LATAR INDAH DARI ORANG ISRAEL BERSANDAR ALLAH
Pembacaan Alkitab: Hak. 1
Dalam berita ini kita akan membahas Hakim-hakim 1. Pasal ini menggambarkan latar indah dari orang Israel bersandar Allah.
I. KEBERANIAN DAN KEMENANGAN YEHUDA
Dalam ayat 1-21 kita melihat keberanian dan kemenangan Yehuda.
A.
Bertanya kepada TUHAN
dan Jawaban serta Janji TUHAN
Sesudah Yosua mati, orang Israel bertanya kepada Yehova mengenai siapakah dari mereka yang lebih dulu maju menghadapi orang-orang Kanaan untuk berperang melawan mereka (ay. 1). Yehova memberi jawaban dan janji-Nya, mengatakan, “Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya” (ay. 2). Gambaran yang menakjubkan dari keesaan denganTuhan, dari kesatuan organik Allah dengan umat-Nya, adalah satu lanjutan dari keesaan dalam kitab Yosua ketika umat Israel pertama memasuki tanah permai.
B. Yehuda dan Simeon Saudara Koordinasinya
“Lalu berkatalah Yehuda kepada Simeon, saudaranya itu, Majulah bersama-sama dengan aku ke bagian yang telah diundikan kepadaku dan baiklah kita berperang melawan orang Kanaan, maka akupun akan maju bersama-sama dengan engkau ke bagian yang telah diundikan kepadamu. Lalu Simeon maju bersama-sama dengan dia” (ay. 3). Di sini kita melihat satu koordinasi yang indah antara dua suku, Yehuda, suku yang kuat, dan Simeon, satu suku yang lemah.
C. Suku Yehuda Maju,
dan Yehova Memberikan Orang Kanaan
dan Feris ke dalam Tangan Mereka
Menurut ayat 4 sampai 10, suku Yehuda maju, dan Yehova memberikan orang Kanaan dan Feris ke dalam tangan mereka, dan mereka memukul kalah sepuluh ribu dari mereka di Bezek. Kemudian suku Yehuda berperang melawan Yerusalem dan merebutnya, lalu memukulnya dengan mata pedang dan memusnahkan kota itu dengan api. Kemudian mereka maju berperang melawan orang Kanaan yang diam di pegunungan dan daerah selatan dan daerah rendah.
D. Kemenangan Kaleb atas Hebron
melalui Otniel Menantunya
Pasal ini juga membicarakan kemenangan Kaleb atas Hebron melalui Otniel menantunya (ay. 11-15, 20). Nama Otniel berarti “singa Allah.” Kaleb berkata siapakah yang mengalahkan dan merebut Kiryat-Sefer, kepadanya akan diberikan Akhsa, anakku menjadi istrinya. Otniel mengambil Kiryat-Sefer, dan diberikan kepadanya Akhsa sebagai istri. Dia berbicara kepada bapaknya, mengatakan, “Berikanlah kepadaku suatu hadiah; telah kau berikan kepadaku tanah yang gersang, berikanlah juga kepadaku mata air” (ay. 15a). Lalu Kaleb memberikan kepadanya mata air yang di hulu dan mata air yang di hilir. Ayat 20 memberi tahu kita bahwa Hebron telah diberikan kepada Kaleb, seperti yang dikatakan Musa dahulu, dan dari sana telah dihalaukannya anak Enak yang tiga itu.
E. Suku Benyamin tidak Menghalau Orang Yebus
Suku Benyamin tidak menghalau orang Yebus, yang tinggal di Yerusalem. Jadi orang Yebus masih diam bersama-sama dengan suku Benyamin di Yerusalem (ay. 21). Ini mengindikasikan bahwa dulu Yehuda kuat dan menang, kemenangannya tidak mutlak, selama ada satu kekurangan dalam menghalau penduduk yang di lembah dan tidak menghalau orang Yebus.
II. KETURUNAN YUSUF MAJU MENYERANG BETEL
Keturunan Yusuf juga maju menyerang Betel, dan Yehova menyertai mereka. Pertama-tama, mereka mengintai Betel. Ketika mereka yang berjaga-jaga melihat seorang keluar dari kota itu, mereka memberi tahu kepadanya bahwa bila dia menunjukkan bagaimana mereka dapat memasuki kota itu, mereka akan merahmatinya. Dia menunjukkan kepada mereka bagaimana memasuki kota itu, dan mereka memukul penduduk kota itu dengan mata pedang mereka, tetapi mereka membiarkan orang itu dan seluruh kaumnya pergi (ay. 22-26).
III. BEBERAPA KEKALAHAN
Meskipun pasal ini menggambarkan pemandangan indah dari orang Israel bersandar Allah, namun pasal ini juga menggambarkan beberapa kekalahan (ay. 27-36).
A. Suku Manasye, Efraim, Zebulon, Asyer,
dan Naftali tidak Menghalau Orang Kanaan
Ketika orang Israel menjadi kuat, mereka membuat orang Kanaan itu menjadi rodi, dan tidak menghalau mereka sama sekali (ay. 28). Suku Manasye, Efraim, Zebulon, Asyer, dan Naftali tidak menghalau orang Kanaan, yang tetap tinggal di tanah mereka dan menjadi rodi (ay. 27, 29-33).
B. Orang Amori Mendesak Suku Dan ke Pegunungan
Orang Amori mendesak suku Dan ke pegunungan, dan tidak membiarkan mereka turun ke lembah. Orang Amori dibiarkan tinggal bersama mereka, tetapi keturunan Yusuf, diperlakukan mereka menjadi orang rodi (ay. 34-36).