← Daftar isi Pelatihan DI Pemulihan Tuhan · bab 2/24

VISI PELATIHAN (1) HAYAT BERTUMBUH MELALUI PENGATURAN TERHADAP KEMATANGAN DAN FUNGSI

Pembacaan Alkitab: Kidung: No. 746

Efesus 4 :15 Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Kolose 2:19 Sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.

Galatia 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.

I. Hayat seorang Kristen adalah hayat perbauran¾perbauran hayat insani dan hayat ilahi.

II. Hayat ini memerlukan pertumbuhan:

A. Kita perlu bertumbuh dengan pertumbuhan Allah–Kol. 2:19.

B. Rasul menanamkan hayat ilahi ke dalam hayat insani–1 Kor. 3:6.

C. Kita perlu bertumbuh ke dalam Kristus sang Kepala–Ef. 4:15:

1. Hayat ilahi berbaur dengan hayat insani melalui kita percaya dan dibaptis–Ef. 4:5.

2. Kita perlu bertumbuh ke dalam Kristus sang Kepala dalam perbauran ini dan oleh hayat ilahi.

III. Hayat bertumbuh melalui pengaturan–Gal. 5:25; 6:16; Rm. 4:12; Flp. 3:16:

A. Semua pengajaran menghasilkan pengaturan.

B. Kita perlu pelatihan tertinggi dengan pengaturan terketat, membantu kita bertumbuh dan hidup sebagai raja-raja.

C. Pengaturan menghasilkan ciri-ciri karakter tertentu: seperti asli dan akurat, dll.

D. Pelatihan menciptakan lingkungan bagi kita bertumbuh.

IV. Sasaran bertumbuh dalam hayat melalui pengaturan:

A. Kematangan hayat:

1. Melalui mengaku dosa-dosa dan melalui dipenuhi dengan Roh itu.

2. Melalui menjadi gadis bijaksana.

B. Fungsi:

1. Melalui rajin melaksanakan.

2. Merampungkan amanat Tuhan.

Buku-buku Referensi: Prakata untuk Peserta Pelatihan Sepenuh Waktu, Bab 1

Cuplikan Berita Ministri:

HAYAT ORANG KRISTEN ADALAH HAYAT PERBAURAN

Kita tahu bahwa kita dilatih supaya memiliki karakter yang tepat. Pada tahun 1953 saya mengajarkan tiga puluh butir mengenai karakter yang tepat kepada sekelompok yang terdiri dari seratus dua puluh peserta pelatihan di Taipei, Taiwan (lihat buku berjudul "Character" yang diterbitkan LSM). Tiga puluh butir karakter manusia ini bukanlah berasal dari kehidupan dan pelaksanaan pribadi saya, melainkan melalui belas kasih Tuhan saya telah belajar bahwa setiap butir dari karakter yang tepat ini sangat penting dalam keinsanian kita. Tetapi dalam berita ini saya ingin kita mengarahkan perhatian kita pada faktor dasar, yaitu perkara hayat. Hayat yang kita perhatikan, adalah hayat ilahi yang berbaur dengan hayat insani kita.

Kita adalah manusia ajaib, karena kita diciptakan dengan hayat tertinggi dalam penciptaan Allah. Dalam penciptaan Allah, ada hayat tumbuhan, hayat binatang, dan hayat manusia. Dalam Kejadian 1, kalian dapat melihat tiga tingkatan hayat yang berbeda ini. Hayat manusia adalah yang tertinggi di antara hayat ciptaan, namun bukanlah hayat tertinggi di alam semesta. Hayat tertinggi di alam semesta adalah hayat ilahi. Kejadian 2 memperlihatkan hayat yang dilambangkan oleh pohon hayat. Hayat ini adalah rahasia yang sangat besar, namun kita mengetahui bahwa itu adalah hayat Tuhan Yesus. Hayat Tuhan Yesus adalah hayat Allah Tritunggal, yaitu hayat ilahi. Karena itu kita dapat melihat, di alam semesta ada tiga jenis hayat dalam ciptaan Allah, dan ada satu jenis hayat yang adalah hayat non ciptaan, yaitu hayat ilahi.

Hayat tumbuhan dan binatang adalah untuk hayat manusia, hayat manusia kita adalah untuk hayat ilahi. Hayat manusia untuk hayat ilahi, hayat ilahi untuk hayat manusia. Hayat manusia hanya untuk Allah. Ini berarti hayat manusia untuk hayat ilahi. Bahkan, hayat ilahi terutama untuk manusia. Ini berarti hayat ilahi ini untuk hayat manusia. Karena itu, kita melihat bahwa di alam semesta ada empat jenis hayat. Kita tidak mencantumkan hayat malaikat, karena hayat malaikat adalah hayat tambahan. Kita orang Kristen memiliki hayat insani berbaur dengan hayat ilahi. Dua hayat ini adalah untuk satu sama lain. Ketika kita memakai hayat kata sederhana ini, yang kita maksudkan adalah hayat perbauran ini. Hayat menunjukkan hayat manusia untuk hayat ilahi dan hayat ilahi untuk hayat manusia.

HAYAT INI PERLU BERTUMBUH

Hayat rohani kita, hayat ilahi, zoe, harus bertumbuh. Ia tidak perlu bertumbuh di dalam Allah, tetapi perlu bertumbuh di dalam kita. Kolose 2:19 mengatakan, kita perlu bertumbuh dengan pertumbuhan Allah. Hayat ilahi di dalam Allah sendiri adalah sempurna, lengkap. Hayat ini ada pada puncak tertinggi dan tidak perlu pertumbuhan di dalam dirinya sendiri. Tetapi ketika hayat ini berbaur dengan hayat kita, hayat perbauran ini perlu bertumbuh.

Efesus 4:15 memberi tahu kita semua bahwa kita perlu bertumbuh ke dalam sang Kepala. Sang Kepala adalah Kristus, Dia yang memiliki hayat ilahi berbaur dengan hayat insani-Nya. Kepala gereja bukan hanya persona ilahi. Persona ilahi sendiri tidak bersyarat menjadi Kepala Tubuh, yang adalah gereja. Sang Kepala perlu menjadi perbauran hayat ilahi dengan hayat insani. Kita kaum beriman adalah manusia-manusia yang telah menerima hayat ilahi. Kita memiliki hayat insani yang berbaur dengan hayat ilahi, maka kita bersyarat menjadi anggota Tubuh dari Kepala ini. Sekarang hayat ilahi yang ada di dalam kita perlu bertumbuh. Hayat insani di dalam Tuhan Yesus juga bertumbuh.

Hanya melalui hayat insani, kalian tidak bersyarat untuk memiliki satu kesatuan yang organik dengan sang Kepala. Kesatuan yang organik dengan sang Kepala bergantung pada hayat ilahi yang berbaur dengan hayat insani melalui beriman dan dibaptis (Ef. 4:5). Melalui percaya dan dibaptis, kita semua ditaruh ke dalam kesatuan yang organik ini. Dalam kesatuan yang organik ini, kita yang memiliki hayat insani, menerima hayat ilahi. Perbauran dimulai dari sini. Dalam perbauran ini kita perlu bertumbuh dengan hayat ilahi ke dalam sang Kepala, dan hayat ilahi ini adalah Allah sendiri. Kolose 2:19 mengatakan bahwa kita bertumbuh dengan pertumbuhan Allah. Ini berarti kita bertumbuh dengan pertumbuhan hayat ilahi. Karena itu, kita bertumbuh bersama Allah sebagai hayat ilahi ke dalam sang Kepala.

HAYAT BERTUMBUH MELALUI PENGATURAN

Di antara orang-orang Kristen hari ini, sangat sedikit yang membicarakan tentang pertumbuhan sedemikian. Kadang-kadang mereka dapat menggunakan kata pertumbuhan, tetapi tidak menurut makna Alkitab. Menurut makna Alkitab, pertumbuhan kita di dalam hayat ilahi adalah bertumbuh dengan pertumbuhan Allah sendiri yang bertambah di dalam kita. Pertambahan Allah di dalam kita berarti Dia sendiri ditambahkan ke dalam diri kita. Dalam cara ini kita bertumbuh ke dalam sang Kepala dalam segala sesuatu.

Kita perlu nampak bahwa pertumbuhan sedemikian memerlukan pengaturan. …Pelatihan sepenuh waktu memiliki pengajaran yang paling tinggi dan ketat. Ini adalah satu pengaturan. Kita orang Kristen yang mau melayani Tuhan perlu pengajaran, pelatihan, dan pengaturan sedemikian. Di dalam pelatihan, kalian dibatasi ... Pembatasan dan pengaturan sedemikian membantu kalian bertumbuh.

Sekarang kalian mempersembahkan diri sendiri untuk melayani sepenuh waktu. Kalian bukan mau berbisnis atau bekerja; melainkan hendak melaksanakan amanat surgawi, amanat ilahi, amanat Raja. Keluarga kerajaan di Inggris Raya melatih seorang raja atau ratu sejak masa mudanya. Tanpa latihan sedemikian, orang tidak pernah dapat menjadi seorang raja. Dia tidak bersyarat menjadi raja. Kalian tidak perlu pelatihan apapun untuk menjadi hippies atau orang yang kendor. Tetapi mau menjadi raja, kalian perlu pelatihan yang tertinggi, dan pelatihan yang tertinggi ini adalah pengaturan yang ketat untuk membantu Anda bertumbuh.

Kita orang Kristen harus diatur. Ketika saya mengajarkan tiga puluh butir karakter manusia, beberapa orang yang disebut orang rohani memberi tahu saya, bahwa saya mengajarkan sesuatu yang berlawanan dengan ministri saya. Mereka berkata bahwa saya selalu meministrikan hayat kepada orang tetapi sekarang saya mengajar orang tentang karakter insani, yang adalah membangun usaha manusia. Tetapi mereka tidak mengerti pengalaman yang tepat dari pertumbuhan hayat. Pertumbuhan hayat, pertumbuhan hayat insani kita di dalam hayat ilahi, memerlukan pengaturan. Setiap pengaturan menghasilkan ciri khas karakter tertentu.

Kalian suka bebas. Bebas berarti tidak diatur. Kalian mungkin tidak suka diatur oleh orang lain. Tetapi ketika kalian tidak diatur, kalian berhenti bertumbuh. Menaruh kalian dalam pelatihan adalah menaruh kalian di dalam lingkungan untuk dapat bertumbuh. Pelatihan adalah lingkungan terbaik untuk kalian bertumbuh. Saya mendorong kalian semua untuk tetap tinggal di sini selama empat bulan penuh dari satu semester. Jangan lari. Jangan meminta cuti. Tinggallah sampai akhir. Akhir berarti diakhiri. Kalian di sini harus diakhiri. Kemudian kalian akan pulang dengan banyak pertumbuhan. Saudari-saudari, kalian akan menjadi kejutan yang besar bagi ibu kalian. Ia akan kaget atas pertumbuhan kalian. Ini bukan menurut pemikiran filsafat. Ini sepenuhnya diwahyukan dalam Alkitab. Hayat bertumbuh melalui pengaturan.

SASARAN PERTUMBUHAN KITA MELALUI PENGATURAN

Pertumbuhan hayat melalui pengaturan memiliki satu sasaran, sasaran ini adalah kematangan dan fungsi. Kita tidak berkeinginan melatih kalian dengan pengetahuan alkitabiah menurut huruf-huruf seperti yang dikerjakan di sekolah teologi. Kita bekerja sama dengan Allah, agar Dia dapat membuat kalian lebih bertumbuh, agar Dia dapat memberikan kematangan yang kalian perlukan. Kemudian kalian akan berguna, dan kegunaan ini adalah fungsi kalian. Kegunaan adalah fungsi, dan fungsi dihasilkan dari kematangan. Bayi kecil tidak dapat berfungsi dengan sempurna karena mereka kurang matang dalam hayat. Karena anak kecil bertumbuh, fungsinya pun bertambah. Kalian tidak dapat menyuruh seorang murid Sekolah Dasar untuk mempelajari pelajaran Perguruan Tinggi. Anak kecil ini harus bertumbuh dewasa. Kemudian dia akan dapat mempelajari pelajaran-pelajaran Perguruan Tinggi. Fungsi selalu berasal dari kematangan.

Karena kalian damba menjadi sangat berguna di tangan Tuhan, kalian perlu menyadari bahwa kalian perlu matang. Kematangan ini berasal dari pertumbuhan. Tanpa pertumbuhan, sekalipun kalian memiliki hayat ilahi, tidak ada pertumbuhan. Hayat ditambah pertumbuhan memberi kita kematangan. Pertumbuhan ini selalu berasal dari koordinasi pengaturan dengan hayat. Hayat ilahi itu berharga, pengaturan itu menyenangkan, dan pertumbuhan sangatlah bernilai karena menghasilkan kematangan yang memberi kalian fungsi. Kemudian kalian dapat memenuhi tujuan dan sasaran kalian sepenuh waktu. Sasaran ini adalah melaksanakan amanat Allah yang ilahi dan surgawi.

Matius 25 membicarakan mengenai gadis dan hamba. Di satu aspek, kita adalah gadis, di aspek yang lain, kita adalah hamba. Sebagai gadis, kita perlu bertumbuh untuk mencapai kematangan. Memang, kata pertumbuhan dan kematangan tidak disebutkan dalam Matius 25 tetapi kedua butir ini ada. Bagian dari Firman ini mengatakan bahwa gadis bijaksana memiliki minyak, baik di dalam pelita maupun di dalam buli-buli (bejana) mereka (ay. 4). Pelita melambangkan roh kita (Ams. 20:27), dan buli-buli melambangkan jiwa kita, diri kita (Rm. 9:21, 23). Baik dalam roh kita dan seluruh diri kita, kita seharusnya dipenuhi oleh minyak, yang melambangkan Roh Kudus (Yes. 61:1; Ibr. 1:9). Ini bukan pencurahan Roh tetapi pemenuhan Roh. Roh ini memenuhi roh kita dan keseluruhan diri kita. Memenuhi roh kita adalah menyalakan pelita, dan memenuhi seluruh diri kita adalah memenuhi seluruh buli-buli dengan minyak rohani. Dipenuhi oleh minyak rohani sebenarnya adalah bertumbuh mencapai kematangan. Semakin bertumbuh, kalian akan semakin dipenuhi oleh Roh Allah. Roh Allah ini adalah hayat ilahi, dan dipenuhi oleh Roh Allah adalah pertumbuhan oleh hayat ilahi.

Matius 25 juga membicarakan hamba. Yang diperlukan hamba adalah berfungsi, dan berfungsi ini bergantung pada rajin. Rajin adalah aspek lain dari ciri khas karakter yang tepat. Fungsi kalian memerlukan kematangan, tetapi tanpa rajin, kalian tidak dapat berfungsi. Setiap orang yang mencapai kematangan adalah orang yang sangat rajin. Kalian perlu bersekutu dengan Tuhan, berdoa kepada-Nya, menerima sorotan terang-Nya, dan ditanggulangi oleh-Nya. Seorang yang malas selamanya tidak pernah dapat berkontak dengan Tuhan secara teratur. Supaya bertumbuh dan mencapai kematangan, kalian perlu rajin. Hamba yang tidak menginvestasikan talentanya adalah jahat dan malas. Dia tidak menggunakan talenta yang Tuhan berikan kepadanya. Dia menguburkan talentanya ke dalam tanah.

Kalian harus belajar dipenuhi dengan Roh supaya kalian dapat bertumbuh dalam hayat untuk mencapai kematangan. Kemudian kalian perlu melatih diri sendiri untuk rajin sehingga kalian dapat memakai kemampuan dalam kedewasaan untuk melayani Tuhan, untuk menghasilkan sesuatu bagi Dia. Sekarang kalian dapat melihat apa yang diinginkan pelatihan untuk kalian kerjakan. (Prakata untuk Peserta Pelatihan Sepenuh Waktu, Bab 1)

Pertanyaan-pertanyaan:

1. Jenis hayat apakah yang dimiliki seorang Kristen? Mengapa hayat ini perlu bertumbuh?

2. Mengapa hayat seorang Kristen bertumbuh melalui pengaturan?

3. Apakah sasaran pertumbuhan hayat melalui pengaturan?