MEMBICARAKAN FIRMAN ALLAH
Pembacaan Alkitab: Kidung: No. 590
Bilangan 11:29 …Tetapi Musa berkata kepadanya: "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!
1 Korintus 14:31 Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.
Efesus 5:18b-19 Tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
2 Korintus 4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
I. Hasrat hati Allah:
A. Dibicarakan oleh Musa dalam Perjanjian Lama—Bil. 11:29.
B. Dibicarakan oleh Paulus dalam Perjanjian Baru—1 Kor. 14:31.
C. Dibuktikan oleh pengalaman kaum beriman—1 Kor. 9:16-17.
II. Berdoa dan membicarakan Firman Allah—Kis. 6:4.
III. Dipenuhi dengan Roh Kudus di luar (penuh) dan membicarakan firman Allah —Kis. 4:31; Ef. 5:18-19; Kol. 3:16.
IV. Membicarakan Firman Allah dengan roh iman—1 Kor. 12:3; 2 Kor. 4:13.
V. Membicarakan Firman Allah di mana-mana—Kis. 8:4.
VI. Membicarakan Firman Allah sepanjang waktu—2 Tim. 4:2.
Buku-buku Referensi: Everyone Speaking the Word of God, bab 1 dan 2; The Practice of Prophesying, bab 1 sampai 6; Words of Training for the New Way, bab 11 dan 12; The Divine Speaking, bab 3; Footnotes to The Recovery Version of the New Testament; The Practice of the Church Life according to the God-ordained Way, bab 4 sampai 9; The Living Needed for Building Up the Small Group Meetings, bab 5.
Cuplikan Berita Ministri:
HASRAT HATI ALLAH
Dibicarakan oleh Musa dalam Perjanjian Lama
Dalam kitab Bilangan dalam Perjanjian Lama ada konsep bahwa setiap orang harus membicarakan firman Allah atau bahwa setiap orang bisa membicarakan firman Allah, atau kita dapat mengatakan, bahwa setiap orang mampu membicarakan firman Allah. Kesimpulannya, kita dapat mengatakan bahwa seseorang yang diselamatkan, seseorang yang melayani Tuhan memiliki persyaratan, hak, dan kemampuan dan juga kewajiban dan beban untuk membicarakan firman Allah. (Everyone Speaking the Word of God, hal. 7)
Dibicarakan oleh Paulus dalam Perjanjian Baru
Satu Korintus 14:31 mengatakan, “Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang.” Ayat ini adalah salah satu ayat terjelas dalam keseluruhan Alkitab. Dikatakan bahwa semua kaum beriman memiliki kapasitas untuk bertutur sabda. Kapasitas mengacu kepada kemampuan dari lahir. Anjing tidak memiliki kapasitas untuk berbicara bahasa manusia; mereka memiliki kapasitas hanya untuk menggonggong. Tetapi manusia memiliki kapasitas untuk berbicara. Kita, anggota-anggota Tubuh Kristus, semuanya dapat bertutur sabda seorang demi seorang. (The Practice of Prophesying, hal.11)
Dibuktikan melalui Pengalaman Kaum Beriman
Dalam 2 Timotius 4:2 Paulus berkata, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” Musa dalam Perjanjian Lama mengatakan, “Andai saja semua umat Tuhan menjadi nabi.” Paulus dalam Perjanjian Baru juga mengatakan, “Kamu semua dapat bernubuat seorang demi seorang.” Sekali lagi Paulus mengatakan, ”Celakalah aku jika tidak memberitakan injil. Jika aku melakukannya dengan sukarela, maka aku mendapatkan upahnya.” …Sebenarnya memberitakan injil adalah membicarakan firman Allah…Harap direnungkan dalam pengalaman kalian sendiri. Setelah kalian diselamatkan, waktu demi waktu ketika kalian datang bersidang, apakah tidak ada saat-saat di mana kalian merasa bahwa kalian harus berbicara, namun setelah menimbang-nimbang kalian akhirnya tidak berbicara? Setiap kali kalian merasa untuk berbicara tetapi kalian tidak bicara, apakah kalian merasa menderita setelah sidang? Saya sendiri memiliki pengalaman ini; seringkali ketika saya tergerak untuk berbicara tetapi saya tidak berbicara, setelah saya kembali ke rumah saya menderita tiga hari tiga malam, dan saya sangat kecewa. Tetapi jika saya segera berbicara ketika saya tergerak untuk berbicara, saya merasa nyaman setelah berbicara. (Everyone Speaking the Word of God, hal. 10)
BERDOA DAN MEMBICARAKAN FIRMAN ALLAH
Sekarang kalian memiliki harta mustika—firman Allah. Untuk mengenal firman Allah sebagai Roh, kalian harus memiliki doa yang cukup. Dalam Kisah Para Rasul 6:4 keduabelas rasul berkata, ”dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan firman.” Tanpa doa, pembicaraan kalian tidak akan efektif. Kalian mungkin memiliki firman Allah, tetapi kalian perlu menjadi manusia pendoa. Saya tidak menganjuri kalian untuk berpuasa, untuk berdoa tanpa makan dan tanpa tidur selama tiga hari tiga malam. Sebaliknya, yang saya maksudkan kalian harus menjadi seorang yang berdoa dengan teratur. Seorang yang berdoa dengan teratur adalah seorang yang memiliki persekutuan dengan Tuhan. Kapankala kalian merasa bahwa kalian telah berdosa, kalian harus menanggulanginya dengan tepat. Kapankala kalian merasa bahwa kalian telah menjamah dunia dan dicemari oleh dunia, kalian harus dibersihkan dengan baik. Kapankala kalian merasa bahwa Tuhan menuntut di atas kalian dan kalian tidak meresponi dengan cukup. Kalian juga harus menanggulanginya. Kalian harus selalu menjadi seorang yang memiliki persekutuan dengan Tuhan. Bahkan ketika kalian berbicara kepada orang lain, kalian harus berbicara dalam roh doa…Tidak peduli kepada siapa kalian berbicara—kalian harus memiliki roh doa, dan kalian harus menjadi manusia pendoa. (hal. 24)
DIPENUHI DENGAN ROH DI LUAR (PENUH)
DAN MEMBICARAKAN FIRMAN ALLAH
Yohanes 1:1 mengatakan bahwa pada mulanya adalah Firman dan Firman itu adalah Allah, yang adalah Allah Tritunggal. Pasal 6:63 selanjutnya mengatakan bahwa perkataan-perkataan yang dikatakan Tuhan adalah roh. Karena itu Firman Allah, dan Firman itu juga adalah roh. Kemudian 7:38 mengatakan bahwa ketika kita percaya kepada Tuhan, kita menerima Roh; hasilnya adalah aliran-aliran air hayat mengalir keluar dari kita. Aliran-aliran air hayat adalah perkataan Tuhan yang mengalir dengan tak putus-putusnya. Tiga bagian dari Alkitab ini menunjukkan kepada kita bahwa Allah Tritunggal sebagai Firman menjadi Roh untuk masuk ke dalam kita. Ketika kita membicarakan firman Tuhan dengan roh, Dia akan mengalir keluar dari dalam kita. Lebih jauh lagi, karena Allah Tritunggal adalah Firman, Roma 10:8 mengatakan bahwa firman itu dekat pada kita, yaitu dalam mulut kita dan dalam hati kita…Karena ini adalah suatu fakta, maka kita seharusnya dipenuhi dalam roh dengan Allah Tritunggal, seperti yang tercatat dalam Efesus 5:18, sehingga dari dalam kita akan mengalir aliran-aliran air hayat. Bagaimana aliran-aliran air hayat ini dapat mengalir? Ini melalui berbicara satu dengan yang lain seperti yang disebutkan dalam ayat 19. (Words of Training for the New Way, hal. 108-109)
Efesus 5:18-19 dan Kolose 3:16 adalah bagian yang sama. Efesus berbicara mengenai dipenuhi dengan Roh dan Kolose berbicara mengenai dipenuhi dengan firman. Dua hal ini adalah perkara yang sama. Ketika dua bagian Alkitab ini diletakkan bersama-sama, mereka membuktikan kepada kita bahwa pembicaraan kita akan firman Tuhan dengan roh adalah mengalirkan Roh Kudus keluar. firman dan Roh adalah satu. Oleh sebab itulah setiap orang dari kita, terutama peserta pelatihan, mulai dari sekarang seharusnya memiliki banyak praktek untuk membicarakan firman Tuhan dengan roh sama seperti ketika kita praktek kaligrafi atau piano. Sekali kalian masuk ke dalam sidang tidak peduli apakah dalam sidang rumahan atau sidang kelompok atau sidang yang besar, kalian perlu membuka mulut kalian dan membicarakan firman Tuhan dengan roh.…Setiap orang seharusnya hidup dan setiap orang seharusnya membicarakan firman Tuhan dengan roh. Kita dapat memakai Alkitab untuk berbicara atau memakai kidung untuk berbicara. Ini tidaklah sulit melakukannya dengan baik, asalkan setiap orang mau mempraktekkannya dengan sungguh-sungguh. (hal. 109-110)
MEMBICARAKAN FIRMAN ALLAH DENGAN ROH IMAN
Dalam kitab satu Korintus Paulus memberi tahu mereka untuk berbicara dalam Roh Kudus. Sekarang dalam kitabnya yang kedua dia berkata bahwa dia berbicara dengan roh iman…Di zaman dahulu pemazmur memiliki roh iman. (Mzm. 116:10). Sekarang para rasul juga memiliki roh iman. Mereka percaya, oleh karena itu mereka berkata-kata. Apakah yang mereka katakan? Mereka membicarakan pengalaman. Ini bukan hanya doktrin tertentu mengenai Allah Tritunggal, tetapi pengalaman kematian, hayat, dan kebangkitan Kristus. (The Divine Speaking, hal. 40)
“Tidak secara khusus Roh Kudus, juga bukan watak manusia, melainkan Roh Kudus yang berhuni menjenuhi dan menjadi ciri-ciri khas dari keseluruhan manusia yang diperbaharui” (Alford). “Roh iman, bukan dengan tegas Roh Kudus, juga bukan indra atau watak manusia, melainkan perbauran keduanya” (Vincent). Roh iman adalah Roh Kudus berbaur dengan roh manusia. Kita harus melatih roh ini untuk percaya dan mengucapkan seperti pemazmur, hal-hal yang telah kita alami tentang Tuhan, terutama pengalaman atas kematian dan kebangkitan-Nya. Iman ada di dalam roh kita yang berbaur dengan Roh Kudus, bukan di dalam pikiran kita. Keragu-raguan ada di dalam pikiran kita. Di sini rohmenunjukkan bahwa dengan roh perbauran inilah para rasul menempuh hidup yang tersalib di dalam kebangkitan untuk menggenapkan ministri mereka. (Alkitab Perjanjian Baru Versi Pemulihan, 2 Kor. 4:13 catatan 1, hal. 803 )
Iman adalah keajaiban, mujizat di dalam kita. Setiap orang Kristen yang sejati memiliki keajaiban, mujizat sedemikian di dalamnya. Sekaranng oleh iman ini kalian dapat pergi ke manapun untuk memberi tahu orang bahwa Yesus adalah Juruselamat…Saya berbicara, tidak demi pikiran, tetapi demi roh iman. Iman ada di dalam roh kita, yang berbaur dengan Roh Kudus, bukan di dalam pikiran kita…Tetapi kata-kata biasa yang dibicarakan oleh seseorang dengan iman dan dalam Roh Kudus membangun gereja. Karena itu, kita semua harus berlatih di manapun untuk berbicara. (The Divine Speaking, hal. 42, 43)
MEMBICARAKAN FIRMAN ALLAH DI MANA-MANA
DAN SEPANJANG WAKTU
Mulut kita harus membicarakan firman kasih karunia seperti yang Tuhan Yesus lakukan. Keluar dari mulut-Nya perkataan kasih (Luk. 4:22). Efesus 4:29 memberi tahu kita, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” Kasih karunia dapat mengalir keluar dari mulut kita; ini adalah firman Allah. Saudara saudari, marilah kita memakai waktu kita untuk menelpon seseorang yang kita kenal dan memberitakan injil kepadanya. Kita juga harus mengunjungi kerabat kita untuk membicarakan firman Allah, membicarakan kebenaran, dan membicarakan injil kepada mereka. Bukan hanya dalam sidang tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, kita harus berbicara di mana-mana dan sepanjang waktu. (Everyone Speaking the Word of God, hal. 9-10)
Beberapa ribu orang dari Yerusalem tersebar keluar melalui penganiayaan memberitakan firman Allah di mana-mana (Kis. 8:1-4). Paulus memberi tahu Timotius untuk memberitakan dan berbicara baik atau tidak baik waktunya. Setelah perkataan ini Paulus memberi tahu Timotius untuk memberitakan Alkitab yang telah dia ketahui dari sejak kecil, dan memberitakannya kepada setiap orang. (hal. 28-29)
Pertanyaan-pertanyaan: