CARA MENGENAL ALKITAB
Tuhan telah membangkitkan pemulihan-Nya terhadap kebenaran. Selama bertahun-tahun, dalam pemulihan-Nya, Tuhan telah merampungkan Pelajaran-Hayat dari seluruh Perjanjian Baru dan Pelajaran-Hayat Kejadian dan Keluaran dalam Perjanjian Lama. Ini adalah warisan yang berharga yang telah Tuhan berikan kepada pemulihan-Nya. Kita harus memasuki semua kebenaran Alkitab melalui sarana dari berita-berita Pelajaran-Hayat. Kita tidak seharusnya hanya mendapatkan beberapa kenikmatan dari buku-buku itu; melainkan, kita harus mendapatkan pengenalan dan pengalaman yang riil.
BAGAIMANA MEMAKAI PELAJARAN-HAYAT
Alkitab adalah satu pekerjaan literatur yang khusus. Meskipun Alkitab tidak fokus pada satu topik tertentu, tetapi Alkitab memiliki tema inti yang meliputi banyak hal, dan mencakup banyak perkara. Selama berabadabad, kesulitan yang paling besar bagi para pembaca Alkitab adalah kesulitan dalam hal melihat terang inti dari Alkitab dan keluasan dari terang itu. Maka, pemahaman mereka terhadap Alkitab menjadi terpenggal-penggal dan tidak ada intinya. Mereka mungkin memahami satu butir di sini dan satu butir di sana, tetapi mereka tidak mampu mendapatkan satu pemahaman yang lengkap. Jika kita ingin memiliki pemahaman yang lengkap terhadap Alkitab, kita harus melihat bahwa Alkitab hanya memiliki satu inti; inti ini mencakup banyak aspek, meliputi banyak hal.
Di bawah prinsip ini, Pelajaran-Hayat memiliki satu inti. Pelajaran-Hayat ini juga mengandung penjelasanpenjelasan dan definisi-definisi dari berbagai perkara, karena itu, Pelajaran-pelajaran Hayat ini juga meliputi banyak hal. Karena itu, ketika kita mempelajari Pelajaran-Hayat, kita akan selalu mendapatkan perawatan hayat dan memperoleh pengenalan akan kebenaran. Namun, karena Pelajaran-Hayat itu meliput banyak hal dan tidak terfokus pada satu topik khusus, maka sulit bagi orang-orang untuk melihat intinya. Inilah sebabnya ketika kita mempelajari Pelajaran-Hayat bersama orang lain, kita harus menunjukkan tema inti dan menyajikan butir-butir utama kepada mereka.
Menunjukkan Inti dan Semua Aspeknya
Marilah kita mengambil Pelajaran-Hayat Keluaran sebagai satu contoh. Semua pelajar Alkitab mengenal bahwa Kitab Keluaran membicarakan tentang Kristus dan bahwa Kristus adalah inti dari Kitab Keluaran. Namun, mengenal hal ini secara demikian sederhana tidaklah cukup. Mula-mula, kita harus menunjukkan apa saja aspek-aspek dari Kristus yang dibicarakan dalam Kitab Keluaran. Kemudian kita harus menunjukkan bagaimana Kitab Keluaran menyajikan semua aspek dari Kristus ini. Ada orang mengatakan bahwa Kitab Keluaran membicarakan tentang perkara-perkara seperti kematian Kristus dan kebangkitan Kristus. Jawaban semacam ini sangat umum dan tidak dapat menunjukkan kepada kita realitas yang kita lihat dan nikmati dalam Kitab Keluaran secara konkret. Misalnya, seseorang mungkin bertanya kepada Anda, “Apa yang Anda makan saat makan malam?” Anda dapat menjawab dengan tegas bahwa Anda makan ikan, udang, daging, tahu, dan buah. Demikian juga, kita harus dapat menunjukkan bagaimana Kitab Keluaran membicarakan kematian Kristus dan kebangkitan-Nya. Dengan demikian barulah, kita bisa menunjukkan semua aspek dari Kristus.
Inti Kitab Keluaran adalah bagaimana Kristus menjadi segala sesuatu bagi kita. Mula-mula, Dia menjadi Anak Domba Paskah kita. Darah anak Domba melambangkan darah adi Kristus yang dicurahkan bagi pengampunan dosa-dosa kita (Mat. 26:28; Yoh. 19:34; 1 Ptr. 1:18-19). Juga ada daging yang melambangkan hayat Kristus yang melahirkan sebagai suplai kita (Yoh. 6:53, 55). Kemudian ada roti yang tidak beragi yang melambangkan Kristus Yesus yang adalah gizi hayat kita dan yang menghapus semua dosa dan kejahatan kita (1 Kor. 5:7-8). Terakhir, ada sayur pahit yang menunjukkan bahwa kita perlu menyesal dan bertobat, yaitu mengalami kepahitan di dalam perkara yang penuh dengan dosa.
Bila kita merenungkan gambaran ini, kita bisa melihat bahwa ada hubungan di antara makan dan kehidupan. Jika kita ingin hidup, kita harus makan; jika kita tidak makan, kita tidak bisa hidup. Tuhan Yesus mengatakan “Siapa saja yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku” (Yoh. 6:57). “Santapan” pertama yang disajikan kepada kita dalam Kitab Keluaran adalah Paskah. Santapan ini menunjukkan bahwa Kristus mencucurkan darah-Nya yang mustika bagi pengampunan dosa-dosa, kemudian hayat-Nya masuk ke dalam kita sebagai suplai dan gizi kita yang memampukan kita meninggalkan semua hal dosa. Selain itu, ketika kita berdoa, kita mengalami satu perasaan yang pahit yang menyebabkan kita bertobat dari dosa-dosa kita.
Kemudian ketika bangsa Israel meninggalkan Me-sir, Allah memberikan makanan surgawi kepada mereka — manna, yang melambangkan Kristus sebagai suplai hayat bagi perawatan dan kepuasan kita setiap hari yang membuat kita hidup oleh Dia (Yoh. 6:31-35, 4851, 57-58). Kemudian, Allah memimpin bangsa Israel mengalami air yang mengalir dari batu karang yang terbelah. Paulus mengatakan bahwa bangsa Israel “minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus” (1 Kor. 10:4). Air hidup ini melambangkan Roh yang mengalir dari Kristus yang mati dan bangkit sebagai air yang almuhit untuk menyuplai kita (Yoh. 7:37-39; 1 Kor. 12:13). Tidak hanya demikian, Kristus juga adalah Kemah Allah, yaitu tempat tinggal Allah dan tempat tinggal kita, para imam. Kita bisa tinggal di dalam Dia, menikmati suplai batiniah dari kaki pelita emas, meja roti sajian, dan mezbah ukupan emas. Ini semua adalah lambang Kristus.
Mencocokkan dengan Pengalaman Riil dan Menerapkannya pada Kehidupan Setiap Hari
Bila disatukan, butir-butir ini meliputi banyak hal dan bukan terbatas pada satu aspek saja. Selain itu, butir-butir ini bisa dicocokkan dengan pengalaman kristiani kita. Pertama, kita memiliki darah adi Kristus yang membasuh kita dari dosa-dosa. Perjanjian Baru dengan jelas mengatakan bahwa darah Yesus, Putra Allah membersihkan kita dari segala dosa (1 Yoh. 1:7). Kemudian, Kristus menyalurkan hayat-Nya ke dalam kita; di satu pihak, ini adalah agar kita makan Dia. Daging anak domba itu dibagi-bagikan kepada seluruh umat itu, jika ada yang tidak makan, ia tidak bisa mengambil bagian dalam suplai yang kaya dari Kristus, Anak Domba itu.
Perkara “makan Tuhan” ini benar-benar adalah satu Injil yang besar. Sayang sekali, orang-orang Kristen hari ini hampir tidak pernah membicarakan tentang makan Tuhan, dan mereka bahkan menentang perkara ini, karena mereka berpikir, “Bagaimana kita bisa makan Tuhan?” Namun, Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan menghendaki kita makan Dia (Yoh. 6:53-57). Perjanjian Lama adalah satu gambaran di mana Allah tidak ingin bangsa Israel hanya makan daging anak domba saja, tetapi juga makan roti yang tidak beragi dan sayur pahit. Ini menandakan, ketika kita makan Tuhan sebagai kenikmatan kita, kita harus membuang semua hal dosa kita; ini adalah pengalaman terhadap roti yang tidak beragi. Saat itu pula, Dia mengikatkan diri-Nya dengan kita secara batiniah, dan membuat kita merasa bahwa kita ini bobrok dan secara batiniah, menjadi sedih; ini adalah pengalaman terhadap sayur pahit. Ini semua adalah perkara kenikmatan yang riil bagi kita.
Jika kita hanya membaca tentang lambang-lambang dan mempelajari doktrin-doktrin tanpa mencocokkannya dengan pengalaman-pengalaman kita sendiri, maka sulit sekali memahami Kitab Keluaran ini. Namun, jika kita mencocokkan pengalaman-pengalaman kita dengan lambang-lambang itu, maka lambang-lambang itu akan mudah dipahami, karena lambang-lambang itu adalah gambaran dari kehidupan kristiani kita yang normal. Misalnya, ada orang berkata bahwa kita, orang-orang Kristen, bangun di pagi hari untuk membaca Alkitab dan berdoa, berarti kita makan manna. Namun sesungguhnya, manna tidak bisa dimakan dengan sembarangan. Gambaran dalam Perjanjian Lama menunjukkan kepada kita bahwa ada peraturan-peraturan yang tegas untuk mengumpulkan manna. Pertama, manna itu harus dikumpulkan setiap pagi (Kel. 16:21). Ada orang yang mungkin malas dan enggan untuk bangun pagi, karena itu mereka tidak mengumpulkan manna, dan akibatnya kelaparan sepanjang hari itu. Kedua, manna tidak bisa disimpan sampai esok hari (Kel. 16:19). Ada orang yang rakus, mengumpulkan manna banyak-banyak, namun tidak bisa mereka makan habis. Keesokan harinya manna itu berulat dan berbau busuk (Kel. 16:20). Menurut pengalaman kita, perkara pengumpulan manna ini menunjukkan bahwa pertama-tama kita harus meluangkan waktu setiap pagi untuk membaca firman Tuhan dan mendekatkan diri kepada-Nya; jika tidak demikian, kita tidak akan bisa mendapatkan suplai hayat setiap hari.
Kedua, ini menunjukkan bahwa suplai hayat adalah bagi kenikmatan kita untuk satu hari itu saja dan tidak bisa disimpan untuk esok hari.
Melalui prinsip mengumpulkan manna ini, kita bisa melihat tangan Allah yang seimbang. Sekalipun Allah tidak mengizinkan umat itu untuk mengumpulkan porsi ganda manna setiap hari, tetapi Dia memberikan dua hari kepada mereka mengumpulkan manna pada hari keenam dari minggu itu, agar mereka bisa menyimpannya pada hari Sabat hari yang ketujuh. Porsi ekstra itu tidak berulat, melainkan memberikan kenikmatan yang segar kepada mereka. Ini menunjukkan bahwa kenikmatan akan Kristus itu bukanlah menurut cara atau ukuran kita; sebaliknya, ini adalah menurut ketentuan dan pengaturan Allah. Marilah kita juga mencocokkan lambang Kemah Suci dengan pengalaman kita tentang tinggal di dalam Tuhan. Kristus adalah Kemah Allah, dan Dia juga adalah tempat tinggal kita. Di dalam Kemah Suci ada kaki pelita emas, meja roti sajian, dan mezbah ukupan emas. Ketika kita tinggal di dalam Tuhan, kita akan memperoleh suplai dari meja roti sajian, menerima penerangan dari kaki pelita emas, dan menikmati Dia sebagai ukupan penerimaan kita yang dipersembahkan kepada Allah.
Memahami dan Mengalami Semua Aspek Kristus
Kitab Keluaran tidak memakai istilah-istilah yang jelas yang mengacu kepada kematian Kristus. Namun, dengan bantuan dari berita-berita Pelajaran-Hayat, kita bisa melihat dengan jelas bahwa meskipun Kitab Keluaran tidak memakai kata “kematian” untuk membicarakan tentang kematian Kristus, tetapi Kitab Keluaran memakai perihal pembunuhan anak domba Paskah untuk menggambarkan kematian Kristus. Selain itu, pada anak domba Paskah secara luaran tidak menunjukkan kebangkitan Kristus, tetapi anak domba itu sebenarnya menyiratkan realitas kebangkitan Kristus. Daging anak domba pada akhirnya masuk ke dalam orang-orang yang memakannya untuk menjadi suplai hayat mereka. Ini menyiratkan proses kebangkitan. Kristus bisa diterima ke dalam kita untuk menyuplai kita secara batiniah dan hidup di dalam kita; ini menyiratkan bahwa Dia telah melalui proses kematian dan kebangkitan. Karena itu, darah adi (mustika) ini mengacu kepada aspek kematian Kristus dan daging anak domba yang masuk ke dalam bangsa Israel mengacu kepada aspek kebangkitan. Darah yang dioleskan pada ambang pintu melambangkan Kristus yang tersalib sebagai penutup kita. Daging yang dimakan untuk masuk ke dalam orang-orang, melambangkan Kristus yang bangkit yang masuk ke dalam kita sebagai suplai rohani kita. Ini adalah pengalaman kita terhadap Kristus yang tersalib dan bangkit.
Kitab Keluaran juga tidak memakai istilah khusus seperti “kenaikan” yang mengacu kepada kenaikan Kristus, atau pun memberi tahu kita ke mana Kristus pergi setelah Dia naik, tetapi perkara ini disiratkan di dalam manna. Manna yang turun dari surga diberikan sebagai makanan kepada bangsa Israel, melambangkan Kristus yang turun dari surga sebagai makanan bagi umat Allah. Selain itu, manna yang datang dari Allah dan turun dari surga ini menyiratkan bahwa ketika Kristus naik, Dia naik kepada Allah, yaitu naik kepada Bapa (Yoh. 20:17).
Paskah adalah satu gambaran yang sangat jelas yang menunjukkan pembunuhan anak domba Paskah sebagai lambang dari kematian Kristus dan pencucuran da-rah-Nya yang mustika yang membasuh kita dari segala dosa kita dan menjadi penutup kita. Ini juga menunjukkan perihal bangsa Israel makan daging anak domba dan memakannya sebagai satu lambang dari Kristus yang bangkit sebagai suplai hayat kita. Terakhir, Kitab Keluaran menunjukkan manna yang turun dari surga sebagai lambang dari kenaikan Kristus ke langit yang tertinggi dan turun lagi untuk menjadi suplai bagi kehidupan kita sehari-hari. Ini adalah pengalaman kita terhadap Kristus yang naik.
MELALUI PELAJARAN-HAYAT MEMASUKI KEBENARAN-KEBENARAN DARI ALKITAB
Ada orang mengkritik kita, mengatakan bahwa kita membaca Pelajaran-Hayat dan tidak membaca Alkitab. Mereka yang mengatakan demikian ini sepenuhnya salah paham. Sasaran dari Pelajaran-Hayat adalah membawa orang-orang ke dalam kebenaran-kebenaran dari Alkitab. Dulu, ketika orang-orang membaca Alkitab, mereka tidak menemukan cara untuk memasukinya, karena itu mereka tidak tahu cara untuk memahaminya. Ini seperti sebuah rumah tanpa jalan masuk, tidak ada pintu, dan tidak ada jendela yang membuat orang-orang bisa masuk ke dalamnya. Pelajaran-Hayat berfungsi membuka jalan, membangun pintu, dan membuka jendela supaya orang-orang bisa masuk ke dalam rumah itu dan menikmati segala sesuatu yang ada di dalamnya.
PELAJARAN-HAYAT MEMIMPIN ORANG UNTUK MENJAMAH HAYAT
Fungsi lainnya dari Pelajaran-Hayat adalah membawa orang-orang ke dalam hayat. Pelajaran-Hayat bukanlah satu set yang terdiri dari tulisan-tulisan yang bersifat filsafat atau klasik di luar Alkitab. Pelajaran-Hayat bukan sekadar menguraikan Alkitab dan menyajikan kebenaran, tetapi juga membawa orang-orang ke dalam kebenaran untuk menikmati dan mengalami kekayaannya. Hanya menjelaskan Alkitab, menyajikan kebenaran, itu adalah pengetahuan yang menyebabkan orang-orang mengenal doktrin-doktrin secara mental. Pelajaran-Hayat membawa kita masuk ke dalam kedalaman dari Alkitab untuk menjamah dan menikmati hayat yang ada di dalamnya (cf. Yoh. 5:39-40).
Banyak orang Kristen setelah membaca Keluaran 12 hanya tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi pada ma-lam hari Paskah itu (ayat 12); mereka tidak tahu makna dari apa yang terjadi. Namun, hari ini, melalui Pelajaran-Hayat, kita semua bisa memahami makna yang dalam dari perkara ini dan masuk ke dalam penerapan dari darah adi, kenikmatan akan daging anak domba, dan realitas dari roti yang tidak beragi dan sayur pahit. Karena itu, Pelajaran-Hayat adalah suatu pengkajian Alkitab yang tepat dan akurat yang membawa orang-orang masuk ke dalam Alkitab untuk memperoleh suplai hayat dan kenikmatan yang terkandung di dalamnya.
FAKTOR SIDANG-SIDANG YANG KAYA
Para pendeta dan pengkhotbah di kalangan kekristenan hari ini harus mencari ke mana-mana untuk menemukan firman yang baik untuk khotbah-khotbah mereka. Ada pendeta yang tidak memiliki sesuatu untuk dikatakan, karena itu mereka membicarakan tentang hal-hal seperti praktek-praktek kebersihan dan kesehatan pribadi. Ada yang sedikit lebih baik, membicarakan perkara-perkara seperti penebusan, pembasuhan dosa, dan pembenaran. Ada beberapa yang lebih dalam dan membicarakan hal-hal seperti bagaimana bersekutu dengan Tuhan dan bagaimana menikmati damai sejahtera yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Tetapi bahkan ini pun sungguh kurang cukup ketika kita membicarakan tentang kekayaan dari sidang-sidang. Kita telah melihat dari pengalaman kita dan pengamatan kita bahwa sidang-sidang yang kaya itu adalah sidang-sidang dengan berita-berita Pelajaran-Hayat sebagai isinya. Jika setiap “Hari Tuhan” kita mau mengambil dua berita Pelajaran-Hayat sebagai isi dari persekutuan kita, maka sidang itu pasti sangat kaya.
Secara pribadi, saya telah meluangkan waktu selama sebelas tahun berjerih lelah untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan Pelajaran-Hayat untuk musim panas dan musim dingin. Tahun ini, saya telah menyelesaikan Pelajaran-Hayat seluruh Perjanjian Baru, dan tahun de-pan, saya akan memulai sebelas tahun berikutnya untuk menyelesaikan pengkajian dari seluruh Alkitab. Kita harus membawa semua orang beriman dalam gereja-gereja pemulihan Tuhan ke dalam praktek dengan teliti membaca satu atau dua berita Pelajaran-Hayat setiap minggu. Jika kita melakukan demikian, selama jangka panjang — mungkin sepuluh, delapan atau lima tahun —kaum beriman akan maju pesat dalam semua wilayah dan kondisi seluruh gereja juga akan berubah.
Para ahli gizi memberi tahu kita bahwa untuk makan dengan sehat, tidak bisa hanya makan satu jenis makanan. Ikan itu sangat bergizi, tetapi jika dalam sehari kita hanya makan ikan saja tanpa makan yang lainnya, kita tidak akan menjadi sehat. Untuk makan dengan sehat, kita harus memakan segala jenis makanan. Misalnya, salad itu bukan hanya mengandung satu jenis sayuran melainkan berbagai jenis sayuran yang dicampur; jadi, salad itu kaya dan bergizi. Pelajaran-Hayat itu seperti salad yang bukan hanya dibuat dengan satu jenis sayuran melainkan dengan berbagai jenis sayuran. Namun, kita harus memiliki menu utama, yaitu inti kita. Kristus sebagai hayat adalah inti dari Pelajaran-Hayat, karena itu membaca Pelajaran-Hayat bisa membantu kita bertumbuh dengan kuat dan sehat dalam hayat.
Sebelum tahun 1974, kita terutama menekankan perihal menyampaikan berita-berita tentang satu topik pada satu waktu melalui Sidang Istimewa. Kemudian kita menyadari bahwa kita harus menggali perkara hayat, karena hayat adalah intinya. Maka sejak itu, kita mulai menggali hayat dari Alkitab, kitab demi kitab melalui berita-berita Pelajaran-Hayat. Sampai sekarang ini, kita telah menggali hayat dari setiap kitab dari Perjanjian Baru dan bahkan kitab-kitab Perjanjian Lama seperti Kitab Kejadian dan Keluaran. Meskipun Alkitab itu ditulis dengan mencakup banyak hal, tetapi dalam membicarakan banyak topik, Alkitab selalu memiliki hayat sebagai intinya untuk menunjukkan jalan itu dengan jelas.
Bahkan Kitab Efesus yang pendek dengan hanya 6 pasal disusun dengan membahas banyak hal, dan membicarakan banyak topik. Misalnya, Kitab Efesus membicarakan perkara-perkara yang sangat tinggi — perkaraperkara yang tidak bisa lebih tinggi lagi — seperti pemilihan Allah di dalam kekekalan dan penentuan-Nya terhadap kita (1:4-5). Kitab ini juga membicarakan perkara-perkara yang sangat rendah — perkara-perkara yang tidak bisa lebih rendah lagi — tentang siapa yang mencuri janganlah mencuri lagi (4:28). Jika hari ini, kita memilih satu topik dan membicarakan tentang panggilan dan penentuan Allah, maka kita tidak akan membicarakan hal-hal seperti mencuri. Namun, setelah Kitab Efesus membicarakan perkara-perkara yang begitu tinggi, Kitab Efesus tiba-tiba menyisipkan kalimat yang demikian, yang menyuruh orang yang mencuri, jangan mencuri lagi. Kitab ini juga menyuruh suami-suami mengasihi istri-istri mereka, dan menyuruh istri-istri taat kepada suami-suami mereka (5:25, 22). Ini membuktikan bahwa cara pembicaraan Alkitab itu meliputi banyak hal. Meskipun demikian, Alkitab tetap memiliki intinya. Ketika kita memakai Pelajaran-Hayat, kita harus memegang erat butir ini, melihat bahwa Alkitab memiliki satu garis yang mendasar, juga membicarakan banyak perkara dengan meliputi banyak hal.
TERUS MAJU DALAM KEBENARAN
Ada orang mengatakan bahwa dalam Pelajaran-Hayat ada banyak istilah yang baru, yang dalam, yang sulit dipahami oleh kaum beriman biasa. Beberapa tahun belakangan ini, para pendidik Amerika menemukan bahwa ketika zaman kita maju, pengenalan anak-anak kita juga maju bersamanya. Hal-hal yang kita kira anak-anak tidak akan memahaminya, sekarang mudah mereka pahami. Hal-hal yang bisa dipahami oleh anak-anak menu-rut kecerdasan mereka itu jauh melampaui isi dari buku teks mereka. Misalnya, pelajaran komputer sekarang mulai diajarkan di sekolah dasar, karena itu banyak rumah tangga yang membeli komputer untuk anak-anak di bawah usia sepuluh tahun untuk berlatih dan memakainya. Ini patut kita pertimbangkan.
Prinsip ini sama dengan mempertimbangkan perkembangan kekristenan di China. Langkah pertama diambil ketika para misionaris Barat membicarakan berita-berita tentang sukacita dan damai sejahtera untuk membuat orang-orang menerima pemberitaan mereka. Mereka memberi tahu orang-orang bahwa begitu mereka percaya kepada Allah, mereka akan diberkati, memperoleh keuntungan, dan menikmati damai sejahtera. Pembicaraan semacam ini pada mulanya sesuai dengan pemikiran orang, karena di dunia ini, kehidupan manusia terutama adalah satu kehidupan yang terdiri dari penderitaan dan kesulitan, dan setiap orang menginginkan berkat, kemakmuran, dan damai sejahtera. Sebenarnya, orang bisa memahami pemberitaan semacam ini, tanpa penjelasan apa pun. Ini diberitakan untuk mengangkat hati orang dan menghasilkan satu kedambaan dan kerelaan untuk percaya kepada Tuhan Yesus bagi pengampunan dosa, memperoleh damai sejahtera, dan kenikmatan akan berkat Allah. Namun, jika kita berhenti sampai di sini, setelah sejangka waktu, hati manusia akan menjadi dingin. Inilah sebabnya para misionaris itu perlahan-lahan memperbaiki pembicaraan mereka dan membicarakan tentang beberapa kebenaran dasar dalam Alkitab, yang memberi tahu orang bahwa ada satu Allah yang kudus dan Allah yang benar dan bahwa Dia ini mengutus Putra tunggal-Nya untuk mencucurkan darah-Nya dan mati untuk menebus kita dari dosadosa kita dan menyelamatkan kita dari penghukuman kekal ke dalam hidup yang kekal. Hari ini, sampai di sinilah pemberitaan banyak orang Kristen berhenti.
Namun, ada banyak kebenaran yang dalam di dalam Alkitab. Empat belas Surat Kiriman Paulus sendiri memiliki banyak kebenaran yang dalam dan tinggi. Misalnya, Efesus 1:10 mengatakan, “Sebagai persiapan (ekonomi) kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di surga maupun yang di bumi.” Sulit sekali untuk memahami firman seperti ini, tetapi lebih dari dua puluh sampai tiga puluh tahun belakangan ini, Tuhan telah mewahyukan kebenarankebenaran yang dalam dan tinggi dalam Alkitab ini kepada kita. Pengenalan kita akan kebenaran bukan hanya terus maju, tetapi juga semakin lama, semakin pesat.
Kali pertama komputer memasuki rumah, banyak di antara generasi yang tua tidak mengerti apa-apa dan hanya bisa mendengarkan cucu-cucu mereka membicarakan tentang komputer. Namun, mereka tetap bingung tentang hal-hal seperti “perangkat lunak” dan “perangkat keras”. Hingga satu hari, cucu-cucu mereka menyalakan komputer di depan para orang tua ini, dan mendemonstrasikan ketika mereka bermain, dan menjelaskan apa perangkat lunak itu dan apa perangkat keras itu. Dengan demikian, orang-orang yang tua bisa memahami melalui pengajaran praktis dari cucu-cucu mereka. Demikian juga, dalam pemulihan Tuhan, kita harus memiliki satu perubahan dalam konsep kita tentang kebenaran. Kita jangan tetap melekat kepada hal-hal lama kita.
Mengenai ekonomi Allah, penyaluran Allah, Roh esensial, Roh ekonomikal, dan lainnya, sesungguhnya adalah istilah-istilah yang sangat dalam, tetapi bagi kaum beriman baru, khususnya orang-orang muda, mereka tidak perlu waktu lama untuk memasukinya. Orang-orang baru ini, perlahan-lahan akan kenal dengan istilah-istilah ini, dan kemudian mereka akan memahaminya dengan jelas. Kita harus rela mengubah konsepsi kita, dan harus mendorong orang-orang muda untuk mempelajari kebenaran-kebenaran yang paling tinggi dan paling dalam. Saya percaya jika kita berbuat demikian, di masa yang akan datang, ketika kaum beriman saling berbicara satu sama lain, dan bahkan ketika mereka memberitakan Injil, maka pembicaraan mereka akan menjadi pembicaraan dengan kualitas yang sangat tinggi. Kita tidak perlu menyuruh mereka untuk memberitakan Injil yang tinggi, bukannya Injil kemakmuran dan damai sejahtera. Begitu mereka membuka mulut mereka, maka kebenaran-kebenaran yang tinggi itu akan keluar dengan spontan. Hari ini, kita mungkin merasa ini tidak begitu mudah, tetapi mereka akan segera memakai istilahistilah seperti Roh esensial dan Roh ekonomikal ketika mereka memberitakan Injil kepada orang lain. Kaum beriman hanya perlu mengatakan secara sederhana, “Teman, kita semua adalah orang dosa; kita semua memerlukan Roh esensial ini masuk ke dalam kita dan melahirkan kita kembali, memberikan satu perubahan batiniah kepada kita di dalam unsur kita. Selain itu, Allah juga akan memberikan Roh ekonomikal kepada kita, supaya kita bisa penuh dengan kuasa di dalam kehidupan dan tindakan-tindakan kita.” Jangan mengira orang-orang tidak akan memahami perkataan ini. Sebenarnya, kitalah yang tidak memahaminya, karena itu kita mengira orang lain akan sama seperti kita.
BELAJAR MEMBICARAKAN KEBENARAN-KEBENARAN YANG DALAM
Kita semua tahu bahwa dalam proses pembelajarannya, anak memerlukan orang tuanya secara terus-menerus memberikan masukan kepadanya. Misalnya, ketika ia mempelajari tentang mengasihi atau tersenyum, di satu pihak orang tua harus terus memberi tahu dia dan mencontohkan kepadanya, berangsur-angsur ia memahaminya. Kadang-kadang, orang tua harus membicarakan suatu hal berkali-kali sebelum anak itu bisa memahami apa yang mereka maksudkan. Jadi, belajar itu berasal dari pendengaran. Mulai sekarang dan seterusnya, tidak peduli apakah kita memberitakan Injil atau membicarakan firman Allah, kita tidak boleh takut bahwa orang-orang tidak akan memahaminya ketika kita membicarakan kebenaran-kebenaran yang dalam. Kita harus menyadari bahwa kebenaran-kebenaran ini sebenarnya adalah yang paling menjamah orang-orang.
Selain itu, tidak menjadi masalah apakah kita membicarakan sesuatu yang dalam atau dangkal. Butir yang paling penting adalah kita harus mempelajari rahasianya, kunci dalam berbicara. Jika kita tidak memiliki kunci atau rahasianya, orang tidak akan memahami kita, sekalipun kita membicarakan kebenaran-kebenaran yang paling dangkal. Jika kita mempelajari rahasianya, maka kita akan bisa memakai kata-kata yang sangat sederhana untuk membicarakan perkara-perkara yang dalam, dan kita akan bisa membawa orang-orang ke dalam realitas rohani. Misalnya, ketika belajar memakai komputer, kita tidak bisa hanya memiliki pengetahuan saja, tetapi juga harus menemukan kuncinya yang benar. Kemudian, ketika sebuah komputer ditaruh di hadapan kita, kita akan tahu bagaimana menyetelnya, mengoperasikannya, memakainya, dan bahkan mengajarkannya kepada orang lain.
Pemulihan Tuhan memiliki kebenaran-kebenaran yang paling tinggi. Karena itu, jika kita mengerti kuncinya, ketika kita memberitakan Injil kepada orang, kita akan bisa dengan tepat memakai kebenaran-kebenaran yang tinggi dalam pemulihan Tuhan dan mengatakan, “Teman, kita semua adalah orang dosa tanpa Allah di dalam kita. Kita tidak memiliki sifat Allah, tetapi begitu kita bertobat dari dosa-dosa kita dan berpaling kepada-Nya, maka Roh esensial Allah akan masuk ke dalam kita, dan membuat kita dilahirkan kembali dan memiliki hayat dan sifat Allah. Ini adalah Allah masuk ke dalam kita sebagai esens kita. Bahkan lebih daripada ini, setelah kita dilahirkan kembali, jika kita mau menanggulangi dosa-dosa kita dan menerapkan darah Tuhan bagi satu pembasuhan yang menyeluruh, Roh ekonomikal Allah akan dicurahkan ke atas kita, membuat kita menjadi penuh dengan kuasa.” Saya percaya, siapa pun yang mendengar perkataan yang demikian akan bisa memahaminya. Ketika orang beriman baru masuk ke dalam hidup gereja (church life), jika diajar secara demikian, pasti bisa dengan cepat memahami makna yang tepat dari setiap istilah rohani, dan bisa menerapkan satu per satu secara riil dalam kehidupan mereka seharihari.
Saya harap standar kebenaran ini akan ditingkatkan secara terus-menerus di tengah-tengah gereja-gereja dalam pemulihan Tuhan. Kita tidak bisa tetap tinggal dalam kebenaran-kebenaran Injil yang dangkal seperti damai sejahtera dan kemakmuran, Kristus turun ke dunia untuk menyelamatkan orang-orang dosa, penyaliban-Nya untuk menggenapkan penebusan, Allah mengasihi manusia, dan lainnya. Meskipun hal-hal ini adalah benar, tetapi hal-hal ini masih yang awal, dasar, mulamula. Kita harus naik ke puncak yang tinggi. Sepertilah di sekolah-sekolah dasar pada hari ini, apa yang mereka ajarkan jauh lebih tinggi daripada apa yang diajarkan sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu. Namun, anakanak ternyata mampu mempelajari hal-hal ini, karena secara keseluruhan standar itu telah ditingkatkan. Bahkan dalam percakapan sehari-hari di rumah pun, kita bisa menemukan bahwa standar di antara anak-anak itu telah ditingkatkan; banyak dari mereka memakai istilah-istilah terkenal yang belum pernah kita pahami ketika kita muda. Demikian juga, ketika banyak orang masih muda, mereka tidak memahami kebenaran-kebenaran seperti Roh esensial, Roh ekonomikal, atau penyaluran Allah Tritunggal, tetapi sekarang orang-orang muda semuanya membicarakan hal-hal ini, dan pembicaraan mereka itu benar dan logis. Inilah yang dimaksud pepatah yang mengatakan bahwa “murid bisa maju lebih jauh daripada gurunya”.
Kiranya kita semua bisa benar-benar menyempurnakan orang-orang muda dalam kebenaran dan mendorong mereka masuk ke dalam kedalaman-kedalaman dari firman Tuhan. Inilah sebabnya kita memiliki satu beban untuk memperkenalkan dan mempromosikan berita-berita Pelajaran-Hayat. Saya harap kita semua mau mempelajari dan menerapkannya dan mau mengajar orang-orang muda dengan baik supaya mereka menerima bantuan yang riil. Jika kita berbuat demikian, pemulihan Tuhan akan memiliki satu masa depan yang indah.