ROH YANG TEPAT
Pembacaan Alkitab :
Mzm. 51:12b, 14b, 19a; Yes. 57:15; 66:2;
1 Ptr. 3:4; Gal. 6:1; 1 Kor. 4:21; Mat. 5:3; Luk. 9:55
GARIS BESAR
1. Roh yang lurus (Tl.) - Mzm. 51:12b
2. Roh yang rela - Mzm. 51:14b
3. Roh yang hancur (Tl.) - Mzm. 51:19a
4. Roh yang remuk dan merendah (Tl.) - Yes. 57:15; 66:2
5. Roh yang lemah lembut dan tenteram - 1 Ptr. 3:4; Gal. 6:1; 1 Ptr. 4:21
6. Miskin di dalam roh (Tl.) - Mat. 5:3
7. Mengetahui bagaimana roh kita - Luk. 9:55
Dalam pelajaran terdahulu, kita telah melihat bahwa kita perlu melatih Roh kita untuk beribadah. Sekarang kita akan melihat bahwa kita perlu memiliki Roh yang tepat.
1. ROH YANG LURUS
Pertama-tama, kita perlu memiliki Roh yang lurus (Mzm. 51:12b; Tl). Ini bukan mengacu kepada benar atau salahnya Roh kita. Roh yang lurus adalah Roh yang tegak lurus. Ini berarti Roh dapat berdiri sebagai sesuatu yang konstan. Beberapa versi mengatakan bahwa ini adalah Roh yang teguh, konstan, atau kokoh. Roh yang lurus adalah Roh yang tidak dapat digoyahkan, tidak dapat digoncangkan ia dapat berdiri dengan konstan sebagai sesuatu yang kokoh dan teguh.
Mazmur 51 adalah mazmur pertobatan Daud. Dia bertobat karena rohnya tidak lurus. Dengan kata lain, Rohnya tidak berdiri tegak lurus dengan konstan. Rohnya tidak teguh, tidak kokoh, sehingga dia dapat tergoda atau dicobai, dan dia jatuh. Dalam pertobatannya, dia berdoa agar Tuhan membed dia Roh yang lurus, konstan, kokoh, dan teguh. Dalam doanya untuk pemulihan, dia meminta kepada Tuhan untuk memperbarui Roh di dalamnya. Kita selalu perlu Roh yang lurus, yang selalu teguh, kokoh, konstan, tidak dapat digoyahkan, dan tidak dapat diguncangkan, sehingga kita tidak akan pernah tergoda, terpedaya, atau tersesat.
2. ROH YANG RELA
Dalam Mazmur 51, dalam pertobatan dan pengakuan Daud, dia juga berdoa mohon Allah memberi dia Roh yang rela. Daud menghubungkan Roh yang rela dengan sukacita keselamatan. Dia mohon agar Tuhan memulihkan sukacita keselamatan baginya dan memberi dia suatu Roh yang rela. Roh yang rela tergantung pada sukacita keselamatan. Ketika kita memiliki sukacita keselamatan, secara spontan kita akan memiliki suatu Roh yang rela untuk berjalan bersama Tuhan. Kita akan memiliki suatu Roh yang rela untuk menjawab dan menaati apa pun yang diinginkan Tuhan, yang didambakan Tuhan, dan yang diminta oleh Tuhan kepada kita. Roh yang rela ini selalu timbul dari Roh kita yang bergembira, bersukacita. Kita perlu sukacita keselamatan.
Tak diragukan lagi, dalam kejatuhan Daud, dia kehilangan sukacita keselamatannya. Sekarang dia bertobat, sehingga dia mohon agar Allah memulihkan sukacita keselamatan baginya. Itu berarti Allah mau mengembalikan dia ke dalam kenikmatan keselamatan. Lalu dalam kenikmatan dan sukacita ini, dia dapat memiliki Roh yang rela. Roh yang rela adalah hasil dari kegembiraan dan sukacitanya di dalam Tuhan. Roma 14:17 mengatakan, "Kerajaan Allah adalah ... soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus."Ketika kita memiliki sukacita dalam Roh Allah, Roh kita akan menjadi rela. Kita akan memiliki Roh yang rela untuk bersekutu dengan Tuhan, untuk menyembah Dia, dan untuk berdoa. Kita akan dengan senang melakukan segala hal yang diperkenan Allah. Ini berarti kita memiliki Roh yang rela.
3. ROH YANG HANCUR
Dalam Mamur 51:19a Daud berkata, bahwa korban bagi Allah adalah Roh yang hancur (Tl.). Dengan kata lain, di mata Allah, roh yang hancur lebih berharga daripada kurban sembelihan. Dalam ayat 17 bagian bawah Daud mengatakan, bahwa Allah tidak akan memandang hina hati yang hancur dan sedih. Roh yang hancur adalah roh yang bertobat, yang merasa sedih terhadap segala dosa. Dengan kata lain, roh yang hancur adalah suatu roh yang benar-benar bertobat.
Hancur berarti tidak utuh. Di sini tidak berarti hancur berkeping-keping. Namun ini berarti Anda tidak merasa diri Anda sempurna atau lengkap. Jika Anda merasa diri Anda sempuma atau lengkap, Anda tidak akan bertobat atau mengakui kelemahan dan kegagalan Anda. Ketika roh Anda bertobat, roh Anda hancur, sedih, dan merasa sangat berduka. Banyak orang setelah berbuat dosa tidak memiliki roh yang hancur; mereka malah memiliki roh yang utuh, tegar tengkuk. Karena mereka merasa bahwa diri mereka itu sempurna dan lengkap, maka mereka tidak mau bertobat. Mereka tidak mau mengaku dosa. Kita tidak boleh demikian, kita harus memiliki roh yang selalu hancur.
Bahkan sekalipun kita tidak merasa berbuat dosa, kita tetap memerlukan suatu roh yang hancur. Mungkin kita tidak melakukan dosa yang besar, tetapi kita mungkin melakukan dosa yang kecil. Dalam perkataan kita, sikap kita, pemikiran kita, perasaan kita, dan pembicaraan kita dengan orang lain, sering kali kita bersalah bahkan secara tidak sadar. Maka kita selalu memerlukan suatu roh yang hancur. Jangan menganggap diri Anda sudah utuh, lengkap, dan sempurna. Tidak ada seorang pun yang sempurna, karena itu kita selalu memerlukan suatu roh yang hancur untuk bertobat dan mengaku dosa.
4. ROH YANG REMUK DAN MERENDAH
Roh yang remuk dan merendah sangat dekat dengan Roh yang hancur. Yesaya 57:15 dan 66:2 keduanya menunjukkan hal yang sama. Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa bahkan surga pun bukanlah suatu tempat yang menyenangkan bagi Allah sebagai tempat tinggal-Nya. Allah senang tinggal bersama dengan umat yang memiliki Roh yang sedih dan merendah. Ini bukan perkara yang kecil. Bila kita remuk dan merendah di dalam roh, maka kita memiliki roh yang hancur, dan kita dapat menikmati hadir Allah. Demikian Allah beserta dengan kita, bahkan tinggal bersama kita.
Bila roh kita sombong, dan kita selalu merasa lengkap, sempuma, dan utuh, tidak mau bertobat dan mengaku dosa, kita akan kehilangan hadir Tuhan. Pada makna tertentu, menurut pengalaman kita, penyertaan Tuhan bisa meninggalkan kita. Karena itu kita perlu roh yang remuk, yang merendah dan hancur, roh yang bertobat untuk mengaktii segala dosa kita. Bila kita berada dalam Roh yang seperti ini, maka Tuhan akan menyertai kita dan tinggal bersama kita. Yesaya 57:15 dan 66:2 adalah ayat-ayat yang indah untuk ditunjukkan kepada orang-orang kudus.
5. ROH YANG LEMAH LEMBUT DAN TENTERAM
Kita juga memerlukan roh yang lemah lembut dan tenteram. Satu Petrus 3:4 mengatakan, bahwa manusia batiniah kita yang tersembunyi adalah roh yang lemah lembut dan tenteram. Galatia 6:1 mengatakan, bahwa kita perlu memulihkan seorang saudara yang jatuh ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut. Dalam 1 Korintus 4:21 Paulus bertanya kepada jemaat di Korintus, apakah mereka ingin dia datang dengan cambuk atau dalam roh lemah lembut (Tl.).
Perjanjian Baru beberapa kali menyinggung tentang kebajikan lemah lembut. Dalam Matius 5:5 Tuhan berkata, "Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi." Berdasarkan ayat ini, kita dapat melihat arti lemah lembut yang sebenarnya dalam Perjanjian Baru. Cara dunia untuk mendapatkan warisan, hak milik, adalah dengan bertempur, berjuang, dan mengalahkan orang lain. Tetapi Alkitab, mengatakan, bahwa bila Anda ingin mendapatkan warisan, Anda harus lemah lembut. Lemah lembut berarti tidak melawan tentangan dari dunia, melainkan menderita dengan rela. Jangan mempedulikan situasi, kita harus lemah lembut, tidak berperang dengan orang lain. Lemah lembut berarti tidak berperang untuk Anda sendiri. Kita perlu roh yang lemah lembut dan tenteram. Bila Anda berperang untuk mendapatkan sesuatu, Anda tidak bisa tenteram. Satu-satunya cara agar Anda dapat tenteram adalah dengan tidak berperang untuk diri Anda sendiri atau mencari sesuatu untuk diri Anda sendiri.
6. MISKIN DI DALAM ROH
Dalam Matius 5:3 Tuhan berkata, "Berbahagialah orang yang miskin di dalam roh, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga" (T1). Kita boleh berkata, bahwa kita memerlukan roh yang kaya, tetapi kita tidak boleh berkata, bahwa kita memerlukan roh yang miskin. Ini adalah salah. Bila seseorang memiliki roh yang miskin, rohnya bukanlah roh yang benar, bukanlah roh yang tepat. Dalam Matius 5:3, miskin di dalam roh berarti tidak ada apa-apa yang menduduki kita. Semua orang Farisi, ahli Taurat, imam, dan penatua di antara umat Yahudi tidaklah miskin di dalam roh. Mereka telah diduduki. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata, bahwa berkat yang pertama adalah untuk mereka yang miskin di dalam roh. Orang Farisi tidak mendapat bagian dalam Kerajaan sebab mereka tidak miskin di dalam roh. Kita perlu selalu menjadi miskin di dalam roh, tidak membiarkan roh kita diduduki, diisi oleh perkara-perkara lain selain Tuhan sendiri. Kita perlu mengosongkan roh kita, menuang keluar semua hal yang menduduki kita, sehingga kita dapat menjadi miskin di dalam roh.
7. MENGETAHUI BAGAIMANA ROH KITA
Lukas 9 memberi tahu, bahwa satu desa orang Samaria tidak mau menerima Tuhan dan murid-murid-Nya. Lalu Yakobus dan Yohanes berkata, "Tuhan, apakah Engkau mau supaya kami menyuruh api turun daii langit untuk membinasakan mereka?" (ay. 54). Tuhan berpaling dan menegur mereka, "Kamu tidak tahu, bagaimana roh kamu" (ayat 55, Tl). Kita harus selalu belajar untuk mengetahui kita memiliki roh yang bagaimana. Dengan kata lain, terhadap Allah dan terhadap manusia kita selalu perlu roh yang tepat. Bila roh kita tidak tepat, hubungan kita dengan Allah akan berakhir. Kita perlu tahu kondisi roh kita. Alkitab menyuruh kita memperhatikan keadaan kita (Hag. 1:7), dan kita juga harus memperhatikan roh kita. Kita tidak boleh hanya memperhatikan keadaan luaran kita, tingkah laku luaran kita, dan sikap luaran kita, melainkan juga roh kita yang di dalam. Kita perlu roh yang tepat.