PERSEKUTUAN HAYAT
Pembacaan Alkitab :
1 Yoh. 1:2-3, 5-7, 9; 2:27; 1 Kor. 10:16;
2 Kor. 13:13; F1p. 2:1; Yoh. 15:43. Flm. 6
GARIS BESAR
1. Makna persekutuan hayat :
a. Bersama berbagian - 1 Kor. 10:16; F1m. 6
b. Aliran hayat ilahi di dalam kita - 1 Yoh. 12-3, 6-7:
(1) Secara vertikal antara Bapa, Putra, dan kita ay. 6
(2) Secara horizontal antara kita, seorang dengan yang lain - ay. 7
2. Sumber persekutuan hayat - hayat kekal Allah - 1 Yoh. 1:2-3
3. Sarana persekutuan hayat - Roh Kudus - 2 Kor. 13:13
4. Lokasi persekutuan hayat - roh kita - F1p. 2:1
5. Fungsi persekutuan hayat - menyuplai kita dengan segala kekayaan hayat ilahi - Yoh. 15:4-5
6. Hasil persekutuan hayat :
a. Membawa terang kepada kita - 1 Yoh. 1:5-7
b. Membawa pencucian oleh darah secara dil kepada kita - 1 Yoh. 1:7
c. Menjaga kita tetap tinggal di dalam Tuhan - Yoh. 15:4-5
7. Hubungan antara persekutuan hayat dengan perasaan hayat :
a. Persekutuan hayat dinyatakan oleh perasaan hayat
b. Perasaan hayat memelihara persekutuan hayat
8. Putusnya persekutuan hayat :
a. Karena dosa
b. Karena ketidaktaatan
c. Karena tidak mempedulikan perasaan hayat
d. Karena tidak mengikuti pengurapan di dalam 1 Yoh. 2:27
9. Pemulihan persekutuan hayat :
a. Melalui mengaku dosa kita - 1 Yoh. 1:9
b. Melalui pencucian darah
Fokus : Persekutuan hayat adalah aliran hayat ilahi, berasal dari hayat Allah dan dipelihara oleh perasaan hayat untuk menyuplai kita dengan kekayaan hayat ilahi.
Dalam pelajaran ini kita akan melihat perkara yang berhubungan dengan persekutuan hayat. Dalam Alkitab versi King James, untuk kata "persekutuan" diterjemahkan sebagai communion. Communion adalah terjemahan yang baik, tetapi arti sebenarnya sedikit banyak telah dirusak oleh pemikiran dan penggunaan yang tradisional.
Dalam Filipi 2:1 Rasul Paulus membicarakan persekutuan roh. Beberapa penerjemah beranggapan bahwa roh di sini adalah Roh Allah. Tetapi, sebenarnya bukan Roh Allah, melainkan roh kita. Kita tahu hal ini sebab disinggung dalam konteks tentang daftar pekerti rohani kita. Dalam Filipi 2:1 Paulus membicarakan dorongan dalam Kristus, penghiburan kasih, persekutuan roh, kasih mesra, dan kemurahan. Semua ini bukan pekerti Allah, tetapi pekerti rohani kita. Karena itu, roh di sini tentulah roh kita. Kita harus menjelaskan butir ini kepada kaum saleh. Ini sangat penting, sebab ayat ini memberi tahu bahwa persekutuan hayat berlangsung di dalam roh kita. Roh kita adalah tempat persekutuan kita dengan Tuhan dan dengan kaum saleh.
Dalam Yohanes 15:43 kata "persekutuan" tidak disinggung, tetapi ayat-ayat ini sebenarnya mengacu kepada persekutuan. Dalam dua ayat ini kata yang digunakan untuk menunjukkan persekutuan adalah kata "tinggal". Tuhan berkata, "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." Saling tinggal ini sebenarnya adalah persekutuan.
1. MAKNA PERSEKUTUAN HAYAT
a. Bersama Berbagian
Dalatn bahasa Yunani, kata "persekutuan" berarti "berbagian bersama". Satu Korintus 10:16 mengatakan, "Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan Tubuh Kristus?" Kita bersama berbagian dalam Tubuh Tuhan, kita juga bersama berbagian dalam cawan ini, karena itu Tubuh dan cawan ini menjadi persekutuan kita. Dalam Filemon ayat 6 Paulus mengatakan, "persekutuan imanmu" (Tl). Filemon memiliki iman dan pada ada bagian bersama.
b. Aliran Hayat Ilahi di dalam Kita
Persekutuan hayat adalah aliran hayat ilahi di dalam kita (1 Yoh. 1:2-3, 6-7). Kita boleh menggambarkan hal ini dengan dua hal. Pertama, peredaran darah adalah contoh yang sangat baik untuk menggambarkan aliran hayat. Derah dalam tubuh fisik kita mengalir dan beredar setiap saat; peredaran atau aliran ini adalah gambaran yang baik untuk persekutuan hayat rohani, aliran hayat ilahi. Gambaran lain yang juga dapat digunakan adalah arus listrik. Arus listrik adalah gerakan listrik. Dalam hal yang sama, persekutuan hayat adalah gerakan, aliran hayat ilahi di dalam diri kita. Kita tahu, bahwa peredaran darah memerlukan tubuh kita sebagai wadah dan arus listrik membutuhkan kabel-kabel. Kita seperti wadah-wadah dan kabel-kabel untuk aliran rohani hayat ilahi.
(1) Secara Vertikal antara Bapa, Putra, dan Kita
Aliran hayat ilahi di dalam kita mula-mula bersifat vertikal antara Bapa, Putra, dan kita (1 Yoh. 1:6, 3).
(2) Secara Horizontal antara Kita,
Seorang dengan yang Lain
Aliran hayat ilahi, persekutuan hayat, juga bersifat horizontal antara kita, seorang dengan yang lain (1 Yoh. 1:7). Aspek horizontal bergantung pada aspek vertikal. Satu Yohanes pasal 1 mengatakan, bahwa terlebih dulu kita memiliki persekutuan dengan Bapa dan Putra, kemudian kita memiliki persekutuan seorang dengan yang lain. Bila persekutuan secara vertikal dengan Bapa dan Putra salah, kita tidak dapat memiliki persekutuan secara horizontal seorang dengan yang lain. Persekutuan kita secara horizontal bergantung pada persekutuan kita dengan Bapa dan Putra secara vertikal.
Persekutuan vertikal dan horizontal ini seperti menenun kain. Dalam persekutuan vertikal dan horizontal ini ada pembauran Allah Tritunggal - Bapa, Putra, dan Roh itu - dengan kaum saleh. Sebenarnya, persekutuan yang tepat adalah berbaurnya Allah Tritunggal dengan semua orang saleh yang tertebus. Dengan kata lain, persekutuan ini akhirnya dirampungkan dalam keesaan Allah Tritunggal dengan Tubuh Kristus. Persekutuan ini adalah aliran hayat Allah Tritunggal di dalam kita.
2. SUMBER PERSEKUTUAN HAYAT –
HAYAT ALLAH YANG KEKAL
Sumber persekutuan hayat adalah hayat Allah yang kekal. Satu Yohanes 1:2-3 mengatakan, bahwa hayat yang kekal telah diberitakan kepada kita, supaya kita memiliki persekutuan. Perkataan ini membuktikan, bahwa persekutuan keluar dari hayat yang kekal. Hayat yang kekal adalah sumber dari persekutuan ini. Sama seperti arus listrik bersumber dari reaktor, persekutuan berasal dari hayat yang kekal.
Banyak orang di dalam kekristenan berpikir, bahwa persekutuan adalah semacam hubungan sosial dalam suatu perserikatan sosial dengan aktivitas sosial. Persekutuan bukan hubungan sosial seperti itu. Kita harus menolak pendapat itu; kita tidak begitu. Persekutuan yang benar dan sejati di antara kita berasal dari hayat ilahi yang kekal. Bila sumbernya salah, itu bukan persekutuan yang sejati.
3. SARANA PERSEKUTUAN HAYAT –
ROH KUDUS
Sarana pelaksanaan persekutuan hayat adalah Roh Kudus, karena itu hal ini dalam 2 Korintus 13:13 disebut sebagai persekutuan Roh Kudus. Roh Kudus adalah alat, sarana, untuk melaksanakan persekutuan ini. Sebenarnya, dalam pengalaman, sangat sulit bagi kita untuk membedakan ketiga hal ini : persekutuan, hayat, dan Roh itu. Ketiga hal ini adalah satu. Hayat adalah sumbernya, persekutuan adalah alirannya, dan Roh itu adalah pembawanya, sarananya. Dalam pengalaman, kita tidak dapat membedakan mereka, tetapi kita dapat membedakannya dalam penjelasan kebenaran.
4. TEMPAT PERSEKUTUAN HAYAT – ROH KITA
Roh kita adalah tempat persekutuan hayat. Ini berdasarkan Filipi 2:1. Kita harus menunjukkan sejelas dan setegas mungkin bahwa bila hubungan kita, antara satu dengan yang lain, bukan di dalam roh, maka hubungan tersebut segera menjadi suatu pergaulan sosial. Hubungan kita harus dalam roh. Dengan demikian hubungan kita menjadi persekutuan. Ini dikarenakan aliran hayat ilahi bukan di dalam jiwa kita, hayat alamiah kita, melainkan di dalam roh kita.
Persekutuan hayat dilaksanakan oleh Roh Allah dalam roh kita. Pikiran kita mungkin mengerti persekutuan ini, tetapi persekutuan bukan terjadi di dalam pikiran kita. Emosi kita mungkin bergembira karena persekutuan ini, tetapi persekutuan hayat juga bukan di dalam emosi kita. Persekutuan hayat sepenuhnya berada di dalam roh kita. Bila kita ada di luar roh atau terlepas dari roh kita, segera hubungan kita satu dengan yang lain menjadi semacam perkumpulan sosial, bukan persekutuan hayat. Persekutuan hayat harus di dalam roh kita.
5. FUNGSI PERSEKUTUAN HAYAT
MENYUPLAI KITA DENGAN SEGALA KEKAYAAN HAYAT ILAHI
Persekutuan hayat tidak akan ada artinya bila tidak berfungsi. Fungsi persekutuan hayat adalah menyuplai kita dengan segala kekayaan hayat ilahi (Yoh. 15:43). Semakin hanyak hayat ilahi mengalir di dalam kita, semakin banyak suplaian hayat dibawakan kepada kita. Gambaran yang bagus untuk ini adalah aliran sungai air hayat dalam Yerusalem Baru (Why. 22:1-2). Di sungai itu ada pohon hayat. Pohon hayat menunjukkan suplaian yang seiring dengan aliran sungai air hayat, yaitu persekutuan hayat. Karena itu pohon hayat seiring dengan sungai hayat, menunjukkan fungsi aliran sungai hayat. Fungsi ini menyuplai kita dengan kekayaan hayat ilahi.
Yohanes 15:43 mengatakan, bahwa kita tinggal dalam pokok anggur dan pokok anggur itu tinggal dalam kita. "Tinggal" ini menyuplai kita dengan getah hayat pokok anggur. Kita tahu tinggalnya ini pada akhirnya akan terwujud dalam hal berbuah. Berbuah membuktikan bahwa "tinggal" ini menyuplai kita dengan kekayaan hayat pohon anggur. Persekutuan hayat berfungsi dalam hal yang unik ini - menyuplai kita dengan kekayaan hayat Kristus.
6. HASIL PERSEKUTUAN HAYAT
a. Membawa Terang kepada Kita
Hasil pertama dari persekutuan hayat adalah membawa terang kepada kita (1 Yoh. 1:5-7). Allah adalah terang, bila kita memiliki persekutuan dengan Dia, kita ada di dalam terang.
b. Membawa Pencucian oleh Darah secara Riil kepada Kita
Persekutuan hayat bukan hanya membawa terang kepada kita, tetapi juga membawa pencucian oleh darah secara riil kepada kita. Pencucian oleh darah mungkin hanya berupa doktrin dan suatu fakta obyektif bagi kita. Hal ini mungkin ada secara doktrin sebagai suatu fakta, tetapi tidak ada hubungannya dengan kita sampai kita benar-benar berada di dalam persekutuan. Satu Yohanes 1:7 mengatakan, bahwa ketika kita ada di dalam terang, kita memiliki persekutuan, dan darah itu membersihkan kita. Bila kita tidak ada di dalam persekutuan, kita mungkin dapat berkata, bahwa kita memakai darah dan percaya bahwa darah membersihkan kita, tetapi sebenarnya tidak ada pembersihan. Darah ini sebenarnya mencuci kita dan diterapkan kepada kita ketika kita benar-benar di dalam persekutuan. Butir ini sangat penting.
Banyak orang Kristen percaya bahwa darah mencuci mereka, tetapi pencucian ini tidak dengan dil diterapkan kepada mereka sebab mereka tidak berada di dalam persekutuan. Darah tidak mencuci kita dengan riil di luar persekutuan. Kita harus berada di dalam persekutuan. Hanya ada satu ayat yang unik di seluruh Alkitab yang memberi tahu bagaimana pencucian ini dapat diterapkan. Ayat ini adalah 1 Yohanes 1:7. Ayat ini mengatakan, bahwa jika kita hidup di dalam terang, maka kita memiliki persekutuan antara satu dengan yang lain, dan darah Yesus mencuci kita dari semua dosa.
c. Menjaga Kita Tetap Tinggal di dalam Tuhan
Hasil persekutuan adalah menjaga kita tetap tinggal dalam Tuhan (Yoh. 15:4-5). Sebenarnya, tetap tinggal adalah persekutuan dan persekutuan adalah tetap tinggal.
7. HUBUNGAN ANTARA PERSEKUTUAN HAYAT
DENGAN PERASAAN HAYAT
a. Persekutuan Hayat Dinyatakan oleh Perasaan Hayat
Jika kita tidak memiliki perasaan hayat, kita tidak dapat menyatakan persekutuan hayat. Persekutuan hayat diketahui, dirasakan, dan dinyatakan oleh perasaan hayat. Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa di dalam ada persekutuan hayat, aliran hayat ilahi? Melalui perasaan hayat. Kita dapat menggambarkan hal ini dengan tubuh fisik kita. Ketika tubuh fisik kita tidak sakit, tidak ada masalah, kita tidak merasakan apa-apa; tetapi bila kita sakit, kita akan penuh dengan perasaan. Ketika dalam perut kita merasakan sesuatu, ini berarti perut kita bermasalah. Bila kita tidak merasakan apa-apa, ini berarti perut kita tidak bermasalah. Demikian juga dengan persekutuan hayat.
Biasanya, ketika kita memiliki persekutuan hayat, kita tidak terlalu merasakannya; tetapi ketika ada persoalan dengan persekutuan hayat, aliran hayat ilahi, kita akan merasakannya. Bila kita berjalan dalam terang, dalam persekutuan hayat, kita tidak memiliki perasaan khusus. Jika kita memiliki perasaan negatif dan abnormal, itu membuktikan bahwa kita memiliki persekutuan hayat, tetapi itu juga membuktikan adanya persoalan dalam persekutuan hayat kita. Jadi, persekutuan hayat dinyatakan oleh perasaan hayat.
b. Perasaan Hayat Memelihara Persekutuan Hayat
Persekutuan hayat dipelihara, dijaga, dilindungi oleh perasaan hayat. Bahkan tubuh fisik kita pun memiliki keadaan yang sama. Perasaan nyeri dan tidak nyaman adalah perlindungan dan penjagaan bagi kita. Jadi, memahami persekutuan hayat dan menjaga, mempertahankan, serta memelihara persekutuan hayat, semuanya dilakukan oleh perasaan hayat.
8. PUTUSNYA PERSEKUTUAN HAYAT
Hubungan hayat kita dengan Bapa tidak pernah dapat diputuskan, tetapi persekutuan dapat putus. Putusnya persekutuan hayat sepertilah putusnya arus listrik. Bahkan benda yang kecil pun dapat memadamkan listrik dan memutuskan aliran listrik.
a. Karena Dosa
Putusnya persekutuan hayat, pertama adalah dikarenakan dosa. Bila kita melakukan perkara dosa, persekutuan hayat akan rusak dan putus.
b. Karena Ketidaktaatan
Bila kita tidak taat kepada Allah, persekutuan hayat akan putus.
c. Karena Tidak Mempedulikan Perasaan Hayat
Kita harus memperhatikan perasaan hayat. Bila tidak mempedulikannya, persekutuan hayat akan rusak.
d. Karena Tidak Mengikuti Pengurapan di dalam
Hal-hal utama yang pada umumnya memutuskan persekutuan hayat adalah dosa-dosa, ketidaktaatan, ketidakpedulian akan perasaan hayat, dan tidak mengikuti pengurapan di dalam. Satu Yohanes 2:27 mengatakan, bahwa kita harus tinggal dalam Tuhan menurut pengajaran pengurapan.
9. PEMULIHAN PERSEKUTUAN HAYAT
Jika persekutuan hayat terputus, kita harus memulihkannya.
a. Melalui Mengaku Dosa Kita
Kita harus mengaku dosa kita. Satu Yohanes 1:9 mengatakan, bahwa bila kita mengaku dosa kita, Allah adalah setia dan adil, Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Dia mengampuni kita dengan setia menurut firman-Nya dan juga dengan adil menurut pekerjaan penebusan Kristus. Maka, oleh pengakuan dosa kita, persekutuan hayat kita yang putus dapat dipulihkan.
b. Melalui Pencucian Darah
Pengakuan adalah dari sisi kita, dan pencucian adalah dari sisi Allah. Bila kita mengaku, maka darah pasti mencuci kita dan persekutuan yang putus dipulihkan.
Fokus berita ini ialah : persekutuan hayat adalah aliran hayat ilahi, berasal dari hayat Allah dan dipelihara oleh perasaan hayat untuk menyuplai kita dengan kekayaan hayat ilahi.