← Daftar isi Filipi (2) · bab 8/20

KURBAN IMANMU

Pembacaan Alkitab:

Flp. 2:17-18; 1:25; 3:9; Ef. 1:13; 2:8; 3:17; Gal. 2:20; 5:6; Kol. 1:3-4; 2:12

Dalam Filipi 2:17 Paulus berkata, “Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada kurban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.” Dalam ayat ini Paulus membicarakan “kurban dan ibadah (pelayanan) imanmu”. Ini adalah satu frase yang sukar dimengerti oleh para pelajar Alkitab. Di sini ada masalah yang berkaitan dengan iman kaum beriman: kurban dan ibadah. Paulus menganggap iman kaum beriman sebagai satu kurban yang dipersembahkan kepada Allah, juga telah menjadi ibadah atau pelayanan mereka terhadap Allah. Dalam ayat ini Paulus seolah-olah berkata, “Hai orang-orang Filipi, aku menganggap iman kalian sebagai satu kurban yang dipersembahkan kepada Allah, dan mempersembahkan kurban semacam ini kepada-Nya adalah pelayanan imamat.” Dalam berita ini kita akan membahas kurban iman kita. Kita sementara tidak membahas masalah pelayanan imamat.

Dalam Kitab Filipi Paulus menggunakan beberapa ungkapan yang khas, misalnya seperti: “suplai limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus” (1:19), “menyatakan firman hayat” (2:16), dan “kurban dan ibadah imanmu”. Jika kita ingin mengetahui rahasia untuk mengalami Kristus seperti yang diwahyukan dalam kitab ini, kita perlu memahami ung-kapan-ungkapan ini.

IMAN SEBAGAI KURBAN DIPERSEMBAHKAN KEPADA ALLAH

Apakah iman yang dapat tersusun sebagai satu kurban yang dipersembahkan kepada Allah? Selaku kaum beriman, kita semua memiliki sejumlah tingkatan iman. Jika kita tidak mempunyai iman, tidak mungkin kita dapat menjadi kaum beriman di dalam Kristus. Walau kita memiliki iman, tetapi persoalannya ialah apakah iman ini dapat dianggap sebagai kurban yang dipersembahkan kepada Allah dengan sukacita oleh para rasul atau tidak. Paulus adalah seorang imam Perjanjian Baru. Dalam Roma 15:16 ia berkata, “Aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa lain dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa lain dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.” Sebagai imam Injil, Paulus mempersembahkan orang-orang yang bertobat dan beriman kepada Allah sebagai suatu kurban persembahan. Dalam Filipi 2:17 yang menjadi kurban bukanlah diri kaum beriman, melainkan iman kaum beriman. Pemikiran dalam 2:17 lebih dalam daripada pemikiran dalam Roma 15:16. Apakah Anda menganggap iman Anda sebagai kurban yang dapat dipersembahkan kepada Allah?

Menurut ayat 17, Paulus rela dicurahkan sebagai kurban curahan ke atas kurban dan ibadah iman kaum ber-iman. Paulus menyadari bahwa pada suatu hari ia akan menjadi seorang martir. Sebagai seorang martir, ia ingin menjadi satu kurban curahan yang dicurahkan ke atas kurban iman mereka. Dalam Perjanjian Lama kurban curahan dicurahkan ke atas salah satu kurban utama. Tanpa kurban utama, tidak ada kurban curahan. Paulus menganggap kematiannya sebagai martir seperti kurban curahan. Kurban utama yang atasnya kurban curahan ini dicurahkan adalah iman dari kaum beriman Filipi. Memahami iman macam apa yang dapat menjadi kurban tempat mencurahkan kurban curahan sangatlah penting. Jadi, dalam berita ini kita akan berusaha memahami iman yang disinggung Paulus dalam 2:17.

IMAN, FIRMAN, DAN ROH ITU

Iman dalam ayat ini agak berbeda dengan yang disebut di tempat lain dalam Alkitab. Efesus 1:13 mengatakan, “Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.” Akibat kita mendengarkan firman kebenaran dan percaya di dalam Kristus, kita dimeteraikan dengan Roh Kudus. Dalam ayat ini kita nampak firman, iman, dan Roh itu. Melalui mendengarkan firman dan percaya kepada-Nya, kita akan menerima Roh itu. Firman, iman, dan Roh itu adalah satu.

Fungsi pertama dari firman ialah menginfus kita dengan iman. Saya tidak percaya bila seseorang membaca satu ayat Alkitab sepuluh kali tetapi tidak terinfus oleh iman sedikit pun. Misalkan, seorang ateis membaca Yohanes 3:16 dan mengulang-ulangi ayat ini, ia akan terinfus dengan iman melalui firman ini.

Iman yang terinfus ke dalam kita melalui firman merupakan fungsi dari Roh itu. Iman adalah hasil firman juga fungsi Roh itu. Ketika firman mencapai kita dan berkontak dengan kita, kita akan menerima Roh itu. Ini berarti ketika firman mencapai kita dan kita menjamah firman, maka firman menjadi Roh dalam pengalaman kita. Jadi, mula-mula firman mencapai kita dan kemudian firman itu menjadi Roh di dalam kita.

Firman itu menjadi Roh dalam pengalaman kita. Hal ini dapat diilustrasikan dengan perihal menyalakan korek api. Ujung korek api adalah bola fosfor. Bila kita menggores korek api dengan benar, fosfor itu akan menyala. Apakah nyala api itu berbeda dengan fosfor? Tidak, itu hanya letusan fosfor. Demikian pula, Roh itu adalah “letusan” firman. Ketika kita mengalami letusan ini, kita akan “terbakar” oleh “api”. Pembakaran ini adalah iman.

Semasih muda, saya benar-benar damba beroleh iman. Saya membaca banyak buku mengenai iman. Akan tetapi, buku-buku itu tidak ada yang mengatakan apakah sebenar-nya iman itu. Hanya pada akhir-akhir ini saya baru menemukan melalui pengalaman saya, apakah sebenarnya iman itu. Iman berasal dari firman yang menginfus kita dengan unsur ilahi. Karena itu, iman merupakan hasil firman dan fungsi Roh itu. Bila kita memiliki firman dengan Roh itu, dengan spontan kita pun memiliki iman. Seperti telah kita tunjukkan, iman, firman, dan Roh itu adalah satu.

Jika Anda merenungkan definisi iman ini di hadirat Tuhan, Anda akan menyembah-Nya. Anda akan mengetahui manakala di dalam Anda ada iman yang sejati, itu menyiratkan adanya firman, dan Roh itu akan terwujud. Di luar firman dan Roh itu tidak mungkin kita memiliki iman.

DIKUATKAN OLEH UNSUR IMAN

Dikatakan dalam Efesus 3:16-19 bahwa bila Bapa menguatkan dan meneguhkan kita oleh Roh-Nya di dalam manusia batiniah kita menurut kekayaan kemuliaan-Nya, maka Kristus akan berumah di dalam hati kita oleh iman. Kemudian, karena kita berakar dan berdasar di dalam kasih, maka kita akan kuat untuk bersama-sama dengan semua orang kudus memahami apakah lebar, panjang, tinggi, dan dalam, dan mengenal kasih Kristus yang melampaui pengetahuan, supaya kita dipenuhi ke dalam seluruh kepenuhan Allah. Jika kita meluangkan waktu mendoabacakan ayat-ayat tersebut dan merenungkannya, iman kita akan diperkuat. Di dalam kita akan ada sesuatu yang diperkuat untuk memahami betapa Kristus sedang berumah di dalam hati kita, betapa kita berakar dan berdasar di dalam kasih, betapa kita memahami dimensi-dimensi Kristus, dan betapa kita akan dipenuhi ke dalam seluruh kepenuhan Allah. Ada unsur tertentu yang terinfus ke dalam kita yang akan menguatkan kita, dan unsur ini tidak lain adalah iman.

Sebelum kita mendoabacakan ayat-ayat ini, mungkin kita merasa lemah. Tetapi setelah mendoabacakannya, kita akan dikuatkan. Kita akan mirip sebuah ban mobil yang penuh dengan udara. Dalam pengalaman kita, kita akan memahami bahwa iman, firman, dan Roh itu benar-benar adalah satu sebagai bagian kita.

Tidak hanya demikian, kita akan memiliki kenikmatan atas Kristus di dalam iman. Kita akan menikmati diteguhkannya kita dengan kuasa, mengalami Kristus berumah dalam hati kita, berakar dan berdasar dalam kasih, mengalami dimensi-dimensi Kristus, dan dipenuhi ke dalam seluruh kepenuhan Allah.

MENIKMATI KRISTUS

Kalau kita mengambil sebagian perkataan dari Surat Kiriman Paulus dan dengan teliti merenungkannya sejangka waktu, kita akan merasa ada sesuatu yang membubung di dalam kita dengan kuasa. Itulah perbauran firman dan Roh itu dengan iman kita. Perbauran ini selalu menghasilkan kenikmatan atas Kristus. Apa yang kita nikmati dengan khusus tergantung pada apa yang khusus ditransmisikan firman kepada kita. Sebagai contoh, kalau orang dosa merenungkan (memikirkan) 1Timotius 1:15, sebuah ayat yang mengatakan, “Kristus Yesus datang ke dunia un-tuk menyelamatkan orang berdosa,” maka ia akan terinfus dengan suatu apresiasi atas Kristus sebagai Juruselamat-nya, dan ia akan mengetahui bahwa Kristus mampu me-nyelamatkannya. Apresiasi atas Kristus di aspek ini adalah iman. Seperti telah kita tunjukkan di tempat lain, iman adalah apresiasi atas Kristus dan reaksi terhadap apa adanya Dia dan apa yang dilakukan-Nya bagi kita. Setiap kali satu orang dosa memiliki apresiasi yang demikian terhadap Kristus, ia memiliki iman untuk beroleh selamat. Ia benar-benar menikmati Kristus sebagai Juruselamatnya.

Kita juga dapat menikmati Kristus melalui mendoabacakan Efesus 3:17. Khususnya, kita akan menikmati Kristus berumah dalam hati kita melalui iman, sebab ini adalah yang disampaikan ayat tersebut kepada kita. Apa yang kita nikmati dalam iman selalu tergantung pada apa yang disampaikan oleh firman kepada kita. Karena alasan inilah maka kenikmatan atas Kristus di antara orang-orang Kristen memiliki jenjang yang berbeda-beda.

Dalam iman yang sejati ada sukacita, atau kenikmatan atas iman dan kurban persembahan iman. Kita telah nam-pak bahwa Efesus 1:13 membicarakan iman. Iman adalah hasil dari firman dan fungsi dari Roh itu.

Setidak-tidaknya ada dua ayat dalam Kitab Efesus yang menunjukkan bahwa iman membawakan kenikmatan atas Kristus kepada kita. Efesus 2:8 mengatakan, “Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman . . .” Karena kita telah diselamatkan oleh iman, maka oleh imanlah kita menikmati Kristus sebagai Juruselamat. Jadi, imanlah yang membawakan kenikmatan atas Juruselamat dengan keselamatan-Nya kepada kita. Efesus 3:17 mengatakan bahwa Kristus berumah di dalam hati kita oleh iman. Ini menunjukkan, imanlah yang membawakan kenikmatan atas berumahnya Kristus dalam hati kita kepada kita. Sungguhpun banyak orang Kristen dapat mengaminkan 2:8, tetapi tidak banyak yang dapat mengaminkan 3:17. Saya tidak yakin banyak orang beriman yang bisa menikmati berumahnya Kristus di dalam mereka. Jika kita ingin menikmati Kristus berumah di dalam hati kita, kita perlu membaca Efesus 3:15-19, dan berulang-ulang “mengunyah” ayat-ayat ini. Tidak hanya demikian, kita masih harus mendoabacakan bagian firman ini, bahkan menyanyikannya.

Galatia 2:19b-20 juga menunjukkan bahwa iman berhubungan dengan kenikmatan atas Kristus, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang sekarang aku hidupi di dalam daging adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Tl.). Berdasarkan ayat ini, Kristus hidup di dalam kita, dan hidup yang kita hidupi sekarang ialah hidup oleh iman. Karena itu, menurut ayat ini, imanlah yang membuat kita menikmati Kristus yang hidup di dalam kita. Alangkah ajaibnya kenikmatan ini!

Dalam Galatia 5:6 Paulus meneruskan, “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.” Kristus yang diwahyukan dalam Kitab Galatia hanya dapat dinikmati melalui iman. Imanlah yang membawakan kenikmatan atas Kristus kepada kita.

Kitab Kolose juga mengaitkan iman dengan kenikmatan atas Kristus. Setelah menyinggung iman kaum beriman “imanmu dalam Kristus Yesus” (1:4), Paulus berkata bahwa orang-orang Kolose telah “dengan Dia dikuburkan dalam baptisan”, dan di dalam Dia “kamu turut dibangkitkan juga melalui kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah” (2:12). Iman membawakan kenikmatan atas operasi Allah kepada kita. Dahulu kita mati, tetapi sekarang kita dapat menik-mati kebangkitan dari kematian. Imanlah yang membawa-kan kenikmatan atas operasi Allah yang membangkitkan kita dari antara orang mati.

Semua ayat ini menyatakan fakta betapa dalam iman yang sejati ada sukacita atau kenikmatan. Kenikmatan khusus yang kita miliki tergantung pada bagian firman mana yang kita terima melalui iman kita. Dengan perkataan lain, kenikmatan dari iman itu tergantung pada ayat yang ditransmisikan kepada kita.

Dalam Kolose 1:25 Paulus berkata tentang meneruskan firman Allah dengan sepenuhnya (atau melengkapi firman Allah). Kalau tidak ada ministri Paulus, terutama yang termuat dalam Kitab Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose, maka firman Allah masih belum lengkap. Ini berarti, jika kita tidak dapat memasuki perkataan Paulus dalam keempat kitab ini, kenikmatan kita atas Kristus melalui iman masih belum memadai. Hal itu tidak dapat dibandingkan dengan kekayaan yang termuat dalam kitab-kitab ini.

Banyak orang Kristen telah memiliki beberapa macam kenikmatan atas Kristus melalui iman, namun mereka tidak menikmati Kristus yang almuhit bagi gereja, dalam gereja, dan bersama-sama dengan gereja. Saya dapat bersaksi, ketika saya masih muda, saya sudah menikmati Kristus dalam tingkat tertentu. Namun, sebelum saya masuk ke dalam pemulihan Tuhan, saya tidak pernah menik-mati Kristus dengan kayanya bersama-sama dengan gereja. Setelah bertahun-tahun lamanya berada dalam pemulihan Tuhan, maka keempat kitab ini: Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose semuanya telah menjadi iman saya. Hari ini iman saya bukan hanya hasil dari ayat-ayat seperti Yohanes 3:16 dan 5:24, tetapi juga hasil dari keempat kitab yang ditulis Paulus tersebut.

Saya sama sekali tidak meremehkan kitab mana pun dalam Alkitab. Hanya saja, saya yakin, melalui membaca Kitab Pengkhotbah Anda tidak akan banyak menikmati Kristus. Mungkin Anda mengetahui segala-galanya sia-sia, dan Anda mungkin benar-benar damba dalam kehidupan Anda tidak ada satu pun yang sia-sia. Tetapi, kitab itu tidak dapat membawakan kenikmatan atas Kristus yang kaya kepada Anda. Kenikmatan atas Kristus yang kaya terdapat dalam kitab-kitab: Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose.

Sebelum Anda masuk ke dalam pemulihan Tuhan, pernahkah Anda menikmati Kristus yang almuhit? Pernahkah Anda menikmati Kristus ini di dalam gereja, untuk gereja, dan bersama-sama dengan gereja? Boleh jadi Anda pernah menikmati sedikit Kristus seperti yang diwahyukan dalam Lukas 15, tetapi itu bukan Kristus yang almuhit yang diwahyukan dalam Surat Kiriman Paulus. Kita tidak dapat menikmati Kristus yang almuhit sebelum kita masuk ke dalam pemulihan Tuhan, karena kita belum mendalami keempat kitab ini: Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose. Selama saya berkumpul dengan Kaum Saudara (Brethren), saya pernah mengikuti banyak sidang mereka yang mengkaji soal kesusahan besar dan nubuat Alkitab. Saya pernah mendengar berita-berita tentang si pendurhaka itu, sangkakala yang terakhir, keterangkatan, patung yang amat besar dalam Daniel 2, ketujuh puluh minggu dalam Daniel 9, dan binatang dalam Daniel 7 dan Wahyu 13. Memang, setiap pasal dari Alkitab merupakan napas Allah, bahkan hembusan-Nya. Namun, kita tidak dapat menikmati Kristus dalam Daniel 7 sebanyak yang kita nikmati dalam Kitab Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose, ini adalah satu fakta. Sekalipun Kitab Kisah Para Rasul banyak menyinggung gereja, kita tidak dapat menikmati Kristus dalam kitab ini sebanyak yang kita nikmati melalui keempat kitab: Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose.

SUKACITA IMAN

Memiliki kenikmatan atas Kristus berarti memiliki su-kacita iman. Dalam Filipi 1:25 Paulus menyinggung sukacita iman, “Dengan yakin aku tahu tentang hal ini: Aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman.” Paulus didesak oleh dua perkara: keinginan untuk pergi dan bersama-sama dengan Kristus dan perlunya tinggal di dunia demi kaum saleh (ayat 23-24). Akhirnya ia berkesimpulan untuk tinggal dan bersama-sama terus dengan kaum saleh bagi kemajuan dan kenikmatan iman mereka. Paulus berharap dapat menyuplaikan Kristus lebih banyak kepada kaum saleh, supaya mereka dapat lebih banyak mengalami-Nya. Lewat ministri Paulus, mereka dapat menerima infus lebih banyak, dan hasilnya ialah beroleh iman lebih banyak. Iman ini kemudian akan membawakan kenikmatan yang lebih besar atas Kristus. Dengan cara inilah mereka akan memiliki kemajuan dan sukacita iman.

Hari ini kita mempunyai firman Allah yang lengkap. Saya ajurkan Anda mempelajari seluruh Alkitab, terutama Kitab Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose, kitab-kitab yang melengkapi firman Allah. Kalau Anda ingin memiliki iman yang membawakan kenikmatan penuh atas Kristus bersama gereja, Anda perlu mengenal baik keempat kitab ini.

DISUSUN DENGAN KRISTUS

MENJADI SUATU KURBAN

Kenikmatan atas iman itu akan menyusun kita menjadi suatu kurban. Kurban ini adalah Kristus sendiri yang kita alami dan nikmati. Melalui kenikmatan atas Kristus, kita mengalami Kristus, memperoleh Kristus, dan memiliki Kristus. Bahkan segenap diri kita disusun dengan Kristus. Dengan cara inilah iman kita menjadi suatu kurban yang dapat dipersembahkan kepada Allah.

Saya berharap dapat melihat adanya kurban iman di antara kaum saleh. Saya tidak mau memakai banyak waktu untuk melayankan Kristus dan gereja kepada kaum beriman, namun menemukan bahwa mereka tidak banyak mengalami dan menikmati Kristus. Jika kita tidak mendapatkan Kristus, tidak akan ada kurban itu. Kalau kita tidak menikmati Kristus, maka tidak akan ada kurban iman untuk dipersembahkan kepada Allah. Untuk memiliki kurban iman, kita perlu berkontak dengan firman hayat sedemikian rupa sehingga firman itu menjadi suplai yang limpah lengkap dari Roh itu dalam pengalaman kita. Dengan demikian kita akan memiliki iman; iman ini adalah hasil perbauran firman dan Roh dengan apresiasi kita. Inilah kurban yang dapat dipersembahkan kepada Allah.

Iman yang terdapat dalam 2:17 mewakili kenikmatan atas Kristus, pengalaman atas Kristus, dan perolehan atas Kristus. Kenikmatan, pengalaman, dan perolehan kita atas Kristus akan menjadi suatu kurban yang manis yang dapat dipersembahkan kepada Allah. Dengan demikian kita baru dapat mempersembahkan kurban ini kepada Allah dengan sukacita, dan pada saat yang sama mencurahkan dirinya sendiri ke atasnya sebagai kurban curahan.

Saya menganjuri kaum saleh menggunakan lebih banyak waktu untuk kitab-kitab: Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose, merenungkannya, mendoabacakannya, bahkan menyanyikannya. Kita harus “menggores korek api” dan mengalami “pembakaran”nya, supaya kita mendapatkan Kristus, mengalami Kristus, menikmati Kristus, dan memiliki Kristus. Dengan demikian kita akan memiliki iman sebagai kurban untuk dipersembahkan kepada Allah. Kita semua perlu memiliki iman yang berbaur dengan firman Allah dan suplai yang limpah lengkap dari Roh itu, agar kita boleh memiliki kurban bagi kenikmatan Allah.

IMAN DAN MENYATAKAN FIRMAN HAYAT

Filipi 2:16-17 seharusnya digabungkan. Menurut tata bahasa, ayat-ayat ini dirangkai dengan sebuah kata penghubung “tetapi”. Ini menunjukkan bahwa iman dalam ayat 17 berkaitan dengan menyatakan firman hayat dalam ayat 16. Dengan perkataan lain, menyatakan firman hayat dalam pengalamannya berkaitan dengan kurban iman. Konsepsi Paulus dalam kedua ayat ini ialah: jika kaum beriman menyatakan firman hayat, maka ia akan memiliki sesuatu yang dapat dimegahkan pada hari Kristus. Zaman sekarang adalah “hari manusia” (1Kor. 4:3), dan zaman yang akan datang adalah “hari Kristus”. Orang yang memiliki hari adalah orang yang memegang kuasa. Karena sekarang adalah hari manusia, maka manusialah yang berkuasa di bumi. Tetapi pada hari Kristus, Dialah yang berkuasa. Jika pada hari manusia kaum beriman menyatakan firman hayat, Paulus akan dapat bermegah karena mereka pada hari Kristus bahwa ia tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Setelah membicarakan perihal kaum beriman menyatakan firman hayat dan dapatnya ia bermegah pada hari Kristus, Paulus meneruskan dan berkata dalam ayat 17, “Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada kurban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.” Bahkan pada hari manusia sekarang ini, Paulus dapat dicurahkan sebagai kurban curahan ke atas kurban yang dihasilkan kaum beriman melalui menyatakan firman hayat. Ini berarti, ketika kaum beriman menyatakan firman hayat, Paulus akan mempunyai kurban pokok yang ke atasnya ia dapat mencurahkan dirinya sebagai kurban curahan.

Ketika kita membahas ayat-ayat ini dengan saksama, kita akan nampak bahwa apa pun pengalaman kita atas Kristus akan menghasilkan iman kita. Iman kita merupakan jumlah keseluruhan pengalaman kita atas Kristus. Kata menyatakan firman hayat dalam ayat 16 adalah iman yang disebut dalam ayat 17. Kata penghubung “tetapi” yang menghubungkan kedua ayat ini menunjukkan fakta ini. Pada hari Kristus, Paulus damba untuk bermegah karena kaum beriman telah menyatakan firman hayat. Namun, pada hari ini juga, pada hari manusia, Paulus dapat memiliki kurban iman, sebagai kurban pokok yang ke atasnya ia dicurahkan. Kurban iman ini adalah yang sama dengan kaum saleh “menyatakan firman hayat”.

Dalam ayat 16 Paulus membicarakan tentang bermegah, dan dalam ayat 17 ia menyebut sukacita. Dalam kedua ayat ini istilah bermegah dan bersukacita boleh dianggap sinonim. Paulus dapat bermegah karena kaum saleh menyatakan firman hayat dan bersukacita dalam kurban iman mereka. Dalam ayat 16 kita nampak bermegah berkaitan dengan menyatakan firman hayat, dan dalam ayat 17 kita nampak bersukacita berkaitan dengan kurban iman kaum beriman. Bersukacita dalam ayat 17 sinonim dengan bermegah dalam ayat 16, seperti halnya kurban iman adalah hal yang sama dengan menyatakan firman hayat. Di sini sekali lagi kita nampak bahwa iman merupakan totalitas pengalaman, dan perolehan kita atas Kristus.