← Daftar isi Keluaran (8) · bab 16/19

PAKAIAN IMAM (14)

Pembacaan Alkitab:

Kel. 28:30; Im. 8:8; Bil. 27:21; Ul. 33:8-10; Ezr. 2:63;

1Sam. 23:6, 9-12; 28:6

Dalam berita-berita sebelumnya telah kita tunjukkan bahwa Urim adalah lambang Kristus sebagai penerang yang dinyalakan dengan minyak Roh itu, dan oleh api yang berasal dari mezbah salib. Kita juga telah mengetahui bahwa Tumim melambangkan Kristus sebagai pelengkap. Sebagai Tumim, Kristus adalah huruf-huruf untuk pengukiran dan pelengkapan. Kebanyakan orang Kristen hari ini tidak memiliki Kristus yang terukir ke dalam mereka dengan jelas dan pasti. Akan tetapi, sekalipun kita telah memiliki pengalaman yang pasti terhadap Kristus dan pengukiran Kristus yang jelas, kita tetap belum lengkap. Karena itu, kita memerlukan Kristus ditambahkan ke dalam kita menjadi pelengkapan kita. Dalam berita ini kita akan maju lebih jauh untuk melihat penerapan Urim dan Tumim pada hari ini.

PENERAPAN PADA HARI INI

Kedua belas batu yang tembus cahaya pada tutup dada menunjukkan bahwa kaum beriman seharusnya tembus cahaya agar Kristus dapat bercahaya melalui mereka dan dengan demikian kehendak Allah bisa diekspresikan. Andaikata kedua belas batu permata pada tutup dada itu buram, tidak bening, dan andaikata tidak ada sesuatu pun yang terukir pada batu-batu itu, dan tidak ada terang yang memantulkan cahayanya, maka batu-batu itu akan buram, tanpa tulisan, dan tanpa pancaran cahaya. Dalam keadaan seperti ini tidak mungkin tutup dada digunakan untuk mengetahui kehendak Allah, pimpinan Allah. Inilah situasi dalam sebagian besar kelompok orang Kristen hari ini. Tidak ada kejernihan, tulisan, atau terang. Dan ini sangat mungkin juga menjadi situasi beberapa gereja lokal.

Bertahun-tahun yang lalu di daratan China, saya pernah mengunjungi beberapa tempat yang disebut gereja. Bagi saya nampaknya setiap orang dalam kelompok itu buram, sama sekali kekurangan pengubahan dan tidak tembus cahaya. Selain itu, hanya sedikit kadar Kristus yang terukir ke dalam kaum beriman. Nampaknya mereka hanya memiliki Kristus dalam nama belaka, tetapi sangat kurang akan pengalaman terhadap Kristus. Selain itu, tidak ada terang yang terpancar di antara mereka. Apa yang mereka perlukan adalah suatu bantuan yang sangat mendasar, yaitu yang tingkat dasar. Kehendak Allah tidak dapat dinyatakan melalui mereka.

Jika Anda memperhatikan kondisi mayoritas orang Kristen hari ini menurut apa yang telah kita bahas dalam berita-berita yang lalu, Anda akan menyadari bahwa keadaan kebanyakan orang Kristen adalah buram, tidak tembus cahaya, sama sekali tidak ada pengukiran Kristus. Tidak ada pancaran cahaya yang keluar, yang ada ialah kegelapan. Jika sebagai gereja lokal kita ingin dipakai sebagai tutup dada oleh Allah, kita semua harus bening, dan Kristus harus terukir ke dalam kita. Ini berarti kita harus mempunyai pengalaman yang pasti terhadap Kristus sebagai huruf-huruf dalam abjad rohani Allah. Pengalaman kita terhadap Kristus tidak seharusnya samar-samar, melainkan harus jelas dan pasti. Akan tetapi, situasi di antara kebanyakan orang Kristen, termasuk kita, sangatlah berbeda.

Jika kita diterangi oleh Tuhan dan jika kita mengemban beban kepentingan Tuhan, kita akan dibuat resah oleh situasi di antara umat Allah. Semakin kita memperhatikan situasi dan kondisi kaum beriman maupun gereja-gereja, beban kita akan menjadi semakin berat. Kita akan menjadi sangat prihatin karena kurangnya kebeningan, pengukiran, dan terang.

MENERIMA PIMPINAN TUHAN MENGENAI GEREJA

Penerapan tutup dada dengan Urim dan Tumim hari ini juga menuntut para pemimpin gereja mengemban kaum beriman dan Kristus dalam hati mereka, supaya mereka bisa mengetahui kondisi kaum beriman dan kelengkapan Kristus bagi pimpinan Allah. Di setiap gereja lokal haruslah ada sekelompok pemimpin yang mengemban kaum beriman dan Kristus dalam hati mereka. Para pemimpin ini perlu melihat pancaran sinar Tuhan dan membaca kaum beriman. Kemudian barulah mereka dapat menerima pimpinan Tuhan mengenai gereja di lokal mereka.

CARA ALLAH BERBICARA

Cara Allah berbicara melalui tutup dada dengan Urim dan Tumim berlawanan dengan apa yang kita perkirakan. Allah berbicara bukan melalui batu-batu permata yang bersinar, melainkan melalui batu-batu permata yang menjadi gelap. Ini berarti Allah berbicara melalui situasi-situasi yang bersifat negatif. Dalam keadaan normal kedua belas batu permata dalam tutup dada berada di bawah sorotan cahaya dari Urim. Tiba-tiba ada sepotong yang tertulis dengan nama tertentu akan menjadi gelap. Gelapnya batu tertentu ini merupakan perkataan Allah pada saat itu juga. Konsepsi alamiah kita ialah Allah berbicara melalui tutup dada yang datang dari batu-batu yang menyorotkan cahayanya. Padahal, Ia berbicara melalui batu-batu permata yang tiba-tiba menjadi gelap.

Surat-surat Kiriman Paulus dan juga ketujuh surat Tuhan Yesus kepada ketujuh gereja di Asia semua ditulis menurut prinsip ini. Surat-surat tersebut ditulis sesuai dengan situasi negatif gereja-gereja, bukannya menurut perkara-perkara positif yang ditemukan dalam gereja-gereja. Sebagai contoh, Surat Kiriman Paulus yang pertama yang ditujukan kepada gereja di Korintus, jika tidak ada perkara negatif dalam gereja di Korintus, boleh jadi Surat 1Korintus tidak akan ditulis. Paulus menulis Surat Kirimannya sesuai dengan pembacaannya terhadap situasi negatif di Korintus. Dengan memperhatikan situasi itu, ia mengetahui apa yang harus ditulisnya. Akan tetapi, walaupun tulisannya berdasarkan perkara-perkara negatif, dalam Surat-surat Kiriman ini ia menyajikan perkara-perkara yang positif, yakni kekayaan Kristus kepada gereja.

Problem di antara orang Kristen hari ini adalah dikarenakan adanya kegelapan yang terlampau banyak, sehingga tak ada jalan bagi Allah untuk menyingkapkan kegelapan itu. Bila segala sesuatu berada dalam kegelapan, sulitlah menunjukkan suatu perkara tertentu berada di dalam kegelapan. Misalkan dalam sebuah ruangan di atas langit-langitnya terdapat banyak lampu. Jika semua lampu itu menyala, mudahlah didapati satu lampu yang tidak bersinar. Ini menggambarkan bagaimana Allah berbicara melalui tutup dada. Gelapnya sebuah batu merupakan perkataan Allah pada saat itu.

Situasi kekristenan hari ini abnormal. Yang ada bukan terang melainkan gelap. Akibatnya, Allah hampir-hampir tidak ada jalan untuk berbicara. Agar kegelapan itu dinyatakan, pertama-tama perlu ada terang yang bercahaya. Jika tidak ada terang dalam suatu ruangan, tidak ada jalan untuk mengetahui kegelapan itu. Namun, kalau semua lampu menyala, segeralah terlihat bila ada sebuah lampu yang mati. Gelapnya lampu itu merupakan suatu tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Jika perkara-perkara yang tidak beres di suatu gereja itu mudah ditemukan, berarti gereja itu normal. Namun, jika di suatu gereja tidak mungkin ditemukan apa yang tidak beres, itu adalah suatu petunjuk bahwa gereja itu berada di dalam kegelapan. Bila kegelapan itu menguasai, tidak mungkin perkara-perkara negatif itu disingkapkan. Karenanya, terang sangat diperlukan. Apa yang disingkapkan di bawah sorotan terang itulah perkataan Allah. Allah berbicara melalui perkara-perkara negatif. Situasi negatif seperti ini merupakan suatu petunjuk adanya kekurangan Kristus. Melalui membaca situasi-situasi negatif seperti ini, kita bisa mengenal pimpinan Allah. Selanjutnya kita akan tahu apa yang Allah inginkan dan apa yang harus kita perbuat di lokal kita, dan kemudian kita harus mengikuti pimpinan-Nya.

PERNYATAAN KEPUTUSAN DAN SUPLAI

Pimpinan yang diperoleh melalui tutup dada selalu melibatkan suatu pernyataan keputusan. Ini berarti berbicaranya Tuhan melalui tutup dada adalah melalui situasi yang negatif. Jika berbicaranya Tuhan semata-mata melalui situasi yang positif, maka tak perlulah suatu keputusan, sebab segalanya serba positif dan benar. Namun, karena berbicaranya Tuhan itu melalui situasi yang negatif, maka perkataan-Nya merupakan suatu keputusan.

Rasul Paulus adalah seorang yang sungguh-sungguh bercahaya. Di bawah sinar terang Paulus, kegelapan telah disingkapkan. Paulus pernah menulis beberapa surat dengan latar belakang kegelapan, yaitu kondisi yang negatif dari kaum beriman dalam gereja. Karena Paulus melihat adanya beberapa wilayah gelap dalam gereja di Korintus, yakni wilayah yang merupakan huruf-huruf dari pernyata-an keputusan Allah, maka Paulus dapat menulis Surat Korintus sebagai sejilid kitab pernyataan keputusan. Namun, bersamaan dengan semua keputusan yang termuat dalam Surat Kiriman ini terdapat banyak perkara yang positif: kekayaan-kekayaan Kristus yang disampaikan kepada kaum beriman di Korintus. Inilah cara Allah berbicara. Baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Allah berbicara dalam situasi yang negatif, tetapi dengan kekayaan Kristus sebagai suplai bagi umat-Nya.

PERLU PENGALAMAN YANG MEMADAI ATAS KRISTUS

Jika kita sebagai gereja ingin menjadi tutup dada pernyataan keputusan, kita harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama-tama kita perlu diubah dan dibeningkan. Kemudian Kristus sebagai huruf-huruf rohani harus terukir dengan jelas dan pasti ke dalam kita. Ini berarti memiliki pengalaman atas Kristus secara memadai. Baru-baru ini seorang saudara bersaksi bahwa sering ketika saudara-saudara yang memimpin berbicara kepada saudara-saudara baru atau saudara-saudara muda tentang pengalaman atas Kristus, para pemimpin ini menyadari bahwa mereka sendiri tidak memiliki pengalaman yang jelas dan pasti atas Kristus. Jika kita tidak berusaha melayankan Kristus kepada orang lain, mungkin kita tidak menyadari betapa kurangnya kita dalam hal mengalami Kristus. Kita mungkin hanya memiliki sedikit sekali pengalaman yang riil atas Kristus untuk dilayankan kepada orang lain. Sebagai orang-orang yang ingin menggembalakan kaum beriman, kita perlu pengalaman atas Kristus. Kalau tidak, kita akan kekurangan kosakata rohani yang tepat yang diperlukan untuk melayankan Kristus. Boleh jadi kita ingin melayankan Kristus kepada orang lain, tetapi pengalaman apa atas Kristus yang kita miliki? Pada tingkat tertentu, mungkin kita bisa mengajarkan Alkitab, sebab kita telah membacanya serta mempelajarinya bertahun-tahun lamanya.

Namun, ketika sampai kepada melayankan Kristus, kita merasa ada suatu kekurangan. Kita tidak mempunyai cukup banyak Kristus yang terukir dalam batin kita. Mungkin kita hanya memiliki sebagian dari satu huruf yang terukir ke dalam kita. Inilah situasi kebanyakan orang Kristen hari ini. Karena itu, sangat sulit bagi kita mengenal pimpinan Tuhan melalui tutup dada.

Karena kekurangan pengubahan, kebeningan, pengukiran, dan penerangan seperti ini, maka kita perlu berdoa agar kita menjadi bening, Kristus lebih banyak terukir ke dalam kita, dan lebih banyak mengalami penerangan. Kemudian baru kita menyadari, sekalipun kita telah penuh dengan Kristus, kita masih ada satu kekurangan, yaitu masih kekurangan sesuatu dari kekayaan Kristus. Inilah yang ditunjukkan oleh gambaran yang menakjubkan dari tutup dada dengan Urim dan Tumim.

MENGENAL BAHWA KITA PERLU LEBIH BANYAK PENGALAMAN

Melalui tutup dada serta Urim dan Tumim kita melihat dua macam abjad, yang satu untuk penulisan atau pengukiran, yang lainnya untuk pelengkapan. Jika kita masih belum penuh dengan Kristus, maka yang kita perlukan adalah pengukiran. Kristus harus diukirkan ke dalam kita sehingga kita penuh dengan-Nya. Bila kita penuh dengan Kristus, barulah kita mengakui keperluan untuk pelengkapan. Jadi, jika kita belum penuh dengan Kristus, kita memerlukan Dia sebagai abjad untuk penulisan. Namun, bila kita telah penuh dengan-Nya, kita memerlukan Dia sebagai abjad untuk pelengkapan kita. Kaum beriman sama seperti Rasul Paulus, orang-orang yang penuh dengan Kristus menyadari bahwa mereka masih memerlukan Kristus. Akan tetapi, orang-orang yang kekurangan Kristus mungkin tidak merasakan keperluan akan Kristus. Kebanyakan orang Kristen yang suam-suam kuku pada hari ini tidak memiliki kesadaran sedikit pun tentang berapa banyak mereka memerlukan Kristus. Ketika Kristus telah terukir ke dalam kita, barulah kita menyadari bahwa kita masih kekurangan Kristus. Lalu kita akan mencari-Nya untuk menjadi pelengkapan kita.

Sudah tentu kita dapat mengatakan tentang Kristus terukir ke dalam kita dan Kristus melengkapi kita itu adalah belas kasihan Tuhan. Tidaklah mudah menemukan orang-orang Kristen yang membicarakan hal ini. Yang kita perlukan sekarang ialah lebih banyak pengalaman. Hanya melalui pengalamanlah baru kita bisa memahami apa artinya Kristus terukir ke dalam kita dan melengkapi kita. Karena itu, kita semua perlu berdoa lebih banyak untuk hal-hal ini. Saya harap setiap gereja lokal dapat menjadi suatu tutup dada yang sesuai dengan gambaran dalam Keluaran 28.