PENGINJILAN YANG PRAKTIS
Ayat Alkitab: Yoh. 15:8, 16
Dalam berita ini kita akan bersekutu lebih banyak tentang Injil Kristus. Persekutuan semacam ini seharusnya membantu kita belajar bagaimana menginjil kepada orang lain. Ketika mengunjungi orang, kita harus normal, hidup dan menyenangkan bagi mereka. Orang-orang yang kita kunjungi seharusnya dibangkitkan dan digerakkan oleh pembicaraan kita. Ada orang yang menginjil seperti sedang membaca guntingan berita dari surat kabar kepada seseorang. Hasil pemberitaan semacam ini tidak akan memberi pengaruh besar.
Yang lain tidak mendapatkan pendengarnya karena terlalu banyak memberikan penjelasan dalam pemberitaan mereka. Ini akan memberi kesempatan munculnya masalah-masalah sampingan. Jika pertanyaan diajukan, kita harus menjawab pada pokok masalahnya saja, agar tidak membangkitkan pertanyaan-pertanyaan sampingan. Jangan mengira bahwa berbicara banyak itu lebih baik. Ini bisa menyebabkan kita kehilangan kekuatan. Lebih baik berbicara sedikit, tetapi langsung pada pokok masalah untuk membawa orang kepada arah yang tepat. Dengan cara ini kita menjadi seperti penunjuk jalan yang mengarahkan orang ke tempat duduk mereka di ruang pertunjukan. Kita harus belajar memurnikan pembicaraan kita dan menghindari pembicaraan menurut kebiasaan alamiah kita.
MENGGUNAKAN ILUSTRASI-ILUSTRASI YANG RIIL
Keprihatinan utama saya adalah bahwa banyak saudara saudari dengan rajin dan setia pergi berbicara kepada orang, tetapi kebanyakan pembicaraan mereka bersifat doktrin. Kita semua perlu pelatihan untuk mengatasi sifat kita yang terlalu teoritis. Orang yang kita kunjungi mungkin meminta kita menerangkan kepada-Nya siapakah Allah. Kita harus belajar tidak menjawab pertanyaan tersebut dengan doktrin, tetapi dengan semacam ilustrasi yang riil. Kita bisa memberitahunya bahwa di seluruh alam semesta pasti ada Sang Berdaulat. Allah itulah Sang Berdaulat ini. Kita harus selalu belajar menjamah pokok masalah dan menghindari hal-hal yang tidak penting.
Saya telah berlatih menginjil selama bertahun-tahun. Saya menemukan bahwa orang dosa suka mengajukan banyak pertanyaan sampingan yang akan menyelewengkan kita dari pokok masalah. Lebih baik tidak mengikuti pertanyaan mereka. Kita harus mempertimbangkan jalan terbaik untuk menjawabnya sehingga hal-hal sampingan tidak dibicarakan. Ini menuntut kita belajar. Jika ada pertanyaan yang tidak dapat segera Anda jawab dengan baik, Anda tetap harus berusaha memberi jawaban. Namun, Anda harus belajar tidak menjawab terlalu cepat.
Kepada orang yang bertanya siapakah Allah, Anda boleh menjawab, "Ini adalah pertanyaan terbesar dalam alam semesta. Para filsuf dan pemuka agama selalu mempertimbangkan persoalan ini. Satu hal yang jelas bagi mereka adalah bahwa di dalam alam semesta ini pasti ada yang berdaulat." Ini membawa orang itu pada pokok masalah. Kemudian tunjukkan bahwa yang berdaulat ini disebut Allah. Dia bukan berhala; Dia adalah Allah. Allah itu unik. Allah hanya satu. Dialah yang menciptakan seluruh alam semesta, termasuk manusia. Saat ini, Anda dapat mengarahkannya kepada butir yang ingin Anda capai. Ini akan meniaga dia agar tidak menyimpang. Anda harus dilatih, tetapi Anda juga harus mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan. Tanyalah diri Anda sendiii bagaimana menjawab siapa Allah. Pemikiran dan pertimbangan semacam ini akan membuat Anda belajar beberapa rahasia.
Teologi saja tidak akan berhasil. Ketika Anda berbicara ke pada orang, pengaruh terbesar berasal dari pernbicaraan yang riil. Jika Anda tidak riil dalam pembicaraan Anda, Anda akan menimbulkan lebih banyak pertanyaan dalam orang yang Anda kontaki. Anda harus menjawab dengan sangat riil. Inilah sebabnya mengapa Anda harus belajar.Jangan hanya belajar secara doktrin untuk pergi borkhotboh. Khotbah tiduk ada kekuatannya. Berbicaralah secara riil. Tentu saja, pembicaraan Anda harus didasari pada pengetahuan Alkitab. Tetapi cara Anda menggunakan pengetahuan Alkitab sangatlah penting. Anda harus belajar mengubah pembicaraan Anda yang bersifat doktrin ke dalam pembicaraan yang riil. Jangan berbicara seperti seorang guru Alkitab atau seorang ahli teologi, melainkan secara riil, menjamah kehidupan mereka sehari-hari.
MEMPERTIMBANGKAN BAGAIMANA MEMAKAI
RAHASIA HIDUP MANUSIA
Anda harus mempertimbangkan bagaimana memakai Rahasia Hidup Manusia. Apakah bisa diterapkan dalam situasi penginjilan Anda? Anda harus mengkaji pemakaiannya. Memulai dengan Rahasia Hidup Manusia mungkin cukup baik untuk beberapa orang tertentu, tetapi saya tidak percaya kalau ini cocok untuk setiap orang. Karena itu, Anda harus mempertimbangkan bagaimana memakainya untuk mendapatkan faedah terbesar. Jika Anda merasa ingin mamakai Rahasia Hidup Manusia, Anda tetap harus belajar bagaimana memakainya. Mungkin yang terbaik berbicara seperti ini : "Bapak/Ibu, buku di tangan saya ini membicarakan sesuatu yang sangat ajaib, dan saya ingin membagikannya pada Bapak/Ibu. Buku ini membicarakan rahasia hidup manusia kita." Penerapan semacam ini dapat diterima.
MENGKAJI PENGINJILAN SEBAGAI SATU SAINS
Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, Anda tidak boleh menganggap penginjilan sebagai satu tugas yang mudah. Sebaliknya, penginjilan itu sesulit sains. Pelatihan di kelas hanya membantu membuka pintu bidang yang luas ini. Dari sana, Anda harus masuk melalui pintu dan mulai memikirkan, siang dan malam, bagaimana melaksanakan riset ilmiah Anda. Memberitakan pengetahuan teologi atau Alkitab tidaklah cukup. Jalan satu-satunya agar berhasil adalah membuat beritanya riil. Inilah rahasia yang harus dipelajari oleh Anda semua.
PENERAPAN RIIL BUTIR-BUTIR ALKITAB
Anda harus memikirkan bagaimana membuat semua butir Alkitab menjadi riil. Saya telah beberapa kali menggunakan kehidupan pernikahan sebagai contoh dalam berita-berita saya. Ini membuat berita saya lebih riil.
Jika Anda ingin mengontak orang-orang tertentu, pertama-tama, Anda harus tahu situasi mereka yang sesungguhnya. Jika Anda ingin membantu mereka yang ada di SMA atau SMP, Anda harus mempelajari situasi mereka yang sesungguhnya. Kedua, Anda harus memikirkan bagian mana dari Alkitab yang dapat diterapkan ke situasi tertentu itu. Anda harus memiliki beberapa ayat atau bagian dari Alkitab sebagai dasar pembicaraan Anda. Dasar pemikiran dalam Alkitab adalah yang terbaik. Tidak ada logika yang bisa melampaui logika Alkitab. Tidak ada tandingannya. Ketika pemberitaan Anda didasarkan pada Alkitab, pemberitaan Anda akan berkuasa, tetapi pemberitaannya harus riil. Anda harus berbicara tentang situasi vang riil, bersamaan dengan itu menerapkan beberapa bagian atau ayat dari Alkitab. Karena itu, butir ketiga adalah belajar berbicara harus selalu riil. Jika Anda memperhatikan ketiga butir ini, Anda akan belajar banyak.
MENGINJIL KEPADA FAMILI DAN
TEMAN-TEMAN KITA
Sulit mengatakan apakah lebih mudah berbicara kepada orang yang Anda kenal atau kepada orang yang tidak Anda kenal. Kita mungkin memiliki famili yang telah kita. kenal sejak muda. Karena kita, begitu mengenal mereka, kita mungkin tidak tahu bagaimana berbicara kepada mereka. Pengenalan kita terhadap mereka mungkin menghalangi kemampuan kita berbicara kepada mereka. Kadang-kadang agak sulit bagi kita untuk menginjil kepada famili kita. Mungkin lebih baik meminta beberapa saudara atau saudari yang tidak mengenal famili kita untuk berbicara kepada mereka. Pembicaraan mereka mungkin lebih berpengaruh.
Kita harus belajar banyak untuk menginjil secara efektif Jika kita ingin berbicara kepada seseorang yang telah kita kenal selarna beberapa tahun, liita dapat berlatih berbicara kepadanya seperti kita. tidak mengenalnya sama sekali. Demikian kita dapat membicarakan sesuatu yang baru, segar, dan khusus kepadanya. Ketika kita terlalu mengenal seseorang, kadangkadang sulit mengetahui tema apa yang terbaik untuk digunakan. Jika orang itu angkuh, yang terbaik adalah tidak membicarakan tentang keangkuhan. Mungkin lebih baik berbicara tentang Tuhan Yesus atau bahkan tentang telaga api. Itu mungkin akan lebih berpengaruh. Jika kita sangat mengenal orang itu, dan dia sadar bahwa dirinya adalah orang yang angkuh, dia mungkin tidak ingin kita menyinggung masalah ini. Alasan yang kuat bahwa kita tidak selalu efektif dalam penginjilan kepada famili kita adalah karena kita terlalu mengenal mereka.
KATA-KATA PEMBUKAAN DALAM PENGINJILAN
SANGATLAH PENTING
Kita semua harus memiliki sikap, roh, dan suasana belajar. Seandainya Anda datang ke rumah saya; saya menyambut Anda dan mempersilakan Anda masuk dan duduk. Sekarang, bagaimana Anda memulai pembicaraan? Bagi saya, ini adalah butirc yang paling sulit. Beberapa kalimat pertama sangatlah penting. Agar dapat mengetahui bagaimana memulai, Anda harus, berdoa, "Tuhan, apa yang harus saya katakan?" Anda tidak dapat hanya pergi kepada orang-orang yang Anda kunjungi dan mengatakan kepada mereka bahwa Anda ingin berbicara kepada mereka tentang rahasia hidup manusia. Ini terlalu umum.
Kadang-kadang Anda harus mulai dengan cara yang sangat lembut dan normal. Pembicaraan Anda harus memberi kesan kepada mereka bahwa Anda adalah orang yang normal. Kesan semacam ini akan selalu disambut orang dan juga akan mengundang keterbukaan orang kepada Anda. Mereka akan senang berbicara kepada Anda. Anda dapat berbicara seperti ini : "Saya orang Kristen. Bolehkah saya bertanya, Saudara, apakah Anda orang Kristen?" Pembukaan semacam ini sangat luas dan memberi banyak ruang untuk meneruskan pembicaraan dalam berbagai hal dengannya. Jika Anda membukanya dengan berkata, "Di sini ada sebuah buku tentang rahasia hidup manusia,"Anda sungguh-sungguh telah membatasi diri Anda sendiri. Mulai dari titik itu, Anda selanjutnya harus berbicara tentang rahasia hidup manusia. Setelah berbicara sebentar, Anda mungkin merasakan bahwa orang ini tidak cocok dengan tema seperti itu, tetapi pada waktu itu akan sangat sulit bagi Anda untuk mengubah arah pembicaraan. Anda akan dibatasi. Anda dapat membuka secara umum dengan mengatakan, "Saya orang Kristen. Apakah saudara orang Kristen?" Kemudian baru Anda dapat menghadapi orang itu dalam banyak arah.
MEMBANGUN KEBIASAAN MENGINJIL
Saya telah menemukan dengan pasti bahwa hal yang paling sulit dilaksanakan oleh orang Kristen adalah penginjilan. Jika Anda ingin sukses dalam perkara ini, Anda harus mengenal bahwa ini adalah hal yang paling sulit. Tidak begitu mudah berhasil dalam penginjilan. Saya tidak berharap bahwa Anda akan sangat berhasil. Saya hanya berharap bahwa Anda akan pergi secara teratur, lebih baik sekah seminggu. Jangan terlalu sering pergi. Lakukan secara teratur, tekun, dan terus-menerus. Jika Anda melakukan ini seumur hidup Anda, sekah seminggu, saya yakin sepenuhnya bahwa Anda akan mendapatkan dua buah yang tetap, setiap tahun.
Untuk melakukan ini, kita harus mau belajar. Jangan menganggapnya enteng. Jangan berpegang pada semacam pemahaman bahwa setiap orang dapat menginjil. Tidak ada seorang pun dari kita yang dapat menginjil dengan efektif selain kita dilatih. Kita harus dimuridkan untuk menginjil. Jika kita mau dimuridkan, kita pasti menghasilkan buah.
Kita harus merasa malu karena kita telah mandul selama bertahun-tahun. Kita telah mandul karena kita tidak memiliki semangat untuk belajar dilatih, dimuridkan. Beban saya adalah menggugah hati Anda dan roh Anda agar dapat melihat bahwa ini adalah masalah yang besar. Ketika Tuhan datang kembali, akan sulit bagi kita untuk menghadap Dia jika kita belum menghasilkan satu buah pun. Saya harap Anda tergugah untuk menerima beban ini secara normal.
Ketika seseorang mencapai umur dua puluhan, sangat normal baginya untuk menikah. Kemudian, mempunyai anak dan membesarkan anaknya. Inilah cara yang ditetapkan Allah untuk perkembangbiakan manusia. Dengan cara perkembangbiakan seperti ini, seluruh bumi akan dipenuhi oleh manusia. Hayat ilahi berkembang biak dengan prinsip yang sama.
Kita tidak seharusnya mengharapkan kebangunan yang besar. Sejarah telah membuktikan bahwa kebangunan-kebangunan seperti itu tidak berhasil. Apa yang diperlukan adalah penginjilan yang riil. Kita semua yang mengasihi kepentingan Tuhan perlu belajar melaksanakan penginjilan seperti itu. Baru kemudian kita dapat memikul beban penginjilan selama setahun, pergi sekali dalam seminggu. Jika kita mau mempersiapkan diri kita, kita akan berhasil. Tetapi untuk melakukan hal ini, kita perlu banyak belajar. Saya harap belajar semacani ini dapat didirikan dalam pemulihan Tuhan, dan kebiasaan Injil seperti ini dapat dibina secara perlahan-lahan.
Ini mirip dengan cara suatu bahasa diterima oleh suatu bangsa. Akhirnya, terbentuklah satu dasar dengan kebiasaan tertentu. Orang yang dilahirkan dalam keluarga Amerika secara spontan berbahasa Inggris Amerika, karena berbahasa Inggris Amerika telah diletakkan sebagai dasar dan kebiasaan dalam masyarakat Amerika. Ketika para imigran pertama kali datang ke negara ini, sangat sulit bagi mereka untuk belajar Bahasa Inggris. Tetapi setelah hidup selama. dua abad di Amerika, Bahasa Inggris Amerika telah menembus harnpir setiap ke luarga. Saya harap dasar dan kebiasaan penginjilan akan terbangun dalam pemulihan Tuhan. Ketika kebiasaan ini telah terbina, akan mudah bagi semua saudara saudari dalam pemulihan Tuhan untuk menghasilkan buah. Jika kita ingin melihat kebiasaan penginjilan terbangun di antara kita, kita harus bangkit dan menerima perkataan ini, melaksanakannya minggu demi minggu, mencoba sebisa kita untuk belajar dalam segala aspek. Ini menuntut kita membangun pengenalan terhadap Alkitab dan pembicaraan yang tepat serta riil.
HARUS FLEKSIBEL UNTUK MEMENUHI
BERBAGAI KEPERLUAN
Tidak ada orang yang dapat memastikan bahwa dalam situasi Injil yang mana pun tidak akan ada masalah. Anda dapat bertanya kepada seseorang, "Apakah Anda orang Kristen?" Dia mungkin menjawab, "Saya tidak suka kekristenan." Banyak yang menjawab seperti ini. Lalu apa yang harus Anda lakukan? Anda harus belajar bagaimana beralih ke pokok pembicaraan yang lain. Anda mungkin memberi tahu seseorang bahwa Anda adalah orang Kristen, dan ia mungkin menjawab, "Itu persoalanmu." Lalu Anda dapat mengatakan kepadanya, "Ya, ini memang persoalanku. Tetapi, Saudara, kita. semua harus nampak bahwa seluruh hidup insani kita adalah satu persoalan. Adakah manusia yang tanpa persoalan? Memiliki istri adalah persoalan. Tidak memiliki istri juga persoalan. Memiliki anak adalah persoalan. Tidak memiliki anak juga persoalan. Memiliki uang adalah persoalan. Tidak memiliki uang juga persoalan. Dalam hidup insani kita, segala sesuatu adalah persoalan." Pembicaraan riil semacam ini pasti dapat meyakinkannya. Dia mungkin tidak mengakuinya, tetapi dalam hatinya dia akan diyakinkan. Kemudian mulai dari ini Anda dapat beralih ke rahasia hidup manusia. "Karena itu, Saudara, hidup manusia adalah satu rahasia. Kita tidak tahu dari mana kita datang, dan kita tidak tahu ke mana kita akan pergi. Tidak ada seorang pun dari kita yang tahu berapa lama kita akan hidup." Pembicaraan normal seperti ini akan membuka lapangan yang luas bagi Anda untuk menginjil.
Seorang saudara menceritakan pengalamannya pergi dengan beberapa saudara untuk mengunjungi seorang saudara yang datang dari daratan China. Saudara-saudara itu terlebih dulu berbicara kepadanya sedikit tentang situasi di China. Ini membuka dia. Kemudian mereka mencoba menginjil kepadanya. Ketika mereka mengeluarkan buklet Rahasia Hidup Manusia, dia berubah menjadi sangat melindungi diri, mengatakan bahwa dia adalah seorang ateis. Dia mutlak percaya pada komunisme dan tidak menghendaki mereka mengatakan apa pun tentang agama serta hal-hal yang berbau agama. Dia mengatakan bahwa mereka dapat mengatakan tentang apa pun kecuali topik itu. Kemudian, dia menyebutkan bahwa dia ingin mempelajari beberapa hal yang berkaitan dengan komputer. Apa yang ingin dipelajarinya itu ternyata merupakan bidang dari salah satu saudara-saudara itu. Ini menyebabkannya lebih terbuka dan mengundang mereka untuk datang lagi. Tetapi para saudara mulai mempertimbangkan apakah sungguh ada gunanya kembali mengunjungi dia karena dia sudah memberi tahu bahwa dirinya adalah seorang ateis.
Kembali mengunjungi orang seperti ini pasti ada gunanya. Pembicaraannya telah membuka pintu yang lebar untuk mendapatkan dia. Tetapi ketika para saudara itu pergi lagi kepadanya, mereka hanya harus berbicara tentang perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Kemudian, pasti ada waktu yang tepat bagi Injil. Mungkin kali ketiga atau kali keempat. Para saudara harus menunggu kesempatan. Jika ada sedikit celah, air hayat dapat masuk. Mereka kemudian dapat mengambil keuntungan dari celah kecil itu untuk membicarakan Injil.
Kita harus pergi melaksanakan penginjilan dengan banyak kesabaran, dengan memiliki roh belajar dimuridkan. Yohanes 15 memberi tahu kita bahwa kita telah dipilih untuk menghasilkan buah (ayat 16). Kemudian, kita perlu dimuridkan untuk menghasilkan lebih banyak buah (ayat 8).
LATIHAN DAN PELAKSANAAN
JALAN YANG DITETAPKAN ALLAH
(2)
BAB
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22