← Daftar isi Keluaran (10) · bab 1/17

PERAK PENDAMAIAN (1)

Pembacaan Alkitab: Kel. 30:11-16; 38:25-28; Bil. 1:45-46; 2:32

Dalam berita ini kita sampai ke satu butir yang baru perak pendamaian. Kelihatannya hal ini mudah dipahami. Sebenarnya, masalah perak pendamaian tidaklah begitu sederhana. Untuk melihat kebenaran yang berhubungan dengan perak pendamaian, kita perlu menemukan sebabmusabab hal ini disinggung dalam Keluaran 30, segera setelah catatan mengenai mezbah ukupan.

Untuk memahami setiap tulisan, kita perlu memperhatikan konteksnya. Jika kita ingin memahami bagian tertentu dalam buku tersebut, kita harus tahu apa yang mendahului bagian ini dan apa yang di belakangnya. Jangan mencoba memahami bagian itu hanya terbatas pada bagian itu sendiri. Kita perlu mengikuti prinsip ini sewaktu mencoba memahami makna perak pendamaian.

Tidaklah mudah memahami bagaimana hubungan mezbah ukupan dengan perak pendamaian. Singkatnya kita dapat mengatakan bahwa hubungan antara keduanya menunjukkan bahwa ministri doa syafaat Kristus berdasar pada penebusan-Nya. Namun, penjelasan ini pun misterius dan sulit dipahami, karena dalam penjelasan ini tercakup banyak perkara. Sebab itu, kita perlu menemukan hubungan antara mezbah ukupan dengan perak pendamaian.

PERTANYAAN MENGENAI PERAK PENDAMAIAN

Kita juga perlu bertanya, mengapa pada saat ini, orang Israel memerlukan uang tebusan, atau mereka memerlukan perak pendamaian? Bukankah mereka telah ditebus? Ya, mereka memang telah ditebus. Penebusan mereka terjadi hampir setahun yang lalu. Tak lama setelah orang Israel ditebus oleh Domba Paskah, mereka sampai ke Gunung Sinai. Sukar sekali menjelaskan mengapa orang Israel dalam Keluaran 30 perlu perak pendamaian, meskipun mereka telah ditebus.

Tidak lama setelah diselamatkan, saya membaca sebuah tulisan yang mengatakan bahwa perak pendamaian, perak tebusan, merupakan lambang penebusan Kristus. Ini memang betul; akan tetapi, pengertian ini sangat dangkal. Perak pendamaian berhubungan dengan penebusan Kristus, tetapi mengapa umat tebusan Allah masih memerlukan sesuatu yang lebih lanjut berhubungan dengan penebusan? Padahal belum genap setahun sebelumnya mereka telah ditebus di Mesir oleh Domba Paskah. Mengapa, dalam kurun waktu yang pendek, mereka memerlukan sesuatu yang lebih lanjut?

Penebusan umat Allah di Mesir digenapi oleh darah Domba Paskah. Domba telah disembelih dan darah telah dibubuhkan pada ambang pintu. Dengan jalan ini orang Israel mengalami Paskah dan tertebus. Namun, dalam Keluaran 30, penebusan tidak berhubungan dengan darah; juga tidak berhubungan dengan hayat hewan. Sebaliknya, dalam pasal ini penebusan berhubungan dengan perak, semacam mineral.

Hayat Kristus mempunyai tiga unsur dasar: hayat hewan, hayat nabati, dan mineral. Kristus adalah domba, di sini ada unsur hayat hewan. Kristus juga gandum, di sini ada unsur hayat nabati. Selain itu, Kristus juga mineral, karena bersamaNya ada emas, perak, dan batu permata.

Mengapa penebusan dalam Keluaran 30 tidak berhubungan dengan hayat hewan, melainkan berhubungan dengan perak? Beberapa orang akan berkata, perak melambangkan harga yang dibayar untuk penebusan kita. Menurut pengertian mereka, di pandangan Allah, perak dalam Keluaran 30 menandakan kemustikaan darah yang Kristus cucurkan untuk penebusan kita. Kristus membayar harga yang tinggi untuk menebus kita harga dari darahNya sendiri. Di pandangan Allah, harga ini mahal dan dilambangkan dengan perak. Namun, kita perlu melihat sesuatu yang lebih maju.

Pertanyaan penting lain yang berhubungan dengan perak pendamaian adalah mengapa perak ini disebut persembahan unjukan (LAI: khusus)? Ayat 13 mengatakan, “setengah syikal itulah persembahan unjukan kepada TUHAN (Tl.).” Ayat 14 dan 15 juga menunjukkan perak pendamaian adalah persembahan unjukan.

Saya sangat gembira mengetahui bahwa menurut teks bahasa Ibrani di sini memakai kata persembahan unjukan. Banyak terjemahan hanya memakai kata persembahan; ada juga yang memakai kata “sumbangan”, sesuatu yang dibayarkan kepada Allah oleh orang yang ditebus. Namun, terjemahan-terjemahan itu tidak menyatakan persembahan perak pendamaian adalah persembahan unjukan.

Perak pendamaian, harga pembayaran bagi penebusan kita, secara pasti disebut persembahan unjukan. Mengapa ini disebut persembahan unjukan, bukan disebut persembahan penghapus dosa? Karena perkara ini berhubungan dengan penebusan kita, maka perak pendamaian seharusnya adalah kurban penghapus dosa. Kita perlu mengerti mengapa perak pendamaian dianggap sebagai persembahan unjukan.

Domba Paskah adalah untuk seluruh orang Israel, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, baik yang muda maupun yang tua. Namun, api dalam Keluaran 30, perak pendamaian hanya untuk laki-laki yang berumur 20 tahun ke atas. Keluaran 30:14 mengatakan, “Setiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu, yang berumur dua puluh tahun ke atas, haruslah mempersembahkan persembahan unjukan itu kepada TUHAN” (Tl.). Perempuanperempuan dan semua yang di bawah umur dua puluh dikecualikan, mereka tidak turut mengambil bagian dalam perkara ini. Mengapa perak pendamaian hanya untuk lakilaki yang berusia dua puluh tahun ke atas? Ini adalah satu pertanyaan penting lain yang perlu kita jawab.

Keluaran 38:26 mengatakan tentang perak pendamaian, “Sebéka seorang, yaitu setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus, untuk setiap orang yang termasuk orang-orang yang terdaftar, yang berumur dua puluh tahun ke atas, sejumlah enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang.” Menurut ayat ini, perak pendamaian adalah uang tebusan yang harus dibayar bagi 603.550 orang laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas. Dari Bilangan 1:45-46 kita mengetahui bahwa jumlah ini adalah jumlah laki-laki yang bisa maju berperang, “Jadi semua orang Israel yang dicatat menurut suku-suku mereka, yaitu orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang di antara orang Israel, berjumlah enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang.” Ayat-ayat ini mewahyukan, jumlah laki-laki yang bagi mereka harga tebusan itu dibayar, adalah jumlah orang yang sanggup berperang, yang bisa dibentuk menjadi pasukan.

Sekarang kita mempunyai lima pertanyaan mengenai perak pendamaian yang dipaparkan di depan kita. Pertama, apa hubungan mezbah ukupan dengan perak pendamaian? Kedua, mengapa orang Israel memerlukan sesuatu yang lebih lanjut yang berhubungan dengan penebusan, setelah mereka tertebus di Mesir? Ketiga, mengapa perak pendamaian disebut persembahan unjukan? Keempat, mengapa orang Israel setelah ditebus dengan darah Domba Paskah di Mesir, perlu sesuatu yang berhubungan dengan penebusan yang digambarkan dengan perak di Gunung Sinai, seperti yang digambarkan dalam Keluaran 30? Kelima, mengapa Domba Paskah bagi setiap orang, tetapi perak pendamaian hanya untuk laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas? Kalau kita bisa menjawab pertanyaanpertanyaan ini, kita akan mempunyai pengertian yang menyeluruh tentang perak pendamaian.

SENSUS MILITER

Kalau kita mengambil pandangan dari atas terhadap pokok ini menurut lima pertanyaan ini, kita akan melihat bahwa perak pendamaian bukan untuk penebusan seluruh orang Israel; juga bukan untuk orang biasa. Berbeda dengan Domba Paskah yang untuk semua orang. Kita telah menekankan bahwa di Mesir, semua orang Israel, dari yang paling muda sampai yang paling tua, baik laki-laki maupun perempuan, semua tertebus. Namun, mengenai perak pendamaian di Keluaran 30, banyak yang tidak tercakup di dalamnya. Pertama-tama, semua perempuan tidak tercakup. Kemudian semua laki-laki yang di bawah umur dua puluh, juga tidak tercakup. Jadi perak pendamaian hanya untuk laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas; yaitu hanya untuk mereka yang bisa maju berperang.

Keluaran 30:12 mengatakan, “Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu.” Kata Ibrani yang diterjemahkan “pendaftaran” boleh juga diterjemahkan “sensus”. Namun, sensus di sini bukan yang umum atau yang biasa. Sensus ini untuk menghitung jumlah orang yang bisa dimasukkan dalam pasukan. Bilangan 1:45-46 mengatakan orang yang sanggup berperang, tetapi Bilangan 2:32 membicarakan laskar dan pasukan, “Itulah pencatatan orang Israel menurut suku-suku mereka. Jumlah orang yang dicatat dalam laskar-laskar dengan pasukan-pasukannya ada enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang.” Kata “pasukan” menandakan tentara. Mereka yang dihitung dalam pasal 30 bukan hanya mereka yang bisa berperang, juga mereka yang bisa dibentuk menjadi laskar, pasukan, atau tentara. Pertama-tama perlu mempunyai orang-orang yang bisa berperang. Kemudian, orang-orang yang bisa berperang harus dibentuk menjadi pasukan. Harga tebusan dalam Keluaran 30 tidak untuk orang biasa, tetapi untuk pasukan. Sebab itu, sensus di sini bukan yang umum, sensus ini adalah sensus militer, sensus yang berhubungan dengan memanggil orang masuk dinas militer.

BERPERANG UNTUK EKSPRESI ALLAH

Ketika kita merenungkan Kemah Suci bersama meja, kaki pelita, tabut, mezbah ukupan, dan pelataran luar serta mezbah dan bejana pembasuhan, kita akan merasa takjub. Sebenarnya semuanya ini untuk apa. Mengatakan bahwa Kemah Suci, pelataran luar, dan semua hal yang berhubungan dengan mereka bertujuan agar Allah bisa masuk ke dalam kita, supaya kita bisa berkontak dengan Allah dan masuk ke dalam-Nya, adalah tidak salah. Mengatakan bahwa semuanya ini adalah supaya Kristus menjadi kenikmatan kita, supaya kita bisa mengalami Dia dan masuk ke dalam Allah melalui Dia, supaya kita menjadi umat yang di dalam Allah dan mempunyai Allah di dalam kita, juga benar. Namun, ini adalah pengertian yang pertama. Apa tujuan kita berada di dalam Allah, dan Allah di dalam kita? Mungkin Anda akan menjawab, tujuannya adalah untuk mengekspresikan Allah. Memang betul, kita di dalam Allah dan Allah di dalam kita adalah supaya kita bisa menjadi ekspresi-Nya. Namun, masih ada sesuatu yang kurang dari perkataan ini, dan kita perlu mengetahui apa kekurangannya.

Surat Efesus adalah surat yang membicarakan tentang gereja adalah kepenuhan Allah Tritunggal. Karena gereja adalah kepenuhan Allah Tritunggal, berarti gereja adalah ekspresi Allah. Apakah butir yang terakhir dalam Surat Efesus tentang gereja adalah ekspresi Allah? Butir ini diwahyukan dalam pasal 6, yaitu peperangan rohani. Menurut Efesus 6, gereja seharusnya adalah laskar yang berperang melawan musuh Allah.

Belakangan ini kita telah memberikan banyak berita mengenai persidangan gereja. Untuk apa kita bersidang? Ada orang mungkin akan berkata bahwa kita bersidang untuk mengekspresikan Allah. Akan tetapi, di sana banyak musuh “Orang Kanaan” dan “Orang Amalek” yang akan menghalangi kita mengekspresikan Tuhan. Allah memerintahkan orang Israel masuk ke tanah permai dan membunuh orang Kanaan. Ini menyatakan bahwa untuk mengekspresikan Tuhan, kita perlu berperang melawan musuh-Nya. Karena siasat penghalang dari musuh, sulit sekali bagi kita berhimpun bersama-sama untuk mengekspresikan Allah. “Orang Kanaan” tidak merelakan kita mengekspresikan Allah. Mereka berusaha untuk menghalanghalangi kita masuk ke tanah permai. Sebab itu, kita perlu mendeklarasikan, “Hai orang Kanaan, tanah ini bukan milikmu. Tanah ini milik Tuhan. Allah telah memberikan tanah ini kepada umat-Nya.” Gereja perlu berperang melawan semua kekuasaan jahat yang di udara.

Sebagai umat Allah, kita telah dipilih menjadi warisan-Nya. Satu Petrus 2:9 mengatakan, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”

Bagaimana umat pilihan Allah bisa mengekspresikan Allah? Orang Israel dipilih oleh Allah, menjadi warisan Allah yang khusus di bumi untuk mengekspresikan Allah. Akan tetapi, bagaimana orang-orang Israel yang telah ditebus oleh Domba Paskah bisa mengekspresikan Allah? Untuk menjadi ekspresi Allah, mereka perlu dibawa ke Gunung Sinai untuk menerima pendidikan yang khusus dari Tuhan. Di Gunung Sinai orang-orang Israel dilatih oleh Allah untuk menjadi ekspresi-Nya.

DATANG KE MEZBAH UKUPAN,

BERDOA SYAFAAT BAGI KEPENTINGAN ALLAH

Untuk mengekspresikan Allah, orang Israel harus datang ke mezbah di pelataran luar untuk mengakui pelanggaran dan dosa mereka. Mereka perlu mempersembahkan kurban penghapus dosa untuk dosa batiniah dan kurban penebus salah untuk pelanggaran lahiriah mereka. Darah kurban penghapus dosa dan kurban penebus salah akan membuka jalan bagi mereka masuk ke dalam Kemah Suci.

Dalam Kemah Suci, pertama-tama kita menikmati Kristus sebagai suplai hayat. Roti di atas meja roti sajian menunjukkan umat Allah seharusnya tidak lagi hidup dengan mereka sendiri. Sebaliknya mereka seharusnya hidup dengan Kristus sebagai hayat dan suplai hayat mereka. Mereka tidak seharusnya memperhatikan perbuatan baik, tindak tanduk baik, dan karakter alamiah mereka, karena Allah hanya memperhatikan Kristus saja. Allah memperhatikan berapa banyak Kristus yang kita makan dan nikmati. Allah tertarik pada berapa banyak kita menghidupkan Kristus, mengekspresikan Kristus, dan berapa banyak Kristus yang tersusun di dalam apa adanya kita.

Setelah melewati meja roti sajian, umat Allah perlu pergi ke kaki pelita untuk diterangi. Seberapa banyak Anda menikmati Kristus sebagai terang Anda? Kita perlu melupakan pengetahuan, pandangan, dan tinjauan masa depan kita, dan mengakui bahwa kita memerlukan Kristus sebagai terang kita. Mula-mula, kita memerlukan Kristus sebagai suplai hayat, kemudian kita memerlukan Kristus sebagai terang untuk menerangi kita. Kristus sebagai terang kita berlawanan dengan pandangan alamiah dan pendapat alamiah kita.

Setelah mengalami Kristus sebagai terang, kita maju ke tabut kesaksian di tempat maha kudus. Namun, ada satu tabir yang memisahkan tempat maha kudus dari tempat kudus. Tabir ini perlu dibelah. Kalau tidak, kita tidak bisa masuk ke tempat maha kudus untuk berkontak dengan tabut. Jadi, tabut berlawanan dengan tabir.

Seperti yang telah kita tunjukkan dalam berita yang lalu, tabir menandakan apa adanya alamiah kita, yang tersusun dari perilaku, pandangan, dan kebajikan kita. Kalau perilaku, pandangan, dan kebajikan kita disatukan, itulah apa adanya kita yang alamiah. Orang alamiah ini adalah diri kita sendiri dan juga daging kita. Inilah tabir di antara kita dengan Allah. Tabir ini perlu dibelah dari atas sampai ke bawah. Begitu tabir ini terkoyak dan kita masuk ke tempat maha kudus berkontak dengan tabut, kita mengalami Kristus sebagai kesaksian kita.

Setelah kita mengalami Kristus sebagai kesaksian kita, kita bersyarat untuk datang ke mezbah ukupan. Mezbah ukupan emas adalah tempat tujuan kita, juga nasib kita. Apa yang perlu kita lakukan di mezbah ukupan? Di mezbah ukupan kita harus berdoa. Namun, kita berdoa bagi pergerakan Allah dan bagi kepentingan-Nya, bukan berdoa untuk diri kita sendiri atau untuk kepentingan kita. Berdoa untuk pergerakan dan kepentingan Allah adalah doa syafaat. Setelah umat pilihan Allah melewati pos yang berbedabeda di pelataran luar, tempat kudus, dan tempat maha kudus, mereka sampai ke tempat tujuan mereka, mezbah ukupan, berdoa syafaat untuk kepentingan Allah. Umat Allah seharusnya khusus berdoa syafaat untuk apa? Mereka harus berdoa syafaat untuk pergerakan Allah.

PERGERAKAN ALLAH DI BUMI

Kemah Suci menandakan perwujudan Allah di dalam umat pilihan-Nya. Apa tujuan perwujudan Allah di dalam Kemah Suci? Perwujudan Allah adalah untuk pergerakan Allah di bumi. Mengenai hal ini, prinsip pada hari ini sama dengan prinsip zaman dulu. Sebab itu, kita sangat perlu melihat Kemah Suci dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya adalah untuk pergerakan Allah di bumi.

Allah mempunyai banyak musuh. Orang “Mesir” adalah musuh-Nya. Orang “Amalek” juga musuh Allah. Sewaktu membaca Perjanjian Lama, kita akan melihat dari Mesir sampai Kanaan, di mana-mana ada musuh Allah. Bahkan umat-Nya sendiri bisa juga menjadi musuh-Nya. Begitu juga hari ini. Siapa yang untuk Allah? Di dalam diri kita sendiri, kita pun adalah musuh Allah.

Karena musuh-musuh itu, Allah tidak bisa bebas bergerak. Kalau Dia mau bergerak ke suatu arah, di sana tidak ada jalan, tidak ada jalan bebas hambatan, karena musuh ingin menutup jalan. Kemudian kalau Allah ingin bergerak pada arah yang lain lagi, musuh-musuh yang lain mencoba menghalangi-Nya. Di mana saja Allah tidak disambut. Lalu apa yang akan Allah lakukan? Allah harus berperang untuk membasmi musuh-musuh-Nya. Inilah sebabnya orang Israel dipesankan agar jangan menaruh belas kasihan terhadap orang-orang Kanaan. Sebaliknya, orang Israel harus membasmi mereka sampai tuntas.

Dalam Surat Efesus, kita melihat gereja sebagai kepenuhan Allah. Apakah kepenuhan Allah itu? Kepenuhan Allah adalah Kemah Suci Allah, yakni perwujudan Allah Tritunggal di dalam umat pilihan-Nya. Menurut Surat Efesus, akhirnya, gereja, umat pilihan Allah, terlibat dalam peperangan bukan melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa di udara. Sebab itu, wahyu tentang gereja dalam Surat Efesus selaras dengan lambang Kemah Suci dalam Kitab Keluaran.

Pertama, perlu Kemah Suci sebagai perwujudan Allah. Kemudian umat pilihan Allah harus mengalami semua aspek Kemah Suci sampai mereka mencapai mezbah ukupan, untuk berdoa syafaat bagi kepentingan Allah dan pergerakan-Nya. Umat Allah perlu secara khusus berdoa untuk pembentukan pasukan Tuhan, pasukan yang berperang untuk pergerakan Allah di bumi. Inilah sebabnya sensus dan perak pendamaian dijelaskan segera setelah penguraian mengenai mezbah ukupan. Sesungguhnya, dalam Keluaran 30:11-16 lebih ditekankan sensus daripada perak penebusan, perak pendamaian. Dalam ayat 12, Tuhan menyuruh Musa mengambil persembahan dari orang Israel yang disensus, didaftarkan. Pendaftaran umat ini adalah untuk pembentukan pasukan.

Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa ketika umat pilihan Allah sampai ke mezbah ukupan, mereka berdoa syafaat untuk pergerakan Allah. Supaya doa syafaat ini mendapat jawaban, perlu membentuk pasukan. Kalau kita melihat ini, kita akan mengerti hubungan antara mezbah ukupan dengan perak pendamaian. Di mezbah ukupan kita berdoa untuk pergerakan Allah. Supaya doa ini mendapat jawaban, perlu melaksanakan sensus bagi orang-orang yang bisa dibentuk menjadi pasukan untuk berperang bagi pergerakan Allah di bumi.

Dalam berita ini kita baru mulai membicarakan makna perak pendamaian. Berita-berita selanjutnya akan meneruskan berita ini, akan membahas perkara penting yang lain yang berhubungan dengan perak pendamaian.