← Daftar isi Hayat yang Diperlihatkan dalam Kejadian Pasal Satu · bab 5/16

ALIRAN HAYAT (1)

Pembacaan Alkitab :

Mzm. 36:9; 46:5; Yl. 3:18;

Za. 14:8; Yeh. 47:1, 2, 12; Yes. 55:1-3

Dalam bab yang lalu kita telah melihat lima peristiwa yang tercatat dalam Perjanjian Lama yang berkenaan dengan air untuk diminum. Dalam Keluaran 15 ada kayu yang dimasukkan ke dalam air pahit untuk menjadikannya manis. Dalam Keluaran 17 ada batu karang yang dipukul, terbelah mengalirkan air hayat untuk diminum oleh orangorang. Bilangan 20 menunjukkan kepada kita bahwa sekarang batu karang tersebut telah terbelah, kita perlu berbicara kepada batu karang itu untuk menikmati air hayatnya. Dalam Bilangan 21 ada mata air di dalam kita, yang menuntut kita untuk menggali keluar semua kotoran di dalam diri kita sehingga mata air dapat mengalir dengan lancar. Dalam Hakim-hakim 15, Simson berseru kepada Tuhan (ay. 18) karena ia hampir mati kehausan, sehingga Allah menyediakan baginya air untuk diminum dan ia disegarkan. Menyeru nama Tuhan adalah cara minum air hayat dan disegarkan. Kelima peristiwa ini menunjukkan kepada kita bahwa air hayat meleraikan dahaga kita dan menyelesaikan masalah-masalah kita. Peristiwa-peristiwa ini merupakan bagian pertama dari perihal minum bangsa Israel sebelum pembangunan rumah Allah dan kota. Dalam bab ini kita akan melihat bagian kedua dari perihal minum bangsa Israel setelah pembangunan rumah dan kota.

MINUM AIR HAYAT SETELAH PEMBANGUNAN

RUMAH ALLAH DAN KOTA ALLAH

Ayat-ayat yang tercantum dalam pembacaan Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa air untuk diminum selalu berkenaan dengan rumah Allah atau kota Allah. Mazmur 36:9 mengatakan, "Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu." Dalam ayat ini disebutkan rumah Allah. Mazmur 46:5 mengatakan, "Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai." Dalam ayat ini dikatakan bahwa sungai ada di dalam kota itu. Sungai yang menjadikan kota itu sukacita mempunyai aliran-aliran, seperti sungai di taman Eden yang terbagi menjadi empat cabang atau aliran (Kej. 2:10). Kedua ayat dalam kitab Mazmur ini menunjukkan kepada kita bahwa sungai berada dalam rumah di dalam kota itu. Karena rumah itu berada di dalam kota, sungai yang berada di dalam rumah juga berada di dalam kota itu.

Yoe13:18 memberi tahu kita bahwa mata air akan terbit dari rumah Tuhan. Zakharia 14:8 memberi tahu kita bahwa air kehidupan akan mengalir dari Yerusalem, "setengahnya mengalir ke laut timur, dan setengah lagi mengalir ke laut barat" (ASV). Di satu pihak, aliran sungai menuju ke laut Mati di sebelah timur dan di pihak lain, menuju ke laut Tengah di sebelah barat. Dalam kitab Yoel dan Zakharia sekali lagi kita melihat bahwa sungai berhubungan dengan rumah dan kota. Yehezkiel 47 memberi tahu kita bahwa ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci (ay. 1). Akhirnya, Yesaya 55 menunjukkan kepada kita bahwa ada panggilan dalam pemberitaan Injil bagi setiap orang yang haus untuk datang kepada air itu.

ALIRAN BATIN DARI HAYAT ILAHI DALAM GEREJA

Kita harus terkesan bahwa rumah Allah muncul dari aliran hayat. Kejadian 2 menunjukkan kepada kita bahwa bahan-bahan bagi pembangunan sang mempelai perempuan muncul dari aliran air hayat. Hasil dari aliran hayat adalah bahan-bahan berharga bagi pembangunan rumah Allah. Setelah rumah itu dibangun, air keluar dari rumah. Seratus dua puluh murid dalam Kisah Para Rasul 1 adalah pribadi-pribadi yang telah minum Tuhan Yesus (ay. 15). Air hayat mengalir ke dalam mereka, dan oleh aliran hayat itu mereka ditransformasi menjadi bahan-bahan berharga bagi pembangunan Allah. Gereja dibangun dengan mereka sebagai bahan-bahannya. Sejak saat itu, air hayat yang manis ada dalam gereja.

Tuhan Yesus sebagai mata air, sumber, pancaran air hidup, ada dalam gereja, rumah Allah. Sebelum pembangunan rumah, sumber, mata airnya adalah Kristus. Setelah pembangunan rumah, sumber, mata airnya tetap adalah Kristus. Satu-satunya perbedaan adalah Kristus sebagai sumber atau mata air dari air hidup ada di dalam bangunan. Air mengalir dari dalam rumah karena mata air ada di dalam rumah. Sekarang air mengalir di dalam dan kehiar dari rumah Allah. Pada awal keselamatan kita, kita memiliki perasaan bahwa sesuatu sedang mengalir di dalam kita, tetapi setelah sejangka waktu kita merasa bahwa aliran ini berhenti. Aliran ini berhenti karena kita tidak masuk ke dalam kehidupan gereja yang praktis, rumah Allah. Pada awal keselamatan kita, untuk sejangka waktu Tuhan mungkin mengaruniai kita aliran air hidup, tetapi aliran ini tidak akan bertahan jika kita tidak masuk ke dalam kehidupan gereja. Begitu kita masuk ke dalam gereja lokal, rumah itu, kita memiliki perasaan yang dalam bahwa aliran di dalam kita yang telah hilang sekarang dipulihkan kembali. Aliran batin dari hayat ilahi dipulihkan di dalam gereja lokal.

Pada awal keselamatan kita, ada sebuah aliran, dan aliran tersebut adalah untuk gereja. Tetapi kita belum menyadarinya. Kita mengira bahwa Kristus saja sudah cukup. Nita memili.ki Kristus yang ajaib yang mengalir di dalam kita, dan kita mengira bahwa aliran di dalam kita ini tidak akan berhenti. Tetapi ternyata aliran ini berhenti karena kita tidak masuk ke dalam gereja, rumah itu. Tetapi suatu hari, karena belaskasih-Nya, Tuhan membawa kita ke dalam kehidupan gereja yang praktis, rumah itu. Siapa saja di antara kita yang berada dalam kehidupan gereja yang praktis dapat bersaksi bahwa kita dapat merasakan aliran yang lebih dalam, lebih luas, dan lebih kaya. Sama seperti sejarah minum bangsa Israel dalam Perjanjian Lama yang memiliki dua bagian, di antara kita yang menempuh kehidupan gereja yang praktis ada pula dua bagian dari sejarah minum. Bagian pertama dari sejarah minum kita adalah sebelum menempuh hidup gereja, dan bagian yang lain adalah sesudah menempuh hidup gereja. Bagian sebelum menempuh hidup gereja merupakan permulaan dan sementara.

ALIRAN HAYAT YANG AJEK (KONSTAN)

DALAM RUMAH ALLAH

Ketika kita masuk ke dalam rumah Allah, aliran ini menjadi ajek (konstan). Di dalam Yerusalem Baru, kota kudus dan tabernakel Allah (Why. 21:2-3), sungai air hayat mengalir dengan ajek (22:1). Jika aliran di dalam kita hanya sekali-sekali dan tidak ajek, ini berarti kita tidak berada di dalam rumah tetapi di padang gurun. Melalui kelima peristiwa minum sebelum pembangunan rumah Allah, masalah-masalah diselesaikan dengan minum air hidup, tetapi air tersebut tidak mengalir dengan ajek. Segera setelah rumah dibangun dan kota didirikan, air mulai mengalir dengan ajek. Masalah-masalah kita muncul kembali, karena kita hanya mempunyai aliran yang sesaat dan bukan aliran yang ajek. Kita perlu masuk ke dalam rumah untuk menikmati aliran hayat yang ajek.

Semua orang di antara kita yang berada dalam kehidupan gereja yang praktis dapat bersaksi mengenai perbedaan aliran hayat batin sebelum dan sesudah masuk ke dalam kehidupan gereja. Setelah saya meneruna Tuhan, saya mengalami aliran. Tetapi tidak lama setelah pengalaman pertama ini, aliran tersebut berhenti. Aliran ini akan muncul kembali sekali-sekali dan sesaat, kemudian aliran tersebut akan berhenti lagi. Namun, sejak saya masuk ke dalam kehidupan gereja, saya menikmati aliran yang ajek.

Kita benar-benar perlu memperhatikan kedua bagian dari sejarah anak-anak Tuhan—bagian dari aliran air untuk diminum sebelum pembangungan rumah dan kota, dan bagian yang lain setelah pembangunan rumah dan kota. Pada bagian sebelum pembangunan, air mengalir sekalisekali dan sesaat, tetapi pada bagian setelah pembangunan_air mengalir secara ajek dan kekal. Hari ini kita tidakapliarusnya berada di padang gurun tetapi di dalam rumah gimn di dalam kota. Kita perlu berada di dalam rumah dan di dalam kota untuk mendapatkan aliran air hidup yang ajek. Kita tidak seharusnya puas dengan aliran yang sekali-sekali di padang gurun, tetapi kita semua perlu mengalami aliran yang ajek di dalam rumah Allah dan di dalam kota Allah.

ALIRAN HAYAT KELUAR DARI RUMAH

MEMBASAHI TANAH KERING,

MENGHASILKAN HAYAT

DAN MENYEMBUHKAN KEMATIAN

Air untuk diminum sebelum pembangunan pada dasarnya adalah meleraikan dahaga. Tetapi setelah rumah dibangun, air tidak hanya meleraikan dahaga tetapi juga membasahi tanah kering, menghasilkan hayat, dan menyembuhkan kematian. Air di Mara, Masa, Beer, dan Lehi pada dasarnya adalah untuk meleraikan dahaga. Tetapi dalam rumah di kota tersebut ada sungai yang mengalir, tidak hanya untuk meleraikan dahaga tetapi juga untuk membasahi tanah kering, menghasilkan hayat, dan menyembuhkan kematian.

Mazmur 46:5 memberi tahu kita bahwa sungai membuat kota bersukacita. Jika kita tidak mempunyai air hidup, kita akan sedih. Kitab Yoel dan Zakharia memberi tahu kita bahwa sungai mengalir dari rumah di dalam kota untuk membasahi padang gurun demi menawarkan dua laut, laut Mati di Timur dan laut Tengah di Barat. Air yang mengalir keluar dari rumah melalui dan keluar dari kota untuk menyembuhkan kematian.

ALIRAN AIR HIDUP KELUAR DARI RUMAH ALLAH

Manusia Tembaga

Dalam Yehezkiel 47 Tuhan secara berurutan memberi kita suatu gambaran yang jelas mengenai aliran air hidup yang keluar dari rumah Allah. Kitab Yehezkiel memberi tahu kita bahwa "ia membawa aku kembali ke pintu bait suci" (ay. 1) dan bahwa "orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya" (ay. 3) dan mengukur seribu hasta. Orang di sini mengacu kepada Kristus. Orang dalam pasal 47 ini adalah orang yang disebut dalam 40:3 : "Ke sanalah aku dibawa-Nya. Dan lihat, ada seorang yang kelihatan seperti tembaga dan di tangannya ada tali lenan dan tongkat pengukur dan ia berdiri di pintu gerbang."

Daniel 10:5-6 mengatakan, "Kuangkat mukaku, lalu kulihat, tampak seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. Tubuhnya seperti permata Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat; matanya seperti suluh yang menyala-nyala, lengan dan kakinya seperti kilau tembaga yang digilap dan suara ucapannya seperti gaduh orang banyak." Dalam kitab Daniel Tuhan berikat pinggang di pinggang, sedang dalam Wahyu 1 Dia berikat pinggang di dada. Dalam kitab Daniel, dia berikat pinggang di pinggang karena Ia masih bekerja, tetapi sampai pada Wahyu 1, pekerjaan tersebut telah rampung. Di sana Dia berikat pinggang di dada yang menandakan perhatian-Nya terhadap gereja-gereja dalam kasih. Kitab Daniel memberi tahu kita bahwa lengan dan kaki-Nya seperti kilau tembaga yang digilap sementara Wahyu 1:15 memberi tahu kita "Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian." Ini memperlihatkan kepada kita bahwa orang dalam Yehezkiel 40 yang kelihatan seperti tembaga, dan yang terlihat lagi dalam pasal 47, adalah Kristus.

Kristus bukan hanya manusia emas tetapi juga manusia tembaga. Manusia emas menandakan bahwa Ia penuh dengan keilahian, sedangkan Manusia tembaga menandakan bahwa Dialah yang menghakimi. Secara perlambangan, tembaga menandakan penghakiman ilahi (Kel. 27:1-6). Tembaga yang berkilau atau mengkilap menunjukkan bahwa Dia yang pertama dihakimi, diuji, dan terbukti sempuma. Dia adalah tembaga yang mengkilap. Dia adalah seorang yang dihakimi dan diuji dan yang sekarang bersyarat untuk menghakimi dan menguji yang lain. Dalam kitab Yehezkiel Tuhan Yesus adalah yang menghakimi, yang menguji, maka Dia mempunyai tali pengukur, tongkat pengukur.

ALIRAN HAYAT

ALIRAN HAYAT BAGI HEMULIAAN ALLAH

Yehezkiel 47:1 mengatakan, "Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci (rumah), dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu. Bait Suci (rumah) itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci (rumah) juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci (rumah), sebelah selatan mezbah." Pintu rumah adalah jalan masuk dan jalan keluar dari rumah tersebut. Kata "ambang pintu" dapat diterjemahkan menjadi "lorong". Ambang pintu pada ayat ini adalah lorong rumah. Jalan masuk dari Bait Suci menghadap ke timur, menghadap terbitnya matahari, yang berarti menghadap kepada kemuliaan (Bil. 2:3; Yeh. 43:2). Aliran air tersebut menghadap kepada kemuliaan. Segala sesuatu yang berkenaan dengan aliran pastilah bagi kemuliaan Allah.

MENGUTAMAKAN ALIRAN HAYAT

Selain itu, air mengalir dari bagian samping kanan Bait Suci. Dalam Alkitab, bagian samping kanan adalah kedudukan yang tertinggi, tempat utama. Jadi, aliran hayat harus diutamakan, memiliki tempat utama. Hal ini memberi tahu kita bahwa kita seharusnya tidak pernah melupakan, mengabaikan, atau kehilangan aliran air hidup, aliran hayat. Kita harus memeriksa diri kita sendiri sepanjang waktu : "Apakah kita memiliki aliran di dalam kita? Apakah kita berada dalam aliran?" Jika kita berada dalam aliran, segala sesuatu tidak menjadi masalah, tidak peduli kita berada dalam situasi apa pun. Asalkan kita berada dalam aliran, kita bersatu dengan Tuhan. Kita harus benar-benar memperhatikan aliran dan mengeluarkan harga untuk membawa diri kita masuk ke dalam aliran. Aliran ini harus berada di samping kanan; harus berada di tempat utama; harus diutamakan.

PERSEMBAHAN DIRI YANG MUTLAK

UNTUK MENIKMATI ALIRAN HAYAT

Aliran ini mengalir di sebelah selatan mezbah. Segala sesuatu harus diletakkan di atas mezbah agar air hidup mengalir. Kita benar-benar perlu mempersembahkan diri dengan mutlak untuk menikmati aliran hayat. Kita perlu mempersembahkan semua yang kita miliki dan semua adanya kita kepada Tuhan.

DIUKUR OLEH TUHAN

UNTUK MEMPERTINGGI ALIRAN HAYAT

Yehezkiel 47:3 mengatakan, "Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki." Mengukur berarti menghakimi atau menguji. Sesuatu yang diukur oleh Allah dihakimi oleh-Nya dan diuji oleh-Nya. Mengukur sesuatu berarti mengujinya, menentukan apakah benda tersebut sesuai dengan standar tertentu. Pengukuran menunjukkan kepada kita apakah ukuran atau berat benda tersebut benar.

Mengukur juga berarti memiliki. Dalam Wahyu 21:15 kota kudus diukur oleh Allah, yang berarti bahwa Allah akan memilikinya. Apapun yang diukur Allah adalah milik-Nya. Ketika seseorang akan membeli sebidang tanah, bagian yang diukur olehnya adalah bagian yang dimilikinya. Seberapa yang diukur seberapa pula yang menjadi miliknya. Jadi, mengukur berarti menguji, menghakimi, dan akhirnya memiliki.

Mengukur juga berarti memeriksa. Ketika para ibu pergi ke toko gorden di Timur Jauh untuk membeli gorden, mereka mengukur bahannya. Ketika mereka sedang mengukur, mereka memeriksa bahan tersebut untuk meneliti apakah ada lubang atau cacat. Bahkan ketika seseorang membeli sepetak tanah, mereka mengukurnya, dan pengukuran ini termasuk pemeriksaan mereka. Kesimpulannya, mengukur berarti menghakimi, menguji, memiliki, dan memeriksa.

Di dalam rumah air mengalir dengan ajek (konstan), tetapi kedalaman air tergantung kepada pengukuran. Sebelum orang itu mulai mengukur dalam ayat 3, ayat 2 memberi tahu kita bahwa air di samping kanan habis. Versi American Standard dalam catatan pinggirnya memberi tahu kita bahwa "habis" juga dapat diterjemahkan "mene-tes". Jadi setelah orang itu mulai mengukur, aliran air mulAi meninggi. Setelah pengukuran pertama, air yang menetes sampai di pergelangan kaki. Sampai di sini aliran masih belum begitu dalam karena belum ada pengukuran yang cukup. Demikian pula, aliran di dalam kita mungkin tidak begitu dalam karena kita belum cukup diukur oleh Tuhan. Kita hanya diukur sedikit. Kita mungkin dapat memproklamirkan, "Haleluya, saya berada di dalam gereja. Saya berada di dalam rumah Allah, dan saya memiliki aliran." Anda mungkin memiliki aliran, tetapi aliran macam apa yang Anda miliki? Dalam aliran macam apa Anda berada? Apakah aliran Anda menetes atau sampai di pergelangan kaki?

Semua orang di antara kita perlu diukur oleh manusia tembaga. Tuhan Yesus sebagai sang Pengukur, sang Penguji, sang Pemilik, perlu datang untuk mengukur kita. Kita harus membiarkan Dia menghakimi kita, menguji kita, agar memiliki kita. Anda mungkin mengatakan bahwa Anda telah mempersembahkan semuanya di atas mezbah, tetapi Tuhan ingin mengukur kita. Dia berhasrat untuk menguji dan memeriksa kita. Setelah pengukuran-Nya, air akan meninggi.

Manusia tembaga itu sekali lagi mengukur seribu hasta, dan air itu sekarang sampai di lutut (ay. 4). Semakin Anda diukur, diuji, dihakimi, dan diperiksa, Anda semakin dimiliki oleh Tuhan dan aliran menjadi semakin dalam. Pengukuran ketiga yang dilakukan oleh manusia tembaga dalam Yehezkie147 meningkatkan air sampai di pinggang (ay. 4), aliran yang jauh lebih dalam. Anda mungkin berada di dalam gereja dan di dalam aliran, tetapi berapa banyak Anda telah diuji oleh Tuhan? Berapa banyak Anda telah dihakimi oleh Tuhan? Berapa banyak Anda telah membiarkan Tuhan memiliki Anda? Tuhan memeriksa kita dengan mengukur kita. Tuhan akan menguji kita, memiliki kita, dan memeriksa kita. Dia berhasrat untuk mengukur segala sesuatu yang berkenaan dengan kita, bahkan perkaraperkara yang kecil. Dia ingin mengukur sikap kita, cara kita menggunakan uang, cara kita menggunakan waktu, dan tingkah laku kita.

Anda mungkin memproklamirkan, "Haleluya, saya berada di dalam gereja lokal!" Tetapi Anda harus lulus ujian. Semua ujian yang harus kita lalui bukanlah ujian manusia tetapi ujian Tuhan. Dia adalah manusia tembaga yang memegang tongkat pengukur. Ands mungkin merasa bahwa Anda berada di dalam gereja lokal dan Anda telah menaruh segala sesuatu di atas mezbah. Dalam hikmat-Nya, Tuhan tidak akan mengukur empat ribu hasta penuh secara langsung. Dia mengukur secara perlahan-lahan dalam satuan seribu hasta. Jika Dia mengukur kita secara langsung pada satu kali kesempatan, mengukur empat ribu hasta, kita tidak akan mampu menanggungnya. Sama seperti seorang ibu yang memberi sedikit makanan kepada anaknya yang masih kecil pada satu kali kesempatan, Tuhan mengukur kita juga sedikit demi sedikit. Setiap kali Tuhan mengukur kita, Dia mengukur seribu hasta. Seribu adalah satuan yang lengkap dalam Alkitab. Tuhan Yesus tidak akan mengukur Anda empat ribu hasta secara langsung, tetapi Dia harus mengukur Anda dengan satuan yang lengkap. Angka empat mengacu kepada makhluk ciptaan, khususnya manusia sebagai kepala makhluk ciptaan. Fakta bahwa pengukuran oleh manusia tembaga adalah empat kali seribu hasta berarti seluruh diri kita harus dimiliki oleh Tuhan. Tuhan tidak mau hanya memiliki sebagian dari diri kits melainkan seluruh diri kita. Persembahan diri kita harus mutlak. Mutlak berarti telah diukur empat ribu hasta oleh Tuhan sehingga seluruh diri kita diambil alih oleh-Nya. Setelah pengukuran keempat, Yehezkiel memberi tahu kita bahwa air itu menjadi sebuah sungai yang tidak dapat diseberangi, "Sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi" (47:5). Sebelum pengukuran pertama, air hanya menetes. Setelah pengukuran pertama, air naik sampai di pergelangan kaki. Setelah pengukuran kedua, air naik sampai di lutut. Setelah pengukuran ketiga, air naik sampai di pinggang. Akhirnya setelah pengukuran keempat, tidak seorang pun yang dapat; memberi tahu berapa dalamnya air itu. Air itu telah menjadi sebuah sungai yang tidak dapat diseberangi, suatu sungai tempat orang dapat berenang.

Sebelum masuk ke dalam aliran, seseorang dapat berjalan dengan mudah di atas tanah kering. Berjalan di atas tanah kering sangatlah nyaman, tetapi berjalan di bawah air yang sedang menetes sangatlah tidak nyaman. Setelah hujan lebat, genangan air di jalan-jalan membuat berjalan menjadi tidak nyaman. Ketika air sampai di pergelangan kaki seseorang, maka akan menjadi lebih susah lagi untuk berjalan. Ketika air itu sampai di lutut, lebih sukar lagi untuk berjalan. Ketika air sampai di pinggang, seseorang masih dapat bergerak tetapi sangat sulit. Semakin dalam aliran air dan semakin kite berada di dalam aliran ini, kita semakin menjadi tidak nyaman. Setelah diukur oleh Tuhan, Anda akan mempunyai perasaan bahwa Anda semakin sulit untuk bergerak. Semakin banyak kasih karunia yang Anda terima, Anda akan semakin dibatasi dan direpoti.

Ketika aliran kasih karunia meninggi sampai di pinggang, sangatlah sukar untuk bergerak. Ini adalah ujian yang paling sulit. Pada saat itu, Anda mungkin berharap bahwa Anda tidak berada di dalam gereja lokal, dan Anda mungkin ingin keluar. Tetapi, Anda tidak dapat keluar karena Anda dikelilingi dan dikepung oleh air. Ketika air itu sampai di pinggang, persembahan diri Anda adalah tujuh puluh lima persen; ketika air itu sampai di lutut, persembahan diri Anda adalah lima puluh persen; dan ketika air itu sampai di pergelangan kaki, persembahan diri Anda adalah dua puluh lima persen. Saat yang paling sulit adalah saat Anda mempersembahkan diri sebanyak tujuh puluh lima persen. Pada saat ini Anda mungkin memiliki kasih karunia yang cukup sehingga tidak mudah untuk marah, tetapi Anda belum mempunyai kasih karunia yang cukup untuk mengatasi tabiat Anda. Ini merupakan dilema yang sesungguhnya. Kasih karunia memang ada, tetapi masih kurang dalam. Anda perlu sekali lagi diukur seribu hasta. Kemudian persembahan diri Anda akan menjadi seratus persen. Pada waktu itu, tidak seorang pun mengetahui kedalaman air tersebut. Ketika ada air untuk berenang, Anda tidal perlu bergerak. Inilah waktu Anda untuk beristirahat karena aliran hayat sedang menopang, menunjang, dan bahkan menghanyutkan Anda. Pada saat itu, Anda akan dapat berkata, "Haleluya" sepanjang hari. Pada saat itu tidak ada lagi kekuatan manusia, usaha manusia, atau pergumulan manusia. Aliran hayat akan terus membawa Anda.

Setelah jatuh, manusia selalu suka bergerak dengan kebebasan penuh. Mereka tidak senang dibatasi dalam hal apa pun. Ketika kita berada di atas tanah kering, sangatlah mudah untuk bergerak. Pada saat air hayat mulai meninggi di dalam diri kita, air hayat tersebut menjadi semakin membatasi dan merepotkan. Anda mungkin merasa bahwa Anda mempunyai banyak kekuatan dan tenaga, tetapi ada sesuatu di dalam Anda yang mengikat dan membatasi Anda. Kita mungkin telah berkata kepada Tuhan, "Tuhan, saya menyerahkan diri saya kepada-Mu." Tetapi sebenarnya kita baru menyerahkan diri kita sepenuhnya pada pengukuran keempat, saat kita sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan. Pada saat itu, tidak mungkin kita melaksanakan usaha kita sendiri. Satu-satunya yang dapat kita lakukan di dalam air hanyalah berenang. Kita tidak dapat menyeberanginya. Setelah diukur oleh Tuhan sepenuhnya, Anda tidak perlu kekuatan Anda, usaha Anda, atau pergumulan Anda. Pada saat itu Anda akan berkata, "Tuhan saya menyerahkan diri kepada aliran. Saya mempercayakan diri kepada aliran. Saya menghentikan semua usaha dan pergumulan saya. Saya beristirahat dalam aliran dan akan membiarkan aliran membawa saya terus." Kita semua perlu bertanya kepada diri kita sendiri, berapa banyak langkah pengukuran yang telah kita lewati. Gambaran dalam Yehezkiel 47 lebih baik daripada seribu kata. Kita perlu memuji Tuhan bahwa kita berada di dalam rumah-Nya, tetapi kita perlu diukur oleh Tuhan dengan sepenuhnya.