← Daftar isi Pelajaran Dasar tentang Pelayanan · bab 22/22

CIRI-CIRI ORANG YANG MENGALIHKAN ZAMAN

Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.

Daniel 2:17-18

Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu. Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur. Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel : Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?” Lalu jawab Daniel kepada raja : "Ya raja, kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapanNya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja,aku tidak melakukan kejahatan."

Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya : Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu!

Daniel 6:10-11,19-23,26

Pada tahun pertama pemerintahan Darius, anak Ahasyweros, dari keturunan orang Media, yang telah menjadi raja atas kerajaan orang Kasdim, pada tahun pertama kerajaannya itu, aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun. Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. Maka aku memohon kepada TUHAN Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintahMu!

Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN, Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku.

Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hambaMu ini dan permohonannya, dan sinarilah tempat kudusMu yang telah musnah ini dengan wajahMu, demi Tuhan sendiri.

Daniel 9:11-4,20,17

Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh : makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.

Lalu katanya kepadaku : "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dah pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.

Daniel 10:2-3,12-13

Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.

Daniel 12:13

Dalam berita ini kita akan memperhatikan ciri-ciri orang yang mengalihkan zaman. Dengan kata lain, kita akan memperhatikan alasan orang-orang yang mengalihkan zaman itu dipakai oleh Allah. Dari diri Samuel dapat kita lihat secara singkat macam orang yang Allah pakai untuk mengalihkan zaman. Dari uraian dalam kitab Daniel, kita dapat lebih jauh menemukan alasan manusia dipakai oleh Allah.

Ketika membaca kitab Daniel, banyak orang yang memperhatikan nubuat-nubuatnya. Memang, sebagian besar kitab Daniel menunjukkan perkara nubuat kepada kita. Tetapi yang lebih penting daripada menunjukkan nubuat kepada kita, kitab itu juga menunjukkan kepada kita kedudukan penting dari orang yang, di tengah-tengah perselisihan Allah dengan Iblis, dipakai oleh Allah untuk mengalihkan zaman.

Dalam perselisihan antara Allah dengan Iblis, manusia memang menduduki posisi yang sangat menentukan. Kita danat melihat dari kitab ini (Daniel) bahwa Allah memiliki rencanaNya dan Iblis memiliki serangannya. Allah ingin merampungkan rencanaNya di bumi. Tetapi Iblis berusaha dengan berbagai cara untuk menghalangi dan menggagalkan rencana Allah. Di antara kedua pihak itu, manusia berdiri pada posisi yang istimewa. Jika manusia memilih kedudukan yang benar, rencana Allah akan rampung, dan rancangan Iblis yang licik akan hancur. Jika manusia tidak memiliki kedudukan yang benar, rencana Allah akan terhalang dan muslihat Iblis akan berhasil.

Kitab Daniel menggambarkan secara khusus kedudukan penting manusia dalam perselisihan antara Allah dengan Iblis. Kedudukan ini adalah orang yang mengalihkan zaman. Kedudukan ini dapat membuat kehendak Allah berhasil dan Iblis gagal, atau membuat muslihat Iblis yang licik berhasil dan Allah gagal. Sebab itu, dapat kita katakan, apakah suatu zaman dapat beralih atau tidak, itu tergantung pada posisi yang diambil manusia. Manusia berada di antara Allah dan Iblis. Jika kedudukan manusia benar, Iblis akan kehilangan kendalinya atas zaman ini dan tidak akan mampu menggagalkan pengalihan zaman ini. Inilah yang diperlihatkan kitab Daniel kepada kita.

Kini mari kita bahas beberapa ciri-ciri Daniel yang memungkinkan Allah memakainya untuk mengalihkan zaman. Saya percaya Tuhan akan memakai perkataan ini untuk memberi kasih karunia kepada kita dan bekerja di antara kita.

CIRI YANG PERTAMA - TERPISAH DARI ZAMAN

YANG MENGIKUTI IBLIS

Ciri yang pertama dari Daniel adalah keadaannya sebagai orang yang terpisah. Setiap orang yang ingin dipakai oleh Allah untuk mengalihkan zaman harus merupakan orang yang terpisah. Kita harus tahu bahwa setiap orang dalam zaman ini berjalan di jalan yang sama dan hanyut dalam arus yang sama. Jalan ini adalah jalan yang mengikuti Iblis. Jalan ini diprakarsai oleh Iblis dan dirintis oleh Iblis. Jalan ini jelas jauh dari Allah dan selalu bergerak menurun. Kita dapat menemukan keadaan tersebut dalam kitab Daniel.

Saya harap, saudara saudari muda mau memperhatikan satu hal ketika mereka membaca Alkitab. Anda tidak dapat hanya membaca huruf-huruf dalam Alkitab. Kita harus menyerap gambaran yang terdapat dalam seluruh bagian firman. Daniel adalah kitab, yang singkat. Karena banyak uraian di dalamnya sangat singkat, kita harus dengan hati-hati memahami makna yang tersembunyi di sana.

Misalnya, pada awalnya kita dapat melihat gambaran tentang sebuah tempat yang disebut Sinear. Tanah Sinear adalah tempat manusia mengadakan revolusi dan memberontak kepada Allah sejak dulu. Dari Kejadian sampai Wahyu, kebanyakan kasus pemberontakan manusia melawan Allah terjadi di Sinear, yaitu Babilon (Babel). Di sini kita nampak seorang penguasa, pemimpin, yang berkuasa pada saat itu atas wilayah yang paling kuat di bumi. Dapat kita katakan, pada saat itu seluruh dunia berada di bawah kuasa raja Babilon. Sebab itu, gambaran ini menunjukkan kepada kita betapa seluruh dunia berada di bawah tangan Iblis. Di sini raja Babilon adalah lambang Iblis.

Di Babilon tidak ada bait Allah, hanya ada kuil. Tempat tersebut adalah tempat asal mula berhala. Tempat itupun merupakan tempat semaraknya berhala. Semua berhala yang disembah di dunia ini berasal dari Babel, yang adalah Sinear dan Babilon. Dari pasal pertama kitab Daniel, kita dapat nampak bahwa seluruh dunia berada di bawah kekuasaan raja Babilon; mereka semua melayani dewa Babel, berada di bawah kekuasaan Iblis dan bahkan menyembah Iblis. Seluruh dunia berada dalam keadaan seperti itu. Di tengah-tengah mereka ada suatu bangsa, bangsa Israel, yang seharusnya terpisah. Bangsa Israel bukan milik Babilon; mereka tidak seharusnya berada di bawah kekuasaan Babel. Mereka tidak seharusnya menyembah dewa Babel. Semula mereka tinggal di tanah Kanaan, tempat yang jauh dari Babilon. Di antara mereka hanya ada satu bait Allah dan tidak ada kuil-kuil. Mereka hanya menyembah Allah. Namun pada masa Daniel pasal 1, bangsa Israel tertawan ke dunia Babel. Bangsa yang disisihkan oleh Allah tertawan dan dipaksa mengikuti arus Iblis. Sebab itu, pada saat itu setiap orang, termasuk orang kafir dan orang Israel, berada di bawah pemerintahan Babel dan menyembah dewa-dewa orang Babilonia. Dengan kata lain, mereka semua jatuh di bawah pemerintahan Iblis dan mengikuti Iblis.

Inilah gambaran yang diperlihatkan Daniel kepada kita sejak permulaan kitab ini. Gambaran ini dengan jelas menunjukkan kepada kita bahwa seluruh dunia berada di bawah pemerintahan Babilon dan menyembah dewa Babilon. Akibatnya, kekuasaan Allah dikesampingkan dan kemuliaan Allah tidak terekspresi. Sebaliknya, Iblis memegang kekuasaan dan memerintah. Iblis diekspresikan dan disembah orang-orang. Inilah gambaran dalam Daniel pasal 1.

Pada saat itu, walaupun Daniel dan ketiga kawannya masih sangat muda, mereka berdiri sebagai kesaksian yang berlawanan. Kesaksian yang berlawanan ini adalah penyisihan. Begitu mereka berdiri, jelas ada pemisahan diri dari dunia. Seakan-akan orang lain mengibarkan bendera hitam, dan mereka mengibarkan bendera putih. Ketika kita membaca Daniel pasal 1, kita harus menyerap makna gambaran ini. Orang-orang ini sama sekali tidak mengikuti arus Babilon. Mereka adalah orang-orang yang menyisihkan diri. Mereka tidak makan apa yang dimakan orang lain. Mereka tidak minum apa yang diminum orang lain. Mereka tidak melakukan apa yang dilakukan orang lain. Mereka jelas berbeda dari orang lain dalam segala hal. Saya tidak tahu apakah saudara saudari pernah menyadari, pada saat Anda membaca kitab Daniel, bahwa dalam masa tuanya, Daniel masih merupakan orang yang menyisihkan diri. Ia melakukan banyak hal yang orang dunia tidak mau melakukannya. Sebaliknya, ia tidak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh dunia. Selalu ada perbedaan antara dia dengan dunia.

Saudara saudari muda, Anda semua harus tahu, bahwa zaman ini sama dengan zaman Daniel, tidak ada bedanya. Bukan hanya orang kafir berada di bawah pemerintahan Babilon, bahkan orang-orang yang disebut umat Allahpun,, yang disebut orang Kristen, juga berada dalam pembuangan. Hal ini khususnya nyata pada saat Natal, ketika hampir seluruh Kekristenan terhanyut. Setiap orang di dunia menempuh jalan yang sama, dan setiap orang hanyut ke dalam arus yang sama. Tidak hanya kita nampak orang-orang dunia menari, bahkan orang-orang yang dalam Kekristenanpun ikut menari. Dansa-dansi telah masuk ke dalam Kekristenan.

Maka, setiap orang di dunia, bangsa kafir atau umat Allah, telah hanyut ke dalam arus ini; mereka semua telah jatuh di bawah kekuasaan yang sama dan menyembah Iblis. Orang-orang Israel pada saat itu hanyalah orang Israel secara luaran; dalam realitasnya mereka tidak begitu berbeda dengan orang Babilon. Mereka makan apa yang dimakan orang Babilon. Mereka minum apa yang diminum orang Babilon. Mereka menyembah berhala apa saja yang disembah orang Babilon. Keadaan hari inijuga demikian. Banyak orang menjadi orang Kristen secara luaran belaka, tetapi sebenarnya mereka adalah penyembah Iblis. Mereka melakukan apa yang dilakukan orang kafir. Mereka menyembah apa yang disembah orang kafir. Mereka sangat menghargai apa yang dipandang baik orang kafir. Sebab itu, arus dunia hari ini telah berada di bawah pemerintahan Iblis. Hari ini, Iblis telah menawan setiap orang dan telah membuat Allah tidak mungkin melakukan apa-apa di bumi.

Kalau Iblis tidak mendapatkan manusia lebih dulu, ia tidak dapat merusak kehendak Allah. Kalau Allah tidak mendapatkan manusia lebih dulu, Ia tidak dapat merampungkan rencanaNya. Manusia memang menduduki posisi yang penting di antara Allah dan Iblis. Karena Iblis hari ini telah menawan setiap orang di bumi, maka ciri pertama orang yang dipakai oleh Allah untuk mengalihkan zaman tentu harus mdmiliki kedudukan yang kuat dan jelas terpisah dari dunia. Orang semacam itu harus berdiri dan menyatakan, "Aku tidak dapat melakukan apa yang dilakukan dunia. Aku tidak dapat makan dan minum apa yang dimakan dan diminum orang dunia. Aku tidak dapat menempuh jalan yang mereka tempuh. Aku tidak dapat mengambil bagian dalam hidup yang mereka tempuh. Aku selalu berbeda dari mereka." Ciri pertama dari orang yang mengalihkan zaman adalah mudak berdiri di pihak Allah. Orang semacam ini benar-benar tahu segala perkara milik arus zaman ini. Dia tidak hanya tidak mengikuti hal-hal itu, bahkan hatinya berduka dan hangus karena hal-hal itu. Ditinjau dari banyak hal, dia berdiri pada posisi berbeda dan menjadi kesaksian yang berlawanan.

Orang muda paling mudah terpengaruh untuk mengikuti orang lain dalam hal gaya hidup. Namun, perkara pertama yang ditanggulangi Daniel adalah perkara hidup, perkara yang berhubungan dengan makan dan minum. Orang muda sering merasa, karena orang lain dapat berbuat sesuatu, mereka dapat melakukannya. Mereka berpikir, karena orang lain melakukan hal itu, mereka juga tidak salah kalau melakukan hal itu. Ingatlah, jika Anda melakukan hal itu, Anda akan menjadi sama sekali tidak berguna dalam tangan Allah dalam hal mengalihkan zaman. Sebab, Anda tidak berdiri di pihak Allah, malah berdiri di pihak Iblis. Ika Anda melakukan hal itu, Anda tidak mungkin dipakai oleh Allah untuk mengalihkan zaman.

Jadi, kita harus terpisah dari orang-orang di dunia. Kita harus berdiri dan menjadi kesaksian yang berlawanan. Walaupun arus di sekitar kita mengarah ke bawah, dalam batin kita berdiri melawan arus itu. Orang lain boleh saja bermain-main dan mencari hiburan, tetapi kita tidak akan melakukan hal itu. Orang lain boleh saja memiliki segala macam nafsu, tetapi kita tidak bisa demikian. Tentu saja, saya tidak menganjuri Anda semua menjadi orang yang aneh. Bukan itu maksud saya. Namun kita harus ingat, bahwa dalam zaman yang arusnya mengarah ke bawah, untuk dapat dipakai Allah sebagai orang yang mengalihkan zaman, kita harus menjadi orang yang menyisihkan diri; kita harus mampu berdiri sebagai kesaksian yang berlawanan bagi Allah. Inilah ciri pertama yang kita perlukan.

CIRI KEDUA - BERSATU DENGAN KEHENDAK ALLAH

MELALUI FIRMANNYA

Daniel bukan hanya orang yang membaca firman Allah secara teratur, juga adalah orang yang bersatu dengan firman Allah. Ini adalah ciri kedua. Dia tidak membaca fin-nan Allah dengan tujuan mendapatkan sedikit pengetahuan atau hanya untuk menemukan kehendak Allah. Sebaliknya, dia membaca untuk menerima dan memelihara perintah Allah. Kita harus percaya, bahwa dia menolak makanan dan minuman raja Babilon karena dia sudah membaca kelima kitab Musa. Dia pasti sudah membaca tentang makanan yang najis dan makanan yang tahir dari kitab Imamat dan Ulangan. Di samping itu, dia tentu mengetahui, bahwa umat Allah tidak boleh mengambil bagian dalam makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala. Karena dia membaca perintah- perintah itu, dan dia mengetahui kehendak Allah, dia menerima semua itu dan menerapkannya pada dirinya. Jadi, dia bukanlah orang yang terpisah dengan Alkitab. Dia bukan sekadar membaca Alkitab.

Ketika dia membaca kitab Yeremia, dia menemukan bahwa Allah sudah menetapkan tujuh puluh tahun pembuangan bagi orang Israel, dan bahwa setelah tujuh puluh tahun Allah akan kembali memberkati mereka, dia segera berpuasa dan berdoa. Dia tidak membaca Alkitab secara mati. Begitu dia menjamah kehendakAllah melalui Firman, dia segera menyatukan dirinya dengan kehendak Allah itu.

Demikianlah cara dia membaca Alkitab. Itulah sebabnya dia dapat terjamah oleh setiap kata, oteh terang, dan oleh pengajaran dalam Alkitab. Setelah dia membaca kitab Imamat, dia tidak mau makan makanan yang najis. Setelah dia membaca kitab Yeremia, dia tidak bisa tidak berpuasa dan berdoa bagi pemulihan umat Allah. Begitu dia membaca satu butir, dia menyatukan dirinya dengan butir itu. Saudara saudari, ingatlah bahwa orang yang mengalihkan zaman bagi Allah harus memiliki ciri-ciri itu. Ketika kita menghampiri firman Allah, kita harus belajar untuk tidak membacanya demi ilmu atau pengetahuan, melainkan untuk menemukan kehendak Allah dari firmanNya. Setiap kali kita menemukan kehendak Allah, kita harus segera menyatukan diri dengan kehendak itu.

Saya yakin, banyak saudara saudari muda yang membaca Alkitab dengan teratur. Namun, saya takut, ketika Anda semua membaca Alkitab, Alkitab tetap Alkitab, dan Anda tetap Anda. Misainya, Alkitab dengan jelas mengatakan, bahwa orang percaya tidak bisa menanggung satu kuk bersama orang yang tidak percaya. Perkataan ini sangat jelas. Namun, setelah Anda membacanya, Anda masih bergaul dengan orang yang tidak percaya. Itu berarti Alkitab tetap Alkitab dan Anda tetap Anda. Alkitab tidak dapat mempengaruhi hidup Anda dan Anda tidak dapat bersatu dengan Alkitab. Anda membaca dengan jelas dari Alkitab, bahwa Allah melarang anak-anakNya menanggung kuk yang sama dengan orang yang tidak percaya dalam segala hal. Anda tidak sepatutnya menjadi sahabat orang-orang yang tidak percaya. Lebih-lebih, menikah dengan orang yang tidak percaya. Namun Anda masih tetap bergaul, bahkan hendak menikah dengan orang yang tidak percaya. Itu berarti hidup Anda sepenuhnya terlepas dari Alkitab. Orang semacam ini tidak dapat mengalihkan zaman, juga tidak dapat menjadi saksi yang berlawanan dalam zaman yang sedang merosot. Untuk menjadi kesaksian yang berlawanan, orang harus membaca firman Allah, menjamah kehendak Allah dari firmanNya, dan harus bersatu dengan kehendak Allah itu.

Arus selurub dunia hari ini bertentangan dengan kehendak Allah. Kalau dalam batin Anda, Anda telah menjamah kehendak Allah, hidup Anda haruslah merupakan kesaksian yang berlawanan dengan zaman dan arus dunia hari ini. Ketika Anda membaca II Korintus 6:14 dan menemukan kehendak Allah mengenai orang percaya tidak boleh menanggung satu kuk dengan orang yang tidak percaya, Anda sepatutnya langsung berkata, "Amin! " Sejak saat itu, Anda harus menetapkan untuk tidak berteman lagi dengan orang yang tidak percaya, karena itulah kehendak Allah. Walaupun beberapa saudara saudari di antara Anda masih bergaul dengan orang yang tidak percaya, Anda tidak bisa berbuat demikian lagi. Anda akan berdiri sebagai kesaksian yang berlawanan. Begitu Anda menemukan kehendak Allah dari firmanNya, Anda harus menyatukan diri dengan kehendak itu.

Saudara saudari, inilah ciri-ciri Daniel pada masa itu. Dia tidak seperti pembaca Alkitab lain yang menganggap pembacaan Alkitab sebagai perkara yang objektif. Pembacaan Alkitab semacam ini tidak dapat menjamah kehendak Allah. Karena Anda membaca Alkitab terlepas dari Alkitab, Alkitab tidak mungkin dapat masuk ke dalam Anda. Pembacaan Alkitab tidak ada gunanya bagi orang sejenis ini. Untuk membaca Alkitab, orang harus menyatukan dirinya dan hidupnya dengan firman Allah. Setiap kali Anda menemukan kehendak Allah dari firmanNya, Anda harus segera menyatukan diri dengan kehendak itu dengan takut dan gentar. Itulah ciri kedua yang kita nampak pada Daniel. Setiap orang yang Allah pakai untuk mengalihkan zaman harus memiliki ciri ini. Hanya orang yang menyatukan diri dengan firman Allah dapat benar-benar dipakai oleh Allah!

CIRI KETIGA - BEKERJA SAMA DENGAN ALLAH

MELALUI BERDOA

Daniel memiliki ciri ketiga. Dia adalah orang yang selalu berdoa. Doa-doanya bukanlah doa-doa yang umum. Doa-doanya adalah doa-doa yang mengalihkan zaman. Setiap kali dia menghadapi perkara penting, dia berdoa di hadapan Allah. Dia mutlak percaya dalam doa. Dia percaya dalam doa karena dia percaya kepada Allah dan bukan kepada dirinya.

Mulai pasal dua, kitab Daniel menyebutkan doa-doa Daniel. Tentu saja, saya benar-benar yakin bahwa dalam pasal satu dia juga berdoa. Ketika dia hanya makan sayuran, saya sangat yakin, dia berdoa setiap hari. Dia menyatakan di hadapan Allah dan Iblis, bahwa kesehatan tubuhnya sama sekali tidak tergantung pada makanan dan minuman kafir. Dia hanya percaya kepada rawatan Allah. Itulah sebabnya dia dan ketiga pemuda lain tetap kuat, walaupun mereka hanya makan sayuran. Dia percaya kepada rawatan Allah; ia pasti sering berdoa.

Pasal dua menunjukkan kepada kita suatu gambar, semua orang di bumi tidak memperhatikan perkara-perkara Allah. Bukan hanya ahli sihir Babilon yang tidak memperhatikan, orang-orang Israel pun tidak memperhatikan. Mengapa mereka tidak memperhatikan? Karena mereka berada di bawah pemerintahan Iblis dan mengikuti Iblis. Di sini kita nampak Allah datang untuk mengadakan pemyataan. Allah menyatakan bahwa Daniel dan ketiga kawannya berbeda dengan orang-orang lain. Selain Daniel, tidak ada seorangpun di bumi yang tahu hal-hal yang dalam dari Allah. Dalam pasal satu, Daniel dan ketiga kawannya menyisihkan diri. Dalam pasal dua, Allahlah yang menyatakannya atas diri mereka. Penyisihan dalam pasal satu dilakukan oleh mereka sdndiri dengan jalan berdiri tegap. Penyisihan dalam pasal dua dilakukan oleh Allah bagi mereka.

Di sini Allah membangkitkan suatu suasana. Dia membuat raja Babilon berinimpi. Anehnya, raja itu jelas pada waktu bennimpi, tetapi dia tidak bisa mengingat apa yang terjadi dalam mimpinya itu ketika dia terbangun. Sebab itu, dia mengumpulkan semua ahli sihir di Babilon, termasuk semua orang yang bijaksana dan berpengetahuan. Namun tidak ada seorangpun di antara mereka yang dapat menceritakan atau menjelaskan mimpi itu. Ini adalah suatu gambaran. Gambaran ini menunjukkan kepada kita, bahwa semua pengikut Iblis di bumi tidak dapat mengerti hal-hal yang dalam dari Allah. Pada waktu inilah, Allah menyatakan diri Daniel. Dia menunjukkan kepada setiap orang, bahwa di sini ada satu orang yang menyisihkan diri secara khusus. Dia dikenal dan diakui Allah, bersyarat untuk dipakai oleh Allah, dan cakap membicarakan misteri Allah.

Di sini kita harus nampak dan memegang satu prinsip. Orang semacam itu tentu orang yang bekerja sama dengan Allah, dan ekspresi tertinggi dari orang yang bekerja sam a dengan Allah adalah berdoa.

Sebelum raja Babilon memanggil Daniel, dia mengumumkan bahwa jika di antara ahli-ahli sihir atau orang-orang terpelajar di. Babilon tidak ada yang bisa menjelaskan mimpi itu, dia akan membunuh mereka sema. Di antara orang-orang yang akan dibunuh, terdapat pula Daniel dan ketiga orang kawannya. Saya sepenuhnya percaya, bahwa Daniel telah memberitahu ketiga orang kawannya untuk berdoa bersamanya. Di sana mereka menunjukkan suatu kerja sama tertinggi dengan Allah, mereka melakukan koordinasi yang tertinggi dengan Allah. Dalam doa mereka yang sehati dan khusus, Allah mewahyukan mimpi itu kepada Daniel. Itu adalah mimpi raja Babilon, tetapi kini Daniel juga melihatnya. Daniel tidak hanya melihat mimpi itu dalam doanya, diapun mengerti makna mimpi itu. Ini menunjukkan, Daniel adalah orang yang hidup di hadapan Allah; dia bersandar kepada doa untuk melakukan apa yang tidak bisa dilakukan manusia, dan dia bersandar kepada doa untuk memahami apa yang tidak bisa dipahami manusia. Dia adalah orang yang bekerja sama dengan Allah di dalam doa.

Kita sepatutnya percaya bahwa Daniel tidak akan nampak mimpi itu dan tidak akan dapat memahami maknanya jika dia tidak berdoa. Satu-satunya alasan dia dapat melihat mimpi raja Nebukadnezar dan dapat memahami maknanya adalah: dia adalah orang yang hidup dalam doa. Melalui doa, dia melakukan kerja sama tertinggi dengan Allah.

Kadang-kadang saya teringat akan proses pencetakan buku. Jika Anda mengunjungi sebuah percetakan, Anda akan menemukan banyak pelat yang penuh dengan hurufhuruf yang tersusun rapi pada mesin cetak. Di bawah pelat itu ada kertas. Ketika mesin dihidupkan, lembaran kertas itu dilekati huruf- huruf dari pelat itu. Jika letak ke!rtas itu tidak tepat, tidak ada yang tercetak padanya. Jika letak kertas itu bergeser sedikit, huruf yang tercetak tidak akan tepat. Kalau Anda ingin pelat itu melekatkan huruf-huruf dengan tepat pada kertas itu, Anda harus menaruh kertas itu dengan tepat. Demikianlah, kehendak Allah dapat digambarkan seperti pelat itu. Mimpi raja Nebukadnezar adalah pelat yang mengandung kehendak Allah. Sudah ada pelat, lalu perlu Daniel seperti selembar kertas yang diletakkan pada posisi yang tepat. Jika kertas itu diletakkan dengan tepat, mimpi itu sebagai pelat yang mengandung kehendak Allah akan dengan sendirinya tercetak padanya. Posisi yang memungkinkan Allah mencetakkan kehendakNya kepada Daniel adalah doa. Seandainya Daniel dan ketiga orang kawannya tidak berdoa pada saat itu, melainkan sibuk dengan urusan lain, itu sama dengan kertas yang diletakkan dengan keliru. Jika kertas itu tidak diletakkan dengan tepat, tidak mungkin mencetakkan huruf dari pelat itu. Namun, ketika Daniel kembali dari raja Babilon, saya yakin perkara pertama yang dia lakukan adalah berdoa bersama ketiga orang kawannya. Dalam doa itu, Allah mencetakkan kehendakNya ke dalam Daniel.

Kitab Daniel mencatat Daniel sebagai orang yang mahir berdoa. Apa yang ingin ditanggulangi oleh Iblis secara khusus adalah doa Daniel. Doanya menjamah hati Allah dan mampu merampungkan rencana Allah. Iblis sengaja ingin menanggulangi doa Daniel dan merusak doanya. Pasal enam khususnya menunjukkan kepada kita, bahwa Iblis ingin merusak pendoa ini melalui manusia yang berada di bawah Iblis. Sedikitnya, dia mencoba merusak doanya dan membuatnya tidak bisa berdoa.

Kita ingat cerita raja Darius yang mengeluarkan perintah bahwa dalam tiga puluh hari, siapa saja yang mengajukan permohonan kepada Allah lain atau manusia lain selain raja akan dilemparkan ke dalam goa singa. Muslihat licik Iblis adalah memanfaatkan manusia di sekitar raja Darius untuk menanggulangi Daniel, menghentikan doa Daniel, dan akhirnya menjerat Daniel, pendoa itu. Bagaimana reaksi Daniel terhadap hal ini? Dia masih tetap berdoa seperti biasa dan sama sekali tidak merasa terancam olehnya. Alkitab mencatat hal itu sangat jelas, "Tiqa kali sehari ia berlutut. Berdoa serta memuji AlIahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (Daniel 6:11). Tidak ada yang dapat menghentikan doa Daniel. Jika Daniel tidak berdoa, Daniel pasti gagal. Asalkan Iblis dapat menghancurkan dan menghentikan doa Daniel, Iblis akan menang. Maka, doa Daniel seperti kubu atau benteng di medan perang.

Kita harus sadar bahwa doa Daniel itulah yang membuat Allah ternyata sebagai Allah yang hidup. Pada Daniel, Allah benar-benar menyatakan diriNya sebagai Allah yang hidup, dan penyataan Allah ini adalah akibat doa Daniel.

Dalam pasal sembilan kita nampak, begitu Daniel membaca dan menemukan kehendak Allah terhadap orafig Israel agar mereka kembali dari pembuangan setelah genap tujuh puluh tahun, dia segera berpuasa dan berdoa. Ada orang yang memiliki konsepsi keliru, mengira karena Allah sudah berbicara dan menetapkan orang Israel akan kembali dari pembuangan setelah genap tujuh puluh tahun, untuk apa berdoa? Bukankah Allah sudah mengatakan bahwa Dia akan membawa mereka kembali? Memang benar, Allah telah berjanji untuk membawa kembali orang Israel setelah genap tujuh puluh tahun. Namun manusia tetap perlu berdoa. Jika Allah tidak mendapatkan orang yang berdoa untuk hal ini di bumi, sulit sekali melaksanakan pemulangan orang Israel setelah genap tujuh puluh tahun. Daniel memenuhi keperluan Allah. Dia benar-benar seorang manusia yang bekeda sama dengan Allah melalui doanya.

Dalam pasal sepuluh kita nampak, Daniel bukan hanya orang yang berdoa, metainkan orang yang berdoa dengan tekun. Dia memohon pengertian dan petunjuk dari Allah. Dia berdoa dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Alkitab memberitahu kita bahwa dia menerima jawaban Allah pada hari pertama dari permohonannya. Mulai hari pertama, Allah sudah menjawab doanya dengan mengirimkan seorang malaikat, untuk menunjukkan kepadanya apa yang akan menimpa orang Israel. Tetapi ketika malaikat itu sampai di angkasa, dia bertemu dengan penghulu Iblis yang menahannya. Tedadilah peperangan. Dengan kata lain, ketika Allah di sorga hendak menyatukan diriNya dengan manusia di bumi, Dia menghadapi perlawanan Iblis, dan terjadilah peperangan selama dua puluh satu hari. Walaupun Allah sudah mendengar doa Daniel, Iblis mengadakan perlawanan di udara dan tidak membiarkan jawaban Allah mencapai Daniel. Namun, Daniel adalah orang yang berdoa dengan tekun. Dia bertekun dalam doa selama tiga kali tujuh hari. Akibatnya, malaikat datang memberitahu dia bahwa Allah sudah mendengar doanya dan bagaimana Dia akan membereskan umatNya.

Semua ini menunjukkan kepada kita, bahwa Daniel adalah orang yang berdoa. Dia berdoa setiap hari, dan dia berdoa untuk segala hal. Suatu kali saya bertanya kepada seorang saudara muda, apakah ia suka berdoa. Dia menjawab, "Aku berdoa setiap hari." Saya bertanya, "Jam berapa kamu berdoa?" Dia berkata, "Tiga kali sehari pada waktu hendak makan." Saya katakan, doa pada waktu he.ndak makan tidak terhitung sebagai doa. Doa semacam itu tidak banyak gunanya, karena itu adalah doa untuk makanan. Tetapi doa Daniel sama sekali bukan untuk makanan. Dia selalu berdoa untuk tujuan yang khusus dan tidak berdoa untuk dirinya sendiri.

Doa Daniel mencapai puncaknya. Dia meminta Allah melakukan sesuatu untuk diri Allah sendiri. Dia berdoa, "Sinarilah tempat kudusMu yang telah musnah ini dengan wajahMu, demi Tuhan sendiri" (Daniel 9:17). Kita perlu melingkari kata-kata demi Tuhan sendiri. Kita dapat nampak, bahwa doanya benar-benar untuk Allah dan bukan untuk dirinya sendiri. Seolah-olah dia berkata kepada Allah, permohonanku hari ini bukan untuk diriku sendiri, melainkan untukMu. Walaupun aku memintaMu melakukan sesuatu, itu bukan untuk diriku, melainkan untukMu." Ini adalah doa yang khusus, juga doa yang paling tinggi. Doadoa kita sembilan puluh sembilan koma sembilan persen adalah untuk diri kita sendiri. Sedikit sekali yang untuk Allah. Hanya orang seperti Daniel, yang berdoa kepada Allah dengan hati yang tulus, dapat dipakaiNya untuk mengalihkan zaman.

CIRI KEEMPAT -

TIDAK MEMPEDULIKAN HIDUPNYA SENDIRI

Masih ada ciri keempat. Daniel adalah orang yang mengorbankan dirinya untuk menjadi martir. Dari pasal pertama sampai pasal terakhir, kitab Daniel menunjukkan kepada kita, bahwa orang yang berada di tangan Allah dan yang dipakai Allah untuk mengalihkan zaman adalah orang yang mengorbankan dirinya sendiri. Setiap peristiwa dan fakta menunjukkan kepada kita, bahwa dia adalah orang yang tidak mempedulikan hidupnya sendiri. Misalnya, ketika dia memilih untuk makan sayuran saja, dia belum tentu memiliki kepastian bahwa dia akan bisa menjadi kuat. Jika semakin makan sayuran dia semakin langsing, dia akan dibunuh oleh raja Babilon. Tetapi dia tidak mempedulikan hidup atau mati. Dia tahu, bahwa makanan yang najis, makanan yang dipersembahkan kepada berhala, tidak bisa masuk ke dalam mulutnya, bahwa dia tidak mau tercemar, dan bahwa dia akan memelihara firman Allah. Karena perkataan ini, dia rela kehilangan nyawanya sekalipun.

Kemudian, raja Darius mengeluarkan suatu perintah bahwa dalam tiga puluh hari siapa saja tidak boleh mengajukan permohonan kepada Allah atau manusia. Tetapi Daniel masih saja berdoa. Meskipun karena berdoa dia akan dilempar ke dalam goa singa, dia tetap berdoa. Secara manusia, dia benar-benar memiliki roh martir.

Saudara saudari, semua orang yang takut terhadap apa yang akan terjadi atas diri mereka, yang takut terhadap apa yang datang dari satu tempat atau tempat lain, takut ini dan itu, tidak bisa dipakai Allah untuk mengalihkan zaman. Jangan salah paham terhadap saya. Ijinkan saya mengatakannya dengan lebih sederhana. Orang yang Allah pakai untuk mengalihkan zaman adalah orang yang tidak takut terhadap langit atau bumi. Dia tidak takut terhadap apapun. Dia hanya takut terhadap satu hal, yaitu melanggar Allah dan kehilangan penyertaan Allah. Siapa saja yang bersembunyi, mundur, menarik diri, dan berubah pikiran ketika berhadapan dengan kesulitan, tidak begitu berguna di tangan Allah. Allah tidak bisa memakai pengecut. Semua orang yang Allah pakai untuk mengalihkan zaman adalah pemberani. Mereka bukan pemberani secara liar atau alamiah, melainkan berani karena rasa takut terhadap Allah, dan berani menghadapi kesulitan.

Dulu, saya pernah membaca sedikit mengenai Reformasi Martin Luther. Saya sangat terjamah oleh keadaan pada saat dia diadili. Orang-orang yang duduk di depannya adalah raja-raja dan bangsawan, tetapi Luther berdiri di depan mereka tanpa takut. Dia mengatakan perkataan yang tegas di depan mereka, "Jika yang kuberitakan bertentangan dengan Alkitab ini, aku rela mati, tetapi jika yang kuberitakan sesuai dengan Alkitab ini, tidak seorangpun bisa membunuhku!" Perkataan ini sungguh mantap dan berwibawa, sehingga membuat orang-orang yang mengasihinya dan memperhatikannya gemetar. Perkataarinya sangat perkasa. Dia adalah orang yang tidak takut mati. Itulah sebabnya Allah dapat memakainya mengalihkan zaman.

Perhatikanlah Daniel dan ketiga kawannya. Mereka sama sekah tidak mempedulikan nyawa mereka sendiri. Dengarlah perkataan ketiga kawan Daniel. Betapa tegas dan perkasanya mereka! Walaupun raja Babilon membujuk mereka dengan sangat licik dan jahat, apakah jawab mereka? Mereka berkata, "ya raja, jika Allah kami yang kami pula sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perailan yang menyala nyala itu, dan dan dalam tanganmu ya raja tetapi seandainya tidak hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bah wa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah palung emas yang tuanku dirikan itu" (Daniel 3:17-18). Tidakkah Anda ingat catatan dalam Alkitab? Ketika Nebukadnezar mendengar jawaban ini, meluaplah kegeramannya, air mukanya berubah terhadap mereka. Dia segera memerintahkan agar perapian itu dibuat tujuh kah lebih panas daripada yang biasa. Bahkan orang-orang yang mengangkat mereka untuk melemparkan mereka ke dalam perapian itu terbakar mati. Ketiga orang itu lebih suka dibelenggu dan dibuang ke dalam perapian yang menyala-nyala daripada tunduk kepada raja. Ika mereka pengecut dan takut mati, mereka pasti sama sekali tidak bisa bersaksi bagi Allah pada hari itu dan tidak akan dapat dipakai oleh Allah untuk mengalihkan zaman.

Hari ini, kita hanya dapat membahas empat ciri ini. Pertama, kita harus menjadi kesaksian yang berlawanan. Kedua, kita harus membaca Alkitab. Ketiga, kita harus berdoa, dan keempat, kita tidak sepatutnya mempedulikan nyawa kita sendiri. Keempat ciri-ciri ini dapat tertampak tidak hanya pada Daniel, tetapi juga pada semua orang yang dipakai Allah untuk mengalihkan zaman. Jika kita membaca biografi Luther, kita akan nampak keempat hal ini dalam dirinya. Luther adalah orang yang berdiri sebagai kesaksian yang berlawanan. Semula dia adalah seorang rahib (biarawan) di Gereja Katolik Roma. Ketika dia nampak bahwa Gereja Katolik Roma melaksanakan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran, dia bangkit dan menjadi kesaksian yang berlawanan yang kuat. Luther juga seorang yang membaca Alkitab. Dia nampak dari Alkitab, bahwa manusia dibenarkan oleh iman dan bukan oleh perbuatan. Saat itu juga dia menerima firman Allah dan menyatukan dirinya dengan firman itu. Luther juga adalah orang yang berdoa. Setiap kali dia menghadapi urusan penting, dia akan bergumul dalam doa di hadapan Allah. Di samping itu, tidak perlu diragukan, Luther adalah orang yang tidak mempedulikan nyawanya sendiri dan rela menjadi martir bagi Tuhan. Hanya orang semacam inilah yang dapat dipakai Allah untuk mengalih-kan zaman.

Saudara saudari muda, di hadapan Allah saya benar-benar merasa perlu menyampaikan perkataan ini kepada Anda. Anda harus nampak, bahwa seluruh dunia hari ini mengikuti Iblis. Allah ingin mendapatkan orang-orang muda yang muflak, sehingga Allah dapat memakai mereka untuk mengalihkan zaman. Saya yakin, setiap orang yang telah menerima belaskasihan dari Allah hari ini akan sungguh-sungguh menanggapi perkara ini. Saya yakin orang- orang itu akan sungguh-sungguh ingin menjamah kehendak Allah, menjadi orang yang mempersembahkan diri dengan sukarela, menjadi orang nazir, dan dipakai Allah sebagai kesaksian yang berlawanan dalam zaman yang terus merosot ini.

PENGENALAN HAYAT

BAB

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

11 12 13 14

PENDAHULUAN

Meskipun kita tahu bahwa maksud dan hasrat hati Allah adalah mendapatkan manusia korporat yang mempunyal gambar-Nya, mengekspresikan kemuliaan-Nya, dan mempunyai otoritas-Nya untuk menanggulangi musuh-Nya sehingga Dia sendiri dapat memperoleh perhentian kekal, namun hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa maksud dan hasrat hati Allah yang luar biasa ini hanya dapat dicapai melalui hayat-Nya sendiri. Bahkan lebih sedikit lagi yang telah menjamah perihal pengenalan dan pengalaman atas hayat yang dapat merampungkan tujuan Allah ini. Karena itu, orang-orang kudus hari ini agak lemah dan kurang matang. Meskipun banyak yang mencari Tuhan namun hanya sedikit yang telah menemukan jalan hayat. Banyak orang bahkan salah paham dengan menganggap gairah, pengetahuan, kuasa, dan karunia-karunia sebagai hayat.

Kita bersyukur kepada Tuhan karena di hari-hari akhir yang mendesak ini, Allah telah menyatakan jalur hayat-Nya yang menakjubkan dan tersembunyi melalui saudara kita, sehingga memungkinkan setiap orang beriman untuk melihat dan menjamah perihal ini. Berita-berita ini dapat dianggap sebagai kristalisasi dari sari pengetahuan dan pengalaman atas hayat dari orang-orang kudus selama dua ribu tahun yang lalu, ditambah pengalaman pribadi saudara kita selama tiga puluh tahun; berita-berita ini benar-benar lengkap dan luar biasa. Isi berita ini dibagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama (Pengenalan Hayat) membahas pengenalan atas hayat yang dibagi menjadi empat belas butir utama yang menunjukkan ciri-cirl hayat dan berbagai prinsip pekerjaannya. Bagian kedua (Pengalainan Hayat) membahas pengalaman atas hayat dan dibagi menjadi sembilan belas butir yang menjelaskan pengalaman-pengalaman atas hayat rohani dalam berbagai tahap juga menjelaskan cara untuk menuntut hayat. Jika kita menuntut dan melaksanakan pelajaran-pelajaran ini satu per satu, maka kita akan dapat bangkit di jalan yang lurus dan akan cepat mencapai tahap kematangan hayat.

Karena itu, berita-berita ini telah membuat pengetahuan hayat yang hampir tidak terlihat dan tidak terjamah menjadi konkrit dan riil. Semua orang kudus yang mencintai Tuhan dan menuntut pertumbuhan hayat sangat perlu membaca berita-berita ini.

Dr. Y.L. Chang

November 1956