← Daftar isi Bilangan (2) · bab 15/27

PEPERANGAN (10)

Pembacaan Alkitab: Bil. 29:1-40

Dalam berita ini kita akan membahas lebih lanjut ketetapan mengenai kurban-kurban persembahan dalam Bilangan 28 dan 29. Empat hari raya pertama, yang ada dalam setengah tahun pertama, telah digenapkan, tetapi tiga hari raya terakhir, yang ada dalam setengah tahun kedua, akan digenapkan di masa yang akan datang. Empat hari raya pertama telah digenapkan melalui kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus. Tiga hari raya terakhir berhubungan dengan kedatangan Tuhan kali kedua dan akan digenapkan pada waktu Tuhan datang kembali.

f. Kurban Bakaran untuk Hari Meniup Serunai

Bilangan 29:1-6 membicarakan kurban bakaran untuk hari Peniupan Serunai. Hari ini adalah hari pertama dari bulan ketujuh, awal setengah tahun kedua. Pada hari ini pertemuan kudus diselenggarakan dengan tidak ada kerja keras. Tidak perlu ada kerja keras manusia karena segala sesuatu telah dilakukan oleh Allah sendiri. Kurban persembahan untuk hari raya ini sama seperti yang dipersembahkan pada awal bulan, dengan pengecualian seekor lembu jantanlah yang dipersembahkan bukan dua ekor.

g. Kurban Bakaran untuk Hari Pendamaian

Ada juga kurban bakaran untuk hari pendamaian (Bil. 29:7-11). Pada salib, Kristus merampungkan pendamaian. Mendamaikan adalah menenteramkan. Pendamaian bukan perkara mendamaikan Allah, tetapi mendamaikan situasi antara kita dengan Allah. Kita seharusnya tidak berpikir bahwa Allah marah kepada kita dan perlu ditenteramkan. Tidak, Allah mengasihi manusia, dan pendamaian diperlukan karena situasi kejatuhan manusia, bukan karena Allah marah. Situasi kita penuh masalah, penuh dosa, dan perlu diperdamaikan. Melalui kematian-Nya di atas salib, Kristus menanggulangi dosa kita, dan dengan demikian Dia mendamaikan situasi kita dengan Allah, supaya kita dapat ditebus, diampuni, dan dibenarkan. Ketika kita bertobat, percaya kepada Kristus, dan menerima Dia sebagai Juruselamat kita, kita mengalami hari raya ini.

Hari raya Pendamaian memiliki penerapan ganda. Secara rohani hari raya ini telah diterapkan kepada kita, dan secara harfiah ini akan diterapkan di masa mendatang untuk orang Yahudi. Setelah Tuhan Yesus turun dari angkasa ke bumi, orang Yahudi akan bertobat, menyesal, dan berpaling kepada Allah, menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka. Ini akan menjadi penggenapan secara harfiah hari raya pendamaian.

Hari raya pendamaian pada hari kesepuluh bulan ketujuh. Pertemuan kudus diselenggarakan dengan tidak melakukan pekerjaan. Pada hari ini, bangsa itu akan berkabung, yaitu, mereka bertobat, berduka, dan merasa menderita karena dosa mereka. Kurban persembahan pada hari ini sama seperti yang dipersembahkan pada awal bulan, dengan pengecualian hanya seekor lembu jantan muda yang dipersembahkan bukan dua ekor.

h. Kurban Bakaran untuk Hari Raya Pondok Daun

Dalam Bilangan 29:12-38 melihat kurban bakaran untuk hari raya Pondok Daun. Hari raya ini berlangsung selama tujuh hari, dimulai dari hari kelima belas bulan ketujuh. Pertemuan kudus diselenggarakan pada hari pertama dengan tidak ada kerja keras. Kurban-kurban persembahan, yang melambangkan berbagai aspek Kristus, terdiri dari dua domba jantan dan empat belas domba berumur setahun tanpa cacat dan tiga belas lembu jantan muda pada hari pertama, mengurangi seekor lembu pada setiap enam hari berturut-turut, dengan kurban sajian dan kurban curahan mereka, sebagai kurban bakaran. Selain itu, seekor kambing jantan dipersembahkan sebagai kurban penghapus dosa. Pada hari kedelapan, yang melambangkan kebangkitan, pertemuan khidmat diselenggarakan. Kurban persembahan pada hari ini sama seperti yang dipersembahkan pada awal bulan, dengan pengecualian seekor lembu jantan muda dipersembahkan bukan dua lembu jantan muda.

Hari raya Peniupan Serunai, Pendamaian, dan Pondok Daun terjadi di dalam periode waktu singkat dalam bulan ketujuh. Penggenapan hari-hari raya ini akan terjadi pada waktu yang hampir bersamaan. Hari raya Peniupan Serunai akan digenapkan pada kedatangan kembali Kristus (Mat. 24:31), ketika Allah memanggil orang Yahudi dan mengumpulkan mereka dari penyebaran mereka kembali ke tanah nenek moyang mereka. Hari raya Pendamaian akan digenapkan pada hari berpalingnya orang Israel kepada Allah, setelah mereka dikumpulkan kembali ke negeri nenek moyang mereka (Rm. 11:26-27; Za. 12:10-14). Orang Yahudi akan berkabung melalui berdoa, berpuasa, dan bertobat. Kemudian Allah akan mengampuni mereka, dan hari raya Pendamaian akan berlaku bagi mereka. Akhirnya, hari raya Pondok Daun akan digenapkan dalam zaman Kerajaan Seribu Tahun yang akan datang selama seribu tahun sebagai kesimpulan segala zaman ciptaan lama Allah. Penggenapan hari raya ini bersifat sezaman, menjadi satu berkat yang menggembirakan untuk dinikmati umat tebusan Allah dengan Allah selama jangka waktu yang penuh dalam ciptaan lama Allah.

i. Kurban-kurban Persembahan Tambahan untuk Nazar Bangsa Itu dan Kurban Sukarela

Semua kurban persembahan untuk setiap hari, untuk hari Sabat, untuk bulan baru, dan untuk semua hari raya tahunan dipersembahkan sebagai kurban bakaran, kurban sajian, kurban curahan, dan kurban pendamaian bangsa itu, di luar nazar mereka dan kurban sukarela mereka (Bil. 29:39-40). Bangsa itu mempersembahkan kurbankurban persembahan tertentu sebagai penggenapan kewajiban atau tanggung jawab mereka. Kurban-kurban persembahan ini adalah penggenapan nazar mereka. Mereka juga dapat menyajikan kurban-kurban persembahan sukarela mereka. Namun, semua kurban persembahan yang digambarkan dalam Bilangan 28 dan29 adalah selain kurbankurban nazar dan kurban-kurban sukarela mereka.

Kita perlu melihat bahwa menurut pasal-pasal ini, makanan Allah berhubungan denga tiga hal. Pertama, makanan Allah berhubungan dengan kehidupan umat-Nya setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahun. Kedua, makanan Allah berhubungan dengan hayat rohani kaum beriman dari Paskah sampai hari raya Pentakosta, termasuk hari raya Roti Tidak Beragi dan hari raya Hulu Hasil. Setiap hari raya ini melibatkan hayat. Ini berarti dalam kehidupan orang Kristen ada makanan khusus untuk Allah. Ketiga, makanan Allah berhubungan dengan umat-Nya, Israel. Kristus akan datang kembali untuk meniup sangkakala guna mengumpulkan bangsa Israel kembali ke negeri nenek moyang mereka. Kemudian akan ada satu hari untuk pendamaian mereka. Pada hari itu, mereka akan berkabung dan bertobat, dan Kristus akan menjadi pendamaian mereka. Pendamaian ini mendatangkan hari raya Pondok Daun. Pada waktu perayaan ini, orang Israel akan berdamai dengan Allah dan masuk ke dalam kenikmatan Allah. Hari raya Pondok Daun bukan saja akan menjadi hari raya terakhir, tetapi juga kesimpulan pekerjaan Allah dalam ciptaan lama.

Dalam ciptaan lama Allah ada empat zaman: zaman sebelum hukum Taurat, dari Adam sampai Musa; zaman hukum Taurat, dari Musa sampai kedatangan Kristus kali pertama; zaman anugerah, dari kedatangan Kristus kali pertama sampai kedatangan-Nya kali kedua; dan zaman Kerajaan Seribu Tahun. Empat zaman ini adalah langkah penting pekerjaan Allah dalam ciptaan lama untuk ciptaan baru. Dalam keempat zaman ini, Allah memakai ciptaan lama sebagai bahan untuk menghasilkan ciptaan baru. Perampungan ciptaan baru Allah akan menjadi Yerusalem Baru. Kaum beriman yang menjadi pemenang dalam zaman anugerah akan menikmati Yerusalem Baru selama zaman Kerajaan Seribu Tahun. Akhirnya, setelah zaman Kerajaan Seribu Tahun, seluruh umat Allah akan sepenuhnya diperlengkapi dan rampung sempurna menjadi Yerusalem Baru.

Di zaman ini, zaman anugerah, kita menikmati Kristus sebagai Paskah kita, sebagai roti tidak beragi kita, dan sebagai hulu hasil yang dipersembahkan kepada Allah dalam kebangkitan. Akhirnya, kita mempersembahkan Kristus kepada Allah sebagai Pentakosta kita, yang adalah perampungan sempurna pekerjaan Allah untuk ciptaan baru-Nya. Makanan yang dipersembahkan kepada Allah oleh kaum beriman yang mengalami Kristus sebagai realitas dari Paskah sampai Pentakosta tidak ada hubungannya dengan ciptaan lama, tetapi terkait erat dengan ciptaan baru. Akhirnya, gereja di zaman anugerah ini akan merampungkan kehendak Allah dalam ciptaan baru-Nya. Gereja akan matang dan akan diangkat untuk menjadi satu dengan Kristus dalam pernikahan-Nya yang menggembirakan. Kemudian gereja akan turun bersama Kristus ke bumi, dan pada waktu itu Dia akan meniup sangkakala untuk mengumpulkan orang Israel kembali ke negeri nenek moyang mereka. Kemudian Kristus akan menjadi pendamaian mereka, dan hari raya Pondok Daun akan dimulai.

Pada butir ini, saya ingin mengajukan satu pertanyaan: Apakah makanan Allah? Apakah makanan Allah dalam kehidupan kita setiap hari, dalam kehidupan orang Kristen, dan dalam kehidupan orang Israel? Kemungkinan besar, kita semua dapat mengatakan bahwa makanan Allah adalah Kristus. Tetapi jawaban itu menimbulkan pertanyaan lain: bagaimana Kristus menjadi makanan Allah? Kristus adalah makanan Allah melalui Dia menggenapkan ekonomi kekal Allah. Allah damba ekonomi-Nya digenapkan oleh Kristus, dengan Kristus, dan di dalam Kristus. Inilah cara Kristus menjadi makanan Allah.

Semakin kita menikmati Kristus dan mengalami Kristus, kita semakin menggenapkan ekonomi Allah, dan semakin berbagian dalam penggenapan ekonomi Allah, kita akan semakin dapat mempersembahkan Kristus kepada Allah sebagai makanan. Bangkitnya kita bersama Kristus dalam kebangkitan-Nya dan selamatnya kita adalah bagian dari penggenapan ekonomi Allah. Melaksanakan jabatan imam Perjanjian Baru kita untuk memberitakan Injil melalui mengunjungi orang, membantu mereka percaya kepada Tuhan Yesus, dan membaptis mereka juga merupakan bagian dari penggenapan ekonomi Allah. Demikian juga, menempuh hidup dalam Kristus tanpa dosa setelah kita beroleh selamat adalah bagian dari penggenapan ekonomi Allah dengan Kristus, oleh Kristus, dan di dalam Kristus. Dalam semua perkara ini Kristus adalah makanan untuk Allah.

Gereja dan Israel keduanya adalah bagian besar penggenapan ekonomi Allah. Ketika gereja dibentuk pada hari Pentakosta dan begitu banyak orang dibaptis ke dalam satu Tubuh, Allah menikmati hari raya yang menakjubkan. Berbaliknya orang Israel, pertobatan mereka, dan pendamaian mereka pada waktu kedatangan kembali Tuhan akan menjadi bagian lebih lanjut dari penggenapan ekonomi Allah. Sekali lagi, Kristus akan dinikmati oleh umat Allah dan juga oleh Allah sendiri. Dalam perkara yang berhubungan dengan Israel ini, Kristus akan menjadi makanan Allah. Selain itu, dalam Kerajaan Seribu Tahun dan untuk selamanya dalam Yerusalem Baru, Kristus akan menjadi makanan Allah.

Dalam Bilangan 28 dan 29 ada tiga bagian-bagian yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, bagian yang berhubungan dengan kehidupan orang Kristen, dan bagian yang berhubungan dengan masa depan orang Israel. Setiap bagian adalah untuk menggenapkan ekonomi kekal Allah dengan Kristus sebagai sentralitas dan universalitasnya. Karena Kristus adalah segala sesuatu untuk menggenapkan ekonomi Allah, maka Dia adalah makanan Allah, kepuasan Allah. Selama-lamanya Kristus akan menjadi kepuasan Allah, dan selama-lamanya kita akan menikmati Kristus yang memuaskan Allah. Haleluya untuk Kristus yang adalah makanan Allah dan juga makanan kita!