KURBAN PENGHAPUS DOSA— KRISTUS UNTUK SIFAT DOSA UMAT ALLAH (2)
Pembacaan Alkitab:
Im. 4:1-7, 13-18, 22-25, 27-30, 32-34
Dalam berita ini kita akan membahas sejumlah perkara yang berhubungan dengan kurban penghapus dosa.
I. MAKNA KURBAN PENGHAPUS DOSA
A. Untuk Dosa yang Tidak Disengaja
Beberapa kali Imamat 4 membicarakan dosa yang tidak disengaja (ayat 1-2, 13, 22, 27). Dosa yang tidak disengaja mengacu kepada kesalahan, kealpaan; yaitu, mengacu kepada dosa yang tidak dikehendaki. Sekalipun kita tidak bermaksud berbuat dosa, namun kita berdosa secara tidak disengaja. Dosa yang tidak disengaja dalam Imamat 4 melambangkan dosa dalam sifat kita yang jatuh, dosa yang berhuni. Dosa yang kita warisi dari Adam, dosa yang menghuni daging kita. Sering kali kita berdosa tanpa disengaja. Dosa-dosa ini datang dari dosa yang berhuni. Dosa datang melalui kejatuhan Adam dan masuk ke dalam umat manusia (Rm. 5:12). Karena itu, pada semua manusia ada sesuatu yang disebut dosa.
Dalam Roma 7, dosa dipersonifikasikan, karena dosa dapat tinggal di dalam kita (ayat 17), membunuh kita (ayat 11), dan melakukan banyak hal di dalam kita. Jadi, dosa adalah satu persona yang hidup. Kita tidak dapat menemukan ayat yang mengatakan bahwa dosa adalah diri Iblis sendiri. Namun, Alkitab menunjukkan bahwa dosa adalah sifat Iblis. Karena dosa adalah sifat Iblis, maka dosa sebenarnya adalah diri Iblis sendiri.
Dosa memasuki umat manusia pada saat kejatuhan Adam. Ini berarti kejatuhan Adam membuka pintu untuk dosa, yang adalah sifat Iblis dan bahkan diri Iblis sendiri, masuk ke dalam diri kita. Roma 7 memberi tahu kita dengan jelas bahwa dosa tinggal di dalam daging kita (ayat 17, 20, 23). Kita sering ingin melakukan yang baik, seperti menghormati orang tua atau memberi salam kepada saudara yang senior, tetapi hasilnya bertentangan. Kita berdosa secara tidak sengaja, melakukan sesuatu yang tidak kita kehendaki. Karena Paulus memiliki pengalaman seperti ini, dia dapat berkata, “Maka bukan lagi aku yang melakukannya, tetapi dosa yang tinggal di dalam aku” (Rm. 7:20b).
Dalam Roma 7 kita dapat melihat dua orang. Yang pertama tidak ingin berbuat dosa, orang yang lain, yang ada di dalam orang yang pertama, justru berbuat dosa. Ini menunjukkan bahwa Paulus menempuh kehidupan dua persona, kehidupan dirinya sendiri, Saulus dari Tarsus, dan kehidupan sesuatu yang disebut dosa. Kedua persona ini hidup bersama, tetapi tidak dengan sukarela. Kadang-kadang mereka berteman baik, dan kadang-kadang mereka menyerang satu sama lain. Roma 7 adalah gambaran pengalaman kita bukan saja sebelum kita beroleh selamat, tetapi juga hari ini. Tidakkah Anda menemukan peperangan yang terjadi di dalam Anda? Di satu pihak, Kita dapat berkata, “Aku mengasihi gereja.” Di pihak lain, sesuatu di dalam kita berkata, “Aku tidak suka gereja.” Kadang-kadang kita berkata, “Aku mengasihi semua orang beriman. Mereka semua sangat manis dan patut dikasihi.” Namun, mungkin ada penatua tertentu yang tidak dapat kita kasihi. Ada peperangan di dalam kita. Kita ingin menjadi kudus, tetapi yang keluar tidak kudus. Sepanjang hari kita melakukan dosa yang tidak disengaja. Mungkin kita telah menjadi orang Kristen bertahuntahun, tetapi masih ada peperangan yang terjadi di dalam kita. Kita ingin menjadi sempurna, tetapi kita melakukan banyak hal yang adalah dosa-dosa secara tidak disengaja. Karena itu, mengingat dosa tinggal di dalam kita dan kita melakukan dosa-dosa yang tidak disengaja, kita tidak bisa diandalkan.
Segala hal yang dilakukan daging kita adalah dosa. Di mata Allah, bahkan kasih kita yang berasal dari daging adalah dosa. Bukan saja hal-hal buruk adalah dosa, hal-hal baik yang berasal dari daging pun adalah dosa. Yang dilihat adalah sumbernya, bukan hasilnya. Inilah alasannya Galatia 5:24 mengatakan, “Siapa saja yang menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” Menurut konsepsi manusia, daging bisa tampak baik atau buruk. Namun, entah kita baik, buruk, atau lumayan, selama kita adalah daging, kita adalah dosa. Daging benar-benar bersatu dengan dosa (Rm. 8:3), dan dosa benar-benar bersatu dengan Iblis. Sesungguhnya, dosa adalah Iblis. Selain itu, Iblis bersatu dengan dunia, dan dunia bersatu dengan penguasa dunia (Yoh. 12:31). Lima hal ini adalah satu perkara: daging, dosa, Iblis, dunia, dan penguasa (otoritas atau kuasa) dunia.
Dunia hari ini berhubungan dengan daging, dosa, Iblis, dan penguasa dunia. Penguasa dunia di sini menyatakan otoritas atau kuasa. Dunia sebenarnya adalah usaha untuk merebut kekuasaan. Setiap orang dan setiap bangsa berusaha untuk merebut kekuasaan. Di mana-mana ada persaingan untuk merebut kekuasaan. Di universitas para profesor dan mahasiswa berusaha merebut kekuasaan. Sebagai contoh, seorang profesor mungkin berkata bahwa dia mencoba membantu masyarakat atau dia ingin menciptakan sesuatu untuk kepentingan masyarakat. Sebenarnya, dia sama dengan orang lain, berusaha merebut kekuasaan. Berusaha untuk merebut kekuasaan ini adalah akibat, hasil dari daging, dosa, Iblis, dunia, dan penguasa dunia.
Galatia 5:16-26 membicarakan perjuangan antara daging dengan Roh. Ayat 26, menyimpulkan bagian ini, mengatakan, “Dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.” Dalam ayat ini ada gila hormat. Ini menunjukkan bahwa dalam hidup gereja ada gila hormat. Ini membuktikan bahwa dalam hidup gereja pun ada pergumulan untuk mendapatkan kehormatan yang hampa (gila hormat). Ini dibuktikan dengan fakta bahwa perkataan Paulus di sini ditulis kepada gereja-gereja, kepada gereja-gereja di Galatia (Gal. 1:2), yang adalah suatu propinsi Kekaisaran Romawi Kuno. Kita semua gila hormat. Jika keadaan kita tidak demikian, Paulus tidak perlu mengucapkan perkataan ini kepada kita. Kita mungkin berpikir bahwa hal-hal yang disebutkan dalam 5:16-26 ada di antara gereja-gereja di Galatia, dan tidak ada di antara kita hari ini. Namun, kita tidak seharusnya menganggap ayat ini hanya berlaku bagi mereka saja; kita harus memasukkan diri kita ketika kita membaca ayat ini. Sama halnya seperti kita menerapkan Yohanes 3:16 untuk kita sendiri, maka kita juga harus menerapkan Galatia 5:16-26.
Kurban penghapus dosa memiliki cakupan yang luas. Kurban ini tidak saja berhubungan dengan dosa itu sendiri, tetapi juga dengan daging kita, dengan Iblis, si jahat di dalam daging kita, dengan dunia, dan dengan usaha untuk merebut kekuasaan. Menurut Alkitab, dosa erat terkait dalam keempat hal ini. Iblis (Satan) adalah penguasa dunia. Iblis bahkan penguasa yang demikian sombong. Yesaya 14 mewahyukan bahwa walaupun dia dekat dengan Allah, dia tidak puas. Dia ingin melampaui Allah atau paling sedikit sama dengan Allah. Karena itu, ketika Alkitab menghukum dosa, penghukuman ini menghukum Iblis dan juga daging, dunia, dan usaha untuk merebut kekuasaan. Segala sesuatu yang terjadi di bumi berhubungan dengan usaha untuk merebut kekuasaan. Semua khotbah, kuliah, dan penjelasan baik yang diberikan orang-orang hanya jubah yang menutupi usaha mereka untuk merebut kekuasaan.
B. Allah Mengutus Anak-Nya dalam Rupa Daging Dosa dan Untuk Dosa,
Menghukum Dosa dalam Daging di Atas Salib Kristus
Kurban penghapus dosa juga melambangkan bahwa Allah, yang mengutus Anak-Nya dalam rupa daging dosa dan untuk dosa, menghukum dosa dalam daging di atas salib Kristus (Rm. 8:3). Kristus menjadi daging; yaitu, Dia datang dalam rupa daging dosa (Yoh. 1:14). Selain itu, Allah membuat Kristus, yang tidak mengenal dosa, menjadi dosa bagi kita di kayu salib (2Kor. 5:21). Ketika Kristus ada di atas salib, Dia dihakimi dalam bentuk ular untuk dosa kita (Yoh. 3:14). Dengan demikian Allah menghukum dosa dalam daging di atas salib Kristus.
II. KHASIAT KURBAN PENGHAPUS DOSA
Khasiat kurban penghapus dosa bukan saja dalam fakta bahwa kurban itu menanggulangi dosa. Hasilnya jauh lebih besar. Dalam kurban penghapus dosa, manusia yang jatuh, manusia lama, yang tercakup dalam daging Kristus, ditanggulangi (Rm. 6:6); dosa yang ada dalam sifat manusia yang jatuh juga telah dihukum (Rm. 8:3); Iblis, dosa itu sendiri, telah dihancurkan (Ibr. 2:14); dunia juga telah dihakimi; dan penguasa dunia telah dicampakkan (Yoh. 12:31). Ini adalah wahyu Firman Kudus mengenai khasiat kurban penghapus dosa.
Jika kita melihat wahyu ini, kita akan melihat bahwa menerima Kristus sebagai kurban penghapus dosa bukan hanya perkara mengaku dosa dan menanggulanginya. Menerima Kristus sebagai kurban penghapus dosa juga berarti bahwa manusia lama kita, Iblis, dunia, dan usaha untuk merebut kekuasaan ditanggulangi. Karena semua hal ini termasuk dalam kurban penghapus dosa, maka menerima Kristus sebagai kurban penghapus dosa bukan perkara sederhana, melainkan perkara yang melibatkan manusia yang jatuh, dosa dalam sifat manusia yang jatuh, Iblis, dunia, dan usaha untuk merebut kekuasaan.
III. BEBERAPA MACAM TERNAK UNTUK KURBAN PENGHAPUS DOSA
Dalam Imamat 4 ada beberapa macam ternak untuk kurban penghapus dosa.
A. Seekor Lembu Jantan Muda, Kambing Jantan,
Kambing Betina, atau Domba Betina
Kurban penghapus dosa dapat berupa seekor lembu jantan, kambing jantan, kambing betina, atau domba betina (Im. 4:3,14, 23, 28, 32). Ini melambangkan bahwa Kristus sebagai kurban penghapus dosa dialami oleh bermacam-macam orang dalam bermacam-macam tingkatan. Dalam Dia sendiri sebagai kurban penghapus dosa, Kristus tidak memiliki ukuran yang berbeda-beda. Dia selalu sama. Namun, pemahaman, penyajian, dan penerapan kita atas Kristus sebagai kurban penghapus dosa mungkin berbeda-beda tingkatannya.
Ukuran Kristus sebagai kurban penghapus dosa tergantung pada sampai di mana kita menerima Kristus sebagai kurban penghapus dosa. Kita mungkin menerima Kristus sebagai kurban penghapus dosa pada tingkat yang rendah atau tingkat yang tinggi. Seorang saudara mungkin menerima Kristus sebagai kurban penghapus dosanya hanya untuk menanggulangi dosanya tanpa memahami bahwa dosa juga melibatkan daging. Saudara yang lain mungkin memahami bahwa kurban penghapus dosa melibatkan daging, tetapi tidak memahami bahwa kurban ini juga meliputi penanggulangan atas Iblis. Jika kita melihat bahwa selama dosa tinggal di dalam kita, maka daging, Iblis, dunia, dan ambisi untuk berkuasa juga ada di dalam kita, maka kita dapat mempersembahkan Kristus sebagai lembu yang besar.
B. Tanpa Cacat Cela
Imamat 4 memberi tahu kita bahwa kurban penghapus dosa adalah tanpa cacat cela (ayat 3, 23, 28, 32). Ini melambangkan Kristus yang tidak berdosa (2Kor. 5:21; Ibr. 4:15).
IV. MELETAKKAN TANGAN DI ATAS KEPALA KURBAN PERSEMBAHAN
Imamat 4 membicarakan tentang meletakkan tangan di atas kepala kurban persembahan (ayat 4, 15, 24, 29, 33). Ini melambangkan penyatuan orang yang mempersembahkan dengan kurban persembahannya.
V. KURBAN PERSEMBAHAN DISEMBELIH DI HADAPAN TUHAN
Kurban penghapus dosa disembelih di hadapan TUHAN (ayat 4, 15, 24). Ini melambangkan bahwa Kristus sebagai kurban penghapus dosa dibunuh di hadapan Allah, Dia diakui oleh Allah (Yes. 53:10a).
VI. DARAH KURBAN PENGHAPUS DOSA
Darah kurban penghapus dosa memiliki empat macam khasiat.
A. Sebagian dari Darah Dibawa ke Dalam Kemah Pertemuan
dan Dipercikkan Tujuh Kali di Depan Tabir Tempat Maha Kudus
Sebagian dari darah kurban penghapus dosa dibawa ke dalam Kemah Pertemuan dan dipercikkan tujuh kali di depan tabir tempat maha kudus (Im. 4:5-6, 16-17). Ini menunjukkan bahwa darah Kristus telah dibawa ke dalam tempat maha kudus surgawi untuk penebusan kita (Ibr. 9:12). Darah Kristus di dalam tempat maha kudus menutupi keadaan kita dengan Allah.
B. Sedikit dari Darah Itu Dibubuhkan pada Tanduk-tanduk Mezbah Pembakaran Ukupan
Sedikit dari darah itu dibubuhkan pada tanduk-tanduk mezbah pembakaran ukupan (Im. 4:7a, 18a). Ini melambangkan bahwa penebusan darah Kristus berkhasiat untuk kita berkontak dengan Allah dalam doa (Ibr. 10:19). Inilah alasannya kita perlu berdoa melalui darah, mengontak Allah dalam doa melalui darah.
C. Sedikit dari Darah Itu Dibubuhkan pada Tanduk-tanduk Mezbah Kurban Bakaran
Sedikit dari darah itu dibubuhkan pada tanduk-tanduk mezbah kurban bakaran (Im. 4:25a, 30, 34a). Ini melambangkan bahwa darah Kristus berkhasiat untuk penebusan kita. Darah Kristus sebagai kurban penghapus dosa membawa kita ke hadapan Allah, yaitu, ke dalam tempat maha kudus; memberi kita kedudukan dan hak untuk mengontak Allah dalam doa; dan berkhasiat untuk penebusan kita.
D. Semua Darah Selebihnya Dicurahkan ke Bagian Bawah Mezbah Kurban Bakaran
Semua darah selebihnya dicurahkan kepada bagian bawah mezbah kurban bakaran (Im. 4:7b, 18b, 25b, 30b, 34b). Ini melambangkan darah Kristus pada kedudukan salib untuk damai sejahtera dalam hati nurani kita, supaya kita ditebus dan diperkenan Allah.