BERITA DELAPAN
KASIH TUHAN YANG TIDAK BERUBAH LAWAN KETIDAK MURNIAN ISRAEL YANG KERAS KEPALA
(2)
Pembacaan Alkitab: Hos. 11—14
Pertama, penekanan utama kitab Hosea adalah kiasan pernikahan Hosea dengan pelacur Gomer. Tiga anak mereka juga kiasan. Anak-anak Yizreel melambangkan bahwa Allah akan membalas hutang darah darah Yizreel (2 Raja-raja 10:1-11) atas keluarga Yehu dan akan mendatangkan berakhirnya kerajaan keluarga Israel (2 Raja-raja 15:10-12). Anak-anak perempuan Lo-Ruhama melambangkan bahwa Allah tidak lagi membelaskasihani keluarga Israel. Anak lelaki Lo-Ami melambangkan bahwa Israel bukan umat Allah. Allah memakai pernikahan Hosea dengan Gomer dan keluarganya untuk memperagakan bagaimana Israel sebagai istri TUHAN telah tidak setia kepada Suaminya.
Penekanan kedua dalam kitab Hosea adalah kejahatan Israel sebagai istri TUHAN yang tidak murni. Karena istri tidak menjadi murni, segala jenis kejahatan mengikuti. Karena kita meninggalkan Allah, kita dapat melakukan begitu banyak kejahatan. Karena istri TUHAN tidak murni, Israel keras kepala dalam ketidakmurniannya. Keras kepala ini digambarakan terperinci dalam pasal sebelas sampai empat belas. Pasal-pasal ini juga mewahyukan kasih TUHAN yang tidak berubah, dan inilah apa yang kita akan perhatikan dalam berita ini.
II. KASIH TUHAN YANG TIDAK BERUBAH
A. TUHAN Mengasihi Israel Ketika Israel Masih Kanak-kanak, dan dari Mesir TUHAN Memanggil Anak-Nya
Hosea 11:1 berkata, ‘‘Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, / Dan dari Mesir Kupanggil anakKu itu.’’ Israel dibambarkan sebagai istri TUHAN sepanjang kitab Hosea. Tetapi ketika kasih Allah yang tak terbatas dijamah, Israel disebut anak Allah (Kel. 4:22-23), menunjukkan bahwa Israel memiliki hayat Bapa. Hanya anak-anak sejati, bukan anak-anak adopsi, memiliki hayat bapanya. Hosea 11:1 juga menunjukkan bahwa Kristus menyatukan Israel menjadi Anak Allah dan Dia dipanggil keluar dari Mesir oleh Allah (Mat. 2:13-15).
Kasih Allah yang tak terbatas bukan kasih dalam kasih sayang, seperti kasih suami terhadap istri, tetapi kasih dalam hayat, seperti kasih bapa terhadap anak. Kasih terhadap istri adalah kasih sayang, tetapi kasih terhadai anaka adalah kasih dalam hayat. Di satu pihak, Allah mengasihi kita sebagai istri-Nya, dan Tuhan Yesus adalah Suami kita. Di lain pihak, Allah adalah Bapa kita, dan kita adalah anak-anak Bapa.
B. TUHAN Memanggil Israel melalui Nabi-nabi-Nya
Hosea 11:2a berkata bahwa TUHAN memanggil Israel melalui nabi-nabi-Nya.
C. TUHAN Mengajar Efraim Berjalan
Ayat 3 selanjutnya berkata bahwa TUHAN mengajar Efraim (Israel) berjalan, mengangkat mereka ditangan-Nya dan menyembuhkan mereka.
D. TUHAN Menarik Nabi Israel dengan Tali Kesetiaan, Ikatan Kasih
Ayat 4a berkata, ‘‘Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, / Dengan ikatan kasih.’’ Frase ‘‘dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih’’ menunjukkan bahwa Allah mengasihi kita dengan kasih ilahi-Nya, bukan pada tingkat keilahian-Nya tetapi pada tingkat keinsanian-Nya. Kasih Allah dalam mengajar Efraim berjalan dan mengangkat dalam tangan-Nya memperlihatkan kepada kita bahwa kasih Allah adalah ilahi tetapi pada tingkat insani. Jika Dia mengasihi kita pada tingkat ilahi, kita tidak dapat menjamah kasih-Nya. Kasih ilahi-Nya mencapai kita pada tingkat insani. Dia telah turun ke tingkat insani supaya menjamah kita. Inilah apa yang dimaksud dengan dikatalan bahwa Dia menarik Israel dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih.
Sisa ayat 4 berkata, ‘‘Bagi mereka Aku seperti orang / Yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; / Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.’’ Kuk ini adalah kuk Firaun, dan makan ini adalah makan manna di padang gurun. Firaun telah mengenakan kuk pada Israel, tetapi Allah mengangkat kuk ini dan dengan lemah lembut memberi mereka makan dengan membawa mereka ke padang gurun, di mana Allah memberi makan mereka dengan manna dengan cara lemah lembut setiap pagi (Kel. 16:14-18).
E. TUHAN Tidak Membiarkan Efraim
Hosea 11:8 dan 9 mewahyukan bahwa TUHAN tidak dapat membiarkan Efraim. ‘‘Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, / Menyerahkan engkau, hai Israel? / Masakah Aku membiarkan engkau seperti Adma, / Membuat engkau seperti Zeboim? / HatiKu berbalik dalam diriKu, / Belas kasihanKu bangkit serentak. / Aku tidak akan melaksanakan murkaKu yang bernyala-nyala itu, / Tidak akan membinasakan Efraim kembali. / Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, / Yang Kudus di tengah-tengahmu, / Dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.’’ Adma and Zeboim dihancurkan bersama Sodom and Gomora (Kej. 14:8; Ul. 29:23). Efraim telah menjadi begitu jahat, bahkan lebih jahat dari Sodom and Gomora. Namun, karena kasih-Nya yang tak terbatas, Allah tidak menghancurkan Efraim.
F. Bani Israel Mengikuti TUHAN, dan TUHAN Menyebabkan Mereka Tinggal dalam Rumah-rumahnya
Menurut Hosea 11:10 dan 11, bani Israel mengikuti TUHAN. Dia akan mengaum seperti senga, dan bani Israel akan datang dengan gemetar dari barat seperti burung dari Mesir dan seperti merpati dari tanah Asyur. TUHAN akan menyebabkan mereka tinggal dalam rumah-rumahnya.
G. Di Betel Yakub Menemukan TUHAN, dan di sanalah TUHAN Berbicara dengan Bani Israel
Di Betel Yakub menemukan TUHAN, dan di sanalah TUHAN berbicara dengan bani Israel, bahkan TUHAN, Allah semesta alam. TUHAN adalah peringatannya. Bani Israel harus kembali kepada Allahnya, memelihara kasih seetia dan hukum, dan menantikan Allahnya senantiasa (12:5b-7).
H. Sejak di Tanah Mesir TUHAN Telah Menjadi Allah Bani Israel
Sejak di tanah Mesir TUHAN telah menjadi Allah bani Israel. Dia akan menyebabkan mereka tinggal dalam tenda-tenda seperi pada hari hari raya yang ditentukan. Dia juga berbicara kepada nabi-nabi. Dia memperbanyak penglihatan, dan melalui nabi-nabi Dia memakai perumpamaan (ay. 10-11).
I. Israel Mengenal bahwa tidak ada Allah Kecuali TUHAN
Israel mengenal bahwa tidak ada allah kecuali TUHAN, sebab tidak ada juruselamat selain Dia. Dia mengenal Israel di padang gurun, di tanah yang gersang. Menurut padang rumputnya (diberikan TUHAN) mereka menjadi kenyang full (13:4-6a).
J. TUHAN Memebaskan Mereka dari Kuasa Dunia Orang Mati (Sheol)
TUHAN akan membebaskan mereka dari kuasa dunia orang mati (Sheol); Dia akan menebus mereka dari kematian (ay. 14a). Maka, bagian ayat selanjutnya berkata, ‘‘Di manakah tenaga pembinasamu, / Hai dunia orang mati?” Mata-Ku tertutup bagi belas kasihan (ay. 14c). Kasih Allah untuk Israel tak terbatas, dan Dia tidak pernah menyesal atas kasih ini.
K. TUHAN melalui Nabi-nabi-Nya Memanggil Israel Kembali kepada Dia, Allahnya
Israel telah jatuh karena kesalahannya, dan TUHAN melalui nabi-nabi-Nya memanggil mereka kembali kepada Dia, Allahnya (14:2). Mereka harus perkataan ini untuk mereka, kembali kepada TUHAN, dan berkata kepada Dia, ‘‘Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN; katakanlah kepadaNya: "Ampunilah segala kesalahan, / Sehingga kami mendapat yang baik, / Maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. / Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; / Kami tidak mau mengendarai kuda, / Dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. / Karena buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim” (ay. 3-4). Dengan bibirnya mereka mempersembahkan kurban-kurban dan persembahan-persembahan kepada Allah.
L. Israel dalam Pemulihan
Dalam ayat 5 sampai 9 kita memiliki gambaran Israel dalam pemulihan (restotasi) (Mat. 19:28), seperti diwahyukan dalam Hosea 2:15-23; 3:5; 6:1-3; 10:12. TUHAN akan menyembuhkan murtad mereka; Dia akan mengasihi mereka dengan bebas, sebab murka-Nya akan meninggalkan mereka. Dia akan menjadi seperti embun bagi Israel. Israel akan berbunya seperti bunga bakung (melambangkan kehidupan yang murni bersandar kepada Allah) dan akan menjulurkan akarnya seperti pohon Libanon (melambangkan terus menerus berdiri dalam keinsanian yang dipertinggi). Ranting-rantinya akan merambak (melambangkan berkembang dan meluas); kesemarakkannya akan seperti pohon zaitun (melambangkan kemuliaan dalam kesetiaan); dan bau harumnya akan seperti pohon-pohon di Libanon (melambangkan aroma harum dari kehidupan dalam keinsanian yang dipertinggi). Mereka yang duduk di bawah naungannya (melambangkan naungan melalui kasih karunia yang cukup yang dinikmati oleh mereka–2 Kor. 12:9) akan kembali. Mereka akan bangkit seperti gandum (melambangkan penuh hayat untuk menghasilkan makanan yang memuaskan) dan akan berkembang seperti anggur (melambangkan berbunga untuk menghasilkan minuman yang merawat). Kemasyuran Israel akan seperti anggur Libanon (melambangkan nama baik yang menyebar seperti anngur yang penuh rasa).
Saya harap bahwa ini akan menjadi situasi dengan semua gereja lokal di pemulihan Tuhan. Kemudian daripada menjadi roti yang tidak dibalik atau merpati tolol atau busur tipu, kita akan seperti bunga bakung, pohon-pohon Libanon, pohon zaitun, dan anggur yang berkembang.
Pengubahan Israel seperti digambarkan dalam Hosea 14:4-7 berdasarkan pada faktor kasih dalam hayat. Kasih dalam kasih sayang tidak mentransformasi, tetapi kasih dalam hayat mentransformasi orang. Suami yang mengasihi istrinya dalam kasih sayang dapat merusak istrinya, tetapi seorang bapa mengasihi anaknya dalam hayat tidak pernah merusak anaknya. Karena anak bertumbuh, dia ditransformasi. Hubungan kita dengan Allah adalah dari keilahian, hayat kekal Allah. Hayat ini menghidupkan kita, melahirkan kembali kita, menguduskan kita secara posisi dan watak, memperharui kita, mentransformasi kita, menyerupakan kita, mematangkan kita, dan memuliaakan kita, membuat kita sama seperti Allah dalam hayat, sifat, penampilan, dan kemuliaan.
Pada permulaan Hosea, Israel adalah pelacur, tetapi pada akhir kitab ini, Israel menjadi seorang anak. Akhirnya, Efraim menyatakan bahwa dia tidak lagi memiliki berhala. ‘‘Efraim, apakah lagi sangkut pautKu dengan berhala-berhala?’’ (ay. 8a). Allah menjawan dengan berkata, ‘‘Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! / Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, / Dan padaKu engkau mendapat buah’’ (ay. 8b). TUHAN seperti pohon cemara yang hijau (melambangkan Allah yang hidup dan selalu hijau [segar]) dan Efraim berbuah dari Dia menunjukkan keesaan Efraim dengan TUHAN. Ini juga menunjukkan bahwa transformasi yang ajaib telah terjadi, berdasarkan faktor kasih di dalam hayat. Hari ini Allah adalah pohon yang selalu hijau, dan kita, kaum beriman di dalam Kristus, adalah ranting-ranting pohon, berbuah dari Dia. Ini lebih dibanding kesatuan organik; ini adalah keesaan dari dua dalam satu hayat, dalam satu sifat, dan dalam satu kehidupan. Yang dihasilkan kitab ini adalah transformasi di dalam hayat oleh kasih Allah. Ini adalah wahyu dalam Hosea 14, adan kita semua perlu melihatnya.
III. PERKATAAN NABI YANG BIJAKSANA
Ayat 10 berkata bahwa perkataan nabi adalah bijaksana, memperlihatkan kepada kita bahwa jalan-jalan TUHAN adalah benar. Kebenaran akan mengikuti mereka, tetapi pemberontak akan tersandung di situ.