PANDANGAN MENYELURUH DARI JALAN YANG DITETAPKAN ALLAH PRINSIP-PRINSIP DASAR
Ayat Alkitab:
Rm. 12:1,4-5, 11; 1:9a; Flp. 3:3; Kis. 5:20; 11:18;
Yoh. 21:15; Rm. 5:10; Ef. 4:11-12; 1 Kor. 14:1,5,12
Doa : Tuhan, kami memuji-Mu dan bersyukur kepada-Mu bahwa Engkau penuh rahmat, murah hati dan penuh berkat. Tuhan, kami memuji-Mu bahwa Engkau adalah Sang pernenang. Engkau telah ditaruh di dalam kernatian, tetapi Engkau hidup kembali dan hidup selamanya. Karena Engkau hidup, kami mempunyai pengharapan di dalam hayat-Mu yang hidup. Tuhan, terima kasih untuk malam ini. Kami di sini untuk mendengarkan firman-Mu. Tuhan, bukakanlah diriMu sekali lagi kepada kami. Kami mau membuka diri kami kepada-Mu. Mohon Engkau menaungi kami agar ada komunikasi, persekutuan, antara Engkau dan kami di dalam roh kami. Kami ingin berbicara di dalam-Mu. Tuhan, berbicaralah di dalam pembicaraan kami. Ketika kami menjamah takhta-Mu, kami tidak dapat melupakan musuh-Mu, si jahat, kuasa kegelapan itu. Tuhan, kami mendakwanya, dan mohon Engkau mempermalukan dia. Usirlah dia dan sudutkanlah dia. Tuhan, tolonglah kami. Kami bersembunyi di dalam-Mu dan di bawah darah-Mu yang mustika dan berkuasa. Amin.
PENDAHULUAN
Seri berita-berita ini adalah bagian dari pelatihan sepenuh waktu. Dalam pelatihan ini, saya hanya akan memperhatikan dua hal - hayat dan jalan baru, atau, jalan yang ditetapkan Allah. Setiap minggu, saya akan membawakan dua berita mengenai hayat dan dua berita mengenai jalan baru. Mengenai hayat, saya pertama-tama akan membahas pengalaman hayat, kemudian membahas pertumbuhan hayat.
Mengenai jalan baru, jalan yang ditetapkan Allah, hal ini telah terhilang dan sangat diabaikan oleh anak-anak Tuhan. Bahkan hari ini ada sekelompok kecil orang yang menentang dan menolak jalan baru. Karena. itu, saya memiliki beban untuk memberitakan hal-hal yang telah saya terima dari Tuhan dan yang telah Tuhan bebankan pada saya mengenai jalan yang ditetapkan-Nya bagi kita untuk melayani Dia di dalam kehidupan gereja.
EMPAT LANGKAH UTAMA DARI JALAN
YANG DITETAPKAN ALLAH
Perjanjian Baru penuh dengan wahyu mengenai jalan yang ditetapkan Allah. Allah ingin kita melayani-Nya, tetapi Perjanjian Baru tidak mengizinkan seorang pun melayani Allah menurut konsepsinya sendiri. Kita harus melayani Allah menurut konsepsi Allah. Jalan yang ditetapkan Allah telah diwahyukan dengan sepenuhnya dan dengan sangatjelas dalam Perjanjian Baru, tetapi orang-orang Kristen sepanjang abad, dari bagian akhir abad pertama sampai hari ini, telah mengabaikannya.
Apa yang kita sebut jalan bara sebenarnya adalahjalan yang ditetapkan Allah. Kita harus mehhat bahwajalan baru ini sangat "kuno". Jalan ini tidak usang, tetapi cukup kuno. Jalan ini bahkan sudah ada pada masa Yohanes Pembaptis dan rasulrasul sebermula dalam abad yang pertama. Lalu mengapa kita menyebutnya jalan baru? Karena segala milik Allah tetap baru, tak peduli betapa kunonya hal itu. Pada Allah, tidak ada keusangan, segala sesuatu adalah baru. Allah selalu baru, tetapi kita sering usang. Banyak hal begitu mencapai kita, tak lama kemudian menj adi usang. Kita mungldn melayani, kita mungkin menginjil, tetapi dengan jalan yang basi. Kita mungkin menolong kaum beriman muda, tetapi cara kita melakukannya mungkin tidak segar, tidak seperti embun segar di pagi hari. Kita bahkan mungkin telah menggenapkan beberapa orang saleh, tetapi cara yang kita pakai mungkin terlalu usang, terlalu basi. Inilah sebabnya tidak ada tutur-sabda untak membangun Tubuh Kristus seperti yang diwahyukan dalam 1 Korintus 14. Sangat sedikit orang Kristen sepanjang generasi yang tahu bagaimana bertutur sabda, yaitu berbicara bagi Tuhan, mengutarakan Tuhan, dan melayankanTuhan kepada orang lain, supaya Tubuh Kristus dapat terbangun secara organik. Karena itu, hal ini sebenarnya telah dikesampingkan. Berdasarkan ini, kita harus mengatakan bahwa ini adalah jalan baru bagi kita hari ini. Karena itu, kita harus berusaha melepaskan yang usang dan mengambil yang baru. Ini tidak mudah, tetapi kita harus kembali ke Alkitab untuk melihat dan mempraktekkan jalan yang ditetapkan Allah.
Dalam beberapa tahun yang lalu, saya telah mengumpulkan semua butir yang berhubungan dengan jalan yang ditetapkan Allah dan meringkas butir-butir ini ke dalam empat langkah utama.
Sebagai Imam Injil Menginjil dengan Mengunjungi
Orang di Tempat Mereka Berada
Pertama-tama, kita adalah imam Injil Perjanjian Baru. Karena itu, kita harus bertindak, berkelakuan, hidup, dan bergerak seperti imam Injil. Kita semua harus mengunjungi orang di tempat mereka berada untak menyelamatkan mereka, membawa mereka kepada Kristus. Walaupun banyak yang telah menginjil, kebanyakan dari penginjilan hari ini tidak alkitabiah. Walaupun sebagian orang memberitakan hal-hal yang sesuai dengan Alkitab, tetapi cara mereka memberitakan tidak alkitabiah. Mereka tidak memberitakan Injil Perjanjian Baru menurut jalan yang ditetapkan Allah. Kita harus terlebih dulu menyadari bahwa kita adalah imam-imam Injil Perjanjian Baru. Kita semua tahu bahwa pekerjaan utama seorang imam adalah mempersembahkan kurban kepada Allah. Kita harus melakukan pekeijaan Injil sebagai imam untuk menghasilkan kurban bagi Allah. Sejak saya muda, sebagai orang Kristen, saya tahu bahwa orang Kristen adalah imam Allah, tetapi saya tidak tahu kurban-kurban apa yang harus saya persembahkan. Saya diajar bahwa kita harus mempersembahkan pujian dan syukur sebagai kurban. Sayajuga tahu bahwa kita harus memberi benda-benda materi kepada Allah, anak-anak-Nya, gereja-Nya, hambahamba-Nya, dan sebagainya, sebagai kurban. Tetapi itu semua terlalu kecil. Kurban yang besar yang harus kita persembahkan kepada Allah adalah orang-orang dosa yang diselamatkan melalui penginjilan kita. Dalam Roma 15, Paulus mengatakan bahwa dia adalah "pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa lain dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsabangsa lain dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya" (ay. 16). Paulus mempersembahkan kaum beriman kafir yang diselamatkan melalui pemberitaannya sebagai kurban kepada Allah. Kita semua harus memiliki konsepsi ini. Berapa banyak orang yang telah Anda bawa kepada Kristus sejak Anda diselamatkan? Sebagai seorang imam Allah, dapatkah dalam waktu satu tahun, yakni tiga ratus enam puluh lima. hari, membawa satu orang beroleh selamat? Ini logis dan adil. Jika tidak, seandainya Anda adalah Tuhan, apa yang akan Anda katakan? Saya percaya Anda akan memecat imam sedemikian.
Ada orang mengkritik penginjilan dari rumah ke rumah (ketuk pintu) dengan mengatakan, "Aku keluar selama dua bulan dan tidak mendapatkan seorang pun." Saya akan menjawab, "Bagaimana dengan sepuluh bulan lainnya? Apakah seorang ibu melahirkan anak setiap hari?" Hukum alam Allah mengatur bahwa seorang anak harus di dalam kandungan ibunya selama sembilan bulan. Jika seorang ibu ingin mempunyai anak yang kedua dalam tahun yang sama, ini tidak begitu mudah, karena sembilan bulan dari satu tahun telah berlalu. Dia hanya punya sisa waktu tiga bulan, maka ia harus meminjam dari tahun berikutnya. Ini adalah pengaturan Allah. Begitu seorang ibu mengandung, dia belajar pelajaran sabar, sehari demi sehari selama dua ratus tujuh puluh hari. Jika kita menginjil seperti seorang ibu yang sabar, paling sedikit dalam sembilan bulan, kita dapat membawa satu orang kepada Tuhan.
Anda mungkin berpikir bahwa ini terlalu sedikit, tetapi sebenarnya tidak terlalu sedikit. Jika setiap orang di antara kita mendapatkan satu orang setiap tahun, gereja pasti akan berlipat ganda dalam satu tahun. Jalan Allah tampaknya begitu lambat, tetapi sebenarnya sangat cepat. Allah hanya menciptakan satu manusia, Adam. Tetapi hari ini ada miliaran Adam di bumi ini. Jalan ini sangat lambat, tetapi paling hebat. Baru-baru ini saya mempelajari beberapa statistik. Dalam 150 tahun, ada dua aliran yang paling sukses dalam pertambahan jumlah mereka. Mereka melakukannya dengan jalan "ketuk pintu". Kelompok yang satu adalah Mormon, dan yang lain adalah Saksi Yehova. Saya mempelajari statistik yang dikeluarkan oleh Saksi Yehova untuk kedua belas negara di mana pekerjaan mereka paling hebat tahun lalu. Di Jepang, mereka menemukan bahwa mereka perlu menghabiskan lebih dari 6000 jam untuk mendapatkan satu orang. Ini berarti seandainya mereka bekerja selama 10 jam sehari, perlu waktu dua tahun bagi mereka untuk bisa mendapatkan satu orang. Jika Anda hanya bisa mendapatkan satu orang dalam satu tahun, walaupun ini kelihatannya lambat, ini lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. Anda telah keluar selama dua bulan dan tidak mendapatkan seorang pun. Lalu mengapa tidak mencoba dua bulan lagi? Mengapa tidak mencoba dua bulan yang ketiga, dua bulan vang keempat, dua bulan yang kelima? Jika Anda tidak mendapatkan orang pada tahun ini, cobalah tahun berikutnya. Kesulitan kita, pertama-tama, adalah kita tidak menyadari bahwa kita adalah imam-imam Injil, dan kedua, kita tidak tekun di dalam praktek kita. Ada orang mungkin berkata, "Petrus berbicara sekali pada hari Pentakosta dan tiga ribu orang diselamatkan, dan beberapa hari kemudian, lima ribu orang ditambahkan." Memang ada sejarah sedemikian di dalam Alkitab, tetapi hari ini siapa yang dapat mengatakan, "Sekali berbicara, aku mendapatkan tiga ribu orang." Demikian bukanlah jalan yang ditetapkan Allah. Allah tidak mengatakan bahwa jika seorang perempuan setia dan percaya kepada-Nya, suatu hari Dia akan dengan tiba-tiba memberi kepadanya tiga ribu anak. Saya percaya Adam melahirkan banyak anak, tetapi saya tidak percaya dia melahirkan selusin dalam setahun. Ada yang mengatakan bahwa kita harus berbuah setiap bulan, seperti pohon hayat dalam Yerusalem Baru. Mengatakan dengan cara ini adalah satu hal, tetapi mempraktekkannya adalah hal vang lain. Saya tidak memperhitungkannya seperti itu. Jika setiap dari kita mendapatkan seorang dalam tiga tahun, ini sudah baik. Jika setiap anggota dalam gereja dapat membawa satu orang kepada Tuhan dan ke dalam kehidupan gereja dalam tiga tahun, gereja akan bertambah sepertiganya setiap tahun.
Tetapi, berapa banyak di antara kita yang melakukan hal ini? Jalan kita menginjil terlalu usang dan basi. Saya masih ingat cerita D.L. Moody. Dia pernah bernazar bahwa dia tidak akan tidur tanpa membicarakan Injil. paling sedikit kepada satu orang setiap hari. Pada suatu malam, hampir tengah malam, dia menyadari bahwa pada hari itu dia telah lupa menginjil kepada satu orang. Dia pun ke luar, tetapi tidak ada seorang pun di jalanan. Dia hanya menemui seorang polisi, maka dia pergi ke polisi itu dan menganjurinya percaya kepada Yesus. Tetapi polisi itu sangat tidak senang dan marah. Namun kemudian, dia tertarik dan mencari orang yang telah menginjil kepadanya. Akhirnya, polisi itu beroleh selamat.
Jika Anda memiliki kesabaran semacam ini, memiliki roh semacam ini, dalam tiga tahun Anda pasti mendapatkan satu orang. Jika Anda memiliki roh D.L. Moody, bahkan dalam tiga bulan Anda, akan mendapatkan satu orang. Akan sangat mudah bagi Anda untuk mendapatkan empat orang dalam setahun. Hari ini, kebanyakan dari kita tidak hidup di desa-desa yang kecil melainkan di kota-kota yang besar. Kota-kota besar ini adalah kolam-kolam pemancingan yang besar. Kadang-kadang saya merasa bahwa ikan-ikannya sangat damba untuk ditangkap, tetapi kita tidak bergerak, tidak bergeming. Kita harus menempuh jalan baru ini. Kita adalah imam- imam Injil. Kita harus mengontak orang, kita harus mendapatkan orang. Kita harus membawa orang kepada Kristus. Setiap tahun kita harus melahirkan satu atau dua anak rohani sehingga lidta boleh mempersembahkan mereka kepada Tuhan sebagai hadiah, persem-bahan, atau kurban.
Sejak saya melihat dan mulai membicarakan jalan baru, telah timbul banyak tentangan. Tetapi, syukur kepada Tuhan, banyak gereja dan kebanyakan orang saleh dalam pemulihan telah menerima jalan baru ini. Namun, menerima jalan baru adalah satu hal, melaksanakannya adalah hal yang lain. Karena itu, saya berbeban mendorong kalian semua yang hadir dalam sidang ini dan semua orang saleh dalam pemulihan di seluruh dunia untuk melaksanakanjalan baru. Kita semua harus belajar melaksanakan jalan baru sehingga hari ini Tuhan memiliki jalan maju di antara kita, bagi perampungan ekonorni Perjanjian Baru-Nya, membangun Tubuh Kristus.
Dalam Lukas 14 Tuhan berkata, "Pergilah ke semua jalan dan lorong dan paksalah orang-orang yang ada di situ, masuk; supaya rumahku terisi penuh" (ay. 23). Pernahkah Anda memaksa, mendesak seseorang untuk percaya kepada Tuhan Yesus? Ada sebagian orang terlalu rohani, mereka berkata, "Kita tidak dapat menyelamatkan orang. Biarlah Tuhan yang melakukannya. Jangan memaksa orang. Jangan mendesak orang." Tetapi Tuhan Yesus menyuruh kita untuk "memaksa orang masuk." Tampaknya lebih rohani mengatakan, "Tunggu saja. Biarlah Tuhan yang melakukannya."Tetapi menurut Alkitab, ini justru tindakan yang salah.
Terlalu banyak hal yang telah kita lihat dalam Perjanjian Baru yang tidak kita praktekkan. Menurut Perjanjian Baru, kita terlebih dahulu harus melihat bahwa kita adalah imamimam Injil dan bahwa kita perlu mempersembahkan kurban kepada Allah. Jangan mengatakan bahwa Anda hanyalah seorang saudari, Anda terlalu tua, Anda terlalu lemah, Anda sakit, Anda bukan penginjil profesional. Tuhan Yesus tidak akan membiarkan Anda mengajukan alasan-alasan ini. Kedua, sebagai seorang imam Injil, Anda harus bertindak dengan sabar. Menyelamatkan orang, merawat, dan mendidik orang tidaklah mudah. Saya. mendengar bahwa ada orang yang telah membawa banyak orang kepada Tuhan, tetapi tidak mampu membawa seorang pun ke dalam kehidupan gereja. Kalau pengalaman Anda demikian, ini disebabkan Anda melakukannya tanpa kesabaran dan iman. Jika Anda mempunyai kesabaran dan iman, pasti paling sedikit satu orang di antara mereka akan dibawa kepada Tuhan, ke dalam kehidupan gereja. Jika Anda tidak memiliki kesabaran dan iman, ketika Anda mengunjungi orang, orang pasti tidak akan percaya. Anda mungkin berpikir, "Orang ini terlalu dangkal. Tidak perlu. membawanya ke dalam kehidupan gereja. Dan yang satu itu terlalu kasar." Ketika Anda ingin menyelamatkan orang, Anda harus mengasihi orang itu. Tanpa kasih, tanpa perhatian, Anda tidak dapat membawa orang kepada Tuhan. Baik orang itu timpang, pincang, buta, atau tuh, Anda harus mengasihinya. Dulu ada beberapa orang di antara kita yang tidak suka orang-orang semacam ini. Mereka suka "orang-orang yang sempurna," karena itu mereka tidak memiliki kesabaran dan iman bahwa mereka akhirnya dapat membawa orang kepada Tuhan. Kita harus belajar melatih kesabaran dan iman kita. Allah telah menetapkan kita menjadi imam-imam, tetapi kita tidak memiliki kesabaran dan iman untuk terus melaksanakan tugas keimaman. Sekarang kita harus menerima tugas imam dan melaksanakannya dengan kesabaran dan iman, sehingga kita akhirnya boleh mempersembahkan orang-orang berdosa yang beroleh selamat sebagai kurban kepada Allah. Kita harus sekuatnya melaksanakan hal ini dengan ulet, tekun, sabar, lapang, kasih, perhatian, dan iman.
Seorang saudari Amerika yang buta, Fanny Crosby, menulis kidung, "Kabarkanlah Injil, slamatkan jiwa" (Kidung, No. 664). Kidung itu sungguh mengesankan saya. Tetapi bagi Anda, menyanyikan kidung itu hanyalah seperti petir tanpa hujan. Anda hanya menyanyi tetapi tidak pergi menyelamatkan orang. Saksi-saksi Yehova memiliki kesabaran untuk memghabiskan lebih dari 6000 jam untuk mendapatkan satu orang. Kita memiliki Injil yang murni, Injil tertinggi, tetapi kita tidak memiliki pertambahan karena kita tidak pergi mendapatkannya dengan kesabaran dan iman. Anda harus keluar. Dalam satu minggu Anda mungkin tidak mendapatkan apa-apa. Dalam sebulan Anda mungkin tidak mendapatkan apa-apa. Tetapi sampai akhir tahun, Anda akan mendapatkan satu orang, paling sedikit setetes air hujan. Tetapi ini tidak terlalu sedikit. Anda harus memustikakannya. Tuhan telah memberi kita satu permulaan yang baru, dan ini baik. Sebagai imam Injil, kita semua harus keluar dan mempraktekkan imamat Perjanjian Baru kita.
Merawat dan Memperhatikan Orang
yang Baru Percaya
Langkah kedua adalah memberi makan, merawat orang yang baru percaya. Ini lebih sulit daripada mendapatkan orang berdosa. Melahirkan seorang anak itu sulit, tetapi tidak sesulit membesarkannya. Siang dan malam orang tua akan mengorbankan segalanya bagi anaknya itu. Namun, di antara orang Kristen, sangat sedikit yang mau melakukan pekerjaan ini. Kadang-kadang kita membawa orang-orang kepada Tuhan, tetapi setelah dua bulan mereka mati secara prematur karena mereka tidak mendapatkan perawatan. Perj anjian Baru penuh dengan hal perawatan. Dalam berita-berita berikutnya, kita akan melihat bagaimana Paulus merawat, memelihara. Paulus mengatakan bahwa dia memperhatikan kaum beriman seperti seorang ibu yang mengasuh dan merawat anak-anaknya dan bahwa dia menasihati dan menganjuri mereka seperti seorang bapa terhadap anak-anaknya (1 Tes. 2:7, 11).
Kita harus belajar merawat, memelihara orang-orang yang baru, yang telah kita bawa kepada Tuhan. Mereka seperti bayibayi yang baru lahir yang perlu diberi makan, dirawat. Dalam Injil Yohanes, Tuhan Yesus berbicara kepada Petrus tentang memelihara anak-anak domba (21:15). Banyak orang yang menyelidiki dan mengajarkan Injil ini memusatkan pengajaran dan persekutuan mereka kepada perkara hayat. Namun, setelah Yohanes tampaknya mengakhiri Injilnya dalam pasal 20, dia menambahkan satu pasal lagi. Dalam pasal tambahan ini, Tuhan bertanya kepada Petrus, "Petrus, apakah engkau mengasihi Aku? Jika engkau mengatakan bahwa engkau mengasihi Aku, engkau perlu melakukan satu hal - merawat dombadomba-Ku." Semua ibu tahu bahwa memberi makan atau. merawat seorang anak bukanlah hal yang mudah. Lihatlah situasi hari ini, di antara kaum beriman yang bukan pendeta atau penginjil, siapakah yang sedang melakukan pekerjaan perawatan semacam ini? Anda tidak dapat merawat seekor domba kadang-kadang saja. Anda harus melakukannya secara teratur, seperti merawat seorang bayi kecil. Anda harus melakukannya, tidak hanya setiap hari, tetapi banyak kah dalam sehari dan pada waktu- waktu tertentu. Baru bayi itu akan terawat, kalau tidak bayi itu akan mati.
Bahkan di tengah-tengah kita hari ini tidak terlihat banyak perawatan. Karena itu, kita tidak melayani Tuhan sesuai Alkitab. Apakah Anda percaya bahwa perkataan Tuhan, "Peliharalah anak-anak domba-Ku," hanya dikatakan kepada Petrus seorang dan tidak kepada Anda? Saya tidak percaya. Petrus berdiri di sana di hadapan Tuhan mewakili kita semua. Apa yang Tuhan katakan kepadanya juga ditujukan kepada kita. Karena itu, kita harus belajar dan berusaha masuk ke dalam praktek memelihara anak-anak domba. Tak peduli siapa kita, asalkan kita adalah orang yang percaya, kita diperintah oleh Tuhan untuk memelihara anak-anak domba-Nya. Suatu hari, kita semua akan berdiri di hadapan Tuhan di takhta penghakiman-Nya untuk memberikan pertanggungjawaban atas diri kita sendiri dalam hal ini (Rm. 14:10, 12).
Menggenapkan Kaum Beriman dan Bertutur-Sabda
bagi Pembangunan Tubuh Kristus
Langkah ketiga setelah perawatan ialah penggenapan kaum saleh. Hari ini hampir-hampir tidak ada pekerjaan penggenapan atas kaum beriman menurut apa yang tercanturn dalam Efesus 4:12. Langkah terakhir adalah bertutur-sabda untuk pembangunan gereja, yaitu Tubuh Kristus. Secara umum, tidak ada pelaksanaan demikian pada hari ini. Dari semua yang telah kita bicarakan di atas, kita dapat melihat bahwa baik kekristenan maupun diri kita sendiri tidak melaksanakan keempat langkah ini. Jalan yang kita tempuh untuk menginjil tidak begitu alkitabiah. Perawatan terhadap anak-anak domba hampir tidak ada. Penggenapan kaum saleh telah diabaikan - hampir tidak ada yang diperlengkapi. Tegasnya, tidak ada hal bertutursabda untuk pembangunan gereja, Tubuh Kristus sebagai suatu orgamsme. Kebanyakan orang Kristen membangun satu perhimpunan agama untuk dipamerkan. Di manakah pembangunan yang organik dari organisme Allah Tritunggal, Tubuh Kristus? Pembangunan yang organik ini hanya dapat dilakukan oleh semua orang beriman yang berusaha bertutur-sabda, berbicara bagi Tuhan dalam sidang-sidang gereja. Tetapi hari ini, tidak ada hal yang demikian.
EMPAT PRINSIP PELAYANAN ROHANI KITA
Sekarang kita akan mempersekutukan beberapa prinsip pelayanan rohani yang seharusnya ada pada kita terhadap Allah. Ada empat prinsip yang harus kita lihat.
Pelayanan Kita Harus di dalam Tubuh
Pertama-tama, kita harus nampak, jika kita ingin melayani, mau melayani Allah, maka kita haruslah sebagai anggota di dalam Tubuh. Inilah sebabnya Paulus, setelah begitu banyak pengajaran dalam sebelas pasal pertama dari kitab Roma, membawa kaum saleh kepada masalah Tubuh dalam Roma 12. Dia mengatakan, "Karena itu, Saudara-saudara, oleh kernurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup" (ay. 1). Berdasarkan inilah Paulus melanjutkan pembicaraan tentang pelayanan Tubuh (ay. 4-5). Dia mengatakan bahwa kita semua adalah anggota-anggota dalam satu Tubuh. Lihatlah anggeta-anggota tubuh; tidak ada satu pun yang mandiri. Setiap anggota, besar atau kecil, bergerak, bertindak, berfungsi di dalam tubuh. Lihatlah situasi hari ini. Jangankan melihat Tubuh, kita tidak dapat mehhat kelompok Kristen yang tepat yang bersama-sama melayani. Ada begitu banyak opini, konsepsi, dan pandangan yang berbeda, siapa yang salah, dan siapa yang benar. Akhirnya, setiap orang tidak hanya salah, tetapijuga terpisah dari Tubuh Kristus. Anda mungkin sangat benar, tetapi Anda telah terpisah dari Tubuh Kristus. Satu anggotarubuh lebih baik kotor namun tetap di dalam tubuh, daripada. bersih namun terpisah dari tubuh.
Pelayanan Kita Harus di dalam Roh Kita
dan oleh Roh Kudus
Prinsip kedua pelayanan rohani kita ialah kita harus melayani di dalam roh kita dan oleh Roh Kudus. Tanpa kedua roh ini, pelayanan kita tidaklah terhitung. Paulus mengatakan, "Karena Allah, yang kulayani di dalam rohku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku" (Rm. 1:9 Tl.). Dia juga mengatakan bahwa kita adalah orang-orang "yang beribadah (melayani) oleh Roh Allah" (Flp. 3:3). Kita tahu hal ini, tetapi kita tidak melakukannya. Dipenuhi Roh itu dan mengalami pencurahan Roh tidak tergantung pada perasaan kita; itu tergantung pada berapa banyak kita rela memikul salib Kristus. Salib harus datang; baru Pentakosta datang. Kita harus mengambil kematian Kristus; maka Roh itu akan datang mengikuti Kristus yang tersalib. Inilah sumber kekuatan kita.
Kita juga harus belajar tidak melayani berdasarkan kekuatan atau keahlian alamiah kita. Kita harus belajar menengadah kepada Thhan, bersandar kepada-Nya, menerima kematian-Nya, dan menaruh kematian- Nya ke dalam pengalaman sehari-hari kita. Kita juga harus memiliki doa yang tepat dan cukup. Demikian barulah kita akan menjadi orang yang penuh Roh itu. Roh itu akan memenuhi kita di dalam dan menudungi kita di luar. Kita akan menjadi orang yang memiliki Roh itu bergerak di dalam roh kita dan bekerja melalui roh kita; kitajuga bisa memakai roh kita untuk menerapkan kekuatan Roh itu. Ini diperlukan di dalam keempat langkah ini: menginjil, merawat orang yang baru, menggenapkan kaum saleh, dan bertutur-sabda. Begitu banyak orang saleh tidak dapat bertutursabda karena mereka kekurangan Roh itu. Mereka kurang Roh Kudus, dan mereka tidak tahu bagaimana menggunakan roh mereka, bagaimana melatih roh mereka. Jika mereka mau melatih roh mereka untuk menjamah Roh Kudus, mereka akan mudah bertutur-sabda.
Pelayanan Kita Harus dengan Hayat
Prinsip yang lain ialah pelayanan kita harus berdasarkan hayat, bukan berdasarkan kemampuan atau karunia. Kita harus belajar bagaimana melayankan hayat kepada orang lain. Setiap kali kita bertemu dengan orang, kita harus belajar bagaimana menggunakan roh kita untuk menyalurkan Kristus yang hidup dengan firman hidup-Nya ke dalam orang tersebut sebagai hayat. Baik merawat maupun memelihara menyiratkan penyaluran suplai hayat. Perawatan terhadap seorang anak oleh ibunya adalah semacam penyaluran hayat. Demikianjuga, hal penggenapan dan tutur-sabda hanya. dapat dilaksanakan berdasarkan Roh dengan hayat.
Pelayanan Kita Harus bagi Pembangunan
Tubuh Kristus
Terakhir, pelayanan kita harus bagi pembangunan Tubuh Kristus dan bukan bagi pekerjaan kita sendiri. Tak peduli berapa lama kita telah melayani di dalam pemulihan Tuhan, kita mungkin belum memberikan banyak pembangunan kepada Tubuh Kristus.
Kita semua perlu melihat keempat prinsip rohani ini dalam pelayanan kita kepada Allah. Pelayanan kita harus : di dalam Tubuh, di dalam roh kita dan oleh Roh Kudus, berdasarkan hayat, dan bagi pembangunan Tubuh Kristus.