← Daftar isi Keterangkatan dan Kesusahan Besar · bab 4/4

BAB 4

Dalam dua berita yang pertama saya membahas orang yang berpendapat seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar, dan saya menunjukkan kurangnya alasan yang memadai dan dasar Alkitab dalam uraian mereka. Dalam berita yang ketiga saya membahas orang yang berpendapat seluruh gereja akan mengalami kesusahan besar, dan saya menunjukkan meskipun uraian mereka mempunyai dasar Alkitab yang lebih banyak, tetapi juga memiliki banyak kekurangan. Dalam berita ini kita akan melihat apakah Alkitab mengatakan bahwa seluruh gereja akan mengalami kesusahan besar?

JANJI TERHADAP SEKELOMPOK ORANG

YANG TIDAK AKAN MENGALAMI KESUSAHAN BESAR

Adalah kenyataan bahwa orang-orang saleh akan mengalami kesusahan besar, dan ada bukti-bukti Alkitab untuk itu. Namun, Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa seluruh gereja harus mengalami kesusahan besar. Sebaliknya, Alkitab mengatakan bahwa sebagian orang tidak akan mengalami kesusahan besar. Marilah kita melihat ayat-ayat berikut ini.

1. Janji Pertama

Wahyu 3:10 mengatakan, "Karena engkau menuruti firman kesabaranKu, maka Akupun akan melindungi engkau terhindar dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi" (Tl.).

Di sini, kita harus terlebih dulu menentukan satu hal, yaitu kapankah waktu yang ditunjuk dengan "hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi"? Setiap pembaca akan setuju bahwa masa itu adalah masa kesusahan besar. Ayat ini mengatakan bahwa ada sekelompok orang yang akan dihindarkan dari hari pencobaan. Ayat ini menunjukkan betapa tidak dapat diandalkan alasan-alasan orang-orang yang berpendapat bahwa seluruh gereja akan dihindarkan dari kesusahan besar, dan juga orang-orang yang berpendapat bahwa seluruh gereja akan mengalami kesusahan besar. Ayat ini menunjukkan kepada kita, bahwa sekelompok orang, yakni orang-orang yang telah "menuruti firman kesabaranKu," akan dihindarkan dari kesusahan besar. Ayat ini menimbulkan masalah bagi mereka yang percaya bahwa seluruh gereja akan mengalami kesusahan besar; sulit bagi mereka untuk melewatkan ayat ini. Pada waktu yang sama, ayat ini juga menutup mulut mereka yang percaya bahwa seluruh gereja akan dihindarkan dari kesusahan besar.

Ayat ini diberikan kepada gereja di Filadelfia. Gereja di Filadelfia adalah gereja yang sangat baik pada zaman itu di Asia Kecil. Meskipun ketujuh gereja di Asia Kecil menunjukkan tujuh tahap yang akan dialami gereja, namun mereka adalah benar-benar tujuh gereja pada waktu itu. Ketika rasul Yohanes menulis kitab Wahyu, janji ini tidak diberikan kepada enam gereja yang lain. Janji ini diberikan hanya kepada gereja di Filadelfia. Ini menunjukkan bahwa janji ini diberikan bukan tanpa batasan. Meskipun Tuhan menjanjikan Tiatira, "Kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur," yang tampak sebagai janji keterangkatan, namun janji yang jelas tentang keterangkatan hanya diberikan kepada gereja di Filadelfia saja. Seandainya janji keterangkatan diberikan kepada ketujuh gereja, itu tentu berarti janji itu diberikan kepada seluruh gereja. Karena janji itu tidak diberikan kepada semua gereja tetapi hanya kepada gereja di Filadelfia, ini menunjukkan bahwa keterangkatan itu bersyarat. Keterangkatan tidak didasarkan pada status kita sebagai anak-anak Allah, juga tidak didasarkan pada keselamatan dan hidup kekal; janji keterangkatan diberikan hanya kepada mereka yang seperti gereja di Filadelfia. Karena itu, untuk diangkat, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi selain diselamatkan dan mempunyai hidup kekal.

Apakah arti dari, "Karena engkau telah menuruti firman kesabaranKu?" Kata "sabar" bukanlah kesabaran biasa, melainkan firman kesabaran. Ini bukan kesabaran biasa, melainkan kesabaran yang ada hubungannya dengan Kristus. Kristus dengan sabar menantikan kedatangan pemerintahanNya. Dia hari ini tidak cemas atau terburu-buru, hari ini Dia menerima penganiayaan dan penentangan orang lain, tetapi seolah-olah tidak ada apa-apa. Bila hari ini ada orang menentangNya, Dia tidak membalas dengan mengirimkan petir. Hari ini Dia tidak berkata apapun untuk menuntut hak atau kedudukanNya; Dia menunggu Allah membuat musuh-musuhNya menjadi tumpuan kakiNya. Inilah kesabaran Kristus.

Hari ini kita sabar bersama Dia. Ketika Yohanes menulis kepada ketujuh gereja, ada perkataan seperti ini dalam pengantarnya: "Saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam kerajaan dan dalam ketekunan (kesabaran) menantikan Yesus Kristus." Ada tiga hal yang dimiliki bersama dalam kalimat ini: kesusahan, kerajaan, dan kesabaran. Jika seorang Kristen mengambil bagian dalam kesusahan dan kesabaran di bumi hari ini, dia juga akan ada bagian dalam kerajaan.

Hanya orang-orang yang menuruti firman kesabaran Kristus yang akan dihindarkan dari hari pencobaan. Jika mengatakan seluruh gereja akan dihindarkan dari hari pencobaan, saya perlu bertanya, apakah seluruh gereja menuruti firman kesabaranNya? Orang yang hari ini mempunyai kedudukan dalam masyarakat, memiliki harta kekayaan di dunia, dan mempunyai aktivitas dalam dunia politik, adalah orang yang tidak menuruti firman kesabaran Kristus. Orang yang hari ini menginginkan nama untuk diri sendiri, ingin berjuang untuk hak-hak diri sendiri, dan ingin mendapatkan sesuatu untuk diri sendiri, adalah orang yang tidak menuruti firman kesabaran Kristus. Janji keterangkatan bukanlah untuk orang-orang macam itu.

Sekarang Kristus sedang menunggu kedatangan kerajaanNya. Dia juga memanggil orang-orang yang percaya kepadaNya untuk menunggu bersamaNya dan bersabar bersamaNya. Ketika kita berada di bumi, kita harus menyangkal semua hak kita yang sah, dan rela menanggung penghinaan dan penentangan manusia. Posisi orang Kristen di dunia harus sama seperti posisi Kristus ketika Dia berada di bumi. Inilah yang dimaksud dengan menuruti firman kesabaran Kristus. Tuhan akan menghindarkan orang-orang semacam ini dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh bumi untuk mencobai mereka yang masih diam di bumi.

Mereka yang berpendapat seluruh gereja akan mengalami kesusahan besar berkata: "menghindarkan" tidak mengacu kepada keterangkatan tetapi membawa lewat dari kesusahan besar saja, hanya penyelamatan dari kejatuhan. Misalnya, hari ini rumah ini terbakar, dan selain dapur, seluruh rumah terbakar habis. Ketika rumah terbakar, Allah menyediakan satu tempat di rumah ini, yang menghindarkan Anda dari terbakar, sedangkan seluruh rumah terbakar. Allah tidak menyelamatkan Anda keluar dari rumah ini. Itulah sebabnya arti dari "melindungi engkau terhindar dari hari percobaan" tak lain ialah Allah melindungi Anda di tengah-tengah kesusahan besar, itu bukan membawa Anda keluar dari kesusahan besar.

Tetapi, kita harus memperhatikan bahwa teks bahasa Yunaninya tidak berarti menjaga Anda melewati kesusahan besar, melainkan menjaga Anda agar Anda tidak berada di dalamnya. Seperti kata "gereja", yang berarti "dipanggil keluar", dan mereka yang di dalam gereja adalah orang-orang yang dipanggil keluar. Arti bahasa aslinya dari ungkapan "menghindarkan engkau dari hari pencobaan" berarti "membawa Anda keluar". Secara harfiah berarti "dilepaskan dari". Bukan diselamatkan di tengah-tengah kesusahan besar, melainkan dikeluarkan sehingga tidak perlu mengalami kesusahan besar.

Menurut ayat ini, Tuhan Yesus menjanjikan kepada gereja di Filadelfia bahwa mereka akan dihindarkan dari pencobaan atau dari hari pencobaan? Bukan dari pencobaan tetapi dari hari pencobaan. Misalnya, tahun lalu pada tanggal 28 Januari pecah perang di Shanghai. Pada saat itu beberapa dari saudara kita tinggal di Jia-pei, ini sepertilah satu pencobaan besar (kesusahan besar). Meskipun pesawat-pesawat pembom, bom-bom, dan peluru-peluru berapi beterbangan di atas mereka, syukur kepada Tuhan, mereka selamat. Itu berarti Allah telah menyelamatkan mereka dari pencobaan. Beberapa saudara lain yang juga tinggal di Jia-pei pindah pada hari pertama pertempuran berlangsung (pada tanggal 28 Januari) ke Asia Tenggara. Mereka dibebaskan dari bahaya pada hari itu. Dalam hal ini Allah telah menyelamatkan mereka dari "hari pencobaan". Ada perbedaan yang besar antara dihindarkan dari pencobaan dan dihindarkan dari hari pencobaan. Mereka yang dihindarkan dari pencobaan tidak perlu meninggalkan tempat pencobaan; mereka hanya perlu dihindarkan dari pencobaan. Tetapi mereka yang dihindarkan dari hari pencobaan, mutlak dihindarkan dari melihat pencobaan itu, mereka tidak bisa tidak telah meninggalkan tempat itu. Karena orang-orang itu dibebaskan dari hari pencobaan, mereka pasti juga dibebaskan dari tempat pencobaan. Seseorang dapat diselamatkan di tengah pencobaan; tetapi tidaklah mungkin dikatakan seseorang dihindarkan dari hari pencobaan, namun masih melewati pencobaan.

Beberapa orang mengatakan bahwa diselamatkan dari pencobaan adalah seperti orang-orang Israel di tanah Gosyen di Mesir; ketika Allah menghukum orang-orang Mesir, orang-orang Israel diselamatkan oleh Allah. Tetapi Alkitab (Wahyu 3:10) mengatakan bahwa mereka bahkan tidak akan melihat hari itu. Jika Alkitab hanya mengatakan bahwa mereka dihindarkan dari pencobaan, masih ada kemungkinan mereka mengalami kesusahan besar; mereka masih dapat mengalami kesusahan besar dan diselamatkan oleh Allah di tengah-tengah kesusahan besar. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa mereka dihindarkan dari hari pencobaan. Mereka bahkan tidak akan melihat hari itu. Lalu bagaimana mungkin mereka mengalami kesusahan besar? Karena itu, pendapat kawan-kawan kita yang menganggap dihindarkan berarti diselamatkan dari kejatuhan dan terluka, tidak dapat dipertahankan.

Bagaimana orang dapat dihindarkan dari hari pencobaan? Hanya ada dua cara: yang pertama, dengan kematian; dan yang kedua, dengan diangkat. Begitu seseorang mati, kesusahan besar tidak akan menimpanya. Begitu seseorang terangkat, kesusahan besar juga tidak akan menimpanya. Penyelamatan macam mana yang dibicarakan di sini? Keterangkatan. Jika orang yang percaya masih hidup pada hari itu, apakah Allah akan menyelamatkan dia dengan membuatnya mati? Tidak. Meskipun Wahyu 3:10 tidak menyebutkan kata keterangkatan secara jelas, namun kitab Wahyu jelas-jelas mengisyaratkan keterangkatan. Dari ayat ini kita dapat melihat bahwa keterangkatan tidak seluruhnya terjadi sebelum kesusahan besar, dan juga tidak seluruhnya terjadi setelah kesusahan besar. Mereka yang menuruti firman untuk sabar menantikan Kristus akan dihindarkan oleh Tuhan dari hari pencobaan. Tuhan telah membuka jalan seperti itu bagi kita.

Kondisi orang-orang percaya di bumi saat ini seharusnya tidak berbeda dengan kondisi Kristus di sorga hari ini. Hari ini adalah hari kesabaran Kristus. Apa yang diterima oleh orang-orang yang percaya di bumi, haruslah sama seperti yang diterima Kristus ketika Dia hidup di bumi. Jika mereka demikian, baru bersyarat terangkat.

2. Janji Kedua

Lukas 21:36 mengatakan, "Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Ayat ini jelas mengatakan, bahwa kita tidak akan melihat seluruh gereja mengalami kesusahan besar. Jika kita ingin mengerti ajaran Lukas 21:36, kita harus tahu apakah yang dibahas dalam Lukas 21. Lukas 21 dan Matius 24 merupakan nubuat mengenai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. Lukas menekankan penghancuran Yerusalem. Meskipun Matius juga menyebutkan penghancuran Yerusalem, tekanannya ialah pada kedatangan Tuhan. Yerusalem dihancurkan oleh pangeran Roma, Titus, pada tahun 70. Lukas tidak hanya menyebutkan penghancuran Yerusalem pada waktu itu, tetapi khususnya mengatakan bahwa selama kesusahan besar, Yerusalem akan diduduki oleh orang-orang kafir. Nubuat mengenai penghancuran Yerusalem akan digenapi sepenuhnya di masa mendatang. Penghancuran pada tahun 70 hanyalah pendahuluan bagi orang Yahudi. Di satu pihak, Lukas menunjuk pada waktu Titus, di pihak lain menunjuk pada waktu kesusahan besar. Di satu pihak, Lukas berbicara mengenai apa yang akan diderita orang Yahudi di bawah tangan pangeran Titus; di pihak lain, Lukas berbicara mengenai apa yang akan mereka derita di bawah tangan Antikristus pada waktu kesusahan besar. Karena itu, Matius memperhatikan keterangkatan dan penghakiman, sedangkan Lukas memperhatikan kesusahan besar.

Dalam Matius 24:3 para murid mengajukan tiga pertanyaan kepada Tuhan: (1) "Kapankah hal itu terjadi?" Ini mengacu kepada waktu Yerusalem dihancurkan. (2) "Apakah tanda-tanda kedatanganMu?" dan (3) "Apakah tanda-tanda kesudahan dunia?" Lukas 21:7 hanya mengatakan, "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Di dalam Lukas Tuhan tidak ditanya mengenai kedatanganNya dan akhir zaman. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan tekanan untuk Matius dan Lukas. Matius menekankan kedatangan Tuhan, sedangkan Lukas menunjukkan kepada kita seperti apa kesusahan besar itu nanti. Ini menunjukkan, seperti apa kesusahan pada zaman Titus dan kondisi kesusahan besar yang akan datang. Lukas 21:8-16 berbicara mengenai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi sebelum akhir zaman, ayat 17-19 berbicara tentang penderitaan yang akan dialami orang-orang, dan ayat 20-28 membahas kedua penghancuran Yerusalem, satu pada zaman Titus dan yang lain pada waktu kesusahan besar.

Kita dapat melihat bahwa potongan ini seakan-akan mengatakan kepada kita bahwa semua orang Kristen akan mengalami kesusahan besar, karena potongan ini mengatakan bahwa ketika Yerusalem akan mengalami ini dan itu, mereka masih akan ada di sana. Mereka akan melihat situasinya, yang berarti, mereka ada di sana. "Dan apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat" (ayat 28). Ini tampaknya menunjukkan bahwa orang-orang Kristen masih ada saat itu. Dalam ayat 29-33, Tuhan tampaknya menjamin bahwa peristiwa-peristiwa seperti itu pasti akan terjadi. Jika perkataan Tuhan berhenti pada ayat 33, tidak ada orang Kristen yang akan terangkat, dan semua orang pasti mengalami kesusahan besar. Namun, setelah ayat 33, Tuhan mengubah nadaNya. Sebelum ayat ini, Tuhan seakan menunjukkan bahwa semua orang harus mengalami kesusahan besar. Tetapi dari ayat 33 sampai 36, Dia mengubah nadaNya; tampaknya pembatasan telah dikendurkan.

Ayat 34 dan 35 mengatakan, "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini." Apakah ada jalan keluar? Ada! Ayat 36 mengatakan, "Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." Inilah jalan yang disiapkan bagi kita oleh Tuhan; yakni keterangkatan (kita akan membuktikannya nanti). Lukas 21 menunjukkan kepada kita dua penghancuran Yerusalem dan apa yang akan dialami orang-orang Kristen. Tetapi Lukas juga memberitahu kita tentang jalan keluarnya. Jika semua orang Kristen akan terangkat, ayat 34 tidak diperlukan. Sebaliknya, bila semua orang Kristen harus mengalami kesusahan besar, ayat 36 tidak akan terpenuhi. Karena itu, dari ayat 34 sampai 36 kita melihat bahwa keterangkatan itu bersyarat; hanya mereka yang berjaga-jaga senantiasa dan berdoa, akan terangkat.

Bagaimana kita dapat menghindari kesusahan besar yang akan datang? Hanya ada dua cara: pertama, dengan kematian; dan yang kedua, dengan terangkat. Apakah Tuhan berjanji bahwa kita akan terhindar dari hal-hal yang akan datang dengan kematian? Tidak, bukan dengan kematian. Tuhan berjanji bahwa kita akan dapat "berdiri di hadapan Anak Manusia." "Berdiri" dalam bahasa aslinya ialah "ditempatkan". Bukannya Anda tidak dapat berdiri di hadapan Anak Manusia, melainkan Anda ditempatkan di sana. Kalau bukan keterangkatan, apakah ini? Tentunya ini menunjuk kepada keterangkatan. Kematian bukanlah berkat. Apakah Lukas 21:36 menganjurkan kita agar mengharapkan kematian? Pasti tidak.

Kawan-kawan yang berpendapat seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar bertentangan dengan kata-kata dalam Lukas 21:20-28, karena jelas potongan ini menggambarkan keadaan mengalami kesusahan besar. Tetapi karena ada ayat 36, kita tidak dapat mengatakan bahwa seluruh gereja akan mengalami kesusahan besar; mereka yang melaksanakan ayat 36 akan terangkat sebelum kesusahan besar. Dapatkah kita mengatakan bahwa semua orang Kristen berjaga-jaga senantiasa dan berdoa? Seorang Kristen yang tua mengatakan bahwa setiap orang Kristen memiliki pelaksanaan ayat 36, karena mereka telah percaya kepada Tuhan Yesus, dan pasti berjaga-jaga dan berdoa. Tetapi perkataan Alkitab di sini adalah khusus. Di antara semua orang yang telah diselamatkan, hanya mereka yang melaksanakan ayat 36 yang dapat ditempatkan di hadapan Tuhan. Lagi pula, "berjaga-jaga senantiasa dan berdoa" tidak mengacu kepada berdoa dan memohon sehari-hari. Dalam bahasa aslinya, ungkapan ini menjelaskan apa yang digambarkan sesudahnya. Setelah kata berdoa seharusnya ada titik dua. Ini berarti bahwa orang berjaga-jaga senantiasa dan sering berdoa dengan mengatakan, "Tuhan, bebaskanlah aku dari apa yang akan datang, yakni kesusahan besar." Berjaga-jaga senantiasa dan berdoa tidak mengacu kepada berjaga-jaga dan berdoa yang biasa, tetapi berjaga-jaga dan berdoa untuk terhindar dari kesusahan besar yang akan datang.

Banyak saudara saudari telah berdoa untuk sandang dan pangan mereka, untuk orang tua, anak-anak, untuk perkara-perkara jasmani dan rohani. Tetapi pernahkah mereka berdoa untuk hal ini? Jika Anda tidak percaya bahwa dunia ini jahat, bagaimana mungkin Anda berdoa kepada Tuhan agar melepaskan Anda dari dunia? Siapa yang mau berdoa agar dibebaskan dari dosa sedangkan hatinya mencintai dosa? Siapa yang tidak ingin menjadi kaya ketika hatinya menginginkan uang? Memohon kepada Allah untuk membebaskan kita dari hal-hal ini adalah mengakui bahwa semua ini adalah kesia-siaan, dan kesusahan besar yang akan datang adalah kenyataan. Inilah sebabnya ada doa, "Ya Allah, selamatkanlah aku dari kesusahan besar yang akan datang." Semoga kita semua mempunyai doa sedemikian.

"Berdiri di hadapan Anak Manusia." Menurut bahasa aslinya, kata-kata ini dapat diterjemahkan menjadi "dilayakkan untuk ditempatkan di hadapan Anak Manusia." Karena itu, ini bukanlah persoalan kasih karunia, tetapi persoalan perbuatan. Apakah seseorang akan terangkat atau tidak adalah persoalan kelayakan. Jika Anda adalah orang yang berjaga-jaga senantiasa dan berdoa, Allah akan menganggap Anda layak ditempatkan di hadapan Anak Manusia; Anda akan dianggap layak terangkat. Apa yang dimaksud layak? Allah tidak dapat membawa Anda ke tempat yang tidak Anda kehendaki. Banyak orang tidak ingin pergi ke sorga. Sorga akan merupakan tempat penderitaan bagi mereka. Di sorga orang harus berdoa, membaca Alkitab, dan menyanyi selama-lamanya. Betapa membosankannya itu! Di sorga tidak akan ada berbagai macam kesenangan. Betapa menjemukan! Banyak orang tidak cukup rohani dan sorgawi untuk diangkat ke sorga. Ada fabel yang mengisahkan: suatu kali seekor elang bertemu dengan seekor kucing dan berkata kepadanya, betapa indahnya matahari, bulan, dan salju di puncak gunung. Kucing itu berkata, "Aku hanya menanyakan satu hal: Adakah tikus di langit?" Jika tidak ada tikus, tidak akan ada yang menarik bagi kucing. Jika yang dipikirkan seorang Kristen hanyalah anak-anak, harta, kedudukan, nama, tentu dia tidak akan tertarik pada sorga. Jika hari ini Anda tidak ada kecenderungan sedikitpun kepada Tuhan, tidak ada perasaan apapun terhadap hal-hal sorgawi, maka Anda tidak dapat mengatakan bahwa Allah tidak memberkati Anda, melainkan karena Anda tidak berminat dan tidak menginginkannya.

Musim panas yang lalu, seorang saudara mengatakan bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar. Saya bertanya kepadanya, "Adakah orang-orang Kristen yang telah beroleh selamat yang pergi menonton bioskop?" Dia menjawab, "Ada." "Adakah orang-orang Kristen yang telah beroleh selamat yang berbuat zinah?" Dia menjawab, "Ada." Saya bertanya lagi, "Seandainya, ketika Tuhan datang kembali, orang-orang ini sedang melihat film atau berzinah. Apakah mereka akan terangkat?" Jika mereka juga segera terangkat, ajaran macam apakah ini? Tuhan mengatakan bahwa orang-orang seperti itu tidak layak diangkat. Terangkat adalah persoalan kelayakan. Jika kita memegang barang-barang dan perkara-perkara di bumi, Allah tidak akan memaksa membawa kita pergi. Misalnya, sebuah balon gas tentunya bisa membubung ke atas, tetapi bila sebuah batu besar diikatkan padanya, balon itu tidak akan naik. Karena itu, keterangkatan tidak tergantung pada apakah seseorang mempunyai hayat atau tidak, melainkan tergantung pada apakah di dunia ini ada perkara-perkara yang mencengkeram Anda. Tuhan berkata, "Supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi" (ayat 34). Ini adalah persoalan apakah ada sesuatu yang mencengkeram hati Anda.

Ayat 36 menunjukkan kepada kita dengan jelas bahwa bukan seluruh gereja tidak akan mengalami kesusahan besar, juga bukan seluruh gereja akan mengalami kesusahan besar. Tuhan memberi kita janji di sini: barangsiapa berjaga-jaga senantiasa dan berdoa, ia bisa terangkat. Jika tak seorangpun akan mengalami kesusahan besar, ayat ini tidak diperlukan. Jika semua orang akan mengalami kesusahan besar, ayat ini akan kosong, sia-sia. Karena ada kemungkinan keterangkatan terjadi sebelum kesusahan besar, maka ada janji seperti ini dari Tuhan. Kalau tidak, apa gunanya ayat ini?

Kawan-kawan kita mengatakan bahwa "semua yang akan terjadi itu" (ayat 36) tidak mengacu kepada kesusahan besar, tetapi kepada pesta pora, kemabukan, dan kepentingan-kepentingan duniawi yang disebutkan pada ayat 34. Mereka mengatakan bahwa selama orang Kristen dapat berjaga-jaga senantiasa dan berdoa, Allah akan membebaskan dia dari hal-hal seperti pesta pora dan kemabukan. Tetapi mereka melewatkan kata "yang akan terjadi." Hal-hal dalam ayat 34 itu adalah hal-hal yang terjadi sekarang ini, atau hal-hal yang akan terjadi? Pesta pora, kemabukan, dan kepentingan-kepentingan duniawi adalah hal-hal sekarang ini. Hal-hal itu adalah hal-hal yang darinya manusia perlu terbebaskan sekarang ini. Bagaimana mungkin orang harus menunggu sampai masa yang akan datang untuk dibebaskan dari hal-hal itu? Lebih lanjut, pembebasan dari hal-hal itu bukanlah persoalan kelayakan, melainkan sudah seharusnya bebas dari hal-hal itu. Karena itu, "semua yang akan terjadi," dalam ayat 36 mengacu kepada kesusahan besar. Semua yang akan terjadi itu tidak ada di sini sekarang. Dari ayat ini, kita dapat melihat bahwa pendapat bahwa seluruh gereja akan mengalami kesusahan besar tidaklah berdasar. Karena Tuhan menjanjikan dengan jelas bahwa "engkau akan beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu."

Kali ini saya hanya menyebutkan dua bukti utama ini. Paling sedikit Wahyu 3:10 dan Lukas 21:36, menunjukkan kepada kita, bahwa sebagian orang saleh tidak akan mengalami kesusahan besar. Ayat-ayat yang kita baca dalam berita terdahulu mengatakan bahwa orang-orang saleh akan mengalami kesusahan besar, sedangkan ayat-ayat yang kita baca dalam berita ini mengatakan bahwa ada jalan keluarnya. Secara umum, gereja akan mengalami kesusahan besar. Tetapi ayat-ayat yang kita baca hari ini mengatakan bahwa sebagian kecil dari kaum saleh akan terangkat sebelum kesusahan besar. Jika kita membaca Matius 25 dengan cermat, kita akan melihat bahwa lima gadis yang bijaksana adalah orang-orang yang percaya, dan lima gadis yang bodoh juga orang-orang yang percaya. Mereka yang terangkat adalah orang-orang yang percaya, mereka yang ditinggalkan juga adalah orang-orang yang percaya.

BERMACAM-MACAM BUKTI

Tanpa jalan keluar yang disebutkan dalam Lukas 21:36, tidaklah mungkin memahami banyak bagian dalam Alkitab. Keterangkatan adalah hal yang tersembunyi, karena Alkitab mengatakan Tuhan akan datang seperti pencuri (Mat. 24:43; I Tes. 5:4). Ini berarti, kedatangan Tuhan itu tersembunyi dan tidak terbuka. Tetapi di aspek lain, Alkitab mengatakan bahwa kita jangan membiarkan hari itu datang atas kita seperti pencuri. Ini berarti bahwa kedatangan Tuhan itu terbuka. Di satu pihak, kedatangan Tuhan itu tersembunyi, di pihak lain, terbuka. Bagaimana kita dapat menjelaskan ini jika tidak ada dua macam kedatangan Tuhan? Bagaimana kita dapat menyesuaikan kedua bagian Alkitab ini jika sejumlah kecil orang yang percaya tidak terangkat sebelum kesusahan besar dan sebagian besar dari mereka terangkat setelah kesusahan besar?

Di samping kedua ayat ini, Wahyu 12:5 berbicara mengenai dibawa lari kepada Allah dan takhtaNya. Wahyu 14:3 mengatakan orang-orang ini ada di hadapan takhta. Lukas 21:36 mengatakan bahwa mereka akan berdiri di hadapan Anak Manusia. Semua ini mengacu kepada keterangkatan ke sorga. Tetapi ada juga ayat-ayat lain yang berbicara tentang diangkat ke awan-awan. Misalnya, I Tesalonika 4:17 mengatakan, "menyongsong Tuhan di angkasa," dan Matius 25:10 mengatakan, "Datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin." Ini juga terjadi di angkasa. Tuaian dalam Wahyu 14:14-16 juga terjadi di angkasa. Jika keterangkatan sepenuhnya terjadi sebelum kesusahan besar, atau sepenuhnya terjadi setelah kesusahan besar, bagaimana kedua kelompok ayat ini dapat dijelaskan? Karena itu, mengatakan bahwa sebagian kecil orang-orang yang percaya akan terangkat sebelum kesusahan besar, sedangkan sebagian besar dari kaum saleh akan terangkat setelah kesusahan besar, benar-benar sesuai dengan Alkitab. Kalau tidak, tidak mungkin kita dapat menjelaskan banyak ayat Alkitab.

Lagi pula, Alkitab mengatakan bahwa tak seorangpun tahu hari kedatangan Kristus. Tetapi, Alkitab juga mengatakan bahwa hari kedatangan Kristus dapat diketahui. Di satu pihak, Alkitab mengatakan bahwa Kristus akan datang pada waktu bunyi nafiri (sangkakala) yang ketujuh, ketika nafiri yang terakhir ditiup. Di pihak lain, Alkitab mengatakan, "Tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu" (Mat. 24:36), dan "Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga" (ayat 44). Jika hanya ada satu macam keterangkatan, bagaimana mungkin Anda tidak tahu akan kedatanganNya? Karena Alkitab telah mengatakan bahwa Dia akan datang pada waktu nafiri ketujuh dibunyikan, Anda dapat mengetahui waktu kedatangan Kristus dengan menghitung tiga setengah tahun dari saat Antikristus mulai duduk di Yerusalem. Lalu mengapa Alkitab mengatakan bahwa tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu? Ini berarti, ada orang yang akan terangkat sebelum kesusahan besar, karena tak seorangpun tahu waktu keterangkatan sebelum kesusahan besar; tetapi siapapun juga dapat menemukan waktu keterangkatan sesudah kesusahan besar.

Saya tidak berani mengatakan bahwa hanya ada dua kali keterangkatan. Tetapi saya dapat mengatakan bahwa menurut Alkitab, keterangkatan itu bermacam-macam. Di satu pihak, waktu itu tidak dapat diketahui, tetapi di pihak lain, itu dapat diketahui. Di satu pihak, itu tersembunyi, tetapi di pihak lain, itu terbuka. Di satu pihak, manusia tidak dapat melihatnya, tetapi di pihak lain, banyak orang dapat melihatnya. Jika kita mempunyai pandangan yang menyimpang, kita tidak mungkin mengerti ayat-ayat ini.

JAWABAN BAGI MEREKA YANG BERPENDAPAT

SELURUH GEREJA AKAN TERANGKAT SEBELUM KESUSAHAN BESAR,

DAN MEREKA YANG BERPENDAPAT SELURUH GEREJA AKAN TERANGKAT SESUDAH KESUSAHAN BESAR

Mereka yang menentang adanya berbagai macam keterangkatan juga mempunyai alasan. Tetapi marilah kita melihat apakah alasan mereka itu bisa terhitung.

1. Jawaban Pertama

Kawan-kawan kita mengatakan bahwa keterangkatan gereja tidak dapat dibagi menjadi waktu-waktu yang berbeda-beda; hanya mungkin ada satu keterangkatan, karena gereja adalah Tubuh Kristus, dan jika ada lebih dari satu kali keterangkatan, Tubuh Kristus akan terbagi menjadi potongan-potongan. Bagaimana mungkin Tubuh Kristus terbagi-bagi?

Bagaimanapun, kita tahu bahwa Tubuh Kristus adalah suatu ungkapan metafora (perumpamaan). Artinya yang utama ialah hanya ada satu hayat. Tidak berarti bahwa TubuhNya secara fisik berkaitan seperti tubuh fisik kita. Jika tidak demikian, maka Tubuh Kristus <MI>hari<D> ini sudah terbagi-bagi (terpecah-belah). Kristus adalah Kepala, berada di sorga; sedangkan kita, TubuhNya, berada di bumi, apakah ini tidak berarti telah ada perpecahan? Sebagian orang yang percaya telah mati, apakah ini juga tidak berarti perpecahan? Sebagian orang yang percaya belum lahir. Apakah ini juga tidak berarti pembagian? Jika perbedaan waktu keterangkatan akan membagi Tubuh Kristus, berarti keterpisahan yang kita sebut di sini telah membagi Tubuh Kristus. Dapatkah bantahan seperti itu berlaku?

2. Jawaban Kedua

Kawan-kawan kita mengatakan bahwa keterangkatan adalah bagian dari penebusan. Roma 8:23 mengatakan, "Sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita." Bila keterangkatan adalah bagian dari penebusan, maka keterangkatan adalah kasih karunia. Jika pembebasan tubuh adalah kasih karunia, maka seharusnya tidak ada satu kelompok yang terangkat dahulu dan kelompok yang lain ditinggalkan.

Namun, ingatlah, keterangkatan bukanlah pembebasan tubuh; keterangkatan adalah suatu perkara yang terpisah dari pembebasan tubuh. Keterangkatan memang berdasarkan kasih karunia Allah juga (segala sesuatu adalah masalah kasih karunia), tetapi keterangkatan itu ada syaratnya. Hanya ada dua kitab yang membicarakan tentang posisi gereja; keduanya ialah Kolose dan Efesus. Dalam kedua kitab ini, posisi tertinggi gereja ialah kematian, kebangkitan, dan kenaikan ke sorga. Apakah di dalamnya terdapat keterangkatan? Tidak, tidak disebutkan. Sebelum keterangkatan, diperlukan pengubahan. Kebangkitan adalah kasih karunia Allah, tetapi keterangkatan bukan. Sungguh berarti, bahwa Kolose dan Efesus tidak menyebutkan keterangkatan. Apakah keempat Injil menyebutkan keterangkatan sebagai kasih karunia? Tidak.

3. Jawaban Ketiga

Seorang saudara mengatakan, "Jika seperti yang Anda katakan, ada yang terangkat sebelum kesusahan besar, sedangkan yang lain akan terangkat sesudah kesusahan besar, bukankah ini akan membuat gereja kehilangan harapannya akan keterangkatan? Sangatlah kejam mengatakan seperti yang telah Anda katakan, bahwa sebagian kecil akan terangkat dahulu, sedangkan sebagian besar akan ditinggalkan untuk mengalami kesusahan besar, kemudian baru terangkat."

Jawaban saya ialah harapan bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar bagaimanapun adalah harapan yang kosong. Karena Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar. Karena itu adalah harapan yang kosong, maka lebih baik kita sejak dini telah memberitahu orang-orang mengenai ini. Dengan begitu, mereka akan tahu bahwa keterangkatan tidak berdasarkan pada penyelamatan mereka dalam hayat, tetapi berdasarkan pada perbuatan yang sesuai dengan firman Alkitab yang mereka lakukan setelah mereka menerima hayat.

4. Jawaban Keempat

Kawan-kawan kita mengutip I Korintus 15:23 yang mengatakan, "Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus adalah buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya." Di sini hanya disebutkan "mereka yang menjadi milikNya" tanpa membuat perbedaan lebih lanjut; tidak dikatakan bagaimana seharusnya perbuatan setelah penyelamatan, dan tidak dikatakan apa-apa tentang berjaga-jaga dan berdoa.

Ya, tetapi kita tidak dapat menambahkan hal-hal lain pada potongan ini. Misalnya, ada hukum negara yang mengatakan, "Setiap warga negara mempunyai haknya sebagai warga negara." Tetapi begitu seseorang warga negara melanggar sesuatu hukum tertentu, dia akan kehilangan haknya sebagai warga negara. Dapatkah dia membantah bahwa dia masih mempunyai hak berdasarkan kalimat, "Setiap warga negara mempunyai haknya sebagai warga negara?" Tentu tidak dapat. Yohanes 3 mengatakan, bahwa orang-orang yang telah dilahirkan kembali dapat masuk ke dalam kerajaan Allah. Tetapi banyak kitab lain yang mengatakan kepada kita, bahwa mereka yang telah dilahirkan kembali dan mempunyai hidup yang kekal tidak semua pasti mendapatkan kerajaan.

Lagi pula, I Korintus 15 bukan menyinggung tentang keterangkatan, melainkan tentang kebangkitan. Dari ayat pertama sampai ayat terakhir, bagian ini membahas tentang kebangkitan. Keterangkatan adalah yang dimasukkan orang ke dalam bagian ini. Memang benar, orang Kristen bisa bangkit, karena dia adalah milik Kristus.

5. Jawaban Kelima

Kawan-kawan kita bertanya, "Jika demikian halnya, apa yang akan terjadi denan kaum saleh yang telah meninggal? Orang-orang Kristen yang tidak hidup dengan baik akan mengalami kesusahan besar, akan lebih menderita. Jika orang-orang Kristen yang perbuatannya tidak baik itu meninggal lebih dulu, bukankah ini berarti mereka tidak perlu mengalami kesusahan besar? Bukankah mereka lebih beruntung daripada orang-orang masih masih hidup?

Jawaban saya ialah: kita tidak perlu khawatir mengenai hal ini. Allah tidak mungkin tidak adil. Seperti kata Abraham, "Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" (Kej. 18:25). Ini bukan urusan kita, ini urusan Allah. Di samping itu, tampaknya kelompok orang itu akan menderita. Mungkin mereka tidak mengalami kesusahan besar, tetapi mereka harus berdiri di depan takhta pengadilan untuk menerima apa yang sepatutnya mereka terima. Karena II Korintus 5:10 mengatakan, "Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat." Ini tidak ada hubungannya dengan keselamatan atau kebinasaan, tetapi ada hubungannya dengan kerajaan. Masuk ke dalam kerajaan haruslah kita putuskan sendiri.

6. Jawaban Keenam

Kawan-kawan kita mengutip I Korintus 15:51 yang mengatakan, "Kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah." Tidakkah kata "semua" di sini menunjukkan bahwa hanya ada satu macam keterangkatan? Seorang saudara mengatakan, Alkitab hanya membedakan gandum dari alang-alang, tidak membedakan gandum dari gandum yang lain. Karena itu, hanya ada satu macam keterangkatan.

Memang, ada perbedaan antara gandum dengan alang-alang. Tetapi ada pula perbedaan antara satu macam gandum dengan gandum yang lain. Imamat 23 adalah sebuah contohnya: Terlebih dulu ada buah bungar (hasil pertama), kemudian tuaian umum, dan akhirnya ada pengumpulan sisa yang tertinggal. Tidak hanya Imamat yang mengatakan ini; Wahyu 14 juga menyinggung perbedaan ini. Mula-mula ada hasil pertama, kemudian tuaian umum.

Saya juga percaya bahwa kita semua akan diubah. Tetapi Alkitab terbatas hanya mengatakan bahwa kita semua akan diubah; ia tidak mengatakan bahwa kita semua akan terangkat bersama-sama. Lagi pula, I Korintus 15 membahas kebangkitan; bukan membahas keterangkatan. Saya mengakui bahwa I Korintus 15 sejajar dengan I Tesalonika 4, tetapi penekanannya berbeda. Memang benar, kita semua akan diubah. Tetapi Alkitab tidak mengatakan bahwa kita semua akan terangkat pada waktu yang sama. Mengapa kita menambahkan sesuatu yang tidak dikatakan Alkitab?

7. Jawaban Ketujuh

Satu Tesalonika 4:15 mengatakan, "Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal."

Ini adalah alasan yang sangat kuat bagi mereka. Mereka bertanya, "Apakah I Tesalonika 4:15 menyinggung tentang keterangkatan?" Ya. Lalu, apa yang dikatakan ayat ini? Ayat ini mengatakan, bahwa kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Jika mengatakan ada sekelompok orang akan terangkat sebelum kesusahan besar, sedangkan sebagian besar orang baru terangkat pada waktu nafiri yang ketujuh dibunyikan (waktu orang-orang mati akan dibangkitkan), apakah ini tidak berarti bahwa mereka yang hidup mendahului mereka yang telah meninggal? Satu Tesalonika 4 mengatakan bahwa kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Jadi, keterangkatan kita tidak akan terjadi sebelum kebangkitan orang mati. Lalu bagaimana orang dapat mengatakan bahwa akan ada sekelompok orang yang akan terangkat sebelum kesusahan besar, sedangkan yang lain, termasuk yang telah meninggal, akan terangkat sesudah kesusahan besar?

Dibandingkan dengan ayat-ayat lain yang telah mereka ajukan, ayat ini adalah bukti yang lebih masuk akal. Mereka mengatakan bahwa keterangkatan orang hidup tidak dapat mendahului orang yang telah meninggal. Namun, Alkitab saya mengatakan, "yang hidup yang masih tinggal" sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Tidak hanya ayat 15 yang berisi kata-kata "hidup, yang masih tinggal," ayat 17 juga berisi kata-kata yang sama. Kita jangan salah membaca kata-kata ini. Bukankah "hidup" berarti bahwa orang-orang itu ada di dunia? Mengapa perlu dikatakan lagi, "yang masih tinggal?" Jika "hidup" berarti hidup, dan "masih tinggal" juga berarti hidup, mengapa ada pengulangan? Perjanjian Baru tidak mempunyai pengulangan seperti itu tanpa alasan. Lalu mengacu kepada apakah kata "hidup, yang masih tinggal" ini? Lingkungan "yang hidup, yang masih tinggal" lebih kecil daripada "yang hidup" saja. Jika mengatakan "yang hidup," ini mengacu kepada semua orang percaya yang hidup. Tetapi "yang hidup, yang masih tinggal" bukan mengacu kepada semua orang percaya yang hidup, tetapi kepada orang-orang yang (1) hidup, dan (2) masih tinggal. Jadi, "hidup, yang masih tinggal" berarti ada sekelompok lain yang hidup yang telah pergi dulu, tetapi sekelompok ini tidak hanya hidup juga masih tinggal. Kelompok yang ditinggalkan adalah "yang hidup, yang masih tinggal." Hidup berlawanan dengan mati, sedangkan masih tinggal berlawanan dengan telah pergi. "Yang hidup, yang masih tinggal" berlawanan dengan yang hidup yang telah pergi dulu (terangkat). Apa artinya tinggal? Ini artinya ada kelompok lain telah pergi lebih dahulu. Misalnya, jika sepuluh tamu diundang, dan jika kita bertanya ada berapa orang tamu di sini, dan jawabannya adalah sepuluh yang datang tetapi hanya lima yang masih tinggal, ini berarti bahwa yang lima lagi telah pergi. Bukankah ini menyiratkan kepada kita bahwa ada satu kelompok telah pergi?

Kawan kita bertanya, "Apakah ini tidak berarti bahwa Pauluspun telah menempatkan dirinya pada kelompok yang kedua?" Jawaban saya ialah: Paulus tidak hidup terus dan tidak ditinggalkan. Kata "kita" yang digunakannya tidak mengacu kepada orang tertentu, ini hanyalah suatu cara pengungkapan. Ini dapat dibandingkan dengan cara memberitakan Injil, bila kita berkata bahwa "kita" telah melakukan dosa ini dan itu. Ini tidak berarti kita sendiri memang telah melakukan dosa ini dan itu. Demikian juga, ketika Paulus mengatakan "kita," dia tidak bermaksud menempatkan dirinya sendiri sebagai salah seorang dari mereka yang akan ditinggalkan. Ini hanyalah sekadar cara pengungkapan.

Saudara-saudara, dari jawaban-jawaban dalam ayat-ayat ini, kita dapat melihat bahwa pendapat yang mengatakan seluruh gereja akan terangkat sebelum kesusahan besar adalah teori kosong, itu adalah anggapan belaka, itu tidak ada dasar Alkitabnya. Mereka yang mengatakan bahwa gereja akan mengalami kesusahan besar lebih mempunyai dasar dalam fakta-fakta, tetapi, mengatakan bahwa seluruh gereja akan mengalami kesusahan besar, juga salah. Alkitab mengatakan, bahwa mereka yang menaati firman kesabaran Tuhan dan yang berjaga-jaga senantiasa sambil berdoa, akan terangkat sebelum kesusahan besar. Orang yang lain akan terangkat setelah kesusahan besar. Ini adalah ajaran Alkitab. Pokoknya, menurut Alkitab, sebagian kecil akan terangkat sebelum kesusahan besar, sebagian besar akan terangkat setelah kesusahan besar. Mengenai berapa kali pengangkatan akan terjadi dan bagaimana itu terjadi, adalah hal-hal di luar perhatian berita ini, dan kita tidak akan menyinggungnya.

AKHIR KATA

Jika kita siap, kita akan terangkat. Jika kita tidak siap, kita akan mengalami kesusahan besar. Karena itu, hanya ada satu hal: Anda hari ini melewati kematian, menempuh jalan kematian, setiap hari mati terhadap hayat ego, setiap hari mati terhadap dunia, agar Anda bisa diangkat; atau Anda menunggu hari itu baru melewati kematian. Bagaimanapun, harus merasakan cita rasa kematian. Selama dua minggu ini, saya mempunyai perasaan bahwa banyak orang percaya yang akan mengalami kesusahan besar, dan akan melihat Antikristus. Tetapi pada waktu yang sama, Roh Kudus akan datang dua kali lipat. Pada saat itu, karunia bahasa-bahasa, nubuat-nubuat, dan mujizat akan bertambah dan akan menjadi lebih banyak daripada waktu Pentakosta. Karena itu, jika seseorang ditinggalkan, dia harus dikuatkan dan berdiri teguh. Pada saat itu, semua orang harus menghadapi Antikristus. Pada satu aspek, kita semua akan mengalami penderitaan yang tidak dapat ditanggung oleh seorang manusiapun. Tetapi, kita harus melewatinya. Jika dapat terangkat sebelum waktu itu, kita memuji Tuhan. Jika tertinggal, tak ada yang dapat dilakukan selain melawan Antikristus. O, kita semua harus siap, dengan sikap yang tidak mau mundur satu jengkalpun, maju berperang, mempertaruhkan diri sendiri, melakukan satu pertempuran yang terakhir dengannya, sampai kita mati.

Ijinkan saya menyampaikan beberapa perkataan lagi. Beberapa orang bersikap, asal aku telah diselamatkan, cukuplah, lainnya aku tidak peduli, aku tidak mau berbuat apapun, tidak ingin menjadi apapun, dan tidak ingin berpikir mengenai apa yang akan terjadi di masa mendatang. Tetapi saya harus mengatakan kepada Anda, pada waktu itu, tak seorangpun akan mengatakan bahwa dia tidak ingin berpikir mengenai hal itu, karena semua orang akan terpaksa berpikir mengenai hal itu. Jika Anda tidak siap, jika Anda tidak siap mengorbankan segala sesuatu bagi Allah, ini berarti Anda tidak akan terangkat, sebaliknya, akan ditinggalkan. Pada saat itu, jika Anda masih ingin menjadi orang Kristen, Anda tidak akan dapat menghindar. Ah, orang yang belum dilahirkan, mungkin lebih bahagia. Tetapi jika sudah dilahirkan, pasti harus melewati hal-hal itu. Semoga kita adalah orang-orang yang berjaga-jaga dan siap sedia.