Daftar isi Dua Belas Bakul (10) · bab 6/12

Mempersembahkan Tubuh

"Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."

Roma 12:1

Dalam ayat ini kita tampak rasul menasihati kaum saleh untuk mempersembahkan tubuh mereka. Sebenarnya rasul boleh memerintah, tetapi dia lebih senang menganjuri, karena perkara ini jika dilakukan tidak dengan sukarela, tidak akan bisa terjadi; kalaupun dilaksanakan juga, tetap tidak ada gunanya. Di sini rasul tidak menganjuri kaum saleh mempersembahkan rohnya atau jiwanya, melainkan menganjuri kaum saleh mempersembahkan tubuhnya. Mengapa demikian? Di sinilah kita tampak betapa pentingnya kedudukan tubuh. "Yang berkenan kepada Allah," adalah tindakan mempersembahkan tubuh. Meskipun Allah tidak berhubungan secara langsung dengan manusia melalui tubuh, melainkan Allah tinggal di dalam roh, tetapi Allah tidak memandang remeh tubuh manusia. Meskipun roh adalah organ yang utama, tetapi tubuhpun ada kedudukannya sendiri. Meskipun ketika orang imani melakukan apa saja, ia harus membiarkan Roh Kudus menjadi kepala, bukan berarti ia boleh mengabaikan tubuh. Setelah kita tampak betapa Allah sangat mementingkan perasaan langsung (intuisi), persekutuan, dan hati nurani di dalam roh, kita mudah sekali jatuh ke dalam satu kesalahan, yaitu mengira tubuh adalah organ yang sangat tidak diperhatikan Allah. Selain mencelakakan kita, tubuh tidak ada kegunaan yang lain; jika hayat dalam roh sudah kuat, penuh dengan kekuatan, maka tubuh yang di luar boleh diabaikan. Tetapi tidak demikian pandangan Allah. Meskipun Allah sangat memperhatikan hayat di dalam roh, tetapi la tetap memandang karunia keselamatan yang digenapkan AnakNya harus mencapai tubuh manusia yang paling luar, demikian baru sempurna. Jika karunia keselamatan tidak mencapai tubuh, maka khasiat karunia keselamatan itu belum sempurna. Tidak hanya demikian, persembahan tubuh adalah persembahan segalanya; karena di sini tubuh mewakili segalanya. Roh kaum imani sudah menjadi milik Allah, maka ini tidak perlu dipersembahkan. Tetapi jiwa dan tubuhnya masih ada perbedaan dengan hayat Allah, maka harus dipersembahkan. WaIau kita di sini hanya mengatakan tubuh, tidak menyinggung tentang jiwa, tetapi sebenarnya jiwa sudah tercakup di dalamnya, karena tubuh kita ini erat kaitannya dengan jiwa kita. Itulah sebabnya Alkitab menyebut tubuh kita adalah tubuh milik jiwa (I Korintus 15:44; bahasa aslinya). Arti mempersembahkan tubuh ialah mempersembahkan hakiki diri seseorang. Di sini kita tampak, bahwa tujuan Allah, bukan hanya pada manusia batiniah kita, Allah juga memperhatikan manusia lahiriah kita. Dalam hal bersekutu dengan Allah, selain manusia batiniah, manusia lahiriah memang tidak berguna; tetapi di dalam perkara lainnya, pentingnya manusia lahiriah tidak bisa diabaikan. Jika tidak, tentu Roh Kudus tidak akan mempunyai panggilan yang sedemikian.

Apakah sebenarnya arti mempersembahkan tubuh di sini? lni berarti bekerja bagi Tuhan, bahkan hidup bagi Tuhan. Kita harus memperhatikan dua suku kata ini: "tubuh", baru bisa mengerti makna yang di dalam. Tubuh dan roh memiliki satu perbedaan yang sangat besar. Tubuh berkaitan dengan waktu dan tempat, tetapi roh tidak. Tubuh berada di luar, karena itu ia khusus berhubungan dengan hal-hal yang di luar. Mempersembahkan tubuh berarti secara alami mempersembahkan waktu dan ruang yang berkaitan dengan tubuh, bahkan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia alamiah. Karena itu, mempersembahkan tubuh tidak ada arti lain selain mati bagi Tuhan, dan hidup bagi Tuhan. Di antara dua butir ini yang paling penting adalah hidup bagi Tuhan. Banyak orang mengira, bahwa hidup bagi Tuhan itu berarti bekerja bagi Tuhan. Ketahuilah, keduanya itu sangat berbeda. Orang bisa saja bekerja bagi Tuhan, tetapi dia tidak hidup bagi Tuhan; tetapi sebaliknya, orang yang hidup bagi Tuhan, pasti bekerja bagi Tuhan. Hidup bagi Tuhan berarti tidak menyisakan waktu sedikitpun bagi diri sendiri untuk menuntut sesuatu. Seluruh waktu dipersembahkan bagi Tuhan (bukan untuk bekerja bagi Tuhan), inilah yang disebut hidup bagi Tuhan. Roh Kudus sekarang justru sedang memanggil orang imani untuk mempersembahkan tubuh mereka, untuk hidup bagi Tuhan.

Sekarang kita bisa melihat arti ayat ini. "Saudara-saudara," ini berarti dikatakan kepada kaum imani. "Demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu;" mempersembahkan tubuh adalah karena kemurahan Allah. Karena kasih dan kemurahan Allah, maka tubuh haruslah dipersembahkan. lni sesuai dengan apa yang tercantum dalam II Koritus 5:14-15. "Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, . . . supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka." Mempersembahkan tubuh sebagai apa? "Sebagai korban yang hidup." Umumnya korban itu mati, tetapi Allah mau persembahan tubuh kita sebagai korban yang hidup. Semua korban persembahan dalam Perjanjian Lama, terlebih dahulu dibunuh dan ditaruh di atas mezbah. Tetapi Allah menghendaki tubuh kita dipersembahkan sebagai persembahan yang hidup. Hidup di dalam kematian, inilah yang dimaksud di sini. Berapa lama kita hidup, selama itu pula kita dipersembahkan seperti korban persembahan yang telah mati. Persembahan yang demikian adalah "yang kudus dan yang berkenan kepada Allah:" Karena kemurahan Allah, "kalian demikian melayani, itu adalah ibadahmu yang sejati" (Terjemahan langsung adalah: "itu adalah sepatutnya"). Saudara-saudara, kalau Allah telah mendapatkan kedudukan di dalam kita, maka la juga akan meminta kita mempersembahkan yang di luar kepadaNya. Kalau Dia telah tinggal di dalam roh kita, maka la sedang menunggu kita mempersembahkan tubuh kita. Kalau kita telah hidup bersandar Dia, Dia pun mengharapkan kita hidup bagi Dia. Karena Roh Kudus telah memperbarui, maka Dia senang kalau kita secara mutlak mempersembahkan tubuh kita ke tanganNya, agar roh yang diperbarui mempunyai tubuh yang bisa sehati untuk bekerja sama denganNya.