← Daftar isi Pengalaman Hayat · bab 31/31

PERTUMBUHAN DALAM HAYAT (15)

Dalam berita yang terdahulu kita telah melihat bahwa kehidupan orang Kristen adalah perbauran antara dua persona yang hidup bersama-sama sebagai satu persona. Kita juga telah melihat siapakah diri kita. Kita adalah daging, roh kita mati, dan jiwa kita tercemar. Dengan demikian, kita tidak mempunyai keyakinan terhadap diri kita sendiri. Dalam berita ini, kita akan melihat siapakah Kristus itu. Jika kita mendambakan pertumbuhan dalam hayat ilahi dan damba menempuh kehidupan orang Kristen, kita harus selalu ingat siapakah Juruselamat kita itu. Pengetahuan tentang Kristus tidak akan ada habisnya. Pengenalan akan Kristus yang dimiliki kebanyakan orang Kristen sangat terbatas, dangkal, tradisional, dan bahkan takhayul. Banyak yang berpegang pada konsepsi yang tidak memadai mengenai Kristus dalam trinitas ilahi dan tidak mengenal bagaimana persona Kristus bersangkut-paut dengan ekonomi Allah.

KRISTUS ADALAH ROH ILAHI, BERBAUR DENGAN ROH KITA

Kristus Juruselamat kita adalah Allah (Rm. 9:5; Ibr. 1:8), Putra (Mat. 16:16), dan Roh itu (1 Kor. 15:45b). Secara keseluruhan, Ia adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan yang sedang menyalurkan diri-Nya, yang terampung sempurna sebagai Roh itu. Roh Allah adalah Roh yang sudah rampung sempurna, yaitu perampungan sempurna dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Tulisan-tulisan Yohanes banyak mewahyukan mengenai Roh ilahi dan roh kita. Yohanes 3:2-13 adalah bagian firman mengenai kelahiran kembali. Dalam pasal ini istilah Roh Kudus tidak digunakan. Ayat 5, 6, dan 8 hanya menyebutkan “Roh”. Yohanes 7:39 juga membicarakan Roh, menyatakan, “Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang (ada), karena Yesus belum dimuliakan.” Akhirnya, Wahyu 22:17 mengatakan, “Roh dan pengantin perempuan itu berkata, ‘Marilah.’”

Yohanes 3:6 dan 4:24 membicarakan dua roh, Roh ilahi dan roh manusia. Yohanes 3:6 mengatakan, “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh” (Tl.). Yohanes 4:24 mengatakan, “Allah itu Roh dan siapa saja yang menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Roh ilahi melahirkan roh kita, dan roh kita menyembah Roh ilahi. Hasilnya, roh kita dipenuhi dengan Roh ilahi.

Paulus juga banyak membicarakan Roh ilahi dan roh kita dalam surat-suratnya. Roh yang disebutkan Paulus sering kali sulit diterjemahkan, karena Paulus sering menggunakan kata roh yang ditujukan kepada roh yang berbaur. Banyak keterangan mengenai roh dalam surat-surat rasul sesungguhnya mengacu kepada Roh ilahi yang berbaur dengan roh manusia. Roh yang berbaur ditunjukkan beberapa kali dalam Galatia 5. Ayat 16 dan 17 mengatakan, “Maksudku ialah: Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging.” Ayat 25 mengatakan, “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” Roh dalam ayat-ayat ini, menurut konteks dalam pasal ini adalah Roh Kudus yang berhuni di dalam dan berbaur dengan roh kita yang sudah dilahirkan kembali. Hidup oleh Roh adalah hidup diatur oleh Roh Kudus dari dalam roh kita. Dalam ayat 17, roh yang berbaur, yaitu Roh ilahi dengan roh manusia, itulah yang berlawanan dengan daging.

Dalam Roma 8:16 Paulus mengatakan, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.” Dalam ayat ini, kedua roh itu tidak lagi terpisah. Roh ilahi bersama roh manusia, dan kedua roh ini telah menjadi roh yang berbaur.

KRISTUS ADALAH ALLAH TRITUNGGAL YANG TELAH MELALUI PROSES DAN RAMPUNG SEMPURNA

Juruselamat kita adalah Yesus Kristus, Putra Allah. Putra adalah perwujudan Bapa, dan Roh adalah realisasi Putra. Setelah Allah Tritunggal melalui berbagai macam proses, Roh itu menjadi Roh yang rampung sempurna, yaitu perampungan sempurna dari Allah Tritunggal. Dalam kekekalan yang lampau, Allah sudah sempurna (lengkap). Ia adalah persona ilahi, Mahakuasa, tidak terbatas, dan kekal. Tetapi dalam kekekalan yang lampau, Ia tidak memiliki sifat insani, karena Ia belum dilahirkan oleh seorang anak dara. Ia belum menempuh kehidupan insani selama tiga puluh tiga setengah tahun. Ia belum masuk ke dalam kematian dan berjalan melewatinya, dan Ia juga belum mempunyai pengalaman kebangkitan. Ia berada di surga, tetapi Ia belum turun dari surga ke bumi, turun lebih dalam lagi ke alam maut, bangkit dari alam maut dan kegelapan, dan masuk ke dalam kebangkitan. Ia belum naik ke surga, tidak hanya dalam keilahian-Nya, tetapi juga dalam inkarnasi-Nya, kehidupan insani-Nya, kematian yang almuhit, dan kebangkitan yang penuh kuasa. Tetapi hari ini, setelah melewati semua proses ini, Ia adalah Allah Tritunggal yang telah rampung sempurna. Ia tidak hanya lengkap, tetapi juga rampung sempurna.

KRISTUS ADALAH SATU DENGAN ANGGOTA-ANGGOTA-NYA

Sebagai kaum beriman di dalam Kristus, kita telah dijadikan satu dengan Allah dan menjadi anggota-anggota Kristus. Allah terwujud di dalam Kristus, dan Kristus adalah Kristus yang individu juga Kristus yang korporat. Kristus yang individu adalah diri Kristus sendiri, tetapi Kristus yang korporat adalah Kristus dengan seluruh anggota-Nya. Allah telah menjadikan diri-Nya satu dengan manusia dan telah menjadikan manusia satu dengan-Nya. Kesatuan Kristus dengan anggota-anggota-Nya dapat dilihat dalam Kisah Para Rasul 9. Dalam Kisah Para Rasul 9:4 Tuhan Yesus berkata kepada Paulus, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Paulus tidak pernah menganiaya Yesus yang individu. Ia menganiaya anggotaanggota Kristus, tetapi Kristus menganggapnya sama seperti menganiaya diri-Nya sendiri. Dalam Filipi 1:21 Paulus berkata, “Bagiku hidup adalah Kristus.” Ini menunjukkan kesatuan Paulus dengan Kristus. Satu Korintus 6:17 juga menunjukkan bahwa kita dan Kristus adalah satu kesatuan yang menakjubkan. Ayat ini mengatakan, “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Satu roh dalam ayat ini adalah roh perbauran.

Bapa-bapa gereja sebermula menggunakan kata perbauran dalam tulisan-tulisan mereka untuk melukiskan kesatuan kita dengan Tuhan. Mereka juga mengajarkan bahwa kaum beriman telah “diilahikan” melalui disatukan dengan Tuhan. Tetapi, penggunaan istilah-istilah ini mungkin akan menimbulkan salah pengertian. Ketika kita mengatakan bahwa kita bersatu dengan Allah, kita tidak bermaksud mengatakan bahwa kita menjadi diri Allah. Hal ini berarti menjadikan diri kita obyek penyembahan dan harus dihakimi karena menghujat Allah. Menjadi satu dengan Allah adalah menjadi satu dengan-Nya dalam hayat ilahi dan sifat-Nya. Setiap hayat menghasilkan keturunan menurut jenisnya sendiri (Kej. 1:11, 21, 24). Sebagai anak-anak dari bapa jasmani kita, kita memiliki hayat dan sifat bapa kita, tetapi kita bukan pribadi yang sama seperti dia. Kakek, bapa, dan anak semua memiliki hayat dan sifat yang sama, tetapi mereka adalah pribadi yang berbeda. Dalam hayat dan sifat, mereka adalah sama, tetapi dalam pribadi, mereka berbeda. Sebagai anak-anak Allah (Rm. 8:16; 1 Yoh. 3:1) kita telah “diilahikan”, bukan dalam persona, tetapi dalam hayat dan sifat. Kita adalah satu dengan Allah dalam hayat dan sifat-Nya, bukan dalam persona-Nya.

KRISTUS ADALAH MANUSIA-ALLAH

DALAM KEMATIAN DAN KEBANGKITAN

Kristus adalah Manusia-Allah, manusia yang dilahirkan dari dua sifat, sifat ilahi dan sifat insani. Ia menempuh kehidupan insani di bumi serta melalui pencobaan-pencobaan dan kesukaran-kesukaran. Sebagai Manusia-Allah, Ia juga masuk ke dalam kematian dan menggenapkan kematian yang almuhit. Kematian Kristus mengakhiri segala perkara yang negatif di alam semesta. Kematian-Nya yang almuhit mengakhiri dosa, Iblis, daging, ciptaan lama, manusia lama, dan segala sesuatu yang negatif. Kemudian Ia dikubur dengan segala hal yang telah diakhiri-Nya melalui kematian-Nya. Manusia lama kita telah terkubur dengan Kristus (Rm. 6:4, 6). Sifat dosa, perbuatan dosa, dan si jahat juga terkubur dalam kuburan Kristus. Sering kali Iblis menyerang kita dalam bentuk yang berbeda-beda. Kepada Hawa, ia datang dalam bentuk ular. Sering kali ia datang kepada kita dalam bentuk manusia atau keadaan tertentu untuk mencobai kita. Pada saat itu, kita harus memberi tahu dia supaya tidak tinggal bersama kita, tetapi kembali ke kubur. Kristus keluar dari kubur dalam kebangkitan, dan di dalam kebangkitan Ia terangkat ke surga.

KRISTUS ADALAH REALITAS SEGALA PERKARA YANG POSITIF

Seperti yang telah kita lihat, Kristus adalah Allah Tritunggal — Bapa, Putra, dan Roh, — dan Ia adalah perwujudan Allah. Kristus adalah banyak hal yang lain, seperti realitas dari tumbuh-tumbuhan yang disebutkan secara positif dalam Alkitab. Kristus adalah pohon aras yang sejati (Im. 14:4; 1 Raj. 6:9), hisop yang sejati (Im. 14:4; Mzm. 51:9), dan bunga bakung yang sejati (Kid. 1:14, ASV). Koor Kidung nomor 141 mengatakan,

Cantik-Mu pri tabo yang indah,

Yang mekar di kebun anggur.

Indah permai tak terkata,

Memikat hatiku!

Pada saat Kidung Agung ditulis, bunga tabo digunakan oleh wanita sebagai kosmetik. Kita harus mengambil Kristus sebagai kecantikan kita. Kristus juga adalah pohon apel (Kid. 2:3). Terjemahan kata “apel” dalam Kidung Agung 2:3 sesungguhnya adalah untuk buah tropis yang berair dan bergizi. Kita perlu dipercantik dengan Kristus sebagai bunga tabo dan diberi makan dengan Kristus sebagai buah. Selain itu, kita dapat duduk di bawah naungan-Nya untuk beristirahat, menikmati, dan sentosa (Kid. 2:3). Kristus juga adalah tanaman dari taman kebahagiaan dalam Yehezkiel 34:29.

Kristus adalah realitas dari segala sesuatu yang positif. Kolose 2:16-17 mengatakan, “Karena itu, jangan biarkan orang menghakimi kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedangkan wujudnya ialah Kristus.” Kristus adalah realitas dari Sabat dan perayaan-perayaan dalam Perjanjian Lama. Kristus juga adalah makanan kita (Yoh. 6:32-35), minuman kita (Yoh. 4:10-14), dan sukacita kita yang sejati. Ia adalah udara, nafas, tanah, dan tanah permai kita. Inilah Juruselamat kita.

Kita perlu mengingat Dia sebagai segala sesuatu ini. Setiap minggu paling sedikit kita harus mempunyai satu kali sidang demi mengingat Dia. Pada meja Tuhan, kita memamerkan kematian-Nya untuk mengingat-Nya. Kita perlu meningkatkan pujian kita pada sidang pemecahan roti. Kita harus berdoa, “Tuhan, Engkau adalah bunga bakung untuk kecantikanku, dan Engkau adalah buah untuk makananku.” Jika kita tidak memuji-Nya dengan cara ini, itu menunjukkan bahwa kita tidak mempunyai pengenalan yang tepat akan Kristus dari Alkitab. Jika kita mengenal Kristus secara memadai, kita akan memuji-Nya secara memadai pula pada meja Tuhan.

Karena Kristus adalah begitu banyak aspek positif, gereja juga menjadi demikian. Bait 4 dari Kidung nomor 154 mengatakan,

Kamilah reproduksi-Mu, Tubuh-Mu, mempelai-Mu;

Ekspresi-Mu, luapan-Mu, tempat tinggal kekal-Mu.

Kamilah perbanyakan-Mu, perluasan hayat-Mu;

Pertambahan dan limpah-Mu, kekal esa dengan-Mu. Gereja adalah seluruh butir-butir ini, karena Kristus adalah demikian limpah.

Kita harus ingat apakah kehidupan orang Kristen itu, siapakah diri kita, dan siapakah Kristus. Kemudian dari hari ke hari kita akan disegarkan dan dibangkitkan. Kita akan menjadi menang, dan kita akan menyebarkan Dia. Kita akan memikul tanggung jawab untuk menyalurkan Dia kepada orang lain, bukan hanya kepada orang-orang berdosa, tetapi juga kepada orang Kristen yang lemah, dan yang lebih muda.

Aspek Organik

dari Keselamatan Allah

BAB

1 2 3 4 5

Prakata

Buku iniadalah terjemahan dari berita-berita yang disampaikan oleh Saudara Witness Lee dalam bahasa China di Anaheim, California pada tanggal, 16-19 Februari 1996.