← Daftar isi Kejadian (7) · bab 14/14

MENJADI MATANG MANIFESTASI KEMATANGAN (6)

Dalam berita ini kita melihat kelompok terakhir dari kedua belas putra Yakub yang disebutkan dalam nubuatnya yang disertai pemberkatan. Kelompok ini terdiri dari Yusuf dan Benyamin (49:22-27). Kedua belas suku dari putra-putra Yakub dalam Perjanjian Lama selalu dikelompokkan bersama-sama. Dalam Bilangan 2 kita nampak susunan atau urutan kedua belas suku di seputar Kemah Pertemuan: Yehuda, Isakhar, dan Zebulon di sebelah timur; Ruben, Simeon, dan Gad di sebelah selatan; Efraim, Manasye, dan Benyamin di sebelah barat; dan akhirnya Dan, Asyer, serta Naftali di sebelah utara.

Di antara kedua belas putra Yakub, hanya tiga orang yang merupakan lambang Kristus: Yehuda, Yusuf, dan Benyamin. Yehuda melambangkan Kristus sebagai Singa yang menang dan yang mengalahkan. Yusuf melambangkan Putra kesayangan Bapa yang membawa semua kelimpahan guna menyuplai dunia. Benyamin melambangkan Kristus yang telah naik dan ditinggikan. Ketika ia dilahirkan, ibu-nya menyebutnya Ben-oni, berarti “putra sengsara”, tetapi ayahnya mengubah namanya menjadi Benyamin, yang ber-arti “putra tangan kanan”. Jadi, Yehuda, Yusuf, dan Benyamin melambangkan Kristus secara lengkap. Ruben anak sulung, namun ia kehilangan hak kesulungannya karena kecemar-annya. Sebab itu, dalam administrasi Allah, Yehuda lalu mengambil pimpinan. Namun, tanpa Yusuf dan Benyamin, sejarah dan makna kedua belas suku dari Yakub tidak ada penggenapan. Yusuf dan Benyamin secara memadai dan penuh menggenapkan sejarah kedua belas putra Yakub.

Kedua belas putra Yakub merupakan lambang yang lengkap atas umat Allah, termasuk kita semua. Kita telah melihat bahwa sejarah umat Allah berawal dari orang dosa. Kita semua ini adalah orang-orang dosa sama seperti Ruben, Simeon, dan Lewi. Ruben penuh dengan hawa nafsu, sedang Simeon dan Lewi penuh dengan amarah. Jadi sejarah umat Allah dimulai dari orang dosa yang penuh dengan hawa nafsu dan amarah. Kemudian datanglah Kristus yang dilam-bangkan oleh Yehuda. Naftali menyusul sebagai rusa betina yang terlepas dan mengucapkan kata-kata indah. Jika se-jarah umat Allah berakhir pada Naftali, itu memang baik, tetapi masih belum cukup. Agar bisa mempunyai peng-genapan yang memadai dan penuh, perlu ada Yusuf dan Benyamin.

Sejarah umat Allah berawal dari orang dosa. Akhirnya orang-orang dosa ini diubah menjadi Lewi dengan jabatan imam, bahkan diubah menjadi Yehuda dengan jabatan raja. Kemudian Naftali, Kristus yang bangkit, mendatangkan kata-kata indah. Ini berarti, mula-mula kita adalah Ruben dan Simeon, tetapi kita perlu diubah menjadi Lewi, Yehuda, dan Naftali. Selanjutnya kita harus maju lagi sehingga menjadi Yusuf dan Benyamin.

Sebelum kita melihat makna dari aspek Yusuf dan Benyamin, saya ingin menunjukkan bahwa Yusuf dan Benyamin, dua putra yang dilahirkan dari satu ibu, Rahel, adalah dua aspek dari satu orang. Ketika Yakub melihat Rahel, ia jatuh cinta kepadanya, dan hatinya terpancang kepadanya. Akan tetapi, ia tidak mengawini Rahel duluan, melainkan Lea, yang melahirkan enam orang putra bagi-nya. Meskipun ada anak-anak yang dilahirkan oleh kedua pelayan Rahel dan Lea, namun Rahel sendiri tidak mela-hirkan seorang anak pun sampai kesepuluh anak Yakub dilahirkan. Memang kemudian Rahel melahirkan Yusuf, dan nama ini menyatakan ada yang akan ditambahkan. Ini menunjukkan bahwa dalam diri Yusuf sendiri belum ada kesempurnaan, masih perlu ditambahkan bagian lainnya. Karena itu, Benyamin adalah pelengkap Yusuf. Jadi, Yusuf dan Benyamin ialah satu. Jika Anda membaca Perjanjian Lama, Anda akan nampak bahwa Yusuf dan Benyamin di-tempatkan bersama-sama sebagai satu unit. Akhirnya Yusuf menerima hak kesulungan dan melalui kedua orang putra-nya, Efraim dan Manasye, mewarisi tanah dua kali lipat. Dengan demikian, Yusuf menjadi dua suku bangsa, yaitu suku Efraim dan Manasye. Dan selanjutnya suku Manasye menerima dua bagian tanah; setengah dari suku ini mene-rima tanah di sebelah timur Sungai Yordan, dan setengah suku lainnya menerima tanah di sebelah barat. Yusuf dan Benyamin adalah satu. Adanya fakta bahwa Yusuf merupakan putra yang kesebelas dan Benyamin putra yang kedua belas menunjukkan bahwa mereka merupakan urutan yang sa-ngat erat satu sama lain. Jadi di antara kedua belas putra tersebut, Yusuf dan Benyamin merupakan pasangan yang terakhir. Selanjutnya mereka menjadi tiga suku yang terdiri dari Efraim, Manasye, dan Benyamin, yang berkemah di bagian belakang tempat kediaman Allah. Yehuda merupa-kan suku pimpinan yang berkemah di depan Kemah Perte-muan, tetapi Yusuf di belakang Kemah Pertemuan.

Sekarang mari kita melihat aspek-aspek yang penting dari kelompok ini. Yusuf itu amat setia, juga menang mutlak. Menurut catatan dalam Perjanjian Lama, Yusuf adalah orang sempurna yang pertama. Sebelum dia, tidak ada seorang pun, termasuk Nuh, yang sempurna. Atas diri Yusuf kita tidak menemukan kesalahan apa-apa; ia benar-benar sem-purna dalam tingkah lakunya. Yusuf sempurna, karena itu ia menang mutlak. Selain itu, Perjanjian Lama menyamakan Yusuf dengan lembu jantan yang penuh dengan kekuatan (Ul. 33:17). Ia bukan singa yang garang atau serigala yang galak, melainkan lembu yang sangat tangguh. Sebagai lembu, Yusuf mempunyai dua tanduk: Efraim dan Manasye. Dengan kedua tanduk ini Yusuf akan menanduk orang-orang hingga ke ujung bumi. Ini menunjukkan bahwa Yusuf itu kuat dalam kemenangan.

Yusuf juga bersandar serta percaya kepada Allah. Yusuf adalah seorang yang sempurna dan pemenang, ia percaya kepada Allah, karena itu Allah memberkati dia. Tidak ada seorang pun dalam Alkitab yang menerima berkat lebih besar daripada yang dilimpahkan kepada Yusuf. Seperti yang akan kita lihat, ia diberkati dengan sepuluh macam berkat dalam waktu maupun ruang, mendapatkan segala sesuatu yang berasal dari azali sampai abadi, dari langit sampai bumi. Yusuf mendapatkan semuanya. Alam semesta menjadi berkat baginya.

Benyamin digambarkan sebagai serigala yang mener-kam (49:27). Pula, tempat kediaman Allah ada bersama Benyamin (Ul. 33:12). Jadi, nubuat Yakub yang disertai pemberkatan berakhir dengan kepenuhan berkat universal dan tempat kediaman Allah. Akhir dari Kejadian 49 me-merlukan Wahyu 21 dan 22 untuk perkembangannya yang penuh.

13) Tentang Yusuf

a) Ranting Pohon yang Berbuah Banyak di Tepi Mata Air

Kejadian 49:22 mengatakan, “Yusuf adalah ranting pohon yang berbuah banyak, ranting pohon yang berbuah banyak di tepi mata air; dahan-dahannya naik mengatasi tembok” (Tl.). Pertama-tama, Yusuf adalah ranting pohon yang berbuah banyak. Sudah tentu ranting ini merupakan cabang dari sebatang pohon. Jika Yusuf merupakan ran-ting, maka pohon yang berbuah banyak tentulah Yakub. Menurut catatan Alkitab, tidak ada seorang pun sebelum Yakub yang mempunyai putra sebanyak 12 orang (12 ada-lah angka kegenapan yang kekal). Adanya fakta bahwa Yakub mempunyai 12 orang putra, berarti ia berbuah lebat. Yakub adalah putra Ishak, dan Ishak adalah putra Abraham, bapa kaum terpanggil. Dalam Alkitab, Allah disebut Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub (Kel. 3:6; Mat. 22:32). Nama ini juga merupakan sebutan Allah Tritunggal. Allah Abraham ditujukan kepada Allah Bapa, Allah Ishak ditujukan kepada Allah Putra, dan Allah Yakub ditujukan kepada Allah Roh. Seperti yang telah kita tunjukkan, kita tidak seharusnya memandang Abraham, Ishak, dan Yakub sebagai tiga orang, melainkan sebagai tiga aspek dari satu orang. Demikian pula, tiga dari Allah Tritunggal adalah tiga di dalam satu. Yakub mewakili kedatangan Roh, persona ketiga dari Allah Tritunggal. Bapa ada di dalam Putra, dan Putra menjadi Roh. Jadi, Roh adalah mengalirnya Allah kita.

Jika kita menjamah roh Alkitab, kita akan nampak bahwa sebagai orang yang berbuah lebat, Yakub mengiba-ratkan Allah “Sang menghasilkan”. Allah adalah pohon yang berbuah lebat. Ini dibuktikan oleh Yohanes 15, di sana Kristus mengatakan bahwa diri-Nya adalah pohon anggur. Kristus sebagai perwujudan Allah adalah pohon yang terus mengha-silkan. Kristus benar-benar berbuah lebat. Di sini, dalam Kejadian 49, kita nampak ranting dari pohon ini. Putra Allah adalah ranting yang berasal dari Allah. Berdasarkan alasan inilah, Kristus dalam Perjanjian Lama disebut tunas (Yer. 23:5; Za. 6:12). Alkitab itu dalam, tinggi, dan jauh melebihi pengertian kita. Di satu pihak, Alkitab menyebut Kristus pohon, dan di pihak lain, menyebut Kristus ranting. Lalu Ia itu pohon atau ranting? Ia itu kedua-duanya. Sebagai per-wujudan Allah, Ia itu pohon; tetapi sebagai perluasan dari Allah, Ia adalah ranting. Yusuf, yang melambangkan Kristus, juga adalah ranting dari pohon yang berbuah banyak, per-luasan dari Allah. Yusuf merupakan cabang yang berasal dari Allah. Seperti yang telah kita ketahui, cabang adalah bagian dari pohon. Jadi Yusuf, putra Yakub, adalah bagian dari Yakub, Bapa pohon yang berbuah banyak. Menurut perlambangan, Yusuf adalah Kristus sebagai Putra Allah yang berupa cabang yang berasal dari Allah yang berbuah banyak.

Kejadian 49:22 mengatakan bahwa Yusuf itu ranting dari pohon yang berbuah banyak di tepi mata air. Mata air itu adalah Allah. Pohon itu adalah Allah; segala sesuatunya adalah Allah. Yakub yang dilambangkan sebagai pohon yang berbuah banyak, hidup berdasarkan Allah sebagai mata air. Pohon memerlukan air. Jika ada air, pohon bisa berbuah lebat. Yakub menyadari bahwa semua buah yang ia hasilkan berasal dari Allah sebagai mata air. Di sini kita diberi tahu bahwa Yusuf, sebagai putra Yakub, menjulurkan semua kelimpahan pohon ini yang berasal dari mata air.

b) Dahan-dahannya Naik Mengatasi Tembok

Cabang dari pohon yang berbuah banyak ini mem-punyai dahan-dahan yang naik mengatasi tembok. Pasal 49 penuh dengan kata-kata kiasan. Dalam ayat 22 ada tembok dan pohon yang tumbuh di samping tembok itu. Dahan po-hon ini mempunyai ranting-ranting, dan ranting-ranting ini menjulur di atas tembok. Menurut gambar ini, berarti Yakub telah bergerak menjulur ke luar tembok. Ia tidak hanya tidak dibatasi oleh tanah permai, malah melampaui tembok sampai menjulur ke Mesir, berkembang melampaui batas tanah permai dan menjalar ke daerah lain. Hari ini Kristus sebagai Yusuf di dalam kita, berkembang melam-paui tembok yang membatasi-Nya. Tembok itu tidak dapat membatasi perkembangan Yusuf; tidak dapat membatasi ranting-ranting yang berasal dari dahan ini. Kita memiliki Yusuf ini di dalam kita. Berarti kita memiliki Kristus di dalam kita sebagai Yusuf hari ini. Yusuf kita mempunyai ranting-ranting yang melampaui tembok. Ranting-ranting ini melampaui semua pembatasan, misalnya, pembatasan dari keluarga, sekolah, atau dari penentang. Entah seberapa tinggi tembok itu, Kristus di batin kita akan melampaui tembok melalui ranting-ranting-Nya yang banyak.

c) Diusik oleh Pemanah-pemanah

Ayat 23 mengatakan, “Pemanah-pemanah telah mengu-siknya, memanahnya dan menyerbunya.” Ini menunjukkan penderitaan Yusuf. Saudara-saudaranya laksana pemanah-pemanah yang menyerangnya dan memanahnya. Ketika mereka menggembalakan kawanan domba ayah mereka, Yusuf diutus ayahnya pergi menengok mereka, dan mereka justru sedang menunggu kesempatan ini. Karena itu begitu Yusuf datang, segera mereka menangkapnya.

d) Panahnya Tetap Kokoh, Lengannya Liat dan Kuat

Saudara-saudara Yusuf tidak dapat mengalahkan dia. Ayat 24 mengatakan, “Namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Maha-kuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel.” Para saudara Yusuf tak akan menang, karena panah Yusuf tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat (kuat) oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub. Sang Mahakuat pelindung Yakub inilah gembala Yakub serta Gunung Batunya (batu karangnya). Yakub mempunyai gembala yang memeliharanya, dan juga mempunyai batu karang yang di atasnya ia berdiri. Baik gembala maupun batu karang ini adalah Sang Mahakuat Yakub. Berdasarkan Sang Mahakuat ayahnya, Yusuf menjadi kokoh.

e) Ditolong oleh Allah Ayahnya,

Diberkati oleh Sang Serba Cukup

Allah ayah Yusuf menolongnya dan Sang Serba Cukup memberkatinya. Ayat 25 mengatakan, “Oleh Allah ayahmu yang akan menolong engkau, dan oleh Allah Yang Maha Kuasa (Sang serba cukup), yang akan memberkati engkau.” Bila kita merangkaikan berkat-berkat yang disebut dalam Kejadian 49:25-26 dengan yang ada pada Ulangan 33:13-16, kita akan nampak bahwa berkat-berkat yang dilimpahkan kepada Yusuf terdiri dari sepuluh aspek. Pertama, ia di-berkati dengan hal-hal surgawi yang berharga (Ul. 33:13). Sudah tentu berkat-berkat berupa hal-hal surgawi yang berharga ini termasuk juga hujan dan salju. Kedua, ia di-berkati dengan embun. Ketiga, ia diberkati dengan berkat yang tersembunyi di bawah. Ini ditujukan kepada mata air dan air yang di bawah bumi. Keempat, ia diberkati dengan buah-buahan yang terbaik yang dihasilkan oleh matahari (Ul. 33:14). Setelah itu, sebagai berkat yang kelima, ia mempunyai barang-barang mustika yang ditumbuhkan oleh bulan. Kita memerlukan baik matahari yang melambang-kan Kristus, maupun bulan yang melambangkan gereja. Buah-buahan yang dihasilkan oleh Kristus, dan barang-ba-rang mustika yang ditumbuhkan oleh gereja, semuanya ada di antara berkat-berkat yang dikaruniakan kepada Yusuf. Berkat keenam yang Yusuf terima ialah barang-barang ber-harga dari gunung-gunung yang sejak dahulu, dan berkat ketujuh ialah barang-barang berharga dari bukit-bukit yang kekal (Ul. 33:15). Dalam semua berkat ini, terliput seluruh waktu dan ruang. Dari zaman dahulu sampai kekal, men-cakup seluruh waktu; dari surga ke bumi, beserta yang ada di bawah bumi, mencakup seluruh ruang, baik angkasa maupun luar angkasa. Ini menunjukkan bahwa segala barang yang baik dalam alam semesta ini menjadi berkat bagi Yusuf. Berkat yang kedelapan meliputi semua yang berharga dari bumi serta segala isinya (Ul. 33:16). Sudah pasti ini mencakup mineral-mineral seperti emas dan perak. Berkat yang kesembilan dapat kita lihat pada Kejadian 49:25, “Berkat buah dada dan kandungan”. Berkat kandung-an ialah untuk bersalin, sedang berkat buah dada ialah untuk menyusui atau merawat. Ini ditujukan kepada meng-hasilkan hayat. Inilah satu-satunya berkat yang berupa ha-yat. Berkat kesepuluh ialah: “Perkenanan Dia yang diam dalam semak duri” (Ul. 33:16). Kelak kita akan nampak bahwa Dia yang diam dalam semak duri (Kel. 3:4), akan diam dalam bait suci, dalam gereja, dan kemudian dalam Yerusalem Baru. Semua semak duri akan diubah menjadi batu-batu permata. Mula-mula Allah diam di antara semak-semak duri, akhirnya Ia akan diam di antara batu-batu per-mata dalam Yerusalem Baru. Inilah keinginan hati Allah, inilah perkenan-Nya. Kesemuanya ini tercakup di dalam berkat universal yang dicurahkan ke atas Yusuf.

Berkat yang terbesar adalah bermukimnya (tinggalnya) Dia yang diam dalam semak duri. Allah tinggal di tengah-tengah kita, inilah berkat yang paling besar. Misalnya, ayah Anda memberi Anda banyak barang dan kemudian pergi meninggalkan Anda. Ini tidaklah baik. Allah Bapa telah memberi kita banyak, namun akhirnya Ia memberi kita berkat-Nya yang paling akhir — yaitu Dia sendiri tinggal di dalam kita. Ketika kita membaca Alkitab dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu, kita menemukan bahwa Allah telah memberi kita banyak hal yang bagus dan indah. Namun apa yang Allah berikan terakhir ialah tinggalnya Dia di tengah-tengah kita.

Semua berkat ini adalah warisan Kristus. Ibrani 1:2 mengatakan bahwa Allah telah menetapkan Kristus sebagai ahli waris dari segala yang ada. Segala yang baik dalam seluruh waktu dan ruang adalah warisan Kristus. Inilah berkat Allah kepada Kristus. Kita adalah mitra-mitra Kristus yang mempunyai bagian dalam warisan-Nya. Di sini, Yusuf mewakili Kristus. Semua berkat Bapa tertuju kepada-Nya. Dalam Perjanjian Baru, kita diberi tahu bahwa segala yang ada diberikan kepada Putra. Inilah berkat-berkat yang me-liputi ruang, waktu, dan hayat. Semua ini adalah warisan Kristus, dan kita, mitra-mitra-Nya, ikut mewarisi seluruh berkat ini. Ini bukan hanya masalah beroleh selamat atau kerajaan. Segala sesuatu yang di dalam waktu, sejak dahu-lu hingga kekal; segala sesuatu yang di dalam ruang, dari surga hingga ke bawah bumi, dan segala aspek yang meng-hasilkan dan yang merawat dari hayat, adalah berkat-berkat yang diberikan kepada Kristus.

Kristus ini adalah Sang teristimewa di antara saudarasaudara-Nya (49:26). Dalam bahasa Ibrani, kata “teristimewa” di sini merupakan kata yang sama dengan kata “orang nazir”. Menurut Bilangan 6, orang laki-laki Israel tertentu dipisahkan dari yang lain untuk hidup bagi Allah secara mutlak. Yusuf adalah orang yang demikian. Ia merupakan orang nazir pertama dalam Alkitab, terpisah dari saudarasaudaranya, dan Kristus adalah orang nazir yang sejati, yang terpisah dari semua orang. Jadi, Yusuf melambangkan Kristus yang sebagai orang nazir, Orang yang terpisah dari orang-orang kebanyakan, yang hidup sepenuhnya bagi Allah. Sang terpisah ini menerima berkat alam semesta. Berkat universal dicurahkan ke atas kepala orang nazir yang sedemikian.

f) Kewibawaannya seperti Anak Sulung Lembu, Tanduk-tanduknya

seperti Tanduk-tanduk Lembu Hutan

Ulangan 33:17 mengatakan, “Anak sulung lembu sapi-nya adalah kegemilangannya (kewibawaannya) dan tanduk-tanduknya seperti tanduk-tanduk lembu hutan; dengan itu ia akan menanduk bangsa-bangsa, seluruh bumi, dari ujung ke ujung. Itulah orang Efraim yang puluhan ribu, dan itulah orang Manasye yang ribuan.” Yusuf itu kuat serupa anak sulung lembu. Lembu ini mempunyai dua bu-ah tanduk; yang satu Efraim, yang lain Manasye. Dengan kedua tanduk ini lembu ini menanduk bangsa-bangsa, selu-ruh bumi, dari ujung ke ujung. Ini merupakan juga sebuah gambaran tentang Kristus. Kristus adalah lembu yang kuat bertanduk dua, yang menggiring bangsa-bangsa berhimpun seturut yang dikehendaki-Nya. Hal ini akan terjadi pada waktu Tuhan datang kembali. Hari ini bangsa-bangsa ter-sebar dan terpencar. Tetapi harinya akan tiba, di mana Kristus sebagai lembu yang kuat, akan menggiring bangsa-bangsa berhimpun bersama-sama. Boleh jadi Ia akan ber-kata, “Orang-orang Rusia dan bangsa-bangsa lain, jangan-lah berserakan keluar. Aku akan menanduk kalian hingga ke ujung-ujung bumi.” Ingat, Kejadian 49 adalah catatan nubuat dari seluruh sejarah umat Allah, dimulai dari orang berdosa dan diakhiri dengan Kristus yang mewarisi segala yang ada dan memerintah atas seluruh bumi. Kristus bukan hanya pohon yang berbuah banyak, pemenang, dan menda-pat berkat yang paling tinggi; Ia pun penuh dengan keku-atan untuk menanduk bangsa-bangsa di bumi sesuai dengan kehendak-Nya.

Telah berabad-abad lamanya, orang-orang Rusia, pendu-duk daerah dingin, berupaya untuk berkembang ke daerah selatan, ke Laut Tengah. Sewaktu mereka mencoba menca-pai Teluk Persia, bangsa Inggris memerangi mereka dan memukul mereka mundur. Kemudian mereka membangun jalan kereta api Siberia yang menjulur ke Timur Jauh de-ngan maksud agar bisa mencapai lautan, dan setelah itu mereka membangun jalan kereta api Manchuria yang men-jurus ke lautan Pasifik. Tetapi Inggris sekali lagi memban-tu Jepang dan mengalahkan mereka. Hari ini orang-orang Rusia berupaya menembus ke Laut Tengah dan Laut Merah. Inilah alasan yang membuat Mesir sangat penting. Ada minat yang tersembunyi dari orang-orang Rusia untuk meng-ambil alih tanah permai, termasuk Yerusalem. Tetapi akhir-nya Kristus, lembu yang kuat itu, akan datang dengan dua tanduknya dan menanduk orang-orang Rusia itu kembali ke daerah utara. Boleh jadi Ia akan berkata, “Orang-orang Rusia, nasibmu ialah tinggal di daerah dingin. Jangan coba-coba datang ke Laut Tengah, yang telah khusus disediakan untuk umat-Ku.” Lembu yang kuat ini akan menanduk se-mua orang Rusia dan bangsa-bangsa lain sampai ke ujung. Kalau Anda mengira saya berkata sembarangan, saya minta Anda untuk menunggu dan melihat, cepat atau lambat, hal ini akan terjadi. Pusat hubungan internasional yang paling penting hari ini adalah Timur Tengah, banyak bangsa yang ingin menjulur ke daerah itu. Namun Yusuf, lembu yang kuat itu, akan datang dengan puluhan ribu orang Efraim dan ribuan orang Manasye untuk menanduk bangsa-bangsa kembali ke ujung-ujung bumi. Tuhan akan berkata, “Me-nyingkirlah dari Laut Tengah. Daerah ini khusus bagi umat-Ku. Kalian tidak seharusnya datang ke mari!”

14) Tentang Benyamin

a) Serigala yang Merobek-robek

Sekarang kita melihat dua butir penting mengenai Benyamin. Kejadian 49:27 mengatakan, “Benyamin adalah seperti serigala yang merobek-robek; pada waktu pagi ia memakan mangsanya dan pada waktu petang ia membagi-bagi rampasannya” (Tl.). Dalam bahasa Ibrani, kata “me-robek-robek” di sini berarti “merobek-robek hingga menjadi potongan-potongan atau penggalan-penggalan”. Bertahun-tahun saya dipersulit oleh istilah “serigala” dalam ayat ini. Singa atau harimau nampaknya positif, namun serigala bu-kanlah positif. Kristus bukan hanya singa pemenang, tetapi juga serigala yang merobek-robek. Benyamin, serigala yang merobek-robek, juga merupakan lambang Kristus. Maka referensi terhadap serigala di sini juga positif, bukan negatif. Pada waktu pagi ia memakan mangsanya, dan pada waktu malam ia membagi-bagi rampasannya, yaitu menyiapkan mangsanya untuk menjadi makanan pada esok harinya. Ini berarti Kristus bukan hanya pemenang, juga Sang pengoyak, yaitu Yang memakan musuh-Nya.

b) Tinggal Berdampingan dengan TUHAN,

TUHAN Menaunginya Sepanjang Hari,

Juga Tinggal di Antara Bahunya

Mengenai Benyamin, Ulangan 33:12 mengatakan, “Keka-sih TUHAN yang diam pada-Nya dengan tenteram! TUHAN menaungi dia sepanjang hari dan diam di antara bahunya” (Tl.). Kata “pada-Nya” di sini menyiratkan bahwa Benyamin akan menjadi tetangga TUHAN. Ia akan diam bersebelahan dengan TUHAN. Karena ia diam bersebelahan dengan TUHAN, maka ia akan diam dengan tenteram. Dengan sendirinya setiap orang yang diam berdampingan dengan Tuhan akan diam dengan tenteram. Ayat ini juga mengatakan bahwa TUHAN akan menaungi, menaungi Benyamin sepanjang hari, bahkan diam di antara bahunya. Di sini perlu kita tunjukkan bahwa Yerusalem bukan berlokasi di wilayah Yehuda, melainkan di wilayah Benyamin (Hak. 1:21). Jika Anda memeriksa peta, Anda akan menemukan bahwa wila-yah Benyamin terletak di antara dua lereng gunung yang menuju ke selatan dan di antara kedua lereng gunung Benyamin inilah terletak Yerusalem, di mana Bait Suci, tempat kediaman Allah berlokasi.

Tempat kediaman Allah merupakan penutup atau yang menaungi Benyamin sepanjang hari, sebagaimana Tuhan akan menaungi umat-Nya dalam kekekalan dengan kemah-Nya (Why. 7:15). Hari ini gereja sebagai tempat kediaman Tuhan, juga merupakan penutup atau yang menaungi umat Tuhan.

Di antara kedua belas putra Yakub, yang sulung adalah orang dosa, dan yang bungsu menjadi tempat kediaman Allah. Dalam Kejadian 3, kita semua adalah orang-orang dosa, tetapi pada akhir Alkitab, dalam Wahyu 21 dan 22, kita semua menjadi Benyamin, tempat kediaman Allah. Inilah sebabnya saya katakan bahwa tanpa Yusuf dan Benyamin tidak ada penggenapan yang memadai pada sejarah umat Allah. Pada Yusuf, kita nampak Kristus me-nerima berkat universal yang almuhit, dan pada Benyamin kita nampak Allah bersemayam di antara umat pilihan-Nya. Inilah Yerusalem Baru dan langit baru serta bumi baru. Langit baru dan bumi baru adalah ruang lingkup setiap berkat yang dicurahkan ke dalam Kristus. Segala sesuatu yang ada dalam ruang lingkup yang baru ini akan menjadi bagian dari berkat yang dicurahkan kepada Kristus, dan di dalam ruang lingkup ini terdapat tempat tertentu, yaitu Yerusalem Baru, tempat Allah tinggal sampai selama-lama-nya. Semuanya ini dilukiskan oleh kehidupan Yusuf dan Benyamin.

Hari ini kita berada dalam hidup gereja, dan akhirnya kita akan berada di Yerusalem Baru. Tahukah Anda siapa saja yang akan ada di sana? Yusuf dan Benyamin. Dalam hidup gereja yang normal hari ini tidak ada Ruben atau Simeon. Dalam hidup gereja, yang ada hanyalah Yusuf dan Benyamin, berkat Tuhan dan berhuninya Allah. Saatnya akan tiba, di mana dalam gereja hanya ada Yusuf dan Benyamin. Gereja akan berada di bawah berkat universal-Nya dan akan menjadi tempat kediaman-Nya. Segenap Alkitab merupakan catatan sejarah umat Allah, dan penggenapan-nya adalah berkat universal dan tempat kediaman Allah yang kekal. Langit baru dan bumi baru dengan Yerusalem Baru merupakan berkat universal yang diwarisi oleh Kristus dan tempat kediaman Allah. Kita harus dari Ruben menuju Benyamin, dari orang dosa menuju tempat kediaman Allah, menempuh jalan ini sampai garis akhir. Yusuf adalah tan-da dari berkat Allah yang sempurna, sedang Benyamin ada-lah tanda dari tempat kediaman Allah yang kekal. Dalam gereja-gereja hari ini, kita mempunyai miniatur dari hal-hal yang akan datang dalam langit baru dan bumi baru serta Yerusalem Baru; karena kita sedang mencicipi berkat yang sempurna itu, dan kita adalah tempat kediaman Allah. Dalam arti tertentu, kita semua adalah Yusuf-Yusuf dan Benyamin-Benyamin. Kita adalah orang-orang yang diber-kati, dan kita adalah tempat kediaman Allah. Inilah Yusuf dan Benyamin.

?