KISAH BUSUK KERUSAKAN ORANG ISRAEL DI HADAPAN ALLAH PASAL 17—21 (1)
KEKACAUAN YANG MENJIJIKAN DALAM PENYEMBAHAN MEREKA
Pembacaan Alkitab: Hak. 17—18
Dalam pelajaran-hayat kitab Yosua, Hakim-hakim, dan Rut ini, kita akan memperhatikan bukan sejarahnya tetapi belajar dari lambang-lambang bagaimana mendapatkan Kristus dan menikmati Dia. Sejarah yang terkandung dalam kitab-kitab ini adalah satu lambang yang besar, yang menyatakan bagaimana umat Allah bisa mendapatkan dan menikmati tanah permai; tanah permai ini adalah lambang dari Kristus yang almuhit. Bahkan detail kitab-kitab ini, juga memperlihatkan kepada kita rahasia untuk mendapatkan dan menikmati Kristus. Dalam kehidupan sehari-hari, perkara kecil seperti membeli barang pun mungkin bisa menyebabkan kita bisa atau tidak bisa mendapatkan dan menikmati Kristus.
Ketika saya beroleh selamat, kita segera dibawa masuk ke dalam persekutuan Tritunggal Ilahi dengan umat tebusan-Nya yang dilahirkan kembali. Sejak saat itu, kita berada dalam persekutuan ini, menjadi satu dengan Allah. Satu Yohanes 1:3 mengatakan, “Apa yang telah kami lihat dan telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.” Persekutuan ini adalah persekutuan antara rasul dengan Allah, juga persekutuan antara kaum beriman dengan rasul. Karunia keselamatan sempurna Allah berada dalam persekutuan ini. Dalam persekutuan ini, kita bisa mendapatkan apa yang Allah berikan kepada kita, yaitu Anak Allah sebagai bagian yang kita dapatkan.
Kalau kita tinggal dalam persekutuan ini, kita akan mendapatkan jalan untuk menikmati Kristus. Kalau persekutuan kita dengan Allah terputus, kita segera kehilangan kenikmatan terhadap Kristus. Mengenai hal ini Tuhan Yesus menggunakan kata tinggal dan membicarakan tinggalnya kita dalam Dia sebagai pokok anggur (Yoh. 15:4). Pokok anggur ini melambangkan Kristus yang almuhit yang dirawat oleh Allah. Selama kita tinggal dalam pokok anggur, akan ada persekutuan. Tetapi begitu carang-carang tidak tinggal pada pokok anggur, carang-carang akan dipotong, menjadi gersang dan kering, dan kehilangan kenikmatan atas kekayaan pokok anggur.
Persekutuan hayat bukan perkara kasar tetapi sangat halus. Bahkan perkataan kecil yang dibicarakan dengan sikap yang tak pantas sudah memutuskan kita dari persekutuan hayat.
Kenikmatan kita atas Kristus adalah esensial. Persekutuan kita bisa mempercepat perputaran roda besar pergerakan Allah di alam semesta. Tetapi kalau kita terpotong sedikit dari persekutuan, roda besar pergerakan Allah akan menderita kerugian, ekonomi Allah akan tidak bisa maju sejangka waktu. Setiap hari, dalam setiap perkara kecil, kita harus berhati-hati. Kita harus terus memelihara diri menikmati Kristus. Jika demikian, ekonomi Allah baru bisa maju.
Dalam Wahyu 22:20, Tuhan berkata, “Aku datang segera.” Tetapi sampai hari ini belum terlihat gejala Dia segera datang, karena roda ekonomi Allah belum mendapatkan kesempatan untuk berputar. Kalau kaum saleh dalam pemulihan Tuhan memelihara seluruh butir makna mendasar dari kitab Yosua, Hakim-hakin, dan Rut, Tuhan akan segera datang. Namun, melakukan hal ini tanpa memelihara perasaan batini, perasaan hayat batini, mungkin menghentikan Tuhan sejangka waktu.
Pemberontakan yang terjadi tahun 1959-1965 di Taiwan menghentikan Tuhan sangat lama. Ketika kita mulai ministri pada tahun 1949, kita bertambah seratus kali lipat hanya dalam beberapa tahun saja. Sejak ada pemberontakan perbandingan pertambahan tidak pernah sama. Pemberontakan dalam pemulihan baru-baru ini juga menunda Tuhan dan dalam memperhatikan tertentu, menghalangi pergerakan roda ekonomi Allah. Oleh karena itu, Saya telah menekankan makna mendasar dalam kitab Yosua dan Hakim-hakim. Saya telah melakukan hal ini bukan saja untuk memperlihatkan bahwa Allah telah memberikan Kristus kepada kita sebagai tanah permai tetapi juga untuk memperlihatkan bagaimana kita dapat memiliki dan menikmati tanah ini untuk generasi-generasi mendatang.
Beroleh selamat itu mudah, tetapi untuk terus tinggal dalam persekutuan dengan Allah, tak henti-hentinya menikmati Kristus, tidaklah mudah. Banyak kekristenan fundamental mengkhotbahkan Kristus, Anak Allah, adalah Juruselamat orang dosa, tetapi mereka tidak mengenal sedikitpun, tentang sesuatu yang berhubungan dengan persekutuan dengan Allah Tritunggal.
Selanjutnya, mari kita membahas situasi Israel seperti yang disajikan dalam Hakim-hakim 17 dan 18. Dalam kemerosotan mereka Israel kacau dalam tiga cara; dalam pemerintaham, dalam penyembahan, dan dalam moralitas. Mereka tidak memiliki pemerintahan, tidak ada administrasi. Tabernakel Allah ada di Silo, dan imam besar memiliki Urim dan Tumim, tetapi tidak ada administrasi. Hakim-hakim 17 dan 18 mewahyukan kekacauan yang menjijikan dalam penyembahan bangsa Israel. Mikha mendirikan kuil berhala di rumahnya. Ibunya mempersembahkan uang perak kepada Yehova untuk dijadikan berhala dan patung tuangan. Mikha kemudian mendirikan kuil berhala, membuat efod dan terafim, dan mempersembahkan seorang anaknya menjadi imamnya. Efod melambangkan otoritas Allah, kalau tidak ada efod, manusia tidak bisa menyembah Allah. Selanjutnya, Mikha mempersembahkan seorang Lewi menjadi imam di rumahnya, memberi sepuluh uang perak pertahun ditambah sepasang pakaian dan makanan sebagai upahnya. Pada hari itu bani Dan merampas Mikha dan berhalanya, efod, terafim, dan patung tuangan berserta imamnya, dan bersama mereka mendirikan tempat penyembahan yang lain di kota Dan, sementara tabernakel Allah tetap ada di Silo. Menghasilkan dua pusat penyembahan, yang tepat adalah tebernakel Allah di Silo dan yang tidak tepat adalah Dan. Inilah kekacauan peribadahan bangsa Israel.
Kita dapat menerapkan gambaran ini untuk menyajikan situasi kekristenan, Kekristenan hari ini memiliki banyak “rumah Mikha,” terutama Gereja Katolik Roma. Gereja Roma Khatolik telah mendirikan berhala-berhala, membuat “efod” nya sendiri, dan mendirikan imamnya sendiri. Menurut Perjanjian Baru semua yang dilahirkan Allah seharusnya menjadi imam (1Ptr. 2:5, 9), tetapi Katolik memiliki imamnya sendiri dan mendirikan hirarki di bawah seorang paus. Prinsipnya, Katolik sama seperti rumah Mikha dalam kitab Hakim-hakim. Gereja-gereja negara, denominasi-denominasi, dan banyak kelompok-kelompok bebas juga adalah rumah Mikha, penuh dengan berhala sebagai pengganti Allah.
Bukan semua perkara dalam kekristenan itu salah, tetapi banyak perkara telah tercampur. Hal ini seperti perempuan yang mencampurkan tiga sukat ragi ke dalam adonan sampai kamir seluruhnya (Mat. 13:33). Tepung melambangkan Kristus sebagai makanan bagi Allah dan bagi umat-Nya. Ragi melambangkan prihal yang jahat (1Kor. 5:6, 8) dan doktrin-doktrin jahat (Mat. 16:6, 11-12). Ibu Mikha mempersembahkan sesuatu kepada Allah, tetapi persembahannya kepada Allah dicampur dengan ragi penyembahan berhala. Hari ini banyak percampuran dan situasi yang kacau ada dalam kekristenan.
Sekarang mari kita kembali ke Hakim-hakim 17 dan 18 dan membahas apa yang pasal-pasal ini katakan, yang berkaitan dengan kekacauan yang menjijikan dalam penyembahan orang Israel.
I. MIKHA MENDIRIKAN SEBUAH KUIL BERHALA
DI RUMAHNYA
Hakim-hakim 17:1-6 memberi tahu kita bahwa Mikha, seorang laki-laki dari pegunungan Efraim, mendirikan sebuah kuil berhala di rumahnya.
A. Mengambil Seribu Seratus Keping Uang Perak
dari Ibunya
Mikha mengambil seribu seratus keping uang perak dari ibunya tanpa diketahui olehnya (ay. 2a).
B. Ibu Mikha Mengucapkan Kutuk
Ibu Mikha mengucapkan kutuk dan aku sendiri mendengar ucapan itu (ay. 2b).
C. Mikha Mengaku bahwa Dia Mencuri Uang Perak
Mikha mengaku kepada ibunya bahwa dia mencuri uang perak itu, dan dia berkata, “Diberkatilah kiranya anakku oleh TUHAN!” (ay. 2c)
D. Mikha Mengembalikan Uang Perak Ibunya
Mikha mengembalikan uang perak kepada ibunya, dan dia mempersembahkan uang perak itu kepada Yehova dari tanganya kepada anaknya untuk membuat patung pahatan dan patung tuangan. Dia memberi dua ratus keping uang perak kepada tukang perak, yang membuat patung pahatan dan patung tuangan (ay. 3-4).
E. Mikha Mendirikan Sebuah Kuil dan Membuat Efod dan Terafim dan Mempersembahkan
Seorang Anaknya menjadi Imamnya
Mikha mendirikan sebuah kuil dan membuat efod dan terafim dan mempersembahkan seorang anaknya menjadi imamnya (ay. 5).
F. Tidak Ada Raja di antara Orang Israel, dan Setiap Orang Berbuat Apa yang Benar Menurut Pandangannya Sendiri
Ayat 6 mengatakan bahwa pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.
II. MIKHA MEMPERSEMBAHKAN SEORANG LEWI MENJADI IMAM DI RUMAHNYA
Dalam ayat 7 sampai 13 kita nampak bahwa Mikha mempersembahkan seorang Lewi menjadi imam di rumahnya.
A. Orang Lewi Muda dari Betlehem di Yehuda
Seorang Lewi muda dari Betlehem di Yehuda, kaum Yehuda. Dia tinggal sebagai pendatang di mana saja dia mendapat tempat (ay. 7-9).
B. Mikha Meminta Orang Muda ini
untuk Tinggal Bersamanya
Mikha meminta orang muda ini untuk tinggal bersamanya dan menjadi seorang bapak dan imam baginya, menjanjikan untuk membayar dia sepuluh keping uang perak setiap tahun dan sepasang pakaian serta makanannya (ay. 10).
C. Orang Lewi itu Setuju untuk Tinggal bersama Mikha Seperti Seorang Anaknya
Orang Lewi itu setuju untuk tinggal bersama Mikha seperti seorang anaknya (ay. 11).
D. Mikha mempersembahkan Orang Lewi menjadi Imamnya di Rumahnya
Mikha mempersembahkan orang Lewi menjadi imanya di rumahnya. Kemudian Mikha berkata, “Sekarang tahulah aku, bahwa TUHAN akan berbuat baik kepadaku, karena ada seorang Lewi menjadi imamku” (ay. 12-13).
III. ORANG DAN MEREBUT PATUNG PAHATAN, EFOD, TERAFIM DAN PATUNG TUANGAN
BERSAMA IMAMNYA MIKHA
Dalam pasal delapan belas kita nampak orang Dan merebut patung pahatan, efod, terafim, dan patung tuangannya bersama imamnya Mikha.
A. Suku Dan Mencari bagi Dirinya Sendiri
Warisan untuk Didiami
Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel, dan suku Dan mencari bagi dirinya sendiri warisan untuk didiami, sebab sampai hari itu mereka belum juga mendapat bagian warisan di tengah-tengah suku Israel (ay. 1).
B. Bani Dan mengutus Lima Orang untuk Mengintai Negeri itu dan Menyelidikinya
Bani Dan mengutus lima orang dari antara mereka, orang-orang gagah perkasa, untuk mengintai negeri itu dan menyelidikinya. Mereka datang ke pegunungan Efraim, ke rumah Mikha, dan mereka bermalam di sana (ay. 2).
C. Lima orang itu Meminta Orang Lewi untuk Bertanya Pada Allah supaya Mereka mengetahui
bila Perjalananya Berhasil
Lima orang itu mengenal logal suara orang Lewi itu, dan mereka berkata padanya, “Siapakah yang membawa engkau ke mari? Apakah pekerjaanmu dan urusanmu di sini?” (ay. 3). Ketika orang Lewi menjelaskan bahwa Mikha telah menyewa dia menjadi imamnya, mereka berkata kepadanya, “Tanyakalah kiranya kepada Allah, supaya kami ketahui apakah perjalanan yang kami tempuh ini akan berhasil” (ay. 4-5).
D. Imam yang Ditentukan Mikha Memberi Tahu Lima Orang itu itu untuk Pergi dengan Damai
Imam yang ditentukan Mikha berkata kepada lima orang itu, “Pergilah dengan selamat (damai)! Perjalanan yang kamu tempuh itu dipandang baik oleh TUHAN” (ay. 6).
E. Lima Orang itu Sampai ke Lais dan Melihat Kehidupan Umat itu
Lima orang itu pergi lalu sampai ke Lais. Mereka melihat rakyat yang tinggal di sana, hidup dengan tentram dan kukuh. Kemudian mereka kembali ke saudara-saudaranya dan meminta mereka untuk merebut negeri itu, katanya, “Sesungguhnya Allah telah menyerahkannya ke dalam tanganmu” (ay. 7-10).
F. Enam Ratus Orang Ditunjuk dari Kaum Dan
dan Datang ke Rumah Mikha
Enam ratus orang diperlengkapi dengan senjata yang ditunjuk dari kaum Dan dan datang ke rumah Mikha di pegunungan Efraim (ay. 11-13).
G. Lima Orang yang telah Pergi Mengintai Negeri Lais Berbicara kepada Orang Lewi mengenai Dia menjadi Imam bagi Suku dan Kaum di Israel
Lima orang yang telah pergi mengintai negeri Lais masuk ke dalam rumah orang Lewi muda, rumah Mikha, dengan enam ratus orang yang diperlengkapi senjata berdiri di pintu gerbang, untuk merebut patung pahatan, efod, terafim, dan patung tuangan. Ketika imam itu menanyai mereka apa yang mereka lakukan, mereka berkata kepadanya, “Apakah yang lebih baik, menjadi imam untuk seisi rumah satu orang atau menjadi imam untuk suatu suku dan kaum di antara Israel?” (ay. 14-19).
H. Imam Muda itu Mengambil Efod, Terafim,
dan Patung Pahatan lalu Masuk ke Tengah-tengah Orang Banyak
Gembiralah hati imam muda itu. Dia mengambil efod, terafim, dan patung pahatan lalu masuk ke tengah-tengah orang banyak. Maka, orang Dan merampas seluruh berhala dan imam Mikha yang dengannya dia menyembah Allah (ay. 20-26).
I. Orang Dan datang ke Lais
dan Membunuh Penduduknya
Membawa berhala yang telah Mikha buat dan imamnya, orang Dan mendatangi Lais, membunuh penduduknya, membakar kota itu, dan menyebut nama kota itu Dan, menurut nama Dan bapak leluhurnya (ay. 27-29).
J. Bani Dan Menegakkan Patung Pahatan
Bani Dan menegakkan patung pahatan. Yonatan bin Gerson, bin Musa, dia dan anak-anaknya, menjadi imam bagi suku Dan sampai penduduk negeri itu diangkut ke penawanan. Mereka menetapkan patung pahatan yang telah Mikha buat ada di sana selama rumah Allah ada di Silo (ay. 30-31).