PELAKSANAAN SIDANG KELOMPOK BERSIDANG DALAM ROH YANG MEMBERITAKAN, MEMUJI, SUKACITA,
DAN MEMBICARAKAN KRISTUS
Ketika kita berkumpul dalam sidang apa pun, kita harus berlatih menjaga diri kita sendiri jauh dari apa pun yang berhubungan dengan agama. Pengaruh agama dapat terlihat dari cara kita datang ke dalam sidang. Banyak orang saleh sangat cerewet di mana saja dan kapan saja, kecuali pada waktu bersidang dan berada di balai sidang. Ini adalah hasil dari pengaruh agama. Di luar balai sidang, mereka mungkin sangat aktif dan cerewet, tetapi begitu masuk ke dalam, mereka menjadi sangat tenang dan "bersikap hormat", berjalan dengan perlahan, dan menjaga sikap dan. gaya sewaktu menghadiri kegiatan keagamaan, Sikap semacam itu benar-benar agamawi dan harus dibuang tuntas. Kita harus belajar datang ke dalam sidang dengan cara yang wajar dan alami. Kita seharusnya menganggap balai sidang adalah tempat yang nyaman untuk berkumpul, bukan sebagai "tempat yang kudus".
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita harus menjadi orang yang penuh dengan Kristus dan diisi dengan kepenuhan Allah di dalam roh kita, memuji, bersukacita, dan membicarakan Kristus sepanjang hari. Kamudian, kita seharusnya datang ke dalam sidang sama seperti sewaktu kita dalam kehidupan sehari-hari penuh dengan Kristus, penuh dengan kegembiraan, dan penuh dengan Roh. Jika kita bukan orang yang sedemikian, kita sudah gagal. Tetapi jika kits. adalah orang-orang yang memuji, menyanyi, bersukacita, dan membicarakan Kristus, kita akan datang ke dalam sidang dengan cara seperti itu.
Alasan dari sulitnya kita memiliki pelaksanaan. memuji, menyanyi, bersukacita, dan membicarakan Kristus adalah karena agama telah tersusun ke dalam diri kita. Sebagai orang Kristen, kapan saja kita datang ke dalam. sidang, kita. bertindak secara agamawi, karena kita telah dipengaruhi oleh latar belakang agamawi. Pengaruh agama. ini membinasakan roh kita yang memberitakan dan bernyanyi. Roh yang membicarakan Kristus juga dibinasakan. Konsepsi agama telah membungkus seluruh diri kita dan telah menjadi bagian dari diri kita. Bahkan sepertinya sebelum kita menjadi orang Kristen pun konsepsi agama sudah ada. Kita harus berlatih menolak apa saja dari agama di dalam sidang-sidang kita.
BERSIDANG DALAM ALLAH TRITUNGGAL
DI LUAR AGAMA
Hal yang intrinsik dari gereja, seperti esens intrinsik, pertumbuhan intrinsik, pembanguman intrinsik, dan persekutuan intrinsik, adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan tersalur, di dalam, perwujudan- Nya (Kristus), di kenal oleh kita. Hal-hal intrinsik ini berlawanan dengan watak dan karakter kita. Kita biasanya menghadiri sidang dalam watak dan karakter kita, juga berperilaku menurut watak dan karakter kita. Biasanya, kita tidak menghadiri sidang di dalam roh kita, dalam Kristus, dalam roh kita yang bernyanyi, atau dalam sikap kita yang memuji. Tetapi ketika kita menghadiri sidang kelompok dengan roh yang memberitakan, menyeru, menyanyi, dan membicarakan Kristus, ki ta sepenuhnya berada di luar watak dan karakter kita. Kemu dian, ketika kita menghadiri sidang kelompok dengan cara ini, kita j auh dari agama.
BELAJAR BERSIDANG
DENGAN MENYANGKAL DIRI KITA
Watak dan karakter kita menghalangi kita dari melaksanakan sidang kristiani yang tepat; karena itu, kita harus belajar menyangkal watak dan karakter kita. Menurut pengajaran Perjanjian Baru, kita harus menyangkal diri kita (Mat. 16:24), hayat jiwa kita (16:26; Luk. 9:24). Menyangkal diri kita adalah menyangkal watak kita, karena diri kita ada di dalam watak kita. Hayat jiwa adalah persona, dan hakiki persona adalah watak. Ekspresi persona (yakni ego), adalah karakter. Kadang-kadang kita berkata bahwa seseorang "sangat memiliki karakter yang sejati". Ini berarti orang tersebut mengekspresikan dirinya sendiri yang membedakan dia dari orang lain.
Sebagai orang Kristen kita harus menjadi orang yang selalu melawan watak dan karakter kita. Melawan watak dan karakter kita adalah menyangkal diri kita. Kita harus belajar selalu hidup, berperilaku, dan membawa diri kita melawan watak kita. Melawan watak kita adalah menyangkal diri kita. Tanpa melawan watak kita, kita tidak dapat memiliki sidang kelompok yang tepat. Jika kita tidak melawan watak dan karakter kita, kita akan menghadiri sidang secara agamawi, memasuki sidang secara agamawi, duduk secara agamawi, dan bertingkah laku di dalam sidang secara agamawi. Seluruh aktivitas sidang akan menjadi barang agama, karena agama selalu berpasangan dengan watak dan karakter kita. Jika kita bersidang menurut agama, watak, dan karakter, maka tidak akan ada Roh, tidak ada Kristus, tidak ada hayat, dan tidak ada pembicaraan Kristus. Inilah situasi kekeristenan hari ini. Walaupun banyak orang saleh terkasih sangat mencintai Tuhan, mereka tidak bersidang dengan Roh itu atau dengan Kristus, tetapi dengan agama dan dengan watak mereka.
Kita harus belajar melawan watak dan karakter kita. Kita menggunakan waktu kita dengan tepat atau tidak, itu mengungkapkan watak dan karakter kita. Sebagai tenaga sepenuh waktu, mudah sekali kita tidak merencanakan waktu kita secara bijaksana. Ketika kita bekerja dalam suatu usaha, selalu ada jadwal tertentu yang dipakai untuk merencanakan waktu kita. Sebagai karyawan, kalian tidak dapat bekerja sesuka kalian. Jika kalian melakukan ini walaupun hanya dalam jangka yang pendek, kalian mungkin akan menerima surat pemberhentian dan kalian akan dipecat. Sebagai tenaga sepenuh waktu, sepertinya kalian tidak memiliki majikan lagi karena kalian telah melepaskan pekerjaan kalian. Kalian mungkin berkata bahwa Tuhan adalah pimpinan kalian, tetapi sebenarnya, kalianlah pimpinannya. Hari ini, kalian mungkin bekerja tepat waktu, tetapi hari berikutnya, jika kalian merasa lelah, kalian mungkin berangkat bekerja sedikit terlambat. Siapakah pimpinan kalian? Yesus Kristus atau kalian sendiri? Sebenarnya, kalianlah majikannya. Saya tahu bahwa sebagai peserta pelatihan sepenuh waktu, kalian mudah menjadi rusak, karena saya sudah di garis ini selama bertahun-tahun, dan saya telah melihat banyak tenaga sepenuh waktu. Kita mungkin berkata bahwa kita hidup, berjalan, dan membawa diri kita dalam nama Tuhan. Tetapi sebenarnya kita sering hidup, berjalan, dan membawa diri kita sepenuhnya berdasarkan watak kita.
Suatu waktu saya bertanya kepada salah satu saudari apakah dia berfungsi atau tidak di dalam sidang-sidang yang dia hadiri. Dia menjawab, "Oh, Saudara Lee, Anda tahu bahwa sejak lahir aku bukanlah seorang yang dapat membicarakan apa pun di dalam sidang. Aku dilahirkan sebagai seorang pendiam, dan aku bukan orang yang berterus terang." Ketika saya menerima jawaban tersebut, saya berkata, "Ini hanyalah watak Anda." Menggunakan kata watak cukup menyenangkan, tetapi menggunakan kata diri sendiri kurang menyenangkan. Sebenarnya, watak dan diri sendiri sangat dekat artinya. Mengatakan bahwa kita terlahir secara khusus sepertinya adalah alasan yang baik, tetapi Alkitab memberi tahu kita bahwa setiap kali kita berkumpul, kita harus niemiliki sesuatu, seperti mazmur atau pujian untuk diutarakan, juga nyanyian. Tuhan tidak senang bila kita duduk di dalam sidang menuruti sifat bawaan kita. Kadang-kadang saudari-saudari yang lebih tua berkata kepada saya, "Saudara Lee, kami telah berumur lebih dari tujuh puluh tahun. Bagi mereka yang masih muda menyeru dengan lantang boleh saja, tetapi bagi kami yang telah lanjut umur, tidak mudah melakukan hal yang sama." Watak mereka menjadi alasan untuk tidak berfungsi dan juga membenarkan diri mereka sendiri. Kita harus melawan watak kita. Latihan yang baik untuk mengatasi watak pendiam kita di dalam sidang adalah diri kita sendiri berkali-kali memuji Tuhan sepanjang hari, tetapi bukan dengan cara yang dapat menggangu atau mengusik orang lain. Jika kita menempuh kehidupan yang memuji Tuhan, ketika kita menghadiri sidang, kita akan lupa diri dengan kenikmatan terhadap Tuhan. Kenikmatan atas Kristus ini akan mendorong kita memuji Tuhan dan menyeru, "Amin ketika kita berkumpul bersama kaum saleh di dalam sidang-sidang.
Kita sudah terbiasa dengan cara tradisional sewaktu bersidang dalam kekristenan. Orang-orang masuk dan duduk dengan tenang, menunggu pendeta memimpin pujian, menyampaikan khotbah, atau memperkenalkan seorang pembicara tamu. Hanya satu orang yang berbicara, dan yang lain hanya mendengarkan. Jenis sidang ini menghapuskan fungsi dari orang-orang yang hadir. Tetapi cara lain untuk bersidang adalah dengan setiap orang bersidang sambil memuji Tuhan, bernyanyi, atau berkata, "Amin" sewaktu mereka mernasuki ruangan. Sidang ini dimulai di jalan menuju ke balai sidang. Hal itu menghasilkan. kesaksian. Kristus dan membuat Tuhan sangat gembira.
BAGIAN-BAGIAN SIDANG KELOMPOK
Doa dan Persekutuan
Bagian pertama dari sidang kelompok terutama adalah bernyanyi, memuji, dan berdoa. Hal ini secara spontan membawa kita ke dalam persekutuan. Sebagai contoh, seorang saudara mungkin berdoa untuk saudara lain yang sedang sakit dan juga kehilangan pekerjaan. Doa seperti itu membuat orang-orang dalam kelompok tersebut terbuka, bersekutu mengenai saudara yang sakit itu. Mungkin, segera setelah doa itu, seorang saudara akan bertanya, "Saudara, apa pekerjaan saudara itu sebelunmya? Saudara lain mungkin menjawab, "Dia datang dari China ke Taiwan dua tahun yang lalu dan telah bekerja dalam perusahaan tertentu di bagian pembukuan." Percakapan singkat ini adalah contoh dari suatu persekutuan.
Doa Syafaat dan Perhatian yang Riil
Persekutuan diikuti dengan doa syafaat. Beberapa saudara dalam kelompok itu mungkin mulai berdoa untuk saudara yang kehilangan pekerjaan. Kemudian pada minggu berikutnya, seorang saudara mungkin menemukan bahwa ada lowongan untuk bagian pembukuan di perusahaannya. Dia mungkin pergi ke sidang kelompok dan meminta riwayat hidup saudara itu untuk ditujukan ke perusahaannya. Ini adalah suatu contoh dari perhatian yang riil.
Penggembalaan
Setelah persekutuan, don syafaat., dan perhatian yang riil, kemudian ada penggembalaan. Beberapa orang di dalam kelompok itu mungkin mengetahui bahwa seorang saleh ada yang sedang sakit di rumah atau di rumah sakit. Setelah beberapa orang bersekutu, dua orang mungkin memutuskan untuk mengunjungi saudara atau saudari yang sakit itu. Ini adalah kunjungan penggembalaan. Secara spontan, semua hal yang begitu penting untuk merawat kaum saleh - persekutuan, don syafaat, perhatian yang riil, dan penggembalaan - dapat dan harus dilaksanakan di dalam setiap sidang kelontpok.
SIDANG KELOMPOK YANG RIIL
BERLAWANAN DENGAN AKTIVITAS AGAMAWI
Hal-hal seperti persekutuan, doa syafaat, perhatian. Yang riil, dan penggembalaan dapat dengan. mudah dilaksanakan dalam sidang kelompok. Tetapi karena kita kekurangan sidang kelompok, kita juga sangat kurang atas hal-hal ini dalam hidup gereja. Kita berkumpul bersama, tetapi berkumpulnya kita tidak begitu riil. Kita tampil seperti aktor dalam ibadah agama., tetapi kita tidak memperhatikan hal-hal yang riil. Kita memilih kidung, tetapi kidung itu kurang berhubungan dengan persekutuan atau doa syafaat. Kita mungkin berbicara tentang hal-hal yang kurang berhubungan dengan perhatian yang riil, atau kita mungkin mengajukan hal-hal yang kurang berhubungan dengan penggembalaan. Kita berbicara banyak, tetapi sangat sedikit bersekutu, berdoa syafaat, memperhatikan secara riil, atau menggembalakan. Hasilnya adalah kita hanya memboroskan waktu kita dan hanya mengerjakan sedikit untuk memperhatikan kaum saleh, untuk menggenapi mereka, atau untuk membangun mereka. Sering kali kita mengerjakan banyak hal agamawi yang tidak ada hubungannya dengan situasi yang riil dari kaum saleh. Untuk alasan ini, saya merasa berbeban memerangi keusangan, konsepsi agamawi, dan watak kaum saleh, termasuk watak saya.
FUNGSI SIDANG KELOMPOK
DALAM KEHIDUPAN GEREJA
Kehidupan gereja akan berada pada level yang tinggi bila sidang kelompok berada pada level yang tinggi. Karena itu, sidang kelompok sangatlah penting dan kita harus benar-benar memperhatikan sidang kelompok. Jika sidang kelompok kendur, gereja juga kendur. Kehidupan gereja diselarnatkan dari kekenduran dalam sidang kelompok. Melalui sidang kelompok, kaum saleh, bukan para penatua atau sekerja, memperhatikan persekutuan, doa syafaat, perhatian yang riil, dan penggembalaan. Dalam sidang kelompok, semua hal ini dapat diselamatkan seluruhnya. Tetapi tanpa sidang kelompok, persekutuan, doa syafaat, perhatian yang riil, dan penggembalaan tidak dapat dilakukan seluruhnya. Bahkan lima saudara yang berfungsi sebagai penatua, tidak akan dapat mengurus gereja yang terdiri atas dua ratus - orang saleh tanpa adanya sidang kelompok. Tetapi sekelompok orang saleh yang terdiri atas delapan sampai dua belas orang dapat memperhatikan satu sama lain dengan sangat tuntas. Karena kita tidak melaksanakan sidang kelompok pada tahun-tahun yang lalu, mungkin kita berada di suatu lokal dengan sejumlah orang saleh selama bertahun-tahun dan tidak mengetahui nama-nama dari beberapa orang saleh. Tetapi jika beberapa orang saleh berkumpul bersama minggu derni minggu dalam sidang kelompok, akhirnya, kaum saleh ini tidak hanya akan mengenal nama satu sama lain juga akan saling mengenal isi hati dan watak setiap orang.
Karena sifat yang intim dari sidang kelompok, Anda mungkin akan menemukan bahwa seorang saudara yang terlihat sangat rohani dan surgawi dalam sidang besar sebenarnya sangat tidak rohani sama sekali. Penemuan seperti ini seharusnya membuat Anda berdoa dan berdoa syafaat untuk saudara itu, bukan mengkritik dia. Setelah berdoa syafaat untuk kepentingan saudara itu, Anda mungkin akan dipimpin Tuhan untuk menggembalakan dan memperhatikan saudara itu secara riil.
Melalui sidang kelompok, pelaksanaan kehidupan gereja akan menjadi sangat tuntas dan memuaskan dalam memenuhi semua keperluan kaum saleh. Hari ini di antara kita terdapat kekurangan karena sidang kelompok telah diabaikan. Gereja mungkin memiliki seratus orang saleh, tetapi karena tidak ada sidang kelompok, sangat sedikit penggembalaan, perhatian yang riil, atau doa syafaat yang khusus untuk kaum saleh. Doa syafaat secara teratur diperlukan dalam kehidupan gereja. Doa syafaat ini lebih khusus dibandingkan dengan doa biasa. Sewaktu kita berdoa untuk kaum saleh secara umum, doa itu adalah doa yang umum. Tetapi ketika kita berdoa secara khusus dengan menyebutkan kasus tertentu dan orang tertentu, ini adalah doa syafaat.
Ketika gereja melaksanakan sidang kelompok dengan tuntas, semua orang saleh akan berada dalam kelompok yang khusus, dan seluruh gereja akan maju terutama melalui dan dalam sidang kelompok. Para penatua gereja seharusnya mengawasi sidang kelompok agar dapat mengoreksi, memperbaiki, meningkatkan, memperkaya, dan menghidupkan mereka bila perlu. Bila ada satu sidang kelompok yang mati atau kekurangan hayat, para penatua harus menghidupkan sidang-sidang kelompok itu.
SALING MENGGENAPI DALAM SIDANG KELOMPOK
MELALUI SALING MENGAJAR
Menggenapi melalui pengajaran mengikuti penggembalaan. Kita mungkin memegang konsepsi agamawi bahwa pengajaran dalam sidang kelompok harus dilaksanakan oleh seorang saudara yang dapat mengajar dan yang telah ditunjuk oleh gereja untuk mengajar. Jenis sidang ini dapat disebut pengkajian Alkitab. Tetapi jika Anda secara teliti membaca Perjanjian Baru, Anda tidak dapat menemukan suatu praktek yang demikian dalam sidang-sidang gereja. Menurut Ibrani 10:24-25, pengajaran ini dilaksanakan secara timbal balik. Ayat-ayat ini memuat tiga kata yang sangat penting, "memperhatikan," "mendorong," dan "menasihati". Saling memperhatikan mungkin tidak terlalu melibatkan pengajaran, tetapi mendorong melibatkan pengajaran. Untuk mendorong seseorang, Anda harus mengarahkan dan mengajar. Nasihat melibatkan banyak pengajaran. Tanpa pengajaran, bagaimana Anda menasihati orang lain? Baik mendorong atau menasihati melibatkan pengajaran. Pengajaran ini dilaksanakan oleh banyak orang secara timbal balik, tidak hanya oleh satu orang. Tidak seharusnya hanya satu orang yang mengajar dan sekelompok orang saleh hanya diajar. Pengajaran ini seharusnya dilaksanakan oleh seluruh kaum saleh. Kita saling mendorong, dan saling menasihati. Anda menasihati saya dan saya menasihati Anda; Anda belajar dan saya juga belajar. Ketika satu orang anggota mengajar atau menasihati yang lain dalam sidang kelompok, anggota-anggota kelompok yang lain juga diajar karena mereka mendengar nasihat atau pengajaran. Ini adalah saling mengajar.
Kebanyakan dari kita hanya mengetahui bagaimana melaksanakan pengajaran secara agamawi dengan seorang yang ditunjuk (juga saling belajar) untuk mengajar semua anggota dalam kelompok. Karena kita mungkin berpikir bahwa kita tidak bertanggung jawab untuk mengajar, hanya bertanggung jawab untuk diajar, kita lalu menyerahkan semua tanggung jawab pengajaran dalam sidang kelompok kepada anggota-anggota yang belajar. Pemikiran ini mungkin sangat umum, bahkan di antara kita, tetapi itu salah sama sekali. Konsepsi ini bukanlah konsepsi yang diwahyukan dalam Ibrani 10:24-25. Menurut bagian firman ini, kita harus saling mendorong dan menasihati satu sama lain. Karena itu, kita harus melepaskan konsepsi yang usang dan praktek yang usang.
Empat puluh tahun yang lalu, di Taiwan kita melaksanakan sidang kelompok yang lebih kecil. Jadi, kita tidak dapat berkata bahwa bersidang dalam kelompok kecil adalah sesuatu yang benar-benar baru di antara kita. Tetapi cara melaksanakan sidang kelompok seperti yang saya kemukakan sekarang adalah benar-benar baru. Di satu pihak, sidang kelompok adalah baru, dan di pihak yang lain, sidang-sidang itu adalah kuno. Dua ribu tahun yang lalu, hal-hal mengenai bagaimana bersidang dicatat dalam Ibrani 10:24-25. Saling memperhatikan, saling mendorong, dan saling menasihati adalah tiga hal yang menunjukkan bahwa kehidupan gereja bersifat timbal balik, adalah kehidupan yang saling memperhatikan, saling mendorong, dan saling menasihati.
CONTOH SALING MENGAJAR
Pelaksanaan kehidupan gereja kita pada tahun-tahun yang lampau belum mencakup kaum saleh berkumpul untuk saliing menasihati dan saling mengajar. Saling memberi kesaksian adalah satu hal, tetapi saling mengajar dan menasihati adalah hal yang sangat berbeda. Dalam sidang kelompok, seorang saudara mungkin bertanya apa arti dari berjaga-jaga. Dalam sidang kelompok yang demikian, setiap orang dapat mengajar saudara yang bertanya tersebut dengan beberapa butir. Seluruh kaum saleh dalam sidang kelompok itu harus mencoba menjawab pertanyaan tentang berjaga-jaga. Setelah mereka belajar lebih banyak, pengajaran mereka akan lebih dipertinggi.
Dalam sidang kelompok, setiap orang berbicara dan setiap orang mengajar. Sidang kelompok memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk belajar berbicara dan mengajar. Dalam jalan yang usang, banyak orang saleh dengan rajin menghadiri sidang-sidang, namun tingkat pendidikan kerohanian mereka tetap pada tingkat dasar. Alasan dari hal tersebut ada dua : pertama, pengajaran itu tidak saling berhubungan, tidak tepat, atau tidak memadai, dan kedua, kebanyakan dari kaum saleh hanya diberikan sedikit kesempatan untuk berbicara. Menurut Perjanjian Baru, kita semua memiliki karunia, kapasitas, kemampuan, dan fungsi tertentu (Rm, 12:6; 1 Kor. 12:4). Tetapi cara bersidang yang usang menghapuskan karunia, kapasitas, kemampuan, dan fungsi ini. Bayi yang baru dilahirkan memiliki karunia berbicara sejak lahir. Setelah beberapa bulan, sang ibu akan mulai mendengar kata-kata yang tidak dapat dimengerti dari mulut anaknya. Bila diberi kesempatan untuk berkembang, kemampuan berbicara akan tertampil dalam anak kecil tersebut. Tidak ada ibu yang akan berkata kepada anaknya, "Jangan bicara. Jangan berjalan. Jangan melakukan hal ini karena kamu tidak tahu bagaimana melakukannya. Aku tahu bagaimana melakukannya, jadi biarkan aku yang mengerjakannya untukmu." Jika sang ibu berbuat demikian, anaknya tidak akan dapat berbicara atau berjalan, karena dia tidak pernah memberi anaknya kesempatan untuk belajar berbicara atau berjalan. Seorang ibu berkali-kali mendorong anaknya mengucapkan kata seperti "ma" atau "pa". Akhirnya, setelah beberapa waktu, anaknya itu mulai mengucapkan kata-kata tersebut, dan orang tua anak itu akan sangat gembira.
Kita semua harus berbicara bagi Tuhan dalam sidang. Hari ini, Anda mungkin masih tidak dapat berbicara banyak dalam sidang, tetapi ini bukan berarti Anda tidak memiliki kemampuan untuk berbicara. Ini hanya berarti pertumbuhan Anda belum sampai pada tingkatnya. Anda masih perlu bertumbuh. Beban saya adalah merawat Anda agar Anda dapat bertumbuh. Ketika saya merawat Anda, saya juga mendorong Anda mengambil setiap kesempatan untuk berlatih berbicara. Setelah beberapa kali mengikuti sidang kelompok, Anda akan dapat berbicara bagi Tuhan dengan cara bertutur-sabda. Menurut Perjanjian Baru, fungsi tertinggi dalam sidang gereja adalah bertutur-sabda (1 Kor. 14:1, 3-5,12). Bertutur-sabda bukan hanya mengajar, menasihati, atau memberikan kesaksian. Bertutur-sabda adalah menyampaikan Tuhan, melayankan Kristus yang hidup dengan segala kekayaan-Nya ke dalam orang lain.
DALAM SIDANG KELOMPOK
SETIAP ORANG MEMILIKI KESEMPATAN UNTUK MENGAJAR
Dalam sidang kelompok, setiap orang memiliki kesempatan yang sama dan waktu yang sama banyak untuk mengajar. Bahkan orang-orang yang masih sangat muda di dalam Tuhan, dapat membicarakan sesuatu sebagai suatu pengajaran. Latihan semacam ini akan memperbaiki kemampuan kita untuk mengajar, dan juga akan membawa kekayaan Kristus ke dalam setiap saudara saudari. Satu orang mengajar tidak sekaya seperti metiap orang mengajar. Dalam sidang kelompok, seorang saudari yang diselamatkan tiga bulan yang lalu bertanya, "Aku tidak tahu apa artinya tinggal di dalam pokok anggur. Apa itu pokok anggur, dan bagaimana tinggal di dalam pokok anggur?" Pertanyaannya membuka pintu untuk setiap orang dalam kelompok untuk mengatakan sesuatu. Saudari muda yang lain di dalam kelompok itu mungkin berkata bahwa walaupun dia tidak tahu banyak tentang hal ini, namun dia tahu bahwa menurut Yohanes 15:1, pokok anggur adalah Tuhan Yesus. Sedikit kata ini sangat baik, karena saudari ini telah memberikan sedikit pengajaran. Saudari lain yang tahu lebih banyak mungkin menambahkan jawaban saudari yang pertama dengan berkata, bahwa tinggal di dalam pokok anggur adalah tinggal di dalam Tuhan Yesus. Dua jawaban ini membentuk pengajaran yang sangat baik mengenai tinggal di dalam pokok anggur. Saudara lain yang cukup terpelajar dan berpengalaman mungkin berkata bahwa kata "tinggal" berarti menetap. Dia mungkin juga berkata bahwa tinggal di dalam pokok anggur berarti menetap di dalam Tuhan Yesus. Saudara lain yang duduk di sebelah saudara yang pertama mungkin berkata bahwa kebutuhan kita adalah selalu tinggal bersama Tuhan Yesus. Empat saudara dan saudari telah mengucapkan beberapa kalimat yang pendek, tetapi ketika beberapa kalimat ini digabungkan, terbentuklah berita yang sangat baik. Jenis pengajaran ini sering kali jauh lebih baik daripada apa yang Anda terima dari buku-buku Kristen. Pengajaran dari empat saudara dan saudari ini baik, tetapi mungkin masih perlu diperkuat, maka saudara lain mungkin menambahkan sesuatu. Dia mungkin berkata bahwa Kristus hari ini ada di dalam roh kita, maka tinggal di dalam Kristus adalah tinggal di dalam roh kita.
Setelah mendengar pembicaraan kaum saleh, beberapa orang muda mungkin belum dipuaskan dengan jawaban kaum saleh tadi. Orang-orang muda ini kemudian mungkin mencari beberapa buku untuk menemukan apa yang orang lain katakan dalam pemulihan tentang tinggal di dalam pokok anggur. Ini sangat baik. Enam puluh tujuh tahun yang lalu, sejumlah buku telah diterbitkan, membahas berbagai hal tentang kebenaran. Kita memiliki riwayat panjang tentang pemahaman kebenaran, dan kebenaran ini telah dicetak. Maka, hari ini kita telah mencetak banyak buku yang berhubungan dengan berbagai macam subyek untuk kaum beriman muda guna mendalami dan mempertinggi pengertian mereka mengenai berbagai kebenaran.
Sidang kelompok tidak hanya membuka jalan bagi semua orang untuk mengajar dan belajar, juga membantu orang-orang mencari kebenaran dengan lebih dalam. Ketika kita berkumpul sebagai satu kelompok, kita harus berlatih berkumpul secara hidup, bersukacita, bernyanyi, dan berdoa. Kemudian ketika kita saling bersekutu, doa syafaat akan timbul dengan spontan, Perhatian yang tepat terhadap satu sama lain, seperti penggembalaan, seharusnya dilakukan. Akhirnya, pertanyaan-pertanyaan akan timbul untuk dijawab oleh semua anggota kelompok. Hal ini memberikan jalan bagi setiap orang untuk mengajar.
MEMIMPIN ORANG BARU
UNTUK MEMASUKI SETIAP ASPEK DARI JALAN BARU
Semua yang ada di dalam sidang kelompok, termasuk orang-orang baru, harus dibantu untuk melaksanakan semua aspek dari jalan baru di dalam kehidupan gereja. Hal pertama dari jalan baru adalah imamat Injil, menginjil melalui mengunjungi orang. Dalam sidang kelompok, kita harus mengajar orang-orang yang lebih muda untuk menginjil. Seorang saudari di dalam satu sidang kelompok mungkin bertanya apakah setiap orang saleh di dalam kelompok berperan serta dalam mengunjungi orang-orang dari rumah ke rumah. Dari lima belas anggota, tujuh orang yang baru mungkin belum memasuki jenis latihan ini. Karena itu, perlu mengatakan sesuatu untuk mengajar dan menggerakkan mereka guna berperan serta dalam penginjilan. Setelah itu, ada keperluan memberi mereka beberapa pengarahan dalam penginjilan dan menolong mereka membentuk kelompok penjengukan untuk keluar.
Dalam sidang kelompok yang lain, saudara atau saudari yang lain mungkin berkata, "Baik sekali jika setiap orang di dalam sidang kelompok kita keluar untuk mendapatkan orang diselamatkan dan dibaptis. Tetapi aku ingin tahu, apakah kita melaksanakan perawatan terhadap orang beriman baru ini di dalam sidang keluarga?" Pertanyaan ini berhubungan dengan hal kedua dari jalan baru, yaitu merawat orang beriman baru di dalam sidang keluarga. Mungkin sepuluh dari lima belas orang tidak memperhatikan orang beriman baru di dalam sidang keluarga. Ini menunjukkan bahwa kaum saleh perlu didorong dan digerakkan untuk bergabung dalam sidang keluarga. Kemudian dalam sidang kelompok yang berikutnya, langkah ketiga yaitu membantu orang-orang muda membentuk kelompok dengan orang lain perlu disinggung. Walaupun beberapa orang saleh di dalam kelompok telah bersidang dengan orang-orang baru di rumah mereka, orang-orang baru itu masih perlu dibawa ke dalam sidang kelompok bersama kaum saleh yang lain. Begitu kaum beriman baru ini dibawa ke dalam sidang kelompok, mungkin akan menambah jumlah kelompok dari lima belas menjadi dua puluh lima. Dengan jumlah yang demikian besar, kelompok itu perlu dibagi menjadi dua kelompok.
SIDANG KELOMPOK
SEBAGAI MINIATUR KEHIDUPAN GEREJA
Melalui latihan semacam ini - dari mengetuk pintu menginjil, memiliki sidang keluarga dengan kaum beriman baru, ke sidang kelompok - kita semua belajar bagaimana niembangun sidang kelompok. Ini adalah untuk menggenapi kaum beriman. Di satu pihak, sidang kelompok adalah miniatur kehidupan gereja. Kehidupan gereja yang nyata dan riil adalah di dalam sidang kelompok. Apakah kehidupan gereja itu kuat atau lemah tergantung pada kekuatan sidang kelompok. Karena itu, sidang kelompok sangatlah penting. Jika gereja masih tetap dalam keadaan hanya satu orang yang berbicara dan yang lainnya mendengarkan, gereja tidak akan sehat. Tanpa sidang kelompok, gereja akan lemah, jumlah saudara saudari dalam sidang Minggu pagi dan berita yang disampaikan dalam sidang itu mungkin baik, tetapi tanpa sidang kelompok, gereja sangat tidak sehat. Gereja paling sehat dan paling kuat bila semua orang saleh di dalam gereja berada dalam sidang kelompok. Bila kaum saleh ada di dalam sidang kelompok seperti yang telah saya gambarkan, setiap orang akan melaksanakan kehidupan gereja secara memadai dan menyeluruh.