← Daftar isi Filipi (2) · bab 6/20

MENGALAMI KESELAMATAN YANG KONSTAN MELALUI SUPLAI ROH YESUS KRISTUS YANG LIMPAH LENGKAP

DAN OPERASI BATINI DARI ALLAH

YANG TINGGAL DI DALAM

Pembacaan Alkitab: Flp. 1:19-21; 2:12-16

Walaupun Kitab Filipi adalah sejilid kitab yang pendek, namun ia sangat kaya dan dalam. Tidak ada kitab lainnya dalam Perjanjian Baru yang mewahyukan keselamatan sedemikian riil dan dapat dialami. Dari Matius 1 kita tahu bahwa Kristus menjadi seorang manusia, bernama Yesus dan Imanuel. Yesus berarti “Yehova Penyelamat”, dan Imanuel berarti “Allah menyertai kita”. Setelah saya diselamatkan, saya sangat memustikakan nama-nama itu. Namun, dulu saya tidak mengetahui makna-maknanya dalam pengalaman saya hingga Tuhan memasukkan saya ke dalam realitas Kitab Filipi ini. Dalam kitab ini kita nampak perincian keselamatan Allah yang riil, dapat dialami, subyektif, dan konstan. Kitab Filipi menyajikan keselamatan Allah dengan cara yang lebih riil dan dapat dialami daripada yang disajikan dalam Kitab Roma. Kitab Roma membicarakan keselamatan lebih banyak pada aspek doktrinalnya, tetapi Kitab Filipi membicarakan lebih banyak pada aspek pengalamannya.

PERLUNYA KESELAMATAN YANG KONSTAN

DALAM KEHIDUPAN KELUARGA

DAN HIDUP GEREJA

Keselamatan Allah di dalam Kristus tidak saja kekal tetapi juga konstan dan riil. Ditinjau dari satu segi, keselamatan yang kekal sangatlah jauh. Kita memerlukan satu keselamatan yang dapat diterapkan dalam situasi kita setiap hari, khususnya dalam kehidupan pernikahan dan kehidupan keluarga kita. Kehidupan pernikahan dapat diibaratkan seperti sebuah penjara; pasangan kita seperti sipirnya, dan anak-anak kita seperti pengawal-pengawalnya. Dalam situasi demikian, kita memerlukan satu keselamatan yang riil, konstan, dan dapat dialami. Kitab Filipi mewahyukan satu keselamatan yang dapat kita alami dari hari ke hari, yakni keselamatan yang dapat kita nikmati dalam “penjara” kehidupan pernikahan.

Kita perlu mengalami keselamatan yang seketika, bukan hanya dalam kehidupan keluarga kita, tetapi juga dalam hidup gereja (church life). Dalam gereja terdapat kaum saleh dari berbagai bangsa, dan yang memiliki watak dan kepribadian yang berbeda-beda. Untuk dapat tinggal bersama-sama dalam hidup gereja, kita perlu satu keselamatan yang seketika dan riil. Hal ini khususnya diperlukan jika kita ingin mengalami hidup gereja bukan hanya secara lokal, tetapi juga mengalami manusia baru secara universal. Karena itu, kita memerlukan keselamatan bagi kehidupan keluarga kita, bagi hidup gereja lokal kita, dan bagi kehidupan kita dalam satu manusia baru.

Misalnya, Anda hendak mengunjungi gereja-gereja di berbagai tempat di dunia ini. Ketika Anda berkontak dengan kaum saleh yang berbeda kebudayaan, bangsa, dan wataknya, Anda akan menyadari betapa perlunya kita mengalami keselamatan Allah dalam hidup gereja. Jika kita ingin mempraktekkan hidup gereja bersama saudara dan saudari yang berbeda-beda itu dan bersidang bersama se-perti satu orang, maka kita memerlukan keselamatan yang konstan yang diwahyukan dalam Kitab Filipi.

Dalam 1:19 Paulus berkata, “Karena aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku.” Sebagai seorang tawanan di Roma, Paulus memerlukan satu keselamatan yang riil. Misalkan, ada seseorang berbicara dengannya tentang keselamatan yang kekal, Paulus mungkin berkata, “Saudara, janganlah berbicara tentang sesuatu yang begitu jauh dari situasiku sekarang ini. Aku sekarang adalah seorang tawanan yang diborgol. Aku memerlukan keselamatan yang dapat diterapkan dalam situasiku ini.”

DISELAMATKAN DARI KEBENGKOKAN

Dalam 2:12-15 Paulus mengatakan tentang mengerjakan keselamatan kita sendiri dalam kaitannya dengan sungut-sungut, perbantahan, aib, noda, cela, bengkok, dan sesat. Ini menunjukkan bahwa kita memerlukan satu keselamatan dari segala hal negatif itu. Jika kita masih memiliki sedikit kebengkokan, entah kita orang Kristen atau bukan, kita adalah bagian dari angkatan yang bengkok hari ini. Diselamatkan dari angkatan yang bengkok berarti diselamatkan dari kebengkokan. Kita semua perlu satu keselamatan untuk hari ini, yakni keselamatan yang diwahyukan dalam Kitab Filipi.

SARANA KESELAMATAN KITA SETIAP HARI

Dalam berita ini kita akan melihat bahwa kita dapat memiliki keselamatan konstan dan setiap hari melalui suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus dan melalui operasi batini dari Allah yang tinggal di dalam. Keselamatan memerlukan kekuatan. Ini berarti suatu kekuatan tertentu diperlukan untuk memberi kita keselamatan yang konstan. Sarana Allah untuk menggenapkan keselamatan ini tidak terkatakan besarnya. Menurut Kitab Filipi, sarana itu ada dua: suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus dan operasi batini dari Allah yang tinggal di dalam. Setiap hari bahkan setiap jam kita dapat diselamatkan oleh kedua sarana ini.

Perhatikanlah bahwa sarana keselamatan kita setiap hari bukanlah suplai yang limpah lengkap dari Roh Allah dan operasi Allah yang berkunjung, melainkan suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus dan operasi batini dari Allah yang tinggal di dalam. Allah yang menyelamatkan kita bukan Allah yang mengunjungi kita; Ia adalah Allah yang tinggal di dalam kita. Di satu aspek, Paulus dapat berkata bahwa keadaannya akan menghasilkan keselamatan melalui suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus. Di aspek lainnya ia menyuruh kaum saleh mengerjakan keselamatan mereka sendiri menurut operasi batini dari Allah. Jadi, suplai yang limpah lengkap dari Roh itu dan operasi batini dari Allah yang tinggal di dalam adalah dua sarana yang olehnya kita diselamatkan secara riil dari hari ke hari.

KESATUAN ORGANIK

DENGAN ALLAH TRITUNGGAL

Ketika kita percaya kepada Kristus, terjadilah suatu kesatuan organik antara kita dengan Allah Tritunggal. Kita benar-benar telah bergabung dengan Allah Tritunggal, dan bersatu dengan-Nya. Begitu percaya kepada Kristus, kita dilahirkan oleh Allah, dan Allah dilahirkan ke dalam kita. Kelahiran ilahi ini memungkinkan terjadinya kesatuan yang organik. Kita dilahirkan dari Allah ketika Allah Tritunggal masuk ke dalam roh kita sebagai Roh almuhit, Roh Yesus Kristus. Peristiwa ini terjadi ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, sekalipun mungkin tidak kita sadari dan tidak kita rasakan. Setelah masuk ke dalam roh kita, Roh almuhit ini tinggal menetap di sana bersama suplai-Nya yang limpah lengkap.

ISI DARI SUPLAI YANG LIMPAH LENGKAP

Sifat Ilahi

Kita perlu melihat apakah yang terkandung dalam suplai yang limpah lengkap dari Roh itu. Pertama, suplai yang limpah lengkap ini meliputi persona ilahi berikut hayat dan sifat ilahi. Jadi, suplai yang limpah lengkap ini meliputi keilahian, dan keilahian mengandung hayat, sifat, apa adanya, dan persona ilahi. Dengan perkataan lain meliputi Allah itu sendiri. Dalam suplai yang limpah lengkap ini kita memiliki Allah berikut hayat, sifat, apa adanya, dan persona-Nya.

Sifat Insani

Suplai yang limpah lengkap ini juga meliputi sifat insani yang ditinggikan, satu sifat insani yang mengandung hayat, kehidupan, sifat, dan persona yang tepat. Tuhan Yesus adalah Allah juga manusia. Di dalam Dia ada sifat ilahi dan sifat insani. Karena itu, ketika Dia berada di bumi, Dia hidup sebagai Allah, juga sebagai manusia. Seluruh kehidupan yang dialami Tuhan di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun berada di dalam Roh yang almuhit ini. Karena itu, keilahian dan keinsanian, termasuk kehidupan insani Tuhan Yesus, kini berada di dalam suplai yang limpah lengkap dari Roh yang almuhit.

Penyaliban, Kebangkitan, dan Kenaikan

Tuhan Yesus telah mati secara ajaib di atas salib. Kematian Kristus yang almuhit telah menanggulangi setiap perkara yang negatif dalam alam semesta. Melalui kematian-Nya, semua perkara yang mengandung dosa telah diakhiri. Kematian yang ajaib ini juga tercakup dalam suplai limpah lengkap dari Roh itu, demikian pula kebangkitan dan kenaikan Kristus. Sekarang dalam suplai yang limpah lengkap dari Roh inilah kita memiliki sifat ilahi, sifat insani, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Kristus.

Atribut-atribut Ilahi dan Kebajikan-kebajikan Insani

Suplai yang limpah lengkap Roh itu juga mengandung atribut-atribut ilahi dan kebajikan-kebajikan insani. Allah itu kasih dan terang, dan Dia itu kudus dan adil. Semua itu adalah bagian dari atribut-atribut Allah. Selain itu, sebagai manusia, Kristus juga memiliki semua pekerti manusia. Baik atribut-atribut ilahi maupun kebajikan-kebajikan insani semuanya terkandung di dalam Roh Yesus Kristus yang almuhit. Kepatuhan dan kasih yang kita perlukan setiap hari juga terdapat dalam suplai yang limpah lengkap dari Roh itu. Meskipun Alkitab memerintahkan seorang istri agar tunduk kepada suaminya dan seorang suami harus mengasihi istrinya, tetapi sebenarnya di dalam diri kita sendiri tidak ada kepatuhan dan kasih yang sejati. Kita tidak memiliki kepatuhan, melainkan pembangkangan; kita tidak memiliki kasih yang tepat, yang ada hanya kasih yang tidak seimbang dan berbelit-belit. Kepatuhan dan kasih sejati hanya terdapat dalam suplai yang limpah lengkap dari Roh itu.

Ketika kita menikmati suplai yang limpah lengkap dari Roh itu, kita akan mengambil bagian dalam unsur-unsur suplai ini tanpa kita sadari. Sebagai contoh, mungkin kita mengasihi orang lain tetapi tanpa menyadari fakta bahwa kita sedang mengasihinya. Demikian pula, mungkin kita mematuhi seseorang tetapi kita tidak menyadari bahwa kita sedang mematuhinya. Namun, kalau kita dengan sengaja ingin menyatakan kasih atau kepatuhan, kasih dan kepatuhan kita bukanlah yang sejati. Kasih sejati dan kepatuhan yang sejati selalu terjadi dengan spontan, bukan sesuatu yang kita sadari. Seorang istri yang benar-benar mematuhi suaminya tidaklah merasa bahwa dirinya sedang mematuhi suaminya; sebab kepatuhannya berasal dari suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus.

Adakalanya kepatuhan seorang istri mengandung suatu maksud atau tujuan. Seorang saudari boleh jadi mengira ia harus mematuhi suaminya agar ia bisa menjadi orang yang rohani. Kepatuhan demikian bersifat politis. Ada pula saudari yang mungkin patuh untuk memberi teladan bagi anak-anak mereka. Kepatuhan demikian juga bersifat politis, bahkan bersifat munafik; seolah sandiwara, bukan yang spontan. Saya ulangi, kepatuhan yang sejati adalah yang spontan, yakni hasil kenikmatan atas suplai yang limpah leng-kap dari Roh itu.

Kapan saja kita berusaha melakukan kebaikan tanpa menikmati suplai limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus, kita adalah orang yang berpolitik dan munafik. Sebenarnya setiap agama mengajar orang “bertindak secara politis”. Di bawah pengaruh yang demikian, kita mengira demi suami atau istri kita, dan demi anak-anak atau kerabat kita, bahkan demi gereja, wajiblah kita menyatakan penampilan yang istimewa. Padahal perilaku yang demikian bersifat politis dan munafik.

Sumber kebajikan-kebajikan yang sejati adalah suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus. Ketika Paulus bersukacita dalam penjara di Roma, ia bukan dengan sengaja berusaha untuk bersukacita. Sukacitanya bukan hasil usahanya sendiri, dan sama sekali bukan sandiwara. Karena Paulus mengasihi Allah Tritunggal, membuka dirinya kepada Allah Tritunggal, dan berkomunikasi dengan Allah Tritunggal, maka Allah Tritunggal beroleh jalan yang bebas untuk menginfuskan segala apa adanya Dia ke dalam Paulus. Akibatnya, Paulus dapat mengetahui bahwa pada Allah Tritunggal ini ada suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus. Karena ia mengalami suplai ini, ia dapat bersukacita dalam Tuhan sekalipun ia berada di dalam penjara dan diborgol.

Hari ini Roh itu tidak hanya Roh Allah, Roh Yehova, atau Roh Kudus. Setelah mengalami proses inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan, Roh itu kini adalah Roh Yesus Kristus. Di dalam-Nya ada suplai yang hidup yang mencakup segala macam unsur ilahi, rohani, dan surgawi. Melalui suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus inilah maka keadaan Paulus beralih menjadi keselamatannya. Ia beroleh selamat dengan konstan dan seketika melalui suplai yang limpah lengkap tersebut. Karena itu, sumber keselamatannya dari hari ke hari adalah suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus.

DISELAMATKAN DARI SUNGUT-SUNGUT

DAN PERBANTAHAN

Dalam Filipi 1 kita nampak Paulus diselamatkan dari situasi yang khusus melalui suplai yang limpah lengkap dari Roh itu. Dalam pasal 2 ia menyatakan pula bagaimana kaum beriman dapat mengalami satu keselamatan konstan atas perkara biasa dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, 2:14 mengatakan, “Lakukanlah segala sesuatu tanpa bersungut-sungut dan berbantah-bantahan.” Bersungut-sungut dan berbantah-bantahan adalah perkara yang kita alami setiap hari. Kita boleh jadi tidak mengalami kebencian atau kemarahan setiap hari, tetapi kita tentu berbantah-bantahan dan bersungut-sungut setiap hari. Dalam kehidupan pernikahan, para istri khususnya mudah sekali bersungut-sungut, dan para suami mudah berbantah-bantahan. Ditinjau dari satu aspek, kehidupan pernikahan yang alamiah adalah kehidupan bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Jika seorang saudara hidup sendirian tanpa ditemani istri, mungkin ia tidak banyak kesempatan untuk bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Namun, kehidupan pernikahan menciptakan banyak kesempatan untuk bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Demikian pula, sebelum seorang saudari menikah, ia mungkin tidak bersungut-sungut atas persoalan yang kecil. Sekarang, setelah menikah, ia mungkin bersungut-sungut atas persoalan yang sepele. Suaminya mungkin akan menanggapi sungut-sungutnya dengan perbantahan, membela dirinya sendiri dan menuduh kesalahan pihak lain. Mereka mungkin bersungut-sungut dan berbantah-bantahan karena tempat tidur tidak dirapikan, atau karena menaruh sikat sembarangan, atau karena lampu putus, atau karena kamar kurang bersih, dan hal-hal sepele lainnya. Bila seorang suami kembali dari kantor dan melihat rumah berantakan, mungkin ia sulit berdiam diri. Sekalipun ia dapat menahan diri untuk diam, namun hatinya pasti tidak gembira. Sungut-sungut dan perbantahan kita atas perkara-perkara yang demikian menyatakan perlunya kita akan keselamatan konstan. Oh, betapa kita perlu setiap hari diselamatkan dari sungut-sungut dan perbantahan!

ALLAH BEROPERASI DI DALAM KITA

Apa yang dapat menyelamatkan kita dari sungut-sungut dan perbantahan? Dalam 2:12 dan 13 Paulus menyuruh kita mengerjakan keselamatan kita sendiri, karena “Allah-lah yang mengerjakan (beroperasi) di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” Namun, bagi kita operasi Allah di dalam kita mungkin hanya satu doktrin belaka. Ketika kita menghadapi masalah tertentu di rumah, kita mungkin kehilangan realitas operasi Allah di dalam kita. Sebaliknya, kita mungkin sepenuhnya berada di dalam diri kita sendiri. Tetapi, jika kita ingin mengalami keselamatan konstan, perlulah kita memahami bahwa keselamatan ini adalah Allah sendiri yang beroperasi di dalam kita.

Saya telah bertahun-tahun dipersulit oleh fakta dalam 2:13, yakni Paulus membicarakan Allah, bukan Kristus atau Roh Kudus. Paulus sengaja membicarakan Allah dalam ayat ini, sebab ia ingin menunjukkan bahwa keselamatan konstan kita tidak lain adalah Allah itu sendiri. Hanya saja, Allah yang diwahyukan dalam 2:13 berbeda dengan Allah yang diwahyukan dalam Kejadian 1:1. Ketika kita tiba pada Kitab Filipi, Allah telah mengalami inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan. Berdasarkan Yesaya 9:5, anak yang telah lahir bagi kita disebut Allah yang perkasa. Persona yang dilahirkan dalam palungan di Betlehem dan yang hidup dalam keluarga tukang kayu di Nazaret adalah Allah yang perkasa. Dari sini kita nampak bahwa Allah yang hidup telah mengalami kehidupan insani. Di dalam manusia, Allah yang perkasa telah hidup di antara manusia selama lebih dari tiga puluh tahun. Setelah itu, demi penggenapan penebusan, Ia telah disalibkan dan memasuki kematian, melancong ke alam maut, dan muncul kembali dalam kebangkitan. Selain itu, Allah kita, Yesus Kristus, dinaikkan ke surga dan menjadi Tuhan atas segala sesuatu. Sekarang, Ia memiliki jabatan sebagai Tuan, Raja, dan Kepala. Hari ini Allah kita tidak hanya Pencipta, Penebus, Juruselamat dan Tuhan, Dia pun Sang almuhit. Kata Allah dalam 2:13 mengacu kepada Allah yang ajaib, yang telah melalui proses, dan yang almuhit. Allah yang tinggal di batin kita ini sekarang beroperasi di dalam kita. Allah yang tinggal dan beroperasi ini adalah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Selain itu, Dia adalah teladan kita, firman hayat, dan Roh almuhit.

Persona yang tinggal di batin ini tidaklah pasif, melainkan aktif dan penuh energi, bergerak, bekerja, dan beroperasi di dalam kita. Kata “mengerjakan” (beroperasi) dalam Filipi 2:13 dalam bahasa aslinya berarti memberi energi. Kata energi dalam bahasa Inggris berasal dari kata ini. Allah yang tinggal di batin kita memberi kita energi dari batin kita, dan menjadi sumber, kekuatan, tenaga, dan energi bagi keselamatan konstan kita.

Diselamatkan dari sungut-sungut dan perbantahan bukanlah satu hal yang tidak berarti. Tanpa Allah yang tinggal di batin dan beroperasi di dalam kita, kita tidak mungkin diselamatkan dari hal-hal tersebut. Kita juga perlu diselamatkan dari kebengkokan dan kesesatan. Dalam beberapa aspek, kita semua bengkok dan sesat. Sesat di sini berarti melengkung, berbelit-belit. Diselamatkan dari hal-hal ini secara riil tidaklah mudah.

KESELAMATAN KONSTAN DARI

DOSA-DOSA YANG KECIL

Dalam Filipi 2 Paulus membicarakan sungut-sungut, perbantahan, aib, noda, cela, bengkok, sesat, dan gelap. Ini merupakan perbandingan yang kontras dengan dosa-dosa berat yang ia sebutkan dalam Roma 1, antara lain seperti: penyembahan berhala, perzinaan, dan pembunuhan. Pada-hal diselamatkan dari dosa-dosa berat relatif lebih mudah. Tetapi untuk diselamatkan dari sungut-sungut, perbantahan, bengkok, dan sesat sangatlah sukar. Kita boleh jadi tidak melakukan dosa-dosa yang besar, tetapi dari hari ke hari kita masih dirusuhi oleh hal-hal negatif seperti yang ditulis Paulus dalam Filipi 2. Kita tidak saja perlu diselamatkan dari dosa-dosa yang besar, tetapi juga dari dosa-dosa yang mungkin dianggap kecil atau ringan, seperti sungut-sungut dan perbantahan. Jika kita ingin menjadi orang yang tidak beraib dan tidak bernoda, kita perlu keselamatan yang konstan ini.

Hanya satu yang dapat menyelamatkan kita dengan cara demikian, yakni Allah Tritunggal yang telah melalui proses menjadi Roh almuhit, pemberi-hayat, dan majemuk. Hari ini Allah kita adalah Roh almuhit yang sedemikian ini. Allah yang ajaib sekarang tinggal di dalam kita dan sedang bekerja, memberi energi, beroperasi di batin kita, dan mencari kesempatan untuk menyelamatkan kita hari demi hari.

Ketika saya masih muda, saya hanya mendengar adanya dua aspek dari keselamatan Allah. Pertama, Kristus telah mati di atas salib untuk menyelamatkan kita. Kedua, jika kita bersandar kepada-Nya, maka sebagai Allah yang perkasa, Dia berada di surga dan Dia dapat menyelamatkan kita sampai pada kesudahannya. Bertahun-tahun lamanya saya tidak dapat mengetahui dengan tegas bagaimana Tuhan Yesus menyelamatkan kita secara riil. Sekarang, dalam Kitab Filipi kita nampak bahwa kita mempunyai satu keselamatan yang konstan baik untuk situasi khusus maupun umum dalam kehidupan sehari-hari. Persona yang menyelamatkan kita bukan hanya Sang perkasa yang berada di surga, tetapi kita pun diselamatkan melalui suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus dan melalui operasi batini dari Allah yang tinggal di dalam kita.

DISELAMATKAN MELALUI ROH PEMBERI-HAYAT

DAN ALLAH YANG MELALUI PROSES

Hari ini Allah kita adalah Allah yang subyektif. Dia telah menjadi suplai batini kita guna menunjang kita dalam menghadapi situasi khusus macam apa pun dengan kekayaan-Nya, dan seluruh kekayaan-Nya sekarang menjadi bagian kita dalam suplai yang limpah lengkap dari Roh itu. Ketika kita menikmati suplai yang limpah lengkap ini, dengan spontan kita diselamatkan dari situasi kita yang khusus itu. Selain itu, Roh ini adalah Allah yang tinggal di dalam kita, yang beroperasi di batin kita untuk menyelamatkan kita dari situasi umum dalam kehidupan sehari-hari kita.

Selama beberapa tahun saya berada di Amerika Serikat, saya senantiasa melayankan Kristus yang almuhit sebagai Roh pemberi-hayat dan Allah yang telah melalui proses kepada kaum saleh. Dalam Filipi 1 kita nampak Roh almuhit, pemberi-hayat, dan majemuk, sedang dalam Filipi 2 kita nampak Allah yang telah melalui proses. Hari ini Allah kita tidak lagi menjadi obyek penyembahan kita semata. Sebagai persona yang telah melalui proses, Dia tinggal di dalam kita. Allah tidak lagi menjadi Allah yang “mentah”, yang belum melalui proses. Setelah melalui tahap-tahap suatu proses, sekarang Ia tinggal dalam roh kita untuk kita alami dan nikmati. Haleluya, kita memiliki Allah yang telah melalui proses sebagai bagian kita! Dia sedang beroperasi di dalam kita untuk menyelamatkan kita dari hari ke hari. Akhirnya, Dia sendiri akan menjadi keselamatan kita yang konstan.

Pada hakikatnya, Allah yang tinggal dalam kita yang beroperasi di batin kita adalah Roh almuhit, Roh Yesus Kristus. Karena Dia adalah yang sedemikian, maka kita benar-benar tidak dapat mensistematiskan-Nya. Allah ini adalah Kristus juga Roh itu. Sumber keselamatan konstan kita adalah Allah yang telah melalui proses, dan Dialah Roh almuhit, pemberi-hayat, dan majemuk. Dengan Roh inilah kita memiliki suplai yang limpah lengkap, dan dengan Allah yang telah melalui proses inilah kita memiliki operasi batini. Suplai dan operasi inilah sumber keselamatan kita yang konstan. Dengan perantara sumber ajaib inilah kita diselamatkan baik dari situasi khusus maupun situasi umum dalam kehidupan sehari-hari kita. Dengan cara demikianlah kita dapat diselamatkan dari sungut-sungut, perbantahan, kebengkokan, dan kesesatan. Ini bukan suatu teori, melainkan yang riil dan yang dapat kita alami. Bila kita menikmati keselamatan konstan ini, kita akan memperhidupkan Kristus. Kita memperhidupkan Kristus melalui menikmati keselamatan yang konstan dalam kehidupan sehari-hari kita.