← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 2/31

LATIHAN DAN PELAKSANAAN PENGINJILAN DALAM JALAN YANG DITETAPKAN ALLAH

Ayat Alkitab :

Luk. 10:1-6; Mat. 28:18-19; Luk. 14:21-23;

2 Tim. 4:2a; Kis. 8:4, 29; 16:6-7

Dalam berita ini kita akan membahas latihan dan pelaksanaan penginjilan menurut jalan yang ditetapkan Allah. Kita memuji Tuhan bahwa sejak jalan yang ditetapkan Allah dibawa masuk ke dalam pemulihan Tuhan, kebanyakan orang saleh dan gereja telah menerima dan bertekun di dalamnya. Namun, latihan dan pelaksanaan jalan baru kita sangat lemah. Kita mungkin menerima jalan yang ditetapkan Tuhan, tetapi kita tidak banyak berlatih dan melaksanakannya. Apa yang kita perlukan hari ini tidak sekadar mengetahui apajalan baru ini; kita perlu berlatih dalam jalan baru ini.

Jika kita ingin mahir bermain bola, kita harus berlatih terus-menerus. Ketika saya masih muda, saya tidak paham bagaim a mengendarai sepeda. Tujuh puluh atau delapan puluh tahun yang lalu bersepeda tidaklah populer di kota tempat tinggal saya. Namun, ketika saya tinggal dan bekerja di Shanghai, saya sadar bahwa saya perlu belajar naik sepeda. Ada orang yang datang untuk mengaiari saya. Saya memberi tahu mereka bahwa saya tidak perlu pengajaran; saya hanya perlu berlatih. Pertama-tama, saya harus belajar menaiki sepeda. Saya mencoba berbagai cara, dan kadang-kadang ketika mencoba, saya terjatuh. Bagaimanapun, saya belajar menaiki sepeda. Kemudian saya belajar mengayuh sepeda, tetapi saya bisa bukan karena pengajaran. Saya berkali-kali jatuh, tetapi saya terus berlatih. Dalam dua hari saya sudah bisa mengayuh sepeda tanpa masalah. Dalam prinsip yang sama, jika kita memiliki roh sedemikian untuk melaksanakan jalan baru, kita akan sukses. Kita perlu berlatih melaksanakan jalan baru.

PENGINJILAN ADALAH HAL PERTAMA YANG HARUS, DILAKSANAKAN

DALAM JALAN YANG DITETAPKAN ALLAH

Hal pertama yang perlu kita laksanakan dalam jalan yang ditetapkan Allah bagi pelayanan Perjanjian Baru adalah penginjilan. Kita menginjil untuk menyelarnatkan orang dosa, membawa mereka kepada Tuhan. Namun, ini bukan sasaran kita. Sasaran kita menyelamatkan orang dosa adalah membangun Tubuh Kristus. Kita berbeban menyelamatkan orang dosa, tetapi ini bukan hanya untuk menyelamatkan orang yang akan binasa. Jika mendapatkan jiwa adalah satu-satunya sasaran penginjilan kita, maka pandangan kita terlalu sempit. Kita harus memiliki pandangan Allah menurut ekonomi-Nya. Sejak kekekalan yang lampau, Allah telah memiliki satu ekonomi. Di dalam ekonomiNya, Allah ingin manusia ciptaan-Nya diselamatkan bagi pembangunan Tubuh Kristus. Apa yang Allah inginkan bukanlah sekelompok orang dosa yang diselamatkan. Allah mendambakan Tubuh Kristus. Kita harus memiliki penampakan yang jauh dan tinggi. Setelah ada penampakan ini, kita harus memikul beban penginjilan. Ketika kita menginjil dengan sudut pandang ini, berarti kita melaksanakan tugas imam. Aspek pertama imamat Perjanjian Baru adalah memberitakan Injil agar orang-orang dosa yang diselamatkan bisa dipersembahkan kepada Allah sebagai kurban rohani yang berkenan kepada Allah (Rm. 15:16; 1 Ptr. 2:5).

PENGINJILAN DALAM PERJANJIAN BARU

Perjanjian Baru dimulai dengan penginjilan. Sebelum Tuhan Yesus datang, pekerjaan Yohanes Pembaptis tidak hanya membaptis orang, tetapi juga menginjil. Dia berkata, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!" (Mat. 3:2). Yohanes tidak hanya membaptis orang, tetapi juga menginjil supaya orang diselamatkan dan dibawa kepada Kristus. Setelah Yohanes, Tuhan Yesus datang. Dia juga menginjil (Mat. 4:17). Lukas 8:1 mengatakan "Tuhan berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah." Selain kota-kota, ada banyak desa, tempat-tempat tinggal yang lebih kecil, yang perlu kita kunjungi. Tuhan Yesus juga mengutus dua belas murid untuk melakukan hal yang sama seperti yang Dia lakukan (Mat. 10:5). Bahkan tidak cukup, Dia mengutus tujuh puluh murid untuk pergi ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya (Luk. 10:1). Ketika kita pergi mengmjil, kita tidak seharasnya hanya mengunjungi kota-kota, kita juga harus mengunjungi semua tempat. Bahkan pengutusan Tuhan terhadap ketujuh puluh orang tidaklah cukup. Karena itu, setelah kebangkitan-Nya, Dia mengutus semua murid-Nya, menyuruh mereka menjadikan semua bangsa murid-Nya (Mat. 28:19).

Untuk penginjilan dalam Perjanjian Baru, Yohanes Pembaptis terlebih dulu pergi, setelah itu Yesus sendiri juga pergi. Kemudian Ia mengutus dua belas, dan tujuh puluh murid-murid-Nya, dan sekarang Dia mengutus kita semua. Dia telah mengutus semua murid-Nya mengunjungi kota-kota dan setiap tempat untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya (Mat. 28:19). Hari ini Injil telah mencapai semua suku, bangsa, dan negara. Namun, sasaran Injil bukan hanya menyelamatkan orang dosa, mendapatkan jiwa, tetapijuga mendapatkan bahan-bahan bagi pembangunan Tubuh Kristus. Beban saya adalah agar kita mehhat keperluan yang mendesak bagi kita semua untuk berlatih dan melaksanakan penginjilan menurut jalan yang ditetapkan Allah.

BERBUAH ADALAH KENIKMATAN YANG RIIL

ATAS KEKAYAAN KRISTUS

Paulus berkata, "Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil!" (1Kor. 9:16). Tidak menginjil adalah satu celaka. Tuhan Yesus mengatakan bahwa jika kita, ranting-ranting-Nya, tidak berbuah, kita akan dipotong (Yoh. 15:2, 6). Dipotong berarti kehilangan kenikmatan atas suplaian yang kaya dan penuh dari pohon anggur. Inilah sebabnya banyak orang Kristen yang begitu miskin dalam kenikmatan atas kekayaan Kristus. Mereka telah kehilangan kenikmatan yang penuh atas kekayaan Kristus karena mereka tidak berbuah. Jika kita tidak berbuah, kita akan dipotong.

Walaupun kita, tidak berbuah, kita masih ada di dalam Tuhan, tetapi kita tidak dapat memiliki kenikmatan yang riil atas suplai yang kaya dari sari hayat pohon anggur. Asalkan kita tidak memiliki kenikmatan atas suplai yang limpah dari sari hayat Kristus, kita telah dipotong. Apakah kita dipotong atau tidak, ditentukan oleh apakah kita memiliki kenikmatan yang riil atas kekayaan Kristus. Ini sangat serius. Kekurangan utama dari banyak orang Kristen adalah mereka tidak memiliki kehidupan berbuah pada waktunya. Kita harus bangkit menghasilkan buah.

MENGHINDARI PERDEBATAN, MENEBUS WAKTU,

MENYELAMATKAN ORANG DOSA

BAGI PERTAMBAHAN GEREJA

Banyak orang Kristen berselisih, berdebat, dan berargumentasi. Asalkan orang-orang Kristen sibuk dengan perselisihan dan perdebatan, hasilnya adalah tidak ada pertambahan. Walaupun mereka merasa bahwa mereka berperang bagi Tuhan dan mempertahankan kebenaran, hasil dari peperangan itu adalah tidak ada buah. Saya sering melihat sekelompok orang Kristen yang cukup baik namun begitu mereka mulai berdebat dengan alasan mempertahankan kebenaran, mereka mulai menurun dalamjumlah.

Begitu perdebatan timbul, jalan terbaik untuk menghadapinya adalah "Pergi!" Kita tidak seharusnya memperhatikan perdebatan, tetapi memperhatikan menyelamatkan orang. Kita harus pergi menyelaxnatkan orang. Ada orang mungkin berkata bahwa kita salah jika kita memperhatikan jumlah. Namun, Alkitab memperhatikanjumlah. Bahkan ada satu kitab dalam Alkitab yang disebut Bilangan. Allah menyuruh Musa dan Harun menghitung jumlah orang (Bil. 1: 2). Kita harus menghitung orang dalam gereja di lokal kita (Kis. 2:41; 4:4; 21:20). Jika kita melakukan ini, kita akan sadar bahwa kita telah lalai dalam. berbuah. Keperluan kita yang mendesak adalah pergi membawa orang beroleh selamat. Kita seharusnya lebih memilih menyelamatkan orang paling sedikit satu orang hari ini daripada berdebat. Ketika kita membaptis seseorang ke dalam. Allah Tritunggal, kita merasa mulia. Jalan yang mulia ialah menyelamatkan orang dosa dan menghitungnya.

Jika seseorang datang kepada kita untuk berdebat tentang kebenaran, kita hanya perlu berkata bahwa kita tidak punya waktu untuk hal itu. Kemudian kita bisa bertanya kepadanya apakah orang tuanya dan familinya telah diselamatkan. Jika mereka belum diselamatkan, kita dapat bersama dia mendoakan mereka. Kita tidak seharusnya berdebat tentang apa yang benar dan apa yang salah. Kita bukan ditunjuk menjadi hakim, dan kita tidak punya waktu untuk berdebat. Kita harus meluangkan waktu kita untuk menyelamatkan orang dosa, merawat dan memelihara orang-orang yang muda untuk membantu mereka bertumbuh.

Kita harus pergi mengunjungi orang dan menginjil kepada mereka. Tuhan tidak menyuruh kita pergi kepada orang yang "benar" atau kepada orang yang "salah". Dia hanya menyuruh kita pergi! Pertama-tama, kita harus pergi mengunjungi rumah orang (Luk. 9:4). Kemudian kita harus mengunjungi setiap kota dan tempat (Luk. 10:1). Akhirnya, kita harus pergi ke seluruh dunia (Mat. 24:14; 28:19; Ms. 1:8).

MENERIMA BEBAN,

MENGUNJUNGI ORANG UNTUK MENGINJIL

Beban kita yang utama dalam pelatihan ini adalah setiap, peserta pelatihan harus berbeban untuk pergi mengunjungi orang untuk menginjil kepada mereka. Kita harus menerima beban ini. Kita tidak boleh beralasan. Tuhan terlebih dulu mengutus diri-Nya sendiri; kemudian Ia mengutus dua belas, dan tujuh puluh murid-murid-Nya; dan sekarang Dia mengutus semua murid-Nya. Kitab Kisah Para Rasul mencatat bahwa sejumlah besar orang diselamatkan di Yerusalem, melalui penginjilan. Pada hari Pentakosta, tiga ribu orang diselamatkan (Kis. 2:41). Kemudian Kisah Para Rasul 4:4 mengatakan, "Jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki." Ada ribuan orang yang telah diselamatkan di Yerusalem, tetapi mereka tidak mau keluar. Mereka semua sudah terpaku di dalam kota itu. Kemudian terjadilah penganiayaan, dan ini memaksa mereka keluar (Kis. 8:1). Kisah Para Rasul 8:4 memberi tahu kita bahwa mereka yang tersebar itu menjelaiahi seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Karena penganiayaan, mereka pergi dan Injil disebarkan. Karena mereka keluar, Kerajaan meluas ke banyak tempat dan gereja terbangunkan (Kis. 9:3 1).

Kita harus menjadi orang-orang yang keluar. Jika kita tidak dapat pergi setiap hari, kita harus pergi paling sedikit sekali seminggu. Setiap orang dapat melakukan ini. Paling sedikit satu malam atau satu siang dalam setiap minggu, kita harus keluar. Kita harus terlebih dulu pergi ke "Yerusalem" kita, yang berarti kita harus pergi mengunjungi sanak keluarga kita : orang tua, paman, bibi, sepupu, ipar kita, dsb. Kemudian kita harus pergi ke Yudea, ke Samaria, dan akhirnya ke ujung bumi (Yds. 1:8).

Kita tidak tahu siapa yang terpilih. Tuhan telah memilih orang-orang "dari tiap-tiap suku dan bahasa dan umat dan bangsa" (Why. 5:9). Hanya Tuhan yang tahu siapa yang terpilih. Lukas 14 mengatakan bahwa kita harus "pergilah dengan segera ke semuajalan dan lorong kota" (ay. 21), dan kemudian "pergilah ke semua jalan dan lorong" (ay. 23). Ini berarti kita harus pergi ke mana saja. Kita tidak boleh membedakan siapa yang tinggi dan siapa yang rendah. Asalkan mereka adalah manusia, kita harus membawa mereka kepada Tuhan. Tuhan menyuruh mereka keluar dan membawa orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh (ay. 2 1).

Orang yang senang berdebat mungkin mengatakan bahwa kita memaksa orang percaya dan dibaptis, tetapi dalam Lukas 14 Tuhan menyuruh kita "memaksa" orang menerima keselamatan-Nya (ay. 23). Sebelum kita diselamatkan, kita tidak mau mencari Tuhan; kita harus dipaksa, didorong untuk menerima keselamatan-Nya. Jika kita memaksa orang menerima Tuhan, kita mungkin meragukan apakah sebagian dari mereka adalah kaum beriman sejati. Tetapi Tuhan tahu siapa yang lalang dan siapa yang gandum (Mat. 13:29-30), dan Tuhan tidak menyuruh kita mencoba mengetahui perbedaan mereka. Tuhan menyuruh kita pergi menjadikan semua bangsa murid-Nya dan membaptis mereka dalam nama Allah Tritunggal (Mat. 28:19). Sebagai anggota gereja, tanggung jawab kita yang pertama adalah bangkit dan berlatih pergi menginjil dalam jalan baru.

PENATUA PERLU MEMELOPORI PENGINJILAN

Saya ingin mengucapkan sepatah kata kepada para penatua. Jika Anda adalah penatua yang menginjil, gereja tempat Anda bertanggungjawab akan menjadi gereja yang menginjil. Karena itu, para penatua harus memelopori berlatih, melaksanakan, dan bahkan mempromosikan penginjilan. Setiap orang beriman harus pergi menginjil. Saya minta setiap gereja bangkit menginjil. Penginjilan perlu dipromosikan di setiap lokalitas.