← Daftar isi Pelajaran Dasar tentang Hayat · bab 3/20

MAKSUD ALLAH TERHADAP MANUSIA

Pembacaan Alkitab :

Kej. 2:8-9, 16-17; Why. 2:7; 22:14; Yoh. 6:35a, 57b

GARIS BESAR

1. Dua pilihan di depan manusia :

a. Pohon hayat:

(1) Menandakan Allah adalah hayat bagi manusia

(2) Menghasilkan hayat yang bersandar

b. Pohon pengetahuan:

(1) Menandakan Satan adalah jahat bagi manusia

(2) Menghasilkan hayat yang merdeka

2. Allah menghendaki manusia menerima Dia sebagai hayat melalui cara makan:

a. Makan adalah satu-satunya cara untuk menerima rawatan secara organik

b. Allah adalah makanan yang sejati bagi manusia

c. Menerima Allah melalui makan adalah menyerap Allah ke dalam hakiki manusia secara metabolik

3. Allah melarang manusia makan pohon pengetahuan :

a. Perintah pertama Allah kepada manusia

b. Makan - menerima. sesuatu ke dalam sangat penting bagi manusia:

(1) Setelah manusia diciptakan, Allah tidak menyuruh manusia melakukan apa-apa

(2) Allah hanya menyuruh manusia untuk tidak salah makan

c. Makan buah pohon pengetahuan adalah menerima. Satan sebagai hayat yang jahat ke dalam hakiki manusia

d. Perintah larangan Allah adalah peringatan bagi manusia :

(1) Menunjukkan perlakuan Allah yang lapang terhadap manusia

(2) Menunjukkan kasih Allah kepada manusia

(3) Menunjukkan keinginan Allah agar manusia makan pohon hayat, menerima Allah ke dalamnya sebagai hayatnya

Dalam pelajaran ini kita akan melihat maksud Allah terhadap manusia.

1. DUA PILIHAN DI DEPAN MANUSIA

Dalam Kejadian 2 kita melihat dua pilihan di depan manusia.

a. Pohon Hayat

Salah satu dari dua pilihan di depan manusia adalah pohon hayat (Kej. 2:8-9).

(1) Menandakan Allah Adalah Hayat bagi Manusia

Pohon hayat menandakan Allah adalah hayat bagi manusia.

(2) Menghasilkan Hayat yang Bersandar

Pohon hayat menghasilkan hayat yang bersandar. Kita harus mengembangkan butir ini sehingga orang-orang kudus mengerti apa yang kita maksudkan. Pohon hayat mulamula menandakan Allah adalah hayat bagi manusia. Jika manusia mau menerima pohon hayat, ini akan menghasilkan hayat yang bersandar di dalam manusia. Sedikit sekali orang Kristen yang menyadari, bahwa hayat selalu menghasilkan ketergantungan. Seluruh perkara yang berhubungan dengan hayat adalah perkara bersandar. Anda tidak dapat lulus dari perkara hayat yang mana pun. Makan adalah perkara bersandar. Anda tak dapat mengatakan bahwa Anda telah makan makanan yang terbaik dan telah makan lebih dari cukup, sehingga tidak perlu makan lagi. Perkara minum dan bernafas juga merupakan perkara yang bersandar, atas hal-hal ini kita tidak dapat lulus.

Ini menunjukkan, bahwa memiliki Allah sebagai hayat akan menghasilkan hayat yang bersandar; sedangkan pengetahuan, di pihak lain, menghasilkan kemerdekaan. Bila seseorang bersekolah dan mendapat gelar, dia tidak prriti sekolah lagi. Pada saat seseorang tahu apa yang diketahui profesornya, dia tidak perlu bersandar lagi pada profesornya. Tetapi bila Anda menerima profesor Anda sehagai hayat, Anda takkan pernah dapat merdeka darinya. Apabila menerimanya sebagai pengetahuan, Anda dapat merdeka; tetapi bila menerimanya sebagai hayat, Anda tak dapat merdeka. Anda harus senantiasa bersandar kepadanya.

Allah bukanlah pengetahuan bagi kita. Allah adalah hayat bagi kita. Kita menerima Dia sebagai hayat kita, segera hayat ilahi ini akan menghasilkan suatu yang bersandor di dalam did kita. Kita harus selalu bersandar kepadaNya. Dialah pokok anggur dan kitalah carang-carang-Nya. Carang-carang harus tinggal pada pokok anggur (Yoh. 15:5). Bila terlepas dari pokok anggur, carang-carang akan mati. Hayat pokok anggur ini menghasilkan hayat bersandar di dalam semua carangnya. Semua carang bersandar kepada hayat pokok anggur.

Hayat yang bersandar ini dapat juga terlihat dalam hal Abraham mengikuti Tuhan. Ibrani 11:8 mengatakan, "Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya; lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui” Tuhan tidak membiarkan Abraham tahu ke mana ia harus pergi; Tuhan juga tidak memberi peta kepada Abraham. Apabila seorang pengemudi mendapat peta dari seseorang, maka orang itu tidak diperlukan lagi. Karena memiliki peta, dia tidak perlu bersandar kepada si pemberi peta tersebut. Tetapi jika seseorang memberikan dirinya sendiri, kehadirannya kepada Anda, dan bukan peta, maka Anda takkan pernah merdeka darinya. Anda harus membawanya sebagai peta dan senantiasa bersandar kepadanya. Itulah kejadian yang nyata pada Abraham. Abraham menggunakan imannya untuk percaya kepada Allah bagi pimpinan-Nya yang seketika, dan mengambil kehadiran Allah sebagai peta perjalanannya. Demikianlah Abraham menjadi bersandar kepada Allah.

Allah yang mulia menampakkan diri kepada Abraham (Kej. 72), dan hasil penampakkan membuat Abrahm menempuh satu kehidupan yang bersandar. Jadi, menerima pohon hayat akan membuat kita bersandar kepada hayat itu, yakni hayat dari pohon hayat. Ini seperti carang-carang anggur yang bersandar kepada pokok anggur, yakni hayat pohon anggur.

Kita harus berulang-ulang menekankan bahwa pohon hayat menandakan Allah sebagai hayat bagi manusia dan begitu manusia menerima pohon hayat, menerima Allah sebagai hayat, hayat ilahi ini segera menjadi hayat yang bersandar di dalam manusia. Sebelum menerima pohon hayat ini, yakni Allah sebagai hayat, manusia merdeka. Namun setelah manusia menerima pohon hayat, menerima Allah sebagai hayat, maka tidak mungkin bagi manusia untuk merdeka. Hayat ilahi Allah dengan segera membuat manusia bersandar kepada Allah.

Bila di dalam gereja kita memberi pengetahuan pada orang lain, maka mereka akan mengerti hal-hal yang kita ajarkan itu, lalu mereka pergi. Tetapi bila kita memberikan hayat, mereka menjadi tidak akan merdeka. Hayat bukan masalah kemerdekaan, tetapi masalah bersandar. Banyak orang pergi ke gereja untuk mempelajari sesuatu lalu ingin pergi melakukan dan menggunakan apa yang telah dipelajarinya. Mereka dapat beroleh pengetahuan dan tetap merdeka, namun tanpa hayat dalam pekerjaan mereka. Kita harus menjadi orang yang bersandar pada pohon hayat, yaitu Allah sendiri sebagai hayat kita.

b. Pohon Pengetahuan

Pilihan lain di depan manusia adalah pohon pengetahuan.

(1) Menandakan Satan Adalah Jahat bagi Manusia

Pohon pengetahuan menandakan Satan adalah jahat bagi manusia. Kejahatan ini sebenarnya adalah hayat yang jahat.

(2) Menghasilkan Hayat yang Merdeka

Pohon pengetahuan di dalam manusia menghasilkan hayat yang merdeka. Semakin banyak pengetahuan yang diberikan kepada manusia, manusia akan semakin merdeka. Pengetahuan menyebabkan manusia menjadi merdeka. Bila Anda mengambil pohon pengetahuan, Anda akan merasa tidak perlu bersandar kepada Allah lagi. Sebagai gantinya, Anda akan bersandar kepada pengetahuan Anda. Bila Anda menerima pohon bayat, ini akan membuat Anda bersandar kepada Allah. Hayat adalah masalah bersandar; pengetahuan adalah masalah kemerdekaan.

Butir-butir penting ini ditunjukkan oleh saudara Watchman Nee dalam buku kecilnya yang berjudul Dua Prinsip Kelakuan. Dua prinsip ini sebenarnya adalah dua hayat. Yang satu adalah hayat yang bersandar dan yang lain adalah hayat yang merdeka. Yang satu adalah prinsip bersandar dan yang lain adalah prinsip merdeka. Pohon hayat menghasilkan prinsip bersandar, sedangkan pohon pengetahuan menghasilkan prinsip merdeka. Berdasarkan fakta bahwa manusia mengambil pohon pengetahuan, maka semua manusia menjadi merdeka dari Allah. Tetapi barangsiapa bertobat kepada Allah dan menerima-Nya sebagai hayat, ia akan menjadi orang yang bersandar kepada Allah.

Sebelum diselamatkan. kita semua merdeka dari Allah. Ketika kita bertobat dan percaya kepada Allah, kita menjadi bersandar. Kapan saja kita menjadi merdeka, itulah saat-saat kita hidup oleh pengetahuan. Kapan saja kita hidup oleh roh, oleh hayat, kita pasti bersandar kepada Allah. Maka dua macam prinsip ini berasal dari dua macam hayat. Hayat ilahi membuat kita bersandar dan hayat Satan membuat kita merdeka. Merdeka berarti memberontak; memberontak berarti merdeka dari Allah.

2. ALLAH MENGHENDAKI MANUSIA

MENERIMA DIA SEBAGAI HAYAT

MELALUI CARA MAKAN

Allah menghendaki manusia menerima Dia sebagai hayat melalui cara makan.

a. Makan Adalah Satu-satunya Cara

untuk Menerima Rawatan Secara Organik

Makan adalah satu-satunya cara untuk menerima rawatan secara organik. Tidak ada cara lain untuk menerima segala yang organik selain dengan makan. Apa pun yang Anda makan akan menjadi rawatan Anda secara organik. Kita harus mengembangkan butir ini.

b. Allah Adalah Makanan yang Sejati bagi Manusia

Makan adalah satu-satunya cara dan Allah adalah satu-satunya makanan bagi manusia. Di sini kita harus memberi tahu orang lain, bahwa semua makanan fisik yang kita makan adalah bayangan. Allah adalah realitas makanan kita. Anda dapat menggunakan Kolose 2:16-17 untuk memperlihatkan hal ini.

c. Menerima Allah Melalui Makan

Adalah Menyerap Allah ke Dalam Hakiki Manusia

Secara Metabolik

Saya suka menggunakan kedua kata ini - secara organik dan secara metabolik. Menerima Allah melalui makan adalah menyerap Allah ke dalam hakiki kita secara metabolik. Ketika menerima Allah ke dalam diri kita, unsur baru-Nya akan menggantikan hakiki kita, dan unsur lama kita akan disingkirkan. Ini adalah semacam metabolisme. Makan secara organik, mencerna dan mengasimilasi secara metabolik dari tubuh fisik kita merupakan gambaran dari makan, mencerna, dan mengasimilasi Yesus sebagai makanan rohani kita. Ini bukan hanya konsepsi kita, ini adalah konsepsi yang mendalam di seluruh Alkitab.

Ketika Tuhan Yesus datang, Dia berkata, "Akulah roti hidup” (Yoh. 6:35a) dan "barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku" (ay. 57b). Pohon hayat terlihat dalam Kejadian 2 pada permulaan Alkitab dan dalam Wahyu 2 dan 22 pada akhir Alkitab. Ini memberi tahu kita, bahwa seluruh konsepsi dalam Alkitab adalah manusia harus makan Allah, menerima Allah secara organik dan menyerapNya secara metabolik sehingga Allah dapat menjadi "serat" dan "jaringan"-nya, menjadi dirinya sendiri. Makanan yang kita makan akhirnya menjadi diri kita sendiri. Kita menjadi apa yang kita makan. Kita adalah suatu komposisi dari makanan yang kita serap. Dengan prinsip yang sama, hari ini Allah adalah makanan kita.

Dalam Wahyu 17, Tuhan Yesus berjanji kepada gereja di Efesus bahwa barangsiapa menang, akan diberi makan dari pohon hayat. Janji terakhir di seluruh Alkitab adalah janji kenikmatan pohon hayat, yaitu Kristus dengan segala kekayaan hayat (My. 22:14).

3. ALLAH MELARANG MANUSIA

MAKAN POHON PENGETAHUAN

Allah tidak mengatakan apa-apa kepada Adam mengenai pohon hayat, tetapi mengatakan sesuatu mengenai pohon pengetahuan. Allah melarang manusia makan pohon pengetahuan (Kej. 2:17).

a. Perintah Pertama Allah kepada Manusia

Perintah pertama Allah kepada manusia berhubungan dengan makan. Dia memerintahkan manusia untuk tidak makan pohon pengetahuan baik dan jahat itu.

b. Makan - Menerima Sesuatu ke dalam

Sangat Penting bagi Manusia

Makan adalah hal yang sangat penting bagi kita, sebab makan adalah menerima sesuatu ke dalam kita. Bila Anda niakan makanan yang benar, Anda akan menerima perawatan. Bila Anda makan sesuatu yang beracun, Anda akan mati. Orang tua menyembunyikan barang-barang yang beracun dari anak-anak dan menyimpannya di tempat yang tidak dapat dicapai oleh mereka. Bahkan perusahaan-perusahaan kimia atau pabrik obat akan menempelkan label peringatan pada benda-benda tertentu untuk menunjukkan bahwa benda itu beracun, atau akan menempatkan obat mereka ke dalam suatu tempat khusus yang tidak dapat dibuka oleh anak-anak. Apa yang manusia terima ke dalam dirinya sangatlah penting; ini menyangkut masalah hidup atau mati. Makan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia.

(1) Setelah Manusia Diciptakan,

Allah tidak Menyuruh Manusia Melakukan Apa-apa

Setelah manusia diciptakan, Allah tidak menyuruh manusia melakukan apa-apa. Allah hanya memperhatikan apa yang dimakan oleh manusia ciptaan-Nya.

(2) Allah Hanya Menyuruh Manusia untuk Tidak Salah Makan

Allah hanya menyuruh manusia untuk tidak salah makan. Bagaimana jadinya manusia dan apa takdir manusia tergantung pada apa yang akan dia makan.

c. Makan Buah Pohon Pengetahuan

adalah Menerima Satan sebagai Hayat yang Jahat

ke dalam Hakiki Manusia

Ketika manusia makan buah pohon pengetahuan, dia menerima Satan sebagai hayat yang jahat ke dalam hakikinya. Semua butir yang berhubungan dengan maksud Allah terhadap manusia ini bukanlah menurut konsepsi alamiah manusia. Inilah sebabnya kita perlu menekankan butir-butir ini, menerangkannya, membuatnya menjadi jelas dan berkesan bagi semua orang kudus.

d. Perintah Larangan Allah Adalah Peringatan bagi Manusia

(1) Menunjukkan Perlakuan Allah yang Lapang terhadap Manusia

Perintah larangan Allah adalah peringatan bagi manusia, menunjukkan perlakuan Allah yang lapang terhadap manusia. Hanya manusia yang kecil yang memaksakan pendapatnya untuk diterima orang lain. Tidak ada orang yang lapang atau terhormat yang memaksa orang lain.

(2) Menunjukkan Kasih Allah kepada Manusia

Perintah larangan Allah kepada manusia juga menunjukkan kasih Allah kepada manusia. Karena Allah mengasihi manusia, maka Dia memperingatkan manusia untuk tidak makan barang yang salah.

(3) Menunjukkan Keinginan Allah agar Manusia Makan Pohon Hayat,

Menerima Allah ke dalamnya sebagai Hayatnya

Peringatan Allah kepada manusia mengenai jangan makan pohon pengetahuan menunjukkan tiga hal : kelapangan Allah, kasih Allah, dan keinginan Allah. Keinginan Allah adalah agar manusia makan pohon hayat untuk menerima Allah ke dalam dirinya sebagai hayatnya.

Allah tidak memaksa manusia untuk menerima apa yang diinginkan-Nya, tetapi Dia menyerahkan keputusan itu kepada manusia. Peringatan-Nya menunjukkan; di satu pihak, Dia adalah lapang. di pihak lain, Dia adalah Sang Kasih. Dia tidak memaksa manusia untuk melakukan apa yang diinginkan-Nya; ini memperlihatkan bahwa Dia adalah lapang. Dia juga memperingatkan manusia untuk tidak mengambil hal yang salah; ini menunjukkan bahwa Allah memiliki kasih. Dia hanya menempatkan manusia di depan dua pohon dan memperingatkan manusia untuk tidak mengambil pohon pengetahuan. Ini jelas menyiratkan bahwa Allah ingin manusia mengambil pohon hayat. Jadi, peringatan Allah menunjukkan keinginan-Nya. Allah ingin agar manusia mengambil buah pohon hayat, yaitu Allah sendiri, ke dalam manusia sebagai hayat.

Berita ini sangat penting. Ini semacam konsepsi revolusioner terhadap otak manusia. Kita harus menggunakan berita ini sebagai persiapan bagi orang-orang kudus untuk maju dalam hayat.

Pertanyaan : Apa cara yang terbaik untuk menunjukkan bahwa pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat melambangkan hayat Satan?

Jawaban : Alkitab memperlihatkan bahwa dalam seluruh alam semesta hanya ada dua sumber. Satan datang membujuk manusia agar mengambil bagian dari pohon pengetahuan, artinya Satan menangkap manusia melalui menyuruh manusia menerima dia. Ini merupakan hal yang besar dalam Alkitab. Pohon hayat dan pohon pengetahuan sebenamya adalah dua garis pengontrol dalam keenampuluh enam kitab dalam Alkitab.

Dalam keluarga, negara, dan bahkan gereja, Allah di sini sebagai pohon hayat, dan Satan di sini sebagai pohon pengetahuan. Cara mana yang akan Anda terima dan siapa yang akan Anda hubungi? Bila Anda menghubungi Allah, Anda mendapat hayat dan Anda bersandar kepada Allah. Bila menerima pohon pengetahuan, Anda mendapat Satan. Bila Anda mendapat Satan, Anda menjadi merdeka terhadap Allah. Menjadi merdeka berarti memberontak. Semakin banyak menerima pohon pengetahuan, Anda akan semakin memberontak kepada Allah dan semakin merdeka terhadap Allah. Anda menerima pohon pengetahuan, Anda akan menjadi satu dengan Satan; Satan Adalah dan tetap adalah pemberontak. Jika Anda menerima pohon hayat, Anda menjadi satu dengan Allah dan bersandar kepada Allah.

Hari ini, kedua prinsip ini ada pada kita, tetapi kebanyakan orang menerima pohon pengetahuan. Sangat sedikit orang yang menerima pohon hayat. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, kita mengakui bahwa kita menerima pohon pengetahuan. Ketika suami berdebat dengan istrinya, itu berarti sedang menerima pohon pengetahuan. Semakin banyak berdebat tentang siapa yang salah dan siapa yang benar, semakin banyak pohon pengetahuan yang dimakan. Akibatnya, mereka dimatikan dan merdeka terhadap Allah. Kita harus bertobat dan mengaku dosa supaya kita mendapatkan pembersihan dari darah adi yang akan membawa kita kembali ke dalam kontak dengan Allah. Bila kita berkontak lagi dengan Allah, kita menjadi bersandar kepada Allah. Lain kali, ketika kita tergoda untuk berdebat, kita harus berkata, "Tuhan, jika Engkau tidak berdebat, aku juga tidak berdebat. Jika Engkau tidak berselisih, aku juga tidak berselisih. Saya adalah satu dengan-Mu." Kita semua perlu menempuh kehidupan pohon hayat yang bersandar dan berpaling dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat.