← Daftar isi Pelatihan DI Pemulihan Tuhan · bab 1/24

PELATIHAN DI PEMULIHAN TUHAN

PembacaanAlkitab: Kidung: No. 751

Efesus 4 : 11–12 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.

Kolose 1 : 28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

I. Beban pelatihan:

A. Menggenapkan kaum saleh–Ef. 4:12a.

B. Untuk pekerjaan ministri–Ef. 4:12b.

C. Untuk membangun Tubuh Kristus–Ef. 4:12c.

II. Tujuan pelatihan:

A. Agar peserta pelatihan dapat dibangun dalam Kristus, dan bertumbuh sampai dewasa dalam hayat Kristus–Ef. 4:15; Kol. 1:28.

B. Agar peserta pelatihan dapat diperlengkapi dalam kebenaran ilahi melalui menyadari Firman Kudus menurut wahyu Roh Kudus–2 Tim. 3:16-17; 1 Tim. 2:4; 2 Ptr. 3:18.

C. Agar peserta pelatihan dapat dibangun dan dipelihara dalam fungsi rohani demikian seperti memberitakan Injil, merawat kaum beriman baru, menggenapkan kaum saleh, dan membangun gereja lokal melalui menutur- sabdakan firman Allah untuk merampungkan Tubuh Kristus–Mat. 28:19; 1 Tes. 2:7; Ef. 4:12; 1 Kor. 14:1.

III. Sasaran pelatihan:

1. Mencapai puncak tertinggi wahyu ilahi–Allah menjadi manusia, agar manusia dapat menjadi Allah dalam hayat dan sifat (bukan dalam ke-Allahan).

2. Menjadi Sion hari ini (para pemenang) dalam Yerusalem hari ini (gereja)– Why. 14:1.

3. Mencapai realitas Tubuh Kristus melalui satu kehidupan yang diserupakan kepada kematian Kristus dalam kuat kuasa kebangkitan-Nya–Flp. 3:10.

IV. Teladan pelatihan:

1. Paulus memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus di ruang kuliah Tiranus di Efesus, dan di rumahnya sendiri yang disewa di Roma, ini adalah pekerjaan yang dilakukan di luar gereja; tetapi sangat berhubungan dengan gereja bahkan untuk gereja– Kis. 19:9-10; 28:30-31.

2. Teladan yang didirikan oleh Saudara Nee dan Saudara Lee–Watchman Nee, Pelihat Wahyu Ilahi di Zaman ini, bab 24; Elders’ Training, book 9, chapter 5

V. Isi pelatihan:

1. Dalam kebenaran.

2. Dalam hayat.

3. Dalam Injil.

4. Dalam pelayanan.

5. Dalam karakter.

Buku-buku Referensi: Kesaksian Watchman Nee berita 2; Watchman Nee Pelihat Wahyu Ilahi pada Jaman ini, Bab 24; Elders’ Training, Book 8, Chapter 11; Elders’ Training, Book 9, Chapters 5, 7-8,10; Pelajaran-hayat Efesus, Bab 41; Vessels Useful to the Lord (dalam bahasa China), Chapter 3, 6; Menempuh satu Kehidupan Menurut Puncak Tertinggi Wahyu Ilahi, Bab 5; Butir-butir Praktis mengenai Perbauran, Bab 1; Latihan dan Pelaksanaan Kelompok-kelompok Vital, Berita 1.

Cuplikan Berita Ministri:

BEBAN PELATIHAN

Jika kedatangan Tuhan tertunda, maka perlu membangkitkan sekelompok orang muda untuk melanjutkan kesaksian dan pekerjaan bagi generasi selanjutnya. Banyak sekerja sudah berdoa untuk perkara ini dengan berharap bisa mempersiapkan tempat yang sesuai untuk digunakan melatih orang-orang muda. Maksud saya bukan untuk mendirikan Sekolah Teologi atau Sekolah Alkitab tetapi memiliki orang-orang muda yang menempuh satu kehidupan yang korporat dan melaksanakan kehidupan rohani, yaitu menerima pelatihan dengan tujuan untuk memajukan dan belajar membaca Alkitab dan berdoa supaya membangun karakter yang baik, dan pada sisi negatif, belajar bagaimana menanggulangi dosa, dunia, daging, hayat alamiah, dan seterusnya. Pada waktu yang tepat mereka dikembalikan ke gerejanya masing-masing untuk bersama-sama berkoordinasi dengan kaum saleh yang lain untuk melayani Tuhan dalam gereja. Saya sudah membeli sekian hektar tanah di pinggiran Shanghai, dan sedang dalam perencanaan pembangunan, tidak lama lagi orang-orang muda dapat datang ke sana untuk menerima pelatihan. (Kesaksian Watchman Nee)

Hal lain yang saya ingin jelaskan adalah beban untuk memiliki pelatihan kaum saleh. Saudara Nee mengadakan pelatihan tetap bagi kaum saleh di daratan China. Saya meninggalkan daratan China ke Taiwan tahun 1949. Kami memulai satu pelatihan resmi selama empat bulan pada tahun 1953. Sejak tahun itu, saya menetapkan beberapa bulan hampir setiap tahun untuk melatih kaum saleh. (Elders’ Training, Book 9, hal. 55).

Jika orang-orang berkarunia—rasul, nabi, penginjil, dan gembala-pengajar—mengerjakan pekerjaan penggenapannya, dengan spontan seluruh kaum saleh yang telah digenapkan akan melakukan pekerjaan yang sama seperti yang mereka kerjakan. Kaum saleh akan berbagian dalam pekerjaan ministri, yang adalah untuk membangun Tubuh Kristus. Efesus 4 memberi tahu kita bahwa gereja sebagai Tubuh Kristus bukan dibangun oleh orang-orang berkarunia secara langsung. Pekerjaan mereka adalah menggenapkan kaum saleh. Kemudian kaum saleh yang digenapkan yang secara langsung mengerjakan pembangunan Tubuh Kristus (ay. 11-12) (hal. 99). Dalam Kitab Efesus, Paulus memberi tahu kita bahwa karunia-karunia—rasul, nabi, penginjil, dan gembala dan pengajar—adalah untuk menggenapkan kaum saleh (4:11-12). Kemudian Kisah Para Rasul 20 memperlihatkan kepada kita bagaimana penulis Kitab Efesus, Rasul Paulus, menggenapkan kaum saleh di Efesus. Kitab Efesus menyajikan pengajaran yang diberikan kepada kaum saleh di Efesus, sementara Kisah Para Rasul 20 menyajikan pelaksanaan si penulis. Pengajaran dalam Efesus 4 dan pelaksanaan dalam Kisah Para Rasul 20 adalah melalui rasul yang sama. Paulus mengajar kaum saleh digenapkan dan dia melaksanakannya (hal. 107) Penggenapan kaum saleh yang sejati harus ada dalam gereja dan di bawah ministri. Ministri Tuhan hari ini dikritik, difitnah, dan dicemooh. Jika mata kaum beriman terbuka, mereka akan nampak bahwa ministri itu ada dan di mana keberadaannya hari ini. Dalam gereja, ministri diperlukan untuk menggenapkan kaum saleh kepada pekerjaan ministri, kepada pembangunan Tubuh Kristus. … Pada hari-hari ini saya memikul beban yang sangat berat mengenai penggenapan kaum saleh. Beban ini tidak dapat diubah sampai saya melihat bahwa seluruh kaum saleh dapat mengerjakan jenis pekerjaan yang sama seperti yang dikerjakan oleh rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil-penginjil, dan gembala-gembala dan pengajar-pengajar sebermula …Anak-anak digenapkan melalui diberi makan dan dilatih. Beberapa orang sungguh-sungguh menanggapi untuk menggenapkan kaum saleh menurut ekonomi Allah. Kaum saleh perlu diberi makan dan mereka perlu dilatih supaya mereka dapat berfungsi dengan ketrampilan yang tepat. (Pelajaran-hayat Efesus, hal. 351-352 Ing.) Untuk saat ini, saya belum dapat mengubah beban saya dalam perkara pelatihan. Kita perlu dilatih untuk melaksanakan hidup gereja. Ini berarti pelatihan harus memperkaya dan mempertinggi pelaksanaan hidup gereja kita. Sekalipun bantuan diberikan kepada kaum saleh, itu masih jauh dari memadai, kita tidak dapat menyangkal bahwa sejak masuk ke dalam pemulihan Tuhan banyak orang beriman pernah menerima beberapa pelatihan. Ini dibuktikan dari kesaksian atau doa mereka dalam sidang-sidang. Bagaimanapun juga, perlu latihan yang lebih menyeluruh dan lengkap. Beban saya adalah setelah sejangka waktu, mungkin setelah tiga atau empat tahun, semua orang beriman dalam pemulihan Tuhan di negara ini telah dilatih dengan memadai. (hal. 425)

TUJUAN PELATIHAN

Agar digenapi, kita harus memperhatikan hayat dan fungsi. Jalan digenapi adalah bertumbuh dalam hayat dan menjadi trampil dalam fungsi. Kata Yunani yang diterjemahkan "digenapi" di sini juga berarti disempurnakan, dilengkapi, dan dibekali. Menggenapkan kaum saleh adalah menyempurnakan dia, melengkapi dia, dan membekali dia. Hanya melalui bertumbuh dalam hayat kita dapat disempurnakan. Bukan sampai kita matang baru kita disempurnakan. ... Kaum saleh perlu diberi makan dan mereka perlu dilatih, supaya mereka dapat memiliki fungsi dengan ketrampilan yang tepat. (hal. 352)

Dilatih adalah mendapatkan suplai Kristus yang kaya yang dilayankan kepada kita agar kita dapat bertumbuh; ini adalah diperlengkapi agar kita dapat trampil dalam berbicara, mengontak orang-orang baru, menggembalakan, menginjil, dan mengajar. (hal. 353)

Jika kita menikmati Kristus yang sedemikian, kita pasti akan bertumbuh dalam hayat. Dalam pasal sebelumnya kita melihat bahwa pertumbuhan hayat mendatangkan pengembangan karunia-karunia. Kita juga harus menyadari bahwa menurut 1 Korintus 3, bertumbuh dalam hayat pertama-tama menghasilkan bahan berharga bagi pembangunan gereja (ay. 6-7, 12). Karena itu, kita diubah menjadi emas, perak, dan batu-batu permata, bukanlah untuk kerohanian pribadi. Sebagai bahan-bahan, kita harus menjadi berharga karena kita bagi pembangunan Allah. Pertumbuhan hayat pertama-tama menghasilkan bahan-bahan berharga bagi pembangunan Allah dan kemudian pengembangan karunia. Untuk membangun bangunan apa pun, pertama-tama kalian perlu bahan-bahan. Kemudian kalian perlu ketrampilan untuk membangunnya. Bahan-bahan dan ketrampilan adalah hasil dari pertumbuhan hayat melalui menikmati Kristus yang almuhit, yang telah melalui proses, yang adalah perwujudan Allah Tritunggal, sebagai Roh pemberi-hayat. Perampungan akhir dari kenikmatan atas Kristus bagi pertumbuhan hayat adalah gereja terbangun dengan bahan-bahan dan melalui ketrampilan. (Elders’ Training, Book 9, hal. 105)

SASARAN PELATIHAN

Mencapai Puncak Tertinggi Wahyu Ilahi

Sebelum tahun 1984 ekonomi kekal Allah sebagai realitas dan sentral Alkitab tidak pernah tertampak oleh umat Allah sedemikian penuh seperti hari ini di antara kita. …Tidak ada buku lain yang menunjukkan bahwa ekonomi kekal Allah memiliki Kristus sebagai sentral dan realitasnya, dengan Tubuh-Nya, Tubuh Kristus yang organik, sebagai organisme untuk Allah Tritunggal. Hari ini kita telah sampai pada puncak tertinggi wahyu ilahi Allah ini. …Bahkan …kita dapat mencapai puncak tertinggi wahyu ilahi dalam seluruh Alkitab. Ini adalah wahyu ilahi yang ditemukan oleh kaum beriman sepanjang dua puluh abad. (Living a Life According to the High Peak of God’s Revelation, hal. 37-38) Allah kita, Allah yang bergerak dan bertindak, membuat satu ekonomi kekal dalam diri-Nya bagi Kristus di kekekalan yang lampau (Ef. 1:9-10; 3:9-11). Dalam ekonomi ini sebagai satu rencana, pengaturan, Allah menentukan untuk menghasilkan satu Tubuh organik untuk menjadi organisme-Nya dalam hayat bagi perluasan dan ekspresi-Nya. Untuk melaksanakan ini, Allah sendiri harus menjadi seorang manusia supaya manusia dapat menjadi Allah. Dia merampungkan ini melalui cara bersatu dan berbaur. Akhirnya, Allah dan manusia disatukan bersama-sama dan dibaurkan bersama-sama. …Allah menjadi seorang manusia supaya Dia dapat membuat manusia seperti diri-Nya dalam hayat dan sifat, tetapi bukan dalam ke-Allahan-Nya (1 Yoh. 3:2). Dia menjadi seorang manusia demikian dan hidup di bumi ini selama tiga puluh tiga setengah tahun untuk melalui dan mengalami kehidupan insani supaya meletakkan model apa adanya manusia-Allah. (The Practical Points Concerning Blending, hal. 8)

Menjadi Sion Hari ini

Sion adalah puncak, sentral, yang mempertinggi, memperkuat, memperkaya gereja dan adalah realitas gereja, kota kudus. Jika tidak ada para pemenang dalam satu gereja lokal, gereja ini seperti Yerusalem tanpa Sion. …Gereja lokal harus memiliki beberapa pemenang, dan para pemenang ini adalah puncak dan sentral gereja lokal ini. Mereka mempertinggi, memperkuat, memperkaya gereja, dan adalah realitas gereja ini. Jika kalian mengambil para pemenang dari gereja lokal ini, gereja lokal ini menjadi seperti ban kempes. Pelatihan sepenuh waktu adalah untuk menghasilkan para pemenang. Karena satu gereja memiliki beberapa sekerja sepenuh waktu sebagai para pemenang, gereja ini seperti Yerusalem dengan puncak Sion. Para pemenang sebagai Sion mempertinggi gereja, dan merupakan sentral, dan realitas gereja. (The Training and the Practice of the Vital Groups, hal. 33-34)

Mencapai Realitas Tubuh Kristus

Karena kita telah melihat puncak tertinggi wahyu ilahi demikian, kita perlu diletakkan dalam pelaksanaan apa yang telah kita lihat. Pelaksanaan kita akan sukses, dan kesuksesan ini akan menjadi satu kebangunan yang baru–kebangunan tertinggi, dan mungkin kebangunan yang terakhir sebelum Tuhan datang kembali. …Kita perlu model yang korporat, satu Tubuh, satu umat yang menempuh hidup manusia-Allah. Sejak hari ini pelaksanaan kita haruslah untuk menempuh hidup seorang manusia-Allah melalui merealisasikan kuat kuasa kebangkitan Kristus untuk mengambil salib-Nya seperti yang Dia lakukan, untuk disalibkan, diserupakan dengan kematian-Nya setiap hari, untuk menempuh hidup yang lain (Flp. 3:10; 1:21; Gal. 2:20). Hayat kita, diri kita, daging kita, manusia alamiah kita, dan segala sesuatu telah dibawa ke salib oleh Dia. Sekarang kita memperhidupkan Dia, maka kita harus tetap tinggal dalam ketersaliban-Nya untuk diserupakan dengan cetakan kematian-Nya setiap saat dalam setiap bagian hidup kita. Ini akan menyebabkan kita dengan spontan memperhidupkan Dia sebagai kebangkitan (Yoh. 11:25). Inilah hidup seorang manusia-Allah. Seorang manusia-Allah adalah seorang manusia yang dilahirklan kembali dan diubah menjadi satu dengan Allah, mengambil Allah sebagai hayatnya, personanya, dan segala sesuatunya. Akhirnya, orang ini menjadi Allah dalam hayat dan sifat-Nya, tetapi bukan dalam ke-Allahan-Nya. Inilah manusia-Allah. Dalam pemulihan hari ini kita harus melaksanakan menempuh hidup sebagai manusia-Allah yang demikian. Hidup ini adalah satu hidup tersalib melalui, dalam, dan dengan kebangkitan. Hidup ini adalah hidup gereja dan hidup Tubuh Kristus. Satu hidup yang demikian adalah realitas Tubuh Kristus. Satu hidup yang demikian, seperti yang ditempuh Yesus Kristus selama tiga puluh tiga setengah tahun di bumi, menyelamatkan kita dari semua hal negatif, dari perkara kecil dan perkara besar. Dalam hidup pernikahan kita, menyelamatkan kita dari perpisahan dan perceraian. Dalam gereja, menyelamatkan kita dari opini, perpecahan, cemooh, kritik, dan gerutu. Dalam hidup ini tidak ada kritik, cemooh, pilih kasih, perpecahan, perselisihan, opini. (Living a Life According to the High Peak of God’s Revelation, hal. 39-41)

TELADAN PELATIHAN

Kita melaksanakan perihal pelatihan ini untuk mengikuti apa yang dikerjakan rasul Paulus, mengikuti jejaknya. Kisah Para Rasul 19:9-10 mengatakan, "Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus. Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, hingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Pada saat Paulus berada di Efesus, di sana sudah ada gereja. Akan tetapi, dia telah melakukan beberapa pekerjaan di luar gereja, tetapi berhubungan dan bagi gereja. Dia melakukan pemberitaan dan pengajarannya di ruang kuliah Tiranus. Tiranus kemungkinan seorang guru (dosen), dan Paulus mungkin menyewa ruang kuliahnya sebagai ruang sidang, untuk memberitakan dan mengajarkan firman Tuhan. Pekerjaan Paulus bukan di dalam gereja, melainkan di luar gereja, namun bagi gereja-gereja. Paulus merasa perlu ada pekerjaan semacam ini, untuk memberitakan dan mengajar banyak orang. Dia melaksanakan pekerjaannya di ruang kuliah Tiranus, selama dua tahun, hasilnya semua penduduk Asia mendengarkan firman Tuhan.

Kisah Para Rasul 28:30-31 mengatakan, "Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.” Di sini dengan jelas dikatakan, Paulus di Roma menyewa sebuah rumah untuk mengajar, dan pada waktu itu di Roma sudah ada gereja. Dia bekerja di tempat tinggalnya yang dia sewa sendiri, memberitakan Kerajaan Allah, dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus. Tidak diragukan lagi, yang dia proklamirkan, ajarkan, dan beritakan, menyebar untuk mencapai sejumlah orang.

Kita memiliki pelatihan-pelatihan terutama berdasarkan contoh Paulus dalam dua perikop yang kita temukan dalam Kitab Kisah Para Rasul. Kita memiliki beban untuk melatih beberapa orang kudus yang menuntut dan beberapa orang kudus muda dengan firman Tuhan. Kita telah melihat banyak berkat atas pekerjaan pelatihan ini. Saya mulai mengadakan pelatihan tetap di Amerika Serikat pada tahun 1974. Melalui pelatihan setengah tahun sekali ini, saya membahas semua Pelajaran-hayat pada seluruh Perjanjian Baru. (Elders’ Training, Book 9, hal. 55-56)

ISI PELATIHAN

Selanjutnya, hal terpenting yang kita miliki untuk melatih sepenuh waktu yaitu mereka harus belajar bagaimana mengontak Tuhan. Setiap hari mereka harus memiliki waktu yang tepat untuk mengontak Tuhan. Setiap orang haruslah memiliki waktu pribadi untuk berdoa kepada Tuhan, memiliki kontak yang langsung, pribadi, dan perseorangan dengan Tuhan sendiri. Di saat kita berkontak, kita tidak seharusnya berdoa untuk banyak perkara, tetapi kita perlu terbuka terhadap-Nya, diterangi, disingkapkan, dan dihakimi. Kita perlu menasihati mereka, agar berurusan langsung dengan Tuhan, ini adalah jalan mereka bertumbuh dalam hayat.

Menuntut Mengenal Kebenaran

Kita juga harus membantu mereka masuk ke dalam Firman, memberi buku referensi terbaik untuk dipelajari orang-orang muda, yaitu Versi Pemulihan dengan catatan kaki dan Berita-berita Pelajaran-hayat. Jika mereka masih memiliki waktu, mereka dapat memasuki ayat-ayat referensi silang. Jika mereka memakai bahan ini, mereka dapat memasuki pengenalan yang tepat terhadap wahyu Perjanjian Baru Allah. Kita harus melatih orang kudus memasuki bahan agar mereka diperlengkapi dengan pemahaman yang tepat terhadap Firman Allah. (Elders’ Training, Book 8, hal. 165)

Kalian harus mengenal dengan jelas jalan pemulihan. ... Kalian juga harus mengenal kebenaran dan masuk ke dalam terang yang Tuhan perlihatkan kepada kita selama enam puluh tahun lebih ini. Terang dari enam puluh tahun ini adalah kumpulan semua pengenalan Alkitab dari mereka yang menuntut Tuhan…ditambah dengan apa yang Tuhan perlihatkan kepada kita; maka, kalian harus mencurahkan waktu untuk mempelajari dan memasukinya. (Vessels Useful to the Lord, hal. 58-59 dalam bahasa China)

Menuntut Kemajuan dalam Hayat

Kalian harus menuntut kemajuan dalam hayat. Pertama-tama kalian harus menuntut mengenal Roh, mengenal Kristus, mengenal hayat, mengenal salib, mengenal kebangkitan; kemudian kalian harus ada pengalaman yang praktis atas Roh, Kristus, dan salib dalam banyak cara. Selama kalian memiliki hati, tidaklah sulit untuk melaksanakan perkara ini. (hal. 59)

Dalam Injil dan Pelayanan

Dalam memberi wahyu mengenai imamat Injil Allah, merawat kaum beriman baru, menggenapkan kaum saleh, dan bertutur-sabda, Tuhan memberi kita satu kesimpulan untuk pelajaran kita selama empat tahun setengah. Saya mempertimbangkan apakah saya dapat menemukan lebih banyak ayat dalam Perjanjian Baru mengenai bagaimana melayani, bersidang, berfungsi, menginjil, dll. Saya percaya bahwa kita sudah meneliti wahyu dalam Perjanjian Baru mengenai jalan orang Kristen melayani. Kita sekarang memiliki kesimpulan untuk semua penemuan kaum saleh sepanjang abad. Kita harus melaksanakan imamat Injil Allah Perjanjian Baru. Injil Allah melahirkan kembali orang dosa, menjadikan mereka anggota Kristus untuk membangun Tubuh Kristus. Injil Allah dimulai dari inkarnasi Allah Tritunggal dengan maksud melahirkan kembali manusia dan disimpulkan dalam Yerusalem Baru, yang adalah perampungan akhir pembangunan Tubuh Kristus. Injil Allah bukan hanya memberi tahu orang bahwa mereka adalah orang dosa dan jika mereka percaya Tuhan, mereka pasti diselamatkan dan memiliki damai sejahtera dan sukacita. Ini hanyalah bagian kecil dari Injil Allah. Injil Allah adalah almuhit. Sebagai imam-imam Perjanjian Baru, kita memberitakan Injil Allah untuk menyelamatkan orang berdosa, untuk membangunkan mereka, dan menggenapkan mereka sampai mereka dapat bertutur-sabda.

Hanya dua pasal dalam Perjanjian Baru yang memberi tahu kita dengan jelas dan pasti jalan bagaimana membangun Tubuh Kristus yaitu–Efesus 4 dan 1 Korintus 14. Efesus 4 menyinggung tentang menggenapi kaum saleh kepada pekerjaan ministri Perjanjian Baru, untuk membangun Tubuh Kristus. Satu Korintus 14 mewahyukan tutur-sabda adalah untuk membangun gereja. Tutur-sabda adalah yang tertinggi, karena tutur-sabda membangun gereja. Berbahasa lidah bukanlah yang tertinggi, karena berbahasa lidah tidak membangun gereja. Ini berarti jika kita tidak menggenapi kaum saleh untuk bertutur-sabda, kita tidak dapat mencapai tingkat pembangunan gereja. Dengan tegas, pembangunan di tengah-tengah kita sangat sedikit, karena kita kurang menggenapi kaum saleh dan kurang bertutur-sabda. Perhatian kita mungkin mau mendapatkan perhimpunan yang besar, tetapi apakah kita memperhatikan pembangunan Tubuh Kristus? Kita mungkin hanya bermaksud menggenapkan beberapa orang kudus, membangun mereka sebagai orang Kristen. Kita tidak begitu berpikir secara langsung membangun gereja sebagai Tubuh organik Kristus. Menggenapkan kaum saleh dan bertutur-sabda bagi pembangunan gereja hilang di antara kita. Tuhan damba memulihkan butir-butir ini untuk membangun Tubuh organik-Nya. (Elders’ Training, Book 9, hal. 138-139)

Membangun Karakter Mereka

Satu hal dasar yang kita inginkan adalah melatih orang-orang muda kita dalam karakternya. Kita memiliki sebuah buku kecil dengan tiga puluh aspek karakter manusia. Sangatlah berguna melatih mereka dalam cara ini. Saya anggap hal ini sebagai sesuatu yang dasar. ... Saya memberi tahu kaum saleh bahwa jika mereka tidak membangun karakter mereka, mereka tidak pernah dapat membaca Alkitab dengan tepat. Seorang yang kendor dalam karakter tidak pernah dapat memahami Alkitab dengan cara yang benar. (Elders’ Training, hal. 165-166)

Kalian harus belajar bagaimana menjadi orang, bagaimana menangani urusan, dan bagaimana bekerja. Ini dapat kita katakan sebagai almuhit. Lebih dari tiga puluh tahun yang lalu ketika saya mengadakan pelatihan di sini, saya berkata, “Jika kalian tidak tahu bagaimana menjadi orang, kalian tidak dapat tahu bagaimana menangani urusan; jika kalian tidak tahu menangani urusan, kalian sebenarnya tidak tahu bagaimana bekerja." Saya menyebut hal ini sebagai “tiga bagaimana.” Pada waktu itu saya membicarakan latihan tiga puluh butir karakter. ... Rahasia untuk membangun karakter. Dalam menangani urusan dan bekerja, kalian tidak perlu mencurahkan banyak perhatian terhadap urusannya, pegang saja "rahasia"nya dan perhatikan efisiensi. Jika kalian terlalu mengkhususkan terhadap urusan, kalian akan kehilangan efisiensi kalian. Tetapi kalian harus memegang "rahasia". Untuk menangani urusan dan bekerja dengan efisien, pertama-tama kalian harus membangun diri sendiri dalam perkara bagaimana menjadi manusia. (Vessels Useful to the Lord, hal. 62, 68 dalam bahasa China)

Enam puluh tahun ini, pelatihan-pelatihan di tengah-tengah kita mengarah kepada empat hal: pertama, kebenaran; kedua, hayat; ketiga, Injil; dan keempat,. dapat dikatakan pelayanan atau gereja, karena gereja dan pelayanan adalah dua aspek dari satu hal. Seluruh wahyu dan pengajaran dalam Perjanjian Baru disimpulkan dalam empat hal ini. ... kalian harus maju dan menuntut empat hal ini–kebenaran, hayat, Injil, dan pelayanan, tetapi kalian juga harus mempelajari karakter, supaya kalian dapat diperlengkapi dengan baik. Saya berharap bahwa kalian semua dapat menggunakan tekad kalian untuk bekerja sama dengan Tuhan dalam menanggulangi karakter kalian, sehingga kalian dapat menjadi bejana yang berguna dalam tangan Tuhan. (hal. 101, 112)

Pertanyaan-pertanyaan:

1. Gambarkanlah dengan singkat beban pelatihan menurut Efesus 4:12?

2. Apakah tujuan pelatihan di pemulihan Tuhan?

3. Apakah sasaran pelatihan di pemulihan Tuhan?

4. Apakah aspek-aspek utama isi pelatihan di pemulihan Tuhan?