PERKATAAN KOREKSI ATAS KONSEPSI YANG KELIRU MENGENAI HARI KEDATANGAN TUHAN (1)
Pembacaan Alkitab: 2Tes. 2:1-12
Dalam berita ini kita akan membahas 2:1-12. Di sini Paulus menyampaikan kepada orang-orang Tesalonika perkataan koreksi atas konsepsi yang keliru mengenai hari kedatangan Tuhan. Karena konsepsi yang keliru yang dikoreksi oleh Paulus merupakan hal yang umum di antara banyak orang Kristen hari ini, maka hari ini kita juga memerlukan perkataan koreksi Paulus ini, (kalau dikatakan tidak lebih memerlukan), seperti ketika ditulis kali pertama. Sebelum kita membahas 2:1-12 ayat demi ayat, saya ingin berbicara secara singkat tentang berbagai aliran yang mengajarkan tentang kedatangan Tuhan.
TIGA ALIRAN YANG MENGAJARKAN
TENTANG KEDATANGAN TUHAN
Selain ajaran-ajaran yang jelas merupakan bidah, di antara kaum beriman fundamental terdapat tiga aliran utama tentang kedatangan Tuhan dan pengangkatan kaum beriman. Salah satu di antara aliran ini disebut aliran pra kesusahan besar. Aliran ini mengajarkan bahwa kedatangan Tuhan Yesus akan terjadi sebelum kesusahan besar. Kata “kesusahan” adalah istilah khusus dalam pelajaran tentang nubuat. Kata ini menunjukkan sejangka waktu pada akhir zaman gereja. Pada akhir zaman gereja akan terdapat suatu periode 7 tahun, minggu terakhir dari tujuh puluh minggu yang dinubuatkan dalam Daniel 9. Daniel 9 membicarakan tentang 70 minggu dari tahun-tahun tentang sejarah Israel. Pada mulanya terdapat 7 minggu, kemudian 62 minggu, dan pada akhirnya setelah suatu jangka waktu yang lama, minggu terakhir, 7 tahun yang terakhir.
Tepat sebelum permulaan 7 tahun ini, seorang kuat akan bangkit yaitu Antikristus. Dalam 2Tesalonika 2 ini, Antikristus disebut manusia durhaka. Menurut nubuat, orang kuat ini akan memulihkan Kekaisaran Romawi dan akan menjadi Kaisar terakhir dari kekaisaran itu. Kemudian Antikristus, manusia durhaka itu, akan membuat perjanjian, persetujuan dengan orang Yahudi. Persetujuan ini akan berlangsung selama 7 tahun. Karena Antikristus begitu kuat, orang Yahudi takut kepadanya; mereka takut ia akan menganiaya mereka dalam pelaksanaan agama mereka. Karena itu, orang Yahudi akan membuat perjanjian dengannya, dan dalam perjanjian itu ia menjanjikan kebebasan beribadah. Orang Yahudi akan sangat girang dengan perjanjian itu, bergembira bebas beribadah kepada Allah nenek moyang mereka. Namun setelah 3,5 tahun, pada tengah-tengah 7 tahun yang terakhir dari zaman gereja, manusia durhaka itu akan melanggar perjanjiannya dengan orang Yahudi dan mulai menganiaya mereka.
Tujuh tahun terakhir dapat dibagi menjadi 2 periode, masing-masing 3,5 tahun lamanya. Dalam Alkitab periode 3,5 tahun yang kedua disebut pula 42 bulan atau 1260 hari (Why. 11:2-3; 13:5). Dari pelajaran Alkitab, kita dapat mengatakan dengan tegas dan pasti bahwa 3,5 tahun yang terakhir ini akan merupakan masa kesusahan besar. Ini berarti bahwa kesusahan besar adalah setengah dari minggu terakhir dan akan berlangsung 3,5 tahun, atau 42 bulan, atau 1260 hari.
Banyak orang mengajarkan bahwa kedatangan Tuhan akan terjadi sebelum kesusahan besar. Namun ketika mereka membincangkan kesusahan, lazimnya mereka mengartikan ketujuh tahun yang terakhir. Menurut pengertian mereka, keseluruhan minggu terakhir dari 70 minggu dalam Kitab Daniel merupakan periode kesusahan besar. Mereka mengajarkan bahwa Kristus akan datang kembali untuk mengangkat kaum beriman sebelum saat kesusahan ini, yaitu sebelum ketujuh tahun terakhir dari zaman ini. Itulah sebabnya, aliran ini disebut aliran pra kesusahan.
Aliran yang kedua adalah aliran setelah kesusahan. Aliran ini mengajarkan bahwa kedatangan Kristus akan terjadi setelah kesusahan besar. Mereka yang mengajarkan bahwa kedatangan Kristus terjadi setelah kesusahan besar, menggunakan banyak ayat dari Alkitab sebagai suatu dasar kuat bagi ajaran mereka. Mereka yang menganut aliran ini mengajarkan bahwa Kristus akan datang kembali pada akhir kesusahan. Sebab itu, ajaran mereka disebut aliran setelah kesusahan.
Aliran ketiga, yang diwakili oleh guru-guru Alkitab seperti Pember, Govett, dan Panton, mengajarkan secara lebih rinci tentang kedatangan kembali Tuhan daripada aliran pra kesusahan atau aliran setelah kesusahan. Penganut aliran ketiga ini mengatakan bahwa baik aliran pra kesusahan maupun aliran setelah kesusahan tidak sepenuhnya benar. Kedua aliran tersebut hanya benar sebagian. Ajaran dari kedua aliran terdahulu dapat diibaratkan peta sebuah kota yang hanya menunjukkan jalan utamanya, sedangkan ajaran aliran ketiga dapat diibaratkan peta sebuah kota yang menunjukkan tidak saja jalan utamanya tetapi juga jalan kecil, gang-gang, lorong-lorongnya. Sebab itu, pengajaran dari aliran yang ketiga itu lebih rinci dan lebih tepat.
Menurut aliran ketiga, parousia penyertaan Kristus mungkin terjadi sejenak sebelum pertengahan tujuh tahun terakhir dan akan berlangsung sampai menjelang akhir periode ini. Kristus akan meninggalkan takhta di surga tingkat ketiga dan turun ke angkasa tersembunyi dalam awan-awan, dan tinggal di sana kurang lebih 3,5 tahun. Selama periode ini, akan terjadi banyak perkara. Anak laki-laki dalam Wahyu 12 akan diangkat sebelum Antikristus mulai menganiaya segala jenis agama (termasuk agama Yahudi dan Katolik), dan ia akan meninggikan dirinya di atas semua obyek penyembahan. Anak laki-laki akan diangkat bukan ke angkasa melainkan ke takhta Allah. Tidak hanya demikian, menurut Wahyu 14, 144.000 orang juga akan diangkat pada kurun waktu ini menjadi buah sulung, sebelum paruh terakhir dari tujuh tahun terakhir. Kita tidak boleh keliru dengan menganggap 144.000 orang dalam Wahyu 14 identik dengan anak laki-laki dalam Wahyu 12. Keduanya merupakan dua golongan pemenang yang berbeda. Anak laki-laki dan 144.000 orang akan diangkat ke takhta Allah. Kemudian Tuhan Yesus akan memulai parousiaNya; Ia akan turun dari takhta Allah ke angkasa. Nampaknya pasti bahwa anak laki-laki dan 144.000 orang akan turun bersamaNya. Kemudian pada akhir dari ketujuh tahun yang terakhir, Tuhan Yesus akan datang ke bumi. Dua Tesalonika 2:8 menerangkan hal ini: “Pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan napas mulutNya dan akan memusnahkannya dengan penampakanNya pada waktu kedatanganNya.” Kata “kedatangan” di sini adalah parousia, yang berarti “penyertaan”. Munculnya parousia Tuhan terjadi pada akhir ketujuh tahun yang terakhir, setelah Antikristus, manusia durhaka itu menyatakan diri.
KEDATANGAN TUHAN DAN PENGANGKATAN KITA
Sekarang mari kita membahas 2:1-12 ayat demi ayat. Dalam ayat 1 Paulus berkata, “Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, Saudara-saudara.” Seperti dalam ayat 8, bahasa Yunani untuk “kedatangan” di sini adalah parousia. Dua perkara diungkapkan dalam ayat ini: parousia (penyertaan) Tuhan dan terhimpunnya (pengangkatan) kita kepada Dia.
Parousia Tuhan akan dimulai dengan keterangkatan para pemenang ke takhta Allah di surga (Why. 12:5-6); pada akhir kesusahan besar yang akan terjadi dalam tiga setengah tahun terakhir dari zaman ini, paruh kedua dari minggu terakhir dalam Daniel 9:27 (Mat. 24:21; Why. 11:2), parousia Tuhan itu akan datang di angkasa (Why. 10:1) dan berlangsung sejangka waktu; dan akan berakhir dengan “penampakan parousiaNya” (ayat 8; Mat. 24:30). Selama parousia Tuhan masih di angkasa, sebagian besar kaum beriman akan diangkat untuk bertemu dengan Tuhan di sana (1Tes. 4:17). Menurut konteksnya “hari Tuhan” dalam 2Tesalonika 2:2 mengacu kepada hari parousia (kedatangan) Tuhan, yang di dalamnya keterangkatan sebagian besar kaum beriman akan terjadi. Ayat 3 memberi tahu kita dengan jelas bahwa sebelum hari itu, Antikristus akan tampil memainkan peranan penting dalam kesusahan besar (ayat 4, Why. 13:1-8, 12-15). Ini mewahyukan dengan jelas dan tegas bahwa kedatangan (parousia) Tuhan ke angkasa dan keterangkatan sebagian besar kaum beriman tidak mungkin terjadi sebelum kesusahan besar.
JANGAN GOYAH ATAU GELISAH
Ayat 2 mengatakan, “Supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.” Kata “bingung”, dalam bahasa aslinya adalah “goyah dari pikiran” menunjukkan goyah “dari pikiran yang menilai dengan mantap dan jernih” (Darby). Paulus tidak ingin kaum beriman di Tesalonika goyah dalam pikiran atau gelisah sehubungan dengan kedatangan Tuhan dan pengangkatan kita. Frase “oleh ilham roh” mengacu kepada roh yang berbicara, yang berpura-pura dan mengaku memiliki wewenang wahyu ilahi. Seseorang mungkin menyatakan bahwa ia mempunyai roh berbicara tentang kedatangan Tuhan. Paulus memperingatkan kaum beriman janganlah tergesa-gesa mendengarkan orang demikian. Dia juga memperingatkan mereka agar jangan lekas goyah “oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami”. Ini menunjukkan bahwa seseorang memalsu menulis surat menggunakan nama Rasul Paulus. Di sini Paulus seolah-olah berkata, “Saudara-saudara, jika seseorang oleh roh, oleh perkataan, atau oleh surat seolah-olah dari kami, mengatakan bahwa hari Tuhan sudah tiba, janganlah mendengarkannya. Jangan goyah dan jangan gelisah.”
MURTAD DAN MANUSIA DURHAKA
Ayat 3 mengatakan, “Janganlah kamu disesatkan orang dengan cara bagaimanapun juga! Sebab sebelum hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa.” Kata “disesatkan” dapat juga diterjemahkan “ditipu”, tidak hanya membuat kesan yang palsu, bahkan benar-benar menyelewengkan.
Dalam ayat 3 kata “hari itu” menunjukkan hari kedatangan Tuhan. Hari itu tidak akan datang sebelum murtad datang dahulu. Murtad ini merupakan kejatuhan dari jalan ekonomi Allah yang lurus sebagaimana diwahyukan dalam Alkitab. Dalam Alkitab terdapat nubuat yang tegas bahwa sebelum kedatangan Tuhan kembali akan terdapat murtad besar di antara umatNya, penyimpangan dari jalan ekonomi Allah. Bahkan hari ini terdapat kecenderungan di antara orang Kristen untuk meninggalkan jalan lurus Perjanjian Baru.
Ayat 3 menunjukkan pula bahwa hari Tuhan tidak akan tiba sebelum manusia durhaka itu dinyatakan. Manusia durhaka itu adalah Antikristus, seperti dinubuatkan dalam Daniel 7:20-21, 24-26; 9:27; 11:36-37; Wahyu 13:1-8, 12-18; 19:19-20. Dia akan menjadi manusia durhaka dan akan mengubah hukum Taurat, merusak dan membinasakan banyak orang di luar batas, menghujat Allah, dan menyesatkan orang. Karena itu, Tuhan akan membinasakannya sama sekali, dan ia akan menjadi anak kebinasaan.
Ayat 3 menunjukkan dengan tegas bahwa kedatangan Tuhan kembali tidak akan mendahului kesusahan besar. Sebelum kedatangan Tuhan akan timbul murtad, dan manusia durhaka akan muncul. Ini berarti sebelum kedatangan Tuhan, satu hal murtad dan satu orang Antikristus, haruslah datang dahulu.
Paulus memberi tahu orang-orang Tesalonika bahwa karena murtad dan pemunculan manusia durhaka harus terjadi dahulu sebelum hari kedatangan Tuhan, maka mereka tidak usah dibingungkan oleh perkara apa pun atau siapa pun yang menyatakan bahwa hari Tuhan telah datang. Murtad harus terjadi, dan Antikristus harus dinyatakan. Antikristus akan dinyatakan sepenuhnya selama kesusahan besar. Ini menunjukkan bahwa kedatangan Tuhan kembali akan terjadi setelah kesusahan besar, bukan sebelumnya. Dua Tesalonika 2:3 adalah sebuah ayat yang digunakan oleh mereka yang menganut aliran setelah kesusahan untuk mengatakan bahwa kedatangan Kristus terjadi setelah kesusahan.
Di antara Kaum Saudara (The Brethren), guru terkemuka aliran pra kesusahan adalah J.N. Darby. Darby adalah seorang guru Alkitab yang sangat baik, dan kita belajar banyak darinya. Namun kita tidak mengikuti ajarannya tentang pra kesusahan. Aliran setelah kesusahan lebih tepat. Mengenai kedatangan Tuhan, terlalu banyak perkiraan dalam ajaran Darby. Sebagai contoh, ia mengatakan bahwa dalam Wahyu 4 Yohanes diangkat dan pengangkatan ini adalah lambang pengangkatan gereja sebelum kesusahan. Menurut Darby, kesusahan dimulai dalam Wahyu 4. Darby menyatakan bahwa Yohanes adalah wakil gereja dan keterangkatan ini menunjukkan keterangkatan gereja sebelum kesusahan. Dalam hal ini Darby menyimpulkan atau menduga terlalu jauh.
Benjamin Newton tidak setuju dengan tafsiran Darby. Ia menunjukkan 2Tesalonika 2, di mana Paulus dengan jelas mengatakan kedatangan Tuhan tidak akan terjadi sebelum murtad dan manusia durhaka, yakni Antikristus dinyatakan. Sebagaimana kita telah tunjukkan, ini berarti kedatangan Tuhan kembali terjadi setelah kesusahan besar.
Mereka yang berpegang kepada ajaran aliran pra kesusahan maupun mereka yang mengikuti ajaran aliran setelah kesusahan tidak melihat kebenaran penuh tentang parousia Tuhan. Mereka yang nampak satu aspek parousia mengajarkan kedatangan pra kesusahan, tetapi mereka yang nampak aspek lain mengajarkan kedatangan setelah kesusahan. Kita memandang parousia sebagai suatu keseluruhan, sebab itu kita tidak berpihak kepada aliran pra kesusahan atau aliran setelah kesusahan.
ANTIKRISTUS DALAM BAIT ALLAH
Dalam ayat 4 Paulus memberi gambaran selanjutnya tentang Antikristus: “Yaitu lawan yang meninggikan diri di atas semua yang disebut atau disembah sebagai Allah hingga ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.” Hal ini menggenapkan nubuat mengenai Antikristus dalam Daniel 11:36-37. Ini akan terjadi pada paruh kedua dari minggu terakhir seperti yang dinubuatkan dalam Daniel 9:27.
Bait Allah yang disebutkan dalam ayat 4 ialah “tempat kudus” dalam Matius 24:15. Ayat 4 menunjukkan bahwa Bait Allah akan dibangun kembali sebelum Tuhan datang. Bait itu sudah dihancurkan lebih dari 19 abad yang lalu. Tetapi ayat ini mengatakan bahwa Antikristus akan duduk di dalam Bait Allah. Karena itu Bait Allah harus dibangun kembali. Bangsa Israel telah terbentuk kembali dan kota Yerusalem telah kembali kepada Israel. Namun, Bait Allah belum dibangun. Ada sejumlah orang Yahudi yang sangat memperhatikan pembangunan kembali Bait Allah. Pada suatu hari, bait ini akan dibangun kembali, dan menurut nubuat Daniel, Antikristus akan duduk di sana.
Dalam ayat 5 Paulus mengatakan, “Tidakkah kamu ingat bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu?” Sekalipun Paulus tinggal bersama-sama dengan orang Tesalonika hanya tiga minggu lamanya, dia telah mengatakan tentang hal-hal ini kepada mereka.
RAHASIA KEDURHAKAAN
Dalam ayat 6 Paulus selanjutnya mengatakan, “Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya.” Ayat ini menunjukkan bahwa ada suatu kuasa yang menghalangi penampakan manusia durhaka, Anti-kristus. Perkataan “waktu yang telah ditentukan baginya” menunjukkan waktu yang ditentukan Allah, yang merupakan minggu terakhir dari tujuh puluh minggu, seperti yang dinubuatkan dalam Daniel 9:27; 7:24-26, dan Wahyu 13:1-8.
Dalam ayat 7 Paulus melanjutkan, “Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan.” Kedurhakaan yang menjadi ciri-ciri Antikristus sedang bekerja secara rahasia dalam zaman ini. Inilah rahasia kedurhakaan yang sekarang sedang bekerja di tengah-tengah bangsa-bangsa dan dalam masyarakat manusia. Bahkan kini terdapat kecenderungan meningkatnya kedurhakaan.
Antikristus akan merupakan totalitas kedurhakaan. Tidak ada orang yang dapat memiliki kekuatan yang tidak terbatas kecuali ia durhaka. Orang yang taat hukum tidak dapat memiliki kekuasaan yang tidak terbatas, sebab ia terbatas oleh hukum. Mereka yang tidak taat hukum, yang tidak dibatasi dengan hukum, melainkan berbuat semaunya sendiri, dapat menjadi sangat berkuasa. Hitler adalah contoh orang yang durhaka semacam itu.
Menurut kedaulatan Allah, “kalau yang sekarang menahannya itu telah disingkirkan”, mungkin ini berarti faktor yang menahan itu disingkirkan. Walaupun rahasia kedurhakaan kini sudah bekerja, kedurhakaan itu saat ini tertahan, terbatas. Tetapi pada suatu hari, penahan ini akan disingkirkan. Kita perlu menyadari dari nubuat Alkitab bahwa pada suatu hari faktor penahan akan disingkirkan dan kemudian Antikristus akan tidak dibatasi.
Di negara demokratis, seperti Amerika Serikat, presiden pun dibatasi oleh hukum. Ia tidak bebas berbuat semaunya. Tetapi jika pembatasan hukum itu disingkirkan, orang yang berkuasa dapat menjadi durhaka dan berbuat semaunya. Dalam keadaan demikian, penguasa negara itu dapat menjadi berkuasa luar biasa. Hari ini kedurhakaan sedang bekerja, tetapi faktor penahan masih ada. Karena adanya faktor penahan ini, tidak ada orang yang dapat menjadi durhaka dan menjadi begitu berkuasa. Tetapi bila faktor penahan itu disingkirkan, seseorang akan bangkit menjadi durhaka dan berbuat apa pun yang dikehendakinya. Lalu ia akan menjadi luar biasa berkuasa. Manusia durhaka itu akan menjadi Antikristus.
Ayat 8 mengatakan, “Pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan napas mulutNya dan akan memusnahkannya dengan penampakanNya pada waktu kedatanganNya.” Hal ini akan tergenap dalam Wahyu 19:19-20. Ayat ini menunjukkan bahwa kedatangan (parousia) Tuhan sebelum penyataanNya yang terbuka adalah tersembunyi. Ini juga menunjukkan bahwa kedatangan Tuhan akan berlangsung sejangka waktu. Pertama, akan berlangsung secara rahasia, kemudian, akan ternyata bagi umum.
PEKERJAAN IBLIS
Dalam ayat 9 Paulus berkata, “Kedatangan si pendurhaka itu adalah (menurut) pekerjaan Iblis, dan akan disertai berbagai perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat palsu.” Ayat ini mewahyukan bahwa kedatangan Antikristus adalah menurut pekerjaan Iblis. Penyebab begitu durhakanya Antikristus ialah ia berada di bawah pekerjaan Iblis. Karena motivasi Iblis, ia akan menjadi sangat berkuasa. Pekerjaan Iblis disertai dengan kekuasaan dan tanda-tanda serta mukjizat-mukjizat palsu. Seluruh pekerjaan Iblis untuk menyesatkan orang (ayat 9-10) adalah palsu, sama seperti dia adalah pendusta dan bapa dari pendusta (Yoh. 8:44).
Pekerjaan Iblis ini terlihat dalam Wahyu 13. Pada saat itu, orang akan disesatkan oleh tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat palsu. Salah satu tanda itu adalah berhala, patung Antikristus yang tidak berhayat, akan dapat berbicara.
TIDAK MENERIMA KASIH AKAN KEBENARAN
Ayat 10 melanjutkan, “Dengan berbagai tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan tidak mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.” Sejumlah besar orang akan mengikuti Antikristus. Mereka akan menerima tipu dayanya, sebab mereka tidak menerima kasih akan kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
Dalam ayat 11 Paulus selanjutnya berkata, “Itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya kepada dusta.” Karena orang-orang yang harus binasa itu tidak menerima kasih akan kebenaran (realitas) yang hendak Allah berikan kepada mereka agar mereka dapat diselamatkan, maka Allah mendatangkan kesesatan, kuasa aktif yang menyesatkan atas mereka, sehingga mereka percaya akan dusta.
Dalam ayat 12 Paulus menyimpulkan, “Supaya dihukum semua orang yang tidak percaya kepada kebenaran dan suka kejahatan (ketidak benaran).” Kaum beriman senang akan kebaikan (1:11), sebaliknya orang-orang yang harus binasa (ayat 10), yang menolak kebenaran Allah, senang akan ketidakbenaran. Dosa adalah perkara yang menyenangkan bagi mereka (Rm. 1:32).
Kita semua harus jelas tentang kedatangan Tuhan dan tidak goyah atau gelisah oleh pengajaran-pengajaran aneh tentang hal tersebut. Hari ini ada orang mengajarkan bahwa orang Kristen tidak akan melalui kesusahan, tetapi akan terangkat sebelum kesusahan. Ajaran yang berlapis gula ini tidak tepat. Jangan mendengarkan ajaran demikian tentang kedatangan Tuhan dan berhimpunnya kita semua kepadaNya. Meskipun firman dalam 2 Tesalonika 2:1-12 itu singkat, tetapi sangat sehat dan jelas. Agar lebih jelas, saya anjurkan Anda membaca Pelajaran Hayat Matius dan Wahyu.
Kita tidak seharusnya hanya mengetahui kedatangan Tuhan. Kita perlu menempuh suatu kehidupan untuk memenuhi permintaan Tuhan agar kita dapat dianggap layak berada dalam anak laki-laki itu, atau termasuk di antara 144.000 orang itu, atau sebagai orang yang hidup-hidup terangkat menurut Matius 24. Kaum beriman yang berjaga-jaga dan bersiap sedia itu akan terangkat sebelum kesusahan. Namun mereka yang tidak berjaga-jaga dan bersiap sedia akan melalui kesusahan.