← Daftar isi Efesus (1) · bab 3/24

PENYELENGGARAAN ANUGERAH

Efesus 3:2-21 adalah sisipan, dan Efesus 4:1 adalah kelanjutan dari Efesus 3:1. Dalam kata permohonan yang disisipkan ini Rasul Paulus menerangkan ministrinya kepada kaum beriman kafir, ministri yang diterimanya dalam penyelenggaraan anugerah melalui wahyu rahasia Kristus. Ia juga berdoa dalam sisipan ini, agar gereja mengalami Kristus sampai taraf sepenuhnya.

Dalam berita ini kita akan melihat perkara penyelenggaraan anugerah Allah. Dalam Efesus 3:2 Paulus berkata, “Memang kamu telah mendengar tentang penyelenggaraan anugerah Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu.” Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai “penyelenggaraan” di sini sama dengan kata yang diterjemahkan sebagai “persiapan” dalam Efesus 1:10 dan “rencana” dalam Efesus 3:9. Penyelenggaraan anugerah adalah penyaluran anugerah Allah ke dalam umat pilihan-Nya untuk menghasilkan dan membangun gereja. Dari penyelengaraan ini timbullah ministri rasul yang adalah pengurus rumah tangga dalam rumah Allah, yang menyuplaikan Kristus sebagai anugerah Allah kepada anggota keluarga Allah.

Istilah “penyelenggaraan” dalam ayat 2 ini dalam bahasa aslinya ialah oikonomia. Menurut pemakaian bahasa kuno, oikonomia menunjukkan satu kepengurusan rumah tangga, suatu pengaturan atau administrasi. Pada masa Paulus, banyak keluarga kaya yang memiliki pengurus-pengurus rumah tangga yang bertugas membagikan makanan atau keperluan lainnya kepada anggota keluarga. Bapa kita mempunyai keluarga besar, keluarga ilahi. Berhubung Bapa kita memiliki kekayaan yang sangat besar, maka dalam keluarga-Nya Ia memerlukan banyak pengurus rumah tangga untuk menyalurkan kekayaan-kekayaan itu kepada anak-anak-Nya. Penyaluran ini berarti kepengurusan rumah tangga. Maka, kepengurusan rumah tangga adalah suatu penyaluran atau pembagian. Kata ini bukan ditujukan kepada suatu zaman atau suatu cara Allah untuk memperlakukan umat-Nya, melainkan mengacu kepada menyalurkan kekayaan Allah ke dalam umat pilihan-Nya. Penyaluran ini berarti kepengurusan rumah tangga berikut ministri penyaluran dari para minister Allah. Ministri penyaluran ini juga adalah pengaturan pemerintahan Allah. Hari ini Allah mengatur melalui menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita. Kepengurusan rumah tangga ini, penyaluran ini, pemerintahan ini tidak lain adalah ekonomi Allah. Dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah terdapat kebutuhan yang mendesak bagi kepengurusan rumah tangga anugerah.

I. PENGURUS RUMAH TANGGA —

SEORANG TAWANAN

Untuk memiliki kepengurusan rumah tangga sedemikian, diperlukan pengurus-pengurus. Setiap rasul adalah seorang pengurus rumah tangga Allah. Sebagai seorang rasul, Paulus adalah pengurus rumah tangga yang menyalurkan kekayaan Allah kepada anak-anak-Nya.

A. Dari Kristus Yesus

Walau Paulus seorang pengurus rumah tangga, dalam Efesus 3:1 ia menganggap dirinya sebagai seorang yang “dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu, orang-orang bukan Yahudi”. Paulus menganggap dirinya sendiri sebagai tawanan Kristus. Kelihatannya, dia terkurung dalam penjara; tetapi sebenarnya dia dipenjarakan dalam Kristus. Atas dasar status ini, yakni status hidupnya yang sebenarnya, dia menasihati orang-orang kudus. Ketika menyampaikan wahyu rahasia Allah mengenai gereja dalam pasal 1 dan 2, Paulus berbicara atas dasar statusnya sebagai rasul Kristus oleh kehendak Allah. Status ini adalah otoritas wahyunya mengenai gereja. Ketika menasihati orang-orang kudus untuk hidup berpadanan dengan panggilan Allah, dia menggunakan statusnya sebagai seorang tawanan Tuhan. Statusnya sebagai rasul Kristus melayakkan dia untuk menyampaikan wahyu Allah; statusnya sebagai tawanan Tuhan menyatakan perilakunya di dalam Tuhan, dengan status ini dia dapat mendorong dan menasihati orang-orang kudus untuk berperilaku dalam Tuhan, seperti dia.

Paulus menganggap dirinya tawanan Kristus, sebab ia telah dipenjarakan oleh Kristus. Setelah itu, dalam Efesus 4:1 ia menganggap dirinya “dipenjarakan karena Tuhan”. Kristus adalah penjara Paulus. Pada suatu hari, Kristus yang Anda kasihi akan menjadi penjara Anda. Cepat atau lambat, setiap pengurus rumah tangga Allah, setiap pelayan kekayaan Allah, setiap pencinta Kristus yang setia, akan dipenjarakan tidak saja oleh Kristus, juga di dalam Kristus. Semakin Anda mengasihi-Nya, Anda akan semakin berada di dalam-Nya. Pada akhirnya, Anda akan berada di dalam-Nya sedemikian rupa sehingga Ia akan menjadi penjara Anda. Begitu Anda ditaruh di dalam penjara ini, Anda tidak akan mau keluar, karena Anda sangat mencintai penjara ini. Di sini Anda akan menikmati Kristus sampai sepenuh-penuhnya.

Setiap orang yang mencintai Alkitab sangat menghargai Kitab Efesus. Kita akan rugi besar jika kitab ini tidak terdapat dalam Perjanjian Baru, sebab Efesus memuat wahyu yang tertinggi dalam Alkitab. Wahyu ini diberikan kepada orang yang dipenjarakan di dalam Kristus, orang yang menikmati Kristus sebagai penjaranya. Ini menunjukkan bahwa untuk nampak sesuatu yang demikian surgawi dan ilahi, kita perlu menjadi tawanan di dalam Tuhan. Semakin kita memiliki kebebasan, kita akan semakin buta. Tetapi bila Kristus menjadi penjara kita, mata kita akan tercelik dan nampak visi surgawi, dan kita pun akan menerima wahyu yang tertinggi.

B. Untuk Kaum Saleh

Paulus melihat visi ini ialah untuk kaum saleh, sebab seperti yang dikatakannya dalam Efesus 3:1, ia adalah seorang yang dipenjarakan untuk orang-orang kafir. Jika kita menikmati Kristus sebagai penjara kita, kita juga akan melihat visi, tetapi bukan untuk kita sendiri, melainkan untuk gereja.

Banyak orang Kristen berkali-kali membaca Kitab Efesus, namun tidak nampak wahyu yang tercantum di dalamnya, karena mereka tidak dipenjarakan di dalam Kristus. Mereka terlalu bebas dan kebebasan mereka membuat mereka menjadi buta. Namun jika Anda mau kehilangan kebebasan Anda, visi akan datang kepada Anda. Manakah yang lebih Anda sukai, kebebasan atau visi? Kita semua perlu berdoa, “Tuhan, untuk visi surgawi, aku mau kehilangan kebebasanku. Tuhan, aku mau dipenjarakan di dalam-Mu. Orang lain mengira aku sedang menderita, tetapi ketika aku dipenjarakan di dalam-Mu, aku justru menikmati-Mu sampai sepenuh-penuhnya.” Kenikmatan dalam hal dipenjarakan dalam Kristus memungkinkan kita menerima wahyu surgawi.

Tidak dapat disangsikan, setiap kitab dalam Alkitab mengandung banyak kebenaran yang mustika, tetapi kebenaran yang termanis dan terdalam itu terkandung dalam Kitab Efesus. Kebenaran-kebenaran ini terkandung dalam ungkapan-ungkapan surgawi, antara lain seperti: “menguatkan di dalam manusia batiniah” “diperbarui di dalam roh pikiran” (Ef. 3:16; 4:23 Tl.), dan “supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah” (Ef. 3:19). Ungkapan-ungkapan surgawi ini diucapkan oleh seorang yang nampak visi sebagai tawanan di dalam Kristus. Ketika dipenjarakan di dalam Kristus, Paulus nampak apa artinya dikuatkan di dalam manusia batiniah, apa artinya diperbarui dalam roh pikiran, dan dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Pada prinsipnya, keadaan kita pun sama pada hari ini. Bila kita menikmati kebebasan di luar Kristus, kita akan kehilangan visi rohani. Tetapi jika kita mau tinggal di dalam Kristus sebagai penjara kita, visi akan datang, dan penglihatan kita akan dipulihkan. Surga akan terbuka bagi kita dan setiap perkara akan menjadi terang dan jelas.

Dalam Efesus 3 Rasul Paulus mempunyai visi yang sangat tinggi. Dalam pasal ini ia memakai ungkapan “kekayaan Kristus yang tidak terduga” (ayat 8). Apa yang Paulus nampak tentang hal ini jauh melampaui pengertian kita. Bahkan Paulus sendiri tidak mempunyai perkataan yang cukup untuk mengungkapkannya. Akhirnya, ia hanya dapat mengatakan “betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya” (ayat 18). Dimensi-dimensi ini adalah dimensi Kristus, yang sesungguhnya adalah dimensi alam semesta. Ketika ia dikurung dan dibelenggu dalam penjara, Paulus beroleh satu visi tentang dimensi universal Kristus. Walaupun Anda boleh menganggap diri sendiri seorang saudara atau saudari yang kecil, namun Anda juga bisa nampak sesuatu bagi gereja, asalkan Anda mau menjadi seorang tawanan di dalam Kristus.

II. KEPENGURUSAN RUMAH TANGGA

ANUGERAH

A. Kepengurusan Rumah Tangga

Penyelenggaraan (kepengurusan rumah tangga) anugerah ialah menyalurkan kekayaan Kristus. Menurut konteks pasal 3, anugerah mengacu kepada kekayaan Kristus. Ketika kekayaan Kristus Anda nikmati, kekayaan itu akan menjadi anugerah. Ministri Paulus ialah menyalurkan kekayaan Kristus sebagai anugerah kepada kaum beriman. Para pramugari di pesawat udara membagikan makanan kepada para penumpang, mereka tidak membagikan informasi tentang cara-cara memasak. Demikian pula, Paulus menyalurkan kekayaan Kristus kepada kaum saleh. Inilah yang sedang kita lakukan dalam ministri kita pada hari ini.

1. Menurut Ekonomi Allah

Kepengurusan rumah tangga ini adalah menurut ekonomi Allah. Bagi Allah ini adalah ekonomi, bagi kita ini adalah kepengurusan rumah tangga. Seluruh kaum saleh, tidak peduli kelihatannya betapa tidak berartinya mereka, namun menurut ekonomi Allah, mereka memiliki bagian dalam kepengurusan rumah tangga. Ini berarti setiap orang kudus dapat menginfuskan Kristus ke dalam orang lain. Bahkan seorang saudari muda yang masih di SLTA juga dapat menyalurkan Kristus ke dalam teman sekolahnya. Penyaluran Kristus ke dalam diri orang lain ini adalah kepengurusan rumah tangga menurut ekonomi Allah.

Dulu kita pernah menunjukkan bahwa langit untuk bumi, bumi untuk manusia, dan manusia untuk Allah. Kehendak hati Allah ialah menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam manusia. Langit dan bumi adalah untuk penyaluran ini. Inilah inti seluruh Alkitab. Allah tidak ingin tinggal di dalam diri-Nya sendiri; Ia ingin masuk ke dalam kita. Karena itu, dalam kekekalan yang lampau, Ia berketetapan untuk menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita. Untuk menggenapkan kehendak ini, Allah menciptakan langit untuk bumi, bumi untuk manusia, dan manusia untuk diri-Nya sendiri. Ekonomi Allah ialah melaksanakan penyaluran diri-Nya sendiri ke dalam manusia. Kita mengambil bagian dalam ekonomi ini melalui kepengurusan rumah tangga kita, yaitu ministri kita dalam menyalurkan kekayaan Kristus. Jadi, kepengurusan anugerah ini adalah menurut ekonomi Allah.

Rasul Paulus bukan satu-satunya orang yang memiliki kepengurusan rumah tangga. Dalam Efesus 3:8 ia mengatakan dirinya “paling hina (kecil) di antara segala orang kudus.” Ini menunjukkan bahwa Paulus bahkan lebih kecil daripada kita. Konsepsi kita perlu diubah secara hebat. Jika Paulus bisa menjadi seorang pengurus rumah tangga, kita pun pasti bisa menjadi pengurus rumah tangga dan menyalurkan kekayaan Kristus.

2. Untuk Penyaluran Allah

Kepengurusan rumah tangga dari anugerah ini ialah penyaluran Allah. Kita telah nampak bahwa kehendak hati Allah ialah menyalurkan kekayaan-Nya, yang sebenarnya adalah diri-Nya sendiri, ke dalam umat pilihan-Nya. Setelah kekayaan ini disalurkan ke dalam kita, kita perlu menerima beban untuk menyalurkannya ke dalam diri orang lain. Bagi Allah, kekayaan ini ialah ekonomi-Nya; bagi kita, kekayaan ini ialah kepengurusan rumah tangga. Ketika kekayaan ini kita salurkan ke dalam diri orang lain, kekayaan ini adalah penyaluran Allah. Ketika ekonomi Allah mencapai kita, ekonomi Allah menjadi kepengurusan rumah tangga kita. Ketika kita melaksanakan kepengurusan rumah tangga ini melalui menyalurkan Kristus kepada orang lain, ekonomi Allah menjadilah penyaluran Allah ke dalam mereka. Demikianlah, kita memiliki ekonomi, kepengurusan rumah tangga, dan penyaluran.

Konsepsi kita dalam hal memberitakan Injil perlu dipertinggi. Kita tidak boleh hanya memperhatikan memenangkan jiwa-jiwa. Sebaliknya, kita harus memberitakan Injil untuk melaksanakan ekonomi Allah melalui menyalurkan Allah ke dalam orang lain. Pergilah bersekolah atau bekerja dengan tujuan melaksanakan kepengurusan rumah tangga Anda menurut ekonomi Allah bagi penyaluran-Nya. Kita tidak melakukan pemberitaan Injil yang biasa. Kita menyalurkan Allah ke dalam manusia. Alangkah mulianya ministri ini! Alangkah ajaibnya kepengurusan rumah tangga ini! Puji Tuhan, karena kita semua memiliki kepengurusan rumah tangga yang sedemikian! Kita mempunyai hak menyalurkan kekayaan Kristus yang tidak terduga kepada orang lain.

B. Anugerah

Karena kepengurusan rumah tangga kita adalah kepengurusan rumah tangga anugerah, maka kita perlu nampak apa artinya anugerah. Yohanes 1:17 mengatakan bahwa anugerah datang oleh Yesus Kristus. Pada masa Perjanjian Lama ada hukum Taurat, tetapi tidak ada anugerah. Anugerah baru datang ketika Kristus datang.

Banyak orang Kristen mengira anugerah terutama mengacu kepada berkat-berkat material. Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa anugerah tidak ada sebelum kedatangan Kristus. Memang, sebelum Kristus datang, Allah pernah memberikan berkat materi kepada umat-Nya. Namun bagaimanapun, anugerah tidak lain adalah Allah sendiri yang diberikan kepada kita, didapatkan oleh kita, dan dinikmati oleh kita. Sebelum Kristus datang, Allah tidak dapat memberikan diri-Nya sendiri kepada siapa pun. Tidak ada seorang pun yang dapat menerima Allah atau menikmati-Nya. Tetapi di dalam dan oleh Kristus kita dapat menerima Allah dan Allah menjadi kenikmatan kita. Karena itu, anugerah ialah Allah sendiri menjadi kenikmatan kita. Kepengurusan rumah tangga anugerah ialah penyaluran Allah ke dalam manusia menjadi kenikmatan manusia. Menyalurkan anugerah ke dalam orang lain adalah kepengurusan rumah tangga kita menurut ekonomi Allah. Karena kita mengambil bagian dalam Allah sebagai kenikmatan kita, maka kita dapat menyalurkan-Nya sebagai anugerah ke dalam diri orang lain. Inilah artinya penyaluran anugerah.

III. MINISTRI SEORANG MINISTER

Dalam Efesus 3:7 Paulus mengatakan bahwa ia telah menjadi pelayan (minister). Dalam Perjanjian Baru hanya ada satu ministri, yaitu kepengurusan rumah tangga, yang juga berarti menyalurkan Allah ke dalam manusia. Kata “pelayan” atau “minister” di sini sepadan dengan kata “pengurus rumah tangga”, sebab seorang pengurus rumah tangga ialah orang yang melayani dengan menyalurkan kebutuhan hidup kepada orang lain. Tidak saja saudara-saudara yang menyuplaikan firman Allah atau para penatua yang menangani pembangunan gereja lokal yang disebut minister, tetapi setiap orang kudus, setiap anggota gereja, memiliki satu bagian dalam ministri ini. Janganlah tertipu oleh konsepsi tradisional yang menganggap bahwa Anda bukan seorang minister. Seorang minister tidak lain ialah seorang yang melayani. Seorang minister Injil tidak lain ialah orang yang melayani orang lain dengan Injil. Bila seorang saudari muda menyuplaikan Kristus kepada ibunya, berarti ia melaksanakan ministri Perjanjian Baru. Seluruh orang saleh harus berani mengumumkan bahwa mereka adalah para minister. Kita tidak saja membicarakannya, tetapi mempraktekkannya. Kaum muda, pergilah kepada orang tua kalian, dan suplaikanlah Kristus kepada mereka. Saya mendorong kalian semua untuk menunaikan ministri ini. Walau mungkin ada ribuan orang kudus dalam pemulihan Tuhan, tetapi ministri hanya ada satu ministri, yaitu menyalurkan kekayaan Kristus ke dalam diri orang lain. Haleluya, karena ministri yang mulia ini!

A. Menurut Pemberian Anugerah Allah

Ministri kita adalah menurut pemberian (karunia) anugerah Allah. Mengatakan bahwa anugerah ialah Allah untuk kenikmatan kita, berarti anugerah ialah Allah menjadi hayat dan suplai hayat kita (1Kor. 15:10; 2Kor. 12:9). Suplai hayat ini beroperasi di dalam kita. Melalui hayat yang beroperasi ini, kita mempunyai kemampuan atau talenta tertentu, itulah pemberian (karunia). Karena itu dalam Efesus 3:7 Paulus mengatakan tentang menjadi seorang pelayan “menurut pemberian (karunia) anugerah Allah”.

Setiap orang kudus memiliki karunia sedemikian, kemampuan sedemikian. Sebagai contoh, tangan saya mempunyai kemampuan untuk menggenggam barang. Kemampuan ini berasal dari peredaran darah saya. Bila darah tidak mengalir ke dalam tangan saya, tangan saya akan kekurangan hayat dan tidak dapat berfungsi. Tetapi ketika darah beredar ke tangan saya, darah itu beroperasi di dalam tangan saya dan memberinya kemampuan untuk berfungsi. Sebagai anggota Tubuh Kristus, kita semua memiliki hayat Allah yang beroperasi di dalam kita untuk menghasilkan kemampuan tertentu. Kemampuan ini adalah karunia yang membuat kita menjadi pelayan-pelayan untuk menyalurkan Kristus kepada orang lain.

B. Memberitakan Kekayaan Kristus yang Tidak Terduga sebagai Injil

Ministri kita ialah memberitakan kekayaan Kristus yang tidak terduga sebagai Injil. Ini bukan memberitakan doktrin, juga bukan hanya mengajarkan firman secara harfiah. Injil kita adalah satu Persona berikut segala kekayaan-Nya. Memberitakan Injil yang sedemikian berarti melayankan kekayaan Kristus kepada orang lain.

C. Untuk Menghasilkan Gereja

Ministri ini adalah untuk menghasilkan gereja. Ministri Rasul Paulus sebagai pengurus rumah tangga Allah ialah menghasilkan gereja melalui menyalurkan kekayaan Kristus yang tidak terduga sebagai anugerah ke dalam kaum beriman. Ministri Paulus bukan hanya untuk menyelamatkan orang dosa, lebih-lebih untuk menghasilkan gereja bagi penggenapan kehendak kekal Allah. Inilah sasaran kepengurusan rumah tangga anugerahnya.

D. Melalui Wahyu Rahasia dalam Roh

Menurut Efesus 3:3 dan 5, ministri kita ialah melalui wahyu rahasia di dalam roh. Rahasia Allah ialah Kristus, dan rahasia Kristus ialah gereja. Asalkan kita telah nampak Kristus sebagai rahasia Allah dan gereja sebagai rahasia Kristus, kita telah memiliki wahyu rahasia dalam roh kita. Hal ini memungkinkan kita melayankan Kristus kepada orang lain. Inilah suatu perkara dalam roh kita yang dilahirkan kembali yang dihuni oleh Roh Allah.