← Daftar isi 1 dan 2 Tawarikh · bab 6/13

TAMBAHAN UNTUK SEJARAH RAJA-RAJA YEHUDA (1)

Pembacaan Alkitab:

2Taw. 11:5-23; 13:1-21; 14:6—15:15; 17:1-19; 19:1—20:30

Kitab 1 dan 2 Tawarikh adalah tambahan untuk kitab-kitab sejarah lainnya dalam Perjanjian Lama. Dalam 1Tawarikh ada satu tambahan untuk sejarah umat manusia, karena I dan 2 Samuel dan 1 dan 2Raja-raja tidak melibatkan sejarah umat manusia, yang ditemukan dalam 1Tawarikh 1—9. Dalam berita sebelumnya kita membahas tambahan sejarah Daud. Dalam berita ini kita akan meulai membahas tambahan untuk sejarah raja-raja Yehuda.

I. REHABEAM

Dalam 2Tawarikh 11:5-23 kita memiliki perkataan mengenai kekuasaan Rehabeam.

A. Adalah Cakap dan Bijaksana

Rehabeam adalah orang yang cakap dan bijaksana (ay. 23).

B. Tidak Berjerih Lelah bagi Kepentingan Allah di Bumi

Sekalipun Rehabeam adalah orang yang cakap dan bijaksana, dia tidak berjerih lelah bagi kepentingan Allah di bumi untuk membangun kerajaan Allah. Malahan, dia mengerjakan keperntingannya sendiri, mengalihkan kerajaan Allah ke dalam kerajaannya sendiri bukan saja bgai dirinya tetapi juga untuk keturunannya (ay. 22-23). Karena hal ini dia kehilangan bagian kerajaan terbesar. Kerajaan ayahnya, Salomo mulai dan jaya, tetapi tidak lama setenag Rehabeam mulai berkuasa, dia kehilangan hampir seluruh kerajaan. Kehilangan ini adalah akibat dia tidak berjerik lelah bagi kepentingan Allah.

C. Jalan dan Kondisinya tidak Tepat

Kerajaan Rehabeam berada pada dasar keesaan yang tepat di tempat yang unik menurut pilihan Allah (Ul. 12:13-14), dan dia adalah fundanetal tidak murtad, tetapi jalan yang dia ambil dan kondisi yang dia kerjakan tidak tepat. Dia tinggal pada dasar yang tepat di Yerusalem dan dia percaya dan memelihara pengajaran-pengajaran Musa menurut wahyu Allah. Dia tidak meninggalkan kebenaran Allah dan pembicaraan Allah, tetapi dia berjerih lelah bagi keperntingan dirinya sendiri, bukan bagi kepentingan Allah.

Semua penatua seharusnya memperhatikan hal ini. Para penatua, kalian ada pada dasar yang tepat dan kalian mungkin menjadi fundamental, tetapi apakah kalian berjerih lelah? Apakah kalian berjerih leleh bagi kepentingan Allah atau kepentingan diri sendiri? Jika kalian bagi kepentinganmu, kalian menjadikan gereja lokal satu kerajaan kecil, kekaisaran kecil kalian sendiri, bukan satu bagian dari kerajaan Allah.

D. Para Imam dan Orang-orang Lewi Mengunjungi Seluruh Israel Membawa Kekayaan dan Pergi ke Yehuda dan Yerusalem

Dasar yang tepat kerajaan rehabeam dan iman fundamentalnya, para imam dan orang-orang Lewi mengunjungi seluruh Israel membawa kekayaan dan pergi ke Yehuda dan Yerusalem. Mereka dari semua suku Israel yang menetapkan hatinya untuk mencari TUHAN, datang bersama orang-orang Lewi ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban (yaitu, untuk mempersembahkan kurban mereka) kepada Allah nenek moyang mereka, maka meneguhkan kerajaan Yehuda dan menguatkan Rehabeam, anak Salomo selama tiga tahun (ay. 13-17). Mengambil dasar yang tepat dan memelihara iman fundamental menerik mencari Allah, dan mereka pergi ke Yerusalem untuk bersatu dengan Rehabeam bagi kerajaan Allah. Namun, sebenarnya dia bukan bagi kerajaan Allah; dia bagi kerajaannya sendiri.

E. Rehabeam Melampiaskan Hawa Nafsunya

Rehabeam melampiaskan hawa nafsunya dengan mengambil delapanbelas istri dan enambelas gundik dan melahirkan dua puluh delapan anak laaki-laki dan enambelas anak perempuan, dan dia mencarikan ana-anaknya banyak istri (ay. 21, 23). Hal ini membawa kerusakan kepda mereka, kepada keturunannya, dan kepada kerajaannya. Sekalipun Rehabeam mengambil dasar yang tepat dan fundamental, dia menempuh kehidupan melampaiskan hawa nafsu. Dalam perkara ini dia tentu saja dipengaruhi oleh ayahnya, yang memiliki seribu istri dan gundik.

II. ABIA

Dua Tawarikh 13:1-21 memberi kita catatan kekuasaan Abia.

A. Mengalahkan Yerobeam Raja Israel

Abia mengalahkan Yerobeam raja Israel (ay. 2b-20). Dalam perkara ini Abia adalah sungguh baik.

1. Menyatakan Kemurtadan Yerobeam

Abia menyatakan kepada Yerobeam dan semua Israel kemurtadan Yerobeam. Abia dan Yehuda mengambil kedudukan fundamental, dan Abia menyarankan Yerobeam untuk tidak menyerang mereka yang memiliki pendirian TUHAN (ay. 4-12). Di sini kita nampak bahwa Abia berdiri pada dasar fundamental untuk membuat satu pernyataan.

2. Yerobeam dan Bangsa Israel Dikalahkan

Yerobeam dan bangsa Israel dikalahkan oleh Abia dan bangsa Yehuda, dan TUHAN memukul Yerobeam sampai mati (ay. 13-20). Ini menunjukkan bahwa TUHAN berdiri bersama Abia.

B. Melampiaskan Hawa Nafsunya

Abia melampiaskan hawa nafsunya memalui menikahi empatbelas istri dan melahirkan dua puluh dua anak laki-laki dan enambelas anak perempuan (ay. 21).

III. ASA

Dalam 14:6—15:15 kita memiliki catatan kekuasaan Asa.

A. Asa Membangun Tembok Kota-kota di Yehuda

Asa membangun tembok kota-kota di Yehuda, agar negeri itu tenang dan tidak ada peperangan melawan dia seumur hidupnya, karena TUHAN telah memberikan dia perhentian (14:6-8). Ada adalah baik, dan Allah suka terhadap dia.

B. Asa Mengalahkan Orang Ethiopia

Ada mengalahkan orang Ethiopia melalui berseru kepada Allah dan bersandar dalam Dia (ay. 9-15).

C. Pembaruan Asa Selanjutnya

Asa melaksanakan banyak pembaruan selanjutnya (15:1-15). Pembaruan ini adalah tambahan untuk yang disebutkan dalam 14:3-5 dan 15:16, 18.

1. Melalui Nasihat dan Dorongan Nabi Azarya

Pembaruan Asa selanjutnya dirampungkan melalui nasihat dan dorongan nabi Azarya bin Oded (15:1-7).

2. Menyingkirkan Kekejian dari Seluruh Negeri Yehuda dan Banyamin

Asa menyingkirkan kekejian (berhala) dari seluruh negeri Yehuda dan Benyamin dan dari kota-kota itu sehingga dia merebut pegunungan Efraim dan membangun kembali mezbah TUHAN (ay. 8). Rakyat telah jatuh sapai sati tingkat bahwa mereka telah merobohkan mezbah Allah dan membangun mezbah-mezbah bagi menyembah berhala. Tetapi Asa menanggulangi situasi ini.

3. Mengumpulkan Seluruh Yehuda dan Benyamin dan Orang-orang Efraim, Manasye, dan Simeon yang Tinggal di antara Mereka sebagai Orang Asing

Asa mengumpulkan seluruh Yehuda dan Benyamin dan semua orang asing yang tinggal bersama mereka dari Efraim, Manasye, dan Simeon (karena banyak dari orang Israel membuang undi mereka bersama dia ketika mereka melihat bahwa TUHAN, Allahnya menyertai dia), dan mereka mempersembahkan kurban kepada TUHAN dari jarahan. Mereka juga memasuki satu perjanjian untuk mengejar TUHAN dan berjanji bahwa setiap orang yang tidak mencari TUHAN akan dihukum mati. Maka TUHAN memberi mereka keamanan di sekelilinya (ay. 9-15).

Meskipun Asa adalah raja yang baik, dalam pasal enambelas dia melakukan sesuatu yang salah. Ketika Baesa raja Israel menyerang yehuda, Ada mengadakan persahabatan dengan Benhadad raja Aram (16:1-6). Pelihat Hanani datang kepada Asa dan menghardik dia karena bersandar pada raja Aram dan tidak bersandar dalam TUHAN (ay. 7-9). Asa menjadi marah terhadap pelihat itu dan memenjarakan dia. Pada waktu itu Asa juga menindas rakyat (ay. 10). Pada tahun ketiga puluh sembilan kekuasaannya, Ada mengalami sakit keras pada kakinya, “namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan TUHAN, tetapi pertolongan tabib-tabib. (ay. 12). Akhirnya, Asa mati pada tahun keempat puluh satu kekuasaannya (ay. 13-14).

IV. YOSAFAT

Dua Tawarikh 17:1-19 dan 19:1—20:30 adalah memperhatikan kekuasaan Yosafat.

A. Memperkuat Dirinya melawan Israel

Yosafat memperkuat dirinya melawan Israel dan menempatkan pasukannya di seluruh kota berkubu di Yehuda dan menempatkan orang-orang pendudukan di tanah Yehuda dan di kota-kota Efraim yang direbut Asa, ayahnya (17:1-2).

B. TUHAN Menyertai Dia karena Dia Berjalan dalam Jalan Daud Bapa Leluhurnya

TUHAN menyertai Yosafat karena dia berjalan dalam jejak Daud dan tidak mengikuti Baal, berhala, dan menyingkirkan bukit-bukit pengorbanan dan Asherim dari Yehuda. Seluruh Yehuda memberikan suku-sku kepada dia, dan dia memiliki kekayaan dan hormat dengan berlimpah (ay. 3-6). Dalam catatan ini kita nampak satu prinsip pemeliharaan Allah. Prinsip ini yaitu siapa saja yang berjalan di hadapan Dia, Allah memberikan perhentian untuk menikmati tanah permai.

C. Mendirikan Kerajaan Allah

Yosafat mendirikan kerajaan Allah melalui mengutus pajabat-pejabatnya, orang-orang Lewi, dan para imam untuk mengajar bangsa Yehuda melalui kitab Taurat TUHAN (ay. 7-9).

D. TUHAN Menyebabkan Semua Kerajaan di sekeliling Yehuda untuk Takut kepada Yosafat dan Memberi Dia Upeti

TUHAN menyebabkan semua kerajaan di sekeliling Yehuda untuk takut kepada Yosafat dan memberi dia upeti, sehingga dia berkembang sangat besar dan membangun satu pertahan bangsa yang kuat dan satu pasukan yang besar terdir I dari 1, 160,000 orang yang gagal perkasa (ay. 10-19). Ini berarti bahwa dia kuta dan dalam jabatan rajanya dia menikmati tanah permai.

E. Dihardik oleh Pelihat Yehu karena Membantu Ahab

Yosafat dihardik oleh pelihat Yehu karena membantu Ahab, raja Iarael yang jahat (19:1-3; cf. psl. 18).

F. Mengangkat Hakim-hakim Seluruhnya di Keempat Puluh Kota Yehuda untuk Memperhatikan Masalah Bangsa itu

Yosafat mengangkat hakim-hakim seluruhnya di keempat puluh kota Yehuda untuk memperhatikan masalah bangsa itu. Hakim-hakim dipimpin imam kepala Amarya dalam semua perkara mengenai TUHAN dan dipimpin Zebaja memerintah keluarga Yehuda dalam segala perkara mengenai raja, bersama orang Lewi yang melayani mereka sebagai pengatur (19:4-11). Di sini kita nampak situasi yang sehat. Ada seorang imam yang baik yang memperhatikan penyembahan Allah dan penguasa yang baik yang memperhatikan perkara-perkara pemerintahan. Sebagai tambahan, orang-orang Lewi yangx seyia kepada Yosafat. Dalam situasi yang sehat demikian, Yo safat menikmati tanah permai karena dia takut akan Allah.

G. Mengalahkan Pasukan Bani Amon, dan Pegunungan Seir melalui Bersandar TUHAN

Dalam 20:1-30 kita nempak bahwa Yosafat mengalahkan pasukan besar bani Amon, Moab, dan Pegunungan Seir melalui bersandar TUHAN.

1. Mengambil Keputusan untuk Mencari TUHAN

Yosafat mengambil keputusan untuk mencari TUHAN dan menyatakan puasa di seluruh Yehuda, dan seluruh kota datang untuk mencari TUHAN (ay. 3-4). Hal ini sangat baik bahwa dia menyatakan puasa bahwa rakyat akan memiliki waktu berdoa tentang situasi mereka.

2. Berdoa kepadaTUHAN dalam Perkumpulan

Yosafat berdoa kepada TUHAN dalam pertemuan Yehuda dan Yerusalem bersama orang-orang kecil, istri, dan anak-anaknya (5-13).

3. TUHAN Menjawab Doanya melalui Yahziel, Seorang Lewi

TUHAN menjawab doa Yosafat melalui Yahziel, seorang Lewi. Yosafat dan seluruh Yehuda dan yang tinggal di Yerusalem menyembah TUHAN, bersama orang-orang Lewi memuji TUHAN, Allah Israel, dengan suara yang nyaring (ay. 14-19).

4. TUHAN Menghancurkan dan Melumpuhkan Musuh Mereka

Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menemui musuh dengan dorongan raja mereka, Yosafat: “Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!” (ay. 20). Mereka pergi juga dengan nyanyian ucapan syukur dalam kestuan pasukan kudus. Kemudian TUHAN mengahncurkan dan melumpuhkan musuh mereka; dan Yosafat serta rakyatnya bersama-sama menjarah kelimpahan, lebih banyak dari yang dapat mereka bawa, selama tiga hari. Mereka kembali ke Yerusalem dengan gambus, kecapi dan nafiri masuk ke rumah TUHAN. Ini tentu saja adalah satu perayaan kemenangan. Maka kerajaan Yosafat tenang, karena Allahnya telah memberikan dia keamanan di sekelilingnya (ay. 21-30).

Dari kasus raja-raja yang dibahas dalam berita ini, kita perlu belajar untuk sangat hati-hati dalam perilaku kita secara tepat. Allah adalah agung, tetapi Dia juga memperhatiankan secara mendetail. Kita mungkin benar dalam perkara besar, tetapi kita mungkin salah dalam perkara kecil, secara terperinci. Kita seharusnya tidak berpikir tidak meremehkan terhadapa salah dalam perkara kecil. Prinsipnya, salah dalam segala sesuatu, beasar atau kecil, adalah perkara yang serius. Dalam catatan hubungan Allah dengan raja-raja Yehuda ini, Allah memperhatikan setiap detail perilaku mereka, sekalipun hal ini sangat kecil, sebagai akibatnya mendisiplinkan mereka.