← Daftar isi Berkuasa dalam Hayat, Pahala Kerajaan, dan Yerusalem Baru · bab 1/24

HAYAT ILAHI YANG KEKAL

Pembacaan Alkitab

1 Yoh. 5:12; Yoh. 3:36, 16; 1 Kor. 15:45b; Ef. 4:16b

Garis Besar

I. Tiga kata Yunani untuk kata hayat

II. Hanya hayat Allah saja yang disebut hayat

A. Hayat Allah itu ilahi

B. Hayat Allah itu kekal

C. Hayat Allah itu tidak dapat dirusak

III. Kita memiliki hayat ini dan dapat mengalaminya setiap hari

A. Pengalaman-pengalaman hayat ini

B. Hasil dari hayat ini

C. Kesinambungan hayat ini

I. TIGA KATA YUNANI UNTUK KATA HAYAT

Ada tiga kata dalam bahasa Yunani yang menunjukkan kata "Hayat" dalam bahasa Indonesia. Pata pertama ialah zoe, mengacu kepda hayat Allah yang ilahi, kekal, tak tercipta, dan tak dapat rusak. Setiap orang seharusnya memiliki hayat ini di dalam rohnya. Kata kedua ialah psuche yang mengacu kepada hayat sukma manusia. Kata ketiga ialah bios yang mengacu kepada hayat tubuh manusia. Seorang yang telah beroleh selamat memiliki ketiga jenis hayat ini, tetapi orang yang belum beroleh selamat hanya memiliki psuche dan bios.

II. HANYA HAYAT ALLAH SAJA YANG DISEBUT HAYAT

Walaupun ada tiga jenis hayat dalam manusia, namun hanya hayat Allah saja yang adalah hayat yang sebenarnya. Kedua hayat yang lainnya, psuche dan bios, hanyalah hayat ciptaan semata. Keduanya lemah dan sementara. Hanya hayat Allah saja yang benar-benar ilahi, kekal, tak dapat rusak. Hayat Allah sudah ada sebelum segala sesuatu ada dan akan ada sampai selamanya.

Satu Yohanes 5:12 mengatakan; “Barangsiapa memiliki Anak ia memiliki hayat; siapa saja yang tidak memiliki Anak Allah ia tidak memiliki hayat.” Yohanes 3:36 juga mengatakan; Barangsiapa percaya ke dalam Anak ia memiliki hayat yang kekal, tetapi siapa saja yang tidak taat pada Anak ia tidak akan melihat hayat." Kedua ayat ini memberitahu bahwa bila manusia tidak memiliki hayat Allah, ia tidak memiliki hayat. Ini memperlihatkan bahwa di mata Allah, hanya hayat-Nya sajalah yang adalah hayat; selain hayat-Nya, tidak ada hayat lain yang dapat diperhitungkan sebagai hayat. Hanya Allah sajalah yang ilahi dan kekal.

A. Hayat Allah itu Ilahi

Hanya hayat zoe saja yang ilahi. Hayat psuche dan bios itu tidak ilahi. Apakah arti ilahi? Ilahi artinya adalah berasal dari Allah, memiliki sifat Allah atau melampaui dan berbeda dari yang lainnya. Hanya Allah sajalah yang adalah Allah, hanya Allah sajalah yang memiliki sifat Allah, dan hanya Allah sajalah yang melampaui dan berbeda; oleh karena itu, hanya Allah sajalah yang ilahi. Hayat Allah adalah Allah itu sendiri, dan karena hayat itu adalah Allah sendiri, maka hayat itu tentu saja memiliki sifat Allah. Maka, hanya hayat Allah saja yang ilahi. Ketika kita memiliki hayat ini, kita memiliki persona (pribadi) Allah yang ilahi.

B. Hayat Allah itu Kekal

Hayat ini adalah kekal, sehingga banyak ayat-ayat yang menggunakan istilah hayat yang kekal (Yoh. 3:15-16). Apakah arti kekal? Kekal artinya adalah tak tercipta, tanpa awal atau akhir, ada dengan sendirinya dan selamanya, keberadaan yang tak dapat dirubah. Hanya Allah sajalah yang tak tercipta; hanya Dia sajalah yang “dari kekal hingga kekal” (Mzm. 90:2), yaitu tanpa awal atau akhir.

Versi King James beberapa kali memakai istilah “hayat yang tak berakhir” untuk menggantikan istilah “hayat yang kekal,” tetapi terjemahan ini tidak tepat. Kata “tak berakhir” dapat memberi kesan bahwa hayat manusia yang asli yang telah jatuh itu tidak akan berakhir sampai selamanya. Kata “kekal” bukan hanya menunjukkan suatu jangka waktu, yang tidak pernah berakhir, yang tanpa akhir, tetapi juga menunjukkan kualitas, yang sempurna dan lengkap, tanpa adanya kekurangan atau cacat. Hal ini menekankan kepada sifat ilahi dari pada hayat ilahi, hayat Allah yang kekal. Hayat ini juga kekal dalam hubungannya dengan lingkungan. Oleh karena itu, kata “kekal” menunjukkan tiga hal: waktu, ruang dan kualitas. Terhadap elemen waktu, hayat ini tak akan berakhir selamanya. Terhadap ruang, hayat ini sangat luas tidak terbatas. Terhadap kualitas, hayat kekal itu sempurna dan lengkap tanpa cacat atau kekurangan. Lingkungan atau ladang hayat yang kekal itu meliputi seluruh alam semesta. Hayat yang kekal itu begitu luas sehingga meliputi seluruh ladang hayat. Apapun yang berada dalam ladang hayat semuanya diliputi oleh hayat yang kekal ini.

C. Hayat Allah itu Tidak Dapat Dirusak

Hayat ini juga tidak dapat dirusak. Hayat ini dalam Kristus Yesus telah melampaui penderitaan dan aniaya selama tiga puluh tiga setengah tahun di bumi. Hayat ini telah masuk, melalui dan keluar dari maut, yang dapat menghancurkan setiap orang. Lalu, hayat itu telah bangkit dan naik ke tempat yang paling tinggi. Hayat ini bukan hanya tidak dapat dirusak, tetapi hayat ini juga adalah hayat yang menang, hayat yang menaklukkan dan hayat yang mulia. Hayat ini sekarang berada di dalam kita. Haleluya!

III. KITA MEMILIKI HAYAT INI DAN DAPAT MENGALAMINYA SETIAP HARI

Walaupun hayat ini adalah ilahi dan kekal, namun telah datang dalam keinsanian dalam waktu. Hayat ini datang di dalam Yesus Kristus untuk menjadi hayat kita. Dia berkata dalam Yohanes 10:10b: “Aku telah datang supaya mereka memiliki hayat dan dapat memilikinya dengan berlimpah”. Karena dosa-dosa kita, maka Dia harus mati karena dosa-dosa kita, supaya menebus kita. Kemudian dalam kebangkitan, Dia telah menjadi Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b) untuk memberikan hayat ini di dalam kita dan kita dapat mengalami hayat ini setiap hari.

A. Pengalaman-pengalaman Hayat ini

Pengalaman hayat kita yang pertama adalah beroleh kelahiran kembali. Saat kita percaya ke dalam Tuhan, melalui mendengarkan injil, Roh pemberi hayat memperanakkan kita dan melahirkan kembali kita dengan hayat ini di dalam roh kita. Ini adalah suatu fakta yang penting yang berhubungan dengan kita. Kita harus melihat dan tidak melupakan fakta ini. Sejak saat itu kita memiliki hayat yang ilahi yang kekal dan tak dapat rusak. Kita dapat menjalani suatu kehidupan orang Kristen menurut segala tuntutan Allah dan memenuhi kehendak Allah, karena hayat ini dapat melaksanakannya. Hayat jiwa dan daging yang berdosa mungkin masih menimbulkan masalah pada kita setiap hari, namun hayat ini dapat mengatasinya dan mengekspresikan Allah di dalam kita setiap hari. Kita harus belajar untuk mengalami hayat ini setiap hari sehingga hayat ini dapat bertumbuh di dalam kita sampai matang.

B. Hasil dari Hayat ini

Hayat ini tidak saja masuk ke dalam kita, berada dalam kita, hayat ini juga menghasilkan suatu kehidupan orang Kristen yang saleh, mengekspresikan seluruh apa adanya Allah dan mengalahkan segala dosa, daging, ego, hayat alamiah dan keindividuan. Hayat ini juga menghasilkan buah yang sesuai dengan Yohanes 15 yaitu untuk menyalurkan hayat ini ke dalam orang lain melalui memberitakan Injil. Kemudian gereja, yang sesuai dengan kehendak dan standar Allah akan dibangunkan. Akhirnya akan menghasilkan Yerusalem Baru, menjadi perbauran Allah Tritunggal yang telah melalui proses dengan umat pilihan-Nya yang telah ditebus, dilahirkan kembali, ditransformasi ketiga bagiannya. Yerusalem Baru itu akan berada di dalam hayat, penuh dengan hayat dan mengekspresikan hayat sampai selama-lamanya. Haleluya!

C. Kesinambungan Hayat ini

Karena hayat ini sangat ajaib dan penting bagi kita sebagai orang Kristen, kita harus menjaga kesinambungan dan keberadaan hayat ini. Kita harus menanggulangi segala hal yang menghambat pertumbuhan hayat kita. Kita juga harus menerapkan praktek hayat misalnya berseru kepada nama Tuhan, doa-baca, berdoa dan membaca, berkidung, bersekutu, dan lain-lain untuk menikmati hayat ini setiap hari dari pagi sampai malam. Kemudian kita akan menjadi kuat sehingga dapat mengalami hayat ini dalam kehidupan sehari-hari kita, mengatasi semua situasi negatif di sekolah dan di rumah, sehingga menjadi murid-murid dan anak-anak yang tepat. Kita tidak perlu menunggu sampai dewasa atau sampai Tuhan datang untuk dapat mengalami dan bertumbuh di dalam hayat. Kita dapat bertumbuh dengan mempertahankan hayat ini pada hari ini. Maka tujuan kekal Allah untuk membangun gereja-Nya dapat dipenuhi oleh kita (Ef. 4:16b).