MENGENAL DAGING
Pembacaan Alkitab:
Kej. 6:3a; Gal. 3:3; 5:17, 19-21; I Kor. 3:3-4; Gal. 4:29; Rm. 7:18a; 8:7-8: Flp. 3:3; Gal. 6:8a; 5:16, 24
GARIS BESAR
I. Manusia yang telah jatuh menjadi daging–Kej. 6:3a.
II. Daging lawan Roh itu–Gal. 3:3.
III. Nafsu daging melawan Roh itu–Gal. 5:17.
IV. Pekerjaan-pekerjaan daging yang merusak kehidupan gereja–Gal. 5:19-21; I Kor. 3:3-4:
A. Permusuhan-permusuhan, perselisihan-perselisihan, cemburu, dan ledakan amarah.
B. Bergolong-golongan, perpecahan-perpecahan, sekte-sekte, dan iri hati.
V. Orang-orang yang berasal dari daging menganiaya orang-orang yang berasal dari Roh itu–Gal. 4:29.
VI. Tidak ada yang baik yang menghuni di dalam daging–Rm. 7:18a.
VII. Daging adalah permusuhan dengan Allah–Rm. 8:7a.
VIII. Daging tidak takluk kepada hukum Allah–Rm. 8:7b.
IX. Daging tidak dapat menaklukan dirinya sendiri terhadap hukum Allah–Rm. 8:7c.
X. Daging tidak dapat berkenan kepada Allah–Rm. 8:8.
XI. Tidak menaruh kepercayaan di dalam daging–Flp. 3:3.
XII. Tidak menabur dalam daging–Gal. 6:8a.
XIII. Tidak memenuhi nafsu daging–Gal. 5:16.
XIV. Menyalibkan daging–Gal. 5:24.
Subyek dari pelajaran ini–"Mengenal Daging"–adalah sangat sederhana. Setelah pelajaran sebelumnya mengenai ketidakmampuan keberadaan alamiah kita, kita perlu melihat perkara ini. Beban saya di dalam beberapa pelajaran yang di belakang ini adalah untuk membantu kaum beriman di dalam pemulihan Tuhan agar menyadari pelayanan sejati yang Tuhan kehendaki dan membantu mereka melihat bahwa apa yang kekristenan kerjakan dikutuk dan tidak diakui di mata Allah. Hal ini disebabkan karena pekerjaan-pekerjaan atau pelayanan-pelayanan di dalam kekristenan adalah oleh api asing (semangat alamiah), jiwa, atau daging. Sekarang kita memerlukan suatu pelajaran untuk membantu kita mengenal apakah daging itu.
I. MANUSIA YANG TELAH JATUH MENJADI DAGING
Kejadian 6:3a adalah ayat pertama di dalam Alkitab yang mengatakan sesuatu mengenai manusia yang telah jatuh sebagai daging. Ayat ini menunjukkan bahwa manusia telah jatuh sampai sedemikian rupa sehingga manusia secara total menjadi daging. Manusia yang telah jatuh adalah daging.
II. DAGING LAWAN ROH ITU
Daging adalah lawan Roh itu. Di dalam Galatia 3:3 Paulus berkata, "Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?" Daging itu dikutuk dan tidak diakui di seluruh kitab Galatia (1:16; 2:16; 3:3; 4:23, 29; 5:13, 16-17, 19, 24; 6:8, 12-13), dan dari pasal tiga, setiap pasal memberikan suatu perbedaan yang kontras antara daging dan Roh itu (ay. 3; 4:29; 5:16-17, 19, 22; 6:8).
III. NAFSU DAGING MELAWAN ROH ITU
Daging bukan hanya lawan Roh itu, tetapi juga nafsu daging melawan Roh itu. Galatia 5:17 berkata, "Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki." Di sini ada suatu peperangan antara daging dan Roh itu.
IV. PEKERJAAN-PEKERJAAN DAGING YANG MERUSAK
KEHIDUPAN GEREJA
Rasul Paulus membicarakan tentang pekerjaan-pekerjaan daging yang merusak kehidupan gereja (Gal. 5:19-21; 1 Kor. 3:3-4). Di sini saya tidak menyebutkan semua pekerjaan daging itu; saya hanya menyebutkan pekerjaan-pekerjaan daging yang merusak kehidupan gereja.
A. Permusuhan-permusuhan, Perselisihan, Cemburu,
dan Ledakan Amarah
Permusuhan-permusuhan, perselisihan, cemburu dan ledakan amarah adalah berasal dari satu kelompok, mengenai rasa hati yang jahat dan perasaan daging.
B. Bergolong-golongan, Perpecahan-perpecahan, Sekte-sekte,
dan Iri Hati
Bergolong-golongan, perpecahan-perpecahan, sekte-sekte, dan iri hati adalah berasal dari satu kelompok yang lain, mengenai bergolong-golongan. Suatu golongan berkembang menjadi satu perpecahan, dan kemudian satu perpecahan menjadi satu sekte. Cemburu dan iri hati adalah dua kata yang berbeda di dalam bahasa Yunani. Cemburu sebenarnya adalah iri hati dalam satu tingkatan yang lebih kecil. Ketika cemburu diperbesar menjadi lebih besar lagi, sampai "matang," akan menjadi iri hati. Iri hati lebih pahit dan lebih keras dari pada cemburu. Paulus telah mengklasifikasikan cemburu dengan kelompok yang pertama tentang rasa hati yang jahat, tetapi dia mengklasifikasikan iri hati dengan kelompok yang kedua tentang bergolong-golongan. Kelompok yang kedua ini bukan hanya suatu perkara dari rasa hati yang jahat melainkan dari perbuatan-perbuatan jahat. Iri hati dimulai dengan cemburu. Ketika cemburu menjadi matang, itulah iri hati. Poin-poin dari dua kelompok di atas adalah poin-poin yang merusak kehidupan gereja yang diwahyukan di dalam tulisan-tulisan Paulus. Satu Korintus 3:3 dan 4 memperlihatkan bahwa daging itu adalah satu faktor yang merusak kehidupan gereja di Korintus.
V. ORANG-ORANG YANG BERASAL DARI DAGING MENGANIAYA ORANG-ORANG YANG BERASAL DARI ROH ITU
Galatia 4:29 berkata, "Tetapi seperti dahulu, dia yang diperanakan menurut daging, menganiaya yang diperanakan menurut Roh, demikian juga sekarang ini." Anak-anak menurut daging, seperti Ismael, menganiaya anak-anak menurut Roh itu, seperti Ishak. Paulus mengatakan bahwa demikian juga sekarang ini. Orang-orang yang berasal dari daging selalu menganiaya orang -orang yang berasal dari Roh itu.
VI. TIDAK ADA PERKARA YANG BAIK YANG MENGHUNI
DI DALAM DAGING
Di dalam Roma 7:18a Paulus berkata, "Sebab aku tahu bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia tidak ada sesuatu yang baik." Kita tidak seharusnya mengatakan bahwa kita mempunyai sesuatu yang baik di dalam daging kita. Kita boleh berpikir bahwa kita mempunyai daging yang jelek dan daging yang baik, tetapi tidak ada hal yang demikian seperti "daging yang baik." Tidak ada perkara yang baik yang berhuni di dalam daging kita.
VII. DAGING ADALAH PERMUSUHAN DENGAN ALLAH
Roma 8:7a mengatakan bahwa pikiran diletakkan di atas daging adalah permusuhan dengan Allah. Ini disebabkan karena daging itu sendiri adalah permusuhan dengan Allah. Ketika pikiran diletakkan di atas daging, itu juga menjadi permusuhan dengan Allah. Kita harus mengembangkan poin ini ketika kita membagikannya dengan kaum beriman.
VIII. DAGING ITU TIDAK TAKLUK KEPADA HUKUM ALLAH
Roma 8:7b mengatakan bahwa daging itu tidak takluk kepada hukum Allah.
IX. DAGING TIDAK DAPAT MENAKLUKAN DIRINYA SENDIRI TERHADAP HUKUM ALLAH
Roma 8:7c selanjutnya mengatakan bahwa daging itu tidak dapat menaklukan dirinya sendiri terhadap hukum Allah. Bahkan jika daging ingin takluk kepada hukum, daging tidak akan dapat melakukannya juga. Roma 8:7 adalah ayat yang paling keras di dalam Alkitab yang menggambarkan daging. Daging adalah permusuhan dengan Allah, daging tidak takluk kepada hukum Allah, dan daging itu tidak dapat menaklukan dirinya sendiri kepada hukum Allah. Daging tidak mempunyai kemampuan itu. Mengharapkan daging agar memelihara hukum Allah adalah seperti mengharapkan seekor kucing untuk terbang. Paulus sangat keras mengatakan bahwa kita seharusnya tidak mengharapkan apakah daging kita dapat memelihara hukum Allah atau dapat menaklukan dirinya terhadap hukum itu. Daging tidak mempunyai kemampuan itu.
X. DAGING TIDAK DAPAT BERKENAN KEPADA ALLAH
Roma 8:8 mengatakan bahwa orang-orang yang berada di dalam daging tidak dapat berkenan kepada Allah. Sebab daging tidak dapat menaklukan dirinya sendiri terhadap hukum Allah, daging tidak dapat berkenan kepada Allah. Tidak mungkin bagi daging untuk berkenan kepada Allah. Semua poin ini memerlukan banyak pengembangan bagi pembagian nikmat kita.
XI. TIDAK MENARUH KEPERCAYAAN DI DALAM DAGING
Di dalam Filipi 3:3 Paulus berkata, "Karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah." Orang-orang yang beragama sewaktu menyembah dan melayani Allah selalu dengan memegahkan dan menaruh kepercayaan di dalam daging, tetapi kita tidak seharusnya menjadi seperti ini. Kita tidak seharusnya mempunyai kepercayaan di dalam daging kita, bagi penyembahan dan pelayanan kita kepada Allah.
XII. TIDAK MENABUR DALAM DAGING
Galatia 6:8a mengatakan bahwa jika kita menabur dalam daging, kita akan menuai kebinasaan dari daging itu. Menabur dalam daging seseorang adalah menabur untuk daging seseorang, dengan kedambaannya dan tujuan dari daging itu, untuk memenuhi apa yang daging dambakan. Kita tidak seharusnya melaksanakan kegiatan rohani apa pun dengan daging kita. Saya dapat pergi untuk mengunjungi seorang kaum beriman di dalam daging saya dan tidak di dalam roh saya. Itulah menabur dalam daging akan menghasilkan suatu panenan kerusakan. Kerusakan ini akhirnya akan muncul jika kita mengunjungi kaum beriman atau gereja-gereja dengan cara ini. Kita tidak seharusnya menginvestasikan hal-hal rohani apa pun dengan daging kita atau dalam daging kita. Jika kita melakukan perkara ini, kita akan menuai kebinasaan dari daging itu.
XIII. TIDAK MEMENUHI HAWA NAFSU DAGING
Galatia 5:16 berkata, "Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging." Hidup/berjalan oleh Roh itu menjaga kita dari memenuhi hawa nafsu daging.
XIV. MENYALIBKAN DAGING
Galatia 5:24 berkata, "Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya." Daging hanya baik untuk disalibkan. Daging itu harus tinggal di atas salib. Di dalam pelayanan gereja. Kita harus membantu semua kaum beriman untuk melihat bahwa motivasi dan maksud kita haruslah murni, tanpa adanya elemen dari daging. Ambisi adalah berasal dari daging. Tidak ada pekerjaan lain yang lebih menelanjangi daging kita sebanyak pelayanan gereja. Pekerjaan duniawi mutlak menurut daging, maka pekerjaan demikian ini tidaklah menelanjangi daging, Tetapi pelayanan gereja adalah suatu perkara dari Roh itu. Jadi, apa saja yang kita lakukan oleh daging akan ditelanjangi.
Agar mendapatkan pelayanan gereja yang tepat, setiap kaum beriman tidak seharusnya hanya mengenal Roh itu, tetapi juga mengenal daging. Jika kita mengenal daging dan tidak melakukan sesuatu menurut daging, maka tidak akan ada cemburu, iri hati, atau ambisi di antaran kita. Saya merasa bahwa pelajaran tentang daging ini sangat penting. Semua kaum beriman perlu mengenal perkara ini. Daging itu adalah seorang "kacung" yang menyulitkan. Seringkali daging itu tersembunyi, tetapi kadang kala muncul ke permukaan. Kacung adalah ilustrasi yang baik untuk perkara ini. Daging adalah faktor perusak yang paling besar yang merusak kehidupan gereja.