← Daftar isi Kepemimpinan dalam Perjanjian Baru Belajar Berkoordinasi Pelatihan Video Praktek Perbauran · bab 1/8

SEGAR TIAP FAJAR

Minggu ke 1 – Senin Doa-baca: Mazmur 57:9

"Bangunlah hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar!"

HARUS BANGUN PAGI-PAGI MENGHAMPIRI TUHAN

Pernah seorang saudari mengucapkan perkataan yang baik sekali: "Berapa besar kasih seseorang kepada Tuhan, pertama dapat dilihat dari pilihannya atas tempat tidur atau Tuhan. Anda lebih mengasihi tempat tidur, ataukah lebih mengasihi Tuhan? Orang yang lebih mengasihi tempat tidur akan tidur lebih lama lagi, jika lebih mengasihi Tuhan, ia akan bangun lebih pagi. Jadi, jika Anda lebih mengasihi Tuhan, Anda harus bangun lebih pagi.”

Mengapa orang Kristen harus bangun pagi-pagi? Karena pagi hari adalah waktu yang terbaik untuk berjumpa dengan Tuhan. Bagi orang yang sehat, bangun lebih pagi adalah lebih baik. Karena pagi hari adalah waktu yang terbaik untuk berjumpa dengan Tuhan, bersekutu dan berkomunikasi dengan Tuhan. Manna harus diambil sebelum matahari terbit (Kel. 16:14-21). Kalau matahari sudah terbit, manna itu akan mencair, sehingga kita tidak bisa makan manna. Jika Anda ingin di hadapan Tuhan memperoleh rawatan rohani, mendapat pembinaan rohani, mempunyai persekutuan yang indah, mendapatkan makanan rohani, Anda harus bangun pagi-pagi. Jika terlambat, tidak bisa mendapatkan manna. Pada pagi-pagi hari, Allah teristimewa akan membagi-bagikan makanan rohani, persekutuan yang kudus kepada anak-anakNya. Siapa terlambat mengambil, tidak akan memperolehnya.

Banyak anak Allah yang berada dalam keadaan sakit, bukan karena mereka mempunyai kesulitan rohani yang lain, melainkan karena mereka terlambat bangun pagi. Banyak anak Allah yang persembahannya baik, bergairah, juga sangat mengasihi Tuhan, namun karena mereka terlambat bangun pagi, mereka tidak bisa menampilkan penghidupan orang Kristen yang normal. Anda jangan mengira hal ini merupakan perkara sepele yang tidak ada sangkut pautnya dengan perkara rohani; sesungguhnya, hubungannya besar sekali. Banyak orang yang telah mengeluarkan waktu bertahun-tahun, namun masih tidak bisa menjadi orang Kristen yang baik, ini dikarenakan bangunnya terlalu lambat. Kita tidak pernah menemukan orang yang pandai berdoa bangunnya terlambat, kita juga tidak pernah mengenal orang yang mempunyai persekutuan yang intim dengan Tuhan bangunnya terlambat. Semua orang yang mengenal Allah selalu bangun pagi-pagi, datang ke hadirat Allah untuk bersekutu.

Amsal 26:14 mengatakan, "Seperti pintu berputar pada engselnya, demikian si pemalas di tempat tidumya." Orang yang malas terus berputar pada tempat tidurnya, tidak meninggalkan tempat tidurnya. Ia berputar ke dalam, tidur di tempat tidurnya; berputar keluar, juga tidur di tempat tidurnya. Berputar ke sana ke mari selalu berada di tempat tidur. Banyak orang sayang terhadap tempat tidurnya. Balik ke dalam, tempat tidur itu yang ia sayangi; balik keluar, tempat tidur itu tetap menyenangkan. Ia senang tidur, tidak dapat meninggalkan tempat tidurnya. Tetapi kalau mau belajar melayani Allah, mau belajar menjadi orang Kristen yang baik, tiap hari harus bangun lebih pagi, pada pagi- pagi hari harus sudah bangun.

Siapa yang bangunnya pagi-pagi, dia akan mendapatkan banyak faedah rohani. Doa pada waktu biasa tidak dapat memenangkan doa pada pagi-pagi hari. Pembacaan Alkitab pada waktu biasa tidak bisa memenangkan pembacaan Alkitab pada pagi-pagi hari. Persekutuan dengan Tuhan pada waktu biasa, tidak bisa memenangkan persekutuan dengan Tuhan pada waktu pagi-pagi hari. Pagi-pagi adalah waktu yang paling baik. Kita tidak seharusnya menggunakan waktu yang paling baik untuk perkara-perkara yang lain. Kita harus menggunakan waktu yang paling baik dalam satu hari, yaitu pagi-pagi hari, digunakan di hadapan Tuhan. Banyak orang Kristen menggunakan waktu sepanjang hari untuk perkara-perkara yang lain, sampai malam hari, sewaktu ia paling lelah, hampir naik tempat tidur, baru berlutut berdoa, membaca Alkitab. Tidak heran kalau pembacaan Alkitabnya tidak baik, berdoanya tidak baik, persekutuannya dengan Tuhan juga tidak baik, karena ia bangun terlalu lambat. Sebab itu begitu kita percaya Tuhan, harus belajar pada pagi-pagi hari meluangkan waktu untuk bersekutu dengan Allah, berhubungan dengan Allah.

Catatan:

Minggu ke 1 – Selasa Doa-baca: Mazmur 63:2

"Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepadaMu, tubuhku rindu kepadaMu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair."

TELADAN BANGUN PAGI-PAGI

Dalam Alkitab, tercatat bahwa hamba Allah selalu bangun pagi-pagi. Mari kita melihat:

(1) Abraham (Kej.19:27). (2) Yakub (Kej.28:18). (3) Musa (Kel.8:20). (4) Yosua (Yos.3:1). (5) Gideon (Hak.6:38). (6) Hana (I Sam.1:19). (7) Samuel (I Samuel 15:12). (8) Daud (I Sam.17:20). (9) Ayub (Ay.1:5). (10) Maria (Luk.24:22). (11) Para Rasul (Kis.5:21).

Beberapa ayat Alkitab di atas memberitahu kita, bahwa setiap hamba Allah mempunyai kebiasaan pada pagi-pagi berurusan dengan Allah, mempunyai kebiasaan pada pagi-pagi bekerja, mempunyai kebiasaan pada pagi-pagi hari bersekutu dengan Allah. Mereka bangun pagi-pagi melakukan banyak hal yang berhubungan dengan pekerjaan Allah, yang ada sangkut pautnya dengan persembahan. Meskipun dalam Alkitab tidak ada perintah Allah agar kita bangun pagi-pagi, tetapi banyak teladan yang dapat memperlihatkan kepada kita, bahwa semua orang yang melayani Allah dengan setia, mereka pasti bangun pagi-pagi. Bahkan Tuhan Yesus sendiripun bangun pagi-pagi. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun pergi ke padang belantara untuk berdoa (Mrk. 1:35). Ketika Dia hendak memilih dua belas rasul, Dia memanggil murid-murid-Nya pada pagi-pagi hari datang kepadaNya (Luk. 6:13), apa lagi kita?

Dari dalam Alkitab, kita telah melihat banyak teladan. Bagaimanakah dengan hamba Allah yang di luar Alkitab? Seperti Muller, John Wesley, dan hamba-hamba Allah lainnya yang terkenal, mereka semuanya bangun pagi. Baik orang yang kita kenal, atau orang yang kita baca dalam buku, orang-orang yang cukup berguna di tangan Tuhan, mereka semua memperhatikan bangun pagi. Mereka memberi sebutan bangun pagi-pagi dengan "morning watch" (jaga pagi/ munajad pagi). Setiap hamba Tuhan memperhatikan munajad pagi ini. Istilah "munajad pagi" tidak ada di dalam Alkitab, jika kita memberi nama yang lain -- penyegaran pagi -- juga boleh. Tetapi, bagaimanapun, bangun pagi-pagi datang ke hadirat Tuhan adalah satu hal yang penting.

PENGALAMAN GEORGE MULLER PADA PAGI-PAGI

MENIKMATI MAKANAN ROHANI

"Perkara pertama yang harus dilakukan oleh anak Allah setiap pagi hari ialah mendapatkan makanan bagi manusia batiniahnya. Manusia lahiriah kita tidak bisa bekerja tanpa makan, demikian pula, setiap pagi hari, manusia batiniah kita juga harus mendapatkan makanan. Setiap orang di antara kita harus mengakui, bahwa manusia batiniah kita memerlukan makanan. Lalu, apakah makanan manusia batiniah kita, bukan berdoa, melainkan firman Allah. Ini juga bukan berarti hanya membaca firman Allah, membiarkannya melewati pikiran kita seperti air yang melewati satu saluran, melainkan harus menikmati firman yang kita baca, dan juga menerapkannya ke dalam hati kita."

"Tuhan pernah dengan sukarela mengajariku suatu kebenaran, ini bukan berasal dari orang yang memberitahukan kepadaku. Sampai kini, meskipun telah lewat empat puluh tahun lebih, aku mengakui, aku tetap tidak kehilangan faedah kebenaran itu. Pokoknya adalah demikian: Pada kali itu penampakanku lebih jelas daripada sebelumnya, setiap hari aku harus memperhatikan perkara yang paling besar yang harus dilakukan terlebih dahulu, yaitu perlu bersukacita di dalam Tuhan. Perkara pertama yang harus diperhatikan bukanlah berapa banyak aku melayani Tuhan, atau bagaimana aku memuliakan Tuhan, melainkan bagaimana di dalamku mendapatkan sukacita, bagaimana manusia batiniahku mendapatkan perawatan. Aku boleh saja memberitakan Injil kepada orang yang belum percaya, aku boleh saja membina kaum saleh, aku boleh saja membantu orang yang dalam kesulitan, aku boleh melalui banyak perkara di dunia ini menyatakan bahwa diriku adalah anak Allah; tetapi, jika aku tidak bersukacita di dalam Tuhan, manusia batiniahku tidak setiap hari mendapatkan perawatan, maka semua perkara yang kulakukan tidak berada di dalam satu roh yang tepat."

Catatan :

Minggu ke 1 – Rabu Doa-baca: Mazmur 119:147

"Pagi-pagi buta aku bangun dan berseru; aku berharap kepada firmanMu" (Tl.).

LANGKAH PERTAMA PENYEGARAN PAGI –

MENYERU NAMA TUHAN

Dari kehidupan tubuh manusia, kita bisa menemukan satu hukum, yaitu tubuh jasmaniah manusia kita ini perlu setiap hari mendapatkan suatu penyegaran. Setelah kita bangun pagi, seluruh tubuh kita perlu suatu penyegaran kembali. Kita perlu mencuci muka kita, agar setelah mencuci muka segala perasaan yang sumpek juga tercuci hilang. Kemudian setelah mencuci muka, mencuci mulut, lalu melakukan satu pernafasan yang dalam, mencuci paru-paru, setelah melakukan pencucian ini, seluruh diri manusia kita terasa segar. Jika di pagi hari masih bisa mandi, memiliki peredaran darah seluruh tubuh yang normal, maka seluruh diri kita terasa segar bugar! Semua ini menyatakan bahwa setiap pagi tubuh manusia perlu kembali mendapatkan pembaruan. Waktu pagi hari cepat berlalu, satu jam cepat lewat, karena itu firman Tuhan mengatakan, "Harus menebus waktu" (Ef. 5:16; Tl.). Waktu yang paling perlu ditebus dalam sehari ialah pagi hari sekitar jam enam sampai jam tujuh. Setiap detik dalam waktu-waktu ini sangatlah berharga. Kita harus menebusnya kembali.

Jika Anda benar-benar sibuk, lebih baik Anda mengurangi waktu untuk melatih tubuh Anda, dan lebih banyak menaruh waktu Anda untuk keperluan kerohanian. Ketika Paulus menulis surat kepada Timotius dan Titus, di sana tercantum keinginannya agar manusia melatih rohnya. Dalam I Timotius 4:7b dia mengatakan, "Latihlah dirimu beribadah." Latihan yang disinggung di sini sepertilah latihan olah raga. Kita harus dalam penghidupan sehari-hari kita melatih roh kita, memperhidupkan Kristus. Dalam II Timotius 1:7 Paulus mengatakan, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang inembangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban." Setiap bagian dalam roh kita sepertilah setiap anggota tubuh kita yang memerlukan latihan. Cara untuk melatih tubuh cukup banyak; ada orang yang melakukan senam tera, ada orang yang melakukan senam Indonesia, ada orang yang melakukan senam Aerobik, ada orang melakukan olah raga golf, ada yang jogging. Namun cara yang paling sederhana untuk melatih roh adalah melalui menyeru nama Tuhan. Selama 20 tahun ini, kita telah belajar menyeru: "O, Tuhan Yesus!" Setiap orang di tengah kita telah belajar menyeru nama Tuhan, penyeruan sedemikian sangat baik, tetapi ini belum merupakan isi dari doa, masih merupakan pembuka kata dari doa. "O, Tuhan Yesus!" selanjutnya bagaimana? Kita tidak bisa hanya menyeru nama Tuhan tetapi tidak berdoa; hanya memiliki pembukaan tetapi tanpa isi. Setelah menyeru nama Tuhan, selanjutnya masih harus berbicara kepada Tuhan. Kita boleh berkata kepada Tuhan, "Ya Tuhan Yesus, aku cinta kepadaMu! Aku mau hidup bagiMu!" Langkah pertama melatih roh adalah berdoa, yaitu berbicara kepada Tuhan.

Banyak orang ketika berdoa, sangat mungkin berada di dalam otak atau di dalam pikiran mereka. Di dalam pikiran berbicara atau berdoa kepada Tuhan adalah melatih otak. Berdoa melatih roh berbeda dengan berdoa melatih otak. Anda menyeru Tuhan Yesus dan berkata kepada Tuhan, bahwa Anda mau mengasihi Tuhan, mau hidup bagi Dia. Doa Anda ini membuat roh Anda terbangunkan, semakin Anda berbicara, roh Anda semakin membubung. Tetapi hati-hatilah, jangan setelah berbicara sejenak Anda kembali berputar ke dalam otak Anda. Kalau Anda berputar ke dalam otak, harus segera mendapatkan satu peringatan, sepertilah lampu lalu lintas di jalanan; saat ini Anda harus segera menyeru Tuhan Yesus, kembali ke dalam roh, berbicara di dalam roh. Karena itu berdoa adalah langkah pertama melatih roh.

Bukan hanya kaum saleh Perjanjian Baru yang menyeru nama Tuhan, bahkan pada zaman kuno, orang yang membuat mazmur pada Perjanjian Lama juga menyeru Tuhan. Dalam Mazmur 119:147 Daud berkata, "Pagi-pagi buta aku bangun dan berseru; aku berharap kepada firmanMu" (Tl.). Berseru yang dikatakan di sini adalah berseru kepada Tuhan: "Ya Tuhan!" Berseru yang dikatakan di sini juga adalah berdoa, berbicara kepada Tuhan. Jadi berseru di sini mencakup arti berseru dan berdoa kepada Tuhan. Kita tidak bisa hanya berseru, tetapi tidak mengutarakan sesuatu kepada Tuhan. Semakin banyak berbicara kepada Tuhan, mengutarakan sesuatu kepada Tuhan, makin baik. Berseru dan mengutarakan kepada Tuhan sepertilah melakukan pernafasan dalam-dalam. Anda mengutarakan apa yang di dalam Anda, itu seperti menghembuskan nafas; dan Anda menerima kasih karunia dari Tuhan itu sepertilah menghirup. Anda menghembuskan CO2, kemudian menghidup udara segar dari Allah. Dalam metabolisme sedemikian, tanpa disadari, di dalam kita bersih, seluruh diri kita juga menjadi sehat.

Catatan:

Minggu Ke 1 — Kamis Doa-baca: Mazmur 119:148

"Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janjiMu."

LANGKAH KEDUA PENYEGARAN PAGI --

DOA-BACA FIRMAN TUHAN

Setelah berseru, Daud berkata, "Aku merenungkan janjiMu." Sewaktu kita menengadah kepada Tuhan mohon Tuhan berbicara kepada kita, lebih baik kita tidak berbicara, agar tidak mengganggu pembicaraan Tuhan. Daud berkata lagi, "Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janjiMu." Ini memperlihatkan kepada kita, bahwa pengalaman kaum saleh Perjanjian Lama, ada doa, ada menengadah kepada firman Tuhan, juga ada merenungkan firman Tuhan. Hari ini kita kaum saleh dalam Perjanjian Baru, telah mendapatkan jalan yang paling pintas untuk mendapatkan firman Tuhan, tidak dengan merenungkan firman Tuhan, melainkan mendoa-bacakan firman Tuhan. Karena merenung mudah membuat orang menerima firman ke dalam otak, jatuh ke dalam pikiran. Tetapi mendoa-baca firman Tuhan disertai berseru, orang mudah sekali dan dengan otomatis membawa firman Tuhan sebagai doa.

Misalnya, pagi hari ini Anda membaca Kejadian 1:1: "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." Jika Anda merenungkan ketujuh kata-kata ini, Anda bisa berpikir, apakah pada mulanya itu? Pada mulanya adalah sebermula. Lalu kapankah sebermula itu? Inilah arti merenungkan firman Tuhan. Jika kita memakai kata-kata tadi sebagai doa-baca, "Ya Tuhan, pada mulanya, Ya Tuhan, pada mulanya. Tanpa Dikau, tidak ada permulaan, ada Dikau, ada permulaan." Anda demikian berkata-kata kepada Tuhan, dalam roh Anda segera penuh dengan perasaan: "Ya Tuhan, kiranya pertunanganku adalah Engkau yang memulai, pernikahanku juga Engkau yang memulai, rumah tanggaku yang akan datang adalah Engkau yang memulai, aku melahirkan dan merawat anak-anak juga Engkau yang memulai . . . " Selanjutnya, ketika Anda mendoa-baca "Allah menciptakan." Anda berkata kepada Tuhan, "Ya Allah, bukan memikirkan, bukan membuat ide, bukan mereka-reka, melainkan menciptakan, hanya Engkau yang bisa menciptakan, kami tidak bisa menciptakan, kami paling banyak hanya bisa menemukan atau membuat."

Jika Anda benar-benar telah merasakan cita rasa doa-baca, Anda baru bisa menghargai setiap kata di dalam Alkitab. Jika saya memiliki waktu, saya bisa mendoa-bacakan Kejadian 1:1 selama satu hari. Semakin kita mendoa-bacakannya, kita semakin memiliki rasa, Ya Allah, Engkau telah menciptakan langit, kami mustahil menciptakan langit, namun hari ini kami telah menikmati langit. Betapa baiknya Engkau menciptakan bulan, bintang, matahari di langit. Engkau tidak hanya menciptakan langit, Engkau juga menciptakan bumi, semua makhluk hidup di bumi adalah ciptaanMu! Doa-baca demikian membuat firman Tuhan dan roh kita mutlak berbaur menjadi satu. Ini membuat roh kita benar-benar dilatih.

Ketika Anda pada pagi hari demikian tuntas mendoa-bacakan firman Tuhan, maka sepanjang hari firman Tuhan bisa berbicara di dalam Anda, bekerja, dan roh Anda dengan sendirinya bisa menjadi kuat. Pada malam harinya, di dalam Anda penuh dengan firman Tuhan, ketika Anda berjalan sampai di pintu balai sidang, Anda akan tak tertahan berseru: "Haleluya! Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." Di dalam sidang, tanpa orang mendorong, Anda akan bangun dan berdiri berbicara. Penyebab kita tidak bisa berbicara bagi Tuhan di dalam sidang adalah kurangnya doa-baca dalam kehidupan kita. Jika seorang imani cukup dalam berdoa-baca, begitu ia masuk dan hadir dalam sidang gereja, pastilah memiliki banyak perkataan, karena yang harus diutarakan sangatlah banyak. Perjanjian Baru saja sudah meliputi 27 kitab, ayat dari kitab manapun boleh diambil untuk didoa-bacakan. Kalau kita setiap pagi hari berseru kepada Tuhan, mendoa-bacakan firman Tuhan, maka dalam penghidupan kita setiap hari, kita akan dengan sendirinya dipenuhi firman Tuhan.

Catatan:

Minggu ke 1 — Jumat Doa-baca: Hakim-hakim 5:31b

"Tetapi orang yang mengasihiNya bagaikan matahari yang terbit dalam kemegahannya."

MENDATANGKAN KEBANGUNAN ROHANI

Ketetapan hukum yang Allah berikan kepada alam semesta ini adalah adanya satu fajar setiap dua puluh empat jam, fajar memberikan satu permulaan baru kepada setiap makhluk hidup, memberikan satu terang matahari yang baru. Demikian juga dengan penghidupan kerohanian orang Kristen. Setiap pagi seharusnya ada satu kebangunan, ada satu fajar. Pada tahun 1960, saya pernah memberitakan suatu berita tentang hukum kebangunan, tetapi waktu itu kita belum menggunakan terang dari fajar. Sekarang kita nampak bahwa penghidupan orang Kristen, perlu memiliki satu fajar, memiliki satu permulaan yang baru. Mungkin hari ini Anda sangat kalah, tetapi Anda boleh melalui mengaku dosa kepada Tuhan, mohon darah adi Tuhan mencuci bersih, dan pada keesokan harinya, Anda bisa kembali di hadapan Tuhan memiliki satu permulaan yang baru. Sebab itu kita, orang-orang Kristen, harus tidur pagian dan bangun pagian, pada pagi hari matahari terbit, kita juga ikut bangun. Jangan menunggu jam delapan baru bangun tidur. Perlu sebelum jam enam, lebih baik sekitar jam lima sudah bangun. Bahkan orang-orang kuno juga mengajarkan bahwa kita harus bangun pada pagi-pagi hari, juga dikatakan, rencana sepanjang hari tergantung pada pagi hari, perkataan ini sangat beralasan. Kita sebagai orang Kristen adalah orang yang paling tepat di bumi, sebab itu harus menempuh penghidupan yang paling tepat. Penghidupan yang paling tepat adalah penghidupan yang mengikuti matahari, begitu fajar tiba, kita segera bangun. Perkara pertama yang kita lakukan setelah bangun, bukanlah sibuk dengan perkara yang lainnya, melainkan terlebih dahulu datang mendekati Tuhan, mendoa-bacakan dua atau tiga ayat Alkitab, mencerna ayat-ayat tersebut ke dalam diri kita.

Karena itu, waktu pagi sangatlah berharga. Kita lebih baik berusaha sedikit menggunakannya untuk hal-hal yang lain, lebih banyak memakainya untuk mendoa-bacakan firman Tuhan. Demi menghemat waktu, saya pribadi, begitu bangun pagi dan mengenakan pakaian, sudah mulai menyeru nama Tuhan, mendoa-baca firman Tuhan. Jika saat-saat ini isteri Anda belum bangun tidur, janganlah Anda ribut-ribut dan berteriak keras, Anda boleh di dalam hati berdoa. Ketika Anda mengenakan baju, Anda boleh dari dalam hati mendoa-baca ayat Alkitab yang kemarin: "Pada mulanya, Allah, menciptakan, langit, bumi." Ketika Anda membersihkan diri, Anda juga boleh mendoa-baca. Anda boleh dalam waktu yang bersamaan melakukan dua perkara, mungkin sewaktu memulainya tidak terbiasa, tetapi setelah melakukan beberapa kali sudah terbiasa. Pada pagi hari Anda memiliki waktu setengah jam, bahkan sampai lima puluh menit berdoa, juga membaca firman Tuhan. Akhirnya, Anda membaurkan doa dan membaca Alkitab, demikian roh Anda dihidupkan, pada pagi hari dalam satu hari ini, seluruh diri Anda memiliki satu kebangunan.

Kebangunan bagi orang Kristen bukan setelah hari siang, lebih-lebih bukan pada sore atau petang hari setelah matahari terbenam, melainkan pada pagi-pagi hari. Penghidupan orang Kristen bukan seperti matahari terbenam di ufuk barat, melainkan seperti matahari terbit di ufuk timur. Dan bahkan kita adalah matahari. Hakim-hakim 5:31 mengatakan, "Tetapi orang yang mengasihiNya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya." Amsal 4:18 mengatakan, "Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari." Penghidupan orang Kristen seharusnya mengikuti matahari. Ketika matahari terbit, kita juga ikut naik, kita terus naik sampai ke tengah hari. Penghidupan orang Kristen tidak mengenal sore hari; tak peduli kita masuk ke dalam kerumunan orang, atau masuk dalam sidang, kita harus membawa cahaya fajar kepada orang. Sebab itu setiap pagi, tak peduli bagaimana repotnya Anda, Anda harus mengeluarkan waktu melatih roh.

Dalam zaman dunia hari ini, tidak ada satu orangpun yang tidak sibuk, karena itu kita harus menggunakan waktu kita seperti menggunakan uang, yaitu harus terlebih dahulu ada perhitungannya. Kita harus menggunakan bagian pertama dari waktu kita setiap hari pada diri Tuhan. Perkara pertama yang dilakukan begitu bangun pagi ialah melatih roh Anda, karena hari ini Tuhan justru berada di dalam roh Anda. Anda menikmati Tuhan, menerima Tuhan, mendapatkan Tuhan, mengalami Tuhan, semua ini mutlak adalah cerita roh. Jika hari ini roh Anda tidak benar, maka hubungan Anda dengan Tuhan sepenuhnya akan runtuh. Sebab itu, setiap pagi begitu kita bangun, perkara pertama yang harus kita lakukan adalah melatih roh kita. Anda harus berseru kepada Tuhan, jika situasi memungkinkan, Anda perlu mengambil Alkitab dan mendoa-baca; jika tidak leluasa, Anda harus dari ingatan Anda mengambil ayat-ayat Alkitab untuk mendoa-bacakan. Pokoknya Anda harus memiliki sepotongan waktu yang digunakan di atas doa-baca. Jika Anda demikian berlatih, manusia Anda akan dari luar ke dalam dicuci oleh firman Tuhan, sepertinya Anda telah mandi rohani, dari ujung kepala sampai ujung kaki telah dibersihkan oleh firman Tuhan, demikian Anda kembali diperbarui.

Catatan:

Minggu ke 1 – Sabtu Doa-baca: II Korintus 4:16

"Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

DIPERBARUI DARI SEHARI KE SEHARI

Dalam Titus 3:5 Paulus mengatakan, bahwa kita beroleh selamat melalui permandian kelahiran kembali dan melalui pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Keselamatan yang disinggung di sini bukan hanya mengacu kepada keselamatan terlepas dari neraka, melainkan mengacu kepada keselamatan setiap hari. Setiap hari terselamatkan dari berbagai macam kesulitan, pencobaan, godaan, dan segala kelemahan, gangguan, serta berbagai hawa nafsu. Kita hidup sebagai manusia, setiap hari perlu keselamatan, setiap hari perlu beroleh selamat karena Tuhan. Keselamatan ini terlebih dahulu oleh permandian kelahiran kembali, kemudian oleh pembaruan Roh Kudus. Roh Kudus adalah Pribadi yang ilahi, Ia di dalam unsur/elemen ilahi membersihkan dan memperbarui kita. Allah masuk dan berbaur ke dalam hayat kita, demikianlah hayat ini di dalam kita mendatangkan pencucian. Kita di dalam Allah makan, minum, bergerak, juga dicuci bersih, demikianlah manusia kita ini menjadi hidup.

Ketika Roh Kudus di dalam kita melakukan satu pencucian, hal ini mendatangkan satu pembaruan. Ini adalah pelajaran yang mula-mula bagi setiap orang Kristen; saya sendiri juga berlatih demikian. Pagi-pagi bangun bukan langsung berbicara kepada manusia, melainkan berbicara kepada Allah; saya tidak membuka mulut kepada manusia, melainkan membuka mulut kepada Allah. Saya berkata, "Ya Tuhan, aku cinta kepadaMu." "Tuhan Yesus, aku berhampir padamu!" Setiap pagi pekerjaan yang saya lakukan, tidak melebihi dua perkara ini, yakni menyeru nama Tuhan dan mendoa-bacakan firman Tuhan. Dua perkara ini adalah olah raga pagi orang Kristen. Jika Anda setiap hari melatih dua hal ini, Anda pasti mendapatkan kebangunan, Anda menjadi matahari terbit, seperti cahaya fajar yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Lima puluh tahun yang lalu, ketika saya membaca sampai Hakim-hakim 5:31, bahwa orang yang mengasihi Tuhan bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya, maka aku berdoa kepada Tuhan, "Ya Allah, aku cinta kepadaMu, kiranya aku di hadapanMu bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya." Semoga ayat Alkitab ini juga menjadi pengharapan kalian, dan menjadi doa kalian setiap hari.

Saya telah berkata cukup banyak, tujuannya adalah untuk memberitahu kalian, bahwa kita sebagai orang Kristen berbeda dengan orang dunia. Yang dilakukan oleh orang dunia pada pagi-pagi hari hanyalah bersemedi atau merenung, tetapi yang kita lakukan bukan bersemedi, melainkan menyeru nama Tuhan, mendoa-baca firman Tuhan, membiarkan diri kita dipenuhi firman Tuhan, sehingga di dalam kita mendapatkan pembaruan. Bersamaan itu, begitu kita menyeru nama Tuhan, Roh Kudus segera datang. Karena pribadi Tuhan Yesus adalah Roh Kudus. Setiap pagi ketika kita menyeru nama Tuhan, di dalam batiniah kita yang terdalam akan timbul suatu perasaan, ini menyatakan bahwa Tuhan Yesus datang! Dia benar-benar telah dijumpai oleh kita. Terakhir, manusia kita ini akan berubah, inilah yang disebut kebangunan. Kebangunan (penyegaran) ini, sepertilah kita setiap hari perlu mencuci muka, tidak cukup hanya mencuci sekali, melainkan hari demi hari mencuci. Berdasarkan hukum alam semesta, setiap 24 jam sekali matahari terbit, dan kita yang berjalan mengikuti matahari, juga harus setiap 24 jam terbit sekali. Bahkan kita bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya. Jika keadaan kerohanian kita mencapai taraf ini, setiap hari kita pasti menempuh hari-hari yang diperbarui. Menurut perkataan Paulus, manusia batiniah kita diperbarui dari sehari ke sehari (II Kor. 4:16), manusia batiniah kita ini mengacu kepada roh kita yang telah dilahirkan kembali, mencakup pula setiap bagian batiniah kita, semuanya perlu setiap hari mendapatkan pembaruan metabolisme oleh suplaian hayat kebangkitan.

Catatan:

Minggu ke 2 – Minggu Doa-baca: Ratapan 3:22-23a

"Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi; . . ."

PENGHIDUPAN JALAN BARU

Penghidupan jalan baru yang juga merupakan penghidupan orang Kristen yang normal adalah penghidupan yang segar tiap fajar, menang tiap hari. Amsal 4:18 mengatakan, "Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari." Fajar adalah saat sinar matahari baru keluar sedikit demi sedikit, matahari pagi belum terbit dari ufuk timur. Jalan yang ditempuh oleh kita sebagai orang Kristen bukanlah jalan matahari terbenam, melainkan jalan fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari, mulai pagi sampai tengah hari terus menanjak. Kita sebagai orang Kristen hanya menempuh penghidupan sampai tengah hari, tidak menempuh sampai sore hari.

Ratapan 3:22-24 mengatakan, "Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi; . . . Tuhan adalah bagianku, . . . aku berharap padaNya." Yeremia adalah seorang nabi yang sering menangis, karena situasi dan keadaan sewaktu dia hidup tidak ada satupun yang bisa membuat dia gembira. Saat itu bani Israel gagal, gersang, bahkan negaranya musnah dan mereka tertawan, Yeremia sendiri juga termasuk orang-orang yang tertawan. Inilah sebabnya dia khusus menulis satu kitab Ratapan yang terdiri dari lima pasal. Namun di dalam ratapannya ternyata terdapat potongan kalimat seperti di atas, yang isinya bukan meratap, melainkan bergembira, ini merupakan nyanyian sukacita di dalam ratapan. Dia telah mengecap bahwa seluruh diri Tuhan adalah bagiannya. Potongan kalimat ini dengan jelas memberitahu kita, bahwa Tuhan adalah bagian kita, Dia telah diberikan kepada kita untuk kita nikmati dalam kasih karunia dan rahmatNya. Dia penuh dengan kasih karunia, bahkan ketika keadaan kita sangat kasihan, sehingga kasih karunia tidak bisa mencapai lagi, Dia masih memiliki belaskasihan, semua ini setiap pagi baru bagi kita. Karena itu, kita harus memegang setiap pagi, untuk bangun dan menerima belaskasihanNya yang baru.

Bertahun-tahun saya menjadi orang Kristen, makin lama makin memahami, bahwa kita benar-benar memerlukan belaskasihan Allah. Banyak kali kita menjadi usang, mundur, tidak layak menikmati kasih karunia Allah. Pada saat demikian, kita masih memiliki belaskasihan Allah. Ketika Anda baru beroleh selamat, Anda merasakan cukup baik, bergembira, tetapi setelah lewat dua bulan, mulailah menjadi usang, tidak lagi seperti fajar, melainkan seperti matahari tenggelam. Pada saat ini Anda harus tahu, bahwa masih ada lagi satu fajar yang menunggu Anda, dan di dalam fajar itu terkandung belaskasihan Allah. Setiap pagi belaskasihan Allah selalu baru, kebaruan ini menyiratkan kepada kita, orang-orang yang mengasihi Allah, yang menuntut Allah, bahwa kita seharusnya setiap pagi memiliki permulaan baru, menikmati Tuhan sebagai makanan pagi yang limpah.

Setiap benda material dalam alam ini memiliki arti yang melambangkan. Demi kesehatan tubuh kita, setiap pagi kita harus memiliki makan pagi yang baik; demikian juga untuk roh kita, juga harus memiliki makanan rohani pagi yang paling baik. Inilah sebabnya setiap pagi begitu bangun pagi kita segera berseru kepada Tuhan; Tuhanlah yang pertama kita pikirkan dari antara semua manusia, perkara, atau benda, kemudian menikmati sedikit firman Tuhan. Dalam Mazmur 119:147-148 pemazmur berkata, "Pagi-pagi buta aku bangun dan berseru; aku berharap kepada firmanMu. Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janjiMu." Ketika seseorang merenungkan, memikirkan, sering kali menutup matanya, tetapi mengapa di sini dikatakan bangun? (Dalam bahasa aslinya berarti membuka mata). Dari pengalaman kita bisa mendapatkan terang, bahwa ketika merenungkan firman Tuhan di pagi hari, kita perlu membuka mata kita, kalau tidak kita mudah tertidur kembali. Jadi di sini juga menyatakan, bahwa kita perlu bergumul untuk bangun pagi, bangun pagi bukanlah satu perkara yang mudah. Karena pagi-pagi sekitar jam lima sampai jam enam, tempat tidur bagi seseorang adalah paling menyenangkan, seolah memiliki satu perekat yang kuat, agar orang tidak bangun. Sebaliknya waktu-waktu setelah jam sepuluh malam, tempat tidur boleh jadi tidak menyenangkan, sehingga orang-orang tidak ingin tidur lebih pagian. Tetapi barangsiapa yang tidur lambat dan bangun lambat, tubuh mereka tidak bisa sehat, kerohanian mereka juga tidak bisa kuat. Hari ini kita yang mau menempuh jalan baru, harus bangun pagi-pagi, sebelum hari terang, mendahului waktu jaga malam, tidak melakukan yang lain, melainkan berseru kepada Tuhan, menengadah, merenungkan firman Tuhan. Karena itu orang yang mau menempuh jalan baru, haruslah orang yang bangun pagi-pagi; orang yang tidak memiliki munajad pagi, sulit menempuh jalan baru ini.

Catatan: