INJIL
A. Di dalam kuat kuasa, di dalam Roh Kudus, dan di dalam keyakinan yang kokoh
Di dalam 1 Korintus 2:4 Paulus berkata, "Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi di dalam demonstrasi Roh dan kuat kuasa." Di dalam 1 Tesalonika 1:5 dia mengatakan, "Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga di dalam kuat kuasa, dan di dalam Roh Kudus, dan di dalam suatu kepastian yang kokoh, bahkan seperti yang kamu ketahui, orang-orang macam apakah kami di antara kamu oleh karena kamu."
Kita semua tahu bahwa untuk mengabarkan injil kita harus mengabarkan di dalam kuat kuasa, di dalam Roh Kudus, dan di dalam kepastian yang kokoh. Ketika kita mengabarkan injil, kita perlu memiliki kepastian bahwa injil tersebut adalah suatu injil yang menyelamatkan. Injil yang kita beritakan sanggup menyelamatkan orang lain. Sebelum orang-orang berdosa dapat percaya di dalam injil, kita sendiri harus mempercayainya. Kita harus percaya bahwa injil dapat menyelamatkan orang-orang berdosa. Ekspresi muka dari orang-orang yang menentang adalah bohong. Kita harus memiliki suatu kepastian bahwa injil yang sedang kita beritakan bahkan dapat menyelamatkan penentang-penentang ini.
B. Kuat Kuasa kita---Allah Tritunggal sebagai Roh itu
Sebenarnya, kuat kuasa kita adalah Allah Tritunggal sebagai Roh itu. Apakah kamu tidak percaya bahwa Allah Tritunggal beserta dengan kita? Saya percaya bahwa Dia beserta dengan saya di dalam pembicaraan saya. Ketika saya akan menyampaikan berita, saya biasanya berdoa, "Tuhan, pertahankanlah fakta bahwa Dikau adalah satu roh denganku. Tuhan, aku ingin berlatih menjadi satu roh denganMu. Tuhan, nyatakanlah bahwa di dalam pembicaraanku Dikau adalah satu roh denganku. Tuhan, ucapkanlah perkataanMu di dalam pembicaraanku." Ini adalah cara saya berdoa sebelum memberikan suatu berita. Oleh karena itu, saya percaya bahwa ketika saya sedang berbicara Dia adalah satu roh denganku dan bahwa Dia berbicara dalam pembicaraanku. Ini adalah kuat kuasa yang sesungguhnya.
C. Dengan Doa, Roh itu, dan Keberanian
Ketika kita membicarakan perkataan Allah, kita harus membicarakannya dengan keberanian. Di dalam Kisah Para Rasul 4:31 keberanian digunakan untuk membicarakan perkataan Allah. Keberanian ini sangat berhubungan dengan Roh itu, dan Roh itu berhubungan dengan doa. Satu ayat ini terdiri dari tiga hal ini. Ketika mereka sedang memohon, yaitu, ketika mereka sedang meminta, memohon, atau berdoa kepada Allah, mereka dipenuhi secara ekonomikal dan di luar dengan Roh kuat kuasa. Melalui doa mereka, mereka mengalami Roh itu. Dengan Roh itu mereka membicarakan perkataan Allah dengan keberanian. Anda dapat nampak bahwa pembicaraan perkataan Allah di sini melibatkan tiga hal: doa, Roh itu, dan keberanian. Anda tidak dapat memiliki keberanian tanpa Roh itu, dan Anda tak dapat mengalami Roh itu tanpa berdoa. Doa membawakan Roh itu kepada kita, dan Roh itu sendiri merupakan keberanian. Kadang-kadang kita takut karena kita kekurangan Roh itu. Karena kita kekurangan Roh itu, kita tidak memiliki keberanian. Keberanian selalu datang dari Roh itu, dan Roh itu datang dari doa kita. Ketiga hal ini, doa, Roh itu, dan keberanian, semuanya telah tercakup di dalam pembicaraan kita. Kita harus belajar berdoa sehingga kita mendapatkan Roh itu. Kemudian kita akan memiliki keberanian untuk membicarakan perkataan Allah.
D. Dengan Suatu Persediaan dan Firman yang Hidup dan Kaya
Sebagai orang-orang Kristen, kita adalah saksi-saksi Kristus. Kita harus membicarakan Dia, menjadikannya suatu kebiasaan. Ketika Anda pergi mengunjungi bibi Anda, lupakanlah kejadian-kejadian di dalam berita yang sedang beredar dan membicarakan Kristus kepadanya. Bangunlah suatu kebiasaan yang demikian. Adna harus percaya bahwa ketika Anda berbicara, Roh Kudus selalu mengikuti pembicaraan Anda dan menghormati pembicaraan Anda, dan orang-orang akan diselamatkan. Belajarlah membicarakan perkataan yang hidup dan belajarlah membicarakan perkataan yang kaya. Jangan katakan, "Bibi, Anda harus percaya di dalam Tuhan Yesus, kalau tidak Anda akan masuk neraka." Pembicaraan semacam ini akan menyakiti orang. Anda harus belajar untuk membicarakan Kristus yang kaya. Katakanlah pada bibi Anda bahwa lima tahun yang lalu Anda tidak mengenal betapa berharganya Tuhan Yesus bagi Anda. Ceritakanlah padanya dengan menyebutkan segala butir-butir yang kaya dari Kristus. Anda dapat mengatakan padanya, "Sekarang aku tahu bahwa Kristus adalah kuat kuasa dan hikmat Allah bagiku, dan Dia adalah kebenaranku, pengudusanku, dan penebusanku."
Jika Anda akan membicarakan suatu perkataan yang kaya yang demikian Anda harus mempelajari 1 Korintus 1. Belajarlah untuk mengambil kekayaan di dalam Firman itu. Anda jangan percaya pada inspirasi. Misalnya Anda belum pernah belajar bahasa Inggris, namun Anda percaya dalam inspirasi rohani yang membuat Anda mampu untuk membicarakannya. Saya yakin, Anda dapat menunggu sampai Tuhan datang, dan tetap tidak dapat berbicara bahasa Inggris.
Jika Anda tidak begitu dapat menggugat, Anda dapat membacakannya dari Versi Pemulihan. Bacalah beberapa ayat-ayat dan bacalah beberapa dari catatan-catatan kaki yang kaya itu yang telah Anda nikmati. Dalam kenyataannya, seringkali ini lebih baik daripada pembicaraan Anda sendiri.
E. Orang-orang Kudus yang masih muda mengabarkan
dengan kuat kuasa
Mungkin Anda akan mengatakan, "Saudara Lee, Anda telah berada di dalam Firman selama lebih dari lima puluh tahun. Bagaimanakah agar kami dapat penuh kuat kuasa dalam pengabaran injil jika kami masih muda di dalam Tuhan?" Biarlah saya bersaksi kepada Anda bahwa ketika saya muda pembicaraan saya penuh kuat kuasa karena ketiga perkara doa ini: Firman itu, dan Roh itu, pengurapan. Ini menunjukkan bahwa bahkan orang-orang kudus yang muda dapat mengabarkan injil dengan kuat kuasa dan pengaruh yang kuat jika mereka percaya di dalam doa, Firman itu, dan Roh itu.
Saudara-saudari muda, Anda dapat mengambil suatu bagian dari Firman itu dan mengabarkannya kepada orang lain. Hanya janganlah percaya di dalam kefasihan apa pun yang Anda mungkin miliki. Mereka yang fasih di dalam berbicara mungkin tidak memiliki kuat kuasa atau pengaruh apa pun. Tetapi mereka yang tidak fasih, dan bahkan mungkin salah dalam melafalkan kata-kata, mungkin memiliki pengaruh dan kuat kuasa di dalam pengabaran injil mereka. Jika kita percaya di dalam doa, Firman, dan Roh itu, Tuhan bahkan mungkin menggunakan pembicaraan yang pelafalan kata-katanya salah untuk menyelamatkan orang lain.
III. MEMBICARAKAN KRISTUS
A. Kepada Semua Sanak Famili Kita
Orang-orang kudus yang kekasih, sekarang kita berada di dalam pemulihan tuhan dan saya percaya bahwa sekarang adalah saatnya bagi Tuhan untuk melaksanakan pergerakanNya yang terbaru. Kita semua yang berada di dalam pemulihan Tuhan harus membicarakan Kristus di dalam kehidupan kita sehari-hari kepada orang tua kita, anak-anak kita, keponakan-keponakan kita, dan sanak saudara suami atau istri kita. Kita semua berhutang banyak kepada sanak famili kita. Cobalah menuliskan sebuah daftar dari semua nama sanak famili Anda. Di antara nama-nama ini, mungkin 20% telah diselamatkan, dan sisanya tetap belum percaya. Mereka memerlukan pembicaraan Anda. Semua sanak famili Anda memerlukan pertolongan yang riil yang diberikan oleh pembicaraan Anda akan Kristus. Jangan mengabarkan secara agamawi, tetapi bicarakanlah Kristus kepada sanak famili Anda di dalam cara yang hidup. Bicaralah kepada ayah Anda. Bicaralah kepada ibu Anda. Bahkan jika Anda dan saudara laki-laki Anda adalah orang Kristen, Anda masih perlu berbicara satu sama lainnya. Biarkanlah orang tua Anda mendengarkan pembicaraan Anda. Jangan berbicara mengenai komputer, atau fisika, atau matematika, tetapi Kristus saja. Dia adalah mustika yang unik! Berbicaralah mengenai Yesus, Kristus, Roh pemberi hayat, Allah Tritunggal yang almuhit dan telah terproses. Orang tua Anda akan takjub pada pembicaraan yang demikian.
B. Kepada setiap orang, Dimanapun juga
Teruskanlah untuk membicarakan Kristus setiap hari. Segala mahluk hidup hari ini memerlukan Yesus, namun kita masih perlu berbicara kepada mereka. Berbicaralah di dalam cara yang hidup, di dalam cara yang praktis, menurut pengalaman Anda akan Dia. Berbicaralah di sekolah Anda, di dalam kantor Anda, pada saat istirahat untuk minum kopi, pada saat istirahat untuk makan siang, paling sedikit lima menit setiap hari, lima hari seminggu, empat minggu satu bulan. Paling sedikit duapuluh lima kali setiap bulan Anda dapat membicarakan Kristus kepada mereka.
Kita percaya bahwa hari ini Tuhan adalah Roh yang telah terproses itu yang tinggal di dalam kita dan juga di atas kita. Tidak peduli apakah Roh ini dirasakan oleh kita. Kita percaya bahwa ketika kita sedang melayani Dia dan berbicara bagi Dia, terutama karena kita mengutarakanNya, Dia beserta dengan kita. Kita memiliki hadirat Allah di dalam kita sebagai pengurapan, melalui doa, Firman, dan Roh itu, kita dapat memiliki kuat kuasa dan pengaruh yang sebenarnya. Jika kita mau dengan setia berbicara di dalam cara ini, pasti banyak dari teman-teman kita dan sanak saudara kita yang kekasih akan dibawa kepada Tuhan.
RINGKASAN
Allah damba agar kita orang Kristen mau menjadi orang-orang yang berbicara. Kita harus menjadi orang-orang yang sepanjang waktu membicarakan Kristus; kita harus menjadi saksi-saksi dari Dia yang di dalamnya kita percaya. Untuk berbicara kita perlu memiliki Roh. Roh ini berada di dalam kita dan di atas kita, dan kita hanya perlu melatih roh kita. Kita mendapatkan Roh itu melalui berdoa. Maka Roh itu menjadi kuat kuasa dan keberanian kita di dalam pengabaran injil. Isi dan pembicaraan kita haruslah Firman yang hidup dan kaya. Bahkan orang-orang saleh yang muda dapat mengabarkan dengan kuat kuasa dan pengaruh yang kuat jika mereka mau percaya di dalam doa, Firman, dan Roh itu.
Pertanyaan