← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 11/31

DIPILIH UNTUK MULAI BERBUAH DAN DIMURIDKAN UNTUK BANYAK BERBUAH

Ayat Alkitab : Yohanes 15:16, 8

Doa: Tuhan, kami sangat bersyukur kepada-Mu, karena Engkau kembali mengumpulkan kami dalam nama-Mu, Nama di atas segala nama. Tuhan, kami perlu Engkau, dan ingin berbicara kepada-Mu. Kami di sini menunggu-Mu untuk menerima petunjuk-Mu. Tuhan kami begitu lamban untuk mengerti perkataan-perkataan-Mu, karena itu kami perlu Engkau. Kami bodoh dan tumpul; kami tidak memiliki pengertian akan firman-Mu. Tuhan, rahmati kami demi pelaksanaan imamat Injil Perjanjian Baru. Kami perlu pengertian dari-Mu. Bukalah pengertian kami. Tunjukkanlah kepada kami kunci melaksanakan imamat Injil Perjanjian Baru. Tuhan kami perlu Engkau. Kami perlu petunjuk-Mu. Kami di sini, Tuhan Yesus, bersandar kepada-Mu. Datanglah kepada kami masing-masing. Kami percaya bahwa banyak orang beriman mau dan berharap menempuh jalan ini; namun sejauh ini kami belum nampak suatu pola dan teladan. Tuhan, kami ada di sini. Malam ini kami tetap memohon Engkau berbicara kepada kami, berbicaralah kepada kami dengan kesabaran. Terima kasih Tuhan. Amin.

Dalam berita ini kita. akan melanjutkan persekutuan kita tentang berbuah. Dalam Yohanes 15 Tuhan berbicara mengenai hal berbuah secara terperinci. Seluruh pasal ini membicarakan tentang berbuah, dan di dalamnya tercakup beberapa ayat Alkitab yang cukup sulit diuraikan. Dalam ayat 8 Tuhan berkata, "Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid- murid-Ku."Mengapa Tuhan tiba-tiba menggunakan istilah "murid-murid"? Apa maksudnya menjadi murid-murid Tuhan? Dalam judul berita ini, saya menggunakan bentuk kata kerja "dimuridkan". Kita harus dimuridkan untuk banyak berbuah, Tuhan Yesus juga menggunakan istilah ini dalam Matius 28 ketika Dia berkata, "Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu" (ay. 19). Yohanes 15:8 dikatakan Tuhan sebelum kematianNya dan Matius 28:19 dikatakan tidak lama setelah kebangkitan-Nya. Para murid secara langsung belajar dari Tuhan bagaimana menjadi murid, jadi mereka layak memuridkan orang lain.

KESULITAN DALAM MENGHASILKAN BUAH YANG TETAP

Dalam Yohanes 15:16 Tuhan berkata, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah memilih kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu." Ayat ini seluruhnya menyinggung tentang menghasilkan buah. Jika kita ingin menghasilkan buah, pertama-tama kita harus dipilih dan kedua kita harus ditetapkan. Kemudian kita harus pergi dan menghasilkan buah, dan buah kita haruslah buah yang tetap. Kita perlu memperhatikan bagaimana melaksanakan tiga hal ini : pergi, menghasilkan buah, dan memustikan bahwa buah kita adalah buah yang tetap.

Hari-hari ini, kita pergi mengunjungi orang, membawa mereka kepada Kristus dan membaptis mereka. Kemudian kita akan merawat mereka, mengadakan sidang keluarga dengan mereka, sidang kelompok, dan membawa mereka ke dalam kehidupan gereja. Membaptis orang bukanlah hal yang terlalu sulit, namun merawat, mengasuh, dan memelihara itulah yang sulit. Membawa mereka ke dalam sidang kelompok itu sulit; membawa mereka ke dalam. kehidupan gereja sebagai buah yang tetap lebih sulit lagi. Mereka yang memiliki pohon buah tahu, jika buah telah matang dan manis, burung akan datang. Burung datang bukan untuk memakan buah yang mentah, melainkan buah yang matang. Ketika kita sedang bekerja, "burung-burung" jahat sedang menanti. Ini sesuai dengan perkataan Tuhan dalam Matius 13. Jenis tanah pertama untuk penghiburan-Nya adalah tanah "di pinggir jalan", namun karena tanah di pinggir jalan telah menjadi keras oleh lalu lintas, benih tidak dapat menembusnya, "Lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis" (ayat 4) kita harus melakukan sesuatu untuk memastikan bahwa buah kita akan tetap. Buah kita mungkin baik-baik saja, namun jika kita ceroboh, pada hari berikutnya mungkin buah itu akan dirusak oleh Iblis. Banyak hal yang harus kita lakukan untuk mendapatkan dan mehndungi buah kita. Hal ini tidak semudah apa yang kita bayangkan. Pergi mengunjungi orang untuk menginjil sepertinya mudah, namun pada kenyataannya tidak. Jika memang mudah, hal itu telah dilaksanakan oleh orang-orang Kristen pada abad-abad yang lalu.

TUJUAN DAN PERINTAH TUHAN

Tuhan berkata, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu." Pemilihan ini telah ditetapkan sejak kekekalan yang lampau. Sebelum dunia dijadikan, Tuhan telah memilih kita (Ef. 1:4). Kemudian dalam waktu kita lahir, dan akhirnya kita mendengarkan Injil dan percaya. Melalui ini kita tahu bahwa kita telah dipanggil, namun kita harus nampak bahwa kita juga, telah ditetapkan. Kata Yunani "ditetapkan" ini sebenarnya berarti "diatur". Tuhan telah mengatur kita dalam suatu posisi dan dalam suatu lingkungan tertentu. Tuhan berkata, "Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah." Kata Yunani "supaya" dalam ayat ini mengandung dua bentuk kata kerja. Pertama berarti tujuan; kedua berarti perintah. Kita nampak tujuan Tuhan, kita juga menerima perintah dari Tuhan. Kita harus pergi dan kita harus menghasilkan buah. Ini semua merupakan perintah. Tuhan mengatur kita pada suatu posisi karena Dia mernihki tujuan yakni supaya kita pergi dan menghasilkan buah. Akan tetapi ini bukan hanya tujuan Tuhan; ini juga perintah-Nya, menghendaki kita pergi dan menghasilkan buah. Selain itu, Tuhan melanjutkan, "dan buahmu itu tetap." Bagaimana buah kita bisa tetap? Hal itu tergantung pada kita. Kita harus melakukan banyak hal untuk melaksanakan perintah Tuhan. Kita harus pergi, kita harus menghasilkan buah, dan buah kita harus tetap. Kalau tidak, tujuan Tuhan tidak akan tergenapi, dan sasaranNya tidak dapat tercapai.

Menghasilkan buah yang tetap tidaklah mudah, tetapi hal ini adalah perintah Tuhan. Jika Anda tidak pergi, Anda tidak mematuhi perintah Tuhan. Ketika Tuhan datang, Anda akan berhadapan dengan Dia. dan menyerahkan perhitungan kepadaNya. Tuhan akan bertanya, "Berapa, banyak buah yang telah kauhasilkan?" Anda mungkin menjawab, "Tuhan Yesus, ini sangat sulit. Aku tidak pernah melaksanakannya." Dalam Yohanes 15, ada masalah menghasilkan buah sesudah "tinggal", yaitu sesudah menikmati Kristus. Tuhan mungkin mengatakan, "Dalam Yohanes 15, Aku memerintah kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu tetap." Jika Anda tidak pergi, suatu hari Anda akan dihakimi Tuhan. Sekalipun Anda telah pergi, jika Anda tidak berusaha keras untuk menghasilkan buah, Tuhan juga akan menghakimi Anda.

Pergi adalah satu hal; menghasilkan buah adalah hal lain. Menikah adalah satu hal; melahirkan anak adalah hal lain. Menikah tidaklah sulit; menikah adalah suatu kenikmatan. Akan tetapi melahirkan anak adalah suatu penderitaan, pergumulan. Seorang ibu tidak hanya menderita saat melahirkan, tetapi juga menderita selama sembilan bulan. Setelah anak dilahirkan, dia harus mencurahkan seluruh waktu dan tenaga sehingga bayi dapat bertumbuh dan sehat. Anaknya tidak hanya harus "bertahan", tetapi juga harus bertahan dengan tepat. Dengan terperinci Tuhan Yesus berbicara mengenai menghasilkan buah, sebab hal ini bukanlah hal yang mudah dilakukan.

BERDOA UNTUK BUAH YANG TETAP

Sekarang kita harus memperhatikan bagian selanjutnya dari ayat 16 : "Supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu." Tuhan, sekali lagi menggunakan kata "supaya". Tuhan menetapkan kita supaya kita pergi dan menghasilkan buah, supaya buah kita tetap, dan supaya apa yang kita minta. kepada Bapa dalam nama-Nya, diberikan-Nya kepada kita. Butir terakhir dalam ayat ini adalah tidak hanya berdoa secara umum, tetapi "minta dalam nama-Ku". Tuhan tidak bermaksud agar kita meminta hal-hal material. Maksud Tuhan adalah agar kita secara khusus berdoa untukbuah yang tetap. Kalaupun kita pergi dan menghasilkan buah, dan kita dapat berjerih lelah untuk menjaga buah, buah kita mungkin masih tidak tetap.

Setelah melakukan banyak hal, masih ada satu hal, yaitu kita harus meminta. Kita mungkin dapat memberitakan, membaptis, dan membawa orang ke dalam sidang-sidang gereja, namun kita tidak dapat memberi hayat. Paulus mengatakan, "Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan." (1Kor. 3:6). Kita harus mengakui bahwa kita perlu bersandar kepada Tuhan. Kita dapat dan harus melakukan banyak hal, namun apa yang kita lakukan tidak akan mendatangkan hasil. Keberhasilan datang dari pekerjaan Tuhan yang langsung. Namun, pekerjaan langsung-Nya tergantung pada pekerjaan kita. Kita harus pergi, kita harus menghasilkan buah, dan kita harus bekerja supaya buah kita tetap. Akan tetapi, apa pun yang kita lakukan jika tanpa pekerjaan tambahan-Nya, tidak terhitung apa-apa.

Hal terakhir yang diperlukan ialah permintaan kita. Kita harus berdoa dengan khusus. Meminta dalam nama-Nya adalah meminta bagi buah tetap. Kita harus berdoa : "Tuhan, aku telah pergi, aku telah bekerja keras. Aku menginjil kepada orang ini. Aku membaptis dia dan mengunjunginya secara teratur melama lebih dari setahun. Aku bahkan membawanya ke dalam sidang-sidang gereja, namun sejauh ini, tidak ada sesuatu yang menjanjikan yang tertampak pada dirinya. Tuhan, yang diperlukan sekarang adalah pekerjaan-Mu. Aku dapat berbuat banyak, namun aku tidak dapat memberi hayat. Aku mungkin dapat membawa seratus orang ke dalam kehidupan gereja, namun tanpa pekerjaan tambahan-Mu, pemberian hayat, jerih lelahku akan sia-sia."

Ini bukan berarti jerih lelah kita tidak diperlukan. Tanpa Paulus menanam dan Apolos menyiram, Tuhan tidak dapat memberi hayat. Kita harus meletakkan dasar dengan jerih lelah kita. Kemudian Tuhan dapat memberi hayat. Kita perlu meminta Tuhan akan buah yang tetap.

MENGINJIL DENGAN MENGUNJUNGI ORANG

DI TEMPAT MEREKA BERADA

Kita telah belujar dari sejarah gereja dan telah ditegaskan dalam. Alkitab bahwa untuk memiliki penginjilan yang efektif, kita harus pergi ke tempat orang-orang itu berada. Kita harus mengunjungi mereka. Orang pertama yang menginjil dengan mengunjungi orang ialah Tuhan Yesus. Dia datang dari surga, dan bahkan mengubah rupa-Nya menjadi manusia untuk mengunjungi orang dosa (1 Tim. 1:15). Dia pergi dari satu kota ke kota lain dan dari desa ke desa untuk mengunjungi orang (Luk. 8:1). Dia mengutus dua belas murid untuk mengunjungi orang (Mat. 10:5). Setelah itu. Dia mengutus tujuh puluh murid untuk mengunjungi orang (Luk. 10: 1). Perkataan Tuhan dalam Yohanes 15:16 adalah pengutusan-Nya kepada kita.

Ketika Tuhan mengatakan, "Aku telah menetapkan kamu", berarti Dia mengutus semua orang beriman. Dia telah mengatur kita pada suatu posisi bagi suatu tujuan. Kita harus pergi (sebagai perintah-Nya) untuk menghasilkan buah dan buah kita harus tetap. Inilah jalan yang ditetapkan Allah untuk melaksanakan imamat Injil Perjanjian Baru, dan kita semua harus berlatih memperkenalkannya karena hal ini tidak mudah dilaksanakan.

Jalan usang dalam sidang besar dengan satu orang berbicara dua lainnya mendengar tidak banyak mencapai hasil. Hal itu hanya membina orang secara umum. Saya pernah berada dalam perkumpulan Kaum Saudara lebih dari sepuluh tahun. Saya selalu pergi ke sana untuk duduk dan mendengar supaya saya dapat dibina. Perkumpulan kecil Kaum Saudara itu telah ada di sana selama lima puluh tahun, namun tidak ada gereja lain yang dibangkitkan oleh mereka. Pada pertengahan tahun 1970, ada lebih dari seribu orang saleh bersidang di Orange County, namun hari ini jumlahnyajauh lebih sedikit. Bertahun-tahun kita telah sibuk bersidang, namun sedikit hasil yang positif. Kita semua harus menyadari bahwa tetap tinggal dalam jalan lama tidak akan ada hasil. Kekristenan telah mencoba jalan lama ini sepanjang sejarah, dan sekarang mereka sependapat bahwa jalan mereka tidak membawa hasil. Mereka tidak bisa maju lagi dalam jalan itu. Ketika saya datang ke negara ini pada tahun 1958, saya mendengar bahwa jumlah penduduk Amerika Serikat adalah 200 juta orang dan setengahnya adalah orang Kristen. Hari ini jumlah penduduknya mungkin lebih dari 240 juta orang, dan mungkin hanya 120 juta orang yang Kristen. Dalam tiga puluh tahun, hanya ada peningkatan sebanyak 20 juta orang. Peningkatan ini kurang dari satu persen setahun. Kekristenan hampir terhenti. Oleh karena hal ini, kelompok Baptis Selatan telah mulai melaksanakan "ketuk pintu". Pada musim. dingin yang lalu mereka mulai melakukan hal ini di Texas, dan pada musim panas ini di Las Vegas.

DIMURIDKAN UNTUK MENGHASILKAN BUAH

Bukan karena jalan dalam Alkitab atau jalan yang ditetapkan Allah yang tidak berhasil; tetapi karena kita tidak setia pada Jalan ini. Dalam Yohanes 15:8 Tuhan memakai istilah "murid-murid", "Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah muridmurid-Ku." Penyebab kita tidak berbuah ialah kita belum banyak dimuridkan oleh-Nya. Kita harus menjadi murid-muridNya. Dimuridkan adalah mengubah cara, posisi, dan karakter kita; dengan kata lain, jangan alamiah. Jika kita pergi mengunjungi orang secara alamiah, kepergian kita tidak akan memberikan hasil yang diinginkan. Kita harus dimuridkan.

Jika seseorang ingin bermain piano dengan baik, dia harus mau diajari, "dimuridkan". Tidak hanya demikian, dia harus berlatih beijam-jam untuk dimuridkan. Dimuridkan adalah keluar dari cara alamiah dan menempuh cara lain. Maukah kita dimuridkan? Ini bukanlah hal apakah kita dapat atau harus dimuridkan. Ini mutlak adalah kemauan kita. Setiap orang seharusnya dimuridkan dan dapat dimuridkan, namun tidak banyak yang mau dimuridkan. Inilah sebabnya hampir 20 abad berlalu, Tuhan masih belum kembali. Di Amerika Serikat, tidak banyak orang yang hidup bagi imamat Injil Perjanjian Baru. Tidak banyak orang yang mau dimuridkan.

Dalam segala hal kita harus kembali ke dalam Alkitab. Menyebarluaskan Kerajaan Allah di bumi ini, mengembangbiakkan Kristus dalam umat manusia, memberitakan kabar baikNya untuk menyelamatkan orang dosa, adalah hal yang sangat penting. Jika kita menceburkan diri tanpa menyisakan apa pun, kita akan dimuridkan. Semua cara alamiah, sifat, dan karakter harus disingkirkan. Kita tidak seharusnya alamiah atas hal apa pun. Ketika kita pergi, gaya bicara kita, mungkin terlalu alamiah. Dalam keempat kitab Injil, Tuhan Yesus tidak berbicara kepada orang secara alamiah. Setiap perkataan yang diucapkan-Nya sangat baru, segar, dan menyenangkan. Dia berbicara dengan satu cara kepada perempuan Samaria, dan berbicara dengan cara lain kepada Nikodemus. Dia berbicara dengan cara lain lagi kepada Zakheus, seorang pemungut cukai yang berdosa. Ini karena Dia tidak berbicara dari diri-Nya sendiri, melainkan mengucapkan perkataan-perkataan Bapa (Yoh. 12:49). Bahkan ketika Tuhan berbicara kepada orang, Dia harns menyangkal diri-Nya sendiri, mengesampingkan hakiki-Nya dan mengucapkan perkataan Bapa, pembicaraan Bapa. Dia adalah manusia pertama yang dimuridkan. Dia adalah murid Bapa.

Dalam Matius 11:29 Tuhan mengatakan, "Belajarlah kepadaKu". Dalam bahasa Yunani, arti dasar dari "murid" ialah "belajar". Seorang murid adalah pelajar. Akan tetapi, ini bukan belajar dalam arti dunia, melainkan belajar menyalibkan manusia lama untuk membuang semua hal kita yang usang dan alamiah. Ketika kita mengunjungi orang-orang yang telah kita baptis, kita tidak seharusnya mengucapkan sepatah kata pun dari diri kita sendiri secara alamiah, atau mengekspresikan sesuatu tanpa melewati penanggulangan atau penyaliban. Demikian, kita baru bisa memiliki hasil yang positif.

Menginjil adalah hal yang paling suht Anda tidak dapat sembarangan saat menginjil kepada orang-orang yang belum percaya. Menginjil membutuhkan tenaga, kemampuan, dan bahkan ketrampilan Anda. Mendapatkan orang supaya beroleh selamat adalah ketrampilan tertinggi. Ketika Saudara Watchman Nee berumur sekitar 19 atau 20 tahun, dia banyak menginjil. Suatu hari ia menginjil kepada seorang mahasiswa muda yang sangat pandai. Anak muda ini berkata, "Maaf, ayahku kini menderita di alam maut. Aku tidak ingin melihat ayahku menderita di sana, sedangkan aku diselamatkan di surga, jadi aku akan pergi ke sana untuk menderita bersamanya." Bagaimana Anda menjawab orang seperti ini? Saudara Nee dengan jelas dan singkat menjawab dengan menggunakan Lukas 16 : "Orang kaya yang menderita sengsara memohon Abraham untuk mengutus seseorang untuk menginjil kepada kelima saudaranya, karena orang kaya itu mengasihi mereka. Tidakkah kamu percaya bahwa ayahmu, meskipun menderita di alam maut, masih mengasihimu? Dia tidak ingin kamu pergi ke sana. Jika kamu pergi ke sana seperti yang kamu katakan, kamu tidak menaati ayahmu. Kamu. tidak menghormatinya." Perkataan singkat ini meyakinkan orang muda itu, dan ia berkata, "Aku menghormati ayahku. Demi keinginannya, aku percaya kepada Tuhan Yesus. Aku tidak akan pergi ke tempatnya berada, demi keinginannya." Contoh ini memperlihatkan bahwa ada banyak hal yang harus kita pelajari dalam penginjilan.

Dalam pelatihan sepenuh waktu, kita memberikan beberapa mata pelajaran (topik) seperti Kristus yang almuhit, gereja, kebenaran-kebenaran dasar dari Alkitab dan lainnya. Ini karena kita perlu diperlengkapi; jika tidak, kita akan terlalu alamiah. Kita harus sekuatnya berusaha memasuki kebenaran-kebenaran ini, supaya kita sepenuhnya diperlengkapi (2 Tim. 3:16-17). Kita tidak tahu orang yang bagaimana yang akan kita temui, dan kita tidak tahu pengetahuan apa yang kita perlukan untuk meyakinkan orang tertentu. Tanpa pengetahuan dan ketrampilan, kita akan kehilangan banyak orang.

Saudara D.L. Moody banyak menginjil. Suatu malam, setelah penginjilan, dia berbicara tentang Kristus kepada seorang wanita. Sampai pada saat yang menentukan, yakni saat dia seharusnya dijamah oleh Roh dan dilahirkan kembali, muncul satu perkara yang mengganggu sehingga membuat wanita tersebut tidak beroleh selamat. Moody bersaksi bahwa setelah gangguan ini terjadi, dia tidak dapat membawa wanita, itu kembali ke butir menerima Tuhan. Menginjil adalah hal yang sangat halus. Saya khawatir, walaupun kita mungkin pergi dengan hati yang baik, namun sikap, karakter, dan watak kita sangat sembarangan. Ketika kita mengunjungi orang, kita harus hati-hati, kita juga jangan membuat mereka tahu bahwa kita benar-benar serius, karena itu mungkin membuat mereka merasa tertekan. Kita tidak dapat sembarangan. Kita harus belajar cara-cara menginjil atas setiap hal secara terperinci guna menanggulangi setiap keadaan.

Anda mungkin berpikir bahwa ini terlalu sulit, namun hal yang pahng berharga selalu sulit untuk dirampungkan. Mengunjungi orang dosa untuk memberitakan Juruselamat Anda yang terkasih dan mustika, mutlak adalah perkara dalam roh. Jika Anda tidak melatih roh Anda, tidak berbicara dalam roh, Anda tidak akan berhasil. Anda harus belajar untuk dimuridkan. Anda dapat menggunakan Rahasia Hidup Manusia, tetapi ini tergantung bagaimana Anda menggunakannya. Anda mungkin menggunakan buklet ini untuk mematikan orang, atau menghidupkan orang. Semuanya tergantung pada cara, ketrampilan, roh dan watak Anda.

MEMULAI MIENGHASILKAN BUAH

Kita semua harus jelas bahwa kita telah ditetapkan untuk pergi dan menghasilkan buah, karena itu kita semua harus memulainya. Kita ditetapkan dengan satu tujuan dan satu perintah supaya kita pergi. Pergi berarti memulai. Tuhan telah meletakkan kita di suatu jalur perlombaan, karena itu, kita harus berlari. Jika kita. tidak memulainya, suasana tidak akan berubah; kita akan tetap dalam kemandulan. Kita harus membenci kemandulan kita dan berusaha keras menghasilkan buah. Kita dipilih untuk memulai menghasilkan buah. Kita semua memerlukan permulaan. Kernudian setelah dipilih dan memulai, kita perlu dimuridkan. Kita perlu pergi, tetapi bukan dengan cara alamiah. Sedikit saja alamiah akan mematikan tujuan dan menghapus efektifitas kita. Kita semua harus memiliki roh yang "belajar". Segala yang usang dan alamiah harus disingkirkan. Kita harus dimuridkan. Kita juga perlu banyak berdoa. Ketika kita berdoa, kita menjarnah Roh itu. Ini akan mengubah kita, memuridkan kita, dan menyalibkan kita. Hanya Tuhan Roh yang dapat, mengubah kita, oleh karena itu kita harus memiliki doa. yang memadai untuk dimuridkan. Kita juga perlu merninta kepada Bapa dalam. nama Tuhan untuk memberikan hayat guna menghasilkan buah yang tetap.

Kita semua perlu meneladani Paulus. Dalam I Korintus 9:16 Paulus berkata, "Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil!" Atas diri kita, hal menginjil adalah keharusan. Jika kita tidak menginjil, celakalah kita. Jika kita menginjil, pahala menanti kita (1 Kor. 9:17). Jika kita mengasihi Tuhan dan pemulihan-Nya, kita harus mempunyai permulann yang baru dalam merampungkan imamat Injil Perjanjian Baru untuk pergi dan mengunjungi orang. Demikian kita buru memiliki kemungkinan untuk berbuah. Setelah itu, kita harus berlatih lebih lanjut untuk dimuridkan sehingga buah kita tetap.

Jika Anda setia kepada Tuhan dan pergi satu kali seminggu, 48 minggu setahun, saya yakin Anda dapat membaptis lima sampai sepuluh orang. Dari jumlnh ini, mungkin empat sampai enam orang yang akan menjadi buah tetap, namun tidak semua buah tetap akan terbawa ke dalam gereja. Mungkin hanya dua orang yang akan terbawa ke dalam kehidupan gereja. Yang lain hanya akan diselamatkan tanpa masuk ke dalam pemulihan. Melalui ini kita dapat numpnk bahwa jika kita setia, kita akan mampu mendapatkan sejumlah orang bagi Tuhan.

Saya tidak berharap semua orang saleh yang bersidang dengan kita pergi mengunjungi orang, namun saya sangat berharap sepertiga dari kaum saleh dalam setiap lokal bisa pergi. Jika Tuhan membangkitkan sepertiga dari kaum saleh untuk menginjil, Tuhan akan memperoleh persentasi peningkatan yang baik setiap tahun. Hal ini akan mendorong minat semua orang saleh dalam kehidupan gereja, dan gereja akan memiliki jalan maju. Untuk merampungkan hal ini, kita semua harus bangkit berjuang dan melawan keadaan kita yang mandul.