← Daftar isi Bagaimana Menjadi Sekerja dan Penatua · bab 6/6

BAGAIMANA MENUNAIKAN KEWAJIBAN SEKERJA DAN PENATUA (3)

GARIS BESAR

II. Bekerja bersama Allah (1 Kor. 3:9) untuk melaksanakan pembangunan ilahi-Nya dalam tiga aspek demi perampungan ekonomi kekal Allah :

A. Mendirikan dan menggembalakan gereja-gereja dengan Kristus yang pneumatik, Kristus yang adalah Roh pemberi-hayat, beserta keselamatan organik-Nya.

B. Membangun dan menyusun Tubuh Kristus dengan Kristus sebagai Roh yang diintensifkan tujuh ganda beserta keselamatan organik-Nya yang diintensifkan tujuh ganda.

C. Menghiasi dan merampungkan Yerusalem Baru dengan Allah Bapa sebagai dasar emasnya, Allah Putra sebagai pintu-pintu gerbang mutiaranya, dan Allah Roh untuk tembok-temboknya yang terdiri atas batu-batu permata, melalui minum Roh itu, Allah Tritunggal yang mengahr, sebagai sungai air hayat dan makan Kristus, Singa-Anak Domba yang menang, sebagai pohon hayat beserta suplai-Nya yang kaya dan segar.

Doa : Allah kami, Tuhan kami, kami benar-benar menyembah Engkau, menjunjung Engkau, dan memuji Engkau. Engkau adalah Allah yang selamanya baru; Engkau tidak pernah menjadi tua dan tidak pernah pudar. Semoga kami menerima pembaruan yang konstan dan setiap hari dari-Mu. Tuhan, selamatkan kami dari keusangan, dari ciptaan lama, dari "aku" kami yang lama, dari manusia lama kami, dan dari segala sesuatu yang lama. Tuhan, kiranya kami dapat seperti rasul-Mu Paulus, melupakan perkara-perkara yang di belakang, meninggalkan segala sesuatu yang usang di belakang kami, dan berusaha untuk maju ke depan demi mendapatkan pahala yang untuknya Engkau memanggil kami, yaitu diri-Mu sendiri. Terima kasih karena Engkau telah memimpin kami melalui kelima sidang yang telah lewat. Dalam sidang terakhir ini, kami berdoa agar Engkau memberi kami kesimpulan yang sederhana dan jelas, bahkan kesimpulan yang terbaik. Beri kami kata-kata, pengutaraan. Amin.

Syukur kepada Tuhan, dalam konferensi ini, saya merasa bahwa kita telah menjamah butir utama dan telah membahas apa yang Tuhan ingin kita bahas. Untuk ini kita menyembah Dia. Dalam dua bab sebelumnya, kita melihat bahwa ketika kita sedang menunaikan kewajiban kita sebagai sekerja dan penatua, kita perlu berhati-hati terhadap perkara-perkara tertentu yang dapat menghalangi dan merusak kita. Dalam bab penutup ini, saya hanya memiliki satu beban yang jelas dan sederhana untuk dipersekutukan dengan Anda. Beban ini adalah mengenai bagaimana bekerja bersama Allah dalam menunaikan kewajiban sebagai sekerja dan penatua demi melaksanakan pembangunan ilahi.

II. BEKERJA BERSAMA ALLAH

UNTUK MELAKSANAKAN PEMBANGUNAN ILAHI-NYA

DALAM TIGA ASPEK

DEMI PERAMPUNGAN EKONOMI KEKAL ALLAH

Pertama-tama, sebagai sekerja dan penatua, kita harus menyadari bahwa kita bekerja bersama Allah (1 Kor. 3:9). Bekerja bersama Allah bukanlah perkara kecil, ini adalah perkara ilahi. Apakah yang dimaksud dengan bekerja bersama Allah? Bekerja bersama Allah adalah melaksanakan pembangunan ilahi-Nya dalam tiga aspek-gereja, Tubuh Kristus, dan Yerusalem Baru. Inilah pembangunan Allah yang universal dan ilahi. Semua pekerjaan Allah dalam alam semesta dilaksanakan dengan hal ini sebagai inti, jalur, dan sasaran demi perampungan ekonomi kelial Allah.

Sasaran kekal dari ekonomi kelial Allah adalah pembangunan ilahi-Nya. Pembangunan ilahi ini memiliki tiga aspek : aspek pertama adalah gereja, yang mudah dipahami; aspek kedua adalah Tubuh Kristus, yang begitu ilahi dan misterius dan karenanya tidak mudah untuk dipahami; dan aspek ketiga adalah Yerusalem Baru, yang bahlian lebih sulit untuk dipahami. Alkitab telah ada di tengah-tengah kita selama dua ribu tahun, tetapi setiap orang telah dibuat bingung mengenai Yerusalem Baru dan tidak seorang pun yang dapat menjelaskannya. Gerhard Tersteegen, seorang saudara dari Jerman, menjelaskan mengenai Yerusalem Baru tetapi sangat tidak memadai. Saudara T. Austin Sparks lebih banyak memberikan penjelasan daripada Tersteegen, tetapi masih, sulit dipahami orang.

Tetapi, selama tujuh puluh tahun ini, di tengah-tengah kita dalam pemulihan Tuhan, Allah telah memberi kita interpretasi dan analisa mengenai Yerusalem Baru yang menyeluruh. Dalam kidung kita, kita memiliki paling sedikit tiga kidung yang ditulis pada tahun 1993 mengenai Yerusalem Baru. Ketika Anda membaca kidung-kidung itu, Anda akan menemulian bahwa isinya hampir sama dengan terang hari ini, hanya tidak sejernih seperti apa yang telah kita lihat hari ini. Saya tidak perlu merendahkan diri atau sombong; saya hanya mengucapkan fakta. Mengenai Yerusalem Baru, semua butir dan aspek telah menjadi jelas dan telah disingliaplian di depan mata kita sampai tingkat yang sedemikian sehingga semuanya itu sama sekali transparan. Apakah jalan dari emas itu? Apakah pintu-pintu gerbang mutiara itu? Dan apakah dinding batu-batu permata itu? Tuhan telah menunjukkan kepada kita bahwa semua itu menyingkapkan bahwa elemen dasar dari kota itu tidak lain adalah Allah Tritunggal : Allah Bapa adalah dasar dari emas murni, Allah Putra adalah kedua belas pintu gerbang mutiara, dan Allah Roh adalah dinding dari batu-batu permata. Yerusalem Baru dibangun dengan ketiga elemen ilahi ini.

Bagaimanakah keberadaan kota tersebut dipertahankan? Kehidupan kita dipertahankan melalui kita makan dan minum. Makan dan minum sama pentingnya bagi kita. Kadang-kadang kita dapat hidup tanpa makan selama beberapa hari, tetapi kita tidak dapat hidup selama itu tanpa minum. Demikian pula, kita memiliki minuman ilahi, yaitu kita harus minum Allah yang mengalir. Allah kita selamanya baru; Ia juga adalah Allah yang mengalir, Allah yang selalu mengalir. Bapa adalah mata air, dan ketika mata air ini muncul, ia menjadi pancaran, yaitu Putra. Ketika pancaran ini mengalir, ia menjadi sungai, yang adalah Roh itu. Karena itu Allah Tritunggal adalah Allah yang mengalir dengan Bapa sebagai mata air, Putra sebagai pancaran, dan Roh itu sebagai sungai. Allah Tritunggal-Bapa, Putra, dan Roh itu sebagai mata air, pancaran, dan sungai-untuk memberi kita untuk meminum Dia setiap hari.

Dalam bab sebelumnya, kami mengatakan bahwa dalam satu Roh kita semua dibaptis ke dalam satu Tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Tuhan Yesus juga berkata, "Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal" (Yoh. 4:14). Hidup kekal ini adalah Yerusalem Baru. Dalam Yerusalem Baru, Allah Tritunggal bukan hanya sebagai sungai air hayat kita, tetapi juga adalah pohon hayat dalam sungai. Pohon hayat itu adalah Singa-Anak Domba. Kristus sebagai Anak Domba penebus dan Singa yang menang telah membereskan dosa kita dan musuh kita, Satan. Singa-Anak Domba ini sebagai pohon hayat kita memiliki buah segar untuk menjadi suplai kita. Dengan demikian Yerusalem Baru dipertahankan.

A. Mendirikan dan Menggembalakan Gereja-gereja

Ketiga aspek dari pembangunan ilahi adalah gereja, Tubuh Kristus, dan Yerusalem Baru. Untuk bekerja bersama Allah dalam melaksanakan pembangunan ilahi Allah dalam ketiga aspek, kita, para sekerja dan penatua, pertama-tama harus mendirikan dan menggembalakan gereja-gereja dengan Kristus yang pneumatik, Kristus yang adalah Roh pemberi-hayat. Kita harus membangun gereja-gereja dengan Kristus yang pneumatik. Pembangunan gereja adalah ministri Kristus dalam tahap-Nya yang kedua. Dalam tahap-Nya yang pertama, gereja hanya disebutkan (Mat. 16:18; 18:17); belum ada pembangunan gereja yang sebenarnya. Dalam tahap pertama, Ia hanya merampungkan penebusan yuridis untuk menebus kembali umat pilihan Allah guna menjadi bahan-bahan bagi pembangunan gereja. Gereja tidak dibangun oleh Dia dalam ministri inkarnasiNya; pembangunan gereja dirampungkan oleh Kristus yang pneumatik sebagai Roh itu dalam ministri Dia menjadi Roh itu.

Karena itu kita perlu mendirikan dan menggembalakan gereja-gereja dengan Kristus yang pneumatik, yang adalah Roh pemberi-hayat, beserta keselamatan organik-Nya. Mendirikan dan menggembalakan gereja-gereja harus dilaksanakan bukan hanya oleh Kristus, yang adalah Roh pemberi-hayat, tetapi juga melalui kita menerapkan keselamatan organik-Nya.

B. Membangun dan Menyusun Tubuh Kristus

Aspek kedua dari pembangunan ilahi adalah Tubuh Kristus. Kita perlu membangun dan menyusun Tubuh Kristus dengan Kristus sebagai Roh yang diintensifkan tujuh ganda beserta keselamatan organik-Nya yang diintensifkan tujuh ganda. Hal ini membawa kita ke dalam tahap ketiga dari ministri penuh Kristus, yaitu tahap intensifikasi-Nya. Pembangunan gereja bukan terjadi dalam tahap pertama, dan secara tegas, hal. itu juga bukan terjadi dalam tahap kedua, karena dalam tahap kedua pembangunan gereja tidak terlaksana dengan sukses. Dalam tahap kedua, Allah sedang membangun gereja. Tetapi bukannya maju, gereja mundur dan merosot menjadi gereja yang dikalahkan. Jadi, dalam kitab Wahyu, Kristus telah menjadi Roh yang diintensifkan tujuh ganda untuk membangun dan menyusun Tubuh Kristus melalui pengintensifan tujuh ganda.

Bangunan mungkin tidak organik, sebuah rumah adalah sebuah bangunan tetapi tidak organik. Di lain pihak, susunan itu organik, tubuh kita tersusun secara organik. Bangunan mungkin tidak berasal dari hayat, tetapi susunan pasti berasal dari hayat. Tetapi, dalam alam ilahi dan mistikal, bangunan dan susunan adalah perkara yang sama; kita boleh menyebutnya susunan-bangunan. Inilah bahasa baru kita. Kita harus membangun dan menyusun Tubuh Kristus dengan hayat. Untuk mengetahui bagaimana membangun Tubuh Kristus, kita harus mempelajari berita-berita yang diberikan dalam bab dua dan tiga dengan tuntas. Sebelum memulai pembangunan Tubuh Kristus, kita harus mengenal gereja. Karena itu kita harus mulai dengan tahap kedua dan kemudian masuk ke dalam tahap ketiga. Setelah kita masuk ke dalam tahap ketiga, kita tidak seharusnya mundur, tetapi kita harus tetap berada dalam tahap ketiga untuk mengalami pengintensifan tujuh ganda dari hari ke hari sehingga kita dapat membangun dan menyusun Tubuh Kristus dengan Kristus sebagai Roh yang diintensifkan tujuh ganda berserta keselamatan organik-Nya yang diintensifkan tujuh ganda.

C. Menghiasi dan Merampungkan Yerusalem Baru

Yerusalem Baru adalah aspek ketiga dari pembangunan ilahi-Nya. Kita perlu menghiasi dan merampungkan Yerusalem Baru dengan Allah Bapa sebagai dasar emasnya, Allah Putra sebagai pintu-pintu gerbang mutiaranya, dan Allah Roh untuk tembok-temboknya yang terdiri atas batubatu permata, melalui minum Roh itu, Allah Tritunggal yang mengalir, sebagai sungai air hayat dan makan Kristus, Singa-Anak Domba yang menang, sebagai pohon hayat beserta suplai-Nya yang kaya dan segar. Kita sudah membahas perkara membangun dan menghiasi Yerusalem Baru dalam berita-berita sebelumnya. Wahyu 21:2 mengatakan bahwa Yerusalem Baru "berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya." "Menghiasi" seseorang berarti membuat seseorang itu menjadi cantik. Istilah ini tidak dapat digunakan untuk laki-laki, hanya dapat diterapkan untuk perempuan. Hanya perempuan yang perlu berhias.

Pernyataan yang digunakan dalam Kitab Suci sangat berharga. Anda telah membaca kitab Wahyu beberapa kali, tetapi pernahkah Anda memperhatikan kata "berhias"? Saya telah membaca Alkitab selama beberapa tahun, tetapi baru saat ini, yaitu ketika saya menulis garis besar berita, saya menemulian bahwa Yerusalem Baru bukan hanya perlu dirampunglian tetapi juga berhias (Why. 21:19). Yerusalem Baru dihiasi dengan emas murni, mutiara, dan batu-batu permata, yaitu dengan Allah Tritunggal sebagai elemen.

Dalam 1 Korintus 3:9 Paulus mengatakan, "Kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah!" Kemudian, dalam ayat 10 ia melanjutkan berkata, "Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia membangun di atasnya." Apa yang Paulus maksudkan adalah, "Saya sudah meletakkan dasar, tidak seorang pun perlu meletakkan dasar lain. Yang harus kamu. lakukan tidak lain adalah membangun di atas dasar yang telah diletakkan. Tetapi Anda harus berhati-hati. Jika Anda membangun di atas dasar tersebut dengan kayu, rumput, dan jerami, Anda merusak bangunan Allah. Anda perlu membangun dengan emas, perak, dan batu-batu permata!" Sebagai contoh, di sini ada bangunan yang dibangun dengan emas, perak, dan batu permata. Namun Anda menggantungkan beberapa kayu di atasnya dan meletakkan setumpuk rumput dan beberapa jerami di atap. Ini bukan menghiasi bangunan tetapi merusakkannya. Satu Korintus 3:17 memperingatkan kita untuk tidak membinasakan bait Allah. Membinasakan dalam bahasa Yunani berarti "meruntuhkan, merusak, mencemarkan, menghancurkan." Membangun dengan bahanbahan yang tidak bernilai seperti kayu, rumput, dan jerami adalah membinasakan bait Allah. Jika seseorang membinasakan bait Allah, Allah akan membinasakan dia. Saya belum pernah melihat seorang pun yang merusak Tubuh akan Kristus memilih hasil yang baik. Dalam tujuh puluh tahun ini, saya telah melihat dengan jelas bahwa orang-orang yang merusak Tubuh Kristus, semuanya telah menderita konsekuensi yang serius dan dibinasakan oleh Allah. Ini adalah masalah yang serius.

Hari ini kita di sini bukan untuk membinasakan Tubuh Kristus, sebaliknya, kita sedang menghiasinya. Saya tidak berani membawa serta daging saya untuk membangun Yerusalem Baru, karena hal itu berarti membinasakan Yerusalem Baru. Saya tidak berani membawa serta opini saya, "aku" saya yang lama, selera saya, dan pandangan saya untuk membangun Yerusalem Baru. Saya hanya ingin menjadi takut dan gentar menghiasi bangunan Allah dengan Allah Bapa sebagai emas murni, Allah Putra sebagai mutiara, dan Allah Roh untuk dinding dari batu-batu permata. Kita semua harus memiliki sikap yang demikian dalam kehidupan kita.

Bagaimana kita mempertahankan kehidupan yang demikian? Dalam bangunan ini, di tengah-tengah kota ini, sebuah sungai air hayat mengalir keluar untuk kita minum dan di dalam sungai itu tumbuh pohon hayat untuk kita makan. Apa yang kita minum dan apa yang kita makan adalah Roh dan Kristus, yaitu Allah Tritunggal. Roh itu adalah aliran Allah Tritunggal; Kristus adalah perwujudan Allah Tritunggal. Jika saya makan dan minum Allah Tritunggal, saya dapat bertahan hidup; saya memiliki emas, perak, dan batu-batu permata. Jika saya tidak makan Allah atau minum Tuhan, saya tidak memiliki emas, perak, dan batu-batu permata; saya hanya memiliki kayu, rumput, dan jerami. Ini tidak berarti bahwa hanya marah-marah itulah yang dianggap sebagai kayu, rumput, dan jerami. Sesungguhnya, kelemahlembutan kita, bahkan pelayanan kita yang rajin mungkin bukan Allah Tritunggal tetapi kayu, rumput, dan jerami.

Di masa yang lampau, ada pigura besar di ruang-belajar saya yang memuat tulisan, "...ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api" (1 Kor. 3:15). Jika Anda membangun bait Allah dengan emas, perak, dan batu-batu berharga, Anda akan menerima pahala. Tetapi, jika Anda membangun dengan kayu, rumput, dan jerami, pekerjaan Anda akan habis terbakar, tetapi Anda sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. Ini dapat diumpamakan dengan sebidang tanah yang kebakaran, dan kayu, rumput, jerami yang terbakar di atasnya. Tanah itu sendiri tidak terbakar, namun melewati pembakaran api. Saya menggantung bagian firman dari 1 Korintus itu di dinding rumah saya sehingga saya dapat selalu diingatkan : "Manusia, hati-hatilah; jangan mencoba membangun Tubuh Kristus dan Yerusalem Baru dengan sifat, watak, "aku" lama, ciptaan lama, diri (ego), kecenderungan, dan selera Anda. Jika Anda melakukannya, Anda akan membinasakan Tubuh Kristus." Kapan kala kita menjamah sasaran kelial Allah, Yerusalem Baru, kita perlu menjadi sangat murni, kita tidak boleh ceroboh.

Singkatnya, berita ini memberi tahu kita bahwa kita perlu bekerja bersama Allah untuk melaksanakan pembangunan ilahi-Nya dalam tiga aspek-gereja, Tubuh Kristus, dan kota kudus. Bangunan Allah pertama-tama adalah suatu perhimpunan sebagai gereja, kemudian sebuah Tubuh, dan akhirnya sebuah kota. Secara tegas, Yerusalem Baru dirampungkan bukan hanya dengan dibangun tetapi juga didandani dengan emas murni sebagai dasarnya, mutiara sebagai pintu-pintu gerbangnya, dan batu-batu permata untuk dinding-dindingnya. Inilah tempat kediaman kekal Allah, perbesaran, perluasan, dan ekspresi kekalNya.

Saya harap Anda belajar menghafal, mengulang, dan membicarakan berita-berita ini. Ketika saya belajar dari Saudara Nee, saya tidak pernah memiliki tipu muslihat apa pun. Saya hanya berbicara seperti dia, dan saya bahkan menggunakan pernyataan yang sama seperti yang ia gunakan. Kemudian orang lain mengkritik saya dengan mengatakan bahwa saya membicarakan perkara yang sama seperti yang dibicarakan oleh Saudara Nee, dan bahkan gaya saya saat berbicara sama dengan Saudara Nee. Pernah seorang Pastor menggoda saya dengan mengatakan, "Anda hanya tahu bagaimana meniru pembicaraan Saudara Nee, apa pun yang ia bicarakan, Anda bicarakan." Saya mengatakan, "Itulah kemuliaan saya." Di batin saya mengatakan, "Terus terang saja, bahkan jika Anda mencoba untuk menirunya, Anda mungkin tidak bisa." Dapat meniru itu diberkati, dapat mengulang itu diberkati. Jangan mencoba untuk menemukan kata-kata baru dengan diri Anda sendiri. Saya harap kita semua dapat masuk ke dalam realitas berita-berita ini.

HASIL DARI

DIMULIAKANNYA KRISTUS

OLEH BAPA

DENGAN KEMULIAAN ILAHI

BAB

1 2 3 4 5 6

PRAKATA

Buku ini tersusun dari berita-berita yang disampaikan oleh Saudara Witness Lee di Anaheim, Kalifornia dari tanggal 28 Nopember sampai 1 Desember 1996.