← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 25/31

PELAKSANAAN SIDANG KELOMPOK

Ayat Alkitab:

Ibr. 10:24-25; 2 Tim. 2:2; Ef. 4:11-12

MEMULAI SIDANG KELOMPOK

Dalam berita ini kita akan melanjutkan bersekutu mengenai pelaksanaan sidang kelompok. Mula-mula kita harus memperhatikan bagaimana kita seharusnya datang ke sidang kelompok dan bagaimana kita seharusnya memasuki sidang kelompok. Kita tidak boleh datang ke sidang kelompok dengan cara yang agamawi. Kita harus datang dengan cara yang normal dan spontan. Kita dapat bernyanyi jika kita datang sendirian, atau kita dapat bersekutu jika kita datang dengan orang lain. Adalah baik untuk datang sambil berbicara, baik kepada Tuhan atau kepada orang lain. Jika kita menunggu sampai semua datang ke sidang baru bernyanyi atau berbicara, itu agamawi. Kita semua harus belajar melakukannya secara alami dan spontan.

Kemudian ketika kita memasuki sidang, kita dapat menyanyi, berdoa, atau dengan mudah memuji Tuhan. Lebih baik tidak menanyakan tentang orang lain, tetapi jika kita berbeban, kita harus mendoakan mereka. Kita tidak boleh mempunyai apa pun yang asing atau agamawi dalam sidang kelompok; kita harus tinggal dalam roh dan hayat. Kemudian ketika orang lain datang, ia dapat dengan mudah bergabung dengan kita, apa pun yang kita lakukan. Baik kita bernyanyi atau berdoa, ia dapat dengan mudah bergabung dengan nyanyian kita atau berkata "Amin" pada doa kita. Dengan cara ini sidang kelompok telah dimulai. Kemudian begitu orang lain datang, mereka juga dapat berbicara atau bernyanyi.

BERSEKUTU, MENDOAKAN, SALING MERAWAT,

DAN MEENGGEMBALAKAN

Semua hal harus dilakukan secara alami, normal. Ada banyak cara melaksanakan sidang kelompok. Anda mungkin telah mendengar bahwa seorang saudara tertentu mengalami kecelakaan lalu lintas. Ketika Anda datang ke sidang, Anda mungkin berkata, "Saudara saudari, Saudara anu telah mengalami kecelakaan lalu lintas." Inilah persekutuan. Kemudian beberapa orang akan dengan spontan berdoa untuk saudara ini. Dalam sidang kelompok, bernyanyi, bersekutu, dan mendoakan harus muncul dengan cara yang normal dan spontan.

Mula-mula, sidang kelompok harus mempunyai persekutuan yang tepat. Banyak hal telah terjadi sejak sidang kelompok minggu lalu. Karena itu, ketika kita datang berkumpul, kita harus saling bersekutu. Persekutuan semacam ini dapat dengan spontan beralih menjadi mendoakan orang lain. Kemudian setelah mendoakan orang lain, kita mungkin bisa saling merawat. Setelah berdoa untuk saudara yang mengalami kecelakaan lalu lintas, seseorang mungkin mengetahui bahwa saudara itu ada di rumahnya atau di rumah sakit. Kemudian segera beberapa orang dapat pergi mengunjunginya. Inilah penggembalaan. Bersama dengan penggembalaan, kita dapat memberikan bantuan. Kita perlu memperhatikan keluarga dan keadaan keuangan saudara itu. Beberapa saudari mungkin ingin mengunjungi istri dan anak-anaknya. Semua ini dapat dilakukan secara sangat spontan. Dalam sidang kelompok, kita harus mempunyai persekutuan, mendoakan, saling merawat, dan menggembalakan.

Melalui sahng bersekutu, kita dapat mengetahui keadaan orang lain dan saling memperhatikan. Dalam Ibrani 10:24-25 terdapat tiga kata penting mengenai sidang kelompok. Ayat 24 mengatakan bahwa kita harus "saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam perbuatan baik." "Memperhatikan" menyiratkan persekutuan. Jika kita tidak bersekutu, bagaimana kita dapat saling memperhatikan? Kata berikutnya adalah "mendorong". Hasil dari saling memperhatikan ini haruslah saling mendorong kita dalam kasih dan dalam perbuatan baik. Kemudian dalam ayat 25, kita saling "menasihati". Kita tidak seharusnya menganggap ketiga kata ini - memperhatikan, mendorong, dan menasihati - sebagai sebuah doktrin; tetapi kita harus segera melaksanakan ketiga hal ini dalam sidang kelompok kita. Jika kita saling memperhatikan, ketika kita datang berkumpul, kita pasti mempunyai sesuatu untuk disekutukan. Persekutuan ini dengan spontan akan membawa sidang memasuki mendoakan orang lain. Saling mendoakan ini akan membawa kita memasuki saling merawat. Kemudian, saling merawat memimpin kepada menggembalakan, dan menggembalakan memimpin kepada memberikan bantuan, entah itu rohani, yang riil, atau material. Melalui pelaksanaan ini, sidang kelompok kita akan menjangkau seluruh keperluan kaum saleh.

SALING MENGAJAR

UNTUK MENGGENAPKAN KAUM SALEH

Setelah bersekutu, mendoakan, saling merawat, dan menggembalakan (mencakup pemberian bantuan), kita sampai pada tujuan utama sidang kelompok, yaitu penggenapan kaum saleh. Menggenapkan kaum saleh adalah membina, mendidik, dan membesarkan mereka. Penggenapan ini tergantung kepada pengajaran kita, tetapi kita tidak boleh mengajar dengan cara kekristenan dengan satu orang mengajar dan yang lain mendengar. Cara itu tidak mengembangkan karunia-karunia kaum saleh. Dalam sidang kelompok, pengajaran dilakukan oleh setiap orang bersama-sama. Jika kita mempunyai seorang pengajar yang ditugaskan, setiap orang hanya akan datang untuk mendengar pengajarannya. Itu mungkin dianggap sebagai sidang kelompok, tetapi itu adalah cara yang usang; itu bukanlah apa yang telah diungkapkan Alkitab sebagai sidang kelompok, terutama Ibrani 10:24-25 : "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam perbuatan baik, ... saling menasihati." Ayat-ayat ini memperlihatkan bahwa sebuah sidang kelompok penuh dengan "saling". Setiap kali kita berkumpul dalam sidang kelompok, setiap orang perlu berlatih untuk melaksanakannya. Melalui pelaksanaan ini setiap orang berkembang dalam fungsi rohani, karunia, dan kemampuan mereka. Dalam sidang kelompok, setiap orang adalah pengajar dan pelajar. Setiap orang adalah penanya dan penjawab. Setiap jawaban. menjadi bagian pengajaran dalam sidang kelompok.

Karena sidang kelompok biasanya dihadiri oleh beberapa orang beriman baru, kita harus belajar memulai pengajaran kita dengan sesuatu yang sederhana. Salah seorang yang baru mungkin berkata, "Aku diselamatkan satu minggu yang lalu dan juga dibaptis, tetapi aku tidak mengerti apakah baptisan itu. Sebenarnya apakah baptisan?" Jika setelah pertanyaan diajukan setiap orang berpaling ke saudara tertentu untuk jawabannya, itu adalah cara yang agamawi. Bahkan jika pertanyaan itu diajukan langsung ke seorang saudara tertentu, tidaklah salah kalau seorang saudari mengatakan, "Aku akan memberi tahu Anda mengenai baptisan." Ini memperlihatkan sidang yang hidup.

Perkataan kita tidak boleh formal atau agamawi, tetapi langsung kepada pokoknya. Seorang saudari mungkin berkata, "Baptisan adalah ketika kami menceburkan Anda ke dalam air, dan air ini sangatlah bermakna." Ini sederhana dan. langsung; ini adalah permulaan yang baik. Tetapi saudari im atau orang lain harus melanjutkan bersekutu mengenai makna air, menggunakan beberapa ayat dari Alkitab. Kita semua harus belajar berfungsi bersama sebagai satu pengajar - seorang saudari bersekutu sesuatu, saya mungkin menambahkan sedikit, dan beberapa orang lain akan menambahkan butir-butir lain. Bagaimanapun, kita tidak boleh melakukannya dengan cara yang bodoh. Kita harus memperhatikan kelanjutan yang tepat. dalam pengajaran. kita dan mencakup butir-butir kebenaran setahap demi setahap. Akhirnya, setelah sekitar lima menit, tujuh orang saleh yang berbeda telah berbicara satu butir mengenai baptisan. Tujuh butir yang ditambahkan ini akan menjadi sebuah berita singkat yang sangat baik mengenai baptisan.

Mungkin ada seorang saudara di antara kita yang lebih berpengalaman dan mengetahui kebenaran lebih banyak, tetapi ia harus belajar tiduk nienjadi satu-satunya pengajar dalam sidang kelompok. Ia hurus berlatih untuk duduk dan mendengar sementara seluruh yang hadir berfungsi. Kemudian pada butir tertentu, ia mungkin merasa bahwa subyek ini telah dibicarakan tetapi perlu sebuah kesimpulan. Kemudian saudara ini dapat memberikan perkataan sebagai kesimpulan dari perkataan tujuh orang tadi untuk melengkapi "berita" singkat ini. Dengan cara ini setiap orang belajar sesuatu dalain waktu yang singkat.

Dalam melaksanakan sidang kelompok, walaupun kita mengajar orang lain, kita harus sadar bahwa kita juga mengajarkan bagaimana mengajar. Kita tidak boleh menganggap pengajaran kita baik atau lengkap. Seorang beriman baru mungkin berkata, "Aku dibaptis minggu yang lalu, dan aku memperhatikan bahwa Anda menyeru nama Tuhan. Dan Anda juga meminta aku menyeru nama Tuhan. Tetapi ketika aku menyeru nama Tuhan minggu ini, aku tidak mempunyai perasaan apa pun. Tampaknya Anda mempunyai perasaan. Mengapa aku tidak mempunyai perasaan apa pun?" Kita mungkin dapat menjawab pertanyaan ini dengan banyak cara, tetapi kita harus belajar menjawab pertanyaan demikian dengan cara yang sederhana dan langsung. Seseorang mungkin menjawab, "Menyeru nama Tuhan seperti halnya bernafas. Sering kali ketika kita bernafas, kita tidak mempunyai perasaan apa pun, tetapi ketika kita bernafas dalamdalam, kita mempunyai perasaan. Dengan cara yang sama, semakin nyaring Anda menyeru, semakin banyak perasaan yang akan Anda dapatkan." Dengan perkataan singkat beberapa kalimat ini, kita dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Sering kali ketika kita mencoba menjawab sebuah pertanyaan, kita memberikan banyak pengajaran yang baik, tetapi kita tidak menjawabnya berdasarkan pemikiran penanya. Karena itu, ketika seseorang sedang mengajar, semua orang yang lain harus belajar. Dengan cara ini setiap orang berlatih. Kita semua diajar, kadang-kadang melalui melihat contoh yang negatif. Kita mungkin sadar bahwa walaupun jawaban seseorang baik, itu tidak sesuai dengan pertanyaannya. Kita harus belajar bagaimana menjawab dengan cara yang tepat. Setelah pulang ke rumah, kita mungkin mempertimbangkan jawaban-jawaban tertentu, sehingga lain kali ketika pertanyaan demikian diajukan lagi, kita dapat menjawabnya dengan cara yang lebih baik lagi. Setiap orang saleh mungkin dapat menghadiri empat puluh lima sidang kelompok dalam setahun. Selama waktu ini kita dapat belajar sangat banyak dan karunia-karunia kita dapat dikembangkan.

Juga, dalam pelaksanaan sidang kelompok, pengajaran kita tidak boleh terlalu panjang. Jika kita mengatakan sebuah perkataan singkat untuk menuju pokoknya, ini cukup baik. Kita harus mencoba tidak menjawab semuanya dalam segala aspek. Kita harus meluangkan waktu bagi orang lain untuk mengatakan sesuatu. Kemudian kita akan belajar lebih banyak.

Ketika seseorang mengajukan sebuah pertanyaan yang riil, Anda harus terlebih dahulu memberikan mereka sebuah jawaban yang riil, dan Anda juga harus mencoba membuat jawaban Anda singkat. Seseorang mungkin bertanya, "Anda bicara mengenai menyembah Allah. Bagaimana Anda menyembah Allah?"Anda mungkin menjawab, "Menyembah Allah bukanlah berlutut atau bertiarap seperti yang kebanyakan orang kira. Itu bukanlah penyembahan yang Alkitab ajarkan. Menyembah Allah adalah berhubungan dengan Allah. Ketika Anda berdoa kepada Allah, itulah penyembahan Anda kepadaNya. Ketika Anda bernyanyi kepada Tuhan atau memuji Tuhan, itulah penyembahan. Bahkan ketika Anda duduk dan memikirkan Allah, itu adalah salah satu jenis penyembahan." Jawaban ini cukup baik. Anda telah berbicara, dan sekarang Anda dapat meluangkan waktu untuk orang lain. Kemudian seorang saudari dapat menyimpulkan jawaban dari pertanyaan ini dengan berkata, "Untuk berdoa kepada Allah, memuji Allah, bernyanyi kepada Allah, dan menyeru kepadaNya, Anda harus melatih roh Anda. Jangan hanya menyeru atau berdoa dari kerongkongan Anda; Anda harus melatih roh Anda. Alkitab memberi tahu kita dalam Yohanes 4:24 bahwa Allah adalah Roh, jadi orang yang menyembah-Nya harus menyembah-Nya dalam roh." Ini tidak begitu bersifat doktrin, tetapi ini memberikannya instruksi yang riil. Jika Anda memberikan jawaban yang baik kepada seseorang, jawaban itu dapat menyiratkan pengajaran.

Seseorang mungkin bertanya bagaimana membaca Alkitab. Ada banyak cara menjawab pertanyaan ini. Anda dapat mengajarnya mendoa-bacakan firman. Ini tidaklah buruk, tetapi berbuat demikian bukanlah jawaban terbaik. Anda harus memberikannya petunjuk yang langsung, yang singkat. Anda harus selalu memperhatikan pertanyaan seseorang dan tidak menjawab siapa pun berdasarkan pemikiran Anda. Anda harus menjawab sebuah pertanyaan berdasarkan penuikiran penanya. Ia telah bertanya bagaimana membaca Alkitab. Anda dapat berkata, "Cara terbaik membaca Alkitab ialah membacanya. Bacalah berulang kali." Kemudian Anda dapat lebih lanjut memberi tahu bahwa Alkitab adalah firman Allah, jadi kita harus berdoa lebih dahulu sebelum membacanya. Juga, Anda harus menasihatinya membaca Alkitab secara berurutan, tidak lompat dari kitab ke kitab, dan lebih baik mulai dengan Perjanjian Baru. Jika ia mengambil butir-butir ini dan melaksanakannya, ia akan menerima banyak bantuan. Jika Anda masih mempunyai waktu dalam sidang kelompok, Anda boleh maju lebih jauh lagi, tetapi jangan terlalu jauh dalam satu kesempatan. Jangan lupa bahwa ia adalah seorang pelajar baru. Jika Anda terlalu jauh, ia tidak akan mampu menerima terlalu banyak.

Beberapa pertanyaan yang diajukan orang-orang baru agak sepele. Tidak menyangkut butir yang penting, atau doktrin, jadi kita tidak boleh menghabiskan banyak waktu pada perkara-perkara itu. Beberapa pertanyaan berhubungan dengan hal-hal dasar seperti baptisan atau menyeru nama Tuhan. Untuk hal-hal ini kita perlu meluangkan waktu lebih banyak menjawab mereka dengan tepat.

Seorang yang baru dapat mengajukan pertanyaan, apakah makan dan minum Tuhan. Ia mungkin merasa terusik ketika kita berbicara tentang makan minum Tuhan, merasa berkata dernikian tidak begitu ibadah atau menghormati Allah. Bagaimana Anda seharusnya menjawab pertanyaan ini? Anda mungkin segera membuka Yohanes 6 dan mengajarnya; akan tetapi, sebelum Anda mengacu kepada orang-orang dalam Alkitab, lebih baik memberikan mereka jawaban yang sangat sederhana dan riil. Anda boleh berkata, "Tuhan adalah suplaian kita, tetapi Ia adalah Roh. Ini terlalu misterius. Menyadari bagaimana kita dapat menerima suplaian-Nya sungguh sukar. Alkitab memberi tahu kita bahwa Tuhan adalah makanan kita dan Tuhan adalah air hidup kita. Karena Tuhan adalah makanan kita, kita harus memakan-Nya; karena Tuhan adalah air hidup kita, kita harus meminum-Nya. Bagaimana kita makan dan minum Dia? Makan Dia adalah membaca firman-Nya, Alkitab. Ketika kita membaca Alkitab dengan penuh perhatian, kita menerima Tuhan. Dengan cara ini Tuhan menjadi makanan kita, suplaian hayat. Kemudian ketika kita berdoa kepada-Nya dan menyeru

nama-Nya, kita membawa-Nya masuk. Membawa-Nya masuk adalah meminum-Nya." Kita semua harus belajar memberikan jawaban yang sederhana., tetapi jawaban yang sederhana ini menyiratkan banyak butir. Inilah pengajaran yang baik.

Hal makan dan minum Tuhan adalah butir yang besar, jadi Anda harus meluangkan waktu lebih banyak untuk membicarakannya. Namun, jangan membawa masuk butir-butir berkaitan tetapi yang tidak ada sangkut pautnya dengan pertanyaan. Lebih baik menekankan satu butir berulang- ulang daripada membawa masuk sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian. Masalah orang baru ini adalah bahwa ia merasa mengatakan kita makan dan minum Tuhan sepertinya kita tidak menghormati Tuhan. Anda dapat berkata, "Ini mungkin kedengarannya kasar, tetapi kita harus mempertimbangkan, sebagai apakah Allah bagi kita. Ia tidak hanya Tuhan kita dan obyek penyembahan kita; Ia adalah hayat kita. Alkitab bahkan memberi tahu kita bahwa Ia adalah makanan kita dan air hidup kita. Tuhan Yesus bahkan berkata bahwa Ia datang menjadi roti surgawi. Ia sendiri memberi tahu kita bahwa siapa saja yang makan Dia, akan hidup karena Dia. Kita menerima makanan dengan memakannya, tidak dengan menyembah makanan itu. Jika kita menyembah makanan, ini adalah hal yang bodoh. Semakin kita makan makanan, semakin kita menghormatinya. Tuhan adalah air hidup kita. Semakin kita meminum-Nya, semakin kita menghormati-Nya. Makan Dia sesuai dengan tujuan-Nya atas diri kita. Kita tidak memandang rendah atau mengabaikan Tuhan karena Dia makanan kita dan minuman kita. Karena itu, kita harus makan Dia, dan kita harus minum Dia." Ini untuk menjawab pertanyaan dalam batasan pemikiran pertanyaan.

Dalam seluruh pemulihan, pelaksanaan sidang kelompok menurut jalan yang dituliskan kitab suci baru saja dimulai. Di masa lalu kita tidak mempunyai pelaksanaan organik sidang kelompok. Anda semua harus belajar banyak, karena itu Anda harus pergi lebih banyak ke sidang kelompok. Setelah dengan setia melaksanakan selama satu tahun, ini akan membangun kebiasaan yang sangat positif di antara kita. Beberapa orang dalam pelatihan sepenuh waktu yang belajar melaksanakan jalan ini akan membawa jalan ini ke setiap tempat.

TANYA JAWAB

Tanya:Adakalanya dalam sebuah sidang orang baru mengajukan pertanyaan yang aneh atau membawa masuk sebuah subyek yang tidak pantas. Bagaimana respon Anda kepada mereka, yang tentunya harus berhati-hati agar tidak menyinggung atau bersalah kepada mereka?

Jawab: Ini adalah satu hal yang harus kalian pelajari. Jika seseorang membawa masuk sebuah subyek yang tidak pantas, Anda harus mengalihkan hal yang tidak pantas itu kepada sesuatu yang baik. Anda dapat mengalihkan seluruh situasi dengan membicarakan sesuatu yang baik. Anda tidak perlu berdebat dengan mereka, tetapi harus mencoba menenangkan kekacauan dalam sidang.

Tanya : Dalam sebuah sidang kelompok, ada kecenderungan beberapa orang "memegang erat bola". Sidang seperti sebuah pertandingan, dan kita semua harus saling melemparkan "bola". Namun ada orang yang terus memegang "bola", berbicara tanpa tujuan, membicarakan sesuatu secara alamiah. Hasilnya, sidang menderita kerugian. Akan tetapi, mereka mungkin adalah orang-orang yang masih hijau di hadapan Tuhan dan agak sensitif jadi kami khawatir kami akan menyinggung mereka jika kami memotong pembicaraan mereka. Bagaimana situasi demikian dapat diatasi dengan tepat?

Jawab: Terlebih dahulu, tidak banyak rumah mempunyai masalah ini. Beberapa rumah mungkin sangat sukar, tetapi secara umum kita harus percaya bahwa kebanyakan rumah akan sangat baik. Jika ada masalah yang demikian dalam salah satu sidang kelompok Anda, hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengabaikannya. Jika Anda menegur mereka, mereka akan melawan. Kemudian sidang akan menjadi sidang "berkelahi". Kebanyakan sidang cukup baik, jadi biarkan yang baik "bermain dengan bola". Cobalah tidak membiarkan "bola" sampai pada tangan orang yang menyusahkan. Dalam kekacauan tersebut, ada beberapa orang yang menyusahkan dalam kehidupan gereja, tetapi tidak terlalu banyak. Kita harus mendorong orang-orang yang mau terus "bermain bola" dengan cara yang tepat. Akhirnya, atmosfer di tempat Anda akan berubah.

Tidak ada kekacauan yang berlangsung lama. Saya tidak pernah melihat angin topan yang bertiup selama satu bulan. Angin topan datang; angin topan pergi. Anda tidak perlu khawatir. Tinggallah dengan tenang dan sukacita. Kadangkadang kita semua perlu berkata, "Haleluya, tidak ada badai yang terus-menerus." Saya gembira karena saya tidak berada dalam badai. Ketika badai telah lewat, saya tetap tinggal. Jangan bergabung dengan badai. Jika Anda bergabung dengan badai, ketika badai itu lewat, Anda juga akan lenyap. Siapa pun yang ada di dalam badai tidak akan tinggal.

Ministri saya telah berlangsung selama lima puluh tujuh tahun, sejak 1932. Saya dapat bersaksi bahwa selama lima puluh tujuh tahun ini saya telah melihat banyak badai. Akhirnya, saya belajar bahwa tidak ada badai yang bertiup lama. Badai tidak dapat menggentarkan saya; saya sangat mengenalnya. Tampaknya setiap badai baru membuat banyak guruh, akan tetapi, bagi saya itu bukanlah guruh, melainkan musik. Saya tidak perlu terganggu karena setiap badai yang datang juga akan pergi. Di mana pun Anda berada, jangan terganggu; badai akan berlalu.

Tanya : Ketika orang-orang baru datang ke sidang kelompok, mereka menjadi begitu kaku dan keras. Kita telah mencoba melakukan hal lain untuk memecahkan atmosfer itu. Dapatkah Anda memberikan sedikit persekutuan kepada kami mengenai keadaan ini?

Jawab : Anda tidak perlu melakukan hal yang berbeda. Jika Anda melaksanakan berdasarkan cara ini, orang-orang baru akan terbebaskan, Saya tidak khawatir terhadap orangorang baru, tetapi saya sedikit khawatir terhadap orang-orang lama. Ketika orang-orang lama datang ke sidang, tingkah laku dan sikap mereka mungkin dapat menyebabkan orang-orang baru terikat. Jika Anda terikat, tentunya mereka juga akan terikat. Dalam sebuah rumah, semua saudara dan saudari muda mengikuti orang yang lebih tua. Jika Anda "bermain bola", orang-orang baru tidak akan terikat, melainkan akan bergabung dengan Anda untuk bermain. Ketika Anda datang ke sidang kelompok, jika Anda semua berfungsi dengan hidup dan aktif, orang-orang baru mungkin berdiam diri selama setengah jam, tetapi setelah itu mereka akan berkata, "Puji Tuhan!" dan "Amin!" Jika Anda tidak pernah berkata, "Amin", mereka tidak akan pernah tahu berkata, "Amin". Jika Anda menginginkan mereka "bermain bola", Anda harus "bermain bola". Kemudian mereka akan bergabung dengan Anda. Seorang anak belajar berbicara bahasa Inggris dengan mendengarnya, tetapi imigran yang datang ke tiegara ini harus belajar melalui pengajaran. Kita seperti imigran yang belajar bahasa baru. Setelah satu atau dua tahun, kita akan mampu berbicara bahasa baru ini dengan tepat. Inilah sebabnya saya harus meluangkan banyak waktu untuk mernalingkan kita dari jalan lama ke jalan baru. Untuk ini kita mernerlukan banyak pelaksanaan.

Tanya : Kami merawat sebuah sidang yang mempunyai tiga orang baru dengan tingkat pertumbuhan yang berbeda. Sering kali tampaknya mereka ingin bicara bersarnaan. Kadang-kadang tarnpaknya sidang sebenarnya terbagi karena orang-orang yang muda berbicara begitu banyak. Saya merasa bahwa kami harus mengambil pimpinan, tetapi saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Apa yang sebaiknya karni lakukan dalam situasi ini?

Jawab : Anda tidak boleh berhenti mencoba menjaga sidang teratur atau tenang. Kita selalu mengharapkan mempunyai sidang yang teratur, tetapi kita tidak seharusnya mempunyai pengharapan demikian. Itu agamawi. Biarkan orang-orang baru merasa bebas. Jika mereka bertiga berbicara pada saat yang sama, Anda harus mengatakan sesuatu kepada mereka, tetapi Anda harus mengatakannya dengan cara yang menyenangkan dan mendorong. Ketika ketiga orang memiliki berbicara pada saat yang bersamaan, Anda mungkin tersenyum dan berkata, "Saya sangat senang bahwa Anda semua ingin mengatakan sesuatu. Bagaimana jika kita mempersilakan saudara ini berbicara terlebih dahulu?" Pastilah orang-orang baru akan saling mendengarkan, dan kedua orang yang Anda hentikan tidak akan tersinggung. Itu semua tergantung kepada bagaimana Anda mengatasi keadaannya dan bagaimana Anda berbicara kepada mereka tentang perkara ini. Ketika saudara yang pertama selesai, jangan merninta orang yang kedua langsung berbicara. Tetapi, ambillah kesempatan menjawab masalah orang yang pertama. Dengan cara ini Anda dapat mengubah keseluruhan sidang, dan kedua orang yang lain tidak akan tersinggung. Ini hal lain yang harus Anda pelajari dalam menangani sidang kelompok.

Tanya : Saya berada dalam sebuah sidang kelompok yang sangat menyenangkan dengan banyak tutur-sabda, tetapi kemudian seorang saudara mulai berbicara selama lebih dari sepuluh menit. Ia terus berbicara dan semua orang-orang baru menjadi tidak nyaman. Salah seorang yang baru bahkan meninggalkan ruangan. Akhirnya saya berkata, "Saudara, marilah kita menyanyikan sebuah kidung." Apakah ini caranya menangani keadaan ini?

Jawab: Anda harus bijaksana. Pada pembukaan sidang Anda dapat berkata, "Bagaimana jika setiap orang berbicara tidak lebih dari dua menit." Kita dapat melakukan ini pada permulaan sidang, membuatnya semacam peraturan. Bahkan jika Anda tidak mengatakan hal ini, jika seseorang berbicara terlalu panjang, selarna delapan sampai sepuluh menit, Anda tetap dapat mengatasinya dengan cara yang mengasihi. Anda dapat berkata, "Saudara, marilah memberikan waktu kepada saudara yang lain." Banyak orang akan mendengarkan ini. Orang-orang baru biasanya akan menerima perkataan Anda, tetapi orang-orang lama akan berkata, "Berikan saya satu menit lagi." Ini berarti sepuluh menit lagi. Jangan berdebat, dan biarkan dia melanjutkan. Kemudian setelah satu menit, katakan, "Saudara, satu menit telah lewat. Mari mengalihkan sidang ke orang lain." Banyak orang, bahkan orang-orang yang lebih tua, akan menerima perkataan ini. Tetapi kadangkadang badai datang, dan ketika badai datang Anda harus bertahan. Jangan terganggu; badai itu akan berlalu. Ini bukanlah masalah, jadi jangan membuatnya menjadi masalah. Jika Anda melakukannya, Anda akan mengubah perkara ini menjadi masalah, dan Anda akan menderita.

Tanya : Satu hal yang telah kami laksanakan dalam sidang kelompok kami adalah bertanya kepada orang-orang baru pertanyaan-pertanyaan untuk menggali sesuatu dari mereka. Apakah ini bermanfaat?

Jawab : Itu sungguh baik. Jika orang-orang baru tidak mempunyai pertanyaan untuk diajukan dalam sidang kelompok, Anda harus belajar bagaimana memulai suatu subyek dengan mengajukan pertanyaan. Akan tetapi, Anda harus mengajukan pertanyaan seperti halnya orang baru. Jangan bertanya seperti Rasul Paulus. Itu akan menimbulkan masalah. Anda harus menanyakan pertanyaan awal seperti halnya orang baru untuk membangkitkan beberapa jawaban. Kemudian jawaban-jawaban itu akan menjadi pengajaran.

Tanya : Di masa lalu Anda berkata bahwa kita harus pergi ke sebuah sidang dengan tujuan yang pasti. Jika dalam sebuah sidang kelompok pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak cocok dengan tujuan sidang, haruskah kami menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan mengabaikan tujuan kami?

Jawab : Apakah tujuan sidang kelompok? Tujuan sidang kelompok adalah menggenapkan kaum saleh; ini bukanlah subyek tertentu. Anda mungkin mempunyai beban mengajar orang mengenai hal pembenaran, ternyata mereka bertanya kepada Anda mengenai makan dan minum Tuhan, dan itu bukanlah tujuan Anda untuk sidang itu. Ini menunjukkan bahwa Anda agamawi; Anda terlalu formal. Tujuan sidang kelompok adalah untuk menggenapkan orang. Selama Anda dapat melaksanakan tujuan ini, itu sangat bagus sekali. Baik Anda mengajarkan hal pembenaran atau Anda mengajarkan orang-orang mengapa kita harus makan dan minum Tuhan, keduanya membantu memenuhi tujuan kita. Tujuannya adalah menggenapkan. Tentu saja Anda harus mempersiapkan sesuatu, tetapi Anda tetap harus menyerahkan perkara ini seluruhnya ke tangan Roh Kudus. Kemudian Anda dapat mengikuti dengan luwes dan mudah. Anda harus belajar bagaimana menjadi luwes sepanjang waktu. Anda mungkin merasa sangat sulit mempelajari semua ini, tetapi ini bukanlah temuan saya. Inilah yang diwahyukan Alkitab.