PUNCAK VISI (1)
Doa: O Tuhan, kami sangat berterima kasih kepada-Mu karena Engkau telah memungkinkan kami untuk mengadakan pertemuan ini. Tuhan, bila kami merenungkan kembali hari-hari yang lampau hingga kini, kami. dengan kesungguhan hati menyembah kepada-Mu, karena segala sesuatu tergantung pada belas kasih-Mu dan segala sesuatu terjadi karena belas kasih-Mu. Mengenai diri kami, hingga hari ini kami masih tidak berguna, masih banyak kekurangan, dan masih penuh kelemahan di hadapan-Mu. O, Tuhan, apa yang telah Engkau tunjukkan kepada kami begitu banyak dan begitu tinggi, namun kami harus mengakui di hadapan-Mu bahwa apa yang kami alami sangatlah dangkal. O Tuhan, di satu pihak kami datang untuk menyembah dan berterima kasih kepada-Mu, dan di lain pihak, kami mengakui kekurangan-kekurangan dan kegagalan-kegagalan kami di hadapan-Mu. Tuhan, lawatlah kami beberapa hari ini. Kami tetap memohon belaskasih-Mu dengan takut dan gentar. Pada pihak kami, kami tidak mempunyai harapan. O Tuhan, basuh dan urapilah kami. Berkati dan pimpinlah kami dalam persekutuan ini sehingga kami tidak mengucapkan perkataan sia-sia dan tidak membuang-buang waktu. Kami berdoa, mohon Engkau menunjang kami.
O Tuhan, setiap kali datang ke hadirat-Mu, seperti yang Engkau ajarkan kepada kami dalam doa-Mu, kami tidak dapat melupakan bahwa musuh-Mu masih ada di sini. Tuhan, kami berdoa, supaya Engkau melepaskan kami dari cobaan-cobaannya. O Tuhan, buatlah kami benar-benar menang atas si jahat melalui kuasa kebangkitan-Mu. O Tuhan, kami memohon, naungilah kami dengan darah adi-Mu yang mustika serta hindarkanlah kami dari serangan-serangan dan gangguan-gangguan si jahat. Selanjutnya kami memohon, ikatlah dia demi pergerakan-Mu di bumi. O Tuhan, kami berdoa agar Engkau juga mengingat kelemahan kami. Kami adalah bejana yang lemah; lepas dari Engkau, kami tidak dapat berbuat apa-apa, kami tidak memiliki apa-apa, dan kami bukan apa-apa. Kami hanya dapat menyembah Engkau karena Engkau adalah segala sesuatu. Amin.
Karena Anda semua telah menempuh perjalanan dengan pesawat dari tempat yang begitu jauh, dalam batin, saya sangat bersyukur dan juga agak berdebar-debar. Sungguh sangat disayangkan, sudah tiga bulan saya tidak menghadiri satu sidang pun. Saudara-saudara, inilah kali pertama sesudah tiga bulan, saya berkumpul untuk bersekutu bersama Anda. Saya tetap merasa, karena keadaan saat ini, saya tidak dapat meluangkan banyak waktu untuk Anda. Selama empat malam ini, setiap malam, selain waktu berdoa, kami akan membatasi waktu kami hingga satu jam.
Tiga bulan yang lalu, banyak hal yang ingin saya sampaikan kepada gereja-gereja dalam pemulihan Tuhan, dan saya tidak yakin apakah saya dapat menyampaikan semuanya dalam tiga atau empat ratus berita. Dalam beberapa malam ini, saya merasa bahwa Tuhan ingin saya melimpahkan sesuatu kepada Anda. Malam ini, kami ingin bersekutu mengenai puncak visi yang telah Tuhan tunjukkan kepada kami selama lebih dari tujuh puluh tahun. Besok malam kami mungkin akan mempersekutukan mengenai realitas Tubuh Kristus. Pada malam terakhir, kami mungkin akan menyampaikan kata-kata peringatan agar kita selalu berjaga jaga.
VISI DAN WAHYU YANG TUHAN PERLIHATKAN KEPADA KITA
MELALUI SAUDARA NEE
Syukur kepada Tuhan, menurut apa yang kami ketahui, sepanjang menyangkut sejarah gereja dan keadaan gereja, tidak ada satu zaman pun di mana wahyu Tuhan kepada gereja-Nya begitu menyeluruh dan tinggi, seperti yang telah Ia wahyukan kepada kita selama tujuh puluh empat tahun ini, mulai dari saudara Nee. Melalui saudara Nee, pertama-tama Ia menunjukkan kepada kita tentang keselamatan. Pada hari-hari itu ribuan misionaris Barat pergi ke Cina. Banyak di antara mereka mempunyai nilai rohani yang berbobot dan benar-benar terdidik. Tetapi tidak ada satu misionaris Barat pun yang mengajarkan mengenai keselamatan dengan cara yang menyeluruh dan lengkap. Itulah keadaan sebelum saudara Nee dibangkitkan oleh Tuhan. Ia tidak hanya memberitakan Injil, tetapi ia melihat keselamatan yang dirampungkan oleh Tuhan melalui penebusan-Nya dari dalam hingga luar, dari awal hingga akhir, dengan cara yang lengkap dan menyeluruh, dan ia juga melimpahkan segala sesuatu kepada kita. Anda semua tahu mengenai hal ini. Jika Anda ingin mengetahui perinciannya, Anda perlu membaca terbitan-terbitan saudara Nee. Karena alasan ini, kami telah mengumpulkan semua terbitannya dan mencetaknya menjadi tiga set. Meskipun Anda semua sangat sibuk, saya tetap berharap bahwa Anda dapat membaca setiap halaman dari ketiga set tersebut.
Selanjutnya, melalui saudara Nee, Tuhan menunjukkan kepada kita perihal gereja. Mengenai gereja, pada aspek negatifnya, Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa kekristenan sama sekali telah merosot dan rusak (cacat). Sebelumnya, tidak pernah ada seorangpun yang berbicara mengenai kemerosotan kekristenan dengan begitu jelas dan menyeluruh seperti yang dilakukan oleh saudara Nee. Pada aspek positifnya, Tuhan juga memimpin saudara Nee untuk melihat gereja lokal, yaitu segi praktis dari gereja. Ia mengeluarkan banyak upaya untuk menekankan hal ini. Pada akhirnya, semua hal yang ditekankan olehnya menjadi sangat jelas. Ia memungkinkan kita untuk dapat melihat dengan jelas mengenai dasar gereja dan realitas gereja.
Ketiga, melalui saudara Nee juga, Allah telah menunjukkan kepada kita perihal Kristus sebagai hayat kita. Bagi kita, Kristus bukan hanya sekadar sang Penyelamat, Penebus, Pembebas, Pemberi kasih karunia, dan masih banyak lagi. Semua hal itu bukanlah intinya. Intinya adalah Kristus menjadi hayat kita. Penebusan, penyelamatan, dan pemberian kasih karunia yang dilakukan oleh Tuhan bukanlah suatu sasaran melainkan suatu prosedur/cara untuk mencapai sasaran. Sasaran Allah adalah Kristus sebagai hayat kita. Sekali lagi saya katakan, para misionaris Barat yang pergi ke Cina bukan hanya tidak menekankan hal ini; bahkan dalam sejarah kekristenan hanya sedikit orang yang memperhatikan hal ini. Segelintir orang tersebut terutama dipelopori oleh Madame Guyon. Kemudian muncul aliran mistik dan setelah mereka, muncul aliran hayat batin. Saudara Nee memang berdiri di atas bahu mereka, tetapi saudara Nee melihat sesuatu dengan cara yang lebih menyeluruh dan melihat sesuatu yang lebih tinggi, lebih dalam, dan lebih kaya dari pada yang telah mereka lihat.
Setelah itu, Allah mewahyukan Tubuh Kristus kepada kita melalui saudara Nee. Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa gereja lokal merupakan prosedur dan bukan sasaran. Sasaran dari gereja lokal adalah pembangunan Tubuh Kristus. Sayang sekali, di antara kita, terdapat cukup banyak saudara yang berbobot, namun mereka hanya melihat pentingnya gereja lokal, tetapi tidak melihat Tubuh Kristus. Karena itu, mereka bangkit menentangnya, mereka mengatakan bahwa saudara Nee sudah berkata dengan jelas bahwa semua gereja lokal adalah otonom (berpemerintahan sendiri), masing-masing berdiri sendiri tidak ada hubungannya satu dengan yang lain. Bagaimanapun keadaan suatu gereja lokal, tidak seharusnya dicampuri oleh gereja lokal yang lain. Hal ini menunjukkan ketidakpedulian mereka terhadap Tubuh Kristus. Oleh karenanya, melalui saudara Nee, Tuhan menunjukkan kepada kita lebih jauh, bahwa kehendak Allah pada akhirnya bukanlah gereja lokal. Meskipun pada akhir Alkitab terdapat tujuh kaki dian, mereka semua menjadi satu kota, Yerusalem Baru. Tetapi, saudara-saudara yang menekankan aspek lokal dari gereja sangat bersikeras mengatakan bahwa apa yang ditunjukkan pada awal kitab Wahyu adalah gereja-gereja yang berdiri sendiri. Selain itu mereka terpengaruh oleh kelompok the Brethren (Kaum Saudara) dan menganggap ketujuh gereja tersebut berbeda. Tetapi sudut pandang mereka tidak tepat, karena mereka tidak melihat bahwa ketujuh kaki dian tersebut tidak dapat dibedakan dalam sifat, bentuk, maupun fungsi. Jika kita meletakkan ketujuh kaki dian tersebut di depan kita, tanpa memberikan nomor kepada masing-masing kaki dian, maka akan mustahil untuk menentukan kaki dian mana adalah milik gereja mana. Memang kitab Wahyu 2 dan 3 menunjukkan kepada kita tujuh gereja yang berbeda, tetapi saudara-saudara yang berat sebelah tersebut tidak melihat bahwa perbedaan-perbedaan yang ada di antara gereja-gereja itu bukan terletak pada aspek positifnya, tetapi pada aspek negatifnya. Ketujuh gereja tersebut mempunyai ciri-ciri khusus yang hanya terletak pada keadaan negatif mereka, seperti kegagalan, kemerosotan, kesalahan, dan kekurangan mereka.
Tidak saja demikian, kitab Wahyu bukan hanya terdiri dari tiga pasal. Jika kita membaca terus, pertama-tama kita akan melihat para pemenang. Walaupun mereka adalah para pemenang dalam gereja-gereja lokal, dalam pasal dua belas kita melihat bahwa mereka adalah satu anak laki-laki, bukan tujuh anak laki-laki. Dalam pasal empat belas kita melihat bahwa mereka adalah satu kelompok yang terdiri dari 144.000 pemenang, bukan dua kelompok, dan lebih-lebih bukan tujuh kelompok. Para pemenang sebanyak 144.000 ini, tidak mungkin berasal dari satu gereja. Dalam seluruh kitab Wahyu kita hanya melihat satu anak laki-laki, satu kelompok pemenang. Selain itu, Petrus adalah seorang rasul yang mendirikan gereja-gereja di antara orang-orang Yahudi, dan Paulus adalah rasul yang mendirikan gereja-gereja di antara orang-orang kafir (Gal. 2:8). Tetapi pada akhir kitab Wahyu, gereja-gereja yang didirikan oleh kedua belas rasul tersebut menjadi satu bangunan, kota kudus Yerusalem Baru, Tubuh Kristus.
Perihal keselamatan yang diberitakan oleh saudara Nee telah diterima oleh setiap orang. Orang-orang juga telah menerima ajarannya mengenai gereja lokal. Perihal Kristus sebagai hayat kita yang disampaikan oleh saudara Nee kelihatannya juga telah diterima oleh banyak orang. Tetapi dalam realitasnya tidak banyak yang memasukinya. Kita harus hidup bersama Kristus dari hari ke hari, menerima Dia sebagai hayat kita, menjadikan Dia persona (pribadi) kita dalam kehidupan kita sehari-hari, dan memiliki kehidupan bersama Dia. Tetapi, jangankan mereka yang berada dalam kekristenan bahkan di antara orang-orang kudus dalam pemulihan Tuhan, hanya sedikit yang benar-benar mempraktekkan hal ini. Anda semua sangat bersungguh-sungguh, dan Anda telah membayar harga yang tidak sedikit untuk menempuh perjalanan dari ujung bumi hingga tiba di sini. Karena Anda telah datang dengan hati yang sungguh-sungguh, saya akan menyampaikan perkataan yang sesungguhnya kepada Anda. Bolehkah saya bertanya kepada Anda, kira-kira di antara dua puluh orang dari Anda, berapakah yang dapat mengatakan dari roh Anda, dari hati nurani Anda, dengan penuh keyakinan, "Saya adalah seorang yang hidup oleh Kristus?" Berapa banyak di antara Anda yang dapat mengatakan, "Tidak peduli dengan siapa saya berurusan, tidak peduli apa yang sedang saya lakukan, bahkan saat saya mengenakan pakaian, saat saya sedang makan, atau sedang berbicara dengan istri saya, dalam perkara besar maupun perkara kecil, saya selalu hidup bersama Kristus, saya melakukan segala sesuatu dalam roh dan berdasarkan roh, dan setiap hari dalam kehidupan saya, saya mengalami Kristus yang telah saya terima dan mengijinkan Dia tertampil melalui saya?" Selama tiga bulan ketika sakit dan sedang dalam proses penyembuhan, saya tidak tahu berapa banyak saya bertobat kepada Tuhan mengenai masalah ini. Saya tidak dapat menyangkal bahwa saya telah melihat terang ini dengan tuntas. Sejak 1950 saya telah menyampaikan sejumlah besar berita mengenai perkara ini dan telah mengajarkannya kepada banyak orang. Tetapi ketika Tuhan membiarkan saya berada dalam ketenangan, saya memeriksa diri sendiri berdasarkan terang ini dan menemukan bahwa saya sesungguhnya belum banyak masuk ke dalamnya. Apa yang telah saya lihat sangat tuntas, dan apa yang telah saya beritakan dapat dikatakan cukup lengkap, tetapi berapa banyak realitas Kristus sebagai hayat yang ada di dalam saya patut dipertanyakan. Mengenai perkara ini kita semua harus benarbenar memasukinya secara praktis.
Meskipun sejak tahun 1939 saudara Nee telah melihat Tubuh Kristus, pemberitaannya mengenai perkara ini sama seperti "bermain piano untuk sapi-sapi"; tidak ada seorangpun yang menerimanya. Sebab itu, gereja-gereja lokal di mana-mana bertindak-tanduk menurut keinginan mereka sendiri, bahkan hingga ke suatu taraf yang memaksa saudara Nee untuk menghentikan pelayanannya (ministrinya). Ia menghentikan ministrinya selama enam tahun. Selama enam tahun tersebut, di antara kami banyak orang yang fasih berbicara, namun mereka tidak melihat satu visi atau wahyu pun. Mulai tahun 1942 hingga 1948, tidak ada seorangpun di antara kami menulis buku yang bemilai atau sesuatu yang dapat diperhitungkan. Visi kami tidak bertambah sedikitpun; segalanya terhenti. Mengenai Tubuh Kristus, banyak yang tidak setuju dan mengabaikannya sama sekali. Ketika terjadi huru-hara di Shanghai pada tahun 1942, berapakah yang melihat Tubuh Kristus? Tidak seorangpun. Bagaimana mungkin seorang yang telah melihat Tubuh Kristus dapat menimbulkan huru-hara semacam itu? Hal itu sangat tidak mungkin.
Setelah enam tahun, saudara Nee melanjutkan ministrinya. Kami telah menerbitkan sebuah buku yang hanya mencatat berita-berita yang diberikan oleh saudara Nee selama pemulihan ministrinya (lihat Messages Given During the Resumption of Watchman Nee's Ministry, diterbitkan oleh Living Stream Ministry). Pemulihan ministrinya sangat berhubungan dengan saya. Dalam buku tersebut, sebagian berita disampaikan oleh saudara Nee dan sebagian disampaikan oleh saya, sehingga pada akhirnya sulit untuk memisah-misahkannya. Apakah yang ditekankan oleh saudara Nee dalam berita-berita itu? Berita demi berita yang disampaikan oleh saudara Nee adalah mengenai Tubuh Kristus. Masalah yang timbul di tengah-tengah kita adalah dikarenakan kita belum melihat Tubuh. Dalam berita-berita tersebut, saudara Nee bahkan terpaksa mengucapkan beberapa kata yang kurang menyenangkan. Ia mengatakan bahwa beberapa gereja merupakan gereja kaum "pribumi"; ia juga mengatakan bahwa beberapa gereja merupakan kerajaan-kerajaan kecil. Inilah yang dikatakannya saat pemulihan ministrinya pada bulan Juni 1948. Pada bulan Maret tahun itu, saya secara khusus pergi ke Foochow dengan beberapa sekerja, termasuk saudara K.H.Weigh, untuk bersekutu dengan Dia. Lebih dari empat puluh sekerja di sekitar kami juga ingin menghadiri persekutuan tersebut, tetapi ia menolak mereka semua. Hanya dua saudara, saudara Weigh dan saya, serta dua saudari, Peace Wang dan Rachel Lee, yang diijinkan untuk bersekutu dengan dia. Lebih dari empat puluh sekerja menunggu di Foochow, dan mereka bertanya kepada saya, "Saudara Lee, apapun masalahnya, tolong sampaikan sepatah kata bagi kami. Kami ingin mendengar saudara Nee berbicara. Kami ingin ikut hadir." Saudara Nee mengatakan, "Tidak." Saat itu sepertinya saya memohon betas kasihan di hadapannya. Saya mengatakan, "Lihatlah para saudara dan saudari ini. Tidakkah engkau memperhatikan mereka?" Pembicaraan kami sungguh mengharukan. Saya terus-menerus meminta belas kasihan. Akhirnya ia mengatakan, "Baiklah, saudara Witness, suruhlah mereka datang." Rumahnya cukup luas dan memiliki ruang tamu yang terbagi dua, ruang sebelah dalam dan ruang sebelah luar. Pada waktu itu, ia memberikan persetujuannya dengan enggan, mengatakan, "Baiklah, suruh mereka datang. Tetapi hanya kalian berempat yang akan bersekutu dengan saya di sini, di sebelah dalam, dan yang lain harus duduk dan mendengarkan di ruang sebelah luar."
Saudara Nee mulai bersekutu dengan kami. Pada waktu itu, saya adalah satu-satunya orang yang berbicara; yang lain tidak berbicara. Saya mengatakan, "Saudara Nee, lihatlah pada puluhan gereja yang ada di sini, di propinsi Fukien. Mereka dalam kebingungan dan tercerai-berai. Apa yang harus kita lakukan?" Maka ia mulai berbicara, dan berita tersebut menjamah setiap orang di antara kami. Kemudian saudari Wang yang berada di ruang sebelah luar, mengatakan, "Mengapa kita tidak mempraktekkan apa yang telah Anda katakan kepada kami?" Setelah mempertimbangkan beberapa saat, saudara Nee mengatakan, "Jika kalian ingin mempraktekkannya, setiap orang dari kalian harus menyerahkan dirinya sendiri. Anda harus menyerahkan segala sesuatu: menyerahkan diri kalian, menyerahkan keluarga kalian, menyerahkan kekayaan kalian, menyerahkan gereja kalian, menyerahkan segala sesuatu." Sejak saat itulah praktek penyerahan diri dimulai. Hal ini terjadi tiga bulan sebelum ia memulihkan ministrinya dan membicarakan gereja "pribumi" serta kerajaan-kerajaan kecil. Tidak lama setelah itu ia dimasukkan ke dalam penjara. Ia dipenjara selama dua puluh tahun, mulai dari tahun 1952 sampai 1972, dan akhirnya ia menjadi martir.
Setelah pemulihan ministrinya, ia masih datang untuk memimpin dalam pemulihan Tuhan. Kemudian pada akhir tahun 1948 situasi politik berubah. Maka ia mengadakan sidang darurat di Shanghai bersama beberapa sekerja yang terkemuka. Ia mengatakan, "Hari ini saya menyuruh Anda untuk datang ke sini. Anda semua tahu bahwa situasi dunia sedang berubah. Ketika menghadapi perubahan dunia, bagaimana seharusnya tindakan kita?" Sebelum seseorang mengatakan sesuatu, ia mengatakan, "Pertama, saya. akan membuat suatu pernyataan. Kita akan mengirim saudara Lee ke luar negeri." Setelah itu, pada penutupan sidang tersebut, saudara Nee berkata, "Kita semua akan tetap tinggal di sini untuk mencari pimpinan Tuhan. Semoga Tuhan memimpin kita seorang demi seorang." Saya tidak berkata apa-apa. Ia menugaskan saya untuk secepatnya menyelesaikan pembangunan balai sidang yang besar di Shanghai: Pada waktu itu kami telah membeli sebidang tanah untuk pembangunan balai sidang; saat itu bulan Nopember. Tiga bulan kemudian saudara Nee mengadakan sidang yang lain dan memberikan kata pembukaan yang sama, untuk mengatakan, "Pertama-tama saya akan mengatakan: Kita akan menyuruh saudara Lee untuk pergi ke luar negeri." Kali ini ia mengatakan bahwa kami tidak perlu lagi mencari petunjuk tetapi semua harus tinggal untuk berkorban bagi Tuhan. Ia mengatakan bahwa kami memang harus menengadah kepada Tuhan untuk memohon perlindungan. Tetapi ia takut kalau suatu hari ketika kami akan bergerak maju dan mempertaruhkan nyawa kami, kami semua akan "ditangkap sekaligus." Kedua sidang para sekerja tersebut sangat singkat dan keduanya terjadi pada petang hari. Pada saat para saudari sedang menyiapkan makan malam bagi kami, saya mengambil kesempatan untuk berjalan-jalan dengan saudara Nee di luar rumah. Saya berkata kepada dia dengan sedih, "Saudara Nee, mengapa Anda menginginkan saya saja yang pergi ke luar negeri, sedangkan kalian semua tinggal di sini untuk mempertaruhkan nyawa kalian bagi Tuhan? Apakah karena saya tidak layak?" Ia berbalik dan melihat saya. Beliau mengatakan, "Saudara Witness, Anda harus tahu bahwa kami akan mempertaruhkan nyawa kami bagi Tuhan, tetapi saya takut bahwa pada suatu hari Iblis akan menangkap kita semua sekaligus. Jika Anda. pergi ke luar, dan seandainya suatu hari hal ini benar-benar terjadi, kita masih mempunyai sesuatu yang tertinggal." Saya tidak akan pernah melupakan perkataan itu.
Dua bulan kemudian ia menyuruh saya untuk menyerahkan segala sesuatu yang berhubungan dengan gereja di Shanghai kepada para penatua dan ia menyuruh saya untuk meninggalkan negara tersebut. Saya pun pergilah. Pertama-tama saya pergi ke Taiwan. Kemudian ia dipenjarakan selama dua puluh tahun. Ada seorang yang merupakan teman sepenjaranya dan jauh lebih muda daripada beliau. Ia dipimpin beroleh selamat oleh saudara Nee di dalam penjara. Ia dapat dianggap sebagai anak rohani saudara Nee, dan ia juga memperlakukan saudara Nee sebagai ayahnya. Saudara ini, yang bermarga Wu, keluar dari penjara lebih dulu. Tidak lama sebelum kematiannya, saudara Nee memberi tahu saudara tersebut, "Setelah Anda keluar, Anda harus berusaha menemukan seorang saudara yang bernama Witness Lee. Beritahu dia bahwa saya tidak meninggalkan iman saya. Jika Anda melihat dia, Anda melihat saya. Apa yang ia katakan kepadamu, adalah perkataan saya kepadamu." Inilah yang didengar oleh keponakan saudara Nee dan suaminya, Dr. Kung, pada waktu mereka bertemu saudara Wu di Shanghai. Saya tidak akan pernah melupakan perkataan saudara Nee kepada saya, "Jika Anda keluar, kita masih mempunyai sesuatu yang tertinggal." Karena itu, hari ini jika Anda pergi ke kamar tidur saya, Anda akan tahu bahwa di kamar tidur saya tidak ada gambar apapun kecuali foto saudara Nee. Selain itu terdapat juga sebuah tulisan saudara Nee, "Biarku mengasihi meski tak dikasihi" yang tergantung pada salah satu sisi tempat tidur saya. Saya kehilangan dia dan saya akan selalu kehilangan dia.
PERALIHAN WAHYU DAN VISI TUHAN
SERTA PENCAPAIAN PUNCAK YANG TERTINGGI
Pada zaman saudara Nee, wahyu dan visi Tuhan sudah sampai pada Tubuh Kristus. Suatu kebetulan yang menakjubkan, pada tahun 1952, pada waktu ia dipenjarakan, Tuhan mulai memakai saya di Taiwan. Mulai tahun 1950 hingga hari ini, sudah berlangsung selama empat puluh empat tahun. Jangan menyalahkan saya karena mengatakan perkataan-perkataan yang menyombongkan diri; saya tidak sombong. Anda tahu bahwa dalam empat puluh empat tahun ini saya memulai dari butir apa. Saya mulai dengan Kristus dan gereja. Banyak berita mengenai kedua hal ini telah diterbitkan dalam bentuk buku. Di antaranya terdapat sejumlah besar berita yang membicarakan mengenai Tubuh Kristus. Kemudian kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, mungkin mulai tahun 1980, Tuhan menunjukkan kepada saya bahwa untuk memiliki Tubuh Kristus sangat dibutuhkan penyaluran Kristus. Maka saya mulai berbicara mengenai penyaluran Kristus. Jika Kristus tidak menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita, bagaimana mungkin kita menjadi Tubuh-Nya? Dari butir tersebut, saya naik lebih tinggi dan melihat ekonomi Allah. Karena itu mulai tahun 1984, saya menyampaikan banyak berita mengenai ekonomi Allah. Kemudian pada musim semi tahun ini (sebenarnya saya telah melihat hal ini tahun lalu) saya naik makin tinggi. Saya melihat, Tubuh Kristus hanya dapat dihasilkan melalui Allah menjadi manusia untuk membuat manusia menjadi Allah (hanya dalam hayat dan sifat). Butir ini adalah puncak visi yang telah diberikan Allah kepada kita.
Sesungguhnya, pada abad keempat, Athanasius, yang hadir pada konferensi Nicea, mengatakan bahwa "Ia dibuat menjadi manusia agar manusia dapat dibuat menjadi Allah." Pada waktu itu ia adalah seorang ahli teologi yang tidak terkenal. Perkataannya tersebut menjadi sebuah pepatah dalam sejarah gereja. Tetapi kemudian, perlahan-lahan orang-orang dalam kekristenan bukan hanya tidak mau mengajarkan hal ini, bahkan tidak berani mengajarkannya.
Allah adalah Allah, dan Ia sendiri telah melahirkan kita menjadi anak-anak-Nya. Suatu jenis makhluk hidup akan melahirkan jenis itu pula. Seekor domba melahirkan domba; kita tidak dapat mengatakan bahwa domba tua adalah domba, sedangkan domba muda bukan domba. Karena Allah telah memperanakkan kita, kita adalah anak-anak Allah. Selain itu, 1 Yohanes pasal 3 mengatakan bahwa Allah akan bekerja di atas diri kita sampai suatu taraf tertentu, sehingga kita menjadi sama seperti Dia sepenuhnya (ay. 2); inilah tujuan Allah sejak Dia menciptakan manusia. Jadi yang Ia ciptakan adalah manusia, namun Ia menciptakan manusia menurut gambar Allah. Adam diciptakan sebagai manusia yang memiliki gambar dan rupa Allah. Kemudian Allah meletakkan manusia di depan pohon kehidupan, artinya Ia menginginkan manusia yang memiliki gambar Allah menerima Allah sebagai hayatnya. Alhasil, jika seorang manusia yang telah menerima Allah sebagai hayatnya tidak menjadi Allah (hanya dalam hayat dan sifat), lalu menjadi apakah dia? Tuhan juga menunjukkan kepada kita dengan jelas bahwa kita adalah Allah dalam hayat dan sifat saja. Seorang bapa memperanakkan seorang putra, dan putra ini tentu saja sama dengan bapanya dalam hayat dan sifatnya. Seandainya sang bapa adalah seorang kaisar, kita tidak dapat mengatakan bahwa semua anaknya adalah kaisar. Anak hanya memiliki hayat dan sifat bapa mereka, tetapi tidak memiliki kedudukannya; hal ini sangat jelas. Allah melakukan hal ini agar Ia dapat menghasilkan satu Tubuh bagi Kristus, yaitu agar Ia dapat menghasilkan suatu organisme bagi Allah Tritunggal, yang perampungan akhirnya adalah Yerusalem Baru.
Pada konferensi bahasa Mandarin di bulan Februari tahun ini, saudara-saudara menginginkan saya berbicara, dan beban saya adalah membicarakan mengenai perkara ini. Sudah dua puluh tujuh tahun saya tidak menulis sebuah kidung baru. Beberapa hari sebelum konferensi bahasa Mandarin itu, saya menulis sebuah kidung baru yang terdiri dari empat bait:
O Ajaib! O Misteri!
Allah berbaur d'ngan manusia. Allah jadi manusia,
manusia jadi Allahl .
Hasrat Allah dan kasih-Nya,
hingga mencapai tujuan-Nya.
Allah jadi manusia,
agar aku jadi Allah,
sehayat, sesifat d'ngan-Nya,
namun tanpa ke-Allahan.
Ciri-Nya jadi bajikku,
gambar mulia-Nya tertampak.
Bukan lagi aku hidup,
ku hidup bersama Allah.
D'ngan kaum saleh dibangunkan,
jadi rumah semesta-Nya.
Jadi Tubuh organik-Nya,
ekspresi-Nya yang korporat.
Kota Kudus, Yerusalem,
visi dan wahyu ternyata,
Allah Tritunggal -- manusia,
berpasangan hingga kekal.
Allah, insan, saling huni, kemuliaan-Nya terpancar.
____________________________
1 Manusia menjadi Allah hanya dalam sifat dan hayat, bukan di dalam ke-Allahan.
Setelah menyanyikan kidung ini, Anda akan menyadari bahwa kidung ini sangat khusus. Selama dua ribu tahun sejarah kekristenan, tidak ada satu kidung pun yang termasuk dalam kategori ini. Kidung ini adalah kidung yang unik dalam kategori kidung-kidung. Kidung ini dengan jelas membicarakan puncak visi Allah.
Dalam pemulihan Tuhan hari ini, bukan berarti kami tidak lagi memberitakan injil; tetapi memberitakan injil adalah untuk melahirkan. Dan juga bukan berarti kami tidak lagi merawat orang-orang kudus atau kami tidak lagi menyempurnakan orang-orang kudus. Melahirkan, merawat, dan menyempurnakan adalah bagi pembangunan. Tetapi, apakah yang sedang kita bangun? Apakah kita hanya membangun gereja-gereja lokal? Tidak. Kita membangun gereja-gereja lokal bagi pembangunan Tubuh Kristus, yang akan rampung dalam Yerusalem Baru. Lalu, apakah ini berarti kita akan mengabaikan gereja-gereja lokal? Tidak. Gereja-gereja lokal adalah prosedur Allah untuk merampungkan pembangunan Tubuh Kristus. Allah masih harus menggunakan gereja-gereja lokal secara besar-besaran. Syukur kepada Tuhan, melalui persekutuan sedemikian, saya mengharapkan kita semua mengetahui di mana kita berada hari ini dan apa yang seharusnya kita lakukan.